cover
Contact Name
Fuad Zubaidi
Contact Email
fhoead@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
fhoead@yahoo.co.id
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako Tondo, Jl Soekarno Hatta
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20856962     EISSN : 30314372     DOI : Prefix 10.33292
Core Subject : Social, Engineering,
The journal encourages rigorous, substantial, and original research on any topic related to architecture and urban design or the practice of architecture and design research, both within and between disciplines. It encourages interdisciplinary discussion and interaction in a variety of contexts, including how technology can serve as a medium for contemporary architectural design. The spectrum of topics includes Building Design, Material Technology, Architectural Anthropology, Environmental Behaviour, Green Architecture, and Landscape Architecture
Articles 123 Documents
Kajian Faktor Nilai Strategis Lokasi Dalam Penempatan Reklame Di Kota Palu Setiawan, Altim
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.98

Abstract

Dalam Undang‐Undang No. 34 Tahun 2000, reklame merupakan objek pajak dan merupakan potensi PAD. Hal ini dapat dilihat dari perolehan restribusi dan pajak yang dihasilkan dari sektor reklame ini sangat tinggi dibanding dengan objek lainnya. Namun demikian hingga saat ini, Pemerintah Kota Palu belum menetapkan faktor dan kriteria nilai strategis lokasi pemasangan reklame. Oleh karena itu nilai strategis lokasi pemasangan reklame pada berbagai kawasan di Kota Palu belum dapat dihitung. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi tingkat kepentingan dari masing‐masing faktor dan kriteria nilai strategis lokasi sebagai salah satu dasar menghitung nilai sewa reklame dalam upaya meningkatkan PAD Kota Palu di sektor reklame. Penetapan kategorisasi prioritas atas faktor ini dilakukan dengan kajian literatur dan penyebaran kuesioner untuk mengetahui persepsi para akademisi, pemerintah dan penyelenggara dalam menentukan faktor nilai strategis lokasi dalam penempatan reklame. Hasil yang diperoleh menggambarkan bahwa tingkat kepentingan masing‐masing faktor memperlihatkan bahwa klasifikasi jalan merupakan prioritas utama dalam tingkat kepentingan nilai strategis lokasi pemasangan reklame, urutan berikutnya adalah sudut pandang, ketinggian dan guna lahan
Aspek Kualitas Pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Tengah (Telaah Penyusunan Kembali RTRW Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2008) Wildani Pingkan Suripurna Hamzens
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.100

Abstract

Perencanaan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tengah dalam arti kegiatan menyusun dan menetapkan rencana tata ruang, merupakan proses menentukan struktur ruang dan pola ruang. Perencanaan tata ruang yang berkualitas akan menghasilkan rencana tata ruang yang juga berkualitas. Sistem kualitas pada perencanaan tata ruang merupakan kontrol dan perbaikan kualitas ruang wilayah yang dilakukan sepanjang proses perencanaan. Keberhasilan tim penyusun meningkatkan kualitas ruang wilayah merupakan tujuan utama perencanaan tata ruang. Satu hal mendasar yang harus dipahami bersama oleh tim penyusun tata ruang adalah proses perencanaan tata ruang harus dipandang sebagai suatu perbaikan kualitas ruang wilayah secara terus menerus. Sistem kualitas pada perencanaan tata ruang (penyusunan dan penetapan) mengatur terjaminnya berlangsung suatu siklus perbaikan kualitas ruang wilayah di sepanjang proses penyusunan dan penetapan. Proses perencanaan tata ruang yang dianut pada suatu sistem kualitas berjalan sirkuler dan tidak pernah berhenti. Karena itu, perbaikan kualitas ruang harus dilakukan terus menerus sepanjang proses: penyusunan, penetapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi; semua tahap selalu feed back ke tahap penyusunan, untuk menjamin terjaganya kualitas tata ruang wilayah. Kualitas atau mutu suatu rencana tata ruang sangat tergantung pada proses perencanaannya. Kualitas rencana tata ruang ditunjukkan dari kemampuan rencana tata ruang mengakomodir kebutuhan masyarakat (terutama masyarakat lokal) akan ruang. Kepentingan yang dimaksud adalah dalam hal memanfaatkan ruang wilayah untuk kepentingan sosial, budaya, maupun ekonomi. Jika rencana tata ruang disebut sebagai suatu ’produk’, maka rencana tata ruang yang dihasilkan dapat dikatakan berkualitas apabila rencana tersebut sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Pergeseran Konsep Berarsitektur Walter Gropius Burhany, Nur Rahmanina
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.101

Abstract

Tulisan ini akan membahas mengenai pengaruh professional environment terhadap arsitek dan konsepnya, sebagai objek pengkajian adalah Walter Gropius, seorang arsitek yang dikenal mengalami beberapa kali pergeseran konsep dalam berarsitektur yang terjadi tidak dalam waktu yang lama. Pergeseran konsep berarsitektur Grapius dikaji untuk memperoleh gambaran penyebab terjadinya pergeseran tersebut dan adakah kemungkinan hal tersebut terjadi karena pengaruh unsur‐unsur di dalam professional environment.
Pusat Pertokoan Dengan Konsep Pedestrian Mall Di Kota Palu Ahda Mulyati; Fitria Junaeny
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.102

Abstract

Perkembangan Kota Palu diiringi dengan pertumbuhan perekonomian yang semakin meningkat. Pusat Pertokoan Jl. Sultan Hasanuddin merupakan salah satu pusat perdagangan di Kota Palu dengan sistem pertokoan linear (shopping street). Perkembangan kegiatan perdagangan di Kota Palu yang semakin pesat menyebabkan masyarakat beralih ke pusat perbelanjaan modern yang menawarkan suasana baru dengan fasilitas yang lengkap, sehingga kegiatan perdagangan pada kawasan pusat pertokoan Jl. Sultan Hasanuddin mengalami penurunan. Tujuan penelitian adalah mewujudkan konsep perancangan dalam mendesain kawasan Pusat Pertokoan Jl. Sultan Hasanuddin di Kota Palu dengan konsep pedestrian mall dengan suasana berbelanja yang rekreatif, aman dan nyaman bagi pengunjung. Penelitian menggunakan metode kualitatif, yang menunjukkan bahwa kawasan Pusat Pertokoan Jl. Sultan Hasanuddin memiliki karakteristik yang mendukung untuk ditetapkan sebagai kawasan pedestrian, karena memiliki potensi kawasan dan indikasi atau kecenderungan pada kawasan yang dikaitkan dengan prinsip‐prinsip dalam penerapan konsep pedestrian mall, maka tipe pedestrian mall yang dapat diterapkan pada kawasan ini adalah tipe full pedestrian mall. Penerapan full pedestrian mall ini dititik beratkan pada perbaikan dan peningkatan identitas dan kualitas kawasan melalui penataan ulang kawasan.
Arsitektur Kaili Sebagai Proses Dan Produk Vernakular Zubaidi, Fuad
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.103

Abstract

Semula arsitektur lahir sekadar untuk menciptakan tempat tinggal sebagai wadah perlindungan terhadap gangguan lingkungan: alam dan binatang (Rapoport,1969). Dengan demikian bentuk dan fungsi dalam arsitektur adalah respon manusia terhadap lingkungan. Dalam perkembangannya, respon terhadap lingkungan yang sama memiliki kecenderungan untuk menghasilkan satu cara dan bentuk yang sama. Suatu cara yang lahir begitu saja dan kemudian membentuk satu pola yang dianut bersama dan menjadi satu tradisi yang dikenal sebagai arsitektur vernacular (Rudolvsky, 1964). Karya arsitektur Kaili sebagai salah satu identitas dan pendukung kebudayaan, merupakan endapan fenomena mendapat inspirasi dari alam. Pengaruh ini terlihat antara lain pada atap yang menjadi bagian terpenting dari sebuah bangunan serta berbagai macam ornamen di dinding yang mengekspresikan kehidupan religius. Sedangkan dinding dalam arsitektur modern, biasanya bukan dari bagian konstruksi yang mendukung atau menganut bagian bangunan lainnya, namun semata‐mata sebagai bidang penutup untuk melindungi dari pengaruh iklim dan cuaca. Arsitektur Kaili dalam proses pembuatan dan produknya dapat dikatakan sebagai suatu peninggalan arsitektur vernakular yang ada di kota Palu sebagai ibukota propinsi Sulawesi Tengah.
Pendekatan Psikologi Lingkungan Dalam Perencanaan Kawasan Wisata (Studi Kasus Pengembangan Wisata Agro Kawasan Loka, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan) Asyra Ramadanta
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.104

Abstract

Pengembangan pariwisata diarahkan untuk mendorong perkembangan wilayah dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan hidup yang berkesinambungan melalui penataan ruang. Upaya tersebut membutuhkan : (a) Peningkatan efisiensi produksi, (b) peningkatan kemampuan masyarakat, (c) pengendalian dampak lingkungan, (d) peningkatan peran lembaga sosial ekonomi, dan (e) peningkatan kemampuan pemerintah daerah. Sejalan dengan kebijakan pengembangan kepariwisataan yang memerlukan pendekatan komprehensif, program pengembangan wilayah yang dilakukan secara holistik diarahkan dengan memanfaatkan seluruh potensi sumber daya pariwisata, termasuk komunitas lokal sebagai stakeholder utama dalam kegiatan pengembangan fungsi khusus pada suatu kawasan. Pelibatan komunitas lokal harus dilakukan sejak awal dalam penentuan dan pengambilan kebijakan yang terkait dengan pemanfaatan ruang secara bersama, agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam penyelenggaraan kegiatan wisata dan turut menikmati segala bentuk keuntungan dari aktifitas wisata itu sendiri. Sosialisasi dan pendekatan yang lebih intensif untuk memperoleh gambaran tentang persepsi dan preferensi masyarakat terhadap kegiatan pengembangan kepariwisataan, diantaranya melalui pendekatan secara psikologis yang bertujuan untuk menciptakan keselarasan antara individu, komunitas dengan setting fisik/lingkungan dalam wujud socio spatial dialectic. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam perencanaan tata ruang kawasan wisata yang mampu mendorong pengembangan wilayah sekaligus sebagai alat pemacu pertumbuhan wilayah dan peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.
Pemanfaatan Citra Ikonos Untuk Identifikasi Objek‐Objek Kekotaan Rifai Mardin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.105

Abstract

Kemampuan teknologi penginderaan jauh yang semakin maju dengan munculnya satelit‐satelit inderaja dengan resolusi spasial yang tinggi memberi kesempatan kepada ilmu perencanaan kota. Pertanyaan yang menjadi dasar penelitian ini adalah sejauh mana data inderaja dapat dipergunakan bagi perancangan kota yang membutuhkan data relatif lebih detail untuk proses analisis. Penelitian ini menggunakan citra IKONOS resolusi 1 meter dimana objek‐objek kekotaan yang teridentifikasi dalam citra satelit kemudian diuji melalui survey lapangan. Penelitian ini berhasil membuktikan keakuratan citra satelit IKONOS yang ternyata mampu mengidentifikasi objek‐objek kekotaan sebesar 95,09%.
Identitas Kota, Fenomena dan Permasalahannya Amar
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 1 No 1 September (2009): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v1i1 September.106

Abstract

Perkembangan kota‐kota di Indonesia mempunyai kecenderungan kehilangan identitasnya. Hal ini lebih disebabkan oleh beberapa fenomena, antara lain:terjadinya peningkatan percepatan perubahan ruang‐ ruang kota secara sistematis dan sangat pragmatis mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan kota; terjadinya generalisasi dan keseragaman bentuk perkembangan dan visual kota, sehingga kota tersebut semakin asing bagi masyarakat, terutama dalam mengenali dan menggali potensi jati diri untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya; dan pembangunan kota lebih dititiberatkan pada pertimbangan aspek fisik dan ekonomi, serta cenderung mengabaikan nilai‐nilai sosial budaya lokal dan historis kota. Untuk mengantisipasi agar kecenderungan pengungkapan fenomena identitas kota seperti itu tidak berlanjut, perlu kiranya dipelajari dan ditelusuri identitas suatu kota berdasarkan tatanan dan fungsi kehidupan kota secara lebih terintegrasi yang di dalamnya merupakan akumulasi dari nilai‐nilai sosio‐kultural warga kota sebagai ruh dan jati diri kota, serta elemen‐elemen fisik lingkungan sebagai wadahnya.
Perwujudan Konsep dan Nilai-Nilai Kosmologi Pada Bangunan Rumah Tradisional Toraja Mashuri
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 1 Maret (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i1 Maret.107

Abstract

Salah satu ciri yang kuat pada arsitektur vernakular adalah adanya kosmologi dalam penataan penataan lingkungan baik yang bersifat makro (pemukiman) maupun yang bersifat mikro (rumah). Orientasi kosmologi ini dapat ditandai dengan adanya ruang yang bersifat sakral maupun yang bersifat profan. Toraja, sebuah kelompok etnik yang tinggal di sebelah utara provinsi Sulawesi Selatan, mempunyai bentuk arsitektur tradisional yang unik dan indah, yang merupakan ekspresi dari “Aluk Todolo”, agama dan “way of life”nya. Pemikiran kosmologi dan ajaran “Aluk Todolo” diekspresikan dalam arsitektur Toraja, baik dalam pembagian ruang secara horizontal maupun secara vertikal.
Potensi dan Permasalahan Pengembangan Kawasan Permukiman Wisata Di Dusun Salena Palu Muhammad Najib
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 1 Maret (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i1 Maret.108

Abstract

Secara fisik, lingkungan permukiman sebagai suatu lingkungan tempat kediaman yang di dalamnya terdapat karakteristik sosial yang spesifik karena terjadinya hubungan pribadi (personal contact). Dalam pengertian yang lebih luas, kehadiran manusia akan menciptakan rumah dan lingkungan masyarakat beserta alam sekitarnya sesuai kepentingannya. Pariwisata mempunyai peran dan fenomena yang kompleks dalam perubahan lingkungan permukiman terutama pada lingkungan fisiknya. Masyarakat lokal sebagai ’stakeholder’ dalam penyusunan konsep pengembangan pariwisata, hendaknya diikutsertakan dari mulai kegiatan perencanaan sampai pada operasionalisasi konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Salena sebagai wilayah hinterland kota, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan permukiman wisata karena beberapa hal, yaitu; merupakan desa dipinggiran kota Palu (desa tertinggal) yang menjadi salah satu daya tarik (obyek) wisata melalui wujud seni arsitektur tradisional bangunan rumah dan sebagai lingkungan permukiman perdesaan tradisional; wujud perumahan dan lingkungannya mencerminkan wujud tatanan kehidupan kolektif yang sangat dinamis; memiliki aset alam dan aset budaya yang sangat menarik sebagai masyarakat terasing ; daya tarik pariwisata budaya sangat tergantung pada kesinambungan tindak konservasi terhadap alam dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat dan lingkungannya; serta dapat diterapkannya konsep tribina yaitu bina lingkungan, bina masyarakat dan bina usaha dalam pengembangan pengelolaan kawasan permukiman di dusun Salena.

Page 9 of 13 | Total Record : 123