cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 25 No 2 (2025)" : 18 Documents clear
Perbandingan Biaya Dan Efektivitas Acei-Ccb Dan Arb-Ccb Pada Pasien Hipertensi Dengan Diabetes : Tinjauan Literatur: COMPARISON OF COST AND EFFECTIVENESS OF ACEI-CCB AND ARB-CCB IN HYPERTENSIVE PATIENTS WITH DIABETES : A LITERATURE REVIEW Rukmana, Aan Rukmana; Hasimun, Patonah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1615

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg. Kondisi ini sering disertai komplikasi serius, salah satunya Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), yang dapat memperburuk tekanan darah dan meningkatkan risiko kematian. Kombinasi kedua penyakit ini umumnya berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat dan membutuhkan penanganan farmakologis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi kombinasi obat dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi dengan DMT2, serta mengevaluasi efisiensi biaya pengobatannya. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap beberapa studi yang membahas penggunaan kombinasi obat, khususnya ACEI-CCB dan ARB-CCB. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi tersebut efektif dalam menurunkan tekanan darah dan angka kematian, namun dapat meningkatkan beban biaya pengobatan. Kesimpulan dari tinjauan ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi memiliki manfaat klinis yang signifikan, namun perlu dipertimbangkan dalam konteks efisiensi biaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan keberlanjutan pengobatan bagi pasien. Kata Kunci : ACEI-CCB, ARB-CCB, Hipertensi, Diabetes Melitus Tipe 2
POTENSI TANAMAN OBAT DALAM MENGATASI HIPERURESEMIA Zustika, Diana Sri; fauziyyah, alya; Maryatisna, Mardiyah Nur Asrie; Azizah, Shanty Nur; Nurhalida, Neng Hilda; Halidatunur, Tia Ayu
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1637

Abstract

ABSTRAKHiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya asam urat dan berbagai gangguan metabolik lainnya. Di Indonesia, prevalensi hiperurisemia terus meningkat seiring bertambahnya usia dan pola hidup yang tidak sehat sementara terapi konvensional seperti allopurinol masih memiliki keterbatasan akibat efek samping yang menyertainya. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan alternatif yang lebih aman dan efektif salah satunya melalui pemanfaatan tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau potensi tanaman obat dalam menurunkan kadar asam urat berdasarkan hasil - hasil studi in vivo. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah 32 jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Dari analisis tersebut diperoleh 15 tanaman herbal yang memiliki aktivitas antihiperurisemia, terutama karena kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Mekanisme utama yang teridentifikasi adalah penghambatan enzim xantin oksidase dan peningkatan ekskresi asam urat melalui urin. Tiga tanaman yang menunjukkan hasil paling signifikan dalam menurunkan kadar asam urat secara in vivo adalah daun leilem, bunga sepatu, dan daun kelor dengan dosis optimal masing - masing. Kesimpulan dari pengamatan ini menunjukkan bahwa tanaman obat memiliki prospek besar sebagai terapi pendamping atau alternatif dalam pengelolaan hiperurisemia. Namun, validasi lebih lanjut melalui uji klinis masih sangat diperlukan untuk mendukung pengoperasian secara luas dalam praktik klinis.Kata Kunci : Hiperurisemia; Asam Urat; Tanaman Obat; Flavonoid; Xantin Oksidase
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MYOPIA PADA PELAJAR SEKOLAH DASAR DI SDN 1 CIKALANG KOTA TASIKMALAYA 2024 Milataka, Itmam; Badriah, Dewi Laelaatul; Nastiti Iswarawanti, Dwi; Mamlukah; Sugianto, Agus
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1646

Abstract

ABSTRAK Kasus rabun jauh (myopia) pada anak usia sekolah terus mengalami peningkatan secara global. Di kawasan Asia Tenggara, prevalensi myopia pada tahun 2022 tercatat sekitar 30% pada anak-anak dan mencapai 80–90% pada orang dewasa. Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada sekitar 18,9 juta anak di bawah usia 15 tahun yang mengalami gangguan penglihatan akibat myopia. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berperan dalam kejadian myopia pada siswa SDN 1 Cikalang di Kota Tasikmalaya. Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, melibatkan 180 siswa kelas 4 dan 5, dan dilaksanakan selama bulan Februari 2024. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan Snellen Chart untuk pemeriksaan ketajaman penglihatan. Analisis data mencakup analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status myopia pada orang tua (p<0,001) dan kebiasaan membaca dengan pencahayaan redup (p<0,001) terhadap kejadian myopia pada anak. Sementara itu, variabel seperti usia (p=0,221), jenis kelamin (p=0,454), pengetahuan tentang myopia (p=0,731), pekerjaan orang tua (p=0,521), dan kebiasaan menonton televisi (p=0,240) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi terjadinya myopia adalah riwayat myopia pada orang tua, dengan nilai p<0,001 dan odds ratio sebesar 58,633 (CI 95%: 6,241 – 373,259). Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan edukasi mengenai kelainan refraksi myopia serta pelaksanaan skrining penglihatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini terhadap risiko myopia pada anak-anak. Kata Kunci : genetic, deteksi myopia, refraksi
FORMULASI GUMMY CANDIES BELIMBING WULUH KOMBINASI LEMON DENGAN VARIASI KONSENTRASI DAUN CINCAU HIJAU Chandra, M. Andi; Noviadi Rakhmatullah , Aditya; Fauzana, Erwin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1686

Abstract

ABSTRAK Nutraseutikal adalah produk suplemen makanan atau herbal yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan dalam pencegahan dan pengobatan penyakit yang berasal dari bahan-bahan alami. Gummy candies yaitu suatu sediaan produk manisan yang berbentuk lunak seperti jelly. Tekstur permen jelly dipengaruhi oleh bahan pembentuk gel atau hidrokoloid yang digunakan Salah satu tanaman yang mengandung antioksidan tinggi adalah belimbing wuluh. Belimbing wuluh digunakan sebagai zat aktif dalam sediaan gummy candies. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik gummy candies berdasarkan gelling agent alami yang digunakan dari sari daun cincau hijau (Cyclea barbata Miers.). Sediaan gummy candies dibuat dengan variasi konsentrasi yaitu 10% (F1), 20% (F2), 30% (F3), dan 40% (F4). Sediaan gummy candies dilakukan uji evaluasi meliputi organoleptis, pH, kadar air, keseragaman bobot, elastisitas, dan uji hedonik berdasarkan bentuk, warna, rasa, dan tekstur. Evaluasi hasil uji organoleptis berwarna merah, memiliki rasa pisang ambon, aroma khas, dan tekstur sangat kenyal. Uji pH (5,13-5,20), Uji kadar air (66%-72%), Uji keseragaman bobot kurang (1,093-1,269), Uji elastisitas (1,06-1,76). Berdasarkan hasil uji hedonik diketahui bahwa formulasi 3 dengan kadar sari daun cincau hijau sebanyak 30% adalah formulasi paling optimal karena lebih disukai oleh responden dan diterima dengan baik, dari sisi bentuk, warna, rasa, dan tekstur. Formulasi terbaik pada penelitian ini yaitu formula 3. Kata Kunci : Belimbing wuluh, Gummy candies, Cincau hijau, Pektin, Gelatin.
A HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TANDA GEJALA POST TRAUMATIC STRESS DISORDER PADA MASYARAKAT KORBAN BENCANA Budhiana, Johan; Tsuraya, Siti Zahra; Novianty, Lia; Melinda, Fera; Dewi, Rosliana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1690

Abstract

ABSTRAK Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang rentan terhadap bencana, salah satunya gempa bumi. Dampak dari bencana gempa bumi salah satunya post traumatic stress disorder. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tanda gejala post traumatic stress disorder pada masyarakat korban bencana gempa bumi. Metode penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh masyarakat Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur sebanyak 6.331 responden dengan sampel sebanyak 376 responden menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil uji validitas variabel dukungan sosial dan tanda gejala post traumatic stress disorder didapatkan seluruh item memiliki nilai p-value 0,000 dengan nilai r = 0,946 pada dukungan sosial dan r = 0,913 pada tanda gejala post traumatic stress disorder. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Somer’s d. Hasil analisis univariat didapat sebagian besar responden memiliki dukungan sosial kategori mendukung sebanyak 298 orang (79,3%) dan menunjukkan tanda gejala post traumatic stress disorder yang rendah sebanyak 207 orang (55,1%). Terdapat hubungan dukungan sosial dengan tanda gejala post traumatic stress disorder dengan p-value 0,000. Simpulan, terdapat hubungan dukungan sosial dengan tanda gejala post traumatic stress disorder pada masyarakat korban bencana gempa bumi. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan untuk mencegah post traumatic stress disorder dengan melakukan trauma healing dan tindakan psikoterapi. Kata Kunci : Bencana, Dukungan Sosial, Gempa Bumi, Masyarakat, PTSD
GAMBARAN STUNTING DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW: GAMBARAN STUNTING DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW SULISTYANINGRUM, HASTA; Lita, Anggraini; Wildan, Viedya; Sidabungke, Maria; Rudiansyah, Syahrul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Stunting is one of the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs), which is included in the second sustainable development goal, namely eliminating hunger and all forms of malnutrition by 2030 and achieving food security. The target set is to reduce the stunting rate to 18.8% by 2025. Stunting can occur as a result of malnutrition, especially during the First 1000 Days of Life (HPK). The method used in this research is to use a literature study with a method of searching, combining essences and analyzing facts from several scientific sources that are accurate and valid. Stunting is a very serious problem because it is associated with a greater risk of morbidity and mortality, obesity and non-communicable diseases in the future, stunting in adulthood, poor cognitive development and lower productivity and income. To prevent stunting, exclusive breastfeeding in the first 6 months, especially for babies from poor families, must be optimized through nutritional education programs and breastfeeding support groups. Furthermore, it is hoped that the results of this literature can be used as additional information to develop further research regarding the picture of stunting in Indonesia. Keywords: Toddlers, Malnutrition, Stunting.      
ANALISIS DESKRIPTIF CORPORATE WELLNESS PROGRAM BERBASIS INDIKATOR FISIOLOGIS SELAMA TIGA BULAN Nasution, Ariani Kairunnisa; Rivianti, Yuli; Caranggano, Rizky; Robo Marliana Rahayu; Octaviani, Zalita Azwalika
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1702

Abstract

ABSTRAK Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak signifikan terhadap peningkatan risiko penyakit kronis dan penurunan produktivitas kerja. Dalam lingkungan kerja modern, banyak perusahaan mulai mengadopsi program kesehatan korporat sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan secara menyeluruh. Pemantauan indikator fisiologis secara berkala menjadi kunci keberhasilan program ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan indikator fisiologis berupa lingkar perut, indeks massa tubuh (IMT), dan massa otot pada peserta program kesehatan korporat selama tiga bulan, serta mengevaluasi efektivitas program terhadap peningkatan status kesehatan karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan total partisipan sebanyak 30 karyawan yang dipantau selama tiga bulan berturut-turut. Intrervensi yang diberikan berupa pelaksanaan health talk tentang penyuluhan gizi dan senam bersama atau latihan beban yang dilakukan dua kali dalam satu minggu.Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan body composition analyzer (BFA). Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata lingkar perut dari 103,6 cm menjadi 98,92 cm, peningkatan massa otot dari 30,79 kg menjadi 54,77 kg, serta penurunan IMT dari 31,39 menjadi 30,98. Tren perubahan ini mengindikasikan perbaikan komposisi tubuh dan penurunan risiko penyakit metabolik. Kesimpulannya, program kesehatan korporat yang dirancang secara terstruktur dan berbasis data fisiologis memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatan karyawan. Program ini berpotensi menjadi strategi preventif yang efektif dalam lingkungan kerja dan perlu dilanjutkan dengan pendekatan integratif untuk hasil jangka panjang. Kata Kunci : IMT, lingkar perut, massa otot, obesitas, program kesehatan korpora
GAMBARAN KEBERADAAN DAN IDENTIFIKASI JENTIK NYAMUK Aedes sp DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Tirana, Putri Restu; Masofa, Listia Elsa; Virgianti, Dewi Peti; Suhartati, Rochmanah; Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1770

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi di Indonesia, termasuk di lingkungan sekolah. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan jentik nyamuk Aedes sp yang berkembang di tempat penampungan air (TPA) di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jentik nyamuk, menghitung tingkat kepadatannya melalui HI, CI, BI, dan DF, serta mengetahui nilai Angka Bebas Jentik (ABJ) di sekolah dasar negeri wilayah Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif metode visual di 17 sekolah dasar. Hasil menunjukkan bahwa 15 sekolah (88,24%) ditemukan positif jentik dan 2 sekolah (11,76%) negatif. Dari total 341 TPA yang diperiksa, sebanyak 37 TPA dinyatakan positif. Nilai HI sebesar 88,23%, CI 10,85%, BI 217,64%, ABJ 11,76%, dan DF sebesar 7,3 maka keberadaan jentik nyamuk menunjukkan tingkat kepadatan tinggi. Jenis jentik yang ditemukan meliputi Aedes aegypti sebanyak 287 ekor (81,30%), Aedes albopictus sebanyak 46 ekor (13,03%), dan Culex sp sebanyak 20 ekor (5,66%). TPA yang paling banyak ditemukan dalam kondisi positif yaitu ember WC dan dispenser.

Page 2 of 2 | Total Record : 18