cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Karakteristik Penderita Hiperurisemia pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar Tahun 2019 Dinda Dwi Anggreni; Nurhikmawati; Irmayanti Haidir Bima; Andi Kartini Eka Yanti; Rasfayanah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.235

Abstract

Hipertensi adalah keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis, yang terjadi akibat jantung bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. World Health Organization (WHO) menyebutkan sekitar 972 juta orang atau 26,4% orang di seluruh dunia mengidap hipertensi, angka ini kemungkinan meningkat menjadi 29,2% pada tahun 2025. Hiperurisemia adalah peningkatan kadar asam urat di dalam darah, yang disebabkan karena peningkatan metabolisme asam urat, penurunan pengeluaran asam urat, atau gabungan dari keduanya. Peningkatan tekanan darah dikatakan memiliki korelasi positif terhadap peningkatan kadar asam urat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik penderita hiperurisemia pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar tahun 2019. Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan rekam medik sebagai data penelitian. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode total sampling. Terdapat 34 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Penderita hipertensi yang disertai hiperurisemia paling banyak ditemukan pada perempuan dengan distribusi pasien 22 orang (64,7%), kelompok usia lansia awal yaitu 46-55 tahun dengan distribusi pasien 14 orang (41,2%), indeks massa tubuh kategori obesitas I dengan distribusi pasien 15 orang (44,1%), pasien hipertensi stage II dengan distribusi pasien 30 orang (88,2%), dan disertai komorbiditas diabetes mellitus tipe 2 yaitu 11 orang (32,4%). Karakteristik penderita hiperurisemia pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar Tahun 2019 sebagian besar adalah perempuan, berusia 46-55 tahun, indeks massa tubuh obesitas I, mengalami hipertensi stage II, dan disertai diabetes mellitus tipe 2.
Karakteristik Penderita Penyakit Diabetes Melitus di RSUD Kolonodale Kabupaten Morowali Utara Vivi Cahyana; Suliati P Amir; Sri Irmandha; Irna Diyana Kartika; Pratiwi N Hamzah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.236

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui karakteristik penderita Diabetes Melitus tahun 2020 dengan menggunakan data sekunder sebagai data penelitian. Hasil penelitian didapatkan frekuensi karakteristik umur pada penderita penyakit Diabetes Melitus yang terbanyak pada umur Dewasa Madya yaitu 151 penderita. Jenis Kelamin terbanyak adalah perempuan yaitu 171 penderita. Pekerjaan, sebagian besar yaitu IRT/Tidak Bekerja sebanyak 114 penderita. Tingkat pendidikan terakhir terbanyak adalah tamat SMA. Gejala klinis tertinggi dengan empat gejala sebanyak 200 penderita. Lama Menderita, proporsi tertinggi adalah lebih dari lima tahun. Gula Darah Puasa didapatkan sebanyak 274 penderita dengan kadar yang tidak terkontrol lebih dari 130 mg/dl. Keteraturan kontrol menunjukkan sebagian besar penderita rutin melakukan kontrol di RS. Terapi Farmakologi didapatkan bahwa sebagian besar pengobatan yang dilakukan oleh penderita yaitu injeksi insulin. Komplikasi menunjukkan angka tertinggi pada penderita dengan penyakit hipertensi. Dapat disimpulkan bahwa, penderita penyakit Diabetes Melitus yang terbanyak pada umur Dewasa Madya (41-60 tahun), Jenis Kelamin terbanyak yaitu Perempuan. Pekerjaan sebagian besar yaitu IRT/Tidak Bekerja. Tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA. Gejala Klinis terbanyak adalah empat gejala. Lama menderita terbanyak adalah lebih dari lima tahun. GDP didapatkan sebagian besar tidak terkontrol. Keteraturan kontrol terbanyak didapatkan penderita teratur melakukan kontrol. Terapi Farmakologi menggunakan injeksi insulin. Komplikasi terbanyak yaitu hipertensi.
Karakteristik Gamabaran EKG pada Nelayan Paoetere Kota Makassar Tahun 2022 Aldi Pratama Muktar; Wisudawan; Andi Sitti Fahirah Arsal; Febie Irsandi; Hasta Handayani Idrus
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.238

Abstract

Para nelayan ini tersebar setidaknya di 12.857 desa pesisir di Indonesia. Dengan jumlah SDM yang begitu besar diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. penyerapan lapangan pekerjaan, pendapatan, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur ekonomi nasional yang kokoh dan maju. Seiring bertambahnya usia, resistensi sistemik semakin meningkat sehingga terjadi perubahan pada dinding ventrikel yang menyebabkan dinding ventrikel kiri menjadi lebih tebal dari pada ventrikel kanan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik gambaran EKG pada nelayan Paotere Kota Makassar tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik gambaran EKG pada nelayan Paotere Kota Makassar tahun 2022. Distribusi data berdasarkan Irama didapatkan yang memililiki sinus Bradikardi sebanyak 3 (9,7%), Sinus Takikardi sebanyak 2 (6,5%) dan sinus rytme sebanyak 26 (83,9%). Berdasarkan axis didapatkan memiliki normoaxis sebanyak 29 (93,5%) dan Axis Rad sebanyak 2 (6,5%). Berdasarkan gelombang P didapatkan semua memiliki gelombang P normal. Berdasarkan PR interval didapatkan semua memiliki PR interval normal. Berdasarkan kompleks QRS didapatkan Normal sebanyak 25 (80,6%) dan LBBB sebanyak 6 (19,4%). Berdasarkan ST segment didapatkan semua memiliki segemen Isoelektrik. Berdasarkan gelombang T didapatkan semua memiliki gelombang T normal. Berdasarkan gelombang U didapatkan semua memiliki gelombang U normal. Karakteristik Gambaran EKG Pada Nelayan Paotere Kota Makassar mayoritas didapatkan berupa sinus rytme, dengan rentang heart rate normal dan regular antara 60-100x/ menit, dan sebagian kecil yaitu 19,4% nelayan paotere kota Makassar didapatkan gambaran LBBB.
Karakteristik Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Rawat Inap RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2021 Muhammad Syahrir; Faisal Sommeng; Indah Lestari Daeng Kanang; Sultan Buraena; Zulfiyah Surdam
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 3 (2023): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i3.239

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis serius yang terjadi karena pankreas tidak menghasilkan cukup insulin. DM diklasifikasikan atas DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lain, dan DM pada kehamilan. Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Menurut International Diabetes Federation terdapat 463 juta (9,3%) orang di usia 20-79 tahun yang menderita DM pada tahun 2019 di seluruh dunia. Penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari catatan rekam medik pasien rawat inap Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2021. Hasil penelitian dari 56 sampel, didapatkan sampel dengan usia 50-59 tahun sebanyak 21 orang, laki-laki dan perempuan masing-masing sebanyak 28 orang, status gizi baik (18,5-25 Kg/m2) sebanyak 35 orang, kadar glukosa darah puasa tidak terkontrol ≥ 130 mg/dL sebanyak 45 orang, HbA1c tidak terkontrol ≥ 7% sebanyak 52 orang, tekanan darah hipertensi ≥ 140/90 mmHg sebanyak 30 orang, serta sampel dengan komplikasi penyakit ginjal diabetes sebanyak 6 orang. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik penderita diabetes melitus tipe 2 pada pasien rawat inap RS Ibnu Sina Makassar dapat diambil kesimpulan usia 50-59 tahun memiliki status gizi baik, kadar glukosa darah puasa dan HbA1c tidak terkontrol dan banyak mengalami tekanan darah hipertensi, serta komplikasi paling sering adalah penyakit ginjal diabetes dengan proporsi laki-laki masing-masing sama dengan perempuan.
Karakteristik Pasien Otitis Eksterna Dan Otitis Media Tahun 2018-2019 (Sebelum Pandemi Covid-19) Dan Tahun 2020-2021 (Selama Pandemi Covid-19) Di Rsud Sayang Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan fitrah putra irwan; Dahlia; Rismayanti; Ahmad Ardhani Pratama; Meriam Melinda
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i6.241

Abstract

There is no data that shows comparisons between patients before and during the covid-19 pandemic, especially in otitis externa and otitis media, so this study was made to obtain data that will be the latest guidelines, so researchers are interested in researching the incidence rate and factors that cause the quantity of patients from these hospitals in this study. To find out the Characteristics of Otitis Externa and Otitis Media Patients in 2018-2019 (Before the Covid-19 Pandemic) and in 2020-2021 (During the Covid-19 Pandemic) at the Rsud sayang Rakyat of South Sulawesi Province. This research is a descriptive study with a cross-sectional design conducted at the Sayang Rakyat Regional Hospital of South Sulawesi Province in November 2022. The population of this study is all patients otitis externa and otitis media of Hospital sayang Rakyat Province of South Sulawesi in 2018-2021. The results of the study obtained from collecting medical record data, it was found that dominant women 64 (7%) compared to men, the highest prevalence of otitis externa aged 11-20 years 79 (19%) cases in 2019, the lowest <11 years 11 (8%) cases in 2021, and the most otitis media aged <11 years 69 (26%) cases in 2019, the lowest <11 years 10 (10%) cases in 2021. Patient comparison data for 2018-2019 more 608 (52%) cases than in 2020-2021 otitis externa and otitis media patients in 2018-2019 (before the covid-19 pandemic) and 2020-2021 (during the covid-19 pandemic).
Faktor Risiko Terjadinya Sudden Cardiac Death Ishmah Faza Andi; Pratiwi N Hamzah; Sumarni; Indah Lestari Daeng Kanang
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i6.243

Abstract

Sudden death according to the World Health Organization (WHO) is death that occurs within 24 hours after the onset of symptoms. Sudden death occurs relatively quickly in a person with unknown or unclear causes. Sudden death can be caused by diseases of the heart and blood vessels, diseases of the respiratory system or central nervous system. In the world, heart disease ranks first as a disease that causes death, followed by infectious diseases and cancer. In 2008, an estimated 17.3 million deaths were caused by heart and blood vessel disease. Sudden death due to heart disease is 60% of all cases. These heart and blood vessel diseases include coronary heart disease, myocardial infarction, myocarditis, cardiomyopathy, heart valve disorders, and genetic disorders of the heart. This research method uses the narrative review method based on literature or research that has been conducted and published in accredited international and national journals. The results of this study are that the risk factors for Sudden Cardiac Death vary widely, consisting of risk factors for age, race, gender, heredity, diabetes mellitus, hypertension, alcohol consumption, smoking, obesity, heart disease and abnormal EKG results, hypercholesterolemia, and exercise. certain. Conclusion based on the results of a review of several literatures it can be concluded that there is vary risk factors for Sudden Cardiac Death.
Gambaran KarakteristikPasien Otitis Eksterna di RSUD Haji Makassar PeriodeJanuari-Desember 2021 Miftahul Jannah Hamzah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i7.244

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis. Indonesia sendiri merupakan bagian dari iklim tropis lembab atau zona lembab dan panas, dimana ditetapkan kriteria faktor predisposisi terjadinya otitis eksterna. Otitis eksterna merupakan penyakit radang telinga yang terbagi menjadi akut dan kronis yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus. Tujuan penelitian: Mengetahui gambaran tipikal otitis media rawat jalan di Rumah Sakit Haji Massari antara Januari dan Desember 2021. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan retrospektif, dan bahan penelitian berupa rekam medis rawat jalan otitis media. Hasil penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita otitis eksterna terbanyak pada kelompok jenis kelamin, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (56%) dan terbanyak pada kelompok usia 17-25 dan 36-45 tahun (19,5%); paling sakit atau sakit telinga (57,1%); dan otitis eksterna yang paling banyak ditemukan adalah otitis eksterna akut difus (88,7%). Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa otitis eksterna dapat terjadi pada usia berapapun, tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin atau hormon, dan biasanya muncul sebagai gejala utama berupa nyeri telinga. Kata kunci: Karakteristik; otitis eksterna; RSUD Haji Makassar
Karakteristik Malformasi Anorektal di Rs. Bhayangkara dan RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Tahun 2017 – 2022 Mega Islamiaty; M. Syakir; Rizal Basry; Aziz Beru Gani; Mahyuddin Rasyid
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i6.245

Abstract

Anorectal malformation (MAR) is considered as one of the most common congenital intestinal anomalies with an incidence of 1 in 4000 - 5000 births. The purpose of this study was to determine the characteristics of anorectal malformations at Bhayangkara Hospital & RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar in 2017 – 2022. This research is a retrospective descriptive study with a cross sectional approach. This type of research was chosen because researchers wanted to find out about the characteristics of anorectal malformation cases at Bhayangkara Hospital & RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar in 2018 – 2022. This study involved 13 samples. Based on research that has been done, that the majority of anorectal malformation patients at Bhayangkara Hospital and RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar are male (69.2%), have a history of maternal ANC frequency of 4 times (46.2%), and do not have history of the mother taking drugs during pregnancy (61.5%). It was also found that the average birth weight was 2,661 ± 787 grams, the gestational age was 38 ± 1.5 weeks, and the mother's age at delivery was 30 ± 6.7 years. The incidence of anorectal malformations in Makassar is still low. From the data obtained from the two studies, it was not too significant between the two hospitals, Rs. Bhayangkara and RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar.
Hubungan Obesitas Dengan Kadar Gula Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Yaumil Khair; Asrini Safitri; Indah Lestari Daeng Kanang; Sho Latief; Rasfayanah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i6.247

Abstract

Obesity is a global public health problem, contributing to increased morbidity and mortality. Obesity is a multifactorial disease that adversely affects many organ systems. The prevalence of obesity in Indonesia has shown an increasing trend, 10.5% since 2007, 14.8% in 2013, and 21.8% in 2018. This study aims to determine the relationship between obesity and elevated blood glucose levels among medical students of Muslim University of Indonesia in 2019. The type of study conducted was an observational analytical study with a cross-sectional research design. The total sampling method was used, and the population was the same as the sample, 49 people. Based on the Pearson correlation test, the obtained significance value is 0.252, this value > 0.05, which means there is no relationship between obesity and blood glucose level among medical students of Islamic Indonesian University in 2019. The correlation coefficient is 0.167, meaning that the closeness of the relationship between the obesity variable and blood glucose level at that time is 0.167 or falls under shallow criteria.
Hubungan Antara Obesitas Dengan Kadar Interleukin 6 (IL-6) Pada Populasi Anak Laki-Laki Di Kota Makassar. Nurika Sarah Medellu; Armanto Makmun; Nirwana Laddo; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Ida Royani; Zulfahmidah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 7 (2023): Juli
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i7.249

Abstract

Obesitas terus meningkat di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Kondisi ini ditandai oleh peningkatan lemak tubuh yang berlebihan berdampak negatif pada kesehatan. Pengukuran obesitas menggunakan perhitungan IMT yaitu berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Dikatakan obesitas jika IMT > 25kg/m2. Jaringan lemak pada orang dengan obesitas memiliki respons inflamasi rendah. Sel lemak yang meradang melepaskan sitokin pemicu rasa lapar seperti interleukin-6 (IL-6) dan tumor necrosis factor-alpha. Kadar IL-6 yang meningkat secara terus menerus dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Hubungan antara IL-6 dan obesitas adalah kompleks atau saling terkait dengan faktor lain. Obesitas merupakan kondisi multifaktorial yang dipengaruhi oleh genetik, gaya hidup, pola makan, dan lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan kadar Interleukin-6 dan mengetahui apa penyebab peningkatan kadar Interleukin-6 pada populasi anak laki-laki di Kota Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan studi observasional yang memakai desain kohort untuk melihat hubungan dari kadar IL-6 terhadap kondisi obesitas. Pengukuran kadar IL-6 pada plasma menggunakan metode Roche- cobas 6000. Hasil analisis didapatkan bahwa kadar Interleukin 6 pada kondisi obesitas merupakan kriteria rendah dengan nllai kolerasi p= 0.372; p < 0.05. Sementara hubungan usia dengan kadar interleukin 6 diperoleh nilai kolerasi 0.096; p >0.05 artinya tidak terdapat hubungan diantara kedua variabel atau termasuk kriteria sangat rendah. Hubungan kadar interleukin-6 pada populasi anak laki-laki dengan kondisi besitas terbilang cukup rendah dimana tidak terjadi peningkatan signifikan diantara keduanya. Tetapi, semakin tinggi Indeks massa tubuh seseorang kadar interleukin 6 terus meningkat walaupun tidak secara drastis.