cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Gambaran Kadar Alfa Amilase Saliva pada Stres Psikologik Saat Seleksi Calon Atlet Sepak Bola Sekolah Atlet Ragunan Tahun 2016 Fariska Fariska; Flora Rumiati
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1561

Abstract

Prestasi persepakbolaan Indonesia yang kurang baik kadangkala mengecewakan para pencintanya. Dewasa ini para atlet sepak bola Indonesia sering dikatakan sudah kalah sebelum bertanding, dengan maksud bahwa bukan kalah dalam hal fisik tetapi psikologis, dimana tingkat stres para atlet sepak bola di Indonesia belum terbina dan terdeteksi dengan baik. Enzim Alfa amilase digunakan sebagai marker untuk menentukan tingkat stres. Pada penelitian ini alfa amilase didapatkan dari saliva calon atlet sepak bola. Berdasarkan hasil pemeriksaan saliva para calon atlet dalam fase awal sebelum pertandingan tidak memiliki tingkat stres yang tinggi, namun saat sebelum pertandingan menjadi sangat meningkat dan cenderung tidak baik untuk mengatasi tekanan yang didapatkan, hal itu terlihat pada hasil tes psikologi (tes Kraepelin).Kata kunci : atlet, stress, saliva, alfa amilase, tes Kraepelin
Hubungan antara Sindroma Dispepsia dengan Pola Makan dan Jenis Kelamin pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wancana Angkatan 2013 Anggela Tiana; Suryadi Susanto; Irene Maria Elena; Johannes Hudyono
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1562

Abstract

Sindroma dispepsia fungsional merupakan kumpulan gejala yang terdiri atas nyeri ulu hati, mual, kembung, muntah, rasa cepat kenyang, dan sendawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dan pola makan, mengetahui gambaran sindroma dispepsia fungsional dan menganalisis hubungan antara pola makan serta jenis kelamin dengan sindroma dispepsia fungsional. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida). Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional analitik dengan 97 responden yang diambil secara simple random sampling. Data penelitian dianalisa dengan analisis bivariat dan univariat. Hasil penelitian ini, responden terbanyak adalah perempuan 61,9%, berpola makan tidak teratur 54,6%, dan gambaran sindrom dispepsia fungsional 57,7%. Hasil analisis hubungan antara pola makan dengan sindroma dispepsia fungsional yang mengalami sindroma dispepsia fungsional diperoleh 42 (79,2%) dari 53 responden yang pola makannya tidak teratur dan 14 (31,8%) dari 44 responden yang pola makannya teratur Hasil analisis hubungan antara jenis kelamin dengan sindrom dispepsia fungsional diperoleh 11 (29,7%) dari 37 responden laki-laki dan 45 orang (75,0%) dari 60 responden perempuan. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan jenis kelamin mahasiswa angkatan 2013 dengan sindroma dispepsia fungsional (p < 0,001).Kata kunci : sindrom dispepsia fungsional, pola makan, jenis kelamin, mahasiswa
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Menjaga Kebersihan Organ Genitalia Eksterna terhadap Kejadian Keputihan Abnormal pada Siswi Mts. Al-Gaotsiyah, Jakarta Barat Yudanti Abigail Tranggono; Susanty Dewi Winata; Wiwi Kertadjaya
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1563

Abstract

Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi, dan prosesnya. Kesehatan reproduksi berkaitan dengan kebersihan organnya. Salah satu keluhan klinis dari infeksi atau keadaan abnormal alat kelamin tersebut adalah keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku menjaga kebersihan organ genitalia eksterna terhadap kejadian keputihan abnormal pada siswi MTs. Al- Gaotsiyah Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan dari 120 responden terdapat 92 responden (76.7%) yang memiliki pengetahuan buruk, 75 responden (62.5%) yang memiliki sikap buruk, 84 responden (70%) memiliki perilaku buruk, sedangkan kejadian keputihan tidak normal sebanyak 65 responden (54.2%). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pelayanan kesehatan, agar mengadakan kegiatan penyuluhan mengenai kesehatan organ reproduksi, dan bagi sekolah agar memberikan pembelajaran singkat mengenai kesehatan organ reproduksi guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kebersihan daerah genital, dan memberi tahu bagaimana cara-cara membersihkan daerah genital dengan baik dan benar.Kata kunci: Kesehatan reproduksi, keputihan, pengetahuan, sikap, perilaku
Gambaran Tingkat Kapasitas Vital Paru pada Perokok dan Nonperokok Mahasiswa FK Ukrida Angkatan 2013 Muhammad Tawfiq bin Zamri; Budiman Hartono
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1564

Abstract

Perilaku manusia sehari-hari banyak memberi dampak pada kesehatan tubuh mereka sendiri. Perilaku yang buruk akan memberikan pengaruh yang tidak baik pada kesehatan. Kebiasaan merokok bukan saja menimbulkan pandangan yang negatif, tetapi juga penelitian memerlihatkan bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan dan menyebabkan berbagai macam penyakit. Namun begitu, tingkat prevalensi merokok pada remaja dan dewasa muda di Indonesia masih tinggi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kebiasaan merokok dapat berpengaruh pada kapasitas vital paru dan fungsi paru itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran tingkat kapasitas vital paru pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ukrida Angkatan 2013 yang merokok dan yang tidak merokok pada November 2016 – Januari 2017. Karakteristik yang dipilih adalah berdasarkan kebiasaan merokok seseorang. Penelitian dilakukan dengan metode potong lintang dengan sampel sejumlah 65 orang. Dari hasil penelitian, didapatkan kategori kapasitas vital paru untuk setiap subjek dan rata-rata nilai kapasitas vital paru kelompok perokok dan nonperokok. Rata-rata tingkat kapasitas vital paru pada perokok adalah kategori sedang (3,52 L) sedangkan pada nonperokok adalah kategori baik (3,99 L).Kata kunci: merokok, kapasitas vital paru, fungsi paru, mahasiswa FK Ukrida
Karakteristik Penderita Kolelitiasis Berdasarkan Faktor Risiko di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Febyan Febyan; Har R Singh Dhilion; Suzanna Ndraha; Marshell Tendean
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1565

Abstract

Kolelitiasis adalah material atau kristal yang terbentuk di dalam kandung empedu. Beberapa faktor risiko yang sering ditemui pada kejadian kolelitiasis dikenal dengan “6F” (Fat, Female, Forty, Fair, Fertile, Family history). Keluhan klinis yang sering ditemukan adalah nyeri pada perut kanan atas, nyeri epigastrium, demam, ikterus, mual, muntah. Sampel sebanyak 102 orang dipilih secara purposif dari pasien yang berkunjung di bagian Penyakit Dalam RSUD Koja pada periode 5 Oktober sampai dengan 31 Desember 2015, desain penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Hasil disajikan dalam tabel dan grafik. Frekuensi tertinggi berdasarkan jenis kelamin sebanyak 64 pasien (63 %) adalah perempuan, umur ( > 40 tahun) sebanyak 88 pasien (86 %), frekuensi tertinggi berdasarkan jumlah anak didapatkan bahwa responden yang mempunyai tiga anak atau lebih sebesar 52 pasien (52 %), rata-rata nilai indeks masa tubuh (IMT) sebesar 24,80, tidak ada riwayat keluarga yang menderita kolelitiasis sebanyak 83 pasien (80%), dengan warna kulit kuning langsat sebanyak 70 pasien (69 %), keluhan klinis yang tersering adalah dispepsia 61 pasien (60%), dengan nilai rata rata kolesterol total 201 mg/dl. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa, pasien kolelitiasis di RSUD Koja terjadi lebih banyak pada pasien perempuan dengan warna kulit kuning langsat (fair) yang berusia lebih dari 40 tahun, dengan jumlah anak lebih dari tiga orang, memiliki nilai rata-rata indeks massa tubuh sebesar 24,80, sebanyak 83 pasien kolelitiasis tidak ditemukan adanya riwayat kolelitiasis dalam keluarga, dan ditemukan bahwa dari seluruh jumlah pasien kadar rata-rata kolesterol 201 mg/dl dengan keluhan utama dispepsia.Kata kunci: kolelitiasis, faktor risiko, RSUD Koja
Metode Diagnostik Trikomoniasis Vagina Monica Puspa Sari
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1566

Abstract

Trichomonas vaginalis merupakan protozoa pada traktus urogenitalis dan salah satu penyebab penyakit menular seksual. Dengan mengetahui beberapa teknik laboratorium dalam diagnosis trikomoniasis, mulai dari pemeriksaan sederhana sampai pemeriksaan molekuler, termasuk kelebihan dan kekurangannya diharapkan dapat membantu menegakkan diagnosis, pengobatan, maupun kontrol penyakit ini secara lebih akurat, sehingga dapat mengurangi kejadian trikomoniasis sebagai penyakit menular seksual.Kata kunci : Trichomonas vaginalis, metode, diagnostik
Neurofibromatosis Tipe-1 / Von Recklinghausen Disease: Sebuah Laporan Kasus Jonathan Kurnia Wijaya; Wong Hendra Wijaya
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1567

Abstract

Neurofibromatosis adalah salah satu penyakit genetik yang paling sering diturunkan, bersifat autosomal dominan dan dapat mengenai multiorgan. Neurofibromatosis tipe 1 (NF-1) atau dikenal juga dengan penyakit Von Recklinghausen merupakan jenis neurofibromatosis paling sering (85-90% kasus). Gejala khas pada NF-1 adalah hiperpigmentasi (lesi Café-au-lait) multipel dan tumor neuroektodermal.1 Kasus ini melaporkan seorang pria berusia 24 tahun dengan NF-1 yang gejalanya mulai muncul sejak masa kecil, ditandai dengan munculnya Lesi Café-au-lait. Seiring dengan bertambahnya usia, penyakitnya semakin progresif dan muncul tumor multipel di kulit. Empat tahun terakhir benjolan muncul semakin banyak dan ukuranya bertambah besar. Meskipun tidak ada keluhan, pasien berobat dengan alasan kosmetik. Pemeriksaan penunjang seperti CT-scan, MRI, dan histopatologi diperlukan untuk penapisan komplikasi yang dapat terjadi seperti optic glioma dan tumor susunan saraf pusat.Kata kunci: Neurofibromatosis, Neurofibromatosis tipe 1
Penegakan Diagnosis dan Penatalaksanaan Carpal Tunnel Syndrome Darminto Salim
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i63.1568

Abstract

Carpal tunnel syndrome (CTS): Suatu keadaan dimana nervus medianus mengalami tekanan (kompresi) sehingga menyebabkan gangguan sensorik dan motorik pada daerah yang dipersarafinya. Faktor risiko terjadi CTS antara lain genetik, penyakit tertentu (diabetes melitus, hipotiroid, dan rematoid artritis), obesitas, kegiatan yang mengharuskan gerakan fleksi berulang pada pergelangan tangan, dan pekerjaan dengan memakai alat getar seperti gerinda. Diagnosis CTS berdasarkan Anamnesis, pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda kelemahan otot sekitar jari I ( ibu jari) tangan dan pemeriksaan rontgen ultrasonografi (USG). Sedangkan penatalaksanannya: spint pergelangan tangan, suntikan kortikosteroid dan bedah rilis carpal tunnel.Kata kunci: carpal tunnel, nervus medianus, fleksi, spint
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Akar Wasabia japonica terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis FNCC 0048 Louis Ryandi; Suparto Suparto; Irvan Tanpomas
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i64.1569

Abstract

Wasabia japonica merupakan salah satu tumbuhan yang berasal dari Jepang. Selain digunakan sebagai bumbu pelengkap dalam makanan sushi, Wasabia japonica juga digunakan sebagai bahan dasar dari salah satu produk perawatan wajah di Indonesia, yang memunyai komponen antibakteri yang disebut dengan allyl isothiocyanate untuk menghambat terjadinya akne vulgaris. Salah satu bakteri penyebab akne vulgaris adalah Staphylococcus epidermidis FNCC 0048. Uji antibakteri ekstrak akar Wasabia japonica menggunakan tiga bahan pelarut yaitu etanol, etil asetat, dan dietil eter. Ketiga pelarut ini digunakan dalam pembuatan ekstrak akar Wasabia japonica, kemudian dengan menggunakan metode difusi agar yaitu dengan membuat sumur dan dimasukkan ekstrak akar Wasabia japonica dengan konsentrasi 100%, untuk mengetahui diameter zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak akar Wasabia japonica terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis FNCC 0048. Jika ditemukan adanya zona jernih maka dilanjutkan dengan metode dilusi cair yaitu dengan cara melakukan pengenceran ektrak akar Wasabia japonica dan ditentukan konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum terhadap bakteri Staphylococus epidermidis FNCC 0048. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ternyata ketiga ekstrak tidak memunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis FNCC 0048. Hal ini mungkin dikarenakan struktur protein pada Staphylococcus epidermidis FNCC 0048 tidak dapat dirusak oleh allyl isothiocyanate.Kata kunci: ekstrak akar Wasabia japonica, Staphylococcus epidermidis FNCC 0048, allyl isothiocyanate, diameter zona hambat
Efek Ekstrak Bunga Sisir (Illicium verum) terhadap Penurunan Kadar Malondialdehida (MDA) pada Tikus Diabetes Galur Sprague dawley Khandar Yosua; Anna Maria Dewajanti
Jurnal Kedokteran Meditek VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v23i64.1570

Abstract

Banyak sekali sumber oksidan atau radikal bebas, baik yang berasal dari asupan yang kita konsumsi ataupun secara tidak sadar terpapar dengan sumber oksidan tersebut. Pada diabetes mellitus terjadi hiperglikemia dan tubuh akan menghasilkan banyak radikal bebas, dalam bentuk oksigen yang reaktif, reactive oxygen species (ROS), yang dapat mengoksidasi protein dan lipid dalam tubuh. Oksidasi lipid yang meningkat oleh adanya ROS tersebut akan menyebabkan peningkatan dari kadar malondialdehida (MDA) di dalam tubuh. Bunga sisir (illicium verum) telah diteliti memiliki tingkat fenolik yang tinggi dari minyak atsirinya, minyak esensial dari bunga sisir yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Berdasarkan teori di atas maka dilakukan penelitian eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui efek antioksidan bunga sisir terhadap tikus Sprague dawley. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini, tikus Sprague dawley dibuat menjadi diabetes (diinduksi dengan streptozotocin, STZ), kemudian diberi perlakuan dengan pemberian bunga sisir dosis 1mg/kgbb dan 0,5mg/kgbb. Untuk mengetahui apakah bunga sisir memberi efek antioksidan terhadap tikus diabetes, maka dilakukan pengukuran kadar MDA di dalam darah tikus. Penelitian dilakukan selama empat belas hari. Pengambilan sampel darah untuk pengukuran kadar MDA dilakukan setiap tujuh hari. Dari data yang didapat terlihat adanya penurunan kadar MDA pada empat dari sepuluh ekor tikus setelah pemberian ekstrak bunga sisir dengan dosis 1mg/kg berat badan dan tiga dari sepuluh ekor pada dosis 0,5mg/kg berat badan.Kata kunci: Sprague dawley, Tikus Diabetes, Streptozotocin (STZ), Bunga Sisir, Illicium verum.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue