cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,009 Documents
Rekonstruksi Pengaturan Sanksi dalam POJK Nomor 51/POJK.03/2017 untuk Memperkuat Implementasi Green Banking di Indonesia Aldira Safa Salsabela; Ni Ketut Rindu Saraswati; Adinda Zahra Ristiana; Widia Oktavia Ramdhani; Dekmayudha Ananda Nursyams; Baidhowi Baidhowi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan prinsip keuangan berkelanjutan dalam sektor perbankan Indonesia sebagai instrumen pendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Fokus utama kajian terletak pada implementasi green banking yang dimandatkan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/POJK.03/2017. Melalui kebijakan tersebut, perbankan diwajibkan menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) dan Laporan Keberlanjutan sebagai bentuk transparansi operasional yang berwawasan lingkungan, seperti penyaluran kredit hijau, penerbitan obligasi hijau, dan efisiensi energi internal. Namun, penelitian ini menemukan adanya kelemahan signifikan pada aspek penegakan hukum (law enforcement). Ketentuan sanksi dalam POJK 51/2017 dinilai kurang memiliki daya paksa karena hanya bersifat administratif berupa teguran tertulis tanpa adanya eskalasi hukuman yang progresif. Selain itu, ketiadaan indikator pelanggaran yang spesifik dan lemahnya mekanisme pengawasan dari OJK menyebabkan pelaporan keberlanjutan seringkali terjebak pada formalitas administratif semata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa adanya reformasi regulasi yang memperkuat sanksi dan instrumen pengawasan, implementasi green banking berisiko menjadi sekadar pencitraan (greenwashing) yang tidak memberikan dampak nyata terhadap target keberlanjutan nasional.
Pengaruh Air Kelapa Hijau (Cocos Nucifera Linn Var. Viridis) terhadap Penurunan Nyeri  Menstruasi (Dysmenorrhea) pada Siswi SMAN 1 Kuta Baro Aceh Besar Tuti Kurnia Fitri; Kartinazahri Kartinazahri; Nanda Norisa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup selama menstruasi. Prevalensi dismenore mencapai 64,25%, yang terdiri atas 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri menstruasi adalah mengonsumsi air kelapa hijau (Cocos nucifera Linn var. viridis) yang mengandung elektrolit, magnesium, kalsium, dan vitamin C sehingga dapat membantu meredakan kontraksi otot serta proses inflamasi penyebab nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 siswi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 18 Juni sampai 7 Juli 2025 menggunakan lembar observasi. Intervensi diberikan secara door to door sebanyak dua kali pada setiap responden, sedangkan evaluasi dilakukan pada menit ke-15, 30, dan 60 setelah pemberian intervensi pada hari pertama dan kedua menstruasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 1,000 pada menit ke-15 yang berarti tidak terdapat perbedaan nyeri menstruasi sebelum dan sesudah intervensi. Namun, pada menit ke-30 dan 60 terdapat penurunan nyeri menstruasi yang signifikan baik pada hari pertama maupun kedua dengan nilai p-value sebesar 0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa air kelapa hijau berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri menstruasi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif nonfarmakologis yang mudah, aman, dan terjangkau dalam mengatasi dismenore pada remaja putri.
Penerapan Metode Phonics untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Teks Arab Siswa Kelas VIII MTs Salubanga Kabupaten Luwu Adian Wahdania; Nasruni Nasruni; Anshar Anshar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan membaca teks Arab pada siswa kelas VIII MTs Salubanga. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengenali bunyi huruf hijaiyah, menggabungkan bunyi menjadi suku kata, serta membaca kata dan kalimat sederhana dengan tepat. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran bahasa Arab kurang efektif dan menurunkan minat belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Phonics dalam meningkatkan keterampilan membaca teks Arab siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas VIII MTs Salubanga Kabupaten Luwu. Teknik pengumpulan data meliputi tes (pretest dan posttest), observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengombinasikan analisis data kuantitatif dan kualitatif untuk melihat peningkatan keterampilan membaca siswa selama penerapan metode Phonics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Phonics dapat meningkatkan keterampilan membaca teks arab siswa kelas VIII MTs Salubanga Kabupaten Luwu. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata siswa secara bertahap, mulai dari 29,2 pada tes pra siklus, meningkat menjadi 59,2 pada siklus I, dan mencapai 85,0 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar secara klasikal juga mengalami peningkatan pesat dari 25% pada siklus I menjadi 85% pada akhir siklus II, sehingga telah memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 80%. Selain itu, penerapan metode ini terbukti meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa, serta membantu mereka dalam membedakan simbol dan bunyi huruf hijaiyyah yang memiliki kemiripan.
Kajian Literatur: Penggunaan Gadget dan Strategi Pembelajaran dalam Minat Baca Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah Nu'mal Aqilah; Salsabila Mutiara; Fitri Aulia Rahmah; Syifa Ifadilah; Lailatul Badriyah; Auzai Anwari; Mansur Mansur
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat baca peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah di tengah meningkatnya penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penggunaan gadget dan strategi pembelajaran terkait dengan minat baca peserta didik melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur menggunakan data sekunder yang diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menghubungkan berbagai temuan penelitian yang berkaitan dengan penggunaan gadget, strategi pembelajaran, dan minat baca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget memiliki pengaruh yang penting terhadap minat baca siswa, baik secara positif maupun negatif. Penggunaan gadget yang berlebihan untuk hiburan cenderung mengurangi minat baca, sedangkan penggunaan gadget sebagai alat pembelajaran dan literasi digital dapat meningkatkan motivasi membaca siswa. Selain itu, strategi pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan berfokus pada siswa terbukti dapat meningkatkan minat baca melalui penggunaan media digital, metode bercerita, pembelajaran berbasis proyek, dan program literasi sekolah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa menggabungkan gadget dan strategi pembelajaran yang tepat dapat mendukung perkembangan literasi siswa jika disertai pengawasan guru dan orang tua. Dengan demikian, peningkatan minat baca siswa memerlukan kerjasama antara penggunaan teknologi yang bijaksana, strategi pembelajaran yang tepat, lingkungan sekolah yang mendukung, dan keterlibatan keluarga.
Pengaruh Kompensasi dan Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Prada Cipta Areco di Jakarta Barat Muhammad Wildan Alwi Syahrizal; Lidya Pricilla
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kompensasi dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Prada Cipta Areco Di Jakarta Barat, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh yaitu sebanyak 60 responden. Hasil penelitian ini adalah Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan diperoleh persamaan regresi Y = 10,922 + 0,723X1, dan Uji hipotesis (Uji t) memperoleh nilai thitung > ttabel atau (7,850 > 2,002). Dengan demikian maka H01 ditolak dan Ha1 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan. Beban Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y = 7,816 + 0,825X2, dan Uji hipotesis (Uji t) diperoleh nilai thitung> ttabel atau (8,025 > 2,002). Dengan demikian maka H02 ditolak dan Ha2 diterima, artinya terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Kompensasi dan Beban Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y = 6,672 + 0,379X1+ 0,475X2, dan Uji hipotesis (Uji f) diperoleh nilai fhitung > ftabel atau (38,227 > 3,159). Dengan demikian maka H03 ditolak dan Ha3 diterima, artinya variabel Kompensasi dan Beban Kerja memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap Kinerja Karyawan PT Prada Cipta Areco Jakarta Barat
Pengaruh Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Pegawai Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II Tangerang Selatan Muhamad Sofiul Huda; Budhi Prabowo
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja pegawai pada Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 80 pegawai. Analisis dalam penelitian ini menggunakan prpgram SPSS versi 27. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, serta uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien determinasi sebesar 35,0% dan uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel (6,482 > 1,990). Lingkungan kerja fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien determinasi sebesar 43,3% dan uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel (7,714 > 1,990). Secara simultan, budaya organisasi dan lingkungan kerja fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan persamaan regresi Y = 8,296 + 0,309X₁ + 0,487X₂. Nilai koefisien determinasi sebesar 51,2%, sedangkan sisanya sebesar 48,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel (40,312 > 3,12).
Analisis Yuridis Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Pemanfaatan Kayu pada Kawasan Hutan IPPKH Pembangunan Tol Cisumdawu (Studi Putusan Nomor: 124/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Bdg) Sevrina Devi AP; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi dalam sektor pengelolaan sumber daya alam merupakan salah satu bentuk kejahatan yang memiliki dampak luas terhadap keuangan negara, kelestarian lingkungan, serta tata kelola pemerintahan. Dalam praktiknya, korupsi pada sektor kehutanan sering kali terjadi melalui penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan hasil hutan, manipulasi administrasi, maupun penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan pemanfaatan kawasan hutan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor kehutanan menjadi salah satu bidang yang rentan terhadap praktik korupsi karena melibatkan pengelolaan aset negara yang bernilai tinggi dan memiliki kompleksitas administratif yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak pidana korupsi dalam pengelolaan pemanfaatan kayu pada kawasan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) pembangunan Jalan Tol Cisumdawu serta mengkaji penerapan hukum terhadap pelaku berdasarkan Putusan Nomor: 124/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Bdg. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa selaku pejabat Perhutani memiliki kewenangan dalam pengelolaan pelaksanaan pemanfaatan kayu pada kawasan hutan terdampak pembangunan Jalan Tol Cisumdawu. Dalam pelaksanaannya, terdakwa diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan terkait pengelolaan biaya pelaksanaan pemanfaatan kayu dan hasil tebangan kayu pada lahan IPPKH. Penyimpangan dilakukan melalui pengelolaan hasil tebangan yang tidak sesuai dengan ketentuan serta adanya indikasi penggelapan hasil dan biaya pemanfaatan kayu yang seharusnya menjadi bagian dari pengelolaan keuangan negara. Berdasarkan fakta persidangan, kawasan IPPKH yang terdampak pembangunan tol memiliki potensi hasil hutan sebanyak 43.789 pohon dengan estimasi volume kayu sebesar 5.466,337 m³ dan nilai investasi mencapai lebih dari Rp23 miliar. Dalam perkembangannya, dilakukan perubahan hasil estimasi volume melalui mekanisme cutting test atau uji petik yang mempengaruhi nilai produksi dan biaya pelaksanaan pemanfaatan kayu. Secara yuridis, perbuatan terdakwa dinilai memenuhi unsur tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yaitu penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dan merugikan keuangan negara. Selain itu, perkara ini juga menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan pengelolaan hasil hutan serta minimnya kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan pemanfaatan kayu pada kawasan hutan negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem pengawasan, transparansi pengelolaan hasil hutan, serta peningkatan integritas aparat menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi di sektor kehutanan. Dengan demikian, pengelolaan sumber daya alam diharapkan dapat berjalan secara lebih akuntabel dan memberikan manfaat yang optimal bagi negara maupun masyarakat.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Korupsi Melalui Penyalahgunaan Fasilitas Kredit dan Manipulasi Sistem Perbankan pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Studi Putusan Nomor: 14/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Bdg) Muhammad Abriyansyah Pratama; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi dalam sektor perbankan merupakan salah satu bentuk kejahatan yang memiliki dampak serius terhadap stabilitas sistem keuangan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan. Perkembangan sistem administrasi dan teknologi perbankan yang semakin kompleks tidak hanya memberikan kemudahan dalam pelayanan keuangan, tetapi juga membuka peluang terjadinya penyalahgunaan kewenangan oleh pihak internal bank. Dalam praktiknya, tindak pidana korupsi di sektor perbankan sering dilakukan melalui manipulasi dokumen, penyalahgunaan akses operasional, serta rekayasa administrasi pencairan kredit yang bertentangan dengan prosedur dan prinsip kehati-hatian perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak pidana korupsi melalui penyalahgunaan fasilitas kredit dan manipulasi sistem administrasi perbankan berdasarkan Putusan Nomor: 14/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Bdg serta mengkaji penerapan hukum terhadap pelaku tindak pidana tersebut. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa selaku pegawai PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cibinong telah menyalahgunakan kewenangan dan akses operasional yang dimilikinya dalam proses pencairan fasilitas Kredit Modal Kerja Plafond (KMK Plafond) milik PT Fajar Benua Indopack. Penyimpangan dilakukan dengan membuat dokumen telex fiktif yang seolah-olah berasal dari unit bisnis BNI Commercial Business Center Tangerang dan digunakan sebagai dasar pencairan dana kredit tanpa persetujuan debitur. Dalam pelaksanaannya, dana kredit sebesar Rp725.000.000 dipindahbukukan ke rekening tertentu yang telah dipersiapkan sebelumnya. Tindakan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kelemahan pengawasan internal serta akses terdakwa terhadap sistem administrasi kredit bank. Perbuatan terdakwa tidak hanya menimbulkan kerugian keuangan negara, tetapi juga mengancam integritas sistem operasional perbankan dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Secara yuridis, perbuatan terdakwa memenuhi unsur tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena terdakwa terbukti menyalahgunakan kewenangan yang dimilikinya untuk menguntungkan diri sendiri atau pihak lain yang merugikan keuangan negara. Selain itu, perkara ini juga menunjukkan bahwa lemahnya sistem pengawasan internal dan pengendalian administrasi dalam proses pencairan kredit dapat menjadi faktor utama terjadinya tindak pidana korupsi dalam sektor perbankan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sistem pengawasan internal, peningkatan keamanan administrasi digital, serta penguatan prinsip good corporate governance dalam sektor perbankan menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi melalui manipulasi sistem administrasi dan penyalahgunaan fasilitas kredit
Analisis Yuridis Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan Badan Usaha Milik Daerah pada Participating Interest Migas Offshore North West Java (Studi Putusan Nomor: 77/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Bdg) Wide Mahesa; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan salah satu bentuk penyimpangan yang memiliki dampak serius terhadap pengelolaan keuangan daerah dan tata kelola pemerintahan. Sebagai entitas yang mengelola kekayaan daerah yang dipisahkan, BUMD memiliki fungsi strategis dalam meningkatkan pendapatan asli daerah serta mendukung pembangunan ekonomi daerah. Namun dalam praktiknya, kewenangan yang besar dalam pengelolaan keuangan perusahaan daerah sering kali membuka peluang terjadinya penyalahgunaan jabatan dan penyimpangan pengelolaan dana perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan PD Petrogas Persada Karawang pada kegiatan Participating Interest (PI) 10% minyak dan gas bumi Offshore North West Java (ONWJ) serta mengkaji penerapan hukum terhadap pelaku berdasarkan Putusan Nomor: 77/Pid.Sus-TPK/2025/PN.Bdg. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa selaku Direktur Utama PD Petrogas Persada Karawang diduga melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan keuangan perusahaan daerah selama periode tahun 2019 sampai dengan 2024. Penyimpangan dilakukan melalui penggunaan dana perusahaan yang tidak sesuai dengan ketentuan, pengelolaan keuangan yang tidak transparan, serta tindakan yang mengarah pada memperkaya diri sendiri dan merugikan keuangan negara. Perkara ini berkaitan dengan pengelolaan Participating Interest (PI) 10% pada wilayah kerja Offshore North West Java (ONWJ) yang diberikan kepada pemerintah daerah melalui mekanisme BUMD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang minyak dan gas bumi. Dalam pelaksanaannya, PD Petrogas Persada Karawang bersama beberapa BUMD lain membentuk perusahaan patungan PT Migas Hulu Jabar ONWJ sebagai pengelola Participating Interest. Namun dalam pengelolaan dana dan kegiatan usaha tersebut, terdakwa diduga melakukan penyimpangan yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp7.115.224.363. Secara yuridis, perbuatan terdakwa memenuhi unsur tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena terdakwa terbukti menyalahgunakan kewenangan yang dimilikinya sebagai pimpinan BUMD untuk menguntungkan diri sendiri atau pihak lain yang merugikan keuangan negara. Selain itu, perkara ini juga menunjukkan lemahnya sistem pengawasan internal dan penerapan prinsip good corporate governance dalam pengelolaan perusahaan daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola BUMD, peningkatan transparansi pengelolaan keuangan perusahaan daerah, serta pengawasan yang efektif terhadap pengelolaan Participating Interest migas menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi pada sektor BUMD dan pengelolaan sumber daya alam daerah.
Implementasi Perlindungan Korban Tindak Pidana dalam Perspektif Viktimologi: Studi Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Novel Baswedan di Indonesia Hendy Darius Gunawan; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Viktimologi merupakan cabang ilmu kriminologi yang berfokus pada korban tindak pidana, termasuk karakteristik, peran, serta dampak yang dialami korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran viktimologi dalam perlindungan korban tindak pidana di Indonesia serta mengkaji kesesuaian antara norma hukum dengan implementasinya di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki regulasi terkait perlindungan korban, implementasinya masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih terbatasnya akses korban terhadap perlindungan hukum, pemulihan, serta pemenuhan hak-haknya. Studi kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan menunjukkan bahwa korban mengalami dampak fisik dan psikologis yang serius, serta belum sepenuhnya memperoleh perlindungan yang komprehensif dalam proses penegakan hukum. Dengan demikian, diperlukan penguatan pendekatan viktimologi dalam sistem peradilan pidana guna mewujudkan perlindungan korban yang lebih efektif dan berkeadilan.