cover
Contact Name
Hamdi Yusliani
Contact Email
jurnal.fathanah@unmuha.ac.id
Phone
+62812-6911-445
Journal Mail Official
jurnal.fathanah@unmuha.ac.id
Editorial Address
Jalan Muhammadiyah No 91 Bathoh Lueng Bata Banda Aceh 23245 Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh Jalan Muhammadiyah No 91 Batoh Lueng Bata Banda Aceh 23245 Phone: +6285323642520 Email: istiqamahtul.masyithah@unmuha.ac.id Phone: +6212-6911-445 Email: hamdi.yusliani@unmuha.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Al-Fathanah Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Core Subject : Religion, Education,
Al-Fathanah : Jurnal studi Islam dan Pendidikan Agama Islam is a journal published by Islamic Education of Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh. Focus on conceptual research on Islamic education studies in general which includes Philosophy of Islamic Education, Islamic teaching methods, the development of instruments in evaluation of Islamic Education, Islamic Education learning model development, Islamic Education Curriculum. In addition, It also covers various topics related to Islamic Studies.
Articles 55 Documents
MEMBANGUN LITERASI MEDIA DIGITAL UNTUK PENDIDIKAN AGAMA YANG BERKUALITAS Irawan, Rondi; Idrus, Abdul Wahid; Rosnidarwati, Rosnidarwati; Andayani, Sri; Muarrif, Muhammad Riza
Al-Fathanah Vol 5, No 2, Oktober (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i2, Oktober.2611

Abstract

Dalam era digital yang terus berkembang, literasi media digital menjadi keterampilan penting dalam dunia pendidikan, termasuk pendidikan agama. Artikel ini mengkaji konsep dan implementasi literasi media digital dalam pendidikan agama untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran. Literasi media digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengakses informasi, tetapi juga mencakup keterampilan menganalisis, mengevaluasi, dan menggunakan informasi keagamaan secara kritis dan bertanggung jawab. Pemanfaatan teknologi dan platform digital memungkinkan pembelajaran agama disajikan secara lebih interaktif dan mudah diakses. Namun, maraknya penyebaran informasi keagamaan yang tidak valid dan hoaks di media sosial menuntut penguatan kemampuan berpikir kritis pada pendidik dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan literasi digital dan pendidikan agama. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan analisis kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi literasi media digital dalam kurikulum pendidikan agama mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, serta menumbuhkan sikap selektif dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi informasi digital. Artikel ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan organisasi keagamaan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang aman, berkualitas, dan bermartabat. Dengan demikian, penguatan literasi media digital diharapkan dapat menjadikan pendidikan agama lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai spiritual dan moral generasi muda.
ETIKA KEDOKTERAN ISLAM KONTEMPORER: MENYUARAKAN KRITIK FATIMAH MERNISSI ATAS DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM FIKIH KESEHATAN Prasetiyono, Agung Budi; Siti, Nurjanah; Siti, Zulaikha; Agus, Hermanto
Al-Fathanah Vol 5, No 2, Oktober (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i2, Oktober.2421

Abstract

Artikel ini mengkaji bagaimana pemikiran Fatimah Mernissi, seorang feminis Muslim terkemuka, dapat digunakan sebagai kritik terhadap bias gender dalam fikih kesehatan Islam. Dalam konteks pelayanan medis, perempuan seringkali mengalami pembatasan terhadap hak otonomi atas tubuhnya, terutama dalam hal kesehatan reproduksi dan seksual. Diskursus fikih klasik, sebagaimana ditunjukkan oleh Mernissi, banyak dipengaruhi oleh tafsir-tafsir hadis dan teks keagamaan yang sarat nuansa patriarki. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka (library research) dengan metode hermeneutika kritis, guna menganalisis teks-teks fikih dan hadis yang menjadi dasar etika kedokteran Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa banyak tafsir keagamaan tidak merepresentasikan nilai keadilan gender dan justru melanggengkan kontrol sosial atas tubuh perempuan. Pemikiran Mernissi menggarisbawahi pentingnya membaca ulang teks-teks keagamaan dalam konteks sosial-politik yang membentuknya, serta menuntut pembaruan etika kedokteran Islam agar lebih menjamin keadilan, otonomi pasien, dan penghormatan terhadap hak-hak perempuan. Dengan demikian, pembaruan fikih kesehatan melalui perspektif gender menjadi kebutuhan mendesak dalam membangun sistem pelayanan medis yang lebih etis dan humanis.
IMPLEMENTASI METODE TARGHIB WA TARHIB OLEH GURU PAI PADA PEMBELAJARAN F IKIH TERHADAP SISWA MTsN 1 ACEH SELATAN Putri, Azkia; Sulastri, Ema; Jeumpa, Nurul; Ilham, Wahyu; Mailisman, Nashrullah
Al-Fathanah Vol 5, No 2, Oktober (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i2, Oktober.2573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode Targhib Wa Tarhib oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembelajaran Fikihterhadap siswa di MTsN 1 Aceh Selatan. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 1 kepala sekolah, 2 guru fikih, dan 4 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode Targhib Wa Tarhib dilakukan secara sistematis dengan menggabungkan motivasi (targhib) dan peringatan (tarhib). Guru PAI menggunakan berbagai strategi seperti ceramah inspiratif, kisah teladan, diskusi kelompok, dan ilustrasi visual yang relevan. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan metode ini meliputi kompetensi dan kreativitas guru, karakteristik siswa, dukungan lingkungan sekolah, dan ketersediaan media pembelajaran. Metode ini berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa, meningkatkan kesadaran beragama, regulasi diri, serta pengendalian perilaku. Siswa menunjukkan perubahan positif dalam kedisiplinan beribadah, kejujuran, dan tanggung jawab moral. Meskipun demikian, pembentukan karakter memerlukan proses berkelanjutan dan keterlibatan dari berbagai pihak.
PERAN PLATFORM MEDIA SOSIAL DALAM DAKWAH DIGITAL BAGI GURU DI PESANTREN DARUSSALAM GONTOR 8 ACEH Syahputra, Rizky; Sumarli, Sumarli; Irawan, Rondi; Idrus, Abdul Wahid; Yusliani, Hamdi
Al-Fathanah Vol 5, No 2, Oktober (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i2, Oktober.2644

Abstract

Dakwah digital melalui platform media sosial memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan penyampaian pesan keagamaan, termasuk di kalangan guru pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis platform media sosial yang digunakan, jenis konten dakwah yang diminati, tingkat efektivitas dakwah digital, serta tantangan yang dihadapi oleh guru Pesantren Darussalam Gontor 8 Seulimum, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah sepuluh orang guru pesantren. Validitas data dijamin melalui teknik triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan dengan membandingkan dan mengkaji temuan dari berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform YouTube, TikTok, dan Instagram menjadi media yang paling banyak dimanfaatkan untuk mengakses konten dakwah. Konten berupa video ceramah dan podcast merupakan jenis konten yang paling diminati. Dakwah digital dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman keagamaan serta memberikan inspirasi terhadap perubahan sikap dan perilaku religius guru pesantren. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan literasi teknologi dan maraknya penyebaran informasi keagamaan yang tidak valid (hoaks). Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi dakwah digital yang kreatif, edukatif, dan kolaboratif guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan dakwah di lingkungan pesantren..
KONSEP AZAB DALAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM (ANALISIS TAFSIR AL-SYA’RAWI) Akbar, Eri Riski; Sulastri, Ema; Yusliani, Hamdi; Fadhillah, Muhammad; Fitria, Lia
Al-Fathanah Vol 5, No 2, Oktober (2025): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v5i2, Oktober.2643

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep azab dalam Al-Qur’an dengan menitikberatkan pada analisis Tafsir Al-Sya‘rawi karya Muhammad Mutawalli Al-Sya‘rawi serta relevansinya dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna, sifat, dan fungsi azab, serta dampak pengetahuan tentang azab terhadap pembentukan karakter dan kesadaran moral manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i), melalui penelusuran lafaz ʿazāb menggunakan Al-Mu‘jam al-Mufahras li Alfāẓ al-Qur’ān al-Karīm. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Al-Sya‘rawi, azab tidak semata-mata bermakna hukuman, tetapi juga berfungsi sebagai peringatan dan sarana edukatif yang bertujuan membangkitkan kesadaran iman serta tanggung jawab moral manusia. Dalam konteks pendidikan, pengetahuan tentang azab memiliki dampak positif dalam membentuk disiplin spiritual, regulasi diri, dan pencegahan perilaku menyimpang, namun berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila disampaikan secara tidak proporsional dan tanpa keseimbangan dengan nilai rahmat. Oleh karena itu, artikel ini menegaskan pentingnya pendekatan targhīb–tarhīb yang seimbang dalam pendidikan Islam agar konsep azab dapat berkontribusi secara konstruktif dan humanis dalam pembentukan karakter peserta didik.