cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,009 Documents
Analisis Yuridis Terhadap Dampak Perusakan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat: Studi Kasus Hutan Adat Awyu di Papua Rayi Kharisma Rajib; Moh Sabil Oktaviano; Denta Nia Aprilya
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan deforestasi di Indonesia menimbulkan dampak serius terhadap keberlangsungan hutan adat dan perlindungan hak masyarakat hukum adat, sebagaimana tercermin dalam kasus masyarakat adat Awyu di Papua yang menghadapi konflik antara kepentingan pembangunan dan hak konstitusional mereka. Secara normatif, perlindungan telah diatur dalam UUD 1945, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang diperkuat melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012. Namun, implementasinya belum optimal, ditandai dengan pelanggaran hak partisipasi masyarakat adat, cacat prosedural dalam perizinan lingkungan, serta pengabaian prinsip persetujuan bebas, didahului, dan diinformasikan (FPIC). Putusan Mahkamah Agung Nomor 458 K/TUN/LH/2024 menunjukkan kecenderungan pendekatan formalistik dengan menitikberatkan pada aspek prosedural, khususnya tenggang waktu pengajuan gugatan, sehingga mengesampingkan perlindungan hak substantif masyarakat adat. Hal ini mencerminkan adanya ketegangan antara keadilan formal dan keadilan substantif dalam praktik peradilan administrasi, sehingga diperlukan penguatan pendekatan hukum yang lebih responsif dengan menempatkan perlindungan hak masyarakat adat dan keberlanjutan lingkungan hidup sebagai prioritas utama dalam penegakan hukum.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Pada PT. Torafil Karya Kreasi Tangerang Selatan Bagas Hary Lubis; Abdul Khoir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Torafil merupakan salah satu Perusahaan produksi kulit yang berlokasi di, Tangerang Selatan lebih tepatnya di JL. Kalimantan, Nusa Loka, BSD. Untuk bertahan di tengah persaingan bisnis yang ketat, perusahaan perlu mengimplementasikan strategi pemasaran yang tepat, khususnya dalam hal kualitas pelayanan dan kepercayaan konsumen secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Penelitian melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (Y), dengan nilai t hitung 3,398 > t tabel 1,987 dan signifikansi 0,001 < 0,05. Variabel kepercayaan konsumen (X2) juga berpengaruh signifikan, ditunjukkan dengan t hitung 4,742> t tabel 1,987 dan signifikansi 0,001 < 0,05. Uji simultan (uji F) menghasilkan nilai F hitung sebesar 12,864 > F tabel 3,10 dan signifikansi 0,001 < 0,05, yang berarti bahwa secara bersama-sama, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi penetapan kualitas pelayanan yang kompetitif dan pengelolaan kepercayaan konsumen yang tepat berkontribusi terhadap meningkatnya minat beli konsumen. Oleh karena itu, PT. Torafil disarankan untuk terus mengoptimalkan kualitas layanan dan memeperkuat kepercayaan konsuemn agar tetap bersaing di pasar
Kolaborasi Hexa Helix dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Teuku Muhammad Rafli Pangeran, Pangeran; Muhammad Reza Khairul Maulana; Afrijal Afrijal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada permasalahan kesehatan , khususnya dalam hal pelayanan kesehatan di Indonesia yang belum optimal atau masih terdapat beberapa kekurangan. Penyebab dari terjadi hal ini dikarenakan kurangnya sinergitas kerja sama antar pihak. Selanjutnya yaitu minimnya tenaga kesehatan dan data yang belum sinkron serta minimnya partisipasi dari masyarakat yang termasuk pasien dalam proses pelayanan kesehatan. Selain itu, penelitian ini juga memiliki tujuan untuk melihat dan menganalisis sistem kolaborasi hexa helix sehingga melancarkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Kolaborasi hexa helix merupakan kerjasama yang melibatkan 6 pemangku kepentingan seperti pemerintah, pengusaha, akademisi, masyarakat dan media serta aturan hukum. Setiap pihak yang terlibat harus bisa menyatukan visi dan misi serta agar tujuan yang diemban bisa tercapai. Komunikasi dan dukungan dari antar pihak sangat diperlukan agar proses kolaborasi berjalan dengan baik dan maksimal, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan.
Implementasi Perencanaan Tenaga Kependidikan: Studi Kasus di MA Darut Thalibin Farah Dwi Ariani; Maptuhatul Laila; Moh. Rizki Firmansyah; Waqiatul Masrurah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep, urgensi, dan dampak digitalisasi pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri Tanjung 2 Pademawu, Pamekasan, yang hanya memiliki 115 siswa di wilayah pesisir 3T. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan triangulasi data wawancara semi-terstruktur Kepsek Zainollah (25 April 2026), observasi dashboard ARKAS-SIMUTU, dan dokumen BOS-11A, penelitian menemukan bahwa sistem prioritas "rapor warna" (merah-kuning-hijau) sesuai Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022 berhasil mengoptimalkan alokasi dana untuk kebutuhan operasional mendesak, pemeliharaan fasilitas cuaca ekstrem, dan pengembangan kompetensi di tengah fix cost tinggi dan keterlambatan pencairan triwulan. Digitalisasi penuh melalui website RKAS, platform Merdeka Mengajar, TV pintar 55 inci, dan monitoring real-time SIMUTU menghasilkan penghematan 25% biaya operasional (Rp500.000/bulan), transparansi via publikasi online dan WhatsApp orang tua, serta peningkatan mutu pendidikan 30% (skor Dimensi E Rapor Pendidikan 65→92). Kepuasan orang tua naik dari 75% menjadi 92% dengan lonjakan pendaftaran siswa baru 78% (18→32 siswa TA 2026/2027), membuktikan model TPACK terintegrasi efektif mengatasi tantangan infrastruktur wilayah terpencil.
Pengaruh Kompensasi, Reward dan Punishment terhadap Motivasi Kerja dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan pada PT. Abadi Sejahtera Finansindo (Singa Fintech) Abrar Maabdah; Umi Rusilowati; Hadi Supratikta
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, reward, dan punishment terhadap motivasi kerja serta implikasinya terhadap kinerja karyawan pada PT Abadi Sejahtera Finansindo (Singa Fintech). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 218 responden dari divisi Operation yang dipilih secara proporsional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik path analysis dengan bantuan program SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi, reward, dan punishment berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dengan nilai t-statistik masing-masing sebesar 19,610, 14,495, dan 7,991 (p < 0,05). Selain itu, kompensasi dan reward berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 5,384 dan 2,033, p < 0,05), sedangkan punishment berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 0,966, p = 0,335). Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 9,754, p < 0,05) serta memediasi secara signifikan hubungan kompensasi, reward, dan punishment terhadap kinerja (t = 8,815, 8,097, dan 6,731, p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi dan kinerja karyawan dapat dicapai melalui perbaikan sistem kompensasi yang lebih adil dan seimbang, karena fasilitas kerja yang memadai mampu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi kerja. Peningkatan pengembangan karir dan pemberian reward nonfinansial yang jelas dan transparan akan menumbuhkan loyalitas serta semangat kerja karyawan. Konsistensi dan keadilan dalam penerapan punishment akan memperkuat kedisiplinan, sedangkan dukungan komunikasi yang positif dari pimpinan mampu membangun suasana kerja yang lebih produktif. Selain itu, manajemen waktu dan pembagian tugas yang seimbang akan membantu karyawan menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Dengan demikian, penerapan sistem kompensasi, reward, punishment, dan pengelolaan motivasi yang terintegrasi akan menciptakan kinerja karyawan yang optimal serta mendukung keberhasilan perusahaan secara berkelanjutan.
Hak Waris Janda atas Harta Bersama Suami Yang Meninggal Tanpa Wasiat Rayi Kharisma Rajib; Fellyssa Ayumi; Sabrina Assyahra Aisyah Lira
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji hak waris janda atas harta bersama (gemeenschap van goederen) ketika suami meninggal dunia tanpa meninggalkan wasiat (intestato), yang dianalisis melalui kerangka hukum Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Dalam sistem KUHPerdata, perkawinan secara otomatis menimbulkan persatuan harta bersama antara suami dan istri sejak hari pernikahan dilangsungkan, kecuali jika diperjanjikan lain melalui perjanjian kawin yang dibuat di hadapan notaris. Ketika suami meninggal dunia, persatuan harta tersebut bubar demi hukum dan menimbulkan dua tahap penyelesaian yang harus dibedakan secara tegas: pertama, pemisahan harta bersama berdasarkan Pasal 128 KUHPerdata yang memberikan hak kepada janda atas separuh harta bersama sebagai hak kebendaan yang lahir dari hukum perkawinan; dan kedua, pembagian harta peninggalan suami kepada ahli waris berdasarkan ketentuan pewarisan ab intestato. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHPerdata, khususnya melalui Pasal 852a, telah menempatkan janda sebagai ahli waris Golongan I yang bagian warisnya dipersamakan dengan bagian seorang anak sah, sehingga memperkuat posisi hukum janda secara normatif. Dengan demikian, janda memiliki dua landasan hak yang berbeda: hak atas separuh harta bersama berdasarkan hukum perkawinan, dan hak waris atas harta peninggalan suami berdasarkan hukum kewarisan. Namun demikian, implementasi ketentuan-ketentuan tersebut dalam praktik kerap menghadapi berbagai hambatan, antara lain sulitnya pembuktian status harta yang terdaftar atas nama suami, tidak adanya pencatatan aset perkawinan yang memadai, tekanan dari ahli waris lain, serta kerancuan prosedural dalam administrasi harta peninggalan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pedoman prosedural yang lebih eksplisit terkait kewajiban pemisahan harta bersama sebelum penerbitan akta keterangan waris, serta penguatan peran notaris dan Balai Harta Peninggalan dalam mengidentifikasi dan melindungi hak-hak janda secara tepat.
Analisis Strategi Manajemen Keuangan dalam Menghadapi Krisis pada UMKM di Era Ekonomi Digital Machfud Machfud; Fohan Muzakir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen keuangan yang diterapkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menjaga resiliensi bisnis menghadapi krisis di era ekonomi digital. Di tengah ketidakpastian ekonomi, UMKM seringkali menjadi sektor yang paling rentan namun sekaligus pilar utama ekonomi nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan studi pustaka dan analisis terhadap praktik digitalisasi keuangan pada sejumlah UMKM terdampak krisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi finansial (fintech), pengelolaan arus kas yang disiplin melalui aplikasi pencatatan digital, serta diversifikasi sumber pendanaan menjadi faktor kunci keberlangsungan usaha. Digitalisasi memungkinkan UMKM melakukan efisiensi biaya operasional dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Selain itu, fleksibilitas dalam alokasi modal darurat dan pemanfaatan platform e-commerce terbukti efektif dalam menjaga stabilitas pendapatan selama masa krisis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi literasi keuangan dengan adaptasi teknologi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang dalam ekosistem ekonomi yang dinamis.
Pertanggungjawaban Yuridis Bank dalam Kegagalan Sistem Deteksi Dini pada Perbankan Digital M Faiz Fauzi; Eva Nurlita Widanti; Adinda Aulia; Dewi Zahra Setyawati; Qlarissa Melinda; Baidhowi Baidhowi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam sektor perbankan telah mengubah secara fundamental pola operasional lembaga keuangan dari sistem berbasis interaksi manusia menuju sistem otomatis berbasis algoritma. Meskipun meningkatkan efisiensi, perubahan ini menimbulkan ketegangan normatif terhadap penerapan prinsip kehati-hatian (prudential principle), khususnya dalam mendeteksi teknik structuring pada transaksi digital yang bertujuan menghindari sistem pelaporan. Penelitian ini menganalisis bagaimana digitalisasi membuka celah bagi pelaku kejahatan keuangan untuk memanfaatkan mekanisme transaksi otomatis, yang diperparah dengan berkurangnya peran pengawasan manusia (human oversight). Penulis berargumen bahwa doktrin pertanggungjawaban berbasis kesalahan manusia (fault based liability) perlu direkonstruksi agar selaras dengan karakteristik teknologi perbankan modern. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan kerangka hukum melalui kewajiban audit algoritma, penerapan enhanced duty of care pada pengawasan digital, serta perluasan tanggung jawab korporasi untuk mencakup kegagalan sistem otomatis guna menjaga stabilitas dan integritas sistem keuangan nasional.
Tanggung Jawab Bank Atas Kerugian Nasabah Akibat Kejahatan Siber Cantika Reika Viana; Friska Adyla Naura; Anna Yuliana; Salsa Nabilani; Muhammad Arya Yalhan; Baidhowi Baidhowi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan layanan perbankan digital meningkatkan risiko kejahatan siber yang dapat menimbulkan kerugian bagi nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum serta perlindungan hukum terhadap kerugian nasabah akibat kejahatan siber dalam layanan perbankan digital. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi nasabah telah diatur melalui mekanisme preventif dan represif. Pembebanan tanggung jawab atas kerugian ditentukan berdasarkan sumber terjadinya kerugian, yang dapat dibebankan kepada pihak penyelenggara layanan perbankan apabila disebabkan oleh kelemahan sistem, atau secara proporsional apabila terdapat kontribusi kelalaian nasabah. Meskipun secara normatif regulasi telah memadai, implementasinya masih belum optimal dalam memberikan perlindungan yang efektif bagi nasabah.
Pola Komunikasi Organisasi dalam Pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim) di Kampung Sadanta Muhammad Luthfie; Koesworo Setiawan; Febriansyah Febriansyah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian dalam bidang komunikasi organisasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola komunikasi organisasi dalam pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kampung Sadanta, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten. Sebagai program berbasis komunitas, keberhasilan ProKlim sangat ditentukan oleh efektivitas komunikasi organisasi dalam mendukung koordinasi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap empat informan kunci, serta dokumentasi, dan divalidasi menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi terbentuk melalui tiga alur utama, yaitu komunikasi ke bawah, ke atas, dan horizontal. Komunikasi ke bawah berlangsung secara multilapis dengan memadukan saluran digital dan non-digital untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Komunikasi ke atas berjalan secara terbuka dan partisipatif melalui forum komunitas, sehingga aspirasi warga dapat terserap dengan baik. Sementara itu, komunikasi horizontal berkembang secara organik melalui interaksi sosial yang kuat dan budaya gotong royong. Ketiga pola komunikasi tersebut saling melengkapi dan membentuk sistem komunikasi yang adaptif dalam mendukung efektivitas pelaksanaan ProKlim.