cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Pengaruh Pemberian Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) terhadap Kadar Enzim Alanin Transaminase (ALT) dan Aspartat Transaminase (AST) Mencit yang Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCl4) Jesica Rante Arung Laby; Flora Rumiati; Erma Mexcorry Sumbayak
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1463

Abstract

AbstrakKarbon  tetraklorida  (CCl4)  telah  terbukti  menimbulkan  efek  toksik  pada hati  hewan percobaan.  Hati  merupakan  organ  yang  sangat  rentan  terhadap pengaruh  zat  kimia,  namun memiliki  daya  regenerasi  yang  sangat  baik. Senyawa  antioksidan  dapat  menghambat  inisiasi radikal bebas dan melindungi hati terhadap kerusakan hepatoseluler. Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai antioksidan adalah bawang dayak (Eleutherine palmifolia(L) Merr) Penelitian ini adalah eksperimental dan dibagi dalam lima kelompok mencit. Kelompok kontrol tidak diberi infusa bawang dayak dan CCl4.  Kelompok I sampai Kelompok IV diberi CCl4 yang dicampur dengan minyak kelapa sebanyak 0,1 ml selama 10 hari untuk menginduksi terjadi kerusakan hati. Kelompok I tidak diberi infusa bawang dayak. Kelompok II, III, IV diberi infusa bawang dayak dengan dosis yang berbeda yaitu 0.06 ml, 0.12 ml,  dan 0.24 ml selama 10 hari. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kadar enzim Alanin Transaminase (ALT) dan Aspartat Transaminase (AST). Data kadar enzim ALT dan AST dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANOVA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian infusa bawang dayak mampu menurunkan kadar enzim ALT dan AST yang meningkat akibat pemberian CCl4. Kata Kunci: Bawang dayak, enzim ALT dan AST, hati, CCl4 AbstractCarbon  tetrachloride  is  proven  to  produce  a  toxic  effect  on  the  liver  of animal experiments. Liver is an organ that is susceptible to chemical changes, however its ability to regenerate is very well known. Compound antioxidant able to retard the initiation of free radicals and protect the liver against damage hepatocellular. In this study, Dayak onions (Eleutherine palmifolia (L) Merr) are used as an antioxidant. The purpose of this experiment is to determine the effect of Eleutherine p. against Alanin Transaminase (AST)- Aspartate Transaminase (ALT) enzyme levels in CCl4 induced mice. The experiment is conducted on five groups of mice. The control  group  is  not  given  any  treatment  and  CCl4 induction.  Group  I  until  group  IV  are pretreated with 0.1 ml of CCl4 mixed with coconut oil for 10 days to induced liver damage with its hepatotoxicity effect. Group I is not given any treatment. Group II, group III and group IV are given different dosage of Dayak onion for another 10 days with a dosage of 0.06 ml, 0.12 ml and 0.24 ml respectively. After that, the enzyme level of AST-ALT for each group is measured. To determine the effect of Dayak onion infusion on the levels of AST-ALT in the CCl4 induced mice, the data is analyzed using the analysis of variance (ANOVA). The result shows that the administration of Dayak onion able to decrease the levels of AST-ALT enzymes in CCl4 induced mice. Keywords: Dayak onion, AST-ALT enzymes, liver, CCl4
Pola Klinis dan Peningkatan Enzim Hati Pasien DBD di RSUD Koja Suzanna Ndraha; Anthony Hadi Wibowo; Nicholas Wijayanto; Fathin Amirah; Putri Chairani; Nathania Putri
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1464

Abstract

AbstrakPendahuluan: Demam berdarah dengue (DBD) menunjukkan pola perjalanan yang berbeda di setiap daerah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil demam berdarah dengue di RSUD Koja.Metode: Penelitian ini dilakukan dari periode 31 Maret 2015 sampai dengan 6 Juni 2015, dengan disain deskriptif observasional dan dilakukan di Bagian Penyakit Dalam RSUD Koja. Semua datapasien didapatkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam bentuk data primer. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 orang. Semua sampel dilakukan pemeriksaan darah rutin, SGOT, SGPT dan USG abdomen pada hari ketujuh demam.Hasil: Dari 70 sampel, hanya 35 subjek yang memenuhi kriteria diagnosa DBD. Pada 35 subjek ditemukan keluhan demam (100%), sakit kepala (97,14%), mual (85,71%), nyeri ulu hati (85,71%) dan perdarahan (57,12%) dengan jenis perdarahan terbanyak adalah petekie (45,71%). Hampir semua subjek mengalami peningkatan SGOT (94,29%) dan SGPT (71,43%), di mana SGOT meningkat lebih banyak  berbanding  SGPT,  dan  pada  USG  abdomen ditemukan  terbanyak  gall  bladder  wall thickening.Kesimpulan: Gejala-gejala yang terbanyak didapatkan di RSUD Koja adalah demam diikuti sakit kepala, mual, nyeri ulu hati, perdarahan, hepatomegali. Sedangkan jenis perdarahan spontan yang terbanyak adalah petekie. Sebagian besar terjadi peningkatan SGOT dan SGPT, namun peningkatan SGOT  lebih  bermakna  daripada  peningkatan  SGPT. Dari  pola  hasil  USG,  hasil  yang terbanyak didapat adalah gall bladder wall thickening. Kata kunci: DBD, SGOT, SGPT, USG abdomen AbstractIntroduction: Dengue hemorrhagic fever (DHF) exhibits different patterns in different districts.Objective: The purpose of this study is to determine the profile of DHF in RSUD Koja.Methods: The study was conducted between 31st March 2015 until 6th June 2015, using observational descriptive design and performed in Internal Medicine Department of RSUD Koja. All data were obtained through history taking, physical and laboratorium examinations in forms of primary data. The study included 70 samples, all of whom underwent routine blood test, liver function tests and abdomen ultrasound examinations on the seventh day of fever.Results: Out of all 70 subjects, only 35 subjects met the criteria of DHF. All 35 subjects complained of fever (100%), headache (97,14%), nausea (85,71%), heartburn (85,71%), and bleeding (57,12%), in which petechiae is the most prevalent (45,71%). Nearly every subject exhibits markedly elevated AST (94,29%) and ALT (71,43%) levels, whereby AST levels are higher than ALT. The most common ultrasound result is gall bladder wall thickening. Conclusion: The most common symptom of DHF in  RSUD Koja is fever, followed by headache, nausea,  heartburn,  bleeding,  and  hepatomegaly,  while the  most  common  form  of  bleeding  is petechiae. Most patients had elevated AST and ALT levels, whereby AST levels are higher than ALT. Their ultrasound results showed that most patients had gall bladder wall thickening. Keywords: DHF, AST, ALT, USG abdomen 
Prevalensi Infeksi Protozoa Usus pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Papanggo 01 Jakarta Utara Tahun 2016 Ivan Yoseph Saputra; Monica Puspa Sari; Wani Devita Gunardi
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1465

Abstract

AbstrakInfeksi Protozoa usus pada anak merupakan masalah kesehatan di negara tropis dan negara berkembang, khususnya di Indonesia. Infeksi protozoa usus pada anak dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Protozoa usus banyak menginfeksi anak-anak terutama di daerah miskin  dengan  sanitasi lingkungan  yang  buruk.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui prevalensi infeksi Protozoa usus pada siswa Sekolah Dasar Negeri Papanggo 01, Jakarta Utara. Pengambilan data diambil dengan metode cross sectional pada bulan Oktober 2016. Diagnosis infeksi protozoa ditetapkan dengan pemeriksaan feses yang dibuat dengan sediaan natif dengan pewarnaan NaCl 0,9%, lugol 1%, dan Ziehl Neelsen kemudian diperiksa dengan mikroskop. Pengolahan data dilakukan dengan program SPSS versi 20. Pada penelitian ini didapatkan prevalensi infeksi protozoa usus pada siswa Sekolah Dasar Negeri Papanggo 01 Jakarta Utara adalah 6,12% dengan rincian Entamoeba histolytica 3,06%, infeksi campuran Entamoeba histolytica dan Giardia lamblia 1,02%, dan infeksi Cryptosporidium sp 2,04%. Prevalensi infeksi protozoa usus pada siswa SDN Papanggo 01 Jakarta Utara tahun 2016 relatif rendah. Kata  Kunci:  infeksi  protozoa  usus,  Entamoeba  histolytica,  Giardia lamblia, Cryptosporidium parvumAbstractIntestinal protozoa infection in children is a health problem in tropical countries and developing countries, especially in Indonesia. Intestinal protozoa infections in children can cause stunted. Intestinal protozoan infects many children, especially in poor areas with poor environmental sanitation.  The  purpose  of this  study  was  to  determine  the  prevalence  of  intestinal  protozoan infections in elementary school students Papanggo State 01, North Jakarta. This study used a cross- sectional design. This cross sectional study is conducted in October 2016. Diagnosis of infection with the protozoan set stool examination made with native preparations stained with 0.9% NaCl, 1% Lugol, and Ziehl Neelsen then examined under a microscope. Data processing was performed with SPSS version 20. In this study, the prevalence of intestinal protozoan infections in students of State Elementary  School  01  North  Jakarta  Papanggo is  6.12%  with  details  3.06%  of  Entamoeba histolytica, Entamoeba histolytica mixed infection and Giardia lamblia 1.02 %, and 2.04% for the infection of Cryptosporidium sp. The prevalence of intestinal protozoan infections in students SDN Papanggo 01 North Jakarta in 2016 is relatively low. Keywords: Intestinal protozoan infection, Entamoeba histolytica, Giardia lamblia, Cryptosporidium spp.
Stevia, Pemanis Pengganti Gula dari Tanaman Stevia rebaudiana Agus Limanto
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1466

Abstract

AbstrakKebutuhan manusia akan gula sebagai bahan makanan tambahan yang memberikan rasa manis pada makanan dan minuman sangatlah tinggi. Namun konsumsi gula yang berlebih dapat menimbulkan masalah terutama penyakit obesitas dan diabetes mellitus. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pemanis pengganti gula, baik pemanis alami maupun sintesis kimia, yang tidak memiliki efek yang membahayakan  bagi  kesehatan dan rendah  kalori, sehingga  dapat dikonsumsi  oleh semua  orang termasuk penderita obesitas dan diabetes mellitus. Salah satu pemanis pengganti gula yang diusulkan adalah stevia. Pemanis stevia sudah banyak digunakan di beberapa negara tetapi pemanfaatannya di Indonesia  masih  sangat  terbatas.  Stevia  diekstrak  dari tanaman  Stevia  rebaudiana  dan  aman dikosumsi pada dosis yang wajar yaitu sebesar 0.1- 4 mg per kg berat badan per hari . Stevia memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan gula, di antaranya memiliki tingkat kemanisan 300 kali lebih  tinggi  dari  sukrosa,  tidak  merusak  gigi,  dapat  menurunkan tekanan  darah,  dan  tidak meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, stevia memiliki potensi untuk meningkatkan kadar insulin dalam darah, walaupun jumlah peningkatannya relatif kecil. Selain pemanfaatannya sebagai pemanis pengganti gula, beberapa penelitian telah melaporkan potensi ekstrak Stevia rebaudiana sebagai obat anti  kanker. Diharapkan  makalah  ini  dapat menambah  informasi  mengenai tanaman  Stevia rebaudiana dan memaksimalkan penggunaan tanaman ini tidak hanya sebagai bahan makanan, tetapi juga potensinya sebagai obat anti kanker.  Kata kunci: Stevia, Stevia rebaudiana, stevioside, rebaudiosideAbstractThe demand of sugar as a food additive which provides sweetness to the food and drink is very high. However, consumption of excess sugar can cause problems, especially obesity and diabetes mellitus. Therefore, it is needed an alternative sweetener to subtitute sugar, either naturally or synthesis, which does not have a harmful effect on health and low in calories, so it can be consumed by everyone, including people with obesity and diabetes mellitus. One of the proposed substitute sweetener is stevia. Stevia is widely used in some countries but its utilization in Indonesia is still very limited. Stevia is extracted from Stevia rebaudiana plant and safely for consumption at dose is equal to 0.1- 4 mg per kg body weight per day. Compared to sugar, Stevia has several advantages which is have a level of sweetness 300 times higher than sucrose, does not damage the teeth, can lower blood pressure, and does not increase blood sugar levels. Some research also reported that stevia has the potential to increase insulin levels in the blood, although the amount of the increase is relatively small. In addition to its use as a substitute sweetener, some studies have reported potential of Stevia rebaudiana extract as an anti-cancer drug. It is expected this paper can give some information about Stevia rebaudiana plant and maximize the use of these plants not only for food, but also as a potential anti-cancer drug. Keywords: Stevia, Stevia rebaudiana, stevioside, rebaudioside
Variasi Anatomi Circulus Arteriosus Willis Handy Winata
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i61.1467

Abstract

AbstrakCirculus  arteriosus  Willis  (CW)  merupakan  suatu  lingkaran  anastomosis berbentuk  cincin  yang terletak di fossa ossa interpeduncularis basis cranii, berfungsi untuk mendistribusikan darah yang masuk melalui arteri carotis interna dan arteri vertebralis ke setiap bagian dari kedua hemispherium cerebri. Dari empat studi yang berlainan semua menunjukkan adanya variasi atau anomali dari CW. Variasi yang banyak ditemukan pada studi yang ada pada artikel ini adalah suatu keadaan hipoplasia pada pembuluh darah. Berbagai tipe variasi dari komponen CW yang  banyak ditemukan adalah arteri communicans anterior. Kata kunci : Circulus arteriosus Willis, variasiAbstractCirculus arteriosus Willis (CW) is a circular ring-shaped anastomosis located in the fossa ossa interpeduncularis skull base, serves to distribute the incoming blood through the arteri carotis interna and vertebral artery into every part of the both hemispherium cerebri. From four different studies, all of them showed variations or anomalies of CW. All of variation which found in many existing studies on this article are hipoplasia of the blood vessels. Various types of variations of CW components commonly found is communicans anterior artery. Key words: Circle arterosus Willis, variation
Efektivitas Daun Permot (Passiflora foetida) sebagai Obat Nyamuk dan Pengaruhnya pada Sel Darah Mencit Rina Priastini Susilowati
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1544

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang beriklim tropis. Hal tersebut sesuai dengan habitat bagi nyamuk untuk berkembang biak, salah satunya adalah nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor penyaki demam berdarah dengue (DBD). Penyakit demam berdarah adalah suatu penyakit yang hingga saat ini penanganannya dengan menggunakan insektisida. Tujuan penelitian ini adalah ingin membuktikan pengaruh paparan obat nyamuk bakar yang berbahan herbal ekstrak daun permot (Passiflora foetida)dengan dosis bertingkat pada mortalitas Ae. aegypti dan pengaruhnya pada sel darah mencit. Desain penelitian adalah randomized post test only controlled group. Hewan coba yang digunakan adalah Ae. aegypti betina dan mencit jantan yang dibagi menjadi enam kelompok yaitu kelompok kontrol tanpa paparan obat nyamuk bakar (K0), kelompok paparan obat nyamuk bakar berbahan daun permot dosis bertingkat yaitu 500 ppm (K1), dosis 1.000 ppm (K2), dosis 2.000 ppm (K3), dosis 3.000 ppm (K4) dan dosis 4.000 ppm (K5) delapan jam/hari selama 12 minggu. Dihitung mortalitas Ae. aegypti untuk mendapatkan KT50, LC50, dan LC90 serta menentukan dosis optimalnya. Pada hari terakhir dilakukan pembedahan mencit untuk mengambil darah dari jantung, dilakukan penghitungan terhadap jumlah sel darah merah dan jumlah trombosit menggunakan Haemocytometer, sedangkan untuk mengetahui kadar hemoglobin menggunakan Hemometer. Analisis statistik menggunakan uji probit untuk menentukan LC50 dan LC90 Ae. aegypti serta uji one-way Anova dan dilanjutkan dengan uji BNT bila terdapat hasil yang signifikan (p<0.05) untuk mengetahui mortalitas nyamuk Ae. aegypti (KT50), analisis hematologi mencit yang meliputi jumlah trombosit, jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LC50 sebesar 725 ppm dan LC90 sebesar 2.165 ppm. Paparan obat nyamuk bakar berbahan ekstrak daun permot hingga dosis 3.000 ppm tidak berpengaruh terhadap sel darah mencit yang meliputi jumlah sel darah merah,jumlah trombosit, kadar hemoglobin, dan kadar hematokrit pm, namun berpengaruh pada paparan obat nyamuk bakar berbahan ekstrak daun permot dosis 4.000 ppm.Kata kunci : efektivitas, daun permot, obat nyamuk bakar, sel darah
Gambaran Testis Mencit yang Diinduksi Karbon Tetraklorida dan Diberi Infusa Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) Josephine Angela; Erma Mexcorry Sumbayak
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1547

Abstract

Telah diketahui bahwa 40% dari semua kasus pasangan infertil disebabkan oleh pihak pria. Di dalam tubuh, karbon tetraklorida (CCl4) berfungsi sebagai radikal bebas dan dapat berpotensi toksik pada kualitas dan fungsi sperma, serta dapat menyebabkan kerusakan DNA spermatozoa. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia L., Merr.) merupakan salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan. Umbinya dapat dimanfaatkan dan mengandung senyawa alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, dan steroid yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dimana mencit dikelompokkan menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol (K) tidak diberi perlakuan apa pun. Kelompok I (P1) diberikan CCl4 0,007 mL/20gramBB selama 10 hari berturut-turut dan tidak menerima infusa umbi bawang dayak. Kelompok perlakuan II, III, dan IV (P2, P3, dan P4) diberikan CCl4 0,007 mL/20gramBB selama 10 hari berturut-turut serta infusa umbi bawang dayak 10% dengan masing-masing volume 0,06 mL; 0,12 mL; dan 0,24 mL pada hari ke 11- 20 secara oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian infusa umbi bawang dayak dapat memerbaiki gambaran testis mencit jantan yang diinduksi CCl4.Kata Kunci: karbon tetraklorida (CCl4), umbi bawang dayak, tubulus seminiferus
Identifkasi Staphylococcus aureus pada Tombol Elevator Gedung Baru Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Caesar Swempi Gaidaka; Donna Mesina R. Pasaribu
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1548

Abstract

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, penggunaan elevator sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Elevator memberikan manfaat yang sangat banyak bagi penggunanya tetapi penggunaan Elevator yang digunakan secara umum memungkinkan transfer bakteri terjadi melalui tangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya bakteri Staphylococcus aureus pada tombol elevator gedung baru kampus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) dan mengidentifikasi ditemukannya Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Penelitian merupakan penelitian deskriptif laboratorium dan menggunakan teknik pengambilan sampel consecutive sampling, dengan sampel yang berjumlah 10 tombol pada kedua Elevator pada gedung baru kampus FK Ukrida. Sampel pada penelitian ini diambil pada dua waktu, yakni pada pukul 08.00 dan juga pada pukul 16.00. Penelitian ini dilakukan dengan cara swab tombol Elevator dan ditanam pada media agar darah, Mannitol salt agar (MSA), uji koagulase, uji Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), dan juga pewarnaan gram. Dari hasil penelitian ditemukan positif S. aureus pada tombol pada tombol III kanan sore, II kiri sore, III kiri sore, dan setelah dilakukan uji MRSA hasilnya ketiga tombol yang positif S. aureus masuk dalam kategori Susceptible atau masih sensitif dengan methicillin.Kata Kunci: S. aureus, tombol Elevator, kampus FK Ukrida
Pengaruh Pemakaian Sepatu Hak Tinggi terhadap Low Back Pain pada Sales Promotion Girl Di Pekan Raya Jakarta 2016 Valentine Febry Yohana; Handy Winata
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1549

Abstract

Pendahuluan. Dalam perspektif sejarah, perempuan mulai memakai sepatu hak tinggi lebih dari 400 tahun yang lalu. Walaupun menimbulkan ketidaknyamanan yang cukup besar, untuk memenuhi kebutuhan fashion atau mendapat keuntungan terlihat menjadi lebih tinggi, sebagian besar generasi muda perempuan tidak dapat menahan diri dari penggunaan sepatu hak tinggi. Penggunaan sepatu hak tinggi berkaitan erat dengan tuntutan pekerjaan, seperti pada seorang sales promotion girl (SPG). Banyak efek samping yang dikaitkan dengan penggunaan sepatu hak tinggi, terutama ekstremitas bawah dan juga perubahan postur tubuh. Beberapa wanita mengeluh nyeri punggung bagian bawah atau yang disebut Low Back Pain (LBP) akibat pemakaian sepatu hak tinggi. Tujuan Penelitian. Menilai pengaruh sepatu hak tinggi terhadap low back pain serta mengetahui karakteristik sepatu hak tinggi yang dapat mempengaruhi low back pain. Desain Penelitian. Penelitian ini bersifat analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian. Analisis korelasi gamma masingmasing karakteristik sepatu hak tinggi yang digunakan 30 responden terhadap nyeri yang dialami menunjukkan bahwa seluruh nilai p tidak bermakna (p > 0,05). Kesimpulan. Tidak terdapat pengaruh pemakaian sepatu hak tinggi terhadap low back pain. Hal tersebut sesuai dengan besarnya nilai p>0,05 yang berarti hipotesis nol yang mengatakan tidak ada pengaruh diterima.Kata Kunci: sepatu hak tinggi, low back pain, postur
Identifikasi Telur Cacing pada Kubis (Brassica oleracea) pada Pasar Swalayan Jessica Vanesa Yahyadi; Esther Sri Majawati; Adelina Simamora
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i62.1550

Abstract

Penyakit infeksi yang berhubungan dengan soil transmitted helminth masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Umumnya cacing berasal dari golongan Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, Necator americanus, Ancylostoma duodenale. Penyakit ini berhubungan erat dengan keadaan sosial ekonomi, kebersihan diri dan lingkungan. Sayuran mentah dapat menjadi salah satu agen transmisi telur cacing. Mengonsumsi sayuran mentah dapat meningkatkan kejadian infeksi parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya kontaminasi telur soil transmitted helminth pada sayuran kubis yang di jual di pasar swalayan di Jakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif, dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2016. Sampel diperoleh secara consequtive dari 62 pasar swalayan di sekitar Jakarta. Pemeriksaan telur cacing dilakukan secara mikroskopis di Laboratorium Parasitologi, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana. Dari hasil penelitian ditemukan soil transmitted helminth positif pada satu sampel dari 62 (1,61%) sayuran kubis yang dijual di pasar swalayan sekitar Jakarta. Sayuran terkontaminasi oleh telur Ascaris lumbricoides, sedangkan Trichuris trichiura, Necator americanus dan Ancylostoma duodenale tidak ditemukan.Kata kunci : Soil Transmitted Helminth, Kubis, Ascaris lumbricoides, pasar swalayan

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue