Articles
323 Documents
Pemanfaatan Tanah Negara (Government Ground) Berdasarkan UndangUndang Nomor 51/PRP/1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya
Dyah Azhari
Journal of Islamic Business Law Vol 5 No 3 (2021): Journal of Islamic Bussiness Law
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tanah negara dikuasai oleh negara yang mana bersifat publik dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat yang bersifat privat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji suatu masalah yang terjadi di desa Takerharjo tentang pemanfaatan tanah tanpa izin yang dianalisis dengan undang-undang nomor 51/PRP/1960 tentang larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atas kuasanya dan dianalisis dengan ihya’ al-mawat melalui pendapat tiga tokoh masyarakat yang ada di desa Takerharjo. Dalam penelitian ini munculah permasalahan antar warga yang menyebabkan ketidakadilan warga dalam penggunaan tanah negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis agar penelitian ini tercapai. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan tanah tanpa izin yang berhak tidak boleh dilakukan atau dilarang berdasarkan pasal 2 dan pasal 6 ayat 1 undang-undang nomor 51/PRP/1960 tentang larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atas kuasanya. Adapun menurut pendapat tiga tokoh masyarakat dianjurkan untuk izin dulu kepada yang berhak atas tanah negara dan dari segi ihya’ al-mawat menurut Maliki, Syafi’I, Hanabilah, Abu Hanifah, Abu Yusuf, Muhammad bin Al-Hasan Asy-syaibani sangat menganjurkan mendapatkan izin dulu dari pemerintah agar terhindar dari sengketa di kemudian hari.
Kerjasama Pelaku Usaha dengan Aplikasi Grabfood Merchant Menurut Undang-Undang dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah
Laili Hidayati Sakdiyah
Journal of Islamic Business Law Vol 5 No 3 (2021): Journal of Islamic Bussiness Law
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan dunia yang serba digital memaksa para pelaku usaha untuk berinovasi dalam mengembangkan produknya. Di bidang kuliner, pelaku usaha dituntut untuk memperluas jaringan penjualan melalui platform digital baik melalui website restoran ataupun via aplikasi yang disediakan oleh penyedia jasa layanan pengantaran makanan, seperti aplikasi grab dan gojek. Adapun untuk bergabung menjadi mitra gojek atau gofood diharuskan mendownload aplikasi khusus bernama gobiz dan grabmerchant. Jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis, pendekatan konsep, dan pendekatan undang-undang. Penelitian ini membahas bentuk kerjasama pelaku usaha dengan penyedia aplikasi grab merhant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perjanjian yang dilakukan oleh pelaku usaha dengan aplikasi grab merchant milik PT. Solusi Transportasi (grab) merupakan persekutuan dan perjanjian kemitraan, ditinjau melalui undang-undang dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) pada bab Syirkah dengan jenis syirkah abdan. Para pihak bersepakat untuk bekerjasama namun kontrak dibuat secara komersial dan sepihak karena banyaknya pelaku usaha yang berminat menjadi mitra dari grab merchant. Sehingga menjadikan kontrak tersebut termasuk dalam syirkah abdan, dimana dalam konsep pembagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Implementasi KebijakanPeraturan Daerah ProbolinggoNomor 8 Tahun 2011 tentang Pembinaan dan Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL)
Rohmatika Anaila
Journal of Islamic Business Law Vol 5 No 3 (2021): Journal of Islamic Bussiness Law
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberadaan pedagang kaki lima dianggap sebagai penyebab kemacetan lalu lintas dan mengganggu keindahan kota. Kota Probolinggo bermaksud melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima yang semula berjualan di trotoar dan bahun jalan untuk dipindahkan pada tempat yang sudah disediakan oleh Diskoperindag. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk membahas mengenai bagaimanaImplementasi kebijakan peraturan daerah Probolinggo nomor 08 Tahun 2011 tentang Pembinaan dan Penataan di Kota Probolinggo terhadap pedagang kaki lima serta faktor penghambat dan pendukung Implementasi Perda nomor 08 Tahun 2011. Penulisan artikel ini merupakan hasil penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan sumber data primer berupa hasil wawancara dengan Dinaskoperindag dan Satpol PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwakehadiran PKL menjadi penyebab timbulnyamasalah ketertibani, lalu lintas, keamanani, maupuni kebersihani di setiapi daerahi, termasuk jugai di Kotai Probolinggoi khususnyai di Kecamatani Kanigarani. PKL inii timbuli akibati kurangnyai lapangani pekerjaani bagii rakyati keciliyangi tidaki memiliki kemampuani untuki mencarii pekerjaani demiimendapatkani pendapatanigunai memenuhii kebutuhani hidupnyai sehariharii. Terbatasnya lahan di Kota Probolinggo menjadi faktor masih banyak PKL yang berjualan di tempat terlarang. Padahal,i dalami PerdaiNomori 8 Tahuni 2011 Pasali 5 Ayati (1) telahi dijelaskani bahwasanyaiPKL dilarangi berjualani di trotoari, jaluri hijau, dan badan jalan
Penyelesaian Sengketa Wanprestasi dalam Pembuatan Sumur Bor dengan Sistem Borongan Menurut KUH Perdata dan As-Shulh
Mochammad Achsanul Chabibi
Journal of Islamic Business Law Vol 5 No 3 (2021): Journal of Islamic Bussiness Law
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan metode pendekatan yuridis sosiologis dan pendekatan perundang-undangan (statute approach), yaitu membandingkan fakta dengan peraturan yang berkaitan dengan masalah tersebut. metode pengumpulan data dengan cara wawancara kemudian di analisis melalui proses pemeriksaan ulang, pengelompokkan data, dokumentasi dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dijelskan bahwasannya kesepakatan dalam pembuatan sumur bor hanya berdasarkan saling percaya dan kesepakatan terjadi ketika konsumen membayar biaya yang telah disepakati. Penyelesaian wanprestasi yang terjadi dari pembuatan sumur bor diklakukan dengan cara perdamaian yang diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak. Kesimpulan menurut Kitab UndangUndang Hukum Perdata bahwa perjanjian batal demi hukum dan konsumen berhak mendapatkan ganti rugi akibat wanprestasi yang terjadi. Menurut AsShulh rukun dan syarat sudah terpenuhi. Tetapi dalam bentuk penyelesaiannya, seharusnya ada pihak ketiga yang berperan sebagai mediator.
Pengawasan Otoritas Jasa KeuangantTerhadap Pinjaman Online Berbentuk Koperasi Menurut Hukum Islam
Mailadatul Mufallihah
Journal of Islamic Business Law Vol 5 No 3 (2021): Journal of Islamic Bussiness Law
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telah terjadi adanya pinjaman online atau biasa yang disebut fintech lending berbadan koperasi simpan pinjam yang belum terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Pinjaman online yang mengatasnamakan koperasi simpan pinjam ini melakukan kegiatan fintech lending tanpa mengaplikasikan visi misi dan tugas koperasi, hal ini termasuk dalam kegiatan fintech ilegal. Pengawasan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara terstruktur atau sistematik sebagai penetapan standar pelaksanaan kegiatan suatu usaha. Dalam hal ini, Otoritas Jasa Keuangan berwenang dalam pengawasan terhadap pinjaman online berkedok koperasi simpan pinjam. Peneitian ini memfokuskan pada dua rumusan masalah, yaitu; Bagaimana pengawasaan Otoritas Jasa Keuangan terhadap layanan pinjaman online berbadan koperasi yang belum berizin di Otoritas Jasa Keuangan perspektif Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011? Bagaimana pengawasaan Otoritas Jasa Keuangan terhadap layanan pinjaman online berbadan Koperasi yang belum berizin di Otoritas Jasa Keuangan perspektif Hukum Islam?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan melakukan penelitian langsung, menggunakan pendekatan Yuridis Sosiologis (Social Legal Approach) juga pendekatan kualitatif. Dalam pengawasan, Peneliti membagi 3 bentuk pengawasan diantaranya, pengawasan pendahuluan, yang dilakukan dengan menangani fintech illegal melalui satgas waspada investasi. Lalu pengawasan yang dilakukan bersama dengan pelaksanaan kegiatan (Concurrent Controls), yang berupa pengawasan pada tahap pendaftaran beserta regulasi sandbox, dan yang terakhir pengawasan timbal balik yang merupakan pengawasan berkala dengan pantauan OJK melalui AFPI Pengawasan ini menurut hukum islam termasuk dalam kategori maslahat dharuriyat, yang termasuk dalam mengancam kehidupan manusia jika tidak adanya pengawasan. Maka dari perlu adanya pengawasan Otoritas Jasa Keuangan sebagai bentuk pencegahan adanya penipuan, memberikan sanksi kepada platform illegal demi menjaga kesejahteraan, keselamatan manusia.
Pengelolaan Zakat pada Masa Pandemi Covid-19 Kajian UU No.23 Tahun 2011 dan Yusuf Qardhawi
rosita UIN Maulana Malik Ibrahim Malang rsita04
Journal of Islamic Business Law Vol 5 No 3 (2021): Journal of Islamic Bussiness Law
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan dunia saat ini yaitu terjadinya Kejadian yang tidak biasa karena pandemi Coronavirus yang ditimbulkan oleh infeksi SARs-CoV-2. Akibat adanya pandemi covid-19 membuat tingkat kesadaran serta saling membantu sesama masyarakat di Probolinggo mengalami peningkatan seperti yang sudah diungkapkan Wahid wakil ketua II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan di Badan Amil Zakat Nasional Kota Proboliggo dengan kajian UU No.23 Tahun 2011 dan yusuf qardhawi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris. Penulis ingin meneliti tentang peristiwa-peristiwa yang ada di lapangan, yakni dengan cara terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan fakta dan data yang diperlukan selama proses penelitian. Dari hasil penelitian, Dalam sistem pengelolaan di BAZNAS Kota Probolinggo jika ditinjau dari hukum positif di Kota Probolinggo ada yang telah sesuai dan belum sesuai dengan Undang-UndangNomor 23 Tahun 2011 terhadap pengelolaan zakat. Hal yang sudah sesuai diantaranya adalah metode pengumpulan dan pendistribusian zakat yang diutamakan diberikan kepada delapan ashnaf dan yang belum sesuaidiantaranya adalah pembentukan amil zakat yang belum sesuai dnegan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, zakat yang belumdipisahkan dengan infaq dan shadaqah dalam pembukuan tersendiri dan dilihat perspektif yusuf qardhawi sudah seragam karena dalam Setiap ASN dan Pegawai BUMD di Daerah yang beragama Islam berkewajiban untuk menunaikan zakat berdasarkan ketentuan agama dibuktikan pada Perwali No. 237 Bab III Pasal 2.
Penyaluran Dana Bank Wakaf Mikro Ditinjau dari Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor 19 Tahun 2001 Tentang Qard
Nadhifatul Mufarrikha
Journal of Islamic Business Law Vol 5 No 3 (2021): Journal of Islamic Bussiness Law
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehadiran bank wakaf mikro di tengah lingkungan masyarakat sangat membantu perekonomian mereka dikarenakan pembiayaan yang dilakukan tanpa agunan serta margin bagi hasilnya pun sangat rendah yaitu 3% serta tanpa bunga. Mekanisme yang dijalankan menggunakan akad qard yang diketahui tanpa mengambil keuntungan dari pembiayaannya. Metode penelitian yang digunakan ialah yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Sumber data penelitian yaitu data primer dan data sekunder.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi serta menggunakan 5 metode pengolahan data yang terdiri dari Editing, Classifying, Verifying, Analizing, Concluding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyaluran dana yang yang dilakukan oleh bank wakaf mikro terbagi menjadi dua tahap yaitu: tahap pra pembiayaan dan tahap pembiayaan, tahap pra pembiayaan terdiri dari sosialisasi, penyeleksian, pelaksanaan PWK. adapun tahap pembiayaan para nasabah akan mendapatkan dana dan berkewajiban mengangsur setiap diadakan acara HALMI. Adapun penyaluran dana yang dilakukan oleh bank wakaf mikro ada yang sudah sesuai dan ada yang belum sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No.19 Tahun 2001 Tentang Qard . ketidaksesuaian tersebut dikarenakan terdapat sistem lain yang diberlakukan yang tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan dengan penerapan prosedur pembiayaan yang tidak memberatkan seperti tidak adanya penyerahan jaminan dan tidak adanya prosedur memberikan sumbangan kepada LKS
Penetapan Harga Suatu Produk Di Bawah Harga Official Store Tinjauan Undang-Undang No.5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Serta Fiqh Muamalah
Aulia Ma’rifah
Journal of Islamic Business Law Vol 5 No 3 (2021): Journal of Islamic Bussiness Law
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistem pasar memiliki dinamika yang tidak menentu, terjadinya persaingan ketat antar pelaku usaha yang menimbulkan perang harga mengakibatkan banyak pelaku usaha online menetapkan harga hingga menyentuh nilai di bawah yang ditetapkan official store, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya penetepan harga suatu produk di bawah official store dan bagaimana pandangan undang-undang serta fiqh muamalah atas praktik tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif yang memusatkan pemahaman dalam lingkup sosiologis, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, Undang-Undang No.5 Tahun 1999, pemikiran Ibn Taimiyah dan Wahbah Zuhaily, serta penelitian terkait. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa faktor yang menjadikan pelaku usaha menentukan harga di bawah official store tidak menunjukkan faktor negatif dan adanya kerugian bagi kedua belah pihak, serta karena tidak adanya perjanjian dalam menentukan harga maka tidak menyalahi Undang-undang No.5 Tahun 1999 dan selama prinsip dalam bermuamalah tetap dilakukan maka tidak menyalahi aturan negara dan Islam.
Perlindungan Hukum bagi Konsumen terhadap Data Pribadi dalam Sistem Elektronik
Ahmad Ramadhani
Journal of Islamic Business Law Vol 5 No 4 (2021): Journal of Islamic Bussiness Law
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kasus kebocoran data pribadi merupakan salah satu permasalahan serius yang meresahkan banyak pihak, khususnya bagi para pengguna digital. Pasalnya, data pribadi yang bocor kerap disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karenanya, perlu diterapkan regulasi perlindungan untuk meminimalisasi terjadinya kebocoran data yang merugikan banyak pihak. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi adanya pelanggaran oleh pelaku usaha terkait kebocoran data dan spam SMS pelanggan di gerai Indosat Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami akibat hukum atas tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha terkait kebocoran data dan ketidaknyamanan atas spam SMS yang dilakukan oleh pelaku usaha. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris. Dalam hal ini, peneliti mendeskripsikan objek penelitian secara detail dengan metode pendekatan yuridis sosiologis dan pendekatan konsep guna mengkaji lebih detail ketentuan hukum yang berlaku kemudian disesuaikan dengan analisis data sekunder. Objek penelitian iniadalah gerai Indosat di Kabupaten Bojonegoro dengan informan pegawai gerai tersebut. Teknik penelitian yang dilakukan berupa teknik wawancara dan dokumentasi. Simpulandari hasil penelitian ini adalah, adanya kerugian yang dialami konsumen akibat ketidaknyamanan spam SMS yang dilakukan oleh pelaku usaha serta kekhawatiran atas kebocoran data konsumen, sehingga konsumen dapat meminta ganti rugi sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 901 K/Pdt.Sus-Phi/2019 tentang Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Nurul Mawardah
Journal of Islamic Business Law Vol 5 No 4 (2021): Journal of Islamic Bussiness Law
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persoalan pemutusan hubungan kerja antara pekerja dan pengusaha sering menimbulkanperselisihan dan berakhir di Pengadilan meskipun Undang-undang No. 13 Tahun 2003 telah mengaturnya. Hakim memiliki peran penting dalam memutuskan perkara. Berbagai pertimbangan dilakukan untuk menegakkan keadilan. Putusan Mahkamah Agung Nomor 901 K/Pdt.Sus-PHI/2019 menarik untuk diteliti karena melihat maraknya kasus pemutusan hubungan kerja. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji pada dua hal, yakni dasar pertimbangan hakim dalam menetapkan putusan Mahkamah Agung Nomor 901 K/Pdt.SusPHI/2019 dan tinjauan hukum Islam terhadap putusan Mahkamah Agung Nomor 901 K/Pdt.Sus-PHI/2019. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan dan dianalisis menggunakan metode analisis yuridis. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa (a) putusan Mahkamah Agung Nomor 901 K/Pdt.Sus-PHI/2019 telah sesuai dengan teori keadilan serta Undang-Undang yang berkaitan dengan hukum ketenagakerjaan, perselisihan hubungan insutrial, kekuasaan kehakiman dan lain-lain; (b) dalam perspektif hukum Islam, putusan Mahkamah Agung Nomor 901 K/Pdt.Sus-PHI/2019, telah memenuhi prinsip keadilan dan putusan yang diambil oleh hakim dalammempertimbangkan putusannya sesuai dengan ayat Al-Quran dan hadits