cover
Contact Name
Pringati Singarimbun
Contact Email
pringatis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
031262646@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Kompleks PGRI No. 46A Gunung Pangilun RT 001/RW 001 Kel. Kampung Olo Kec. Nanggalo Padang 25143, Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Socio-political Communication and Policy Review
ISSN : -     EISSN : 30465141     DOI : https://doi.org/10.61292/shkr
Socio political Communication and Policy Review is an academic journal that focuses on research and analysis in the fields of social, humanities, communication, and policy. The journal aims to be an intellectual platform that provides a platform for researchers, academics, and practitioners to share thoughts, research findings, and critical views related to various aspects of social life and policy. The journal s topic coverage includes, but is not limited to: Social and Humanities Examines aspects of human life, including culture, history, sociology, anthropology, and psychology. Communication Explores communication dynamics in various contexts, such as mass media, interpersonal communication, organizational communication, and communication technology. Policy: Presents policy analysis in various fields, such as public policy, social policy, education policy, and environmental policy.
Articles 172 Documents
Strategi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Badung Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat Usia Produktif Pada Pemilu Serentak Tahun 2024 (Studi Kasus : Kecamatan Kuta Selatan, Badung) Gracella, Eugenia Fernanda; Wijaya, Komang Adi Sastra; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.121

Abstract

This study aims to analyze the efforts made by the Badung Regency General Election Commission to increase public participation in South Kuta District. The research uses a descriptive qualitative method, collecting data from observations, interviews, and documentation based on five indicators: goals, environment, guidance, action, and learning. Researchers conduct interviews with informants who meet the qualifications of this research topic. The results of this study show that the strategies used by the Badung Regency General Election Commission have been successful, as evidenced by the increased political participation in Badung Regency compared to the 2019 elections. The people of South Kuta District understand the elections; however, some residents from outside the South Kuta area are still reluctant to change polling stations. Recommendations from this study include the Badung Regency General Election Commission promoting campaigns focused on relevant issues for the community, providing training for the PPS and KPPS officials, evaluating the systems used during vote counting, and ensuring transparency in the election stages to enhance public trust in the General Election Commission and elections. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap upaya yang dikerahkan kpu kabupaten badung untuk meningkatkan minat partisipasi masyarakat kecamatan kuta selatan. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sehingga peneliti mengumpulkan data dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi berdasarkan lima indikator yaitu tujuan, lingkungan, pengarahan, tindakan, dan pembelajaran. peneliti melakukan wawancara dengan informan yang memenuhi kualifikasi topik penelitian ini. hasil dari penelitian ini ialah strategi yang digunakan kpu kabupaten badung menunjukkan keberhasilan yang dibuktikan dengan meningkatnya partisipasi politik di kabupaten badung jika dibandingkan dengan pemilu tahun 2019. masyarakat kecamatan kuta selatan telah memahami tentang pemilu hanya saja untuk masyarakat yang berasal dari luar wilayah kuta selatan beberapa masih enggan untuk mengurus perpindahan tps. rekomendasi dari penelitian ini adalah kpu kabupaten badung dapat mempromosikan kampanye yang berfokus pada isu relevan bagi masyarakat, lalu memberikan pelatihan untuk jajaran pps dan kpps, melakukan evaluasi sistem yang digunakan saat penghitungan suara, dan memastikan transparansi tahapan pemilu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat pada kpu dan pemilu.
Kinerja Dinas Pertanian Kota Denpasar dalam Upaya Penanggulangan Penyakit Rabies Melalui Program Pemberian Vaksinasi Rabies di Kota Denpasar Zakaria, Febby Cynthia
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.122

Abstract

The aim of this research is to analyze the performance of Agriculture Service of Denpasar in dealing with the problem of rabies in Denpasar using the rabies vaccination program and to find out what factors hinder the implementation of the rabies prevention program carried out by Agriculture Service of Denpasar. This research uses descriptive qualitative research with data collection techniques in the form of observation, documentation and in-depth interviews with informants. Performance measurement is carried out using indicators from Lenvinne which include Responsiveness, Responsibility and Accountability. The results of the research obtained show that the performance shown by the Department in carrying out the rabies vaccination program is good, but there are still deficiencies that prevent performance from being optimal, such as the number of Human Resources (HR) which is still insufficient, public knowledge of rabies is not yet in depth, and Department programs that are not socialized mean that people do not take full advantage of the benefits of the program. The recommendations that the author can give are adding Human Resources and veterinary staff in the Animal Husbandry and Animal Health Sector at Agriculture Service of Denpasar and UPTD Puskewan Denpasar, optimizing the dissemination of information about the vaccination program, and increasing socialization about what rabies is and the danger of the rabies virus to society. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja dari Dinas Pertanian Kota Denpasar dalam menangani permasalahan penyakit rabies di Kota Denpasar menggunakan program vaksinasi rabies dan mengetahui faktor apa yang menghambat pelaksanaan program pencegahan rabies yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam dengan informan. Pengukuran kinerja dilakukan menggunakan indikator dari Lenvinne yang meliputi Responsivitas (Responsivity), Responsibilitas (Responsibility), dan Akuntabilitas (Accountability). Hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa kinerja yang ditunjukkan oleh Dinas dalam melakukan program vaksinasi rabies sudah baik, namun masih ditemukan kekurangan yang menghambat kinerja bisa menjadi lebih maksimal seperti jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih kurang, pengetahuan masyarakat akan penyakit rabies yang belum mendalam, dan program Dinas yang yang tidak disosialisasikan menjadikan masyarakat yang tidak memanfaatkan adanya manfaat program secara penuh. Adapun rekomendasi yang bisa penulis berikan yaitu penambahan Sumber Daya Manusia dan staff dokter hewan pada Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Dinas Pertanian Kota Denpasar serta UPTD Puskewan Denpasar, optimalisasi dalam penyebaran informasi mengenai program vaksinasi, dan peningkatan sosialisasi mengenai apa itu rabies dan bahaya virus rabies kepada masyarakat. Kata Kunci : Kinerja, Dinas Pertanian Kota Denpasar, Vaksinasi Rabies.
Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dalam Penerapan Sistem Layanan Perizinan Online (LAPERON) di Kabupaten Badung Sihombing, Rani; Prabawati, Ni Putu Anik; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.123

Abstract

This study aims to assess the performance of DPMPTSP in implementing online licensing service systems. The research method used is qualitative research with a descriptive approach. The data sources used are primary and secondary data sources. The informant determination technique used purposive sampling. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the implementation of online licensing service systems by DPMPTSP of Badung Regency is still not optimal due to several obstacles. This is because the website often encounters errors, many people still do not understand technology, the public still does not understand the online licensing service system, and there are still constraints on human resources. In conclusion, despite several obstacles, the implementation of online licensing service systems by DPMPTSP of Badung Regency has provided a positive contribution to improving performance and services to the public. Conducting regular socialization in providing online licensing services to the public, and improving public service technology so that people are more accustomed to using technology. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja DPMPTSP dalam menerapkan sistem layanan perizinan online. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem layanan perizinan online oleh DPMPTSP Kabupaten Badung masih belum optimal karena adanya beberapa kendala. Hal ini dikarenakan karena websitenya masih sering eror, masih banyak masyarakat yang masih belum mengerti teknologi, masyarakat masih belum paham dengan sistem layanan perizinan online, dan masih tedapat kendala pada sumber daya manusia yang kurang. Kesimpulannya, meskipun terdapat beberapa kendala, implementasi sistem layanan perizinan online oleh DPMPTSP Kabupaten Badung telah memberikan kontribusi positif dalam upaya memperbaiki kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Melakukan sosialisasi secara rutin dalam memberikan pelayanan perizinan secara online kepada masyarakat, dan meningkatan teknologi pelayanan pubik agar masyarakat lebih terbiasa menggunakan teknologi. Kata Kunci : Kinerja, Layanan Perizinan Online (LAPERON), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Pelayanan Perizinan
Komodifikasi Tradisi Omed-Omedan Banjar Kaja Desa Adat Sesetan Kota Denpasar Saskita, I Nyoman Urip Satyaraga Arya; Arjawa, I Gst. Pt. Bagus Suka; Kamajaya, Gede
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.124

Abstract

This study aims to provide a comprehensive overview of the commodification process based on community initiatives, accompanied by complete information regarding the timeline and involvement of the actors. The form of commodification in this tradition is packaged in the form of a festival and the addition of cultural attractions and "peken paiketan" as attractions and added value in the festival's implementation. The process of commodification of the Omed-omedan tradition takes place in three stages: planning, preparation, and execution. The planning stage is related to the role of youth as initiators of the commodification of Omed-omedan into a festival form; they are also actively communicating the idea to traditional figures to obtain approval and support. The preparation stage involves facilitators, actors responsible for supporting festival activities from organizing work assignments, resource management to stakeholder negotiation. The facilitators involved include the traditional elders of Banjar Kaja Sesetan, the village chief of Sesetan Traditional Village, the Denpasar City Government, and sponsors. The execution stage involves all actors, especially the Banjar Kaja Sesetan community, STT, village security personnel, city government, media partners, and sponsors. Abstrak Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh terkait proses komodifikasi tradisi yang berlangsung atas dasar inisasi masyarakat disertai dengan informasi lengkap terkait linimasa dan keterlibatan para aktor. Bentuk komodifikasi dalam tradisi ini yakni dikemas dalam bentuk festival serta penambahan atraksi budaya dan peken paiketan sebagai daya tarik dan nilai tambah dalam pelaksanaan festival. Proses komodifikasi tradisi Omed-omedan berlangsung dalam tiga tahapan yakni tahap perencanaan, persiapan dan eksekusi. Tahap perencanaan berkaitan dengan peran pemuda sebagai inisiator komodifikasi Omed-omedan menjadi festival, mereka juga aktif mengkomunikasikan ide tersebut kepada tokoh adat untuk mendapat persetujuan dan dukungan. Tahap persiapan berkaitan dengan fasilitator yakni aktor-aktor yang bertugas untuk mendukung kegiatan festival mulai dari penyusunan pembagian kerja, pengelolaan sumber daya hingga negosiasi stakeholder. Adapun fasilitator yang terlibat yakni prajuru adat Banjar Kaja Sesetan, Bendesa Desa Adat Sesetan, Pemerintah Kota Denpasar dan pihak sponsor. Tahap eksekusi melibatkan seluruh aktor khususnya masyarakat Banjar Kaja Sesetan, STT, pihak keamanan dari desa maupun pemerintah kota, media partner dan sponsor. Kata Kunci: Komodifikasi tradisi, Tradisi Omed-omedan, globalisasi.
Tradisi Mebuug-Buugan Desa Adat Kedonganan pada Era Globalisasi Febriyantari, Ni Kadek; Punia, I Nengah; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.125

Abstract

This research focuses on the mebuug-buugan tradition, a tradition of self purification which has deep spiritual and sociological meaning. This tradition is carried out once a year on the Ngembak Geni ceremony. The aim of this research is to explain and analyze the meaning of the mebuug-buugan tradition, as well as to understand the mebuug-buugan tradition in depth from the people who participate directly. This research uses a research method with a qualitative descriptive approach. The theory that is the tool of analysis in this research is Alfred Schutz's phenomenological theory. The results of this research suggest that the mebuug-buugan tradition is a religious ceremony that has deep meaning for the people of Kedonganan Traditional Village. In the era of globalization, the mebuug-buugan tradition has undergone several reconstructions, but the essence and original values ​​of this tradition are still maintained. Efforts to maintain the authenticity of traditions and adapt them to modern contexts are a challenge faced by various cultures throughout the world in the era of globalization. The mebuug-buugan tradition reflects the local wisdom of the Kedonganan Traditional Village community. This tradition is not only a means of entertainment, but also has deep spiritual and social meaning, depicting the solidarity and togetherness of village residents and maintaining balance between humans and nature. Abstrak Penelitian ini berfokus pada tradisi mebuug-buugan yakni sebuah tradisi penyucian diri yang memiliki makna spiritual dan sosiologis yang mendalam. Tradisi tersebut dilaksanakan setiap 1 tahun sekali tepat pada hari raya ngembak geni. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan dan menganalisis mengenai makna dari tradisi mebuug-buugan, serta untuk memahami tradisi mebuug-buugan secara mendalam dari masyarakat yang berpartisipasi secara langsung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teori yang menjadi pisau analisis dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi Alfred Schutz. Hasil dalam penelitian ini mengemukakan bahwa tradisi mebuug-buugan merupakan upacara keagamaan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Desa Adat Kedonganan. Pada era globalisasi, tradisi mebuug-buugan telah mengalami beberapa rekonstruksi, namun esensi dan nilai-nilai asli dari tradisi ini tetap dipertahankan. Upaya untuk menjaga otentisitas tradisi menyesuaikan dengan konteks modern merupakan tantangan yang dihadapi oleh beragam budaya diseluruh dunia dalam era globalisasi. Tradisi mebuug- buugan mencerminkan kearifan lokal masyarakat Desa Adat Kedonganan, tradisi ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam, menggambarkan solidaritas dan kebersamaan warga desa serta menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Kata Kunci : Mebuug-buugan, Fenomenologi, Nyepi, Makna Tradisi Mebuug- buugan
Collaborative Governance Berbasis Transformasi Digital Melalui Program Taring Dukcapil Di Disdukcapil Kota Denpasar Wismayanti, Kadek Wiwin Dwi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.126

Abstract

The aim of this research is to find out how collaborative governance is based on digital transformation through the Taring Dukcapil program at the Denpasar City Disdukcapil. This research is qualitative research with descriptive approach. Research data was obtained through interview techniques, observation, questionnaires, documentation, and literature study. The Head of the Data Utilization and Service Innovation Division of the Denpasar City Disdukcapil, The Young Expert Policy Analysis of the Denpasar City Disdukcapil, and the people of Denpasar City were the informants for this research. The results of this research show four indicators in Collaborative Governance based on digital transformation through the Taring Dukcapil program in the Denpasar City Disdukcapil, namely: 1) Initial conditions, namely the conditions behind the formation of the Taring Dukcapil program in the Denpasar City Disdukcapil along with its supporting resources. 2) Institutional design, namely the existence of regulations or mechanisms to realize collaboration. 3) Leadership, namely the Taring Dukcapil program which is an initiative of the leadership of the Denpasar City Disdukcapil. 4) Collaborative process, namely face-to-face dialogue between the Denpasar City Disdukcapil and PT. Gojek and Grab finally reached an agreement to collaborate. To maintain the existing collaboration, each party makes a cooperation agreement which is expected to support sustainable collaboration. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana collaborative governance berbasis transformasi digital melalui program Taring Dukcapil di Disdukcapil Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, kuesioner, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kota Denpasar, Analisis Kebijakan Ahli Muda Disdukcapil Kota Denpasar, dan masyarakat Kota Denpasar merupakan informan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan empat indikator dalam collaborative governance berbasis transformasi digital melalui program Taring Dukcapil di Disdukcapil Kota Denpasar, yaitu: 1) Kondisi awal, yaitu keadaan yang melatarbelakangi dibentuknya program Taring Dukcapil di Disdukcapil Kota Denpasar beserta sumber daya pendukungnya. 2) Desain kelembagaan, yaitu adanya regulasi atau mekanisme dalam menjalin kolaborasi. 3) Kepemimpinan, yaitu adanya program Taring Dukcapil merupakan prakarsa dari pimpinan Disdukcapil Kota Denpasar. 4) Proses kolaboratif, yaitu adanya dialog tatap muka antara Disdukcapil Kota Denpasar dengan PT. Gojek dan Grab sampai akhirnya mencapai kesepakatan untuk melakukan kolaborasi. Untuk menjaga kolaborasi yang telah terjalin, masing-masing pihak membuat perjanjian kerja sama yang diharapkan dapat mendukung terjadinya kolaborasi yang berkelanjutan. Kata Kunci: Collaborative Governance; Administrasi Kependudukan; Taring Dukcapil
Electronic Government Melalui Pengelolaan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi): Studi Kasus Kpu Provinsi Bali Purnamaningsih, Putu Eka
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.127

Abstract

This research aims to determine the development of electronic government through the management of an integrated dynamic archival information system (SRIKANDI): Case Study of the Bali Province KPU. The method used in this research is a descriptive qualitative method with a case study approach model. Data collection in this research was carried out by means of observation, interviews and documentation. The results obtained are based on the elements of successful e-government development proposed by Indrajit (2004), it was found that the support indicators for the implementation of e-government SRIKANDI have been supported by the highest leaders. The Capacity indicator shows that adequate human resources, financial resources and technological infrastructure are available. However, the obstacles faced in the capacity indicator are the availability of technological infrastructure networks. This is due to frequent errors in accessing the SRIKANDI application. Then in the value indicator, the benefits felt are only from the government, this is because the SRIKANDI application cannot be accessed by the general public. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan electronic government melalui pengelolaan sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi (SRIKANDI): Studi Kasus KPU Provinsi Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan model pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh berdasarkan elemen sukses pengembangan e-government yang dikemukakan oleh Indrajit (2004), diperoleh bahwa dalam indikator support penerapan e-government SRIKANDI telah didukung oleh para pemimpin tertinggi. Dalam indikator Capacity menunjukan bahwa telah tersedianya sumber daya manusia, sumber daya finansial serta infrastruktur teknologi yang memadai. Namun kendala yang dihadapi dalam indikator capacity ketersediaan jaringan infrastruktur teknologi. hal ini dikarenakan seringnya error dalam mengakses aplikasi SRIKANDI. Kemudian dalam indikator value, manfaat yang dirasakan hanya dari pihak pemerintah, hal ini dikarenakan aplikasi SRIKANDI tidak dapat diakses oleh masyarakat umum. Kata Kunci:E-government, arsip digital, srikandi.
Pola Hubungan Sosial Transmigran Etnik Bali di Desa Adat Restu Rahayu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung Anjani, Luh Gede Prita Cahya; Punia, I Nengah; Ranteallo, Ikma Citra
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.128

Abstract

This study aims to delve deeper into the social relationship patterns of Balinese transmigrant communities in Restu Rahayu Adat Village, East Lampung. The research employed a qualitative research method by conducting fieldwork to investigate the social conditions and gather relevant research data. The results indicate that the Balinese Adat Village plays a crucial role in preserving the uniqueness and cultural resilience of Balinese culture, while also promoting economic and social advancement for its community. Furthermore, the Balinese Adat Village contributes to the enhancement of ethics and morals, serves as a venue for social activities, and facilitates the implementation of yadnya ceremonies. The social relationship pattern in Restu Rahayu Adat Village is characterized by clustered settlements, based on the proximity of their original residence areas during transmigration, resulting in exclusive groups. These social relationships are reflected in daily activities, such as mutual cooperation and active participation in ancestral customs and cultural values. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai pola hubungan sosial transmigran etnik bali di desa adat Restu Rahayu, Lampung Timur. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan turun langsung ke lokasi penelitian untuk menyelidiki kondisi sosial dan mendapatkan data penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan desa adat di Bali memiliki fungsi penting dalam melestarikan keunikan dan daya tahan budaya Bali, sekaligus mempromosikan kemajuan ekonomi dan sosial masyarakatnya. Kemudian Desa Adat Bali berperan dalam meningkatkan etika dan moral, sarana aktivitas sosial, dan pelaksanaan upacara yadnya. Pola hubungan masyarakat Desa Adat Restu Rahayu memiliki bentuk pemukiman berkelompok yang didasari oleh kedekatan tempat tinggal sebab berasal dari daerah yang sama saat bertransmigrasi sehingga memunculkan kelompok yang eksklusif. Hubungan sosial tersebut tercermin dalam kegiatan sehari-hari, seperti gotong royong dan partisipasi aktif dalam nilai-nilai adat dan budaya leluhur. Kata Kunci: Transmigran, Desa Adat, Budaya Bali
Tinjauan Sosiologis Difusi Inovasi QR Code Dalam Menu Makanan dan Minuman Pada Restoran Maupun Kafe di Panjer, Denpasar Selatan Rasmi, I Gst Ayu Diah Citra; Tamim, Imron Hadi; Nugroho, Wahyu Budi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.130

Abstract

The aim of this research is to explain and analyze consumer responses to QR Code technology innovations on food and drink menus in restaurants and cafes in the Denpasar area. The method used in this research is a qualitative approach with a descriptive-explanatory type. The theory chosen as a scalpel in analyzing this research is the diffusion of innovation from Everett M. Rogers. The results of this research reveal that QR Code technology innovation on food and drink menus in restaurants and cafes in the Denpasar area has been used since the Covid-19 pandemic. Then, the development of the digital era increasingly made restaurants and cafes implement these innovations because they were considered efficient, practical and easy. This innovation in restaurants and cafes in the Denpasar area has made consumers feel the positive impact. Consumers assess that this innovation makes it easier to view the menu, is practical and easy to access, so this innovation can be said to have received a positive response from consumers. However, it is not uncommon for some consumers not to know and not be accustomed to new innovations regarding QR Codes for food and drink menus. Especially when consumers experience problems with their cellphones, such as not having an internet network, being slow, and so on. So, for some consumers, this QR Code innovation has not been responded to well. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah memaparkan dan menganalisis terkait respon konsumen terhadap inovasi teknologi QR Code dalam menu makanan dan minuman pada restoran maupun kafe di daerah Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang dipilih sebagai pisau bedah dalam menganalisis penelitian ini adalah difusi inovasi dari Everett M. Rogers. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa inovasi teknologi QR Code dalam menu makanan dan minuman pada restoran maupun kafe di daerah Denpasar digunakan semenjak adanya pandemi Covid-19. Kemudian, perkembangan zaman yang serba digital makin membuat pihak restoran maupun kafe menerapkan inovasi ini karena dianggap efisien, praktis dan mudah. Adanya inovasi ini pada restoran maupun kafe di daerah Denpasar membuat konsumen merasakan dampak yang positif, konsumen menilai inovasi ini memudahkan dalam melihat menu, praktis dan mudah untuk di akses, sehingga inovasi ini dapat dikatakan menuai respon yang positif dari konsumen. Namun, tak jarang juga jika beberapa konsumen yang belum mengetahui dan belum terbiasa atas inovasi baru mengenai QR Code untuk menu makanan dan minuman. Apalagi ketika konsumen mengalami kendala dengan handphonenya, seperti tidak memiliki jaringan internet, lemot, dan lain sebagainya. Sehingga, untuk beberapa konsumen inovasi QR Code ini belum di respon dengan baik. Kata kunci: QR Code, menu digital, inovasi teknologi dan digitalisasi.
Konsep Diri Model Perempuan Plus Size yang Tergabung dalam Gunggek Management Aridewi, Ida Ayu Kiyani Cahya; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Aditya, I Gst. Ngr. Agung Krisna
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.132

Abstract

This study focuses on the formation of the self-concept of plus size female models who are members of Gunggek Management. This study purpose to describe and analyze sociologically related to the formation of the self-concept of plus size female models who are members of Gunggek Management. The method that used in this study is a qualitative-exploratory type. This study used Beauty Myths theory by Naomi Wolf as analytical tools. The results of this study reveal that by sociologically the plus size female models who are members of Gunggek Management are able to develop a positive self-concept and believe they are able to face the negative stigmas and pressure of Beauty Myths. That ability was formed due to a lot of support and many social interaction with Gunggek Management, so that they became more confident and able to accept themselves despite the negative stigma regarding of beauty myths. Also, in this study found that overall the plus size female models who are members of Gunggek Management have felt the pressure of Beauty Myths. But, they were able to develop a more inclusive concept of beauty based on their personal preferences, health, and self-comfort as independent individuals. However, in this study it was found that the self-concept of plus size female models is dynamic that will continue to change because it is influenced by the situation and conditions. In this study the self-concept of the plus size female models are strong and positive is a form of acceptance of themselves against the situation is the body shaming as a result of the stigmas of the myth of beauty. Abstrak Penelitian ini berfokus pada pembentukan konsep diri model perempuan plus size yang tergabung dalam Gunggek Management. Tujuan dari penelitian ini adalah menguraikan dan menganalisis secara sosiologis terkait dengan pembentukan konsep diri model perempuan plus size yang tergabung dalam Gunggek Management. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksplanatif. Teori yang digunakan sebagai pisau bedah dalam menganalisis penelitian ini adalah teori mitos kecantikan oleh Naomi Wolf. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa secara sosiologis para model perempuan plus size yang tergabung dalam Gunggek Management mampu mengembangkan konsep diri mereka yang positif dan berkeyakinan kuat bahwa mereka mampu menghadapi stigma dan tekanan dari mitos kecantikan. Kemampuan tersebut terbentuk karena adanya dukungan dan interaksi sosial dari Gunggek Management sehingga mereka merasa lebih percaya diri dan mampu menerima diri mereka apa adanya terlepas dari stigma-stigma mitos kecantikan. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa secara keseluruhan para model perempuan plus size yang tergabung dalam Gunggek Management pernah merasakan tekanan dari mitos kecantikan. Meskipun demikian mereka mampu mengembangkan konsep kecantikan yang lebih inklusif berdasarkan preferensi pribadi, kesehatan, dan kenyamanan diri mereka sebagai individu yang bebas. Kendati demikian, dalam penelitian ini didapatkan bahwa konsep diri model perempuan plus size bersifat dinamis yang akan terus berubah karena dipengaruhi oleh situasi dan kondisi yang mereka alami. Dalam penelitian ini konsep diri para model perempuan plus size yang kuat dan positif merupakan bentuk dari penerimaan diri mereka terhadap situasi yang mereka hadapi, yaitu diskriminasi bentuk tubuh akibat dari adanya stigma-stigma dari mitos kecantikan.

Page 3 of 18 | Total Record : 172