cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Literature Review: Gambaran Mikroskopik Paru Hewan Coba yang Dipaparkan Asap Rokok Elektrik (Vape) Eliasyer Eliasyer; Erma Mexcorry Sumbayak; Esther Majawati
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1920

Abstract

Penggunaan rokok elektrik semakin meningkat pada masa ini serta dianggap dapat menjadi alternatif yang lebih aman dibanding rokok konvensional. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan asap rokok elektrik terhadap mikroskopis paru pada hewan coba. Metode yang digunakan dalam tinjauan pustaka ini menggunakan strategi secara komprehensif, seperti pencarian artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, dan tinjauan ulang artikel. Pencarian database yang digunakan adalah Google Scholar dan pubmed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan asap rokok elektrik dapat menyebabkan berbagai kerusakan mikroskopis paru seperti degenerasi dan nekrosis pada mukosa bronkiolus, serta pada pembuluh darah dapat ditemukan kongesti, endoteliosis, kerusakan parenkim, serta hiperplasia tipe 2 pada alveolus, bahkan sampai menyebabkan kanker pada paru hewan coba. Simpulan menyatakan bahwa rokok elektrik belum bisa dikatakan sebagai pengganti rokok konvensional yang sepenuhnya aman. Penggunaan rokok elektrik sebagai alat bant, panjang.
Laporan Kasus : Septo Optic Dysplasia (de Morsier Syndrome) Sony Sutrisno
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v26i3.1922

Abstract

Septo optic dysplasia (SOD) is a rare disease with 1 of 10,000 live births incidence. It consists of midline brain structure dysgenesis, optic nerve dysgenesis, and pituitary disfunction. We report an 11 year old female with strabismus and visual impairment. Eye examination showed that her visual acuity is 1/60 for right eye and 6/6 for left eye. Neither delay developmental nor neurological disorder was found. Brain CT showed hypoplasia of the right optic nerve sheath and the absence of septum pellucidum. The pituitary was observed to be within the normal limit. Radiology examination has an important role as one of diagnostic tools for SOD because of its superiority in evaluating brain structure and optic nerve.
Efektifitas Fototerapi Pada Bayi Baru Lahir dengan Hiperbilirubinemia Berdasarkan Jenis Lampu dan Panjang Gelombang Fototerapi Calvin Augurius; Suryadi Susanto; Yorisye Septiana
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.1923

Abstract

Hiperbilirubinemia adalah peningkatan kadar bilirubin dalam darah, baik oleh faktor fisiologis maupun non fisiologis yang secara klinis menimbulkan gejala yang disebut ikterus (kuning). Fototerapi adalah salah satu manajemen untuk mencegah kerusakan otak akibat bilirubin pada neonatus. Bilirubin merupakan target fototerapi menyerap sinar secara maksimal pada spektrum biru (460-490 nm). Namun, literatur lain mengatakan spektrum panjang gelombang berbeda, yaitu pirus (497 nm) juga sama efektifnya dalam menurunkan kadar bilirubin. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis lampu dan rentang panjang gelombang fototerapi yang paling efektif terhadap neonatus hiperbilirubinemia. Eligibilitas penelitian berdasarkan Participant, Intervention, Comparison, and Outcomes (PICO) dan Boolean Operator. Database elektronik berasal dari Pubmed dan Google Scholar. Kriteria inklusi berupa neonatus hiperbilirubinemia, usia gestasi ≥34 minggu sampai 42 minggu atau berat lahir ≥2000g dan kriteria eksklusi berupa bayi hiperbilirubinemia dengan sebab inkompatibilitas ABO, kelainan kongenital, metabolik, dan hemolitik lainnya. Berdasarkan seleksi dan penilaian kualitas, didapatkan 9 artikel dapat dianalisa. Pada pembahasan didapatkan fototerapi lampu hijau panjang gelombang 500 nm memiliki efektifitas yang sama dengan fototerapi gelombang biru panjang gelombang 470 nm dalam penurunan bilirubin total serum, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif. Fototerapi LED memiliki efektifitas yang sama dalam penurunan bilirubin total serum jika dibandingkan dengan fototerapi konvensional.
Efektivitas Latihan Otot Dasar Panggul dalam Mencegah Konstipasi Pasien Stroke Non Hemoragik Veroneka Yosefpa Windahandayani; Yakobus Siswad; Emiliana Tijtra
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1924

Abstract

Konstipasi banyak ditemukan pada pasien stroke non hemoragik. Konstipasi ini disebabkan oleh gangguan hubungan antara sistem saraf dan pencernaan akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh trombus atau embolus. Bahayanya adalah saat mengejan akibat konstipasi, terjadi peningkatan tekanan intra kranial, sehingga penting dilakukan pencegahan konstipasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas latihan otot dasar panggul dalam mencegah konstipasi pada stroke non hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment terhadap 66 subjek yang dipilih dengan teknik purposive sampling, masing-masing 33 subjek pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Latihan otot dasar panggul dilakukan 3 kali sehari selama 3 hari dan dievaluasi pada hari ke-4, konstipasi diukur menggunakan Bristol Stool Chart. Berdasarkan uji statistic Chi-square, didapatkan bahwa ada perbedaan kejadian mencegah konstipasi subjek stroke non hemoragik, antar kelompok kontrol dan intervensi (p<0,05). Kesimpulannya adalah latihan otot dasar panggul efektif mencegah konstipasi pada subjek dengan stroke non hemoragik. Peneliti merekomendasikan pasien stroke non hemoragik untuk melakukan latihan otot dasar panggul secara rutin dengan bantuan keluarga.
Pengaruh Incorporating Progressive Muscle Relaxation dan Diaphragm Breathing Exercise terhadap Aliran Puncak Ekspirasi Pasien Asma Keristina Ajul; Yakobus Siswadi; Wilhelmus Hary Susilo
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v26i3.1927

Abstract

Asthma is a disorder in the form of chronic inflammation of the airways, resulting in the narrowing of the airways, thereby increasing resistance to airflow and decreasing the expiratory flow rate. Asthma management is not only pharmacological but also non-pharmacological. The latter includes exercises incorporating progressive muscle relaxation and diaphragm breathing exercise which can increase peak expiratory flow. The aim of this study was to determine the effect of incorporating progressive muscle relaxation and diaphragm breathing exercise on the increase in peak expiratory flow (PEF) of asthma patients. The research method was quasy experimental pre-test and post-test with control group. The number of research respondents was 80 people, divided into 2 groups, namely 60 people in the intervention group and 20 people in the control group. The results of the paired sample t-test difference in the intervention group showed a significant difference in PEF before and after the intervention (65.05% vs 81.17%, p = 0.00). The results of the independent t-test showed a significant difference between the PEF of the intervention group and the control group (81.17% vs 65.10%, p = 0.00). In conclusion, incorporating progressive muscle relaxation and diaphragm breathing exercise has an effect on the improvement of PEF.
Tinjauan Pustaka: Kajian in Vivo dari Obat Luka Kulit Berbahan Acalypha Indica, Aloe Vera, dan Centella Asiatica Yanto Hindrawan; Rina Priastini Susilowati; Monica Puspa Sari
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1928

Abstract

Luka merupakan gangguan pada sel dan jaringan anatomi yang dapat disebabkan oleh beberapa hal baik disengaja maupun tidak disengaja. Luka terutama pada kulit jika tidak diobati dengan baik maka dapat menimbulkan infeksi. Hal ini disebabkan oleh proses penyembuhan luka yang kompleks dan dinamis. Proses ini memerlukan bantuan berupa obat yang terbuat dari bahan sintesis ataupun alami. Tinjauan pustaka ini ditulis dengan tujuan untuk mengevaluasi kemanjuran tiga tanaman obat yang sering digunakan untuk mengobati luka, yaitu Acalypha indica, Aloe vera , dan Centella asiatica. Penelusuran dan penapisan pustaka di lakukan dengan Proquest, Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci wound healing AND Acalypha indica OR Centella asiatica OR wound healing OR Aloe vera. Sebanyak 25 makalah dipilih untuk penulisan tinjauan pustaka ini. Acalypha indica, Aloe vera , dan Centella asiatica merupakan tanaman obat yang efektif untuk mengobati luka luar. Hal in telah dibuktikan dalam berbagai studi in vivo bahwa ekstrak tanaman herbal ini memiliki efektivitas yang baik untuk menyembuhkan luka dibandingkan obat medis. Penggunaa tanaman herbal untuk pengobatan juga dianggap lebih murah, aman, mudah didapat dan diolah. Acalypha indica, Aloe vera dan Centella asiatica merupakan tanaman obat yang efektif untuk mengobati luka luar.
Perbandingan Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Perkembangan Sosial Emosi Anak Usia 4-5 Tahun Rini Lesmana; Yvonne Marthina; Yorisye Septiana
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1931

Abstract

Tumbuh kembang anak pada usia prasekolah terdiri dari 4 aspek yaitu aspek kognitif, bahasa, motorik, dan yang terpenting, sosial-emosi. Aspek sosial-emosi sangat dipengaruhi oleh pola asuh orangtua. Terdapat 3 tipe pola asuh orangtua yaitu tipe otoriter, demokrasi, dan permisif. Pola asuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang paling penting adalah sosial ekonomi dan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan sosial emosi anak serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pola asuh orangtua. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive stratified random sampling dengan sampel sebanyak 108. Sampel penelitian ini adalah orangtua murid dari 5 TK di Jakarta T.A. 2019/2020. Kuesioner yang digunakan adalah PSDQ (Parenting Style and Dimensions Questionnaires) untuk mengukur pola asuh orangtua dan ASQ:SE (Age and Stages Questionnaires: Social Emotional) untuk mengukur perkembangan sosial emosi anak. Hasil penelitian didapatkan adanya hubungan pola asuh orangtua dengan perkembangan sosial emosi anak (p= 0.004). Pola asuh yang baik akan menghasilkan perkembangan sosial emosi anak normal lebih banyak dan sebaliknya. Didapatkan juga adanya pengaruh status sosial ekonomi orangtua terhadap pola asuh orangtua (p= 0.002). Semakin rendah tingkat sosial ekonomi maka pola asuh cenderung otoriter dan sebaliknya.
Gambaran Pola Bakteri dan Kepekaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Inap dengan Pneumonia di Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Periode Januari – Juni 2019 Theresia Ervina; Ade Dharmawan; Elisabeth D Harahap; Henny Tannady Tan; Rini Latifah
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.1936

Abstract

Prevalensi pneumonia menurut Riset Kesehatan Dasar Indonesia pada tahun 2018 yaitu sebesar 2%. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) adalah patogen paling umum penyebab pneumonia. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat untuk terapi empiris sering menimbulkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bakteri dan penggunaan antibiotik terhadap bakteri penyebab pneumonia. Studi dilakukan dengan pendekatan cross-sectional dengan metode deskriptif. Sampel penelitian adalah rekam medis dari pasien terdiagnosis pneumonia yang dirawat inap di Rumah Sakit Paru dr. M. Goenawan Partowidigdo selama periode Januari–Juni 2019. Sampel ditetapkan secara total population sampling, dimana sebanyak 74 orang memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan pola bakteri penyebab pneumonia didominasi oleh bakteri gram negatif. Dari hasil uji kepekaan antibiotik pada bakteri gram positif, didapatkan antibiotik yang memiliki tingkat sensitivitas di atas 70% adalah linezolid, nitrofurantoin, teicoplanin, dan vancomycin. Sedangkan, pada gram negatif adalah amikacin, gentamicin, imipenem, meropenem, dan piperacillin-tazobactam.
Varisela pada Dewasa, Kehamilan, dan Kondisi Imunokompromais Mikhael San Putra Wijanarko
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1938

Abstract

Varisela merupakan eksantema vesikular yang sangat menular akibat infeksi akut primer eksogen dari virus varisela zoster pada individu yang rentan. Varisela lebih sering menyerang anak-anak dengan usia kurang dari 10 tahun. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui kondisi klinis dan terapi varisela pada dewasa, kehamilan dan kondisi imunokompromais. Pada dewasa, varisela biasanya lebih berat dengan mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak, dimana transmisi yang terjadi melalui droplet atau aerosol dari saluran napas. Masa inkubasinya berkisar antara 10-21 hari. Gejala diawali oleh fase prodromal, kemudian terjadi erupsi kulit yang polimorfik dengan progresifitasnya yang cepat. Pemeriksaan penunjang dapat berupa pemeriksaan Tzank smear, polymerase chain reaction, kultur, dan lain-lain. Varisela pada kehamilan akan mengancam kesehatan ibu dan janin, sedangkan pada pasien imunokompromais, morbiditas dan mortalitas akibat varisela meningkat. Pneumonia varisela merupakan komplikasi varisela yang serius pada dewasa. Pengobatan menggunakan antivirus asiklovir, valasiklovir, dan famsiklovir. Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi, varicella zoster immunoglobuline, dan terapi antivirus profilaksis, sehingga pengobatan yang tepat dan upaya pencegahan dengan vaksinasi pada kelompok dewasa yang rentan perlu dilakukan.
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Perilaku Pencegahan ISPA pada Anak Balita di Kampung Galuga Winning Gustini Daeli; Jimmy Prima Nugraha Harefa; Meivi Widarni Lase; Martina Pakpahan; Agustin Lamtiur
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1939

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi masalah kesehatan utama pada anak dibawah usia lima tahun (balita). Pengetahuan ibu turut memengaruhi kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu mengenai ISPA dengan perilaku ibu dalam pencegahan ISPA pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak balita di Kampung Galuga, Binong. Jumlah sampel sebanyak 40 responden yang didapatkan dengan accidental sampling. Analisa data berupa analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan uji Somers’d. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,5% responden memiliki pengetahuan cukup mengenai ISPA dan sebanyak 57,5% responden memiliki perilaku baik dalam pencegahan ISPA. Diketahui tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu mengenai ISPA dengan perilaku ibu dalam pencegahan ISPA, sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan tidak menentukan perilaku seseorang. Terdapat banyak faktor lainnya yang turut memengaruhi perilaku seseorang dalam pencegahan ISPA, seperti sikap, motivasi, usia, lingkungan, dan sosial budaya. Diperlukan upaya yang holistik, berkelanjutan dan lintas sektor dalam membangun perilaku yang positif dalam pencegahan ISPA.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue