cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Nirmana
ISSN : -     EISSN : 02150905     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
NIRMANA Jurnal Deskomvis aims to: Promote a comprehensive approach to visual communication design incorporating viewpoints of different diciplines Strenghten academic exchange with other institution. Encourage designer, practicing, academic and others to conduct research and other similar activities.
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
REPRESENTASI STEREOTYPE PEREMPUAN DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “SAHABAT PEDULI ANTI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA” Hartanto, Deddi Duto
Nirmana Vol 9, No 2 (2007): JULI 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.069 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.9.2.pp. 77-81

Abstract

Ads in mass media very often publish images of women with their various feminine attractiveness; whether it be the soft hair, or black, shiny, and straight hair, the thin and tall body, small and pointy nose, thin lips, large chest, and silky white skin. Ads whether consciously or not, have shaped standardized perceptions where they are directed towards certain groups. Abstract in Bahasa Indonesia: Dalam media massa terutama iklan sering memuat ilustrasi citra perempuan dengan berbagai daya tarik feminitasnya, apakah itu rambut halus, hitam, berkilau, dan lurus, bentuk badan langsing dan tinggi, hidung yang mancung-mungil, bibir tipis, payudara menonjol, dan berkulit kuning keputih-putihan. Iklan secara sadar atau tidak telah membentuk standar pikiran akan sesuatu menuju pada suatu kelompok tertentu. Kata kunci: perempuan dalam iklan, representasi stereotype perempuan
PERAN TELEVISI DALAM MASYARAKAT CITRAAN DEWASA INI SEJARAH PERKEMBANGAN DAN PENGARUHNYA H. Istanto, Freddy
Nirmana Vol 1, No 2 (1999): JULY 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.842 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.1.2.

Abstract

When television was invented for the first time%2C the inventor never imagined that the apparatus he designed would have an incredible impact to the civilized world. Watching television has even become habitual activity just like we take a bath or brush our teeth. This paper will impart the history of invention of televion%2C its development in the world especially in Indonesia as well as its role and influence to the social%2C political and cultural situation recently. Abstract in Bahasa Indonesia : Saat televisi diciptakan untuk pertama kalinya%2C penciptanya tidak pernah membayangkan bahwa alat yang dirancangnya akan menjadi alat yang luarbiasa pengaruhnya bagi peradaban dunia. Televisi bahkan telah menjadi ritual layaknya mandi dan gosok gigi saja. Tulisan ini menuturkan sejarah terciptanya televisi%2C perkembangannya di dunia bahkan di Indonesia serta peran televisi pada kondisi dan situasi budaya/politik akhir-akhir ini.
Faktor-Faktor Dalam Desain Penunjang Buku Autobiografi I Made Ada ., Asthararianty; Dektisa H., Andrian; Cahyadi, Jacky
Nirmana Vol 11, No 2 (2009): JULY 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.566 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.11.2.pp. 67-78

Abstract

A sculptor named I Made Ada that comes from Pakuduwi village, Tegallalang, Gianyar, Bali and his work of garuda statues have been recognized worlwide. His works are spread all over the world. It causes fear that history will be repeated again. That is a claim from our neighboring country about our origins’ culture. The journey of I Made Ada the sculptor is worth to be documented as an autobiography that contains and tells every authentic data in detail and also so that Indonesian people may know about I Made Ada’s existence. The method used to collect all the needed data are observation, interview, and documentation. The making of an autobiography can create an understanding that this is one of Indonesian richness cultures that need to be kept and preserved. Furthermore, this book is presented as an authentic proof that can facilitate in managing patents and legality rights processes on intellectual properties. This autobiography book is designed by combining modern with traditional impressions and supported by photography, information resources, and other attractive interests.
HUBUNGAN GENDER DALAM REPRESENTASI IKLAN TELEVISI Agung Suasana, Arief
Nirmana Vol 3, No 1 (2001): JANUARY 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.46 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.3.1.

Abstract

Gender discourse up to now still have become the main subject to come up for discussion. As long we keep questioning of the gender innequalities%2C there are the others which feel suffer a ideologocal loss. For example in the whole of advertising businees%2C women have been involved with the advertisement in a variety of ways – as consumers%2C subject%2C and as object of representation%2C even women have become as commercial comodity. To appreciate the fact that women often bring up out of the representation%2C be desirable that we understanding by ideology and images which developed into the representation. That fact has inseparable with the codes of social reconstruction%2C which a lot of advertising designer adopt that as matters to create work of advertisement like television commercial. Abstract in Bahasa Indonesia : Diskursus tentang gender sampai saat ini masih menjadi diskusi yang menarik. Selama kita masih mempertanyakan tentang ketidakadilan gender%2C selalu ada pihak-pihak yang merasa dirugikan%2C terutama menyangkut ideologinya. Sebagai contoh adalah dalam dunia bisnis periklanan%2C perempuan selalu pihak yang terkait dari berbagai sisi%2C baik itu diposisikan sebagai pemakai%2C subyek%2C maupun obyek itu sendiri%2C bahkan bisa dikatakan perempuan saat ini telah menjadi obyek komoditi yang dapat dikomersialkan. Untuk memahami kenyataan bahwa perempuan sering dimunculkan dalam representasi%2C sebaiknya kita terlebih dahulu melihat dari sisi ideologi atau citra yang dibangun di dalam representasi. Hal ini tidak dapat dipisahkan dengan bagaimana melihat kode-kode sosial yang terdapat dalam tiap rekonstruksi sosial masyarakat itu sendiri%2C di mana kode-kode sosial ini sering digunakan sebagai bahan bagi disaner periklanan ketika dia akan membuat sebuah karya iklan%2C seperti halnya iklan-iklan televisi. gender%2C ideology%2C images.
Perspektif Multikultur, Kasus Film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta Damayanti, Maria Nala
Nirmana Vol 13, No 1 (2011): JANUARY 2011
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.907 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.13.1.27-33

Abstract

Multicultural issues in Indonesia is a new discourse in a culture that is important in connection with a lot of racial conflicts that occurred lately. Film as an audio visual media has a major role in campaigning for the idea. Therefore, analyzing the film with a multicultural perspective will be a separate view that may be developed in relation to its role in this culture. This article reviews '3 Hearts 2 Worlds 1 Love’ a movie which was launched in 2010. Through the analysis of cinema studies, the theoretical approach of multiculturalism, open bids for the audience to take part in the interpretation. In particular the interpretation of cultural practice that is reflected through the film’s narrative.
MENGINTERPRETASI SECARA PRODUKTIF Dwi Marianto, M.
Nirmana Vol 4, No 1 (2002): JANUARY 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.404 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.4.1.

Abstract

This article composes of adaptations of%2C and quotations of%2C several writings on meaning and text of Ferdinand de Saussure%2C Stuart Hall%2C Paul Ricoeur%2C and a number of practical ways of interpreting as written by Terry Barrett%2C as well as on physical characteristics of creatures for survival by Peter Forbes. Nevertheless%2C the core subject of this article is about a text which is autonomous. A text can be a work of art / design / craft and any work of art. The meaning of a text never be static%2C fixed and frozen%2C it always changes%2C depends on the way it is seen. Therefore%2C it can be said that interpreting is not merely reproductive%2C more than it is productive. The purpose of this article is to emphasize the significant points in interpreting and giving meaning onto a work of art/ design / craft as suggested by the aforementioned scholars. The practical intention is to enlighten and empower readers%2C especially those who want to interpret work of art / design / craft productively%2C creatively and imaginatively. Abstract in Bahasa Indonesia : Artikel ini disusun dari beberapa tulisan saduran atas%2C dan petikan dari%2C beberapa tulisan tentang makna dan teks dari Ferdinand de Saussure%2C Stuart Hall%2C Paul Ricoeur%2C beberapa cara praktis menginterpretasi yang ditulis oleh Terry Barrett%2C serta tentang karakterristik fisikal dari makhluk hidup yang berfungsi untuk survival dari Peter Forbes. Namun pokok pembicaraan utama adalah mengenai teks itu sifatnya otonom. Teks itu bisa karya seni/desain/kriya dan lain-lain. Makna sebuah teks tidak pernah baku dan beku%2C selalu bergerak%2C dan sangat bergantung pada bagaimana ia dipandang. Makanya%2C dapat dikatakan%2C bahwa dalam menginterpretasi si pembaca/pemirsa tidak cuma mereproduksi%2C melainkan juga dapat memproduksi makna. Menginterpretasi oleh karenanya sama dengan merepresentasi%2C bisa dilakukan secara kreatif dan produktif. Maksud tulisan ini adalah menggarisbawahi butir-butir untuk menginterpretasi dan memaknai karya seni / desain / kriya dari penulis-penulis tersebut. Tujuan praktisnya adalah untuk mencerahkan dan memberdayakan pembaca-pembaca%2C khususnya bagi mereka yang ingin menginterpretasi karya seni / desain / kriya secara lebih produktif%2C kreatif%2C dan imaginatif. interpretation%2C interpreting productively.
Mengungkap Nilai-nilai Simbolis di Balik Warna Tradisional Bali Nawa Sanggha melalui Rancangan Desain Buku Asthararianty, Asthararianty; Widodo, Pribadi; Ekobudiwaspada, Agung
Nirmana Vol 16, No 1 (2016): JANUARY 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.257 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.16.1.18-39

Abstract

Nilai-nilai dari warna tradisional Bali adalah salah satu budaya Bali yang harus terus diperkenalkan dan diturunkan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai ini yang harus terus dipelajari oleh generasi muda, bukan hanya menjalaninya saja namun juga memahami. Pemahaman ini menjadi penting karena terkait kelestarian nilai tersebut terhadap kemajuan jaman yang terus berubah. Banyak sekali informasi yang masuk dan berkembang di Bali. Kemajuan ini juga berpengaruh dengan bergabungnya kebudayaan luar yang beradaptasi dengan kebudayaan Bali sendiri. Hal ini membuat suatu ketakutan bahwa dalam perkembangannya generasi muda menjadi tidak bisa menyaring dengan benar seluruh informasi yang masuk dan malah mengesampingkan kelokalan dari latar belakang generasi muda sendiri yaitu Bali. Dengan adanya kenyataan bahwa, sebenarnya masyarakat Bali dalam hal ini khususnya generasi muda mengetahui bahwa warna-warna tersebut adalah hal yang sangat identik terhadap lingkungannya. Namun, pengetahuan ini tidak disertai dengan pemahaman yang penuh terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan juga kurangnya sarana pendukungnya. Pentingnya pengetahuan mengenai nilai-nilai luhur yang tersembunyi di balik warna-warna tradisional Bali bagi generasi penerusnya dan juga bagi keberadaannya sebagai warisan budaya yang harus tetap eksis, merupakan dasar dalam melakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan dua tahap metode, diawali dengan metode penelitian menggunakan metode kajian budaya untuk mencari data-data mengenai nilai dari warna tradisional Bali. Metode yang dipakai untuk melakukan perancangan adalah metode eksperimen berdasarkan proses membuat buku yang terdiri dari proses edit buku, proses desain buku dan proses produksi buku
SEMIOTIKA ANALISIS TANDA PADA KARYA DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Tinarbuko, Sumbo
Nirmana Vol 5, No 1 (2003): JANUARY 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.59 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.5.1.

Abstract

The visual communication design works have a sign that has verbal (language) and visual form%2C it is also refer that visual communication design text and its visual offering contents of an icon that has function%2C mainly in a system of non-language to support the message of language%2C so the semiotics approach as a standard analytic method for analyzing the visual communication design works appropriates to be used and responded proactively as same as its contexts. Abstract in Bahasa Indonesia : Karya desain komunikasi visual mempunyai tanda berbentuk verbal (bahasa) dan visual%2C serta merujuk bahwa teks desain komunikasi visual dan penyajian visualnya juga mengandung ikon terutama berfungsi dalam sistem non kebahasaan untuk mendukung pesan kebahasaan%2C maka pendekatan semiotika sebagai sebuah metode analisis tanda guna mengupas karya desain komunikasi visual layak diterapkan dan disikapi secara proaktif sesuai dengan konteksnya. Semiotics%2C A Sign of Analysis%2C Visual Communication Design
Kajian Proxemics Posisi Foto dalam Ritual Sembahyang Leluhur pada Keluarga Tionghoa Indonesia Basuki, Rebecca Milka Natalia
Nirmana Vol 17, No 2 (2017): JULY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.475 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.17.2.96-101

Abstract

Dalam studi yang dilakukan oleh Karen Strassler (2010), disebutkan bahwa perkembangan fotografi di Indonesia tidak lepas dari aktivitas sosial, khususnya etnis Tionghoa Indonesia. Dalam aktivitas kesehari- an, ternyata praktik fotografi juga terus menerus hadir sejak lama. Artikel ini menguraikan keterlibatan foto  sebagai  bagian  dari  ritual  sembahyang  yang  dilakukan.  Selain  itu,  terdapat  intensi  untuk  menge- tahui bagaimana foto sebagai artefak visual dimaknai dalam ritual tersebut dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam interaksi yang terjadi dalam ritual tersebut.
PUNAKAWAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL Bedjo Tanudjaja, Bing
Nirmana Vol 6, No 1 (2004): JANUARY 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.124 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.6.1.

Abstract

Punakawan are typical figures in Indonesian wayang%2C they have unique character and can do various roles%2C like: nanny%2C warrior advisor%2C entertainer%2C critism%2C comedian%2C utterance about thruth and wisdom. Because they have multifunction and typical figures%2C Punakawan can be an effective media to communicate a visual message. Abstract in Bahasa Indonesia : Punakawan adalah tokoh yang khas dalam wayang Indonesia%2C mereka mempunyai karakter yang unik dan bisa menjalankan berbagai macam peran%2C seperti pengasuh dan penasehat para ksatria%2C penghibur%2C kritikus%2C pelawak bahkan sebagai penutur kebenaran dan kebajikan. Karena fungsinya yang begitu beragam dan figurnya yang begitu khas%2C maka Punakawan merupakan media yang efektif untuk menyampaikan suatu pesan secara visual. Punakawan%2C unique character%2C effective%2C visual message.

Page 8 of 18 | Total Record : 177