cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Hubungan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Angkatan 2021 Ida Royani; Khusnul Syafitri; Pratiwi Nasir Hamzah; Indah Lestari Daeng Kanang; Shulhana Mokhtar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.410

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merujuk pada kondisi refluks isi lambung ke esofagus, yang dapat menimbulkan gejala khas seperti heartburn (sensasi terbakar di daerah epigastrium), regurgitasi asam (rasa pahit di mulut), mual, dan disfagia. Stres diketahui sebagai faktor risiko GERD karena dapat mengakibatkan gangguan pada saluran pencernaan. Mahasiswa kedokteran, khususnya yang tergabung dalam angkatan 2021 di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI), menghadapi tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat umum. Hal ini disebabkan oleh tuntutan beban akademik seperti jadwal perkuliahan yang padat, seringnya ujian dan tugas kuliah, serta kurangnya waktu istirahat yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan konsentrasi belajar pada mahasiswa tahap akademik FK UMI Angkatan 2021. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil analisis bivariat antara GERD dan konsentrasi belajar menunjukkan nilai p = 0,029 (P < 0,05), menunjukkan adanya hubungan antara Gastroesophageal Reflux Disease dengan tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa FK UMI Angkatan 2021.
Hubungan Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan Tata Usaha Rsud Kotamobagu Anindita Chairunnisa Mokoginta; Nurelly Noro Waspodo; Lisa Yuniati; Ida Royani; Andy Visi Kartika
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i2.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sub bagian tata usaha, budaya organisasi, dan kinerja karyawan tata usaha di RSUD Kotamobagu tahun 2023. Dengan memanfaatkan metode kombinasi kuisioner dan FGD, data dikumpulkan dari 17 responden untuk mengevaluasi gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kinerja karyawan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan (p-value = 0,011) serta antara budaya organisasi dan kinerja karyawan (p-value = 0,014). Mayoritas responden menganggap gaya kepemimpinan sebagai cukup baik, sementara budaya organisasi cenderung baik dengan sebagian kecil yang sangat baik. Evaluasi kinerja karyawan menunjukkan mayoritas berada pada tingkat baik. Temuan dari FGD menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif dan pengembangan budaya organisasi yang mendukung pertumbuhan dan pembelajaran individu. Kesimpulannya, gaya kepemimpinan dan budaya organisasi di RSUD Kotamobagu memiliki dampak yang signifikan pada kinerja karyawan. Rekomendasi termasuk pengembangan gaya kepemimpinan yang lebih baik, penguatan budaya organisasi, dan upaya untuk meningkatkan komunikasi di antara seluruh anggota organisasi, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang kompleksitas interaksi antara faktor-faktor tersebut dalam konteks pelayanan kesehatan di RSUD Kotamobagu.
Karakteristik dan Faktor Risiko Pasien Gangguan Kecemasan Tahun 2022 Maryam Rabbani; Salahuddin Andi Palloge; Han Fransiskus Susanto; Nur Isra; Irma Santy
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.412

Abstract

Masalah gangguan mental menyebabkan adanya disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu gangguan mental yang ditemukan di masyarakat yaitu gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan memengaruhi hampir 52 juta pertambahan kasus pada tahun 2020 dibandingkan 2019. Lancet mencatat adanya perkiraan insidensi peningkatan kasus gangguan kecemasan mencapai hingga 76.2 juta kasus dan prevalensi peningkatan hingga mencapai 35.6% kasus gangguan kecemasan. Perhatian terus meningkat pada gangguan kecemasan didasarkan pada bukti bahwa bentuk gangguan mental ini jelas berdampak negatif terhadap kinerja serta fungsi psikososial individu lebih dari yang diperkirakan sebelumnya. Pendekatan epidemiologi dengan pengukuran variabel sosiodemografi dikaitkan dalam upaya untuk mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat memengaruhi terjadinya gangguan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor risiko pasien gangguan kecemasan di unit rawat jalan psikiatri RS Bhayangkara Makassar pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik retrospektif dengan menggunakan data sekunder rekam medik. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023 bertempat di RS Bhayangkara Makassar. Hasil penelitian didapatkan jumlah pasien dengan gangguan kecemasan di unit rawat jalan RS Bhayangkara Makassar tahun 2022 yaitu 306 orang, dengan karakteristik terbanyak kelompok usia dewasa akhir (36-45 tahun) (26.8%), jenis kelamin perempuan (53.9%), pendidikan terakhir S1/D4 (47.8%), pekerjaan ibu rumah tangga (34%), dan status pernikahan menikah (80.4). Faktor risiko yang berhubungan dengan p value <0.05 yaitu jenis kelamin, pekerjaan dan status pernikahan. Karakteristik pasien gangguan kecemasan yaitu usia 36-45 tahun, perempuan, pendidikan sarjana atau diploma 4, pekerjaan ibu rumah tangga, dan telah menikah. Serta faktor risiko yaitu jenis kelamin, pekerjaan dan status pernikahan.
Karakteristik Pasien Cedera Kepala di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2022 Widya Narti; Azis Beru Gani; Armanto Makmun; Berry Erida Hasbi; Zulfiyah Surdam
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.413

Abstract

Cedera kepala merupakan masalah Kesehatan yang serius di masyarakat karena merupakan pemicu kecacatan dan kematian. Cedera kepala atau Trauma kepala adalah keadaan dimana fungsi otak mengalami gangguan yang bisa saja disebabkan oleh benturan, pukulan atau bisa juga kecelaakan dalam berlalu lintas atau kegiataaan yang dapat memicu terjadinya cedera pada kepala. Cedera kepala tidak mengenal usia, jenis kelamin, ras atau apapun itu sehingga dapat terjadi pada siapun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien cedera kepala di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2022. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif Observasioanl. Populasi penelitian ini ialah semua pasien cedera kepala yang terdata di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar sehingga sampel penelitian diperoleh dengan total sampling yaitu keseluruhan populasi penelitian yang berjumlah 25 pasien. Perolehan sampel disesuaikan dengan kriteria inklusi, yaitu pasien cedera kepala dengan data rekam medik lengkap. Data diolah dengan metode univariat. Mayoritas pasien cedera kepala berusia 17-25 tahun (28%) dan di dominasi oleh laki-laki (52%). Penyebab tersering yaitu akibat kecelakaan lalu lintas (52%), dengan skor GCS terbanyak yaitu GCS 13-15 (88%). Untuk gambaran CT Scan paling umum di dapatkan tidak terdapat lesi (68%) dan lama rawat inap yang dibutuhkan paling banyak didapatkan 1-5 hari (56%). Umur, jenis kelamin, penyebab, derajat, ct scan serta lama rawat pasien cedera kepala adalah faktor penting yang perlu untuk diperhatikan.
Pengaruh Penggunaan Hijab dan Frekuensi Keramas terhadap Kondisi Kesehatan Rambut Nilam; Sri Vitayani; Sigit Dwi Pramono; Shulhana Mokhtar; Masita Fujiko
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.414

Abstract

Penggunaan hijab yang tidak diikuti dengan perawatan rambut yang rutin dan tepat dapat memicu terjadinya permasalahan rambut. Peningkatan frekuensi keramas berpengaruh terhadap berkurangnya pengelupasan seperti gatal dan kulit kepala yang kering. Kesehatan rambut adalah kondisi pada kulit kepala dan rambut yang ditandai dengan tidak terdapatnya keluhan yang mengganggu pada kulit kepala dan rambut seperti ketombe, rontok, tidak kering, tidak kusam, tidak berminyak, dan mudah ditata. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan hijab dan frekuensi keramas terhadap kondisi kesehatan rambut. Jenis penelitian analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan uji chi-square. Sampel penelitian ini sebanyak 134 responden dari Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2021 dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan hijab menyerap keringat (p=0,031), penggunaan bahan hijab katun, sifon, polyester (p=0,027), berhijab dalam kondisi rambut basah (p=0,036), berhijab lebih dari 12 jam per hari (p=0,042), memakai dalaman jilbab yang lembut dan menyerap keringat (p=0,035), memakai bahan dalaman jilbab kaos dan spandex (p=0,044), frekuensi keramas dalam seminggu (p=0,025), mencuci rambut dengan sampo (p=0,005), menggunakan conditioner saat keramas (p=0,037) berpengaruh terhadap kondisi kesehatan rambut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan hijab dan frekuensi keramas terhadap kondisi kesehatan rambut. Bagi peneliti selanjutnya, perlu kiranya melakukan penelitian lanjutan dengan faktor-faktor lain yang dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan kulit kepala dan rambut.
Uji Sensitivitas Ekstrak Kulit Batang Belimbing Wuluh terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis Penyebab Acne vulgaris Reza Damayanti Saleh; Sri Vitayani; Sigit Dwi Pramono; Dian Amelia Abdi; Yani Sodiqah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.415

Abstract

Kulit batang belimbing wuluh mengandung senyawa penting seperti alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Senyawa ini pada tanaman herbal memiliki efek antimikroba, antioksidan, dan antiinflamasi yang dapat digunakan sebagai obat tradisional Acne vulgaris. Salah satu penyebab Acne vulgaris adalah peningkatan aktivitas flora normal kulit yaitu Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan mengetahui sensitivitas ekstrak kulit batang belimbing wuluh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis penyebab Acne vulgaris. Penelitian ini adalah true experimental dengan metode disc diffusion. Ekstrak kulit batang belimbing wuluh konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100% menghasilkan zona hambat berturut-turut sebesar 4,26 mm; 6,73 mm; 7,41 mm; dan 8,14 mm pada biakan bakteri Staphylococcus epidermidis. Kontrol positif dengan antibiotik clindamycin menghasilkan zona hambat 32,76 mm pada biakan bakteri Staphylococcus epidermidis. Kontrol negatif dengan aquades tidak menghasilkan zona hambat karena tidak mempunyai aktivitas antibakteri. Daya hambat paling besar terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis terdapat pada ekstrak etanol kulit batang belimbing wuluh dengan konsentrasi 100% dan zona hambat 8,14 mm yang tergolong dalam aktivitas antibakteri lemah.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) terhadap Pertumbuhan Staphylococcus Aureus Sri Sulfianti; Yusriani Mangarengi; Nurhikmawati; Hasta Handayani Idrus; Amrizal
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.416

Abstract

Mikroorganisme alami yang ada dalam tubuh manusia disebut mikroorganisme normal atau flora normal, namun dalam keadaan tertentu dapat bersifat patogen dan menimbulkan penyakit infeksi salah satunya Staphylococcus aureus. Bakteri ini sering resisten terhadap berbagai jenis obat sehingga mempersulit pemilihan antimikroba yang sesuai untuk terapi. Bawang putih (Allium sativum) mempunyai bahan aktif yaitu alicin, flavonoid, ajoene, minyak atsiri dan saponin yang mempunyai efek antimikroba. Untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental laboratorik. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri Staphylococcus aureus yang diberi perlakuan ekstrak bawang putih (Allium sativum) dengan konsentrasi 25%, 50%, 100%, 2 kelompok kontrol terdiri dari kontrol positif Amoksisilin dan kontrol negatif aquades steril. Pengukuran zona hambatan bakteri Staphylococcus aureus pada masing-masing konsentrasi berturut turut adalah, konsentrasi 25% sebesar 4,86 mm; 50%,5,19 mm; dan 100%, 13,16 mm. Pada konsentrasi yang paling tinggi menghasilkan daerah zona hambat yang terlebar. Hasil uji One Way Anova diperoleh nilai signifikan yakni 0,114 lebih besar dari p value: 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa konsentrasi ekstrak bawang putih (Allium sativum) tidak dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak bawang putih (Allium sativum) tidak memiliki efektifitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Tingkat Pengetahuan Ojek Online terhadap Basic Life Support (BLS) di Kota Makassar pada Tahun 2023 Adelia Dwi Resti; Arni Isnaini Arfah; Rasfayanah; Wirawan Harahap; Muhammad Alim Jaya
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.417

Abstract

Basic Life Support (BLS) adalah tindakan awal yang diberikan oleh korban kegawatdaruratan untuk mengembalikan keadaan henti jantung dan henti napas. Pengetahuan mengenai BLS perlu ditekankan para responden pertama ataupun masyarakat awam khususnya driver ojek online di kota Makassar yang jumlah driver nya semakin hari semakin bertambah disertai platform yang mewadahi driver tersebut. Tujuan penelitian mengetahui tingkat pengetahuan ojek online terhadap basic life support (BLS). Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif. Instrumen disusun dengan metode angket menggunakan konsep Basic Life Support menurut Teori Scott B. Frame. Pengumpulan data diambil secara primer dengan membagikan angket dan hasil dianalisa menggunakan SPSS. Dari 100 responden, diperoleh 36 orang (36%) yang terbanyak mendapatkan informasi dari media elektronik mengenai BLS, 3 orang (3%) yang pernah mengikuti pelatihan BLS mendapatkan informasi dari buku dan media cetak, tingkat pengetahuan airway dengan kategori cukup 43 (43%), breathing kategori baik 49 (49%), circulation kategori kurang 41 (41%). Tingkat pengetahuan driver ojek online terhadap BLS termasuk kategori cukup serta memiliki hubungan dengan korelasi moderat.
Hubungan antara Bermain Games Online dengan Interaksi Sosial pada Anak di SD Inpres Tamalanrea 2 Makassar Satya Wicaksana Sutantri; Ratih Natasha Maharani; Sidrah Darma; Rachmat Faisal Syamsu; Muhammad Alim Jaya
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 11 (2023): November
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i11.418

Abstract

Game online adalah fenomena permainan yang terhubung melalui jaringan, mengaitkan partisipasi antara individu yang berusaha mencapai tujuan tertentu, menyelesaikan misi, dan memperoleh prestasi tertinggi dalam lingkungan virtual. Dampaknya terhadap interaksi sosial memiliki sisi positif dan negatif. Bermain game online dapat meningkatkan kemampuan berpikir cepat dan memberikan peluang untuk melarikan diri dari stres, namun, di sisi lain, dapat memengaruhi minat belajar siswa. Interaksi sosial, sebagai hubungan antarindividu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok, tergantung pada hubungan sosial dan komunikasi yang terjadi secara langsung atau tidak langsung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyelidiki korelasi antara bermain game online dan interaksi sosial, dengan fokus pada siswa kelas 5 dan 6 di SD Inpres Tamalanrea 2 Makassar. Dari 98 responden, hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak kecanduan game online dan memiliki interaksi sosial baik sebanyak 84,7%, sedangkan responden yang kecanduan game online dengan interaksi sosial buruk sebanyak 5,1%. Analisis statistik menunjukkan nilai p (p-value) sebesar 0,001 < 0,05, menegaskan adanya hubungan signifikan antara bermain game online dan interaksi sosial. Odds ratio sebesar 0,058 mengindikasikan bahwa pengaruh game online terhadap interaksi sosial hanya sekitar 0,058 kali. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara bermain game online dan interaksi sosial pada anak-anak di SD Inpres Tamalanrea 2 Makassar. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya memahami implikasi sosial dari fenomena bermain game online dalam konteks pendidikan.
Hubungan Kebiasaan Membersihkan Telinga terhadap Otitis Eksterna di RS Ibnu Sina Tahun 2019-2022 Aisyah Nurul Izza Lukman; Andi Tenri Sanna A; A. Millaty Halifah Dirgahayu Lantara; Ahmad Ardhani Pratama; Zulfiyah Surdam
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 3 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v3i12.419

Abstract

Otitis eksterna (OE) merupakan peradangan yang terjadi pada liang telinga luar akibat mikroba yang menyebabkan kerusakan mantel serumen kulit normal yang melindungi dan menjaga kelembaban serta suhu dari liang telinga. Kebiasaan membersihkan telinga merupakan praktik yang umum dilakukan oleh banyak individu sebagai bagian dari rutinitas kebersihan pribadi. Namun, cara membersihkan telinga yang tidak tepat dapat menyebabkan trauma pada kulit dan jaringan telinga serta penggunaan secara terus-menerus dapat memicu peradangan atau infeksi yang pada akhirnya berkontribusi terhadap perkembangan otitis eksterna. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain Cross Sectional. Teknik mengambilan sampel yaitu total sampling. Berdasarkan hasil uji Chi-square didapatkan nilai p (p-value) 0,034 (<0,05) menunjukkan terdapat hubungan antara kebiasaan membersihkan telinga terhadap kejadian otitis eksterna di RS Ibnu Sina Tahun 2019-2022, yang kemudian dibuktikan dengan uji statistik Kruskal-Wallis Test dan diperoleh hasil 0,009 (<0.05) yang membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan membersihkan telinga terhadap kejadian otitis eksterna di RS Ibnu Sina Tahun 2019-2022.