MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September) oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang sosial dan humaniora, sains dan teknologi, kesehatan, serta bidang lainnya yang terkait dengan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2021): Maret"
:
14 Documents
clear
PkM - PENGEMBANGAN DAN PEMASARAN PRODUK KERUPUK SAGU MELALUI NUTRIFIKASI PADA KELOMPOK SAGU SALEMPENG
Griennasty Clawdya Siahaya;
Grace Persulessy;
Mevi Lilipory
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.553
Kerupuk sagu merupakan salah satu produk hasil pengolahan tanaman sagu oleh kelompok mitra Yayasan Sagu Salempeng dalam meningkatkan kondisi ekonomi anggota kelompok. Dalam pengembangan usaha tersebut, ada beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra, antara lain : 1) Belum pernah dilakukan Nutrifikasi/subsitusi untuk memperkaya kandungan gizi kerupuk sagu, dikarenakan belum pernah diberikan penyuluhan dan pelatihan terkait nutrifikasi produk; 2) Belum pernah dilakukan pengujian kandungan gizi kerupuk sagu; 3) Belum ada ijin usaha PIRT; 4) Kerupuk sagu kurang laku dipasaran.  Solusi yang dilakukan dalam menjawab permasalah mitra antara lain dilakukan penyuluhan tentang diversifikasi pangan dalam pengolahan sagu dengan penerapan nutrifikasi (subsitusi) pangan lokal (tepung daun kelor dan cacing laor), penyuluhan strategi pemasaran, pelatihan pembuatan kerupuk sagu, pengujian kandungan gizi, pengajuan ijin PIRT, dan pemasaran secara online dan dijual di toko/swalayan. Hasil yang didapat dari intervensi yang diberikan untuk kegiatan penyuluhan didapati terjadi peningkatan pengetahuan anggota mitra yang dinilai hasil pre test dan post test. Hasil monitoring evaluasi, anggota mitra sudah mampu memproduksi kerupuk sagu sampai dengan proses pengmasan dan pemasaran yang berimbas baik dalam peningkatan omset. Hasil pengujian kandungan gizi yang dikelurakan oleh Baristand Industri Kota Ambon didapati kerupuk salor (sagu kelor dan laor) kaya akan kandungan gizi karbohidrat, protein, kalsium dan zat besi. Sedangakan dalam pemasaran, permintaan konsumen banyak melalui media online. Akhir dari kegiatan PkM ini, Tim PkM menyerahkan sertifikat ijin PIRT kepada mitra Yayasan Sagu Salempeng. Semoga kelompok masyarakat (mitra sagu salempeng) bisa berkembang mengembangkan produk kerupuk sagu menuju usaha yang produktif.
PELATIHAN DAN UPAYA REVITALISASI PERAN PEMUDA KAMPUNG TENUN KELURAHAN BATULAYANG DALAM PENERAPAN KONSEP ZERO WASTE
Donna Youlla;
Lathifah Khairani
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.571
Pertambahan jumlah penduduk yang pesat menyebabkan meningkatnya aktivitas sosial ekonomi masyarakat sehingga banyak menghasilkan sampah. Rumah tangga adalah penyumbang sampah terbesar di kota Pontianak. Selain itu, sampah merupakan sumber beberapa jenis penyakit menular, keracunan dan lain-lain. Jika sampah yang bertumpuk tersebut tidak segera ditanggulangi maka akan menimbulkan masalah dan dampak pada masyarakat yang bermukim wikayah tersebut. Kegiatan PKM ini bekerjasama dengan Kelompok Pemuda Kampung Tenun di Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) untuk mengurangi masalah sampah baik organik dan anorganik, 2) menjadikan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi para pemuda 3) menjadi motivator bagi komunitas pemuda lainnya dalam upaya penerapan zero waste. Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan mengenai pemilahan sampah yang nantinya diharapkan dapat menuju ke konsep zero waste seperti harapan pemerintah kota Pontianak. Dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pembuatan keranjang Takakura yang merupakan salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah skala rumah tangga. Penggunaan keranjang Takakura sebenarnya sudah dikenal di beberapa wilayah di kota-kota di Indonesia. Metode pengelolaan sampah dengan keranjang Takakura ini pertama kali dikenalkan oleh Koji Takakura di Surabaya dan menjadi salah satu pengelolaan sampah skala rumah tangga yang cukup berhasil. Di akhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan praktek secara langsung pembuatan keranjang Takakura serta praktek pembuatan kompos dari sisa sampah rumah tangga.
PKM USAHA MEBEL UJUNGLOE KABUPATEN BULUKUMBA
Muliyadi Hamid;
Irwan Paserangi
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.548
Kabupaten Bulukumba menyimpan banyak potensi unggulan salah satunya adalah kayu jati. Potensi ini diolah para pengusaha mebel di dusun Lumpakeng. “Sahrul Mebel†merupakan salah satu usaha mebel yang memanfaatkan kayu jati. pengelolaan kayu jati mitra memiliki beberapa permasalahan. Permasalahan yang dihadapai mitra “Sahrul mebel†adalah adapun permasalahan yang dialami adalah rendahnya mutu bahan baku sehingga mempengaruhi kualitas produk, inovasi desain produk yang masih sederhana, kualitas finishing yang masih rendah, serta kurangnya manajemen usaha dan sistem pemasaran yang lemah. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan PKM ini adalah 1). Pelatihan pengawetan kayu untuk menghasilkan bahan baku yang bekualitas, 2). Pelatihan desain produk mebel yang lebih bermotif, 3). Pembuatan mebel dengan desain yang lebih bermotif, 4). Pelatihan finishing dengan menggunakan teknik duco guna meningkatkan kualitas produk secara visual, 5). Pelatihan manajemen usaha, dan 6). Pelatihan pemasaran produk. Kegiatan PKM ini diharapkan memperoleh luaran diantaranya : 1). Bahan baku kayu yang berkualitas, 2). Sumber daya manusia yang terampil dalam membuat desain mebel yang lebih bermotif, 3). Produk mebel yang dihasilkan dengan desain yang lebih bermotif dan berkualitas secara visual, 4). Terciptanya manajemen usaha yang baik dan 5). Adanya peningkatan penjualan produk dengan strategi pemasaran yang lebih baik.
SOLUSI MEMUTUSKAN RANTAI PANDEMI COVID – 19 DAN CARA MENGATUR KEUANGAN KELUARGA PADA JEMAAT SETIBAKTI, DUSUN SETI DAN STASI SANTO CAROLUS NEGERI HATU
Sarlotha Yulliana Purimahua;
Margaretha R Apituley;
Dolvina Wenehen;
Aprilia F Aitonam;
Dominggas Balak
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.554
Jumlah jiwa Jemaat Stasi Santo Carolus Hatu sebanyak 125 Jiwa dan Jemaat Setibakti yang mendiami Negeri Seti, sebanyak 2.531 jiwa. Fasilitas kesehatan seperti Puskemas dari tempat tinggal Jemaat Setibakti sekitar 13 km dan PUSTU untuk Jemaat Stasi St. Carolus adalah sekitar 6 km di Negeri Hatu. Untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang SMA, Jemaat Setibakti harus ke kota kecamatan dengan jarak tempuh 11 km dan bila akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi jemaat dan masyarakat harus ke kota kabupaten atau Kota Ambon. Fasilitas kesehatan yang tersedia jauh dari jangkauan jemaat dan informasi tentang Covid – 19 yang kurang dari pemerintah, menyebabkan jemaat dan masyarakat kurang memahami cara hidup di masa kenormalan baru. Kurangnya fasilitas pendidikan bagi jemaat dan masyarakat, menyebabkan rendahnya pola pikir masyarakat mengatur pendapatan dan pengeluarannya secara bijak, apalagi untuk menabung dan berinvestasi pada usaha mikro. Secara umum, Mitra (Jemaat Setibakti dan Jemaat Stasi St. Carolus) memiliki potensi sumber daya alam melimpah untuk dikelolah, seperti; padi,ubi-ubian dan buah-buahan, selain sebagai pengusaha dan pekerja batu bata merah (batu tela) istilah lokal. Permasalahan Mitra (1). Kurangnya pengetahuan jemaat tentang pencegahan/pemutusan dan penularan Covid – 19, pada masa kenormalan baru (2) Tempat ibadah jemaat tidak layak untuk beribadah (3) Tidak tersedianya tempat cuci tangan ditempat umum maupun, sekolah dan tempat ibadah (4) Jemaat masih memiliki cara hidup konsumtif. Pendapatan yang diperoleh lebih diutamakan untuk dikonsumsi, tidak dapat ditabung. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah: a) Pembuatan dan Pemasangan Papan dan Spanduk Informasi Tentang Pandemi Covid-19 di Jemaat Setibakti dan Stasi St. Carolus. b). Mitra dan Mahasiswa KKN – PPM Melakukan Masohi (gotong-royong), Memperbaiki Rumah Ibadah di Stasi St. Carolus c) Dilaksanakan Sosialisasi dan pelatihan bijak mengatur keuangan keluarga bagi jemaat di masa pandemi covid 19. Luaran dari kegiatan ini telah dipublikasi pada media online: Ambon Ekspres ( Edisi Kamis, 05 November 2020 hal 6): media online: https://ameks.id/UKIM sos Tata//, Tribun Maluku www.Tribun maluku.com Tanggal 05 November 2020 kegiatan juga telah diupload pada chanel youtube: https://www.youtu.com/watch?v=7vp1VIw7zw
PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN MUTU KESEHATAN LANSIA DI NEGERI MORELLA KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH
Cornelly Lawalata;
Maya Laisila
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.572
Negeri Morella memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang sangat menjanjikan, hal ini terlihat dari persebaran petuanan yang begitu luas dan lautan serta pantai yang sangat elok nan mempesona dan oleh negeri datuk-datuk ini telah mempromosi negerinya dengan ikon wisata pantai. Negeri yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 3.715 jiwa itu, (Data negeri) di ketahui terdapat jumlah penduduk usia lanjut yang cukup signifikan dari jumlah penduduk yang ada. Hal ini dapat menjadi rawan layanan lansia karena jumlah yang begitu besar. Padahal, potensi kelola dari negeri yaitu potensi lansia juga menjadi bagian dari kelompok masyarakat rentan dengan kecenderungan berbagai masalah dapat dialami oleh kelompok masyarakat ini. Ini membuktikan bahwa dengan jumlah lansia yang begitu banyak, mestinya ada kontribusi layanan lansia yang lebih efektif, sebab semakain tinggi masalah lansia dapat dibantu dan tertangani, maka lansia akan semakin baik dan akan memperpanjang usia harapan hidup bagi mereka. Untuk menjawab permasalahan lansia maka dilakukan beberapa kegiatan diantaranya: pemeriksaan kesehatan bagi lansia khusus mendeteksi hipertensi, kolestrol dan penyakit asam urat. Selanjutnya, memberikan latihan dan bimbingan kepada lansia untuk dapat melakukan senam kebugaran agar tetap sehat secara fisik maupun psikhis, serta melakukan sosialisasi PHBS bagi lansia. Oleh sebab itu, Mahasiswa KKN PPM UKIM perlu untuk melakukan pemberdayaan lansia, yang bekerjasama dengan mitra pemerintah Negeri Morella, untuk melakukan kegiatan yang dapat dimanfaatkan oleh lansia di Negeri Morella.
PKM USAHA TERNAK KAMBING DESA JAMPU KABUPATEN SOPPENG
Ahmad Thamrin Dahri;
Asri Mulya Setiawan
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.549
Permasalahan utama yang dialami oleh mitra kami yakni usaha ternak kambing milik Bapak Burhanuddin meliputi permasalahan di bidang produksi pakan fermentasi, manajemen usaha serta budidaya ternak. Permasalahan bidang produksi pakan fermentasi basah meliputi jumlah atau kuantitas pakan fermentasi yang terbatas dan lamanya proses produksi pakan dikarenakan produksi pakan ternak dilakukan sendiri oleh mitra secara manual. Cara produksi pakan fermentasi yang dilakukan secara manual menyebabkan kuantitas pakan yang dihasilkan menjadi tidak maksimal, selain itu akan lebih banyak waktu yang tersita untuk menghancurkan bahan pakan berupa batang pisang karena ukuran batang pisang yang besar sedangkan alat yang digunakan masih sangat sederhana. Solusi yang ditawarkan adalah : 1. Alat dan mesin produksi pakan ternak agar dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses produksi pakan ternak; 2. Pelatihan cara beternak/budidaya (komposisi pakan berkualitas, pemberian vitamin dan vaksin, sanitasi kandang) agar proses penggemukan domba pedaging bisa lebih efektif dan efisien dikarenakan bila nutrisi dan kesehatan domba senantiasa terjaga maka capaian bobot domba standart dapat segera tercapai dalam kurun waktu pemeliharaan ternak yang lebih singkat (sesuai target); 3. Pelatihan manajemen usaha (analisa usaha) dan manajemen pemasaran (strategi pemasaran ternak domba) agar mitra dapat mengelola usaha ternaknya lebih baik, mitra juga dapat melakukan analisa kelayakan usaha ternaknya, dapat menghitung keuntungan bersih yang dapat diperoleh besar BEP (titik impas) serta dapat memperluas daerah pemasaran ternaknya bila kelak jumlah ternak kambing mitra semakin meningkat, 4. Perbaikan kendang. Adapun target luaran yang diharapkan akan dihasilkan oleh kegiatan PKM ini adalah: 1. alat dan mesin produksi pakan fermentasi berupa mesin pencacah batang/bonggol pisang, 2. komposisi pakan berkualitas, pemberian vitamin dan vaksin, sanitasi kandang; 3. manajemen usaha yang baik dan strategi pemasaran ternak domba dengan menggunakan media online.  Selanjutnya publikasi artikel dalam prosiding, publikasi media cetak dan video kegiatan PKM.
PERATURAN NEGERI TENTANG PAJAK (NGASE) NEGERI SULI
Amelia Tahitu;
Alex R Tutuhatunewa;
Mozes Tomasila
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.555
Kegiatan pengabdian di Negeri Suli Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, dilakukan berdasarkan permasalahan mitra yakni pengetahuan dan pemahaman Badan Saniri dan Staf Pemerintah Negeri yang masih rendah, terkait pembuatan peraturan negeri tentang pajak (ngase) negeri. Akibatnya Pemerintah Negeri, dan Badan Saniri tidak memiliki peraturan yang jelas soal pajak (ngase) yang berhubungan dengan sumber-sumber pendapatan dan barang atau asset milik negeri atau desa. Adapun target kegiatan yaitu memberikan kontribusi positif terhadap aparatur atau perangkat negeri dalam memahami peraturan negeri atau pajak (ngase) tentang sumber-sumber pendapatan negeri. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, yang dilakukan atau dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan. Penyuluhan dilakukan kepada sasaran kegiatan pengabdian yaitu aparatur atau perangkat pemerintah Negeri dan Badan Saniri negeri lengkap. Setelah mengikuti penyuluhan, Pemerintah Negeri dan Badan Saniri dapat memahami pentingnya peraturan negeri terkait dengan pajak (ngase), guna menuju tertib aturan di Suli. Selanjutnya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKMS) didukung oleh pendampingan untuk pembuatan peraturan negeri, yang didalamnya dilakukan perencanaan serta penataan sumber-sumber pendapatan negeri yang baik dalam rangka meningkatkan pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat. Diharapkan teori yang sudah ditransfer dapat diterapkan sehingga terwujud apa yang menjadi tugas dari pemerintah dan perangkat negeri yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat. Gambaran Iptek yang dihasilkan dalam PKMS ini adalah Peraturan Negeri Suli tentang Pajak (ngase) yang langsung dapat disahkan dan digunakan demi tata kelola pemerintahan negeri, yang tertib, lancar dan tranparan
SOSIALISASI ETIKA DAN ASPEK HUKUM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA SISWA DI SMK NEGERI 3 PONTIANAK
Aleksander Sebayang;
Agung Dwi Prabowo;
Annurdi Annurdi;
Klara Dawi
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.573
Hadirnya media jejaring sosial di dunia maya tentu memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat. Namun fenomena ini menjadi lebih kompleks dengan semakin besarnya ketergantungan masyarakat, terutama kaum remaja siswa SMK Negeri 3 Pontianak. Opini-opini begitu mudah disampaikan untuk mempengaruhi publik tanpa memperhatikan norma dan fakta yang ada sehingga menjurus kepada propaganda negatif, tindak pidana perundungan, bahkan pornografi. Maka dari itu, berangkat dari alasan di atas mengantarkan pada logika yang logis bahwa dirasa perlu untuk melakukan kegiatan sosialisasi tentang etika dan aspek hukum bermedia sosial terutama bagi kalangan remaja berupa penyuluhan hukum. Metode yang diambil dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan kegiatan sosialisasi secara daring. Hasil dari kegiatan ini yaitu: 1) perubahan pengetahuan dan perilaku siswa SMK Negeri 3 Pontianak terkait etika dalam memanfaatkan sosial media; 2) penambahan wawasan siswa SMK Negeri 3 Pontianak tentang aspek hukum sosial media; 3) siswa SMK Negeri 3 Pontianak memperoleh bekal pengalaman tentang pemanfaatan sosial media yang bijak dan berdampak positif.
PKM PENDAMPINGAN TERHADAP MASYARAKAT DALAM PENANGANAN COVID 19 MELALUI MEDIA LUAR RUANGAN DI DUSUN AIRLOUW RT. 14/RW. 04
Marleen Muskita
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.552
Dusun airlouw banyak warga Kota Ambon yang berkunjung kesini dikarenakan akses yang bebas untuk masuk dan banyak tempat wisata yang bebas dikunjungi oleh masyarakat namun masih minimnya sosialisasi mengenai covid – 19 dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui iklan luar ruangan Pada dusun airlouw, banyak warga Kota Ambon yang berkunjung kesini dikarenakan akses yang bebas untuk masuk dan banyak tempat wisata yang bebas dikunjungi oleh masyarakat. Contohnya pada RT. 014 di dusun airlow sering dikunjungi oleh masyarakat dari Kota Ambon, khususnya pada daerah pesisir pantai dusun airlow. Kunjungan masyarakat tidak dapat dibatasi, namun kesadaran mereka terhadap perilaku hidup bersih dan sehat sangat minim. Pada survey awal, ditemukan bahwa masih minimnya sosialisasi mengenai covid – 19 dan perilaku hidup bersih dan sehat melalui iklan luar ruangan seperti baliho atau spanduk atau poster. Hal tersebut dapat kita lihat dari banyaknya masyarakat di RT tersebut dan masyarakat luar yang berkunjung tidak memperhatikan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan perilaku hidup bersih. Dan juga kurangnya sosialisasi melalui iklan luar ruangan terkait penggunaan masker oleh pemerintah setempat. Dalam hal ini ada beberapa persoalan yang mendasar yaitu : 1). Kurangnya Pemahaman Masyarakat Tentang Covid-19, 2). Kurangnya Pemahaman Masyarakat Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Protokol Kesehatan, dan 3). Kurangnya kemampuan masyarakat dalam menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Berdasarkan masalah yang ada maka iptek yang di implementasikan di masyarakat adalah : 1). Melakukan sosialisasi lewat media luar ruangan edukasi pencegahan COVID-19. Seperti Stiker dan spanduk tentang mentaati protokol kesehatan dan Pembagian Masker, 2). Melakukan sosialisasi lewat media luar ruangan edukasi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat berupa spanduk dan 3) Membuat tempat pembuangan Sampah. Luaran kegiatan ini telah dipublikasi pada media massa elektronik Rekam Fakta https://rekamfakta.com/2020/11/04/marleen-muskita-sp-msi-melalui-kkn-ppm-mahasiswa-ukim-dapat-bermanfaat-bagi-masyarakat/.  Video kegiatan telah di upload pada chanel YouTube https://studio.youtube.com/video/SqHSP_qM_Eg/edit.
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI USAHA UNTUK BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK DI LAHAN PEKARANGAN
Sri Rahayu;
Susilawati Soeyoed A.S;
A Tutik Purwani I
MAREN: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat UKIM Ambon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37429/mjppm.v2i1.556
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu kelompok ibu-ibu rumah tangga agar memiliki usaha mandiri di bidang budidaya pertanian sayuran organik di lahan pekarangan dengan cara memanfaatkan barang barang bekas dan limbah rumah tangga. Usaha budidaya sayuran organik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan keluarganya sekaligus dapat menambah pendapatan keluarga, disamping itu dapat memproduksi sayuran sehat dan ramah lingkungan serta dapat mensejahterakan keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Kota di wilayah RT 04/RW 21 pada kelompok ibu-ibu yang suaminya terkena dampak pemutusan tenaga kerja akibat adanya pandemi COVID-19 dan pensiunan. Kegiatan ini berlangsung selama 3 bulan mulai bulan Oktober sampai Desember 2020. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Penyuluhan dan Demonstrasi, dilanjutkan dengan pendampingan melalui monitoring dan evaluasi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat terlaksana dengan baik dimana peserta kegiatan berperan aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan demontrasi pembuatan POC dari limbah organik dan pemanfaatan limbah anorganik sebagai wadah media tanam. Diharapkan budidaya sayuran organik lingkungan ibu-ibu rumah tangga yang berada di RT 04/RW 21 ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat di sekitarnya.