cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,069 Documents
Dampak Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Perilaku Sosial Siswa Sekolah Dasar di Era Digital Rafi Ajrul Baha’ Udin; M Fahmi Wafiyudin; Nurul Mahruzah Yulia; Chafidatur Rahmatika
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4973

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar pada cara anak-anak berinteraksi di sekolah dasar, termasuk menurunnya komunikasi tatap muka dan meningkatnya ketergantungan pada perangkat elektronik. Dalam konteks ini, kegiatan eksternal di sekolah menjadi salah satu solusi penting untuk menyeimbangkan perkembangan kognitif dan sosial bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kegiatan ekstrakurikuler pada perilaku sosial anak-anak di tingkat dasar dalam era digital. Dengan memanfaatkan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen di beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat meningkatkan keterampilan sosial seperti kerja sama, tanggung jawab, empati, serta kemampuan berkomunikasi. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mengurangi kecenderungan bersikap individualis dan memperbaiki interaksi sosial yang positif di tengah pengaruh budaya digital yang kuat. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler memiliki peranan penting dalam membentuk perilaku sosial siswa yang seimbang di era digital saat ini.
Media Sosial dan Citra Diri: Literasi Digital sebagai Kunci Mencegah Krisis Mental di Dunia Online Kayla Izza Putri; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4979

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan remaja, terutama melalui penggunaan media sosial yang intens. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial, pembentukan citra diri digital, kesehatan mental remaja, serta peran literasi digital sebagai instrumen preventif terhadap krisis mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), yang memanfaatkan berbagai literatur ilmiah dari jurnal nasional dan internasional terbitan 2015–2024. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi tematik menurut Braun dan Clarke (2006), dengan empat tema utama: (1) dampak media sosial terhadap kondisi psikologis remaja, (2) dinamika pembentukan citra diri digital, (3) krisis identitas di ruang online, dan (4) peran literasi digital dalam ketahanan mental. Hasil studi menunjukkan bahwa media sosial dapat memicu disonansi identitas dan gangguan psikologis, terutama ketika citra diri yang dibentuk tidak mencerminkan realitas. Di sisi lain, literasi digital terbukti mampu meningkatkan ketahanan psikologis remaja melalui kemampuan berpikir kritis, manajemen emosi, dan kesadaran akan representasi diri digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi literasi digital dalam pendidikan merupakan langkah strategis untuk menanggulangi krisis mental remaja akibat tekanan dari media sosial.
Tantangan Literasi Digital yang dihadapi Lansia di Tengah Tranformasi Digital Mazaya Qanita Nizwa; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4981

Abstract

Transformasi digital yang cepat mengharuskan semua segmen masyarakat, termasuk lansia, untuk bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi. Sayangnya, individu lansia sering kali menghadapi berbagai kesulitan dalam pemanfaatan dan akses terhadap perangkat digital, baik dari aspek fisik, mental, teknis, maupun sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai rintangan tersebut serta menunjukkan betapa pentingnya kemampuan beradaptasi dengan teknologi bagi orang tua di zaman digital. Metode yang dipakai adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan studi pustaka melalui ulasan literatur dari jurnal akademik, buku-buku, dan dokumen kebijakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adanya kendala fisik dan mental, kurangnya keterampilan teknis, serta terbatasnya dukungan sosial merupakan penyebab utama yang menghambat kemampuan adaptasi digital bagi orang tua. Di sisi lain, dukungan dari keluarga dan komunitas, terutama dari generasi muda, memiliki peranan yang krusial dalam membantu dan mendorong orang tua untuk lebih percaya diri dan mandiri dalam menggunakan teknologi. Penelitian ini berkesimpulan bahwa literasi digital lebih dari sekadar keterampilan teknis; ini juga merupakan hak bagi lansia untuk tetap terhubung, mandiri, dan terlindungi pada era digital. Diharapkan, hasil penemuan ini dapat menjadi dasar dalam merancang program literasi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Literasi Digital Untuk Interaksi Yang Bermakna Envira Zahra Putri Prasetya; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4984

Abstract

Pada dewasa ini, banyak fenomena negatif terjadi di tengah masyarakat Indonesia, seperti perundungan di media sosial, rendahnya tingkat literasi digital, serta kurangnya kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi palsu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan program literasi digital sebagai upaya membentuk karakter masyarakat digital di Indonesia, serta menganalisis berbagai faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, dengan sumber utama berupa jurnal ilmiah, buku, dan artikel akademik. Pendekatan kualitatif dipilih karena dianggap mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data diperoleh melalui penelusuran sumber ilmiah daring seperti Google Scholar dan Google Cendekia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang kritis, etis, dan cerdas dalam menghadapi era digital. Tantangan masih dihadapi masyarakat Indonesia dalam menggunakan teknologi secara bijak, sehingga peningkatan literasi digital menjadi hal yang mendesak.
MENAKAR AKURASI : TELAAH VALIDITAS DAN REALIBILITAS DALAM ASESMEN PSIKOLOGI Mellaney Karunia Vebrin Wula
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4992

Abstract

Asesmen psikologi memiliki peranan penting dalam proses bimbingan dan konseling sebagai dasar untuk menentukan program layanan yang sesuai bagi konseli. Untuk memastikan bahwa asesmen memberikan data yang tepat dan bisa diandalkan, diperlukan pemahaman yang baik tentang validitas dan reliabilitas sebagai dua syarat utama dari kualitas alat ukur. Validitas menegaskan bahwa alat ukur benar-benar dapat menilai aspek psikologis yang dituju, sedangkan reliabilitas memastikan adanya konsistensi dalam hasil pengukuran di berbagai situasi. Kedua konsep ini saling mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang tepat dalam layanan konseling. Artikel ini mengeksplorasi konsep, berbagai jenis, serta kaitan antara validitas dan reliabilitas, dan juga memberikan contoh penerapannya dengan menggunakan alat ukur Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). Dengan menerapkan prinsip validitas dan reliabilitas yang tepat, proses asesmen dapat membantu konselor dalam merancang intervensi yang lebih efektif, objektif, dan sesuai dengan kebutuhan setiap individu.
Strategi Guru Dalam Menangani Siswa Yang Kesulitan Belajar di SMP Az-Zakiyyah Islamic School Gita Asyari; Rasyita Dewi Lubis; Shahnaz Alissa Siregar; Abdul Fattah Nasution
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4996

Abstract

Learning difficulties experienced by students remain a major challenge in education, including at SMP Az Zakiyyah Islamic School. This study aims to analyze teachers’ strategies in addressing students with learning difficulties. A descriptive qualitative approach was employed, using observation, interviews, and documentation involving teachers, students, and school staff. The results revealed that students faced various types of difficulties, including cognitive, motivational, socio-emotional, and language-related issues. Teachers implemented early identification, remedial programs, spiritual reinforcement, and collaboration with counselors and parents. These strategies proved effective in improving academic performance, learning motivation, and students' spiritual and social behavior. The findings highlight the critical role of teachers in designing adaptive strategies rooted in Islamic values to support inclusive learning.
Menggabungkan Teknologi dan Empati untuk Mewujudkan Dunia Digital yang Lebih Manusiawi Pramita Sekar Dwi Pangesti; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.4999

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah secara signifikan mengubah cara manusia menjalin komunikasi, membangun hubungan sosial, dan menjalankan rutinitas harian. Di balik berbagai kemudahan yang diberikan, seperti akses informasi instan dan konektivitas tanpa batas, tersimpan tantangan besar berupa maraknya perundungan daring, hoaks, kecanduan teknologi, serta melemahnya rasa empati di dunia maya. Situasi ini menegaskan perlunya menghadirkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dalam pengembangan dan penggunaan teknologi. Tulisan ini mengupas pentingnya penerapan empati digital sebagai pendekatan yang mampu mengarahkan interaksi digital ke arah yang lebih etis dan manusiawi. Melalui analisis literatur dan refleksi kritis, artikel ini menyoroti peran desain teknologi yang berfokus pada manusia, kecerdasan buatan yang peka terhadap emosi, serta literasi digital yang menekankan aspek emosional. Di akhir pembahasan, ditegaskan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak seperti akademisi, pengembang, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan demi terciptanya ruang digital yang bukan hanya modern secara teknologi, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai sosial dan empatik.
Rendahnya Kesejahteraan Guru Siti Sovia; Pausan Asima; Haryanti Sapitri Yanti; Widya Julita
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5005

Abstract

Teacher welfare in Indonesia is a critical issue affecting national education quality. Many teachers, especially in remote areas and private schools, suffer from low salaries, inadequate facilities, and excessive workloads, often necessitating additional jobs. Insufficient government support in allowances, incentives, and professional development exacerbates these challenges, leading to decreased teacher motivation and performance. This results in poor teaching quality and hinders student development, impacting both individual potential and national productivity. Addressing this requires strategic solutions such as improved government policies, increased education budgets, and sustainable professional development programs. Fair salary standards, transparent allowance distribution, and teacher involvement in policy-making are crucial. Enhancing facilities, reducing administrative burdens, and fostering a supportive work environment are also essential. By prioritizing teacher welfare, Indonesia can improve educational outcomes and ensure a more sustainable future.
LITERASI DIGITAL DAN PERADABAN: MENGGALI NILAI KEMANUSIAAN DI ERA TEKNOLOGI Devina Eka Namira; Ranu Iskandar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5014

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat telah membawa perubahan mendasar dalam cara berkomunikasi, belajar, dan membentuk peradaban. Di satu sisi, kemajuan ini membuka akses informasi yang luas, namun di sisi lain muncul pula tantangan serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan, seperti empati, keadilan, dan etika sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana literasi digital dapat dijadikan sebagai pilar penopang nilai-nilai kemanusiaan di era teknologi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Sumber data dikumpulkan dari artikel-artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga harus mengintegrasikan aspek etis dan kritis. Diperoleh juga bahwa literasi digital perlu dikembangankan melalui pendidikan formal maupun informal dengan pendekatan nilai. Kesimpulan dari studi ini menekankan pentingnya integrasi nilai kemanusiaan dalam setiap praktik literasi digital sebagai upaya membangun peradaban masyarakat yang adil, inklusif di tengah arus transformasi digital.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Si Anak Kuat Karya Tere Liye Lu’lu’ Il Qolbie; Pamungkas Stiya Mulyani; Firdaus
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5027

Abstract

Komponen penting dari sistem pendidikan Indonesia adalah pendidikan karakter. Tujuannya adalah untuk membesarkan generasi muda yang tidak hanya berbakat secara intelektual, tetapi juga baik, kuat, dan berakhlak mulia. Penelitian ini dilatarbelakang oleh pendidikan karakter. Tujuan untuk prinsip-prinsip pendidikan karakter yang terdapat dalam buku Si Anak Kuat karya Tere Liye, untuk memperjelas pentingnya prinsip-prinsip tersebut bagi siswa sekolah dasar. Studi ini adalah tipe penelitian literatur, yang juga dikenal senbagai penelitian pustaka. Proses pengumpulan data melalui penelitian kepustakaan melibatkan perolehan informasi dari berbagai sumber kepustakaan, termasuk dokumen, majalah, jurnal, koran, dan buku. Menemukan berbagai teori, aturan, prinsip, pendapat, gagasan, dan sumber daya lain yang dapat diterapkan pada analisis dan penyelesaian masalah yang diteliti adalah tujuan mendasar dari penelitian kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam novel Si Anak Kuat sangat sesuai untuk siswa karena novel ini memberikan banyak pelajaran berguna yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.  

Page 69 of 107 | Total Record : 1069