cover
Contact Name
Ilham
Contact Email
ilham.ummataram@gmail.com
Phone
+6281997989594
Journal Mail Official
ilham.ummataram@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Community Empowerment
ISSN : 29619459     EISSN : 29637090     DOI : -
Journal of Community Empowerment is multidisciplinary scientific journal in the field of empowerment and community Service, published by the English Department Universitas Muhammadiyah Mataram with a publication period of two times in one year, namely in June and December. This journal covers some general problems from the results of research implemented to the community services including (1) social humanities, science, applied science, economic, health, cultural, ICT Development, and administration services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and appropriate technology, (3) community empowerment, students community services, local food security, marketing, and less developed region. The purpose of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of service to the community. This journal accepts manuscript in Bahasa or English.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2025): September" : 76 Documents clear
PELATIHAN BRANDING PERTANIAN ORGANIK PADA KELOMPOK KUB MAJU BERSAMA NAGARI KAMANG TANGAH ANAM SUKU Novfirman, Novfirman; Dwijatmoko, M. Isa; Nursamsi, Nursamsi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34408

Abstract

ABSTRAK                                                                            Pertanian organik memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk dan kesejahteraan petani, namun keterbatasan pengetahuan terkait branding, pengemasan, dan manajemen usaha masih menjadi kendala. Mitra kegiatan adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Bersama Nagari Kamang Tangah Anam Suku yang beranggotakan 20 orang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas keterampilan kelompok dalam merancang identitas produk, mengembangkan strategi branding, dan memanfaatkan teknologi digital untuk promosi. Kegiatan dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 melalui ceramah, diskusi, workshop, praktikum pengemasan, dan simulasi desain produk. Evaluasi dilakukan dengan observasi terhadap lima indikator utama, yaitu pemahaman branding, keterlibatan pembuatan kemasan, kemampuan penggunaan logo dan label, motivasi mengemas produk dengan baik, serta kemampuan menjelaskan keunggulan produk. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya branding peserta sebesar 75% dan keterampilan teknis sebesar 68% dalam desain kemasan serta produksi pupuk organik padat, pupuk cair, ecoenzym, ZPT Trichoderma, POC Jakaba, dan PSB. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan soft skill dan hard skill anggota kelompok serta keberlanjutan usaha pertanian organik di tingkat desa. Kata kunci: pertanian organik; branding produk; pengemasan; manajemen usaha ABSTRACTOrganic farming has significant potential to increase product value and improve farmers’ welfare; however, limited knowledge of branding, packaging, and business management remains a major constraint. The partner of this program was the Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Bersama of Nagari Kamang Tangah Anam Suku, consisting of 20 members. The aim of this activity was to enhance the group’s skill capacity in designing product identity, developing branding strategies, and utilizing digital technology for promotion. The program was conducted in July–August 2025 through lectures, discussions, workshops, packaging practices, and product design simulations. Evaluation was carried out through observation based on five key indicators: understanding of branding, involvement in packaging, ability to use logos and labels, motivation to package products properly, and ability to explain product advantages. The results indicated a 75% increase in participants’ understanding of branding and a 68% improvement in technical skills in packaging design and the production of solid organic fertilizer, liquid fertilizer, eco-enzyme, Trichoderma-based PGR, Jakaba liquid organic fertilizer, and photosynthetic bacteria. This program contributed to strengthening members’ soft and hard skills as well as the sustainability of organic farming enterprises at the village level. Keywords: organic farming; product branding;  packaging; business management
INOVASI SISTEM PEMBELAJARAN DAN SISTEM ADMINISTRASI DI SMP MUHAMMADIYAH 7 BOLON COLOMADU KARANGANYAR UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN DAN PEMBELAJARAN Bakir, Mujazin Aly; Utomo, Ihsan Cahyo; Setyabudi, Titis; Makkahani, Kiatina; Azzahra, Daniel
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34233

Abstract

ABSTRAK                                                                                     SMP Muhammadiyah 7 Bolon Colomadu Karanganyar menghadapi permasalahan keterbatasan infrastruktur teknologi, belum adanya sistem pembelajaran digital (Learning Management System/LMS) dan sistem administrasi terintegrasi, serta rendahnya literasi digital guru dan siswa. Tujuan program ini adalah mengembangkan inovasi sistem pembelajaran dan administrasi berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan efisiensi administrasi sekolah. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan literasi digital bagi guru dan staf, penyediaan infrastruktur pendukung, penerapan platform LMS, pendampingan, serta evaluasi berkelanjutan. Tahapan kegiatan ini dimulai dengan penyerapan aspirasi mitra bulan Mei 2025 dilanjutkan koordinasi dengan tim dosen dan mahasiswa merancang dan membuat aplikasi sesuai permasalahan mitra dari bulan Juli-September 2025 dan kemudian evaluasi kegiatan di bulan September 2025. Mitra dalam kegiatan ini adalah SMP Muhammadiyah 7 Bolon dengan jumlah peserta 70 siswa, 15 guru, dan 5 staf administrasi. Evaluasi dilakukan melalui monitoring kuantitatif (partisipasi penggunaan LMS, data administrasi digital) dan kualitatif (FGD serta angket kepuasan). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan literasi digital guru dan siswa sebesar 100% sesuai target, efisiensi administrasi meningkat hingga 30%, serta efektivitas pembelajaran digital meningkat 25%. Program ini berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, kemandirian belajar siswa, serta mendukung pencapaian SDGs bidang pendidikan berkualitas dan inovasi teknologi. Kata kunci: inovasi pembelajaran; administrasi digital; literasi digital; LMS; SMP Muhammadiyah 7 Bolon. ABSTRACTSMP Muhammadiyah 7 Bolon Colomadu Karanganyar faces the challenges is the lack of infrastuctures of technology, learning management system (LMS) and intregated administration system as well as the lack of literacy level of teachers and students. The objective of this program is developing effective innovation system in administration and learning management system. The methods consists of socialization, digital literacy training for staff, teachers, providing insfrastrucrure, implementation, coaching and sustainable evaluation. The stages of this program started with aspiration discussion in Mey 2025, continued with the coordination with team tesearch and students, designing and developing system based on the real problem from July-September 2025 and lasted with evaluation in September 2025. The join partner of this program is SMP Muhammadiyah 7 Colomadu with 70 students, 15 teachers, 5 staffs of administration. Evaluation done through quantitative monitoring (participation of LMS users, digital administration data) and qualitative (FGD and survey). The results of the program is the significant increase of digital literacy up to 100%, efficiency on administration 30% increase and effective learning process up to 25% increase. This program contributed on the quality service in learning, student independent learning in support of SDGs in qualified education and technology innovation. Key words: innovation of learning; digital administration, digital literacy; LMS; SMP Muhammadiyah 7 Bolon.
PENGUATAN PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA NELAYAN MELALUI DIVERSIVIKASI PRODUK OLAHAN HASIL LAUT Babussalam, A. Basuki; Hariri, Achmad; Wahyuni, Holy Ichda
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33996

Abstract

ABSTRAK                                                                            Keluarga nelayan di wilayah pesisir Paciran menghadapi tantangan ketergantungan tinggi terhadap hasil tangkapan laut yang menyebabkan pendapatan fluktuatif, terutama saat musim paceklik. Perempuan nelayan memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui pengolahan hasil laut, namun terhambat oleh keterbatasan keterampilan teknis, pengetahuan pemasaran, akses teknologi, serta dukungan kelembagaan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan nelayan melalui diversifikasi produk olahan hasil laut berbasis kearifan lokal dan teknologi tepat guna. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop, penyuluhan, dan praktikum yang difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis (pengolahan dan pengemasan), penguatan pengetahuan manajemen usaha kecil, serta literasi pemasaran digital. Mitra kegiatan adalah Paguyuban Perempuan Paciran Berdaya yang beranggotakan 14 orang (5 lulusan SMP, 6 lulusan SMA, dan 3 lulusan perguruan tinggi). Evaluasi dilakukan secara partisipatif melalui observasi lapangan, kuesioner, wawancara mendalam, dan forum refleksi untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, pengelolaan keuangan, pembentukan usaha baru, dan partisipasi kelompok. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan usaha mikro (85%), kepercayaan diri (80%), pengelolaan keuangan keluarga (75%), pembentukan usaha baru (60%), dan keterlibatan aktif dalam kelompok usaha (70%). Peningkatan ini selaras dengan tujuan program, yakni memperkuat pengetahuan dan keterampilan perempuan nelayan dalam mengolah hasil laut, mengelola usaha, serta memasarkan produk secara lebih efektif. Kata kunci: pemberdayaan perempuan; keluarga nelayan; diversifikasi produk olahan laut; pemasaran digital; ekonomi pesisir berkelanjutan ABSTRACTFishing families in the coastal area of Paciran face the challenge of high dependency on marine catches, which results in fluctuating income, particularly during the off-season. Fisherwomen hold significant potential to increase household income through seafood processing; however, they are constrained by limited technical skills, inadequate marketing knowledge, restricted access to technology, and insufficient institutional support. This community service program aims to enhance the knowledge and skills of fisherwomen through the diversification of seafood products based on local wisdom and appropriate technology. The implementation methods include socialization, workshops, counseling, and practical training focused on improving technical skills (processing and packaging), strengthening knowledge of small business management, and developing digital marketing literacy. The program’s partner is the Paguyuban Perempuan Paciran Berdaya (Empowered Paciran Women’s Association), consisting of 14 members (5 junior high school graduates, 6 senior high school graduates, and 3 university graduates). Evaluation was conducted participatively through field observation, questionnaires, in-depth interviews, and reflection forums to measure improvements in knowledge, skills, self-confidence, financial management, establishment of new businesses, and group participation. The results indicate significant improvements in micro-enterprise skills (85%), self-confidence (80%), household financial management (75%), establishment of new businesses (60%), and active involvement in business groups (70%). These improvements are in line with the program’s objectives, namely strengthening fisherwomen’s knowledge and skills in processing seafood, managing enterprises, and marketing products more effectively. Keywords: women’s empowerment; fishing families; seafood product diversification; digital marketing; sustainable coastal economy
PENGUATAN LITERASI HUKUM TATA NEGARA BAGI PENDIDIK MENENGAH DI KABUPATEN MALANG Harsanti, Tikka Dessy; Novitasari, Rika
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34057

Abstract

ABSTRAK                                                                            Program penguatan literasi hukum tata negara dilaksanakan untuk menjawab rendahnya pemahaman guru PPKn terhadap konsep konstitusi dan penerapannya dalam pembelajaran. Kegiatan ini diawali dengan tahap koordinasi bersama MGMP PPKn Kabupaten Malang guna menyepakati kebutuhan, tujuan, serta bentuk intervensi yang tepat. Selanjutnya, dilakukan penyusunan dan distribusi modul ringkas yang dirancang agar mudah dipahami dan relevan dengan praktik pembelajaran. Pada tahap implementasi, guru mengikuti sosialisasi konsep dasar, workshop pengembangan perangkat ajar, penyuluhan interaktif mengenai isu-isu aktual, serta praktikum perancangan desain pembelajaran yang kontekstual. Selama kegiatan, komunitas praktik berbasis daring dibentuk sebagai ruang diskusi dan pertukaran pengalaman antar guru. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan, observasi partisipatif terhadap keterampilan pedagogik, dan analisis tingkat keterlibatan guru dalam forum daring. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata 34,7% pada pemahaman konseptual, 29,5% pada keterampilan pedagogik, serta partisipasi aktif hingga 85% dalam komunitas praktik. Modul ringkas dinilai memudahkan pemahaman materi, sedangkan komunitas daring memperkuat kolaborasi antarguru. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam mendorong guru mengintegrasikan isu hukum tata negara secara kontekstual sekaligus meningkatkan kompetensi profesional. Kata kunci: literasi hukum; PPKn; modul ringkas; komunitas daring; guru sekolah menengah ABSTRACTThe constitutional law literacy strengthening program was implemented to address the low level of PPKn teachers’ understanding of constitutional concepts and their application in classroom instruction. The activity began with a coordination stage with the PPKn Teacher Working Group (MGMP) of Malang Regency to identify needs, set objectives, and determine appropriate intervention strategies. Subsequently, a concise module was developed and distributed to provide accessible and relevant learning materials. The implementation stage consisted of conceptual socialization, workshops on teaching material development, interactive counseling on current issues, and practicum sessions for designing contextual lesson plans. During the program, an online community of practice was established to facilitate discussion and experience sharing among teachers. Evaluation was conducted through pretest–posttest to measure knowledge improvement, participatory observation to assess pedagogical skills, and analysis of teacher engagement in the online forum. The results showed an average increase of 34.7% in conceptual understanding, 29.5% in pedagogical skills, and up to 85% active participation in the community of practice. The concise module was perceived as effective in simplifying content, while the online community enhanced collaboration and peer learning. Thus, the program proved effective in enabling teachers to integrate constitutional law issues contextually in their classrooms while strengthening professional competence. Keywords: legal literacy; civic education; concise module; online community; secondary school teachers
TRANSFORMASI GAYA HIDUP ZERO WASTE DI PONDOK PESANTREN MAHASISWA MELALUI INOVASI TEKNOLOGI BLOCKCHAIN DAN WAKAF SAMPAH PRODUKTIF Jatnika, Muhammad Dzulfaqori; Faqihuddin, Faqihuddin; Supratman, Supratman; Nur Ilman, Muhammad Agil; Sari, Feni Mustika
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33742

Abstract

ABSTRAK                                                                            Sampah menjadi persoalan kompleks yang berdampak langsung pada lingkungan dan sosial masyarakat salah satunya di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ihsan. Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ihsan Tasikmalaya menghadapi kendala dalam pengelolaan sampah, terutama keterbatasan fasilitas pemilahan, kurangnya kesadaran santri, serta belum adanya sistem wakaf sampah yang terstruktur. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya pesantren melalui penerapan gaya hidup zero waste, integrasi wakaf sampah produktif, serta teknologi blockchain sebagai media transparansi dan pengelolaan dana. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dengan melibatkan 97 santri sebagai mitra. Evaluasi dilakukan melalui survei, uji coba sistem blockchain, serta pelaporan kegiatan berbasis luaran. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan santri sebesar +20,56 poin dalam pengelolaan sampah, serta terbentuknya sistem wakaf digital yang meningkatkan transparansi dan kepercayaan. Program ini juga berhasil mengoptimalkan sumber daya internal pondok dalam menciptakan ekonomi sirkular dan memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai Islam. Kata kunci: zero waste; pesantren; wakaf sampah; blockchain; pemberdayaan masyarakat ABSTRACTWaste has become a complex issue with direct impacts on both the environment and society, one of which is at the Al-Ihsan Student Islamic Boarding School. Al-Ihsan Student Islamic Boarding School in Tasikmalaya faces several challenges in waste management, including limited sorting facilities, low awareness among students, and the absence of a structured waste endowment (waqf) system. This community service program aims to enhance the boarding school’s resource capacity by promoting a zero-waste lifestyle, integrating productive waste endowments, and implementing blockchain technology for transparency and fund management. The implementation methods include socialization, training, technology application, and mentoring, involving 97 students as partners. Evaluation was conducted through surveys, blockchain system trials, and output-based activity reporting. The results showed a +20,56 points increase in students’ knowledge and skills in waste management and the establishment of a digital endowment system that improves transparency and trust. This program also successfully optimized the internal resources of the pesantren to create a circular economy and strengthen character education based on Islamic values. Keywords: zero waste; pesantren; waste endowment; blockchain; community empowerment
DIVERSIFIKASI PRODUK TURUNAN IKAN LELE PADA POKHLASAR MAKMUR SEJAHTERA ACEH TAMIANG Adnan, Adnan; Baihaqi, Baihaqi; Imran, Imran; Hanisah, Hanisah; Dianawati, Dianawati; Amilda, Yenni
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34009

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan aneka produk turunan berbahan ikan lele oleh pokhlasar makmur sejahtera melalui diversifikasi produk. Kegiatan ini dipilih karena tersedianya produk ikan lele yang dihasilkan oleh pokdakan tanah berongga-sido urep sekaligus menciptakan nilai tambah terhadap produk itu. Metode yang digunakan adalah participatory action research dan transfer teknologi melalui tahapan kegiatan diantaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan serta monitoring dan evaluasi. Dari pendampingan yang dilakukan terjadi peningkatan nilai tambah produk melalui diversifkasi produk turunan ikan lele dari produk ikan lele segar menjadi aneka produk turunan antaranya kue bawang lele, keripik lele dan bakso lele. Selain aktifitas pembuatan produk turunan ikan lele, beberapa aktifitas lainnya juga dilakukan dan tercatat dalam lembar pre dan post test dimana terjadi peningkatan kapasitas anggota pokhlasar makmur sejahtera dimana68% anggota kelompok paham dengan materi pembuatan adonan aneka produk turunan ikan lele, sedangkan pada materi inovasi dan pengembangan produk, 32% anggota kelompok cukup memahami materi yang disampaikan oleh narasumber. Terkait materi teknik dan proses pengemasan produk 23% anggota pokhlasar sangat memahami isian materi selama pendampingan berlangsung. Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kapasitas anggota dari 37,3% menjadi 58,4% paska pelatihan dilakukan. Hal ini memperlihatkan bahwa diversifikasi  produk turunan itu berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan bagi setiap anggota pokhlasar makmur sejahtera. Kata kunci: diversifikasi; ikan lele; pokhlasar; teknologi; aceh tamiang ABSTRACTThis Community Service Program (PKM) aims to introduce various catfish-based derivative products by the pokhlasar makmur sejahtera group through product diversification. This activity was chosen due to the availability of catfish products produced by the pokdakan tanah berongga sido urep group, while also creating added value for the product. The method used was participatory action research and technology transfer through several stages of activities, including coordination, socialization, implementation, as well as monitoring and evaluation. Through the assistance provided, there was an increase in the added value of the products through the diversification of catfish derivative products, transforming fresh catfish into various processed products such as catfish onion crackers, catfish chips, and catfish meatballs. In addition to producing derivative catfish products, several other activities were also carried out and recorded in pre- and post-test forms, which showed an increase in the capacity of the pokhlasar makmur sejahtera members. The results indicated that 68% of group members understood the material on making dough for various catfish derivative products, while 32% of members adequately understood the material on product innovation and development delivered by the resource person. Regarding the material on product packaging techniques and processes, 23% of members demonstrated a strong understanding of the content during the assistance period. It can be concluded that the capacity of members increased from 37.3% to 58.4% after the training. This shows that product diversification had a direct impact on increasing the income of each member of the pokhlasar makmur sejahtera group. Keywords: divercification; catfish; pokhlasar; technology; aceh tamiang
POJOK LITERASI KREATIF: STRATEGI MENINGKATKAN MINAT BACA DAN CRITICAL THINKING SKILL GENERASI ALPHA Sanisah, Siti; Mirayati, Mirayati; Umar, Hulaemi; Fina, Rizka Al; Hendriques, Miftahul Jannah; Shafiyyah, Shafiyyah; Musidan, Musidan; Safitri, Syafira Wahyu
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34364

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Minat baca dan critical thinking skill siswa sekolah dasar masih membutuhkan perhatian serius. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan critical thinking skill siswa di tingkat dasar melalui pembentukan pojok literasi kreatif. Mitra kegiatan adalah SD Negeri 3 Batu Putih, dengan target kegiatan seluruh Generasi Alpha di SD Negeri 3 Batu Putih, yang secara alami membutuhkan pendekatan belajar yang aktif, contextual, dan menyenangkan. Metode yang diterapkan meliputi komunikasi dan koordinasi dengan mitra, identifikasi masalah dan kebutuhan literasi di sekolah, perencanaan program partisipatif dan pengembangan materi, pelaksanaan pojok literasi kreatif, pelatihan bagi guru dan pendampingan terstruktur, monitoring dan evaluasi, refleksi, serta diseminasi hasil pengabdian. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca siswa yang signifikan, terlihat dari frekuensi kunjungan ke pojok membaca dan partisipasi aktif dalam kegiatan membaca serta diskusi kelompok. Siswa juga menunjukkan kemajuan dalam critical thinking skill, termasuk kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menyampaikan pendapat secara logis. Peran guru sebagai fasilitator literasi sangat penting dalam membantu proses berpikir siswa. Pembentukan pojok literasi kreatif juga mendorong terciptanya atmosfer pembelajaran yang mendukung kolaborasi, empati, dan ekspresi diri. Program ini dapat dijadikan sebagai model implementasi literasi kritis yang dapat diterapkan di sekolah dasar lain dengan penyesuaian lokal. Disarankan agar program ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam membangun budaya literasi dan memperkuat criticala thinking skill sejak usia dini. Kata kunci: pojok literasi kreatif, minat baca, berpikir kritis, generasi alpha, sekolah dasar. ABSTRACTThe reading interest and critical thinking skills of elementary school students still require serious attention. This activity aims to increase the reading interest and critical thinking skills of elementary school students through the establishment of creative literacy corners. The partner for this activity is SD Negeri 3 Batu Putih, with the target audience being the entire Alpha Generation at SD Negeri 3 Batu Putih, who naturally require an active, contextual, and enjoyable learning approach. The methods applied include communication and coordination with partners, identification of literacy problems and needs in schools, participatory program planning and material development, implementation of creative literacy corners, training for teachers and structured mentoring, monitoring and evaluation, reflection, and dissemination of service results. The results of the activities showed a significant increase in students' interest in reading, as seen from the frequency of visits to the reading corner and active participation in reading activities and group discussions. Students also showed progress in critical thinking skills, including the ability to analyze, evaluate, and express opinions logically. The role of teachers as literacy facilitators is very important in helping students' thinking processes. The establishment of creative literacy corners also encourages the creation of a learning atmosphere that supports collaboration, empathy, and self-expression. This program can be used serve as a model for the implementation of critical literacy that can be applied in other elementary schools with local adjustments. It is recommended that this program be part of the school's strategy in building a culture of literacy and strengthening critical thinking skills from an early age. Keywords: creative literacy corner, reading interest, critical thinking, alpha generation, elementary school.
PERAN MAHASISWA KKN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN PHBS PADA ANAK-ANAK DI KELURAHAN PASIRKRATONKRAMAT Sofiana, Dian Sagita; Maghfiroh, Eka Sahwal; Syahputra, M. Aldi Amanatullah; Atsil Zaefa, Nadya Yumna; Nurbuwono, Rohma Howo
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34420

Abstract

ABSTRAKPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Namun realitanya, perilaku tersebut kerap kali belum diterapkan secara optimal, khususnya di Kelurahan Pasirkratonkramat. Kondisi geografis wilayah tersebut yang sering dilanda banjir rob membuat anak-anak belum terbiasa mencuci tangan, menggosok gigi, dan menjaga kebersihan lingkungan. Mahasiswa melalui Kuliah Kerja  Nyata (KKN) memiliki peran penting dalam mengajarkan masyarakat, terutama anak-anak mengenai pentingnya PHBS. Melalui edukasi yang interaktif dan simulasi praktis, kegiatan dilakukan dengan pemaparan materi, diskusi, dan simulasi mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar. Cara tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kebiasaan menerapkan PHBS pada anak-anak. Setelah dilaksanakannya kegiatan tersebut dapat dilihat adanya antusiasme, peningkatan pemahaman, dan ketrampilan dalam mencuci tangan maupun menggosok gigi. Anak-anak mampu mempraktikan kembali langkah-langkah yang diterangkan dan membiasakan diri dengan kebiasaan hidup sehat. Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran PHBS pada anak-anak di Kelurahan Pasirkratonkramat. Kata kunci: Anak; Edukasi; Kesehatan; PHBS ABSTRACTClean and Healthy Living Behavior (PHBS) is one effort to form healthy habits from an early age. However, in reality, this behavior is often not optimally implemented, especially in Pasirkratonkramat Village. The geographical conditions of the area, which is frequently hit by tidal flooding, make children unfamiliar with washing their hands, brushing their teeth, and maintaining environmental cleanliness. Students through Community Service Programs (KKN) play a crucial role in educating the community, especially children, about the importance of PHBS. Through interactive education and practical simulations, activities are carried out by presenting material, discussing, and simulating proper handwashing and toothbrushing. This method is expected to increase awareness and habits of implementing PHBS in children. After the implementation of these activities, enthusiasm, increased understanding, and skills in washing hands and brushing teeth were observed. Children were able to practice the steps explained and accustomed themselves to healthy living habits. Thus, the activities carried out were proven effective in increasing PHBS awareness among children in Pasirkratonkramat Village. Keywords: Children; Education; Healthy; PHBS
UMKM MELEK KEUANGAN: SOLUSI PENCATATAN KEUANGAN SEDERHANA DENGAN KLEDO Al Ya’qubi, Amirah ‘Aliyah; Suryani, Emilia Dian; Maghfiroh, Triya Lialatul; Yunitasari, Norainny
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34074

Abstract

ABSTRAK Salah satu kewajiban mahasiswa tingkat atas adalah melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan suatu bentuk kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat, terutama dalam menjawab permasalahan yang ada di lingkungan desa. Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Gresik ditugaskan untuk melakukan KKN di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Di Desa ini banyak masyarakatnya memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), baik di bidang pangan maupun non pangan. Menurut survei yang telah dilakukan, UMKM di desa ini belum melakukan pencatatan keuangan yang baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah berusaha meningkatkan pengetahuan pelaku UMKM di Desa Kedungpring melalui kegiatan penyuluhan terkait pencatatan keuangan sederhana dan aplikasi Kledo. Tahapan kegiatan yang dilakukan dari kegiatan ini antara lain 1) melakukan koordinasi dengan perangkat desa terkait pelaku UMKM yang ada di Desa Kedungpring; 2) Melakukan survei ke pelaku UMKM; 3) Melakukan penyuluhan terkait pencatatan keuangan sederhana (termasuk aplikasi Kledo); dan 4) Melakukan evaluasi terkait respon pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana. Pelaku UMKM yang dijadikan sasaran kegiatan penyuluhan adalah dua jenis usaha, yaitu UMKM tas dan UMKM jamu. Pemilihan dua UMKM ini adalah didasarkan pada masukan dari perangkat desa dan sesuai kriteria dari kegiatan, yaitu UMKM yang belum memiliki pencatatan keuangan. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa pelaku UMKM baru menyadari pentingnya pencatatan dalam usaha untuk mengetahui posisi keuangan dari usahanya dan tertarik dalam menggunakan aplikasi Kledo dalam membuat laporan keuangan dari usahanya. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk mendorong UMKM lebih tertib secara administrasi dan mampu mengelola usahanya dengan lebih baik ke depan. Kata kunci: UMKM; pencatatan keuangan; laporan laba rugi; aplikasi Kledo ABSTRACT One of the tasks of senior students is to carry out Community Service (KKN). KKN is a form of student contribution to the community, especially in addressing problems that exist in the village environment. Students from the Muhammadiyah University of Gresik were assigned to carry out KKN in Kedungpring Village, Balongpanggang District, Gresik Regency. In this village, many people have Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), both in the food and non-food sectors. According to a survey that has been conducted, MSMEs in this village have not kept good financial records. The purpose of this activity is to provide counseling on simple financial recording for MSMEs in Kedungpring Village. The stages of activities carried out from this activity include 1) coordinating with village officials related to MSME actors in Kedungpring Village; 2) Conducting surveys to MSME actors; 3) Conducting counseling related to simple financial recording (including the Kledo application); 3) Conducting evaluations regarding the response of MSME actors in carrying out simple financial recording. The MSME actors targeted by the counseling activities are two types of businesses, namely bag MSMEs and herbal medicine MSMEs. The selection of these two MSMEs was based on input from village officials and the activity's criteria, namely MSMEs that do not yet have financial records. The results of the activity indicate that MSMEs are only just realizing the importance of record-keeping in business, helping them understand their financial position, and are interested in using the Kledo application to generate financial reports. This activity is expected to be the first step in encouraging MSMEs to be more administratively disciplined and better manage their businesses in the future. Keywords: UMKM; financial recording; income statement; Kledo app
PENGUATAN PROFIL PELAJAR MELALUI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PORTOFOLIO BAGI SISWA SMA Nursit, Isbadar; Zauri, Ahmad Sufyan; Muna, Nailiatul; Faradiba, Surya Sari
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33723

Abstract

Kurangnya pemahaman siswa terhadap profil diri, termasuk kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sering menghambat pengambilan keputusan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Untuk itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan mendampingi siswa dalam menyusun portofolio sebagai sarana refleksi diri dan penguatan profil pelajar. Kegiatan berlangsung Mei–Juli 2025 di SMA Al-Yasini Pasuruan dengan melibatkan 45 siswa kelas XI. Tahapannya dimulai dari koordinasi dengan pihak sekolah untuk menyusun jadwal dan kebutuhan siswa, dilanjutkan persiapan materi serta alat pendukung portofolio, kemudian pelaksanaan yang mencakup sosialisasi pentingnya mengenali diri, workshop penyusunan portofolio, praktik langsung, serta pendampingan individu dan kelompok. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest serta analisis kualitas portofolio siswa. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata pemahaman profil diri dari 61,2 menjadi 83,5. Sebanyak 91,1% siswa merasa kegiatan ini membantu mereka mengenali potensi dan tantangan pribadi, dan 88,9% mengalami peningkatan percaya diri dalam merencanakan studi lanjut. Portofolio yang dihasilkan memiliki kualitas baik dari segi reflektifitas dan keautentikan. Kegiatan ini terbukti efektif membekali siswa untuk memahami diri sendiri dan merancang langkah konkret menuju masa depan pendidikan yang lebih terarah.