Ruang
The journal encourages rigorous, substantial, and original research on any topic related to architecture and urban design or the practice of architecture and design research, both within and between disciplines. It encourages interdisciplinary discussion and interaction in a variety of contexts, including how technology can serve as a medium for contemporary architectural design. The spectrum of topics includes Building Design, Material Technology, Architectural Anthropology, Environmental Behaviour, Green Architecture, and Landscape Architecture
Articles
123 Documents
Penerapan Iptek Bagi Masyarakat Dusun Salena Dalam Pemanfaatan Bahan Kayu Kelapa Sebagai Bahan Konstruksi dan Penutup Bangunan
Nur Rahmanina Burhany
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 3 No 2 September (2011): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v3i2 September.132
Dusun Salena hanya berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Palu, merupakan lingkungan permukiman tradisional dengan potensi pohon kelapa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan konstruksi rumah tinggal. Keberadaan kayu kelapa untuk bahan bangunan dapat dimanfaatkan sebagai konstruksi dan penutup bangunan pada unit-unit rumah tinggal masyarakat Salena. Melalui identifikasi awal terhadap kondisi kelompok masyarakat Salena sebagai mitra dalam program penerapan Ipteks, maka permasalahan yang dapat dikemukakan yaitu bagaimana memberikan pengetahuan pada masyarakat dalam memanfaatkan potensi kayu kelapa untuk pengembangan rumah tinggalnya, serta bagaimana teknik mengerjakan dan memasang komponen struktur dan konstruksi rumah tinggal dari bahan kayu kelapa. Tujuan utama pelaksanaan program adalah melakukan pendampingan kepada masyarakat Salena dalam pembuatan konstruksi dan penutup bangunan rumah tinggal dari bahan kayu kelapa dan dipadukan dengan bahan bambu dan atap ‘daun rumbia’ yang sekaligus mampu memberikan kenyamanan ruang bagi penghuni. Adapun hasil pelaksanaan program penerapan Ipteks bagi Masyarakat Salena yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan, pendampingan, dan pembuatan system konstruksi ‘teras’ sebagai bangunan tambahan yang sangat dibutuhkan telah memunculkan kreasi dan inovasi masyarakat untuk menggunakan bahan kayu kelapa sebagai bahan lokal yang murah dan mudah dijangkau. Mereka juga menyadari bahwa dengan kemampuan dan keterampilan dalam menggunakan bahan-bahan lokal maka secara ekonomi ‘kondisi ketidak-berdayaan’ masyarakat dapat tertanggulangi.
Kajian Peningkatan Kualitas Lingkungan Binaan Tepian Sungai Kota Banjarmasin
J.C. Heldiansyah;
Budi Prayitno;
Imam Djokomono
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 3 No 2 September (2011): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v3i2 September.136
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya degradasi kawasan tepian sungai di Banjarmasin yang merupakan kota dengan karakter perairan. Oleh karenanya diperlukan suatu penelitian yang bertujuan mencari penyebab degradasi kawasan tepian sungai di Banjarmasin dari aspek urban design, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam mengembangkan kawasan tepian sungai di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah rasionalistik dengan metode deduktif kualitatif. Untuk mencapai tujuan yang akan dicapai, penelitian ini mengusung grand theory lalu kemudian disinkronkan dengan 4 lokasi tepian sungai terpilih yang memiliki karakter perairan yang berbeda. Kawasan tersebut antara lain, Kawasan Kuin, Kawasan Sungai Jingah, Kawasan Pasar Baru, dan Kawasan Masjid Sabilal Muhtadin. Untuk menjawab tujuan penelitian, hasil temuan akan menyimpulkan faktor dominan yang mendegradasi kualitas dan fungsi sungai. Dengan dasar pertimbangan ini, parameter desain dan pengembangan Kawasan tepian sungai dibanjarmasin dapat dirumuskan. Keluaran yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah arahan desain dan rencana pengembangan kawasan tepian sungai yang memuculkan karakter simbiosis antara sungai dengan darat sehingga dapat meningkatkan kualitas dan fungsi sungai di Kota Banjarmasin.
Konsep Kosmologi Dalam Arsitektur Vernakular (Kasus: Konsep Penataan Pemukiman Tradisional di Bali)
Mashuri
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 3 No 2 September (2011): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v3i2 September.137
Ciri yang kuat dalam penataan pemukiman tradisional di Indonesia adalah adanya konsep kosmologi yang menjadi pijakan dalam mengatur dan menata pemukimannya. Secara umum pemukiman tradisional vernakuler di Indonesia mengikuti pola kosep kosmologi yakni menempatkan pemukimannya berada di antara gunung dan laut atau gunung dan sungai. Secara garis besar, konsep penataan pemukiman tradisional di Bali menggunakan dua konsep utama yakni konsep Tri Angga (konsep tata ruang pemukiman secara vertikal) dan konsep Sanga Mandala (konsep tata ruang pemukiman secara horizontal).
KEN YEANG: Kajian Teori, Metode, dan Aplikasi
I Kadek M. Wijaya
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 3 No 2 September (2011): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v3i2 September.138
Peningkatan kebutuhan akan hunian tempat tinggal manusia seiring dengan perkembangan jumlah penduduk yang dari waktu ke waktu semakin meningkat jumlahnya, sedangkan lahan untuk mewadahi kebutuhan tersebut cenderung tetap. Kehadiran gedung pencakar langit sebagai solusi permasalahan ketersediaan lahan yang semakin menyempit. Namun kehadiran gedung-gedung pencakar langit memerlukan kebutuhan akan energi untuk proses di dalam gedung – misalnya sirkulasi, penggunaan AC ataupun untuk penerangan – yang semakin meningkat pula. Hal ini dikarenakan rancangan bangunan pencakar langit cenderung memerlukan sumber daya energi yang besar dalam pengoperasiannya. Sedangkan ketersediaan sumber daya alam dari waktu ke waktu semakin berkurang di muka bumi dalam memenuhi kebutuhan akan energi tersebut. Berbeda dengan bangunan tradisional yang metitikberatkan pada konsep ramah lingkungan dan tidak terlalu banyak mengekplorasi sumber daya alam dalam pengoperasianya. Ken Yeang hadir dengan karya-karya yang berbeda dengan arsitek lainnya. Ken Yeang melihat bangunan pencakar langit dewasa ini seperti sebuah kulkas atau lemari es yang dingin dan sejuk di dalamnya, tapi panas di luarnya. Oleh karena itu Ken Yeang berusaha menciptakan bangunan yang harmonis dengan lingkunga di mana bangunan tersebut berada. Tulisan ini mengkaji tentang teori atau konsep, metode dan aplikasi dari arsitek Ken Yeang dalam menanggapi fenomena-fenomena di atas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis.
Strategi Desain Ruang Publik Sebagai Alternatif Penanganan Konflik Pada Pemanfataan Ruang Pesisir Teluk Palu
Fuad Zubaidi
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 3 No 2 September (2011): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v3i2 September.139
Merancang dan menata ruang publik kota sebagai pusat aktivitas masyarakat, memerlukan kerangka konseptual yang integratif dengan pendekatan hubungan perilaku dan lingkungan. Beberapa kasus terbukti, bahwa ruang publik akhirnya menjadi ruang mati, terdistorsi karena bertumpuktumpuknya fungsi dan menyebabkan terjadinya konflik pemanfaatan ruang. Untuk mengatasi persoalantersebut ada beberapa aspek yang dapat digunakan dalam pengembangan ruang publik, yaitu mengembangkan strategi konsep pengembangan ruang terbuka yang humanist, pengembangan peraturan dalam ruang publik, pengembangan pemaknaan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Tujuan utama pembahasan ini adalah mengembangkan konsep penataan ruang publik yang berdasarkan studi perilaku guna memberikan hak atas ruang bagi pengguna publik ruang baik pengunjung serta pejalan kaki dan menjamin terpenuhinya kebutuhan fisiologis di dalam ruang tersebut untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, kesenangan, kesinambungan, kelengkapan, daya tarik dan yang terpenting adalah untuk menghindari konflik pemanfaatan ruang. Penelitian dilakukan 2 (dua) tahap, yaitu mengembangkan konsep penataan ruang publik berbasis perilaku lingkungan yang menunjukkan adanya indikasi konflik penggunaan ruang dengan pembentukan teritori ruang (tahap I) dan mengembangkan strategi model penataan ruang publik (tahap II), selanjutnya melakukan sosialisasi dan mengembangkan strategi serta model perancangan ruang publik berupa guidelines acuan perancangan untuk di terapkan di ruang publik pada lokasi penelitian dan beberapa ruang publik kota lainnya.
Bangunan Hemat Energi Antara Permasalahan Kenyamanan Bangunan dan Penghematan Energi
Burhanuddin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 3 No 2 September (2011): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v3i2 September.140
Efisiensi energi sebenarnya bukanlah merupakan kriteria baru dalam disain arsitektur. Konteks keberadaan suatu bangunan selalu ditentukan oleh batasan iklim dan material bangunan. Sepanjang sejarah , iklim, energi dan kebutuhan‐kebutuhan sumber daya merupakan hal‐hal fundamental dalam seni dan tatanan arsitektur. Bahkan dalam kondisi iklim yang ekstrim sekalipun tidak menghalangi para perancangnya untuk menghadirkan karya arsitektur anggun yang merupakan solusi atas permasalahan lingkungannya. Pembahasan ini mengeksplorasi desain bangunan hemat energy terkait dengan masalah kenyamanan bangunan serta penghematan energy. Hasil pembahasan ini merekomendasikan bagimana desain arsitektur pada bangunan agar dapat menjadi bangunan yang hemat energy namun tetap memperhatikan kenyamanan bangunan.
Revitalisasi Kawasan Benteng Fort Rotterdam Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Ruang Sebagai Image Kota Makassar
Altim Setiawan
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 4 No 1 Maret (2012): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v4i1 Maret.142
Revitalisasi merupakan upaya untuk mem-vital-kan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulunya pernah vital/hidup akan tetapi kemudian mengalami kemunduran/degradasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan kualitas ruang pada kawasan benteng fort Rotterdam dan daerah sekitarnya merupakan bagian dari kawasan Kota Lama Makassar yang merupakan bagian dari sejarah pertumbuhan dan perkembangan kota. Sebagai kawasan yang memliki fungsi dan peran strategis sejak masa lampau hingga saat ini. Karakter kawasan berubah, baik dari segi fungsi maupun tampilan visual sehingga diperlukan tindakan dalam bentuk revitalisasi kawasan. Hasil penelitian merupakan rekomendasi dalam bentuk konsep dan strategi revitalisai pada kawasan benteng Fort Rotterdam guna meningkatkan kualitas ruang kawasan sebagai image kota.
Telaah Guna Dan Citra Terhadap Banua Di Mamasa
Nur Rahmanina Burhany
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 4 No 1 Maret (2012): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v4i1 Maret.144
Mangunwijaya mengungkapkan Guna dan Citra sebagai substansi pembentuk arsitektur melalui dua bukunya; Fisika Bangunan dan Wastu Citra. Substansi pembentuk arsitektur yang di ungkapkan tersebut menarik untuk ditelaah dengan melakukan interpretasi Guna dan Citra pada arsitektur Banua Mamasa . Kajian diawali dengan telaah pustaka mengenai Guna dan Citra dari kedua buku Mangunwijaya dengan mengeksplorasi butir-butir penting dari apa yang dinyatakan oleh Mangunwijaya. Kemudian dari hasil telaah pustaka tersebut ditentukan aspek-aspek yang akan ditinjau untuk menelaah Guna dan Citra terhadap obyek kasus (Banua di Mamasa). Dengan demikian dapat diketahui sejauh mana Guna dan Citra dapat menjelaskan fenomena wujud Banua di Mamasa, sebagai salah satu dari kekayaan arsitektur Timur yang dikenal erat hubungannya dengan kebudayaan dan merupakan cerminan nilai-nilai sosial budaya dari sebuah proses kebudayaan.
Pola Pemukiman Dan Tipologi Hunian Suku Bajo Di Sulawesi Tengah (Studi Kasus Rumah Suku Bajo di Desa Kabalutan dan Desa Labuan di Ampana)
Andi Jiba Rifai B;
Iwan Setiawan Basri;
Nadjib Massikki
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 4 No 1 Maret (2012): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v4i1 Maret.145
Suku Bajo banyak tersebar dan bermukin di perairan Indonesia dan sekitarnya, termasuk di beberapa negara tetangga seperti di Thailand dan Malaysia. Sedang penyebaran terbanyak di Indonesia terdapat di pulau Sulawesi Utamanya di Sulawesi Tengah. Sejak ratusan tahun lalu, suku Bajo hidup diatas laut/perairan dimana awalnya mereka hanya menggunakan perahu dan mereka cakap mengarungi lautan, Hingga akhirnya beberapa kelompok masyarakatnya mulai menetap dan membangunan permukiman. Mereka kerap disebut gipsi laut (sea nomads), karena hidup di atas laut secara nomaden, namun kemudian mereka mulai menetap dan membangun permukiman di atas laguna karang dan perairan di sekitar pantai dan pulau-pulau, mereka mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, serta tetap mempertahankan budaya kebaharian mereka. Suku Bajo awalnya tinggal di atas perahu, namun dengan perubahan zaman saat ini cukup mempengaruhi cara hidup mereka bahkan banyak diantara mereka yang tidak berprofesi sebagai nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemukiman dan tipe hunian/rumah serta tradisi yang tetap mereka pertahankan secara turun temurun dalam kehidupan mereka.
Pelestarian Pusaka Arsitektur Kalimantan Selatan Berbasis Website
Naimatul Aufa
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 4 No 1 Maret (2012): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/ruang.v4i1 Maret.146
Latar belakang penelitian ini dikarenakan keprihatinan akan punah dan hilangnyanya pusaka arsitektur nusantara, khususnya di Kalimantan Selatan. Pusaka arsitektur Kalimantan Selatan (Kalsel) sudah kehilangan jaminan untuk berkelanjutan. Sebagian besar sudah mulai mengalami perubahan bentuk dan kepunahan. Selama ini usaha pelestarian pusaka arsitektur di Kalsel dilakukan dengan bersentuhan langsung pada arsitektur yang dilestarikan, sehingga wujud fisik arsitektur yang dilestarikan mutlak diperlukan. Dengan mengembangkan aplikasi website sebagai media pelestarian, diharapkan pusaka arsitektur yang masih berwujud maupun yang sudah hilang, dapat dilestarikan. Dengan menggunakan perangkat keras (Komputer) dan beberapa jenis perangkat lunak (program Aplikasi), maka terwujudlah sebuah aplikasi website yang berisi informasi tentang pusaka arsitektur di Kalimantan Selatan. Aplikasi ini selain sebagai media pelestarian juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran.