cover
Contact Name
Wahyuning Tiyas
Contact Email
wahyuningtiyas@untirta.ac.id
Phone
+6282134441515
Journal Mail Official
jurnalmatra@untirta.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/matra/about/editorialTeam
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Matra
ISSN : -     EISSN : 28092775     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Musik Tari Teater dan Rupa MATRA: Jurnal Musik Tari Teater & Rupa adalah jurnal peer-review yang diterbitkan pada bulan Januari dan Juli. Isi jurnal dikelola oleh Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Untirta. MATRA menyediakan ruang bagi akademisi, profesional, peneliti, dan seniman untuk menyampaikan dan berbagi pengetahuan berdasarkan hasil penelitian dan kreasi seni musik, Tari, Teater, Rupa, dan bidang sejenis lainnya.
Articles 53 Documents
Upaya Meningkatkan Eksistensi dalam Bekesenian Musik Tradisional Pada Sanggar Panghegar Manah di Kabupaten Pandeglang Arif, Abdullah; Suhaya, Suhaya; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v2i1.13555

Abstract

Kurangnya eksistensi kegiatan berkesenian musik tradisional pada sanggar Panghegar Manah di Kabupaten Pandeglang, membuat penelitian ini mempunyai tujuan (1) Mengetahui apa saja yang membuat kurangnya eksistensi berkesenian musik tradisional, dan (2) Upaya meningkatkan eksistensi dalam berkesenian musik tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang artinya penelitian ini memberikan gambaran tentang permasalahan melalui analisis dan pendekatan ilmiah pada Sanggar Panghegar Manah. Objek penelitian ini akan berpusat pada sanggar Panghegar Manah sendiri dan Subjek dari penelitian ini akan berfokus pada pemilik sekaligus pengelola sanggar yaitu bapak Casmita serta para anggota sanggar yang ada. Pada teknik pengumpulan data akan dilakukan oservasi, wawancara dan dokumentasi sebagai acuan untuk memperoleh data yang diperlukan sedangkan keabsahan data diperoleh dari triangulasi sumber, teknik dan data. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa sanggar Panghegar Manah ini pada awal pendiriannya sekitar tahun 2000an di komplek Empang Sari Desa Banjar masih sangat aktif dalam berkegiatan musik tradisionalnya akan tetapi memasuki tahun 2010an sampai sekarang kegiatan eksistensi semakin tergerus akibat perkembangan jaman modernisasi dan banyaknya para anggota yang berpindah domisili. Upaya yang dilakukan peneliti seperti peremajaan alat, pembersihan gedung latihan, pembuatan latihan terprogram, pembuatan garapan lagu dan promosi yang telah dilakukan bersama sehingga kembaliknya kegiatan sanggar seperti pada umumnya diharapkan bisa meningkatkan kembali kegiatan eksistensi berksenian musik tradisional pada sanggar ini, dan akan terus berlangsung kedepannya. Kata Kunci: Eksistensi, Musik Tradisional, Sanggar Panghegar Manah
APLIKASI MEDIA DIGITAL (FUS APP) BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS VII DI SMP EL-BANTANY Alawiah, Latinufus; Permanasari, Alis Triena; Lestari, Dwi Junianti
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v1i2.13543

Abstract

Latinufus Alawiah, Alis Triena Permanasari, Dwi Junianti LestariPendidikan Seni Pertunjukan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikanmn, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Jl. Ciwaru Raya, Cipare, Kecamatan Serang Kota Serang Banten, 42117, IndonesiaE-mail: latinufus7@gmail.com ABSTRACTThis study aims to (1) develop Android-based Digital Media (FUS APP) in the seventh grade cultural arts subject at El-Bantany Junior High School and (2) test the feasibility of Android-based Digital Media (FUS APP) in the seventh grade Cultural Arts subject. The method developed in research and development (Research and Development) Type ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The subjects of this research are art and culture teachers at SMP El-Bantany and lecturers in the teaching and education faculty as media experts and materials experts. The subject of the next research was the VII grade students of  El-Bantany Junior High School Serang City who were in the learning period of the Dance Art material as many as 16 students. This study uses data collection techniques in the form of interviews, documentation, and questionnaires. (1) The results of the development of an Android-based Digital Media Application (FUS APP) in the arts and culture subjects for class VII resulted in several menus and sub menus, namely: Home Menu, Syllabus Sub Menu, Material Sub Menu, Practice Sub Menu and Video Sub Menu. (2) The results of the feasibility test from media expert validation 89% (Very Good), material expert validation scored 88% (Very Good), and user validation scored 86% (Very Good). The conclusion obtained from this study is that learning media made in the form of android-based digital media can be used as learning media. Keywords: Digital Media, Android, Cultural Arts.            ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) Mengembangkan Media Digital (FUS APP) Berbasis Android pada mata pelajaran seni budaya kelas VII di SMP El-Bantany dan (2) menguji kelayakan Media Digital (FUS APP) Berbasis Android pada mata pelajaran Seni budaya kelas VII. Metode yang dikembangkan dalam penetian dan pengembangan (Research and Development) Jenis ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek Penelitian ini adalah guru seni budaya di SMP El-Bantany dan dosen fakultas keguruan dan ilmu pendidikan sebagai ahli media dan ahli materi. Subjek penelitian selanjutnya adalah peserta didik SMP El-Bantany Kota Serang kelas VII yang sedang dalam masa pembelajaran materi Seni Tari sebanyak 16 orang peserta didik. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan data berupa wawancara, dokumentasi, dan kuisioner. (1) Hasil pengembangan Aplikasi Media Digital (FUS APP) berbasis android pada mata pelajaran seni budaya kelas VII menghasilkan beberapa menu dan sub menu, yaitu: Menu Home, Sub Menu Silabus, Sub Menu Materi, Sub Menu Praktik dan Sub Menu Video. (2) Hasil uji kelayakan dari validasi ahli media 89% (Sangat Baik), validasi ahli materi bernilai 88% (Sangat Baik), dan validasi pengguna bernilai 86% (Sangat Baik). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu media pembelajarana yang dibuat dalam bentuk media digital berbasi android dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Kata kunci: Media Digital, Android, Seni Budaya.                      PENDAHULUANPada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 pembukaan bertujuan untuk mensejahterahkan seluruh warga negara dengan mendapatkan pendidikan yang layak agar dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara (Undang-undang Dasar, 1945). Kualitas suatu bangsa akan lebih meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusianya, sumber daya manusia dapat ditingkatkan melalui penekanan pada pendidikan (Muhardi, 2005).Salah satu cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilakukan dengan cara memperbaiki kualitas pendidikan. Dengan membaiknya kualitas pendidikan maka akan mendapatkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan juga dapat membawa bangsa ikut bersaing disegala bidang pada skala internasional. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai sarana untuk persiapan hidup yang akan datang, tetapi juga untuk kehidupan sekarang yang dialami individu dalam perkembangannya menuju ke tingkat kedewasaannya (Widodo, 2015).Tanpa pendidikan maka sama sekali musthil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan aspirasi cita-cita untuk maju, sejahtera dan bahagia menurut konsep pandangan hidup manusia. Proses belajar mengajar merupakan kegiatan interaktif antara pendidik dengan peserta didik yang memuat kegiatan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Interaksi tersebut harus dijalankan dengan baik agar tidak terjadi kesalahan.Oleh karena itu, agar kegiatan belajar mengajar tersebut menjadi dinamis dan efisien, maka harus didukung dengan alat atau perentara penyampaian kegiatan belajar yang disebut dengan media. Masih banyaknya Pendidik disekolah yang mengunakan metode konvensional atau metode ceramah menyebabkan materi yang disampaikan kurang maksimal sehingga menghasilakan evaluasi yang kurang maksimal. Penyampaian materi menggunakan media papan tulis menyebabkan Peserta didik kurang tertarik dengan materi dan penggunaan komputer yang terbatas juga menyebabkan waktu pelajaran yang terbuang dan kegaduhan Peserta didik dalam proses pembelajaran. Masih tidak meratanya komputer dalam proses pembelajaran menyebabkan Peserta didik gaduh dan bermain android. Penggunaan android pada saat jam pelajaran menyebabkan konsentrasi Peserta didik saat proses belajar akan terganggu, karena perhatian peserta didik akan terbagi menjadi dua antara mendengarkan Pendidik yang sedang menerangkan materi atau dengan kemenarikan fitur yang ada dalam android.Hal itu menyebabkan proses pembelajaran yang kurang efektif. Berdasarkan pemasalahan diatas, peneliti bermaksud mengembangkan media pembelajaran yang dapat melatih kemandirian Peserta didik dalam belajar sehingga Peserta didik dapat dengan mudah memahami materi pelajaran dan media ini juga dapat membantu penidik agar lebih dalam menyampaikan materi khususnya dimasa pandemic separti ini. Media tersebut  berupa media digital (FUS APP) berbasis android pada mata pelajaran seni budaya kelas VII  yang dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk proses belajar mengajar. METODE PENELITIANJenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode Research and Development (R&D). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji produk hasil pengembangan yang layak digunakan dan sesuai dengan kebutuhan. Penelitian Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut Sugiyono (2013). Pengembangan yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah Aplikasi Media Digital (FUS APP) Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Seni Budaya. model pengembangan media pembelajaran yang digunakan adalah ADDIE (Analayze, Design, Development, Implementation and Evaluate) milik (Branch, 2010).Pada peneitian ini peneliti akan memodifikasi tahapan penelitian menjadi 4 pokok, yaitu (1) Analisis: pada tahap ini kegiatan analisis yang dilakukan adalah kegiatan studi lapangan, studi literatur, dan Observasu, (2) Desain: Perancangan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu perancangan data dan perancangan user interfece yang merupakan gambaran kasar dari pengembangan media pembelajaran yang tertuang dalam wireframe, kemudian dilakukan coding untuk merealisasikan rancangan dari user interface dan yang telah direncanakan pada Wireframe, (3) Development dan Implementasi: Tahap pengembangan, kerangka yang masih konseptual tersebut selanjutnya direalisasikan dengan cara Coding menjadi produk yang siap diimplementasikan dengan bantuan software online Kodular.io.Pengimplementasian dari hasil produk berupa media pembelajaran yang dapat diakses oleh peserta didik menggunakan smartphone Android.  (4) Evaluasi: selanjutnya setelah media pembelajaran dikembangkan dan dapat berjalan pada smartphonelangkah selanjutnya pada tahap evaluasi dilakukan pengujian kepada ahli media dan ahli materi untuk menentukan kelayakan dari media pembelajaran yang dikembangkan. setelah media pembelajaran diuji oleh ahli selanjutnya yaitu diuji cobakan kepada siswa sebagai pengguna untuk menentukan respon siswa terkait dengan media pembelajaran yang dikembangkan. HASIL DAN PEMBAHASANHasil kelayakan media pembelajaran didapatkan melalui pengisian angket Validasi Media Sebanyak 3 oran ahli, Validasi Materi sebanyak 3 orang ahli dan respon Pengguna sebanyak 16 orang. Hasil uji kelayakan diperoleh niali rerata sebagai berikut:a)        Validasi Ahli Media:Hasil analisis uji validasi media pembelajaran terhadap aspek Tampilan, User Interface, dan Kualitas Teknis di atas maka dapat disimpulkan media digital (FUS APP) ini sudah memenuhi aspek kriteria penilaian media pembelajaran dan dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Presentase keseluruhan dapat dilihat dari angket pernyataan tertutup yang telah diujikan yaitu bernilai 89% dikategorikan “Sangat Baik”, dapat dilihat pada tabel 15. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:Tampilan bernilai 89% (Sangat Baik), hal tersebut ditunjukan sesuai uraian sebagai berikut: pewarnaan yang digunakan dangat menarik dan nyaman untuk dilihat, tata bahasa yang digunakan sangat baik karena menggunakan jenis dan ukuran font yang mudah untuk dibaca, gambar yang ditampilkan memiliki kualitas yang sangat baik sehingga sangat mempemudah dalam memahami materi.User Interface bernilai 90% (Sangat Baik), hal tersebut ditunjukan sesuai uraian sebagai berikut: navigasi dan tombol yang digunakan mudah unuk dipahami, selanjutnya tampilan interface menarik untuk digunakan.Kualitas Teknis bernilai 90% (Sangat Baik), hal tersebut ditunjukan sesuai uraian sebagai berikut: Media digital (FUS APP) aman digunakan dalam pembelajaran secara mandiri dan tidak merusak perangakat android, selanjutnya Media digital (FUS APP) mudah digunakan dan sesuai kebutuhan peserta didik. Hasil angket pernyataan terbuka diperoleh hasil rerata pada validasi ahli media yang bernilai 89% termasuk dalam kategoti Sangat Baik. Hal ini sejalan dengan pendapat (Jaspambudi, 2017) yang menyatakan bahwa dalam merancang sebuah media perlu memperhatikan aspek Tampilan, Desain dan Kualitas Teknis.b)        Validasi Ahli MateriHasil analisis uji validasi media pembelajaran terhadap aspek Kualitas Materi dan Keamafaatan di atas maka dapat disimpulkan media digital (FUS APP) ini sudah memenuhi aspek kriteria penilaian media pembelajaran dan dinyatakan layak untuk digunakan guru sebagai media pembelajaran. Presentase dapat dilihat dari angket pernyataan tertutup yang telah diujikan yaitu bernilai 88% dikategorikan “Sangat Baik”, dapat dilihat pada tabel 15. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:Kualitas Materi bernilai 86% (Sangat Baik), hal tersebut ditunjukan sesuai uraian sebagai berikut: Media digital (FUS APP) sesuai dengan silabus dan dapat membantu peserta didik dalam memahami materi seni tari karena terdapat menu Video.Kemanfaatan bernilai 88% (Sangat Baik), hal tersebut ditunjukan sesuai uraian sebagai berikut: Media digital (FUS APP) mempermudah guru dalam pembelajaran satu arah maupun dua arah antara pendidik dengan peserta didik, selanjutnya Media digital (FUS APP) berbasis android memberikan keterampilan dan pemahaman yang sama pada peserta didik. Hasil angket pernyataan terbuka diperoleh hasil rerata pada validasi ahli materi yang bernilai 88% termasuk dalam kategori Sangat Baik. Hal ini sejalan dengan pendapat Azhar (2011) bahwa media yang baik dapat dilihat dari segi materi harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pendapat ini juga didukung oleh Nurseto (2011) bahwa media harus mudah digunakan oleh guru maupun siswa, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, dan tingkat ketertarikan dan keterlibatan siswa.c)        Validasi PenggunaHasil analisis uji validasi media pembelajaran terhadap aspek Kualitas Materi, Tampilan, User Interface dan Kualitas Teknis Keamafaatan di atas maka dapat disimpulkan media digital (FUS APP) ini sudah memenuhi aspek kriteria penilaian media pembelajaran dan dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Presentase dapat dilihat dari angket pernyataan tertutup yang telah diujikan yaitu bernilai 86% dikategorikan “Sangat Baik”, dapat dilihat pada tabel 15. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:Kualitas Materi bernilai 84% (Sangat Baik), hal tersebut ditunjukan sesuai uraian sebagai berikut: media digital (FUS APP) berbasis android dapat meningkatkan pemahaman siswa agar dapat merumuskan karakteristik gerak tari berdasarkan ruang, waktu dan tenaga           Tampilan bernilai 87% (Sangat Baik), hal tersebut ditunjukan sesuai uraian sebagai berikut: pewarnaan yang digunakan dangat menarik dan nyyaman untuk dilihat, tata bahasa yang digunakan sangat baik karena menggunakan jenis dan ukuran font yang mudah untuk dibaca, gambar yang ditampilkan memiliki kualitas yang sangat baik sehingga sangat mempemudah dalam memahami materi.User Interface bernilai 84% (Sangat Baik), hal tersebut ditunjukan sesuai uraian sebagai berikut: media digital (FUS APP) menggunakan navigasi dan tombol yang digunakan mudah unuk dipahami, selanjutnya tampilan interface menarik untuk digunakan.Kualitas Teknis bernilai 87% (Sangat Baik), hal tersebut ditunjukan sesuai uraian sebagai berikut: media digital (FUS APP) aman digunakan dalam pembelajaran secara mandiri dan tidak akan merusak perangakat android, selanjutnya Media digital (FUS APP) mudah digunakan dan sesuai kebutuhan peserta didik. Hasil angket pernyataan terbuka diperoleh hasil rerata pada validasi ahli materi yang bernilai 86% termasuk dalam kategori Sangat Baik. SIMPULANHasil uji kelayakan materi pada media digital (FUS APP) berbasis android dilakukan oleh 3 ahli materi bernilai 88% yang termasuk kategori Sangat Baik ditinjau dari aspek kualitas materi dan kemanfaatan. Hasil uji kelayakan pengguna pada media digital (FUS APP) berbasis android dilakukan oleh 16 orang siswa SMP El-Bantany kelas VII bernilai 86% yang termasuk kategori Sangat Baik ditinjau dari aspek kualitas materi, tampilan, user interface, dan kualitas teknis.           DAFTAR PUSTAKAAzhar, Arsyad. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Branch, R. M. (2010). Instructional design: The ADDIE approach. Instructional Design: The ADDIE Approach.Muhardi. (2005). Kontribusi Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Bangsa Indonesia. Journal Unisba, XX (4), 478–492.Nurseto, T. (2011). Membuat Media Pembelajaran yang Menarik. Jurnal Ekonomi & Pendidikan.Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Jenis Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Undang-undang Dasar. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. , 2 § (1945).Widodo, S. A. (2015). Pendidikan dalam Perspektif Aliran-aliran Filsafat (I, Vol. 148; A. Hamdi, Ed.). Yogyakarta: Idea Press 
Penyajian Teater Tutur Maca Syekh Pada Masyarakat Kampung Keluncing Kecamatan Kasemen Kota Serang Banten Pahruji Pahruji; Suhaya Suhaya; Giri Mustika Roekmana
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBanten is a province that has the same arts family as West Java. The people of Banten have one type of spoken theatrical art. The oral theater in Banten is the traditional theater of maca sheikh, a traditional art that will later show the characteristics and identity of art among people in other areas. This study uses a qualitative research method with a grounded theory approach that is based on a systematic procedural approach that performs abstract analysis with the hope that this analysis can create certain theories in order to explain phenomena more specifically. This research will also describe the results of the research in a narrative manner, and the data collection uses 3 stages, namely: (1) observation, (2) interviews and (3) documentation. From the results of the study, it can be concluded that in the presentation of the traditional speech theater, there are important elements in the performing arts, namely: (1) actors, (2) audiences, and (3) place. In this case, the maca sheikh tradition in Banten can be categorized as one of the types of oral theater performances owned by the people of Banten and makes it a distinctive traditional performing art owned by the people of Banten.Keywords: performing arts, oral theater, and maca sheikh. ABSTRAKBanten merupakan suatu Provinsi yang memiliki kesenian satu rumpun dengan Jawa Barat. Masyarakat Banten mempunyai salah satu jenis kesenian teater tutur yang di lisankan. Teater tutur yang terdapat di Banten adalah teater tradisi maca syekh, suatu kesenian tradisi yang nantinya akan menunjukan karakteristik dan identitas kesenian antar masyarakat yang berada di daerah lainnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory yang berpijak pada pendekatan secara prosedural sistematis yang melakukan analisis abstrak dengan harapan analisis tersebut yang dapat menciptakan teori tertentu agar dapat menjelaskan fenomena secara lebih spesifik. Penelitian ini juga akan banyak mendeskripsikan hasil  penelitian secara naratif, serta pada pengumpulan datanya menggunakan 3 tahapan yaitu : (1) observasi, (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa di dalam penyajian teater tutur trdisi maca syekh terdapat unsur-unsur penting dalam seni pertunjukan yaitu: (1) pelaku, (2) penonton, dan (3) tempat. Dalam hal tersebut maka tradisi maca syekh yang ada di Banten dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis seni pertunjukan teater tutur yang dimiliki oleh masyarakat Banten dan menjadikannya suatu seni pertunjukan tradisi yang khas yang dimiliki oleh masyarakat Banten.Kata kunci: seni pertunjukan, teater tutur, dan maca syekh.
PERANCANGAN APLIKASI TEDASPER BERBASIS ANDROID PADA MATERI TEKNIK DASAR SENI PERAN MATA PELAJARAN SENI BUDAYA SMP KELAS VII Qothrunnida, Ifa; Fujiawati, Fuja Siti; Lestari, Dwi Junianti
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v2i2.19637

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang dapat mengefektvitaskan kegiatan pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran saat ini berkembang semakin pesat, salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi sebagai media pembelajaran, seperti aplikasi Youtube, Tiktok, Instagram dan lain sebagainya. Berasarkan hasil data lapangan yang peneliti dapatkan melalui kegiatan observasi dan wawancara, pada penelitian ini peneliti ingin memberikan sebuah inovasi melalui perancangan aplikasi TEDASPER berbasis android yang diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran.Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses perancangan dan uji kelayakan media pembelajaran berbasis android. Tujuan perancangan ini untuk memberikan sebuah inovasi pembelajaran berupa aplikasi android yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang diharapkan dapat mempermudah siswa dalam memahami materi teknik dasar seni peran baik teori maupun praktinya. Metode penelitian yang digunakan adalah reseach and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (analysis, desain, development, implementation, evaluation). Pengujian dilakukan oleh 2 ahli media, 2 ahli materi dan 33 responden, berdasarkan penilaian tersebut didapatkan hasil dengan tingkat persentase ahli media 77.21% kategori “sangat layak” digunakan, ahli materi 80.63% kategori “sangat layak” digunakan, dan pengguna 91.53% kategori “sangat layak” digunakan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu media pembelajaran yang dibuat dalam bentuk aplikasi berbasis android sangat layak untuk digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran.
FORM OF PRESENTATION AND SHIFT FUNCTION OF DODOD ANGKLUNG ART IN PAMATANG VILLAGE, MEKARWANGI VILLAGE, SAKETI SUB-DISTRICT, PANDEGLANG REGENCY Ardiansyah Nugraha; Rian Permana; Suhaya Suhaya
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dodod angklung is one of the traditional arts of Pandeglang, this art arose because the past farming community created an art from the lives of farmers. The name dodod anklung is taken based on the musical instruments used, namely dodod and angklung, this art developed in the Banten area, to be precise, in Pamatang Village, Mekarwangi Village, Saketi District, there is a Sanghiang Sri dodod angklung group whose existence is still known by the public. This research is included in qualitative research, namely research that provides an overview of the conditions or symptoms that occur without leaving the object under study. In this study, researchers used qualitative research methods. Dodod and also angklung consisting of dodod indung, dodod turulung, dodod percussion, angklung indung, angklung percussion, angklung turulung, angklung goong, angklung goong 2, angklung enclok 1, angklung enclok 2, and angklung nying each instrument has a sound In the beginning, the art of dodod angklung in Pamatang village had a sacred function because it was used by the people in the past to perform rituals related to agriculture, the ritual consisted of the rituals of tatanen, ngalaksa, and apostles.  FORM OF PRESENTATION AND SHIFT FUNCTION OF DODOD ANGKLUNG ART IN PAMATANG VILLAGE, MEKARWANGI VILLAGE, SAKETI SUB-DISTRICT, PANDEGLANG REGENCY
PROSES PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SAXOPHONE DI LARGO MUSIC KECAMATAN KRAMATWATU KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN Anggoro, Triyo; Suhaya, Suhaya; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i1.21955

Abstract

ABSTRAKLargo Music Serang merupakan sebuah tempat yang menyediakan jasa berupa entertaint, perbaikan instrument serta pembelajaran music. Peserta didik yang sudah menyelesaikan pembelajarannya di Largo banyak menjadi pekerja di dunia hiburan musik bahkan ada beberapa yang menyalurkan kembali materi yang telah didapatkan ketika dahulu melalui proses pembelajaran ditempat ini. Peneliti dalam melakukan penelitian seputar proses pembelajaran teknik dasar saxophone di Largo Music Serang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil yang didapatkan setelah melakukan penelitian ini diawali dengan mengetahui ada 6 tahapan yang dilakukan seperti pra kegiatan, kegiatan awal, kegiatan, inti, kegiatan akhir, evaluasi dan berlatih bersama instrument lain. Pendidik dalam memberi materi seputar teknik dasar saxophone lebih menekankan kepada pendalaman seputar breathing agar peserta didik dapat terbiasa menggunakan pernafasan yang baik supaya suatu saat diberikan materi lanjutan yang lebih sulit peserta didik dapat dengan mudah menerapkan dengan penguasaan teknik ini.Kata kunci: proses pembelajaran, teknik dasar saxophone, Largo Music 
Proses Pembuatan Alat Musik Gesek Tehyan Di Sanggar Putra Ula Kota Tangerang Kawistara, Muhammad Galih; Hadiyatno, Hadiyatno; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i1.23347

Abstract

This research aims to find out and study the process of making tehyan as a Betawi traditional musical instrument at Tangerang. This study used a descriptive qualitative method. The research data was obtained through tehyan craftsmen. Data collection techniques were carried out by observing documentation and in-depth interviews, the collected data were described and analyzed about the process of making tehyan by the craftsmen. This research is limited to the media selection, tools and materials used in making, and the process and stages of making tehyan. The researcher’s interest in this research is due to the lack of public interest and appreciation of tehyan as a cultural heritage, which needs attention so tehyan sustainability is maintained, and hopes to motivate other researchers to continue this research that author has done. So tehyan sustainability is maintaned.Keywords: the making of, media, material, Tehyan
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN MINAT SISWA DALAM PEMBELAJARAN PEMERANAN PADA MATA PELAJARAN TEATER DI SMAN 1 CINANGKA Al-fayed, Bobby; Roekmana, Giri Mustika; Septiyan, Dadang Dwi
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i1.21054

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji tentang Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Minat Siswa Dalam Pembelajaran Pemeranan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran teater di SMAN 1 Cinangka. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian ini diperoleh melalui sumber data tindakan siswa kelas X MIPA 2 di SMAN 1 Cinangka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara Studi lapangan, wawancara, dokumentasi dan angket secara kolektif, data yang sudah didapatkan dideskripsikan dan dianalisis tentang penerapan metode demonstrasi untuk meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran pemeranan. Penelitian ini dibatasi pada proses penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran pemeranan dan minat siswa dalam pembelajaran. Ketertarikan peneliti melakukan kajian terhadap metode demonstrasi pada pembelajaran pemeranan ini berlatar belakang rendahnya minat siswa dalam belajar tentang pemeranan teater, yang disebabkan oleh kurangnya kesesuaian metode pembelajaran yang digunakan oleh pendidik, dan berharap dapat memotivasi juga pada peneliti-peneliti yang lain untuk melanjutkan penelitian yang penulis sudah lakukan.
EKSISTENSI KESENIAN DEBUS PADEPOKAN SUMUR TUJUH DI BABAKAN KABUPATEN PANDEGLANG PROVINSI BANTEN Ramadani, Alan; Rizal, Syamsul; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i1.21243

Abstract

Kesenian debus merupakan kesenian Banten yang harus dijaga keberadaanya dan kelesetariannya. kesenian debus beraawal dari perkembangan penyebaran agama islam di banten. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan Eksistensi Debus Padepokan Sumur Tujuh Di Babakan Kabupaten Pandeglang dan upaya pelestarian kesenian debus di babakan. Mengingat perkembangan zaman menjadi pengaruh terhadap eksistensi sebuah kesenian tradisi di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitati deskriptif dan pendekatan studi kasus. Dalam tekhnik pengumpulan data penelitian ini  penelitian ini menggunakan tekhnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penenlitian ini adalah kita dapat mengetahui kesenian ini masih eksis di masyarkat dalam pertunjukan yang dilakukan setiap tahunan, acara- acara pernikahan, khitanan, pemerintahan dan kegiatan latihan rutinan yang dilakukan setiap minggunya. Dalam penenlitian ini kita ketahui upaya pelestarian kesenian debus dibabakan ini, yaitu pemahaman untuk mrnimbulkan kesadaran, perencaaan secara kolektif, pembangkitan kretifitas budaya. Dalam ketiga tahapan ini Padepokan Sumur Tujuh melakukan langka-langkah sebgai upaya pelestarian kesenian debus dengan dorongan masyrakat dan pemerintah setempat.Kata kunci : Eksistensi,Pelestarian,kesenian debus,daerah babakan
BENTUK PENYAJIAN “MARHABAN” DI KAMPUNG CIWARU KELURAHAN CIPOCOK JAYA KECEMATAN CIPOCOK JAYA KOTA SERANG-BANTEN Kharisma, Nur Hidayat; Suhaya, Suhaya; Permana, Rian
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v3i1.21685

Abstract

oThis research focuses on how to serve Marhaban which is located in Ciwaru Village, Cipocok Jaya Village, Cipock Jaya District, Serang City, Banten. This research focuses on shaving events for babies who are usually only 7 days or 40 days old. This study has two problem formulations, one of which is related to the general description of Marhaban and the form of presentation of Marhaban art which is located in Kampung Ciwaru. This study uses qualitative methods to find answers to the problem formulation above. The researcher found that the Marhaban art is a hereditary art that is still practiced today in Ciwaru Village and is one of the arts that is cultivated. The sholawat marhaban program lasts approximately 20-30 minutes and consists of 4 to 10 people or more. When the sholawat marhaban is recited and begins to recite the sholawat marhaban, it is started by an imam or leader in the sholawat marhaban group according to the structure, poetry and style. The meaning of sholawat marhaban in each of the verses and verses already has meanings according to what is contained in the contents of the Qur'an or the hadith, as for the types of genres, namely the lagum bayati song with the meaning of the house because it is usually chanted as a foothold or for the following songs, the song lagum shoba has the meaning of the word longing because in the chant it is like a deep longing, the song lagum hijaz which in its meaning and the chant is very soft but impressive and lastly the song lagum rosta in the chant gives a feeling of sincerity and peace of mind.