cover
Contact Name
Micrets Agustina Silaya
Contact Email
makawerumicke@gmail.com
Phone
+6285243580007
Journal Mail Official
makawerumicke@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Lt. 1 Kantor Pusat Universitas Kristen Indonesia Maluku Jl. Ot Pattimaipauw, Talake | Ambon 97115
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27214680     DOI : 10.69765/mjppm
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September) oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial dan humaniora, sains dan teknologi, kesehatan, serta bidang lainnya yang terkait dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): September" : 8 Documents clear
PRODUK EDUKASI CEGAH COVID-19 HASIL KKN PKM DARING UKIM DI 3 KABUPATEN/KOTA DI MALUKU Mutiara Dara Utama
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.515

Abstract

Pandemi Covid 19 sudah mewabah sampai ke Provinsi Maluku, termasuk Kabupaten Buruh, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggra. Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara awalnya masih zona hijau dan belum ada warga masyarakat yang terpapar covid 19 namun dipertengahaan juni 2020 terdata sudah ada warga yang positif terpapar covid 19. Hal ini menyebabkan kecemasan dalam masyarakat. Mencermati perkembangan ini maka Tim KKN PKM UKIM mendekati Mitra yaitu 1Desa Waelo, Dusun Kotbesy, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru. 2Kelurahan Ketsoblak.Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual  3Ohoibadar Desa Wab  Ngufar, Kecamatan Hoat Sobay, Kabupaten Maluku Tenggara, dan 4Gereja Bethania Wab Ngufar, Klasis Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual. Kabupaten Maluku Tenggara, untuk mendiskusikan masalah-masalah terkait kecemasan dan ketakutan masyarakat tentang pandemic covid 19. Hasil diskusi didapati ada beberapa masalah yang dihadapi (1) Kurangnya pemahaman tentang covid 19; (2) keseharian masyarakat yang belum maksimal menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS); (3) Kurangnya Pemahaman/pengetahuan tentang protokol kesehatan; (4) Perlu adanya peningkatan spiritualitas iman masyarakat dalam menghadapi pandemik covid-19; (5) Penataan administrasi keuangan digereja yang masih berantakan; (6) Penataan admnistrasi perkantoran desa yang masih berantakan. Berdasarkan masalah dan rencana solusi yang didiskusikan sebelumnya dengan mitra, maka iptek yang telah diimplementasikan pada mitra adalah (1) Pengetahuan mitra tentang pandemic covid 19, cara penularannya dan pencegahaanya makin meningkat; (2) Pengetahuan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan protokol kesehatan  mitra semakin bertambah ; (3) mitra bertambah pengetahuan dan mampu membuat handsanitizer; (4) pengetahuan mitra bertambah dan mitra mampu melaksanakan praktek membuat dan menyeprot disinfektan pada kantor dan sekolah-sekolah; (5) Penataan administrasi keuangan mitra sudah baik dan sesuai; (6) Penataan administrasi desa mitra sudah baik dan sesuai.
PKM PENGARUSUTAMAAN LITERASI INFORMASI KEBENCANAAN KE DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DI SD KRISTEN REHOBOT KUPANG TENGAH, DESA OEBELO, KEC. KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG, NTT Petrus Ana Andung; Leonard Lobo; Silvania Mandaru
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.511

Abstract

Hasil identifikasi masalah dan analisa situasi di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, NTT ditemukan bahwa ancaman bencana alam seperti banjir, dan angin puting beliung cukup serius terutama bagi para siswa SD Kristen Rehobot. Berdasarkan hasil assessment, SD Kristen Rehobot Kupang Tengah selalu dilanda bencana angin puting beliung setiap tahun. Kejadiannya terjadi pada siang hari pada jam-jam sekolah. Berdasarkan analisis situasi ditemukan belum pernah dilakukan upaya apapun untuk mengurangi risiko bencana baik banjir maupun angin puting beliung. Bahkan para guru juga mengaku, tidak memiliki kapasitas bagaimana melakukan tindakan penyelamatan diri dan juga ke anak-anak bila terjadi bencana. Sementara itu, anak-anak di sekolah belum pernah diajarkan tentang bagaimana melakukan upaya penyelamatan diri bila dalam kondisi bencana baik melalui materi di dalam kelas maupun luar kelas. Dengan demikian, permasalahan mitra terbagi atas dua bidang masalah yakni masalah keterbatasan literasi informasi (komunikasi) kebencanaan dan masalah ketiadaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan isu/topik pengurangan risiko bencana. Berdasarkan persoalan tersebut, maka dilakukan program PKM. Bentuk-bentuk kegiatan yang telah dilakukan antara lain (1) kampanye informasi penyadaran kepada para guru tentang pentingnya pengarus-utamaan literasi informasi kebencanaan dalam pembelajaran di sekolah baik di dalam kelas maupun di luar kelas melalui kegiatan ektrakurikuler atau ekskul. (2) penguatan kapasitas para guru SD melalui pelatihan tentang komunikasi kebencanaan. Hasil nyata dari kampanye informasi dan pelatihan ini, para guru mengalami peningkatan pemahaman mengenai upaya Pengurangan Risiko Bencana berbasis sekolah. Hal ini diindikasikan oleh adanya peningkatan pengetahuan guru berdasarkan hasil perbandingan antara pre-test dan post-test.  (3). Workshop pembahasan RPP Mata Pelajaran IPA dan Mulok untuk mengintegrasikan Literasi Informasi Kebencanaan. Inti kegiatan ini melakukan pembahasan secara teknis akan bagaimana mengintegrasikan pengetahuan dan informasi kebencanaan dalam RPP pada mata pelajaran IPA dan Mulok di SD Rehobot Kupang Tengah. Hasilnya, para guru berhasil mengintegrasikan materi kebencanaan ke dalam RPP.
PKM ANAK SMTPI AMBON TIMUR MAKNAI ADAPTASI KEBIASAAN BARU YANG LEBIH SEHAT PADA ERA PANDEMI COVID-19 DENGAN PENDEKATAN LITERASI MEDIA Nenny Parinussa
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.516

Abstract

COVID-19 telah berhasil mengubah kebiasaan yang dilakukan masyarakat sehari-hari baik di rumah, di tempat kerja, di jalan dan di manapun. dengan adaptasi kebiasaan baru atau new normal yang dapat “berdamai” dengan COVID_19. Pemahaman masyarakat khusunya anak terkait adaptasi kebiasaan baru selama ini di peroleh melalui berita pada media masa dan belum pernah dilakukan komunikasi informasi edukasi dari petugas kesehatan maupun pihak lain kepada masyarakat khusunya anak yang berdampak pada tidak adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan menggunakan protokol kesehatan pada adaptasi kebiasaan baru. dengan melihat kondisi yang ada maka Tim PKM Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon berinisiatif melakukan pendekatan pada pihak SMTPI Sektor Yisrel Jemaat Halong Anugerah untuk mendiskusikan masalah-masalah terkait adaptasi kebiasaan baru yang lebih sehat pada anak. Dari hasil diskusi terlihat masalah-masalah yang dihadapi sebagai berikut: (1) Anak belum mengetahui bagaimana COVID-19 tersebar; (2) Mengalami misinformasi tentang adaptasi kebiasaan baru di era COVID- 19; (3)Anak belum mengetahui cara-cara melindungi diri yang benar dan juga melindungi orang lain ; (4) Anak belum mengetahui kapan harus menggunaakan masker dan berapa lama digunakan serta cara membuang masker yang benar; (5) Anak belum mengetahui kapan harus dilakukan cuci tangan selama pandemi ; (6) Anak belum mengetahui perilaku gizi seimbang yang diperlukan selama pandemi maupun saat adaptasi kebiasaan baru; (7) Anak belum memahami pentingnya tidak boleh bersalaman dan digantikan dengan say hallo selama pandemi; (8) Orang tua mengatakan takut dan stres jika anak-anak mereka harus kembali melakukan aktifitas belajar di sekolah yang akan bertemu banyak orang dan juga menggunakan fasilitas umum untuk perjalanan pulan pergi sekolah; (9) Belum pernah dilakukan komunikasi, pemberian informasi dari petugas kesehatan maupun dari pihak lain membuat masyarakat menjadi belum siap untuk menuju adaptasi kebiasaan baru di era pandemic COVID-19. Berdasarkan masalah dan rencana diskusi yang telah dilakukan dengan mitra maka implementasi kegiatan yang dilakukan: (1) Melakukan sosialisasi tentang penyebaran COVID-19, adaptasi kebiasaan baru di era pandemi dan cara melindungi diri dan keluarga di tengah pandemic; (2) Simulasi penggunaan masker yang benar, cuci tangan pakai sabun, menggunakan say hallo tanpa harus bersalaman dan pemberian leaflet dan komik; (3) Anak melakukan edukasi melalui literasi media.
MODEL LAPORAN KEUANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) MARAHAI PITU Mersy Yoselin Ririhena; Frets Alfret Goraph
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.512

Abstract

Laporan keuangan menjadi kewajiban setiap lembaga yang menggunakan anggaran untuk dilaporkan secara transparan dan akuntabel kepada stakeholder terkait. Tujuan pembuatan laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pitu yaitu Meningkatkan pengetahuan pengurus BUMDes Marahai Pitu terkait tata kelolah keuangan Bumdes; Pengurus BUMDes, memiliki pengetahuan baru setelah berpartisipasi dalam kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan laporan keuangan BUMDes. Metode pelaksanaan ada dua bentuk yaitu: Metode ceramah dan metode Pelatihan. Metode cerama yaitu tim PKm memberikan ceramah terkait Model Laporan Keuangan BUMDes Marahai Pitu. Metode Pelatihan yaitu pengurus BUMDes Marahai Pitu diberikan Pelatihan membuat Laporan Keuangan Bumdes berbasis akuntansi keuangan dan standar prosedur keuangan. Hasil pelaksanaan pengabdian pada masyarakat bersama Mitra BUMDes dan Tim PKM yaitu Tersedianya model laporan keuangan BUMDes, Standar layanan Laporan Keuangan BUMDes, Standar layanan wahana permainan anak-anak, Tata tertib/himbauan bagi wisatawan, dan tersedia sarana prasarana pariwisata yang memadai.
Seminar tentang Metode Responsi Fisik Sosial (RFT) / Total Physical Response (TPR) dalam Pembelajaran & Pengajaran Bhs Inggris di Sekolah Kristen YPKPM Ambon Debora Harsono
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.840

Abstract

Fakta menunjukkan, bahwa permasalahan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Inggris sangatlah kompleks. Pertama, Materi Pelajaran Bahasa Inggris cukup sulit untuk sebagian siswa. Seperti kita ketahui, Bahasa Inggris bukanlah bahasa yang kita ucapkan sejak balita. Secara pribadi, kita belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa ketiga dalam kehidupan ini. Ketika batita kita memperoleh bahasa pertama dari ibu, kemudian kita mempelajari Bahasa Indonesia secara formal di bangku TK. Selanjutnya, kita mulai belajar bahasa Inggris di bangku SD atau SMP. Kedua, pengajaran Bahasa Inggris sangatlah membosankan bagi para siswa. Artinya meliputi pengajaran tata bahasa yang sangat rumit, hal ini diperburuk oleh guru Bahasa Inggris yang mengajar para siswa dengan menerapkan metode mengajar yang lama. Mengajar Tata Bahasa dengan banyak mengerjakan latihan tanpa penjelasan materi yang ringkas dan jelas. Banyak guru Bahasa Inggris berpendapat bahwa murid dapat memahami tata bahasa dengan mengerjakan sebanyak mungkin latihan. Belajar dengan menganalisa kesalahan dalam pengerjaan latihan soal tata bahasa. Ketiga, pengejaan dan pengucapan bahasa Inggris sangatlah berbeda dengan kata kata yang tertulis. Karena Bahasa Inggris tidaklah diucapkan sesuai dengan huruf yang tertulis (seperti Bahasa Jerman). Tentunya, hal ini menimbulkan beberapa kesulitan dalam pengejaan dan pengucapan Bahasa Inggris bagi kebanyakan siswa.Tetapi kebanyakan guru TK dan SD di Ambon cenderung menerapkan metode yang lama daripada yang baru. Karena menerapkan metode yang terbaik, berarti kita harus meluangkan lebih banyak waktu, perhatian dan energi untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Berdasarkan hal itu, maka penulis telah menyampaikan Seminar tentang Metode RFT bagi Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris untuk Sekolah Kristen YPKPM Ambon pada tanggal 8 Agustus 2020. Tetapi pelaksanaannya dilakukan dalam ruangan Dosen Fakultas Kesehatan. Dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid l9. Terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan : l). Adanya pembatasan kegiatan dari pihak Sekolah YPKPM. 2). Meminimalisir jumlah peserta dan terakhir memaklumi kondisi ruangan pertemuan di Sekolah YPKPM yang sedang mengalami sedikit renovasi. Metode yang disampaikan adalah Seminar. Sebagai hasil, dari seminar ini para guru honorer Bahasa Inggris dan mahasiswa PKL dari Universitas Pattimura FKIP Program Studi Bahasa Inggris di sekolah YPKPM memperoleh penambahan pengetahuan wawasan tentang Metode Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris bagi para siswa mereka. Akhirnya, penulis menyimpulkan bahwa penerapan Metode Responsi Fisik Total (RFT) bagi Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris bukanlah suatu hal yang mudah karena membutuhkan lebih banyak keseriusan, kesungguhan dan pengobanan waktu di dalam mempersiapkan semua materi pengajaran sekaligus menerapkannya dalam proses Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Inggris bagi anak didik kita.
PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA RUANG KULIAH PROGRAM STUDI HUKUM, UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA MALUKU Charles J Tiwery
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.517

Abstract

Kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku dikenal dengan nama “Kampus Orang Basudara” adalah salah satu Universitas yang berada di kota Ambon berlokasi di Tanah Lapang Kecil. Saat ini UKIM memiliki 5 Fakultas dengan 12 Program Studi didalamnya, ditambah 1 Program Doktor dan 2 Program Studi yang baru yaitu, Informatika dan Hukum yang masih di bawah naungan Universitas. Lokasi Kampus UKIM ini mempunyai luas areal kurang lebih 2 Ha yang terdiri dari sarana prasarana (Gedung perkantoran, ruang kuliah, ruang laboratorium, perpustakaan dan ruang terbuka). Dibalik dari UKIM sebagai Universitas Swasta ternama di Kota Ambon , ternyata tidak terlepas juga dari dampak penyebaran Virus Corona. Hal yang pertama terlihat adalah pada sisi kebersihan,dimana banyaknya samapah-sampah yang berserahkan di beberapa tempat, ini terjadi bukan kerana UKIM tidak mempedulikan kebersihan lingkungan tapi hal ini terjadi dampak dari penyebaran virus corana yang membuat aktivitas kampus di hentikan, sehingga lingkungan Kampus menjadi tidak terurus. Dari aspek kebersihan sarana dan prasarana, dimana pada dinding-dinding ruang kelas kampus UKIM telah memudar dan kotor ketika di lihat secara langsung.sarana pendidikan harus tersedia semaksimal mungkin guna mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar. agar mahasiswa dan calon mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman dan tanpa ada kendala, sarana dan prasarana dalam sebuah kampus harus terpenuhi dari beberapa aspek. Permasalahan lain yang ditemui adalah tidak teraturnya istalasi listrik pada kampus UKIM. kata ‘listrik’ adalah rangkaian yang dapat menghasilkan power (daya) atau kekuatan yang ditimbulkan karena adanya pergesekan melalui suatu proses kimia, yang dapat digunakan untuk menghasilkan panas ataupun cahaya untuk menjalankan mesinserta perangkat elektrik. Bahaya listrik dapat disebabkan kepada setiap orang yang tersengat aliran listrik baik secara langsung ataupun tidak. Berdasarkan paparan kejadian dan peristiwa yang ada pada Kampus UKIM, terkait dengan hal-hal yang menjadi perhatian bersama dan perlu untuk dibenahi kembali untuk kemajuan UKIM ke arah yang lebih baik lagi. Kegiatan yang akan kami lakukan terkait masalah-masalah yang bersifat melakukan suatu perubahan demi kemajuan UKIM ke depan.
PKMS PELATIHAN TANAMAN HIDROPONIK BAGI IBU-IBU PKK NEGERI EMA Rido Latuheru; Charles Tiwery
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.513

Abstract

Negeri Ema terletak di kaki Gunung Horil, pada ketinggian 150 meter diatas permukaan laut. Keadaan geografisnya meliputi kekayaan tanah, flora dan fauna. Luas Negeri Ema 13 Ha, sedangkan luas wilayah petuanannya 64.000 Ha. Penerapan sistem pertanian hidroponik di Negeri Ema memang relatif masih baru. Hasil komunikasi bersama dengan PKK di Negeri Ema biasanya dahulu kami dari Negeri Ema yang membawa sayur ke pasar mardika untuk menjual kepada konsumen, tetapi beberap bulan belakangan ini kami yang ke pasar mardika untuk membeli sayur lagi. Salah satu masalah yang ditemui di Negeri Ema adalah bagaimana cara menggembangkan dan meningkatkan produksi pertanian organik melalui penerapan sistem hidroponik di Negeri Ema, Pemilihan benih sangat penting karena produktivitas tanaman teranganutng dari keunggulan benih yang dipilih, dan juga jenis tanaman yang dapat di tanam secara hidroponik. berdasarpkan analisis di lapangan  Tim Pengabdian Kepada Masyarakat  melihat bayak sekali masalah yang di hadapi mitra seperti: 1). Cara pemilihan penih tanaman hidroponik, 2). Jenis-jenis tanaman yang dapat di tanam secara hidroponik, 3). Cara meningkatkan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi hidroponik bagi PKK negeri Ema, 4). Cara  mengelola tanaman hidroponik, Maka Solusi yang di tawarkan kepada mitra untuk menyelesaikan permasalahan antara lain : 1). Sosialisasi tentang pemilihan Benih tanaman hidroponik, 2). Sosialisasi tentang pemilihan jenis-jenis tanaman yang dapat di tanam secara hidroponik, 3). Sosialisasi tentang cara meningkatkan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi hidroponik bagi PKK Negeri Ema 4). Pelatihan mengelola tanaman hidroponik.
EDUKASI GIZI DAN PRAKTEK PENGOLAHAN MP-ASI LOKAL UNTUK CEGAH GIZI BURUK DAN STUNTING DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Zasendy Rehena; Monike Hukubun
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): September
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37429/mjppm.v1i2.514

Abstract

Kegiatan KKN-PPM di desa Kamal Kabupaten Seram Bagian Barat dilakukan berdasarkan permasalahan dari kelompok mitra yaitu kasus gizi buruk dan stunting meningkat bahkan pada tahun 2019 terjadi kematian pada salah satu balita dengan status gizi buruk. Hasil wawancara diperoleh informasi bahwa sebagian besar ibu-ibu kurang memahami tentang gizi buruk dan stunting. Cara pemberian MP-ASI juga belum sesuai dengan yang direkomendasikan, dan cakupan ASI  eksklusif masih rendah. Tujuan kegiatan KKN-PPM adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi buruk dan stunting, cara pemberian MP-ASI yang sesuai, manfaat ASI eksklusif melalui kegiatan penyuluhan, praktek, dan pengukuran status gizi. Metode yang digunakan adalah Pengukuran status gizi anak balita dengan indeks Antropometri, Penyuluhan, dan Praktek mengolah MP-ASI pangan lokal. Hasil yang diperoleh adalah: 1) Status gizi anak balita dengan indeks Antropometri BB/U kategori gizi baik berjumlah 56 orang (70%), gizi kurang 20 orang (25%), dan gizi  buruk  4 orang (5%). Status gizi anak balita dengan indeks Antropometri TB/U kategori stunting (Pendek dan sangat pendek) berjumlah 18 orang (22,5%), dan kategori tidak stunting berjumlah 62 orang (77,5%), 2) Rata- rata pengetahuan ibu pada pre-test 78,494 dan post-test 94,40. Hasil uji T-Test menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan ibu pada pre-test dengan post-test. 3) Praktek mengolah pangan lokal noneras dapat meningkatkan kreativitas ibu-ibu untuk menciptakan menu baru dan mengolah MP-ASI yang bergizi, dan bervariasi, yang sesuai dengan umur balita.

Page 1 of 1 | Total Record : 8