cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Identifikasi Bakteri Penyebab Konjungtivitis Nurul Fhadila; Suliati P. Amir; Inna Mutmainnah Musa; Yusriani Mangarengi; Nur Aulia
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.420

Abstract

Konjungtivitis merupakan salah satu penyebab umum mata merah yang disebabkan karena adanya infeksi atau non-infeksi pada konjungtiva dan biasanya terjadi pada satu mata yang kemudian menyerang mata sebelahnya dan nantinya dapat menyebar ke orang lain. Konjungtivitis ditandai dengan adanya peradangan, pembengkakan jaringan konjungtiva dan pembuluh darah serta adanya rasa nyeri. Konjungtivitis dapat sembuh sendiri serta mudah di obati. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui informasi berdasarkan hasil pengkajian identifikasi bakteri penyebab kongjungtivitis. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan narrative review. Jenis bakteri yang didapatkan penyebab konjungtivitis adalah Staphylococcus aureus, Streptococcus non hemolitikus, Staphylococcus pneumoniae, Bacillus subtilis, Staphylococcus albus, Lactobacillus spp, Staphylococcu epidermidis, Streptococcus sp, Staphylococcu saprophyticus, Streptococcus pyogenes untuk gram positif dan bakteri gram negatif penyebab konjungtivitis adalah Proteus spp, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Citrobacter spp, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter spp, Haemophilusinfluenzae, Diplococcus gram negatif, Pseudomonas klebsiella.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Kolesterol Total pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Andini Marccela; Rasfayanah; Zulfiyah Surdam; Nesyana Nurmadilla; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.421

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah metode sederhana yang digunakan untuk menentukan status gizi seseorang. Kondisi hiperkolesterolemia yang menjadi penyebab utama kejadian penyakit jantung iskemik dan stroke umumnya diderita oleh individu overweight dan lanjut usia akan tetapi tidak menutup kemungkian gangguan metabolisme ini dapat terjadi pada individu dengan usia muda, karena adanya perubahan pola hidup. Peningkatan IMT mencerminkan terjadinya peningkatan proporsi lemak massa tubuh. Peningkatan kadar kolesterol dalam darah disebut sebagai hiperkolesterolemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dengan kadar kolesterol total pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Penelitian observasional dengan pendekatan analitik menggunakan metode cross sectional Dari 77 sempel diperoleh IMT dengan Underweight 12 orang, 8 orang (10.4%) mengalami kolesterol normal dan 4 orang (5.2%) mengalami hiperkolesterol. normal 39 orang, 20 orang (26%) mengalami kolesterol normal dan 19 orang (24.7%) mengalami hiperkolesterol. overweigth 8 orang, 3 orang (3.9%) mengalami kolesterol normal dan 5 orang (6.5%) mengalami hiperkolesterol. obes 1 12 orang, 6 orang (7.8%) mengalami kolesterol normal dan 6 orang (7.8%) mengalami hiperkolesterol. obes 2 6 orang, 3 orang (3.9%) mengalami kolesterol normal dan 3 orang (3.9%) mengalami hiperkolesterol. Hasil analisis uji Chi squre memiliki nilai signifikansi sebesar 0,800 > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan kadar kolesterol pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia.
Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Penyembuhan Influenza dan Batuk Andi Fajrul Islam; Rahmawati; Eny Arleni Wello; Andi Husni Esa Darussalam; Dwi Anggita
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.422

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki berbagai ragam flora yang berpotensi besar untuk dikembangkan didalam dunia pengobatan. Pengobatan tradisional menggunakan tumbuh tumbuhan telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia, jauh sebelum obat obatan modern dikenal Banyak terapi herbal yang memiliki bukti ilmiah tentang aktivitas terhadap virus pernapasan. terbukti efektif dalam pengobatan infeksi saluran pernapasan bagian atas. Studi tersebut mengungkapkan beberapa mekanisme kerja oleh ekstrak herbal mana yang melawan virus pernapasan. Beberapa makanan suplemen juga mengungkapkan kemanjuran dalam pencegahan dan pengobatan infeksi virus pernapasan. Salah satunya ekstrak bawang putih, menunjukkan efek yang mendukung terhadap virus pernapasan. Untuk mengetahui efektivitas ekstak bawang putih (Allium sativum) terhadap penyembuhan influenza dan batuk. Penelitian ini menggunakan database pencarian yang digunakan di PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian awal artikel adalah Bawang putih, Allium sativum, influenza, batuk didapatkan sebanyak 3.820 artikel. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari semua literature yang digunakan majoritas menunjukan adanya pengaruh pada saat pemberian bawang putih terhadap influenza dan batuk. Pemberian bawang putih mampu memberikan efek penyembuhan terhadap influenza dan batuk dikarenakan kandungan Allicin pada bawang putih. Terdapat pengaruh pemberian bawang putih terhdapat influenza dan batuk dikarenakan Dalam bawang putih (Allium sativum L.) kaya akan alliin, allicin, ajoenes, vinyldithiins, dan flavonoid. Dimana salah satu kandungan dari bawang putih (Allium sativum L.) yaitu allicin efektif melawan influenza B. Selain itu, satu uji klinis melaporkan bahwa bawang putih dapat mencegah terjadinya flu biasa.
prevalensi Prevalensi Pasien Bell’s Palsy di Klinik Cerebellum Makassar Wa Ode Nur Fatimah Rifaat; Munjia Assagaf; Suciati Dapolomi; Zulfikri Khalil Novriansyah; A. Rompegading
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i2.423

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi karakteristik Bell’s Palsy, suatu kondisi kelemahan wajah unilateral yang muncul secara mendadak. Bell’s Palsy merupakan penyakit umum dengan insiden tahunan mencapai 15-30 per 100.000 penduduk, ditandai dengan dominasi pada wanita di bawah usia 20 tahun dan sedikit dominasi pada pria di atas 40 tahun. Sisi kiri dan kanan wajah sama-sama terlibat, dengan kejadian kelumpuhan bilateral pada 0,3% pasien dan 9% memiliki riwayat kelumpuhan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap prevalensi Bell’s Palsy pada kunjungan rawat jalan di Klinik Cerebellum Makassar pada tahun 2020. Observasional kuantitatif dengan pendekatan retrospektif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini, melibatkan total sampling terhadap 52 orang pasien dan menggunakan rekam medis sebagai alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 21-40 tahun memiliki proporsi tertinggi pasien Bell’s Palsy (40,4%), sementara jenis kelamin perempuan mendominasi (59,6%). Gejala paling umum adalah sisi lumpuh sebelah kanan (61,5%) dibandingkan dengan sisi kiri (38,5%). Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti bahwa prevalensi Bell’s Palsy lebih tinggi pada kelompok usia produktif, dengan dominasi perempuan, dan gejala paling umum adalah sisi lumpuh sebelah kanan. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang distribusi dan karakteristik penyakit ini, memberikan dasar untuk intervensi lebih lanjut, serta memperkaya literatur ilmiah terkait Bell’s Palsy.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Sistem Code Blue Anisa Suryani; Fendy Dwimartyono; Julia Hasir; Wirawan Harahap; Gede Indra Jaya
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.424

Abstract

Sistem tanggap darurat berada dalam urutan terpenting dalam kebutuhan yang perlu ada dalam manajemen keselamatan kerja sebuah rumah sakit, yang mencakup sistem darurat dengan kode warna biru (emergency colour code blue). Ini adalah serangkaian system, prosedur, dan protokol yang digunakan sebagai kode kegawatdaruratan yang harus segera direspons. Tenaga medis dan paramedis sebuah RS, sebelumnya telah dibekali kemapuan dalam melakukan penyelamatan hanya saja meskipun banyak diantaranya yang masih belum maksimal dalam pengaplikasikannya terutama struktur pengorganisasiannya. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan gambaran kepada tenaga medis dan paramedis Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tentang code blue system. Dengan teknik sampling sebanyak 123 responden melakukan pengisian alat pendataan seperti kuesioner dan menggunakan desain deskriptif observasional. Penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan perawat tentang code blue system berdasarkan pendidikan, masa kerja, dan riwayat pelatihan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tergolong baik. Secara kategorikal, tingkat pengetahuan baik terlihat pada perawat dengan tingkat pendidikan Ners sebanyak 17 responden (13,8%), untuk lama masa kerja yang telah melewati 10 tahun masa kerja sebanyak 21 responden (17,1%), dan riwayat pelatihan BLS/BCLS serta resusitasi sebanyak 17 responden (13,8%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dari tenaga medis dan paramedis Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tergolong baik dalam hal pengetahuan dan implementasi dari code blue system.
Analisis Faktor Risiko Kanker Payudara Sity Rahmatia Alimun; Syamsu Rijal; Inna Mutmainnah Musa; Reeny Purnamasari; Febie Irsandy
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i6.430

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang mengakibatkan tingginya tingkat kematian, dimana pada tahun 2020, di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 22 ribu jiwa kasus kematian. Penelitian ini menganalisis faktor risiko kanker payudara di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo. Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang berkontribusi pada risiko kanker payudara. Metode studi kasus kontrol digunakan dengan melibatkan 47 pasien kanker payudara dan 47 wanita kontrol tanpa kanker. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung menggunakan kuesioner, sementara data sekunder berasal dari rekam medis. Analisis dilakukan melalui langkah-langkah editing, coding, entry data, dan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting: riwayat keluarga, usia menarche dan usia melahirkan pertama memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan risiko kanker payudara, sementara riwayat obesitas, riwayat mengkonsumsi alkohol serta riwayat merokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Lama penggunaan kontrasepsi hormonal ≥10 tahun serta usia menopause yang lebih muda juga terkait dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Riwayat keluarga merupakan faktor risiko yang dominan. Kesimpulan penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut tentang faktor-faktor yang berkontribusi pada risiko kanker payudara yang dapat membantu dalam pengembangan program pencegahan dan deteksi dini di masa depan.
Insiden Osteoartritis Genu Tahun 2018 – 2022 Yugni Maula Thahira; Jufri Latief; Helmiyadi Kuswardhana; Andi Dhedie Prasatia Sam; Erick Gamaliel Amba
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.431

Abstract

Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan kerusakan dan hilangnya kartilago artikular secara progresif. Sekitar 302 juta orang di berbagai belahan dunia menderita OA. Sekarang ini, OA menjadi penyebab utama kecacatan pada usia dewasa tua. OA ditandai dengan adanya kerusakan kartilago artikular, pembentukan osteofit, sklerosis subkondral, pembentukan kista subkondral serta kelainan kontur tulang dan secara klinis berhubungan dengan keluhan nyeri sendi serta gangguan pergerakan yang terkait dengan derajat kerusakan pada kartilago. Jumlah pasien yang menderita OA tentu akan meningkat seiring dengan pertambahan populasi usia lanjut di seluruh dunia. Oleh karena itu, penyakit reumatik ini memerlukan perhatian dengan harapan kualitas hidup pasien dapat menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insiden osteoartritis genu di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2018 – 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode potong−lintang berupa pengambilan data dari rekam medis dengan total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan April – Mei 2023 bertempat di RS Ibnu Sina Makassar. Pasien OA genu berdasarkan usia di RS Ibnu Sina tahun 2018-2022 terbanyak pada kelompok usia manula ≥ 65 tahun (47.5%), jenis kelamin perempuan (62.5%), IMT normal (37.5%), derajat III Kellgren-Lawrence (42.5%), dan mempunyai pekerjaan non fisik (60%).
Uji Efektivitas Antipiretik Ekstrak Daun Saliara terhadap Mencit Jantan yang Diinduksi Vaksin DPT Tiara Aviva Hirda; Andi Dhedie Prasatia Sam; Marzelina Karim; Indah Lestari Daeng Kanang; Andi Alamanda Irwan
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i6.432

Abstract

Demam adalah respon yang terkoordinasi akibat adanya stimulus imun berupa peningkatan suhu inti tubuh yang melebihi normal akibat infeksi atau peradangan, yang memicu pelepasan prostaglandin. Daun Saliara (Lantana camara L) tergolong tumbuhan yang banyak digunakan sebagai obat tradisional karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Kandungan fitokimia dari daun Saliara (Lantana camara L) yang mempunyai potensi sebagai antipiretik adalah flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas antipiretik ekstrak daun Saliara (Lantana camara L) terhadap mencit jantan yang diinduksi vaksin DPT. Penelitian yang dilakukan merupakan eksperimental murni (true experimental research) dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design dengan menggunakan 27 ekor mencit yang di bagi menjadi tiga kelompok yang diinduksi vaksin DPT, 9 mencit kelompok kontrol, 9 mencit kelompok perlakuan dengan pemberian Asetaminofen dan 9 mencit kelompok perlakuan dengan pemberian Daun Saliara (Lantana camara L). Hasil penelitian menunjukkan kelompok tikus yang diberi Asetaminofen dan daun saliara (Lantana Camara L) mengalami penurunan suhu tubuh yang signifikan, diperoleh nilai p<0,000. Kesimpulannya antipiretik ekstrak daun Saliara (Lantana camara L) mempunyai efek antipiretik terhadap mencit (Mus musculus) jantan yang diinduksi vaksin DPT.
Karakteristik Penderita Kanker Kolorektal di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar Tahun 2022 Asmaul Husnah; Andi Kartini Eka Yanti; Arina Fathiyyah Arifin; Berry Erida Hasbi; Dzul Ikram
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.435

Abstract

Di Indonesia, kanker kolorektal merupakan pembunuh utama. Mengacu pada tumor ganas di usus besar dan rektum, kami mengatakan bahwa kanker ini berkembang dari jaringan epitel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil tipe orang yang terdiagnosis kanker kolorektal di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar pada tahun 2022. Penelitian deskriptif observasional dilakukan. Total sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel penelitian sebanyak 55 pasien, yang diambil dari populasi pasien kanker kolorektal di Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina Makassar. Kriteria inklusi diperhitungkan selama pengumpulan sampel, yaitu pasien kanker kolorektal dengan data rekam medik lengkap. Data diolah dengan metode univariat. Mayoritas pasien kanker kolorektal berusia 46-55 tahun (38,2%), didominasi oleh laki-laki (52,7%), riwayat keluarga yaitu yang tidak memiliki riwayat keluarga (80,0%), tingkat pendidikan terbanyak SD (36,4%), jenis pekerjaan sebagai IRT (30,9%), berdasarkan suku yaitu makassar (58,2%), riwayat sering konsumsi daging merah dengan pasien yang memiliki riwayat (80,0%), riwayat merokok dengan pasien yang tidak memiliki riwayat (52,7%), lokasi tersering berada di rektum (69,1%), gambaran histopatologi adenokarsinoma (96,4%) dan jenis kemoterapi yaitu regimen FOLFOX (56,4%. Usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, pendidikan, pekerjaan, suku, riwayat konsumsi daging merah, riwayat merokok, lokasi kanker, gambaran histopatologi serta jenis kemoterapi dari pasien kanker kolorektal merupakan hal yang perlu untuk diperhatikan.
Efek Air Zamzam terhadap Penderita Preeklampsia Aprianti Amalia Kartika; Anna Sri Dewi; Nesyana Nurmadilla; Nasruddin Andi Mappaware; Ida Royani
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i1.436

Abstract

Indonesia masih banyak menghadapi masalah kekurangan mutrisi, terutama nutrisi mikronutrient seperti magnesium, kalsium, zink dan selenium. Kekurangan gizi mikroonutrient yang bervariasi meningkatkan resiko preeklampsia. Pada preeklampsia terjadi disfungsi plasenta serta adanya respon inflamasi sistemik dengan mengaktivasi endotel dan koagulasi. Air zamzam dimurnikan oleh umat Islam dan dianggap penyembuhan. Air zamzam mengandung kalsium, klorida, magnesium, nitrat, florida, fosfat, ammonia, stronsium, arsenik, selenium, zink tembaga, kromium, mangan cobalt,cadmium, dan timbal. Tujuan penelitian ini mengetahui efek pemberian air zamzam pada preeklampsia. Metode yang penulis gunakan adalah studi literature review dengan desain narrative review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air zamzam merupakan air yang memiliki efek anti inflamasi kuat yang dapat mencegah aktivasi sel endotel pada preeklampsia, air zamzam juga mengandung selenium dan zink yang memiliki efek antioksidan yang tinggi dan kandungan kalsium dan magnesium yang dapat membantu agar terjadi vasodilatasi pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada ibu hamil penderita preeklampsia. Penelitian menunjukkan bahwa air zamzam dapat menyebabkan turunnya tekanan darah pada ibu hamil penderita preeklampsia.