cover
Contact Name
-
Contact Email
adminojs@sttmsl.ac.id
Phone
+6285126782272
Journal Mail Official
adminojs@sttmsl.ac.id
Editorial Address
Jl. Cimangguk Blok A, RT.01/RW.02, Ujung Gunung Ilir, Menggala, Kab. Tulang Bawang, Lampung.
Location
Kab. tulang bawang,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja
ISSN : 26544857     EISSN : 29868319     DOI : https://doi.org/10.62240/msj.v9i1
Core Subject : Religion, Education,
Mawar Saron: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja adalah jurnal ilmiah dan peer-review yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung. Jurnal Mawar Saron meliput hasil kajian akademis dan ilmiah Pendidikan Kristen, Teologi, maupun Gereja, baik empiris maupun konseptual. Jurnal ini terbuka untuk penulis, dosen, mahasiswa, praktisi dan peneliti yang sejalan dan relevan dengan ruang lingkup yang dicakup.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 71 Documents
PERAN STRATEGIS GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK KARAKTER GENERASI Z DI ERA DIGITAL Yoges Mahendra Saragih
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 8 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v8i1.92

Abstract

Generation Z, or Zoomers, is often touted as a tech-savvy generation. However, there are many aspects to consider regarding their proficiency with technology. The potential they possess is expected to help them grow and easily keep up with the times, rather than leading them into the negative impacts of technology. This article will delve deeper into the important role of educators or Christian Religious Education (CRE) teachers in shaping the character of Generation Z. Teachers have a significant influence in the school environment, with authority and power being substantial because they can interact directly with students. Through this, teachers can provide character and moral education. The method used is qualitative, with data drawn from literature studies. The findings of this study are expected to offer insights into the vital role of teachers as role models in Christian Religious Education and how they can shape the character of Generation Z students through teaching in schools.  
Dinamika Agama dalam Era Digital:Pengaruh Media Sosial terhadap Praktik Keagamaan di Kalangan Generasi Muda Julio Eleazer Nendissa
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital mampu memberikan kebaharuan terhadap aspek kehidupan manusia, termasuk praktik keagamaan di kalangan generasi muda. Media sosial memainkan peran penting dalam menyebarkan ajaran agama, membentuk komunitas virtual, serta mempengaruhi pemahaman dan nilai-nilai keagamaan. Maka, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana dinamika agama berinteraksi dengan perkembangan media sosial dan dampaknya terhadap praktik keagamaan generasi muda di Indonesia. Tulisan ini memfokuskan pada pengaruh media sosial sebagai platform penyebaran ajaran agama, transformasi ritual keagamaan, interaksi virtual dalam komunitas keagamaan, serta tantangan dan peluang dalam menghadapi informasi keagamaan. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui library research untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis berbagai sumber literatur terkait dinamika agama dan pengaruh media sosial terhadap praktik keagamaan di kalangan generasi muda. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa media sosial telah mengubah cara generasi muda berinteraksi dengan agama, memperkenalkan fleksibilitas dalam beribadah, serta menciptakan komunitas keagamaan yang lebih inklusif. Namun, terdapat tantangan dalam hal otentisitas hubungan spiritual dan kredibilitas informasi keagamaan yang diperoleh dari media sosial. Kesimpulannya, media sosial mempengaruhi praktik keagamaan secara signifikan, namun memerlukan strategi baru untuk menjaga keutuhan dan kedalaman nilai-nilai agama.
Merancang Pendidikan Agama Kristen Kontekstual: Tinjauan Terhadap Warisan Misi Kristen Awal di Asia Hizkia Septiniel Sutanto
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perjalanan sejarah Gereja di Asia yang dipenuhi dengan tantangan, pertumbuhan, dan ketekunan iman. Perrmasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana Gereja di Asia mampu mempertahankkan dan mengembangkan imannya di tengah konteks sosial, politik. dan budaya yang beragam serta sering kali penuh tekanan. Tujuan penelitian ini adlaah untuk menggali dinamika misi pertumbuhan komunitas Kristen, serta kontribusi Gerejaj Asia terhadap kekristenan global. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan historis, analisis literatur primer dan sekunder, serta interpretasi kontekstual terhadap peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Gereja Asia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi berbagai bentuk perlawanan, Gereja di Asia tetap menjadi terang yang menyala melalui kesaksian iman, pelayanan sosial dan dialog antaragama. Gereja di Asia telah memberikan warna penting dalam perkembangan kekristenan dunia melalui keragaman budaya, semangat misi, dan keteguhan iman. Penelirian ini menegaskan bahwa terang iman Kristen di Asia tidak pernah padam, melainkan terus menyala dan memberi inspirasi bagi perjalanan Gereja masa kini dan masa depan.
Strategi Pendidikan Agama Kristen dalam Menghadapi Dampak Artificial Intelligence untuk Mengembangkan Critical Thinking Peserta Didik Degunias Ton
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v8i2.105

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Meskipun AI membawa kemudahan dalam memperoleh informasi dan menyelesaikan tugas, ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi ini berpotensi melemahkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Permasalahan ini menjadi penting dalam konteks Pendidikan Agama Kristen yang menekankan keseimbangan antara iman, akal budi, dan tanggung jawab moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh AI terhadap perkembangan kognitif dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran PAK, serta merumuskan langkah strategis untuk menyikapinya secara etis dan edukatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui telaah terhadap buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki dua sisi utama, yaitu memberikan kontribusi positif terhadap perluasan akses pengetahuan dan efisiensi pembelajaran, namun juga berdampak negatif terhadap daya analisis, refleksi, dan kreativitas berpikir peserta didik. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan strategi PAK yang berfokus pada pengembangan kurikulum berbasis keterampilan berpikir kritis, literasi digital yang etis, peningkatan kompetensi guru, serta penerapan pembelajaran aktif. Dengan demikian, AI perlu digunakan secara bijak sebagai alat bantu pendidikan, bukan sebagai pengganti proses berpikir kritis manusia dalam kegiatan belajar mengajar.
Kontribusi Pendidikan Agama Kristen terhadap Pembangunan Perekonomian Masyarakat Kristen di Kampung Ujung Gunung Ilir Dida Hae Kati; Jeffry Leonard P. Tobing; Sarah Gracia Lumbantobing; Laurenz Enjelina Siagian
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v8i2.111

Abstract

Pendidikan Agama Kristen tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembentukan iman, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam mendorong pembangunan perekonomian masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kampung Ujung Gunung Ilir dengan tujuan untuk melihat bagaimana PAK memengaruhi etos kerja, pola pikir, dan nilai-nilai yang menopang kehidupan ekonomi masyarakat Kristen. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, data diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAK berperan dalam membangun kesadaran kerja keras, kejujuran, solidaritas, dan tanggung jawab sosial, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Selain itu, PAK mendorong masyarakat untuk mengelola potensi lokal secara berkelanjutan dan berlandaskan pada nilai iman Kristen. Dengan demikian, PAK berkontribusi bukan hanya pada aspek spiritual, tetapi juga pada pembangunan perekonomian yang mandiri, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama di Kampung Ujung Gunung Ilir.
Model Pendidikan Kristen untuk Pembentukan Karakter Generasi Alfa di Era Digital: Analisis Teologis dan Strategi Praktis setiaman larosa; Franciskus Salabbaet
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v8i2.112

Abstract

Generasi Alfa adalah generasi yang lahir dan tumbuh dalam dunia digital. Sejak kecil mereka sudah terbiasa dengan gawai, internet, dan berbagai bentuk teknologi. Di satu sisi, kemajuan ini membawa banyak peluang, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan serius dalam pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, kesabaran, dan empati mulai tergerus oleh budaya instan dan individualisme digital. Pendidikan Kristen, sebagai wahana pembentukan iman dan nilai, dituntut untuk hadir secara relevan dalam membentuk karakter generasi ini tanpa kehilangan esensi teologisnya. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan: bagaimana pendidikan Kristen dapat membentuk karakter generasi Alfa di era digital dari sudut pandang teologis dan kontekstual? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, mengkaji sumber-sumber teologis, Alkitabiah, serta hasil riset terbaru tentang generasi muda dan digitalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen tetap relevan jika mampu mengintegrasikan nilai-nilai iman dengan pendekatan yang sesuai zaman. Pembentukan karakter melalui kasih, keteladanan, dan pendampingan menjadi kunci, di mana keluarga, gereja, dan sekolah Kristen harus bekerja sama. Teknologi bukan penghalang, melainkan dapat menjadi sarana efektif jika digunakan secara bijak. Penelitian ini menegaskan bahwa di tengah tantangan era digital, pendidikan Kristen tidak hanya tetap dibutuhkan, tetapi justru menjadi harapan untuk membentuk generasi yang berakar kuat dalam nilai Kristiani.
Kesembuhan Ilahi dalam Khotbah: Analisis tentang Otoritas Spiritual Kaum Karismatik Rudy Roberto Walean
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 9 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Divine healing in preaching represents a complex and dynamic expression of spiritual authority. The spiritual authority of charismatics derives not only from hierarchical positions but also from personal experience, biblical interpretation, and the recognition of spiritual gifts. This study aims to comprehensively analyze how narratives of divine healing in preaching construct, affirm, and validate the spiritual authority of charismatic leaders in Indonesia. This research is relevant because divine healing is a central element in charismatic religious practice, while also offering a unique perspective on the construction of authority and contemporary spiritual experience. Utilizing a qualitative approach and literature study, this research identifies key patterns in sermon narratives, congregational responses, and theological interpretations related to divine healing. The findings indicate that spiritual authority in divine healing sermons is built through claims of anointing, demonstrations of spiritual gifts, the use of persuasive rhetoric, and personal testimonies that function as empirical validation. This authority is subsequently reinforced through the faithful response and active participation of the congregation in healing rituals. This study concludes that divine healing in charismatic preaching is a multidimensional phenomenon encompassing theological, spiritual, and sociological dimensions. This practice not only shapes the authority of leaders but also strengthens the cohesion of the faith community through shared spiritual experience.
Transformasi Hidup Baru di Dalam Kristus melalui Pendidikan Agama Kristen (2 Korintus 5:17) Sanjay Mendra Jubil Kampus Nadeak; Djad Yehuda Rehiara; Meliaki Maryar; Yepy Bay; Atinus Bahabol
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 9 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generation Alpha is a generation born and raised in the digital world. From a young age, they have been accustomed to gadgets, the internet, and various forms of technology. On the one hand, this progress brings many opportunities, but on the other hand, it also poses serious challenges to character development. Values such as responsibility, patience, and empathy are beginning to be eroded by a culture of instant gratification and digital individualism. Christian education, as a vehicle for shaping faith and values, is called upon to play a relevant role in the character formation of this generation without losing its theological essence. This study seeks to answer the question: how can Christian education shape the character of Generation Alpha in the digital age from a theological and contextual perspective? This study employs a qualitative approach using a literature review method, examining theological and biblical sources as well as the latest research findings on the younger generation and digitalization. The findings indicate that Christian education remains relevant if it is able to integrate the values of faith with a contemporary approach. Character formation through love, exemplary behavior, and mentoring is key, requiring collaboration among families, churches, and Christian schools. Technology is not a barrier but can be an effective tool when used wisely. This study affirms that amidst the challenges of the digital age, Christian education is not only still needed but is actually a source of hope for shaping a generation deeply rooted in Christian values.
Kebebasan Terikat: Telaah 1 Korintus 6:12-20 Dasar Gereja Merespons Friends With Benefits Pada Generasi Z Verny Kewo; Jerson Labobar
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 9 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v9i1.130

Abstract

The behavior of friends with benefits is an act of sexual immorality that damages the body as the temple of God and the fellowship of the church. FWB behavior often occurs among Gen Z, and this act greatly pollutes human relationships with God and fellow human beings. Using descriptive qualitative research methods and a theological examination of 1 Corinthians 6:12-20 to critique sexual misconduct that is not only committed by the Corinthian congregation but also by Gen Z through non-committal relationships or FWB. Therefore, this study not only explores the message and meaning of the text but also serves as a reference for the church in responding to FWB relationships that are prevalent among Gen Z. The church must respond appropriately because FWB relationships can damage the lives of individuals and the church. Through this phenomenon, the church should not only voice prohibitions but also restore. Therefore, through this study, the biblical text becomes a reference for the church in criticizing such behavior.
Transformasi Partisipasi dan Pengalaman Spiritual Penyembahan Gereja di Era Digital: Analisis Teologis Pemanfaatan Media Sosial Meliska Putri Rahayu; Yonatan Alex Arifianto
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 9 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v9i1.131

Abstract

Digital transformation has significantly altered worship practices within church life, particularly in the way congregants express their faith and participate in worship. Advances in communication technology have driven a shift from physical worship towards more flexible virtual spaces. These changes call for deep theological reflection to ensure that worship practices remain rooted in the essential principles of the Christian faith. The phenomenon of the increasing use of social media in church worship indicates that the digital space has become an integral part of the congregation’s spiritual life. Online worship through live streams, spiritual content, and digital interaction significantly expands the reach of the church’s ministry. However, this phenomenon also presents challenges in the form of distractions, a decline in the quality of engagement, and a tendency towards a consumerist approach to worship. The research findings indicate that digital worship retains its theological legitimacy as long as the relationship of faith, active participation, and orientation towards God are maintained. Furthermore, social media serves as a strategic tool for expanding ministry and building an inclusive community of faith. However, an adaptive pastoral approach is required to preserve the spiritual depth of the congregation. This study aims to analyse the transformation of participation and spiritual experience in digital worship practices from a theological perspective. The method employed is a qualitative approach through a literature review. In conclusion, digital transformation presents both opportunities and challenges for the church in maintaining a balance between innovation and the theological essence of worship. The church is called upon to develop strategies that are contextual and rooted in faith. Thus, digital worship can become an effective means for spiritual growth and the expansion of the church’s ministry.