cover
Contact Name
Technical Support
Contact Email
jurnalpjpi.lapad@gmail.com
Phone
+6283193714008
Journal Mail Official
jurnal.pjpi@lapad.id
Editorial Address
Jl. Tj.Majid Jl. Tj. Barangan, Bukit Baru, Kec. Ilir Barat. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30153
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
ISSN : 29869439     EISSN : 29869528     DOI : -
Core Subject : Education,
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Secara khusus tema yang di membahas tentang : Pembelajaran Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Learning), Manajemen Pendidikan Islam dan Umum (Management of Islamic and General Education), Teknologi Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Technology), Inovasi Pendidikan Islam dan Umum (Innovation in Islamic and General Education), Strategi Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Strategy), Kurikulum Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Curriculum), Tokoh-Tokoh Pendidikan Islam dan Umum (Figures of Islamic and General Education), Al Quran dan Hadis terkait Pendidikan Islam dan Pendidikan Umum (Al Quran and Hadith related to Islamic Education and General Education), Pendidikan Karakter dan Usia Dini (Character Education and Early Age), Pendidikan Luar Biasa Lainnya (Bencana, Kemasyarakatan, Anti Korupsi, Bela Negara, dll)
Articles 185 Documents
Studi Komparatif Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan Siti Banati Sholiha; Muhammad Riza Fajrul Azhar; Entin Suhartin; Ris'an Rusli; Romli, Romli
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1514

Abstract

This study aims to analyze the thoughts of Ismail Raji Al-Faruqi and Syed Muhammad Naquib Al-Attas on the Islamization of knowledge within the context of contemporary Islamic education. The background of this research is based on an epistemological crisis caused by the dominance of a secular and dichotomous Western scientific paradigm. This study employs a qualitative approach using library research, analyzed through a descriptive-comparative method. The findings reveal that both scholars share similarities in rejecting the dichotomy of knowledge and emphasize the importance of the principle of tauhid as the foundation for knowledge development. However, there are differences in their approaches: Al-Faruqi emphasizes the systematic and practical integration of knowledge, while Al-Attas focuses on the purification of the concept of knowledge through the reconstruction of worldview and the inculcation of adab. Thus, their thoughts are complementary and relevant for the development of integrative and character-based Islamic education.
Peran Guru Dalam Membimbing Pelaksanaan Sholat Dhuha Bagi Siswa Di Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum Deva Saputra; Elva Frida Yanti; Sinta Sintia
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam membimbing pelaksanaan sholat Dhuha bagi siswa di Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sholat Dhuha di Madrasah Ibtidaiyah Bahrul Ulum telah berjalan dengan cukup baik dan dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembiasaan ibadah. Peran guru dalam membimbing pelaksanaan sholat Dhuha sangat penting, yaitu sebagai pembimbing, teladan, motivator, dan pengawas. Guru tidak hanya mengarahkan siswa dalam tata cara pelaksanaan sholat, tetapi juga memberikan contoh langsung, motivasi, serta melakukan pengawasan agar kegiatan berjalan dengan tertib dan khusyuk. Faktor pendukung dalam pelaksanaan sholat Dhuha meliputi adanya kebijakan sekolah, sarana dan prasarana yang memadai, serta kerjasama antar guru. Sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran siswa, keterbatasan waktu, dan kedisiplinan siswa yang masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan sholat Dhuha dalam membentuk karakter religius siswa. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif guru secara berkelanjutan agar pembiasaan ibadah dapat berjalan secara optimal.
Implementasi Program Kerja Berbasis Pedagogis Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Dan Karakter Siswa Kelas V Di MIS Raudlatul Muta’allimin Kasui Nurica Anggari Agustin; Azizah Dwi Ramdhani
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program kerja berbasis pedagogis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan karakter siswa kelas V di MIS Raudlatul Muta’allimin Kasui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program kerja berbasis pedagogis yang meliputi kegiatan literasi membaca, pembelajaran aktif dan menyenangkan, diskusi kelompok, pemberian tugas, evaluasi berkala, serta program remedial dan pengayaan mampu meningkatkan keaktifan, pemahaman, dan hasil belajar siswa secara signifikan. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa, seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta sikap religius dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan program kerja berbasis pedagogis dapat menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning), sehingga mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran secara menyeluruh di Madrasah Ibtidaiyah.
Penerapan Model Pembelajaran Direct Instruction yang Dikombinasikan dengan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Di MI Raudlatul Muta'alimin Kasui Refiansyah, Refiansyah; M. Wismu Shader
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V MI Raudlatul Muta'alimin Kasui melalui penerapan model pembelajaran Direct Instruction yang dikombinasikan dengan Problem Based Learning. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan evaluasi. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dengan menerapkan kombinasi model Direct Instruction dan Problem Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kedua model pembelajaran tersebut mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, seperti dalam kegiatan diskusi, bertanya, dan mengemukakan pendapat. Peningkatan keaktifan ini berdampak pada meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan, yang ditunjukkan melalui hasil evaluasi belajar. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Direct Instruction yang dikombinasikan dengan Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V.
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) sebagai Media Umpan Balik dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Akademik Bahasa Indonesia Mahasiswa Teknik Erwin Ginting
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1519

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kecerdasan buatan (AI) sebagai media umpan balik dalam meningkatkan kemampuan menulis akademik Bahasa Indonesia mahasiswa. Kemampuan menulis akademik merupakan kompetensi esensial di perguruan tinggi, namun banyak mahasiswa masih menghadapi hambatan dalam menghasilkan tulisan ilmiah yang berkualitas. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental non-equivalent control group dengan melibatkan 60 mahasiswa tahun pertama yang dibagi menjadi kelas eksperimen, yang memanfaatkan ChatGPT sebagai media umpan balik, dan kelas kontrol yang menerima umpan balik konvensional dari dosen dan rekan sejawat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, Independent Sample T-Test, dan effect size. Hasil menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen (0,384) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (0,326), keduanya berkategori sedang. Uji beda menghasilkan nilai signifikansi 0,030 (<0,05) dengan Cohen's d sebesar 0,574 (kategori sedang). Temuan ini membuktikan bahwa pemanfaatan AI sebagai media umpan balik secara signifikan dan bermakna secara praktis meningkatkan kemampuan menulis akademik serta mendukung otonomi belajar mahasiswa.
The Role of Professional Competence of Lecturers in Improving the Quality of Learning and Academic Development in Religious Colleges Urbanus Sukri
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1521

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kompetensi profesional dosen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan akademik di perguruan tinggi keagamaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, yang dilakukan di beberapa perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Sumber data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa, observasi proses pembelajaran di kelas, serta studi dokumen yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan dan pengembangan akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional dosen, yang meliputi keterampilan pedagogik, penguasaan materi ajar, dan keterampilan sosial, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran. Dosen yang memiliki kompetensi tersebut mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, meningkatkan interaksi aktif antara dosen dan mahasiswa, serta mengoptimalkan metode pengajaran yang berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Selain itu, kompetensi dosen juga berkontribusi terhadap pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman serta memfasilitasi penelitian ilmiah dan publikasi yang dapat meningkatkan kualitas akademik perguruan tinggi keagamaan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi perguruan tinggi keagamaan, yaitu kurangnya pelatihan berkelanjutan bagi dosen, keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi, serta kesulitan dalam memperbarui kurikulum sesuai dengan perkembangan pendidikan global. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan program pengembangan profesional dosen, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta pembaruan kurikulum secara terstruktur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi keagamaan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kebijakan pendidikan tinggi, khususnya dalam meningkatkan kompetensi dosen dan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.
Implementation of Public Relations Management In Islamic Educational Institutions In The Digital Era Susilo Surahman
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1462

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara signifikan pola komunikasi dan strategi pengelolaan hubungan masyarakat (humas) di berbagai sektor, termasuk lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen humas pada lembaga pendidikan Islam di era digital, dengan menyoroti strategi, tantangan, serta implikasinya terhadap peningkatan citra dan kepercayaan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada beberapa lembaga pendidikan Islam yang telah memanfaatkan media digital sebagai sarana komunikasi institusional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen humas di era digital tidak lagi terbatas pada fungsi publikasi, tetapi telah berkembang menjadi fungsi strategis yang mencakup pengelolaan reputasi, komunikasi krisis, serta pembangunan relasi yang partisipatif dengan pemangku kepentingan. Pemanfaatan media sosial, situs web resmi, dan platform komunikasi daring terbukti meningkatkan transparansi dan memperluas jangkauan informasi lembaga. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya tantangan berupa keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, kurangnya perencanaan strategis berbasis data, serta potensi risiko disinformasi di ruang digital. Oleh karena itu, diperlukan model manajemen humas yang adaptif, berbasis teknologi, dan selaras dengan nilai-nilai Islam agar mampu memperkuat daya saing lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika transformasi digital.
Persepsi dan Tanggapan dalam Psikologi Pendidikan Islam: Kajian Literatur Integratif dan Implikasi Praktis bagi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nenny Litania; Vivik Shofiah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1523

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara integratif konsep persepsi dan tanggapan dalam Psikologi Pendidikan Islam. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur digunakan untuk menganalisis landasan teoretis, faktor pembentuk, dan implikasi persepsi peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Analisis data menggunakan model interaktif Miles et al. (2014) yang diperkuat triangulasi sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi dalam perspektif Islam merupakan proses holistik yang mengintegrasikan aql, qalb, dan nafs, melampaui konseptualisasi psikologi konvensional. Persepsi peserta didik dibentuk oleh faktor internal; efikasi diri, pengalaman keagamaan, dan motivasi intrinsic, serta faktor eksternal yang didominasi keteladanan guru, metode pembelajaran, dan iklim kelas. Hubungan persepsi-tanggapan bersifat siklik; persepsi positif menciptakan spiral pertumbuhan akademis dan spiritual, sementara persepsi negatif memicu lingkaran ketidakterlibatan yang kontraproduktif. Ditemukan pula kesejajaran konseptual antara teori psikologi modern dan prinsip Islam, seperti self-regulation dengan muhasabah, dan intrinsic motivation dengan ikhlas. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran PAI yang secara sadar membangun persepsi positif melalui keteladanan guru, pendekatan kontekstual, dan iklim kelas yang psikologis aman
Dekonstruksi Makna dalam Novel Ranting Sakura Lita Dwi Ariyanti
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1529

Abstract

Penelitian ini membahas dekonstruksi makna dalam novel Ranting Sakura karya Maria Bo Niok yang merepresentasikan kehidupan Tenaga Kerja Wanita (TKW) beserta kompleksitas relasi sosial, cinta, dan identitas tokoh. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dekonstruksi pada judul, representasi TKW, serta karakter tokoh dalam novel. Rumusan masalah difokuskan pada bagaimana makna yang tampak dalam teks mengalami pergeseran melalui oposisi biner yang tidak stabil sehingga menghasilkan interpretasi baru terhadap struktur makna yang dominan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan poststrukturalisme, khususnya teori dekonstruksi Jacques Derrida. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi, seleksi, klasifikasi, serta analisis korpus data berupa kutipan teks novel yang relevan, kemudian diverifikasi untuk memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa judul Ranting Sakura mengalami dekonstruksi makna dari simbol keindahan menjadi representasi penderitaan tokoh utama. Representasi TKW dalam novel tidak sepenuhnya merefleksikan realitas sosial, melainkan menghadirkan konstruksi baru yang menunjukkan adanya kontradiksi antara citra ideal dan realitas pengalaman TKW. Selain itu, dekonstruksi tokoh memperlihatkan ambiguitas karakter Amei, David, dan Joni yang tidak sepenuhnya berada dalam posisi oposisi biner antara baik dan buruk. Temuan ini menegaskan bahwa makna dalam karya sastra bersifat tidak stabil, plural, dan terbuka terhadap berbagai interpretasi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan dekonstruksi mampu mengungkap ketidakpastian makna serta membongkar struktur hierarkis dalam teks sastra sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih kritis terhadap karya.
Kesulitan Belajar Sekolah Dasar Dalam Memahami Materi Pelajaran Ulil Hidayati; Anita Safitri; Selly Hernisa
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1545

Abstract

Kesulitan belajar merupakan fenomena yang umum terjadi pada siswa sekolah dasar dan menjadi salah satu faktor penghambat dalam pencapaian tujuan pembelajaran(Hidayah et al. 2025). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam berbagai bentuk kesulitan belajar yang dialami siswa dalam memahami materi pelajaran, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mengkaji upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta studi dokumentasi terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa dapat dilihat dari rendahnya kemampuan memahami konsep, kesulitan dalam membaca dan menulis, kurangnya kemampuan berpikir kritis, serta lemahnya daya ingat terhadap materi yang telah disampaikan. Faktor penyebab kesulitan belajar terbagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, minat yang kurang terhadap pelajaran, kondisi fisik dan psikologis siswa, serta perbedaan kemampuan intelektual. Sementara itu, faktor eksternal mencakup metode pembelajaran yang kurang variatif dan kurang menarik, keterbatasan media dan sumber belajar, lingkungan keluarga yang kurang mendukung, serta kondisi lingkungan sekolah yang kurang kondusif. Dampak dari kesulitan belajar tersebut antara lain menurunnya prestasi akademik siswa, rendahnya partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, serta munculnya sikap kurang percaya diri dalam mengikuti proses belajar. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif dan adaptif, seperti penggunaan metode pembelajaran aktif, media pembelajaran yang menarik, serta pendekatan individual sesuai dengan karakteristik siswa. Selain itu, peran guru, orang tua, dan pihak sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan optimal siswa. Dengan adanya upaya yang terintegrasi, diharapkan kesulitan belajar siswa dapat diminimalisir sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna.