cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,009 Documents
Anatomi Sosiologis Korupsi di Indonesia: Membedah Dimensi Perilaku, Hukum, dan Teologis Pelaku Defa Aelsa Selfira; Febri Ardya Putra; Mahendra Putra, Joe Satriani; Khalisha Ramadhani; Tia Ramadani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan pribadi di balik tindakan korupsi dengan menggunakan pendekatan sosiologi perilaku, sosiologi politik-teologi, dan sosiologi hukum. Dengan menerapkan metode kualitatif yang mengedepankan fenomenologi dan kajian literatur, studi ini meneliti bagaimana hubungan kekuasaan dan normalisasi tindakan menyimpang di dalam birokrasi dapat menutupi batasan moral individu. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pelaku sering menggunakan teknik netralisasi, di mana tindakan korupsi dipandang sebagai "prosedur informal" yang biasa. Dalam konteks makrososial, korupsi diperkuat oleh budaya patronase yang menyebabkan hilangnya kepercayaan publik. Dari sisi teologis, fenomena ini menggambarkan adanya krisis spiritual dan pengkhianatan terhadap amanah Tuhan. Selain itu, kebijakan politik-hukum, seperti diskusi mengenai pemberian amnesti bagi pelaku korupsi, dianggap melukai rasa keadilan masyarakat serta menguatkan budaya impunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk memberantas korupsi, dibutuhkan pendekatan yang terintegrasi, yang menggabungkan reformasi birokrasi, penguatan nilai moral berbasis teologi, dan penegakan hukum yang konsisten tanpa kompromi.
Analisis Kandungan Hara dan Efisiensi Biaya Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Bawang dan Air Cucian Beras sebagai Substitusi Pupuk Anorganik Mhd. Zidan Aris Fatih; Rachel Mia Novriyanti Tobing; Anggita Lydia Sirait; Cahyani Oktaviani Saragih; Escha Purba; Elfayetti Elfayetti; Elsa Kardiana
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan ketergantungan sektor pertanian terhadap pupuk anorganik telah memunculkan berbagai permasalahan ekologis dan ekonomis, seperti degradasi kualitas tanah, penurunan aktivitas mikroorganisme tanah, pencemaran lingkungan, serta meningkatnya biaya produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta pH pupuk organik cair (POC) berbahan limbah kulit bawang dan air cucian beras, sekaligus mengkaji efisiensi biaya penggunaannya sebagai substitusi pupuk anorganik. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif melalui proses fermentasi selama 8–14 hari dengan penambahan EM4, gula merah, MSG, dan asam jawa sebagai bioaktivator fermentasi. Data diperoleh melalui observasi proses fermentasi, pengamatan organoleptik, serta pengujian laboratorium di PT. SOCFINDO Indonesia menggunakan metode Kjeldahl-Spektrofotometri, Spektrofotometri, dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair yang dihasilkan mengandung Kalium (K) sebesar 0,0820%, Nitrogen (N) sebesar 0,0752%, dan Fosfor (P) sebesar 0,0274% dengan karakteristik pH asam yang stabil pada kisaran ideal fermentasi organik. Kandungan Kalium menjadi unsur dominan yang berkontribusi terhadap ketahanan tanaman dan efisiensi metabolisme fisiologis. Selain itu, pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk organik cair terbukti mampu menekan biaya produksi pertanian hingga lebih dari 50% dibandingkan penggunaan pupuk anorganik komersial karena bahan baku mudah diperoleh dan berbiaya rendah. Penelitian ini menegaskan bahwa pupuk organik cair berbahan limbah kulit bawang dan air cucian beras memiliki potensi tinggi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang mendukung konsep pertanian berkelanjutan, ekonomi sirkular, dan pengurangan limbah domestik.
Analisis Kesalahan Puebi dalam Penulisan Artikel Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Rubenta Barasa; Faizah Afifah Nasuntion; Sofia Ramadhani; Okto Panca Manullang; Yuneyka Rivera Rajagukguk
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kesalahan penggunaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dalam penulisan artikel ilmiah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung kesalahan kebahasaan dalam artikel ilmiah yang dianalisis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca, menyimak, dan mencatat bagian-bagian yang mengandung kesalahan bahasa. Data kemudian dianalisis dengan mengidentifikasi dan mengelompokkan kesalahan berdasarkan jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ditemukan berbagai kesalahan kebahasaan dalam artikel ilmiah, yaitu kesalahan penulisan kata, penggunaan kata depan, penggunaan tanda baca, penulisan istilah asing, ketidakkonsistenan penulisan, serta kalimat tidak efektif. Kesalahan yang paling dominan ditemukan ialah kesalahan penulisan kata. Kesalahan tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman penulis terhadap kaidah PUEBI dan kurang telitinya proses penyuntingan naskah. Kesalahan kebahasaan dalam artikel ilmiah dapat memengaruhi keterbacaan, kejelasan informasi, dan kualitas akademik tulisan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman terhadap PUEBI serta ketelitian dalam proses penulisan dan penyuntingan karya ilmiah agar kualitas tulisan menjadi lebih baik.
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Work Life Balance terhadap Kualitas  Kerja Karyawan pada PT Nayaka Era Husada di Kota Jakarta Selatan Yesma Devinus; Abdul Rahman Safiih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik dan work life balance terhadap kualitas kerja karyawan pada PT Nayaka Era Husada di Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan kualitas kerja karyawan yang belum optimal yang diduga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja fisik dan keseimbangan kehidupan kerja karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Nayaka Era Husada dengan jumlah sampel sebanyak (66) responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier sederhana dan berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, serta uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja karyawan dengan t hitung > t tabel yaitu sebesar 6,444 > 1,668 dan nilai signifikansi (0,000 < 0,050). Work life balance juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja karyawan dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (2,507 > 1,668) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, lingkungan kerja fisik dan work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja karyawan dengan nilai F hitung sebesar 23,916 lebih besar dari F tabel sebesar 3,143 (23,916 > 3,143) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,432 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variasi kualitas kerja karyawan sebesar 43,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Dengan demikian, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan kerja fisik serta memperhatikan work life balance karyawan guna meningkatkan kualitas kerja secara optimal
Problematika Kepastian Hukum dalam Penguasaan dan Pemanfaatan Tanah: Analisis Kritis terhadap Tumpang Tindih Perizinan dalam Perspektif Hukum Tata Ruang Hurin Tsania Azmi; Syafa Nabya Maulidian; Raiya Tegar Ramadhani Milardi Putra; M. Gramsci Al Hashemi; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan tumpang tindih perizinan dalam penguasaan dan pemanfaatan tanah di Indonesia hingga kini masih menjadi isu krusial yang memicu ketidakpastian hukum, konflik agraria, serta menghambat proses penataan ruang dan pembangunan nasional. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh tidak sinkronnya regulasi, lemahnya koordinasi antar lembaga, perbedaan data spasial, serta adanya dualisme kewenangan dalam penerbitan izin di berbagai sektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan hukum terkait penguasaan dan pemanfaatan tanah dalam perspektif hukum tata ruang, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya tumpang tindih perizinan, serta merumuskan langkah penyelesaian guna menciptakan kepastian hukum di bidang pertanahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui kajian terhadap berbagai peraturan, jurnal ilmiah, dan literatur hukum agraria maupun tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpang tindih perizinan muncul akibat disharmonisasi antara UUPA, regulasi sektoral, dan kebijakan tata ruang yang belum terintegrasi secara optimal. Kondisi tersebut diperburuk oleh lemahnya administrasi pertanahan dan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa sengketa hukum dan konflik sosial, tetapi juga menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum pertanahan nasional. Oleh karena itu, diperlukan upaya pembenahan melalui digitalisasi administrasi pertanahan, percepatan implementasi Kebijakan Satu Peta (One Map Policy), harmonisasi regulasi, penguatan koordinasi kelembagaan, serta optimalisasi penyelesaian sengketa melalui jalur litigasi maupun non litigasi. Dengan demikian, reformasi sistem pertanahan dan perizinan harus dilakukan secara terpadu untuk mewujudkan kepastian hukum, keadilan agraria, dan tata kelola pertanahan yang berkelanjutan.
Dari Polemik Ke Legislasi: Dinamika Wacana Politik Sebagai Katalisator Pengesahan Undang-Undang Keistimewaan DIY 2010-2012 Athoillah Jibral Ghani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika wacana politik dalam proses pengesahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui perspektif sejarah hukum. Fokus penelitian terletak pada hubungan antara sultan, rakyat, dan negara dalam polemik pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY pada periode 2010–2012. Penelitian ini bertujuan memahami pengaruh dinamika wacana politik terhadap arah legislasi dan pembentukan kompromi hukum mengenai keistimewaan Yogyakarta dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian menggunakan metode sejarah kritis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka, arsip, dokumentasi, risalah sidang DPR-RI, pemberitaan media massa, serta wawancara dengan narasumber yang berkaitan dengan proses legislasi UU Keistimewaan DIY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika wacana politik berpengaruh terhadap percepatan pembahasan RUU Keistimewaan DIY. Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai demokrasi prosedural memunculkan polemik nasional mengenai posisi monarki dalam sistem republik. Wacana referendum oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X kemudian berkembang sebagai respons politik dan simbolik atas perdebatan tersebut. Situasi tersebut mendorong semakin masifnya gerakan masyarakat Jogja Istimewa yang memperkuat tekanan publik terhadap pemerintah pusat dan DPR-RI untuk segera menyelesaikan pembahasan rancangan undang-undang. Pengesahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 memperlihatkan adanya kompromi politik hukum antara prinsip demokrasi republik dengan legitimasi historis Kesultanan Yogyakarta yang telah berakar sejak awal kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini memperlihatkan fleksibilitas konstitusi Indonesia dalam mengakomodasi keberlanjutan DIY melalui mekanisme legislasi nasional pada era reformasi.
Inefektivitas Instrumen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dalam Menekan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kawasan Peri-Urban Kabupaten Kendal Rifky Nur Aditya; Siti Nur Aisyah; Annisa Faiz Hayyunida; Timothy Usiando Tampubolon; Muhammad Rizky Putra Pratama; Aprila Niravita; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji inefektivitas instrumen pengendalian pemanfaatan ruang dalam menekan alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di kawasan peri-urban Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methode) dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa secara normatif perangkat hukum pengendalian ruang telah tersedia, namun implementasinya belum efektif. Inefektivitas tersebut dipengaruhi oleh disharmoni regulasi, lemahnya pengawasan dan koordinasi kelembagaan, serta tekanan investasi dan urbanisasi yang tinggi. Instrumen zonasi, perizinan melalui KKPR, sanksi, dan insentif belum berjalan optimal karena belum terintegrasi secara kuat dengan data spasial dan kebijakan perlindungan lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, reformasi perizinan berbasis digital, penegakan hukum yang konsisten, serta partisipasi masyarakat dan dukungan insentif ekonomi bagi petani guna menjaga keberlanjutan LP2B di kawasan peri-urban.
Dinamika Akulturasi Bahasa Dalam Interaksi Mahasiswa Pendatang Dan Lokal Di Universitas Pendidikan Indonesia Fahmi Ahmad Hidayat; Indra Moh Fauzan; Muhammad Farell Syahputra; Raffi Dwi Karnova
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika akulturasi bahasa dalam interaksi sosial antara mahasiswa pendatang dan mahasiswa lokal di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Mengingat keberagaman latar belakang budaya yang ada, penelitian ini secara khusus mengambil fokus pada lingkup Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) dengan melibatkan responden dari beberapa program studi. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah di fakultas ini menciptakan ruang pertemuan budaya yang memengaruhi pola komunikasi sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, penyebaran kuesioner, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses akulturasi bahasa di lingkup fakultas terjadi melalui penyesuaian dialek, pertukaran kosakata, dan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu untuk meminimalisir hambatan komunikasi. Meskipun terdapat tantangan berupa kesalahpahaman makna kata dan perbedaan tingkatan bahasa (undak-usuk), interaksi yang terbuka dalam lingkungan fakultas mampu menciptakan hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akulturasi bahasa di tingkat program studi dan fakultas merupakan bentuk nyata dari negosiasi identitas yang memperkuat toleransi dan integrasi sosial dalam lingkungan pendidikan multikultural.
Pola Hubungan Antar Golongan dalam Mencegah Konflik Sosial di Era Modern Jesica Sihotang; Dwi Dara Sonya G. Pakpahan; Nurul Islamidiyah; Laura Natalie Br.Tarigan; Sarah Syafika Siregar; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara dengan tingkat keragaman sosial yang tinggi, yang berpotensi memicu konflik antarkelompok jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hubungan antarkelompok dalam upaya pencegahan konflik sosial di era modern.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka, dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti buku,jurnal, dan artikel akademis yang relevan dengan topik penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi, komunikasi yang efektif,kerja sama sosial, dan literasi digital memainkan peran penting dalam menjaga hubungan antarkelompok yang harmonis di dalam masyarakat. Selain itu,pendidikan multikultural memengaruhi perkembangan saling menghormati di tengah keragaman sosial. Dengan hubungan antarkelompok yang kuat, konflik sosial dapat diminimalkan, sehingga memastikan stabilitas sosial tetap terjaga di era modern.