cover
Contact Name
Zetty Azizatun Ni’mah
Contact Email
revormamansakk@gmail.com
Phone
+62354-685322
Journal Mail Official
revormamansakk@gmail.com
Editorial Address
Official Address: Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Kediri - Jl. Sunan Ampel, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64129
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
ISSN : 28086880     EISSN : 28084217     DOI : https://doi.org/10.62825/revorma
Jurnal Revorma merupakan jurnal pendidikan dan pemikiran yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Januari – Desember). Revorma merupakan artikel hasil penelitian dalam bentuk penelitian pengembangan, kualitatif, kuantitatif, studi literatur, aplikasi teori, dan studi analisis kritis dalam bidang pendidikan. Artikel menganalisis isu-isu terkini, masalah, kebijakan, dan praktik, serta menawarkan kebaruan dan implikasi praktis dalam pengembangan pendidikan. Kami mengundang para peneliti, cendekiawan, akademisi, dan mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dijurnal kami.
Articles 69 Documents
Metode Hypnoteaching dalam Pembalajaran Matematika Melalui Jargon "Tetap Semangat dan Jangan Lupa Bahagia" Anwar Fauzi
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 5 No. 2 (2025): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi November 2025)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v5i2.175

Abstract

Metode Hypnoteaching muncul sebagai solusi efektif, mengintegrasikan teknik hipnosis ringan, afirmasi positif, dan pendekatan motivasional dalam kegiatan belajar-mengajar. Metode ini bertujuan menciptakan kondisi mental siswa yang rileks, fokus, dan terbuka terhadap pembelajaran matematika, sehingga proses pengolahan informasi menjadi lebih optimal. Best practice ini menekankan penerapan Hypnoteaching melalui tahapan pembelajaran yang sistematis, meliputi: (1) persiapan mental siswa melalui teknik relaksasi dan sugesti positif, (2) penyampaian materi matematika secara interaktif dan kontekstual, (3) penguatan pemahaman melalui latihan dan problem solving yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, (4) refleksi hasil belajar, serta (5) evaluasi dan pemberian umpan balik yang konstruktif. Penerapan metode ini didukung oleh media pembelajaran inovatif, audio-visual, storytelling, humor edukatif, dan afirmasi motivasi, yang secara simultan menstimulasi intelektual, emosional, dan psikologis siswa. Penggunaan jargon inspiratif “Tetap Semangat dan Jangan Lupa Bahagia” menjadi landasan motivasional yang mengingatkan siswa untuk menjaga keseimbangan antara semangat belajar dan kesejahteraan emosional. Hasil observasi dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam motivasi belajar, partisipasi aktif dalam diskusi dan kegiatan pembelajaran, kemampuan memahami konsep matematika, serta peningkatan skor hasil belajar. Studi ini membuktikan bahwa Hypnoteaching bukan sekadar metode pengajaran, tetapi juga strategi pendidikan humanis yang efektif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan profesional guru, perancangan kurikulum inovatif, dan penyusunan strategi pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara kompetensi akademik dan pengembangan psikososial siswa.
Personal Independence in A Grade 2 English Textbook: A Pancasila Profile Analysis Syuhda, Nisa; Izzatin Kamala
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 6 No. 1 (2026): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2026)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v6i1.176

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menilai sejauh mana buku teks Bahasa Inggris sekolah dasar tidak hanya mengajarkan kompetensi bahasa, tetapi juga mendukung pembentukan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi Mandiri. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk representasi nilai kemandirian pribadi dalam buku “My Next Words – Student’s Book for Grade 2” serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan indikator-indikator kemandirian pribadi sesuai profil Pelajar Pancasila. Penelitian menggunakan metode analisis isi terhadap empat unsur utama buku, yaitu teks bacaan, dialog, instruksi tugas, dan ilustrasi. Setiap unsur dianalisis menggunakan kategori indikator kemandirian pribadi berdasarkan dimensi Mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila. Hasil analisis menunjukkan bahwa buku ini menampilkan representasi kemandirian melalui aktivitas ekspresi preferensi “I like…, I don’t like…”, penyelesaian tugas individual seperti “Listen and match…!, Listen and colour…!”, inisiatif komunikasi melalui aktivitas “Let’s Play…!”, dan observasi visual mandiri. Buku ini mencerminkan sebagian besar indikator dimensi Mandiri, terutama kesadaran diri, pengambilan keputusan sederhana, dan tanggung jawab terhadap tugas. Buku ini secara umum selaras dengan dimensi Mandiri Profil Pelajar Pancasila dan efektif membangun fondasi kemandirian siswa. Namun, indikator tingkat lanjut seperti refleksi diri belum tampak dominan.
Model Prosedural Guru Matematika dalam Penyusunan ATP (Studi Kasus pada MAN di Eks-Karesidenan Kediri) Sudarmanto; Nadzirotul Hendra Mayzura; Syaiful Hadi; Umy Zahroh
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 6 No. 1 (2026): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2026)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v6i1.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model prosedural yang digunakan guru matematika dalam menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) pada implementasi Kurikulum Merdeka di MAN di wilayah eks-Karesidenan Kediri. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, analisis dokumen ATP, observasi think-aloud, serta triangulasi dengan instrumen tertulis. Hasil penelitian menunjukkan tiga model prosedural utama. Pertama, Model Mandiri, yaitu guru menafsirkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan menyusun ATP secara hierarkis dengan validasi melalui diskusi sejawat. Model ini memberi ruang inovasi dan fleksibilitas, tetapi berpotensi menimbulkan ketidakseragaman antar madrasah. Kedua, Model Adaptif, yang menggabungkan acuan kolektif MGMP dengan penyesuaian lokal sesuai karakter siswa, alokasi waktu, dan sumber belajar. Model ini menjaga standar minimum, namun bergantung pada MGMP yang kadang kurang responsif terhadap perubahan CP mendadak. Ketiga, Model Berbasis Buku Ajar, yaitu guru mengikuti ATP dari buku ajar secara langsung dengan minim penyesuaian. Model ini sederhana dan efisien, tetapi cenderung textbook-driven dan kurang mencerminkan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas serta adaptasi. Ketiga model tersebut mencerminkan variasi tingkat keterlibatan guru dalam perencanaan kurikulum, dari yang paling aktif menafsirkan CP hingga yang paling pasif mengikuti buku ajar. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kerangka teoritis seperti Backward Design, Taksonomi Bloom Revisi, dan Taksonomi SOLO, serta kebijakan kurikulum yang lebih stabil agar penyusunan ATP berlangsung konsisten, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Integrasi Kepemimpinan Transformatif dan Nilai Profetik Kepala Madrasah dalam Membangun Teamwork. (Studi Kasus di MTsN 2 Kota Kediri) Mujiyono
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 6 No. 1 (2026): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2026)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v6i1.187

Abstract

Teamwork merupakan fondasi utama dalam meningkatkan efektivitas organisasi pendidikan. Tanpa kerja tim yang solid dan terbangun secara berkelanjutan, visi, misi, serta program strategis madrasah sulit diwujudkan secara optimal. Dalam konteks madrasah, persoalan teamwork menjadi semakin kompleks karena tidak hanya berkaitan dengan aspek manajerial dan struktural, tetapi juga menyentuh dimensi moral dan spiritual yang melekat kuat dalam pendidikan Islam. Oleh karena itu, diperlukan model kepemimpinan yang tidak hanya mampu menggerakkan organisasi secara efektif, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai etik dan religius. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kepemimpinan transformatif dan nilai profetik kepala madrasah dalam membangun teamwork secara efektif di MTsN 2 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, serta tenaga kependidikan sebagai subjek penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah mengintegrasikan prinsip-prinsip kepemimpinan transformatif dengan nilai-nilai profetik, yaitu sidiq amanah, tablik, dan fatonah dalam praktik kepemimpinannya. Integrasi tersebut berkontribusi signifikan dalam membangun budaya kerja kolaboratif, meningkatkan kepercayaan antaranggota tim, serta memperkuat komitmen kolektif warga madrasah dalam mencapai tujuan bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara kepemimpinan transformatif dan nilai profetik merupakan model yang relevan dan efektif untuk pengembangan teamwork di madrasah negeri.
Manajemen Pembiasaan Keagamaan Sebagai Hidden Curriculum di Madrasah Ibtidaiyah Murtadlo, Ahmad Murtadlo
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 6 No. 1 (2026): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2026)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v6i1.190

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembiasaan keagamaan di Madrasah Ibtidaiyah yang sering berjalan sebagai budaya sekolah, tetapi belum selalu dipahami sebagai hidden curriculum yang dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, peran, dan evaluasi pembiasaan keagamaan sebagai hidden curriculum di Madrasah Ibtidaiyah Ahmad Yani. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan keagamaan dikelola secara terencana, dijalankan secara rutin, dan membentuk budaya religius madrasah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembiasaan keagamaan berfungsi sebagai hidden curriculum yang efektif dalam membentuk karakter religius siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Bahan Ajar Digital untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Fewilman Ndruru; Toroziduhu Waruwu; Natalia Kristiani Lase; Novelina Andriani Zega
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 6 No. 1 (2026): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2026)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v6i1.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan bahan ajar digital dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alamkelas VIII di SMP Negeri 3 Lolofitu Moi, serta mengetahui efektivitas penerapannya dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah yang di padukan dengan bahan ajar digital dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah berbasis bahan ajar digital. Nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari 55 pada pra-siklus menjadi 72 pada siklus I, dan 85 pada siklus II. Aktivitas guru juga meningkat dari kategori baik (80%) pada siklus I menjadi sangat baik (92%) pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari kategori cukup aktif (75%) pada siklus I menjadi sangat aktif (90%) pada siklus II.
Efektivitas, Strategi Prompt , dan Risiko Penggunaan AI Generatif dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Systematic Literature Review Syahabudin, Syahabudin; Rizal, Muhammad
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 6 No. 1 (2026): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2026)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v6i1.195

Abstract

Penelitian ini mensintesis bukti tentang efektivitas, strategi prompt, dan risiko penggunaan AI generatif dalam penyusunan rencana pembelajaran. Review sistematis ini mengikuti PRISMA 2020 atas artikel jurnal Scopus dan SINTA periode 2023 - April 2026. Seleksi menghasilkan 16 studi yang dianalisis melalui sintesis tematik kualitatif dan appraisal kualitas berbasis MMAT serta pembacaan deskriptif untuk artikel konseptual. Hasil menunjukkan bahwa AI generatif paling konsisten meningkatkan efisiensi waktu, membantu struktur awal lesson plan, melengkapi komponen dasar, dan memudahkan revisi. Strategi prompt  yang paling produktif ialah prompt  kontekstual, berbasis peran atau rubrik, iteratif, dan berbasis contoh. Risiko yang paling menonjol ialah ketidaksesuaian pedagogik, diikuti halusinasi informasi, bias, serta isu etika. Temuan menegaskan bahwa AI generatif paling bernilai ketika ditempatkan sebagai mitra drafting yang tetap dikendalikan oleh penilaian profesional guru.
Implementasi Program Asrama Bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Yasini Pasuruan Afiroh, Siti; Qomi Akit Jauhari
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 6 No. 1 (2026): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2026)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v6i1.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program asrama bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Yasini Pasuruan yang meliputi bentuk program, pelaksanaan program, serta faktor pendukung dan penghambatnya dalam meningkatkan keterampilan bahasa Arab santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas murobbiyah, pengurus asrama, dan santri bidang kebahasaan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Asrama Bahasa Arab dilaksanakan melalui kegiatan harian, mingguan, dan bulanan yang terstruktur serta berorientasi pada pembiasaan penggunaan bahasa Arab secara aktif dalam kehidupan sehari-hari santri. Pelaksanaan program didukung oleh lingkungan bahasa yang intensif, motivasi religius santri, keteladanan murobbiyah, serta sistem pengelolaan asrama yang teratur, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan jumlah mu’allimah yang kompeten, perbedaan tingkat kemampuan bahasa Arab santri, serta padatnya aktivitas akademik dan keagamaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Program Asrama Bahasa Arab berperan penting dalam meningkatkan keterampilan bahasa Arab santri, sehingga disarankan adanya penguatan pengelolaan program dan penyesuaian pembinaan sesuai dengan kemampuan santri.
Islam dan Kemajuan: Analisis Filosofis Pemikiran Jamaludin Al-Afghani Terhadap Tujuan Pendidikan Islam Kontemporer Binti Salimah
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 6 No. 1 (2026): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2026)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v6i1.203

Abstract

Eksplorasi visi pembaruan Jamaluddin al-Afghani dalam konteks hubungan antara Islam dan kemajuan peradaban. Al-Afghani memandang bahwa kemunduran umat Islam bukanlah akibat dari ajaran agama, melainkan karena hilangnya semangat rasionalitas dan aktivisme (dinamisme). Analisis filosofis ini difokuskan pada bagaimana pemikiran al-Afghani tentang "kekuatan akal" dan "persatuan Islam" dapat direformulasikan menjadi tujuan pendidikan Islam kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam masa kini harus melampaui aspek ritualistik-formalistik, menuju pembentukan karakter yang kritis, saintifik, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan akar spiritualitas.