cover
Contact Name
Fathonah K. Daud
Contact Email
fathkasuwi@gmail.com
Phone
+6281294044100
Journal Mail Official
alhakam.iaialhikmahtuban@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantre Al Hikmah No. 1-3 Binangun Singgahan Tuban Jawa Timur 62361, Indonesia.
Location
Kab. tuban,
Jawa timur
INDONESIA
Al Hakam: The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues
ISSN : 27763404     EISSN : 27763404     DOI : https://doi.org/10.35896/alhakam.v3i2
Core Subject : Social,
Al Hakam: The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues,is a scientific periodical published by the Islamic Family Law Study Program, Fakulty of Syariah, University of Al-Hikmah Indonesia. The articles featured in this scientific periodical are about thoughts on family law, fiqh al-nisa, marriage traditions, Islamic justice and gender issues. Al Hakam: The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues The main language is Indonesian, while the additional languages are English and Arabic. Al Hakam: The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues is published twice a year, namely in May and November.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 66 Documents
ANALISIS TANGGUNGJAWAB AYAH TUNGGAL DALAM HAḌANAH DAN PERWALIAN ANAK DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM: STUDI DI DESA JATISARI TUBAN: ANALYZING THE RESPONBILITIES OF SINGLE FATHERS IN HAḌANAH AND GUARDIANSHIP WITHIN THE FRAMEWORK OF THE COMPILATION OF ISLAMIC LAW: A CASE STUDY OF JATISARI VILLAGE TUBAN Istingadah; Fathonah K. Daud
Al Hakam : The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues Vol 6 No 1 (2026): Al Hakam
Publisher : Study Program of Islamic Family Law, Syari'ah Faculty, University of Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/alhakam.v6i1.1364

Abstract

Penelitian ini mengkaji tanggung jawab hukum ayah tunggal dalam hak asuh dan perwalian anak berdasarkan Pasal 105 dan 107 KHI dari riset yang dilakukan di desa Jatisari Kecamatan Senori Tuban. Fenomena meningkatnya jumlah ayah tunggal akibat kematian pasangan serta perubahan struktur keluarga di masyarakat desa menjadi latar belakang penting penelitian ini,, terutama karena banyak kajian yang secara spesifik membahas kesiapan ayah dalam menjalankan fungsi pengasuhan secara mandiri. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pengumpulan data secara langsung dari lokasi untuk menggali kondisi kenyataan ayah tunggal. Meskipun secara hukum ibu menjadi pengasuh utama, anak-anak diasuh oleh ayah setelah kematian ibu, sehingga budaya patriarki yang masih ada menempatkan dan factor ketidak siapan ayah memberi tantangan baru. Hasil temuan menunjukkan ketidakselarasan antara norma hukum dan kondisi sosial sehingga diperlukan penguatan kapasitas ayah tunggal agar tanggung jawabnya tidak hanya legal tetapi juga efektif secara sosial dan emosional. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya dukungan sosial dan edukasi pengasuhan berbasis nilai keislaman guna memperkuat peran ayah dalam memenuhi kebutuhan anak secara holistik.
PENOLAKAN DISPENSASI NIKAH OLEH HAKIM: ANALISIS YURIDIS NORMATIF DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK: JUDICIAL REJECTION OF MARRIAGE DISPENSATION: A NORMATIVE JURIDICAL ANALYSIS FROM THE PERSPECTIVE OF CHILD PROTECTION Awal Mukmin; Andi Mulyanti Selayar H
Al Hakam : The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues Vol 6 No 1 (2026): Al Hakam
Publisher : Study Program of Islamic Family Law, Syari'ah Faculty, University of Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/c4fgqt07

Abstract

Permohonan dispensasi nikah bagi anak di bawah umur berdasarkan UU No. 16/2019 masih marak di Indonesia, namun tidak semua permohonan dikabulkan. Penelitian yuridis normatif ini bertujuan menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim dalam menolak permohonan tersebut melalui studi dokumen putusan pengadilan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan umumnya didasari oleh ketidakmatangan emosional, psikologis, ketidaksiapan ekonomi, serta rendahnya tingkat pendidikan calon mempelai. Hakim mengutamakan prinsip kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child) sesuai hukum nasional dan internasional. Kesimpulannya, penolakan oleh hakim tidak hanya berpijak pada norma formal, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, moral, dan perlindungan anak dari dampak negatif pernikahan dini. Oleh karena itu, dispensasi nikah harus diposisikan sebagai upaya terakhir (ultimum remedium), bukan solusi utama.
KONTROL SOSIAL ORANG TUA DAN FENOMENA DISPENSASI KAWIN DI BOJONEGORO: PERSPEKTIF TRAVIS HIRSCHI: PARENTAL SOCIAL CONTROL AND THE PHENOMENON OF MARRIAGE DISPENSATION IN BOJONEGORO: A TRAVIS HIRSCHI PERSPECTIVE Abdul Jalil; Aya Mamlu'ah; Hanif Azhar; Fatimah Fittrotuzzahro
Al Hakam : The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues Vol 6 No 1 (2026): Al Hakam
Publisher : Study Program of Islamic Family Law, Syari'ah Faculty, University of Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/alhakam.v6i1.1394

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran orang tua dalam keluarga upaya preventif  dalam menurunkan angka despensasi nikah di bojonegoro dengan menggunakan kacamata teori kontrol sosial travis hirschi. Dengan menggunakan metode metode penelitian yang kami gunakan adalah metode kualitatif, deskriptif analisis dengan menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Tujuannya untuk mengetahui dinamika despensasi kawin di kabupten Bojonegoro, serta untuk mengetahu peran orang tua dalam preventif menurunkan angka despensasi nikah di kabupaten bojonegoro dengan menggunakan pendekatan teori kontrol sosial travis hirschi Hasil analisis menunjukkan dengan menggunakan teori kontrol sosial travis hirschi akan mampu menekan tingginya permohonan despensasi kawin di Bojonegoro dengan cara melibatkan orang tua dalam kelurga meliputi: Attachment (ikatan emosional), Involvement (keterlibatan aktif), Commitment (komitmen kuat terhadap nilai-nilai positif), dan Belief (keyakinan terhadap norma moral yang berlaku) dengan melibatkan dan dukungan lembaga sosial lain, seperti masyarakat, institusi pendidikan, serta aparat penegak hukum.
TINJAUAN MAQASHID AL-SYARIAH TERHADAP KONSEP TAKHARUJ PERSPEKTIF WAHBAH ZUHAILY: MAQASHID AL-SYARIAH REVIEW OF THE CONCEPT OF TAKHARUJ PERSPECTIVE OF WAHBAH ZUHAILY Ita Ma’rifatul Fauziyah; Dewi Lutfiatul Izzah
Al Hakam : The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues Vol 6 No 1 (2026): Al Hakam
Publisher : Study Program of Islamic Family Law, Syari'ah Faculty, University of Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/alhakam.v6i1.1396

Abstract

Takharuj merupakan mekanisme dalam hukum waris Islam yang memungkinkan seorang ahli waris untuk melepaskan hak warisnya dengan imbalan tertentu guna mencapai penyelesaian yang damai dan menghindari perselisihan antaranggota keluarga. Dalam perspektif maqashid al-syariah, takharuj bertujuan menjaga kemaslahatan, keadilan, dan keharmonisan dalam kehidupan keluarga muslim secara menyeluruh. Artikel ini membahas konsep takharuj secara mendalam menurut pandangan Wahbah Zuhaili serta bagaimana maqashid al-syariah berperan penting dalam menjustifikasi kebolehan dan manfaatnya dalam praktik hukum Islam kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari berbagai sumber-sumber utama yang relevan, termasuk kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah Zuhaili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takharuj dapat menjadi solusi yang efektif dan tepat dalam penyelesaian sengketa warisan, selama memenuhi prinsip keadilan, kesukarelaan, dan tidak bertentangan dengan ketentuan syariat Islam. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa konsep takharuj selaras dengan maqashid al-syariah dan layak diterapkan sebagai bentuk alternatif penyelesaian konflik dalam hukum waris Islam.
CUTI AYAH, BEBAN KERJA DOMESTIK, DAN KETIMPANGAN GENDER DI INDONESIA: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PATERNITY LEAVE, DOMESTIC WORKLOAD, AND GENDER INEQUALITY IN INDONESIA: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Mas Umar; Siti Alfiyah; Faidatin Nurun Naza
Al Hakam : The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues Vol 6 No 1 (2026): Al Hakam
Publisher : Study Program of Islamic Family Law, Syari'ah Faculty, University of Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/alhakam.v6i1.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur mengenai kebijakan cuti ayah dalam kaitannya dengan beban domestik dan ketimpangan gender di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada bagaimana isu ini dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam, norma gender, dan konteks negara berkembang. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan protokol PRISMA. Terdapat 40 studi yang dianalisis terdiri dari 20 artikel dari database ScienceDirect dan 20 artikel dari Google Scholar yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi tertentu dari total 426 hasil pencarian selama periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan cuti ayah di negara-negara berkembang termasuk Indonesia masih minim secara durasi dan cakupan, serta sangat dipengaruhi oleh struktur sosial patriarkal dan kepentingan ekonomi. Temuan juga menunjukkan bahwa dalam masyarakat Muslim, peran ayah dalam pengasuhan masih dipandang sekunder meskipun terdapat nilai-nilai Islam yang mendukung keterlibatan ayah secara aktif dalam keluarga. Tantangan utama dalam implementasi cuti ayah adalah lemahnya dukungan kebijakan, stereotip gender, dan rendahnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya distribusi beban domestik yang setara. Namun demikian, terdapat peluang besar melalui reformasi kebijakan, pengarusutamaan gender, dan reinterpretasi nilai-nilai keislaman yang lebih progresif. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan perlunya penguatan kebijakan cuti ayah yang berkeadilan gender dan sensitif terhadap konteks sosial-keagamaan di Indonesia.
ANALISIS KRITIS PERLINDUNGAN HAK ANAK HASIL INCEST: STUDI PUTUSAN PENGADILAN AGAMA MALANG: A CRITICAL ANALYSIS OF CHILD RIGHTS PROTECTION FOR CHILDREN BORN OF INCEST: A STUDY OF THE MALANG RELIGIOUS COURT DECISION Anevia Thalia Artamerano; Idaul Hasanah; Soni Zakaria
Al Hakam : The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues Vol 6 No 1 (2026): Al Hakam
Publisher : Study Program of Islamic Family Law, Syari'ah Faculty, University of Al-Hikmah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35896/alhakam.v6i1.1399

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hak anak dalam Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Malang Nomor 849/Pdt.P/2024/Kab.Mlg yang menolak permohonan penetapan asal-usul anak akibat hubungan sedarah (incest). Fokus penelitian diarahkan pada keselarasan pertimbangan hakim dengan ketentuan hukum Islam dan hukum positif terkait larangan penetapan nasab dari hubungan incest, serta bagaimana putusan tersebut mengakomodasi prinsip perlindungan anak. Tujuan penelitian meliputi penguraian dasar pertimbangan hukum majelis hakim, identifikasi aspek perlindungan anak yang terpenuhi maupun terabaikan, dan analisis implikasi putusan terhadap pemenuhan hak identitas anak. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan, kasus, dan maqāṣid al-syarī‘ah, serta perbandingan dengan konvensi hak anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan telah sesuai prinsip hifẓ al-nasl dan hukum positif, namun belum sepenuhnya memenuhi prinsip the best interests of the child, terutama terkait bukti biologis dan pengakuan identitas anak.