cover
Contact Name
Fuad Zubaidi
Contact Email
fhoead@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
fhoead@yahoo.co.id
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako Tondo, Jl Soekarno Hatta
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20856962     EISSN : 30314372     DOI : Prefix 10.33292
Core Subject : Social, Engineering,
The journal encourages rigorous, substantial, and original research on any topic related to architecture and urban design or the practice of architecture and design research, both within and between disciplines. It encourages interdisciplinary discussion and interaction in a variety of contexts, including how technology can serve as a medium for contemporary architectural design. The spectrum of topics includes Building Design, Material Technology, Architectural Anthropology, Environmental Behaviour, Green Architecture, and Landscape Architecture
Articles 123 Documents
Perubahan Identitas Rumah Tradisional Kaili Di Kota Palu Rosmiaty Arifin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 1 Maret (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i1 Maret.109

Abstract

Jatidiri atau identitas karya arsitektur tidak dapat dilepaskan dari jati diri manusianya. Seiring perkembangan kehidupan manusia dalam proses menghuni rumah, identitas lokal pada rumah-rumah tradisional sudah mulai terkikis bahkan hilang sama sekali diganti dengan rumah-rumah gaya moderen. Bagaimana halnya arsitektur tradisional rumah Kaili di Kota Palu, apakah telah mengalami perubahan identitas? Tujuan penelitian ini adalah menguraikan identitas rumah tradisional Kaili berdasarkan unsur-unsur bentuk bangunan yang telah mengalami perubahan. Untuk menjawab pertanyaan dan mencapai tujuan penulisan digunakan metode survey atau pengamatan langsung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Kriteria rumah tradisional kaili yang diamati adalah dihuni sendiri oleh pemiliknya, serta memiliki ciri dan mengalami perubahan. Variabel perubahan identitas berupa bentuk bangunan, susunan tata ruang rumah, struktur & konstruksi dan bahan/material bangunan, ragam hias dan perletakan tangga. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa identitas rumah tradisional Kaili di kota Palu pada umumnya tetap walaupun beberapa unsur-unsurnya ada yang cenderung berubah, tetapi secara visual masih tetap.
Perkembangan Struktur dan Konstruksi Rumah Tradisional Suku Bajo Di Pesisir Pantai Parigi Moutong Andi Jiba Rifai B
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 1 Maret (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i1 Maret.110

Abstract

Suku bajo adalah salah suku laut yang banyak bermukim di sepanjang perairan pulau Sulawesi, salah satunya adalah suku Bajo etnis Bugis yang telah lama menetap di pantai desa Badjo kecamatan Bolano-Lambunu kabupaten Parimo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji perkembangan struktur rumah Tinggal suku Bajo di Parigi Moutong. Metode yang digunakan adalah eksplorasi deskripsi, hasil yang ditemukan adalah sistem dan bentuk konstruksi serta perkembangan struktur yang diterapkan pada rumah tinggal suku Bajo dari awal mengenal cara menetap di Parigi Moutong sampai tahun 2008. Sistem struktur yang digunakan pada rumah suku Bajo mengalami perkembangan dalam beberapa tahap, dimulai tahap membangun rumah yang dibangun dengan hanya satu ruang kemudian berkembang menjadi rumah yang lebih baik (memiliki beberapa rung dan fungsi) dengan mengembangkan bentuk konstruksi dan struktur tradisional menjadi rumah modern seperti umumnya dengan srtuktur struktur hunian di atas air.
Karakteristik Teritorialitas Ruang Pada Permukiman Padat Di Perkotaan Burhanuddin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 1 Maret (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i1 Maret.111

Abstract

Perkembangan kota yang begitu cepat telah menimbulkan permasalahan yang berkaitan dengan pertambahan jumlah penduduk yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk di permukiman menuntut tersedianya fasilitas bagi masyarakat, tidak tersedianya ruang terbuka di kawasan permukiman, cenderung menciptakan ‘ruang’ sebagai tempat untuk beraktifitas yang dilakukan oleh setiap penghuni masing-masing rumah. Dengan kondisi tersebut setiap penghuni secara tidak sadar telah membentuk/mensetting ruang luar sebagai area yang dimilikinya (teritori). Fasilitas yang disediakan atau yang direncanakan ternyata juga menimbulkan persoalan seperti tidak berfungsinya fasilitas tersebut sebagaimana mestinya. Selain itu terbatasnya jumlah lahan merupakan masalah tersendiri yang menyebabkan terkonsentrasinya penduduk dalam satu area, sehingga menimbulkan kawasan permukiman yang padat penghuni dan padat bangunan dengan fasilitas lingkungan yang kurang memadai. Padatnya bangunan rumah tinggal dalam kawasan permukiman tentunya sulit menyediakan fasilitas ruang terbuka sebagai ruang bersama. Keterbatasan ruang dan tekanan lingkungan (environment press) akibat kepadatan manusia dan bangunan, cenderung “menguasai” ruang-ruang yang direncanakan ataupun tidak direncanakan baik secara publik maupun privat, seperti lapangan, taman taman, dan jalan-jalan lingkungan sebagai ruang untuk berinteraksi dengan komunitasnya. Dalam teritorialitas akan terjadi interaksi/hubungan beberapa unsur yaitu unsur pengguna yang berkegiatan dan ruang yang mewadahi. Dalam melihat teritorialitas maka yang dapat dilihat adalah hubungan yang terjadi antar unsur yang ada di dalam teritorialitas. Untuk melihat konsep hubungan maka dapat menggunakan tolok ukur hubungan berupa kualitas dan hubungan pengguna dan ruang/lingkungan.
Dukungan Lembaga Keuangan Bagi Program Pengadaan Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Di Kota Luwuk Rusli
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 1 Maret (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i1 Maret.112

Abstract

Sampel bertujuan ditarik sejumlah 133 orang dengan kriteria masyarakat berpengahasilan rendah di kota luwuk ditiga kelurahan Simpong, Kelurahan Bumi Harapan, Kelurahan Boyou. Data dikumpulkan dengan teknik angket,wawancara, metode analisis dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial (non parametrik). Hasil penelitian ini menunjukkan animo warga untuk mendapatkan keadilan dalam pelayanan kredit perumahan antara tujuh juta s/d sepuluh juta sebesar 51,88, dimana 60 responden atau sebesar 45,11 % memiliki luas rumah dari 21 m2 s/d 36 M2, memilki sertifikat 67 responden sejumlah 50,38 %, dan cara membangun yang diminatai adalah secara swadaya 115 responden sebesar 86,47 %. Untuk meningkatkan kepemilikan/perbaikan perumahan upaya warga perlu mendapat dukungan dari pemerintah otonomi dalam hal penyediaan infrastruktur instansional berupa lembaga keuangan dengan bantuan kredit perumahan yang berperan melakukan pendampingan dan pemberdayaan, menuju suatu kehidupan yang layak bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah perkotaan.
The Characteristics Of Inhabitants Palu Rivers Flood Basin Pudji Astutiek Fachruddin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 1 Maret (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i1 Maret.113

Abstract

The Aims of the study was to analyze the impact of urban economic activities, socio-economic conditions and sociocultural of migrants on the development of housing in the Palu Rivers flood Basin. The Data were obtained through quistionare, interview, observation, and documentation. The number of sample was 15 % of 150 respondents. The Method of Analysis used in the study was descriptive – qualitative. Result of the study indicates that socio-economic activities have an effect on the characteristic of the inhabitants. This is indicate by 82 % of the respondents come to Palu to find a job and 47,67 % live in the working location, and 24,66 % live around it. Relationship between the people who come from the same village residing in the area is 57,33 %. The specific characteristic of the residents found in the location is they work in informal sector of town. Therefore it is recommended to the government to make a policy to organize the housing in the area based on environmental law and the characteristic of the inhabitants.It also recommended to place free area about 50 metre – 100 metre from the housing, so that it can be used as a flood barrier as well as green area.
Konsep Teritori dan Privasi Sebagai Landasan Perancangan Dalam Islam Burhanuddin
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 2 September (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i2 September.114

Abstract

Keterlibatan personal dalam pembentukan teritori mengindikasikan bahwa teritori dan Privasi terkait dengan perilaku individu yang berbeda satu dengan yang lain. Dalam batas-batas tertentu maka dapat dikatakan teritori dan Privasi dibentuk dan dikontrol oleh perilaku individu atau kelompok individu. Sementara itu manusia sebagai makhluk yang memiliki kesadaran dan kemampuan berpikir tidak lepas dari norma dan nilai, dengan demikian dalam berperilakupun akan sangat dikendalikan oleh keduanya yang kemudian berimplikasi pada bentukan teritori dan Privasi. Islam yang dapat dipandang sebagai satu norma dan memiliki sistem nilai tersendiri berperan besar dalam membentuk karakter teritori pada skala individu maupun kelompok terutama dalam komunitas muslim, hal ini desebabkan oleh adanya aturan -aturan dalam berperilaku yang terdapat dalam hukum atau syariah Islam. Teritori dan Privasi berkaitan erat dengan analisa behavioral environment yang dalam perancangan akan memberi sumbangan informasi penting sebagai landasan pengambilan keputusan desain ruang.
Partisipasi Masyarakat Dalam Peningkatan Kualitas Permukiman Dikawasan Pusat Kota Palu Muhammad Ramlan Salam
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 2 September (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i2 September.115

Abstract

Keberhasilan pembangunan di era reformasi sekarang ini, khususnya dalam Kegiatan peningkatan kualitas permukiman di kawasan pusat kota, sangat dtentukan oleh adanya partisipasi aktif dan masyarakat. Partisipasi masyarakat dalarn kegiatan ini tentunya dipengaruhi oleh motivasi dan masyarakat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui signifikansi pengaruh faktor-faktor motivasi, pengetahuan, dan faktor kepemimpinan tokoh masyarakat bersama aparat pernerintah dalam peningkatan kualitas permukiman di KPKP; (2) Untuk mendapatkon model manajemen pembangunan permukiman yang partisipatif. Sampel penelitian sebanyak 370 orang yang ditarik secara proporsional cluster random sampling sederhana dan 8704 kepala keluarga di Kelurahan Lere, Kamonji, Besusu Barat, dan Kelurahan Lolu Utara (Kawasan Pusat Kota Palu). Data dikumpulkan dengan memakal teknik observasi, angket, interviu dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan peningkatan kualitas permukiman di KPKP cukup balk. Cukup baiknya tingkat pailisipasi ml disebabkan oleh tujuh faktor, yaitu: tingkat keamanan sebesar 69 persen, intensitas berinteraksi sosial sebesar 79 persen, kebutuhan prasarana dan sarana permukiman sebesar 52 persen, penghargaan sebesar 94 persen. kesempatan menerapkan kemampuan 65 persen, tingkat pengetahuan 98 persen, Jan faktor kepemimpinan sebesar 27 persen.
Ieoh Ming Pei Dasar Perancangan dan Metoda Aplikasi Naimatul Aufa
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 2 September (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i2 September.116

Abstract

Dasar perancangan dan metoda seorang arsitek dalam merancang karya -karyanya, dapat dipahami dengan menelaah tentang biografi arsitek tersebut untuk mengetahui latar arsitekturnya, mendengar atau membaca pernyataan-pernyataan arsitek tersebut tentang apa yang menjadi dasar perancangannya, serta membedah karya-karya arsitek tersebut untuk mengetahui hal-hal fundamental dalam setiap karya-karyanya. Ketiga hal ini akan digunakan untuk mengetahui dan memahami dasar perancangan dan metoda aplikasi dari seorang arsitek yang bernama Ieoh Ming Pei, atau yang lebih dikenal dengan nama I. M. Pei. Ada tiga dasar yang digunakan I. M. Pei dalam merancang karyanya, yaitu: life of people, nature dan geometry. Untuk menerjemahkan “life of people” dalam rancangan, I. M. Pei bertanya tentang siapa pengguna bangunan dirancang, kenapa mereka menggunakan bangunan tersebut, dan apa yang akan membuat mereka bahagia dalam bangunan ini. Untuk menerjemahkan “nature” dalam rancangan, I. M. Pei memutuskan untuk tidak melawan alam tetapi meyatu dengan alam, dengan membuatnya sesuai dengan kondisi site. Dan untuk menerjemahkan “geometry” dalam rancanganya, menurut I. M. Pei, bentuk pada setiap karyanya terbentuk dari hasil penelitiannya tentang cahaya, bagaimana sebuah ruang dapat terbentuk dari cahaya, menyesuaikan skala dan proporsinya, dan yang terpenting ada ciri khas sebagai bangunan yang tidak berdiri sendiri.
Perubahan Bentuk dan Fungsi Hunian Pada Rumah Susun Pasca Penghunian Luthfiah
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 2 September (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i2 September.117

Abstract

Tinggal di rumah susun berbeda dengan tinggal di rumah kampung. Perubahan sistem penghunian ini mendatangkan pengaruh pada proses adaptasi penghuni terhadap kondisi rumah susun. Kondisi rumah susun setelah dihuni sekitar 20 tahun mengalami penurunan kualitas. Penurunan kualitas terjadi pada aspek sosial, ekonomi dan fisik lingkungan. Dengan demikian perlindungan kenyamanan, keamanan dan bahkan keselamatan penghuni menjadi terganggu. Pada aspek teknis dan fungsional bangunan, penurunan kualitas terlihat dari kondisi bangunan yang banyak mengalami perubahan dengan adanya penambahan - penambahan yang dilakukan olah penghuni tanpa memperhatikan syarat struktur yang diperbolehkan, sedangkan pada aspek fungsional dapat terlihat dari adanya penggunaan ruang-ruang yang tidak sesuai peruntukannya. Dengan menggunakan pendekatan rasionalistik dengan metoda penelitian deduktif kualitatif yang dilakukan pada Rumah Susun Sederhana Sewa Penjaringan, diharapkan akan ditem ukan jawaban mengenai bentuk-bentuk perubahan pada Rusun baik perubahan secara fisik maupun fungsional ruang huniannya, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Bata Ekspos Sebagai Sebagai Alternatif Material Dinding Untuk Rancangan Bangunan Dian Rifany Kurniaty
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 2 No 2 September (2010): RUANG : JURNAL ARSITEKTUR
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v2i2 September.118

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk maka kebutuhan akan rumah atau tempat tinggal juga meningkat cukup pesat. Membangun rumah dengan bahan berbasis batu bata merupakan budaya di negara kita sejak era kolonial. Mulai dari penyusunan batu bata atau blok, plesteran dinding, hingga acian. Bahan dasar dari batu bata umumnya adalah terbuat dari tanah liat dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain. Untuk tampilan yang rapi biasanya susunan batu bata ini diplester, diaci, dan kemudian dicat. Akan tetapi akibat adanya arus gaya alami, sedikit merubah persepsi tentang keindahan sebuah d inding. Dinding indah bukan lagi hanya bidang super rata, dengan warna putih bersih atau cerah menyala, bahan alami yang tampangnya kasar justru dianggap memiliki nilai estetis yang tinggi, sehingga muncullah bata ekspos dan bata tempel. Studi pengkajian dilakukan pada beberapa jurnal ilmiah, literatur sebagai referensi dalam penyusunan konsep penyelesaian persoalan di atas, serta informasi-informasi pendukung dari berbagai sumber. Bahan bangunan khususnya penggunaan batu bata, karena strukturnya kuat dan harganya terjangkau, membuat bata tetap menjadi pilihan sebagai bahan utama dinding, sekalipun ada alternatif lain. Dalam proses produksi batu bata maupun bata ekspos perlu disesuaikan dengan standar dan peraturan yang berlaku.

Page 10 of 13 | Total Record : 123