cover
Contact Name
Zetty Azizatun Ni’mah
Contact Email
revormamansakk@gmail.com
Phone
+62354-685322
Journal Mail Official
revormamansakk@gmail.com
Editorial Address
Official Address: Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Kediri - Jl. Sunan Ampel, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64129
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
ISSN : 28086880     EISSN : 28084217     DOI : https://doi.org/10.62825/revorma
Jurnal Revorma merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Januari – Desember). Revorma merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan. Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan. Kami mengundang para peneliti, cendekiawan, akademisi, dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dijurnal kami.
Articles 61 Documents
Penggunaan Metode Inquiry Terbimbing Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab Mabruri, Mabruri
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 2 No. 1 (2022): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2022)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v2i1.20

Abstract

Sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan mata pelajaran bahasa Arab diperlukan adanya penelitian Penilaian Tindakan Kelas (PTK). Jenis penelitian ini menawarkan pendekatan dalam prosedur baru yang memiliki dampak langsung dalam bentuk perbaikan dan peningkatan profesionalisme guru dalam mengelola pembelajaran di kelas. Dengan mengkaji berbagai indikator keberhasilan dan kesulitan dalam proses pembelajaran pada guru dan hasil belajar yang terjadi pada siswa dengan menggunakan metode inquiry terbimbing pada siswa kelas XI IPS 1 MAN I Kota Kediri didapatkan bahwa: pertama, terjadi peningkatan rata-rata kadar keaktifan siswa dalam pembelajaran bahasa Arab; kedua, meningkatnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Arab yang relevan dengan meningkatnya hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil perolehan ketika pembelajaran sebelum menggunakan metode inquiry dengan nilai rata-rata siswa 63 menjadi 79,7 pada siklus I dan 84 pada siklus II; ketiga, pembelajaran dengan model inquiry terbimbing, memiliki kemampuan  yang  tinggi  untuk  mengikuti  Pelajaran  Bahasa Arab dalam tarkib jumlah fi’liyah dengan r hitung 0,74 dengan r tabel 5% dari jumlah responden 25 peserta didik ds= 25-2=23, r tabel 0,413. r hitung 0,74 > r tabel 0,4 validitas ini terhitung  tinggi, sebab setiap kenaikan x (indikator metode inquiry) selalu diikuti y (motivasi peserta didik). Hal ini disebabkan oleh suasana pembelajaran dengan menggunakan metode inquiry terbimbing. Dengan metode ini siswa yang biasanya tidak ingin terlibat pembelajaran akan ikut serta dalam pembelajaran aktif serta membudayakan sifat berani bertanya, tidak minder, dan tidak takut salah dalam mengemukakan pendapat, memberikan kemudahan kepada siswa dalam perubahan tingkah laku, sikap, dan minat siswa. Alhasil, siswa diberikan kesempatan menjadi guru sebaya bagi teman-temannya supaya mendapat proses pembelajaran yang lebih berkesan dan tidak mudah terlupakan. Kata Kunci: Inquiry terbimbing, peningkatan hasil belajar bahasa Arab
TURKI: MENUJU SISTEM PENDIDIKAN MODERN DALAM SEBUAH MASYARAKAT DEMOKRASI Oktavia, Nada
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 2 No. 1 (2022): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2022)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v2i1.22

Abstract

Sistem pendidikan adalah totalitas interaksi dari seperangkat unsur-unsur pendidikan yang bekerja sama secara terpadu, dan saling melengkapi satu sama lain menuju tercapainya tujuan pendidikan yang telah mencapai cita-cita bersama para pelakunya. Terlihat dengan jelas sesuatu yang diharapkan terwujud setelah orang mengalami pendidikan Islam secara keseluruhan, yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi insan kamil. Umat Islam mengalami puncak keemasan pada masa pemerintahan Abbasiyah. Pada masa itu bermunculan para pemikir Islam ternama yang sampai sekarang pemikirannya masih diperbincangkan dan dijadikan sebagai dasar pijakan. Melihat kilas balik dari sejarah Turki Usmani, keadaan pendidikan di Turki pada masa itu sangat berperan dalam perkembangan suatu bangsa. Kebanyakan penguasa Usmani cenderung bersikap taqlid dan fanatik terhadap suatu mazhab dan menentang mazhab yang lain. Sistem pengajaran yang dikembangkan pada Turki Usmani adalah menghafal matan-matan meskipun murid tidak mengerti maksudnya, seperti menghafal Matan al-Jurumiyah, Matan Taqrib, Matan Alfiah, Matan Sultan, dan lain-lain. Murid-murid setelah menghafal matan-matan itu barulah mempelajari syarahnya. Karenanya pelajaran itu bertambah berat dan bertambah sulit untuk dihafalkannya. Ini pada gilirannya menjadikan belajar lebih bersifat studi tekstual dari pada upaya memahami dan lebih mendorong hafalan daripada pemahaman yang sebenarnya. Kata Kunci: Turki, Sistem Pendidikan Modern, Masyarakat Demokrasi
Hak Pendidikan Karakter bagi Anak Perspektif Al-Qur’a>n (Kajian Tafsir Al-Miṣbāḥ) Zahroh, Umi
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 2 No. 2 (2022): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi November 2022)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v2i2.25

Abstract

This research departs from the problem of character education in Indonesia which has not been successfully demonstrated by the condition of the nation's generation of characters that is getting worse, such as the occurrence of juvenile delinquency. This study aims to reveal the Human Rights Paradigm of character education for children as well as the concept of character education for children from the perspective of the Qur'an. This study uses a qualitative research approach with the mawḍū'ī (thematic) study method using al-Miṣbāḥ interpretation. The results of this study indicate that the State of Indonesia and the Qur'an strongly protect children's human rights to obtain an education.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP HM LIRBOYO PAPAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 Hasyim, Wakhid
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 2 No. 2 (2022): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi November 2022)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v2i2.27

Abstract

This research discusses the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning during the pandemic. This study wants to show how the planning of Islamic religious to show how the planning of Islamic religious learning during the covid-19 pandemic, how the learning during the covid-19 pandemic, how the learning process during the pandemic at Smp Hidayatul Mubtadiin Lirboyo Papar branch, then how the religious learning process during the covid-19 pandemic, the type of approach used in this study is descriptive qualitativr, the conclusion of this study is the preparation of the learning process of Islamic during the pandemic, the second is limited face to face learning. Because it is in the cottage then there is not much difference during a pandemic or when pandemic learners understand the material to the maximum. And of course it is very strict to implement health protocols, the third is to evaluate Islamic religious education learning during the pandemic, both from teachers, and students.
PENGARUSUTAMAAN MODERASI BERAGAMA MELALUI MEDIA SOSIAL SEBAGAI UPAYA MENANGKAL RADIKALISME DI KALANGAN PELAJAR MILENNIAL SLTA KOTA KEDIRI Zetty Azizatun Ni’mah
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 2 No. 2 (2022): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi November 2022)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v2i2.28

Abstract

Religious issues that bring intolerance, radicalism, and anti-local culture presented by social media to millennial students become negative tutorials that lead to a radicalism mindset in the life of religion and the nation. radicalism has become a fairly high case during the pandemic. The spread of radicalism is carried out through social media by broadcasting activities that have gone viral so that they become massive. The main purpose of religious moderation through the digital realm is none other than to voice moderate and tolerant religious narratives. It is hoped that the voice of religious moderation values ​​through social media can be disseminated massively either through IG, Face Book, WA, Twitter, Youtube, Tiktok, etc. so that it becomes a familiar narrative for students. A familiar term will become something viral and will be followed by a trend by millennial students as well as an air of assumptions for those who have been exposed to radicalism. The main topics of discussion in this research are: 1. What are the assumptions of high school millennial students in Kediri City regarding issues of intolerance on social media? 2. How are the efforts of stakeholders in mainstreaming religious moderation to millennial students of Kediri City Senior High School as an antidote to radicalism through social media? 38.6% of high school students in the city of Kediri agree on issues that lead to radicals. The assumptions they build are part of Islamic teachings that must be obeyed. This data was obtained from a number of 50 respondents from high school and Madrasah Aliyah students throughout the City of Kediri, 90% of whom were active social media users. The incessant voice of religious moderation by stakeholders (Ministry of Religion, Ministry of National Education, schools and madrasas) through social media is expected to have moderate religious values ​​such as the value of tawasut, the value of tawaznu, the value of i'tidal, the value of tasamuh, the value of musawah, the value of shura, the value of islah, awlawiyah values, tathawwur wal ibkar values, and tahadhur values ​​are massively internalized and socialized through social media be it IG, Face Book, WA, Twitter, Youtube, Tiktok etc. so that they become familiar narratives for students. Familiar terms will become something viral and millennial students will follow the trend
Model Pembelajaran Problem Based Learning sebagai Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Fathimah, Diah Nuraini
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 2 No. 2 (2022): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi November 2022)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v2i2.29

Abstract

Learning Pancasila and Citizenship Education in class XI IPA 3 Madrasah Aliyah Negeri 2 Surakarta has problems, including 1) student achievement results are still low 2) not using various learning methods and learning resources, so learning is less interesting and less fun; 3) students tend to be passive when learning takes place; 4) students' understanding of political culture material is still low. The research used classroom action research (CAR) consisting of 2 cycles. The purpose of this study was to improve students' understanding of the subject of political culture and learning achievement of Civics subjects in class XI IPA 3 MAN 2 Surakarta through the Problem Based Learning method. This research was conducted in class XI IPA 3 MAN 2 Surakarta in the academic year 2020/2021 by applying the Problem Based Learning method. Data collection for learning outcomes is done by observing learning activities, observing peers, and writing tests. Validation of this research data using the triangulation method by re-checking with colleagues in order to obtain accurate data. Data analysis in this study used comparative qualitative and quantitative descriptive data analysis. The performance indicator of PPKn MAN 2 Surakarta subjects is getting a score of > 75 and students complete 75% of the total number of students. The research was carried out in two cycles, each cycle consisting of four stages, namely the planning, implementation, observation, and reflection stages. The results of the study showed 1) The students completed Pre-cycle 17 students, increased to 25 students or 83.33% in the first cycle and increased to 31 students or 100% in the second cycle. Unfinished Students: from Pre-cycle 13 students, it decreased to 5 students in Cycle I and decreased to 0 in Cycle II. Highest Value: from Precycle 80, increased to 85 in cycle I and increased again to 90 in Cycle II. The lowest value of the Precycle was 70, remained at 70 in the first cycle, and increased again to 75 in the second cycle. The average value of the Pre-cycle class was 74.33, which increased to 76.33 in the first cycle and increased again to 78.17 in the second cycle. 2) After the application of the problem-based learning model, it can improve from the initial condition to the final condition after the first cycle and continue in the second cycle, there is a significant increase in the understanding of the material understanding of the nature of democracy.
Corak Moderasi Beragama (Studi Pemikiran Tokoh Muslim Moderat Salahuddin Wahid) Idham, Ahmad
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 2 No. 2 (2022): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi November 2022)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v2i2.30

Abstract

Salahuddin Wahid made many contributions to religion and life for the realization of harmonious people. He never attacked frontally against people who did not have the same thought. But active in providing problem-solving for a conflict. Then the researcher aims to find out his characteristics as one of the moderate figures in Indonesia so that he can be used as an example for the next generation. So, this study aims to describe Salahuddin Wahid's thoughts related to Religious moderation. This type of research is qualitative research and library research with descriptive research designs. The research data was obtained from the research process carried out by examining and exploring journals, books, and documents (both printed and electronic) as well as data sources and other information deemed relevant to research or studies. From the results of the research conducted, the researcher obtained: The attitude of moderate nationality Salahuddin Wahid emphasized more on the orientation of the national mission that is concerning the life of the Indonesian nation, the sustainability of the Indonesian nation, concerning the progress of the Indonesian nation, and concerning the life of the Indonesian people. Then the nationalist mission played a role as a guide for Partiwi by being involved in efforts to build the souls of all the people of the nation of Indonesia, and fight for the progress of the Indonesian nation. Then play a role in building the character and character of the nation, especially the leaders of the Indonesian nation, efforts to instill Indonesian and Islamic values ​​in the community through studies integrating Islam and Indonesia packed with seminars and nationality activities and involved in supporting the performance of the KPK in eradicating corruption and fighting for human rights Human.
Penerapan Metode Group Investigation dalam Meningkatkan Maharoh Kalam : (Penelitian Eksperimen Pada Santri Pondok Pesantren Minhajut Tamyiz Timoho Yogyakarta) Ni'am, Ahmad Miftahun
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 2 No. 2 (2022): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi November 2022)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v2i2.31

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab pada pondok pesantren di Indonesia terfokus menjadi dua kemampuan yaitu kemampuan membaca (qiroah) dan berbicara (kalam). Peneliti ingin mengajarkan kepada santri di pondok pesantren yang pembelajaran bahasa Arabnya fokus terhadap kemampuan membaca (qiroah) untuk bisa juga dalam berbicara menggunakan bahasa Arab (kalam). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampaun berbicara bahasa Arab antara kelompok eksperimen yang menggunakan metode Group Investigation dalam pembelajaran kalam dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode Group Investigation di Pondok Pesantren Minhajut Tamyiz, Timoho. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kuantitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 12 orang untuk kelompok ekperimen dan 12 orang untuk kelompok kontrol.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uji “t” nilai pretest dan nilai posttest kelas eksperimen menghasilkan nilai sig. (2-tailed) = 0,000 (Ha diterima). Selain itu nilai rata-rata posttest untuk kelas eksperimen menunjukkan peningkatan menjadi 83. Peningkatan nilai rata rata posttest kelas eksperimen mencapai 29,5 point, sedangkan kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan posttest sebesar 3 point. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa metod Group Investigation dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab.
Metode Contextual Teaching And Learning Dalam Pembelajaran Maharah Qira’ah: Metode Pembelajaran, Metode Contextual Teaching And Learning, Maharah Qira,ah. diah, Halimatus; Ni'mah, Melvi Azizatun
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 3 No. 1 (2023): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2023)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v3i1.35

Abstract

Maharah Qira’ah (Keterampilan Membaca) merupakan salah satu dari 4 keterampilan dalam pembelajaran bahasa Arab. Maharah Qira’ah bertujuan agar pelajar mampu membaca bahasa Arab dengan fashih sesuai dengan makharijul huruf. Dalam pembelajaran maharah Qira’ah Pengajar diwajibkan memilih metode pembelajaran yang tepat dan efektif, dikarenakan pemilihan metode sangat berperan penting untuk mempermudah pengajar dan juga memudahkan pelajar dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Library Research. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini teknik membaca dan mencatat. Teknik analisis data pada penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah. Dan tulisan ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan metode contextual teaching and learning dalam pembelajaran maharah qira’ah, dan juga mempermudah pengajar dalam mencari metode pembelajaran pada pembelajaran maharah qira’ah yang tepat dan efektif. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa metode ini mampu meningkatkan kemampuan membaca bagi pelajar dalam pembelajaran maharah qira’ah.
Sarana Berfikir Ilmiah (Bahasa, Logika, Matematika Dan Statistik) Buyung; Burhanuddin, Nunu
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 3 No. 1 (2023): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2023)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v3i1.38

Abstract

Berpikir benar memerlukan sarana atau alat berpikir. Sarana ini bersifat pasti, maka aktivitas keilmuan tidak akan maksimal tanpa sarana berpikir ilmiah tersebut. Penguasaan sarana ilmiah sangat penting bagi ilmuwan agar dapat melaksanakan kegiatan ilmiah dengan baik. Jenis tulisan dalam artikel ini adalah literatur revieu atau bersifat pustaka, data diuraikan secara deskriptif, sehingga menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Hasil kajian ini yaitu tahapan kegiatan ilmiah membutuhkan alat bantu yang berupa sarana berpikir ilmiah. Sarana berpikir ilmiah berfungsi hanyalah sebagai alat bantu bagi manusia untuk berpikir ilmiah agar memperoleh ilmu. Bahasa merupakan sarana mengkomunikasikan cara-cara berpikir sistematis dalam memperoleh ilmu. Tanpa kemampuan berbahasa, seseorang tidak akan dapat melakukan kegiatan ilmiah secara sistematis dan benar. Logika sebagai sarana berpikir ilmiah mengarahkan manusia untuk berpikir dengan benar sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir yang benar. Logika membantu manusia dapat berpikir dengan sistematis yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika ingin melakukan kegiatan berpikir dengan benar maka harus menggunakan kaidah-kaidah berpikir yang logis. Logika dapat membedakan antara proses berpikir yang benar dan proses berpikir yang salah. Matematika merupakan sarana berpikir deduktif maka orang dapat menggunakan statistika untuk berpikir induktif. Berpikir deduktif dan berpikir induktif diperlukan untuk menunjang kegiatan ilmiah yang benar sehingga akan menghasilkan suatu pengetahuan yang benar pula. Sedangkan Statistika tidak boleh dipandang sebelah mata oleh orang yang ingin mampu melaksanakan kegiatan ilmiah dengan baik. Penguasaan statistika sangat diperlukan bagi orang-orang yang akan menarik kesimpulan dengan sah. Statistika harus dipandang sejajar dengan matematika.   Kata kunci : Berfikir Ilmiah, Bahasa, Logika, Matematika, Statistik   Abstract: Right thinking requires means or tools of thinking. This means is certain, so scientific activity will not be maximized without the means of scientific thinking. Mastery of scientific tools is very important for scientists in order to carry out scientific activities properly. The type of writing in this article is literature revieu or literature, the data is described descriptively, so that it shows a scientific study that can be further developed. The results of this study are that the stages of scientific activity require tools in the form of scientific thinking tools. The means of scientific thinking serves only as a tool for humans to think scientifically in order to gain knowledge. Language is a means of communicating systematic ways of thinking in acquiring knowledge. Without language skills, a person will not be able to carry out scientific activities systematically and correctly. Logic as a means of scientific thinking directs humans to think correctly in accordance with the rules of correct thinking. Logic helps humans to think systematically which can be accounted for. If you want to do thinking activities correctly, you must use logical thinking rules. Logic can distinguish between correct thinking processes and incorrect thinking processes. Mathematics is a means of deductive thinking, so people can use statistics for inductive thinking. Deductive thinking and inductive thinking are needed to support correct scientific activities so that they will produce correct knowledge as well. Statistics should not be underestimated by people who want to be able to carry out scientific activities properly. Mastery of statistics is necessary for people who will draw valid conclusions. Statistics must be seen as equal to mathematics. Keywords: Scientific Thinking, Language, Logic, Mathematics, Statistics