cover
Contact Name
Ichsan Setiawan
Contact Email
ichsansetiawan@usk.ac.id
Phone
+6285220189228
Journal Mail Official
depik@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Marine and Fisheries Universitas Syiah Kuala Jalan Meureubo No. 1, Kopelma Darussalam Banda Aceh, 23111, Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan
ISSN : 20897790     EISSN : 25026194     DOI : 10.13170/depik
Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan is a peer review international journal, this journal is publishing high-quality articles in aquatic sciences and fisheries in general. The aim of the journal is to publish and disseminate the current or new findings of the research, and give a significant contribution to the development of fisheries and aquatic sciences in several topics, but not limited to: Fisheries (Aquaculture, Capture Fisheries, Fish Processing) Aquatic Ecology (Freshwater, Marine, and Brackishwater) Aquatic Biology (Fish, Mollusk, Crustacean, Plankton, Coral reefs) Oceanography.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018): August 2018" : 9 Documents clear
Efektivitas penggunaan rumpon sebagai daerah penangkapan ikan di Perairan Pusong Kota Lhokseumawe Chaliluddin, Makwiyah A.; Aprilla, Ratna M.; Affan, Junaidi M.; Muhammadar, Abdullah A.; Rahmadani, Heri; Miswar, Edy; Firdus, Firdus
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.11322

Abstract

The existence of fish aggregating devices (FADs) in a waters is able to establish a new fishing ground that potential waters. FADsareable to attract the attention of the gathering of fishes and other aquayic organisms around it, increasing the density of fish around FADs can increase the chances of successful catching operation, and therefore the FADs has benefited significantly to increase the capture fishery production significantly. The purposes of the research were to evaluate the catching composition of purse seine production using FADs and non FADs, and to examine the fectiveness of FADs. This research was conducted on February 1 - 28, 2018 located atPusongWaters, Lhokseumawe City. The survey method was used in this study. The direct sampling by following the fisherman in fishing activities was performed both the purse seine with FADs andno FADs. Total purse seine catches during the research were 4,320 kg consisting of Long Jawed Mackerel (Rastrelliger sp.) 1,280 kg (29.63%), Decapterus Fish ( Decapterus sp.) 350 kg (8,107%), skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) 845 kg (19.56 %), tuna fish (Euthynnus affinis) 720 kg (16.67%), Torpedo scad (Megalaspis cordyla) 300 kg (6.94%), Queenfish 140 kg (3.24%), and starry triggerfish (Abalistes stellaris) 685 kg (15.86%). It was concluded that the purse seine usedFADs is more effective compared to thea purse seine that does not use FADs.Keberadaan rumpon di suatu perairan mampu menarik perhatian berkumpulnya ikan dan organisme lain disekitarnya, sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan purse seine yang menggunakan rumpon dan purse seine yang tidak menggunakan rumpon, dan menilai efektivitas rumpon dalam mengumpulkan ikan. Penelitian ini dilaksanakan pada 01 - 28 Februari 2018 bertempat di Perairan Pusong, Kota Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, yaitu dengan mengikuti nelayan dalam kegiatan penangkapan ikan, baik nelayan purse seine yang menggunakan rumpon dan nelayan purse seine yang tidak menggunakan rumpon. Data ikan hasil tangkapan yang diperoleh dihitung jumlah ikan hasil tangkapan dan diidentifikasi spesies ikan dan selanjutnya dibandingkan dengan hasil tangkapan nelayan yang menggunakan rumpon dan ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak menggunakan rumpon. Total hasil tangkapan purse seine selama penelitian sebanyak 4.320 kg terdiri dari kembung (Rastrelliger sp.) 1.280 kg (29,63%), layang (Decapterus sp.) 350 kg (8,107%), cakalang (Katsuwonus pelamis) 845 kg (19,56%), tongkol (Euthynnus affinis) 720 kg (16,67 %), tegang ekor/tetengkek (Megalaspis cordyla) 300 kg (6,94 %), talang/daun bamboo (Scomberoides lysan) 140 kg (3,24%), dan ayam-ayam (Abalistes stellaris) 685 kg (15,86 %). Dari kedua jenis kegiatan penangkapan ikan tersebut, maka purse seine menggunakan rumpon lebih efektif dibandingkan purse seine yang tidak menggunakan rumpon sebagai daerah penangkapan ikan.Rasakan keseruan bermain di om88 dengan peluang menang yang lebih besar. Nikmati pengalaman bermain yang seru, aman, dan penuh tantangan. Segera coba dan raih kemenangan besarmu!
Studi keanekaragaman ikan gelodok (Famili: Gobiidae) pada muara Sungai Maro dan Kawasan Mangrove Pantai Kembapi, Merauke Modesta Ranny Maturbongs; Siska Elviana; Sunarni Sunarni; Dominggus deFretes
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.9012

Abstract

Mudskipper is one species of fish that lives in the estuary area and they have adaptations to two different habitats. The aims of the study was determine the species composition, diversity and abundance of mudskipper species in estuary areas with different locations, namely in the estuary and mangrove areas of Kembapi Beach. Sampling was carried out at low tide, carried out by using a wire mesh tool that was designed separately and manually using hands. The results of research on both research stations were obtained 4 genera and 7 species of mudskipper namely Boleophthalmus boddarti, B. pectinirostris, Oxuderces dentatus, Periophthalmus argentilineatus, P. malaccensis, P. takita and Scartelaos histophorus. Station II in the mangrove area of Kambapi Beach has the highest relative abundance with a percentage of 63.24% obtained from the type of Boleophthalmus boddarti. On the contrary, at station I in the Maro River estuary area, the highest relative abundance was also of the type B. boddarti with a percentage of 32.95%. The range of diversity index values at station I is 0.24 - 1.41 indicating the level of moderate diversity. Station II range of the diversity index during the study ranged from 0.08 to 0.66. The average dominance value at both stations is station I at 0.56 and station II at 0.71.Ikan gelodok merupakan salah satu spesies ikan yang hidup pada daerah estuari dan memiliki adaptasi terhadap dua habitat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kelimpahan spesies ikan gelodok pada daerah estuari dengan lokasi yang berbeda yaitu pada daerah muara sungai dan kawasan mangrove Pantai Kembapi. Pengambilan sampel  dilakukan pada saat air surut, dilakukan dengan menggunakan alat bubu dari kawat ram yang didesain tersendiri dan secara manual yakni dengan menggunakan tangan. Hasil penelitian pada kedua stasiun penelitian diperoleh sebanyak 4 genus  dan 7 spesies ikan gelodok yaitu  Boleophthalmus boddarti, B. pectinirostris, Oxuderces dentatus, Periophthalmus argentilineatus, P. malaccensis, P. takita dan Scartelaos histophorus. Stasiun II di kawasan mangrove Pantai Kambapi memiliki kelimpahan relatif tertinggi dengan presentase sebesar 63,24% diperoleh dari jenis Boleophthalmus boddarti. Sebaliknya pada stasiun I di daerah muara Sungai Maro,  kelimpahan relative tertinggi juga dari jenis Boleophthalmus boddarti dengan presentase sebesar 32,95%. Kisaran nilai indeks keanekaragaman pada stasiun I sebesar 0,24 – 1,41 menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Satasiun II kisaran indeks keanekaragaman selama penelitian antara 0,08 – 0,66. Rata-rata nilai dominansi pada kedua stasiun yaitu stasiun I sebesar 0,56 dan stasiun II sebesar 0,71.
Pola kemunculan ikan nike (Gobiidae) di Perairan Teluk Gorontalo, Indonesia Nuralim Pasisingi; Suprapty Abdullah
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.11442

Abstract

Nike fish is one of the fish species found in Gorontalo known to belong to the Gobiidae group. Nike is fishing intensively by local fishermen without considered sustainability aspect. Unfortunately, the comprehensive scientific data for the management purposes of nike fish was not yet available. Therefore, this study aims to assess the period of occurrence of nike fish in the Gorontalo Bay as the initiation of providing scientific information that supports sustainable management goal. Sampling was conducted from March to June 2018 using fish net. The results showed that the period of occurrence of nike fish every month starting from the bay area and move toward the estuary. The emergence of nike fish that began in the eastern part of Gorontalo Bay occurred in March, April, and May 2018. While the appearance of nike fish that started from the western area of the bay occurred in June and July 2018. It was concluded that the duration of occurrence of nike fish in the Gorontalo Bay occurs for 3 to 9 days at the end of the lunar phase.Nike merupakan salah satu spesies ikan yang ditemukan di Perairan Gorontalo yang dikenal berasal dari kelompok gobiidae. Kegiatan eksploitasi ikan nike oleh nelayan belum mempertimbangkan aspek kelestariannya di perairan berpotensi mengancam keberlanjutannya di perairan. Data ilmiah dan komprehensif yang dapat dijadikan acuan pengelolaan ikan nike belum tersedia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memetakan periode kemunculan ikan nike di perairan Teluk Gorontalo sebagai inisiasi penyediaan informasi ilmiah yang mendukung arah pengelolaan yang berkelanjutan. Pengambilan sampel ikan di Perairan Teluk Gorontalo dilakukan pada Bulan Maret sampai Juni 2018 dengan menggunakan jaring ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode kemunculan ikan nike setiap bulan dimulai dari area teluk dan begerak ke arah muara. Kemunculan ikan nike yang dimulai di perairan Teluk Gorontalo bagian timur terjadi pada bulan Maret, April, dan Mei 2018. Sedangkan kemunculan ikan nike yang dimulai dari area barat teluk terjadi pada bulan Juni dan Juli 2018. Secara keseluruhan, durasi kemunculan ikan nike di perairan Teluk Gorontalo terjadi selama 3 sampai 9 hari di fase bulan akhir menjelang bulan baru.
Kontaminasi Senyawa Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) dalam Sedimen Di DAS Gending, Probolinggo Edward Edward
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.10315

Abstract

Polycyclic aromatic hydrocarbons are very toxic and persistent environmental contaminants. This study were carried out in Gending watershed Probolinggo in March 2014, the propose of this research was to known  the concentrations and possible sources of 16 PAHs (Polycyclic aromatic hydrocarbons) classified by the United State Environmental Protection Agency as priority pollutants.   Sediment samples were taken by using a sediment sampler at 6 research stations. The concentration of PAH were determined  using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS)  and the sources using individual ratio diagnose method. The results show that  the concentration of PAHs in  sediment still low and fixed with the safe threshold values for waters organisms. Individual PAH dominated by high molecule weight PAHs. The results of PAHs ratio individual analysis showed that PAHs sources in sediment derived from a variety of sources such as; oil spill, oil combustion and combustion of organic materials. To reduce the level of PAHs pollution in sediment in Gending watersheds need to make efficiency in using of fossil fuel, reduce oil spill and  combustion of oil and organic materials and implementing of laws and sanctions against polluters.
Dampak keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi Aceh Timur terhadap sosial ekonomi masyarakat nelayan Insyafrijal Insyafrijal; Muhammad Nasir; Faisal Abdullah
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.10033

Abstract

The purpose of this study was to analyze the socio-economic impact of the community as beneficiaries of Idi fishing port (PPN) and to formulate a strategy to increase people's income. The method used in this research is descriptive method and case study, where descriptive method is used to collect data about the condition and activity of Idi fishing port operation within 5 (five) years, while the case study method is used to know the socio-economic condition of the community as the beneficiary ports, where the data were taken are workers within the port area as well as direct or indirect beneficiaries of port activities with a focal point on fishing communities as the largest workers in the port area. Formulation of income generation strategy using SWOT analysis. The results of the study explain that the condition of the community around the of Idi fishery port is not much different from the condition of other coastal communities where education is not the main priority. In addition, the amount of income in general is still strongly influenced by fish production and ship visits and has not yet met the needs of household fishermen's expenditure. Strategies that can be used to increase people's income is through increased efficiency in the preparation of facilities and infrastructure so that the process of fishing and loading and unloading fish can be faster, saving time and saving cost. Further information on the location of fishing ground and encourage the use of frozen freezer on board is recommended to be done so that the cost of fishing is cheaper and fish prices higher. Tujuan penelitian ini adalah untuk  menganalisis dampak sosial ekonomi masyarakat nelayan sebagai penerima manfaat Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi serta merumuskan strategi peningkatan pendapatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan studi kasus, dimana metode deskriptif digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kondisi dan aktivitas operasional  PPN Idi dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. Perumusan strategi peningkatan pendapatan masyarakat menggunakan analisis Internal Strengths dan weaknesses serta lingkungan Eksternal Opportunities dan Threats (SWOT). Hasil penelitian menjelaskan bahwa kondisi masyarakat nelayan disekitar PPN Idi tidak jauh berbeda dengan kondisi masyarakat pesisir lainnya dimana pendidikan bukan prioritas utama. Selain itu jumlah pendapatan secara umum masih sangat dipengaruhi oleh produksi ikan serta kunjungan kapal. Strategi yang bisa digunakan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yaitu melalui peningkatan efisiensi dalam penyiapan sarana serta prasarana sehingga proses nelayan berangkat dan bongkar muat ikan bisa lebih cepat, menghemat waktu dan biaya. Selanjutnya informasi lokasi keberadaan ikan secara berkala serta mendorong penggunaan freezer beku diatas kapal direkomendasikan untuk dilakukan sehingga biaya melaut lebih murah dan harga ikan lebih tinggi. 
Keragaman Genetik Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di Perairan Laut Maluku Utara Nebuchad Nezzar Akbar; Rusmawati Labenua
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.11156

Abstract

Skipjack tuna is a migratory species that migrate globally throughout the ocean. The North Maluku Sea has a big potency on skipjack, this resource has been exploited intensively and gave the negative impact on skipjack population. The genetic data is one of the important information to strategy a better sustainable fisheries management. Hence, the aims of the study were to analyze the genetic diversity data in North Maluku Sea. The samples were collected from three locations, namely Morotai Island, South Halamera and Bacan. A total of 10 samples were collected from every location. The samples were extracted with Chelex 10%, and processing for PCR and sequencing.  The results showed that molecular characteristics in skipjack are 546 (bp). The genetic diversity was ranged from 0.800-1.000 with the total of 28 haplotypes of 30 samples. The genetic diversity is included in high/undisturbed criteria and showed the population still in stable condition.Ikan Cakalang merupakan migratori  spesies yang bermigrasi secara global di seluruh samudera. Potensi ikan cakalang sangat tinggi di perairan laut Maluku Utara. Pemanfaatan sumberdaya ikan cakalang sudah dilakukan lama dan terus menurus sehingga berdampak pada penurunan, oleh karena itu perlu segera dilakukan pengelolaan secara berkelanjutan. Data genetik merupakan salah satu informasi penting untuk menyusun rencana pengelolaannya di perairan laut Maluku Utara. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis keragamana genetik ikan cakalang di perairan Maluku Utara. Sampel ikan diperoleh dari tiga lokasi, yaitu Pulau Moratai, Halamera Selatan dan Bacan, masing-masing lokasi dengan 10 sampel. Hasil penelitian diperoleh karakteristik molekuler pada ikan cakalang 546 (bp). Keragaman genetik ditemukan berkisar 0.800-1.000 dengan jumlah 28 jaringan haplotipe dari 30 sampel. Nilai keragaman genetik masuk dalam kriteria tinggi/baik, sehingga bisa dikatakan bahwa populasi ikan masih dalam kondisi stabil. 
Keanekaragaman, Zonasi Serta Overlay Persebaran Bentos di Sungai Keyang, Ponorogo, Jawa Timur Vivin Alfyana Yulia Pratami; Prabang Setyono; Sunarto Sunarto
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.9881

Abstract

Abstrak. Bentos merupakan organisme yang hidup sesil atau menetap di dasar sungai, dan dapat digunakan sebagai indikator pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keanekaragaman bentos, untuk mengetahui zonasi serta overlay persebaran bentos di Sungai Keyang, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Oktober-November 2017 dengan metode plot/transek, penghitungan, dan analisis laboratorium. Terdapat 3 stasiun pengamatan, masing-masing stasiun terdiri dari 3 transek dan 9 plot. Pengukuran faktor lingkungan meliputi suhu, turbiditas, pH, kandungan bahan organik, DO, BOD, dan tekstur substrat. Hasil dari penelitian diperoleh 7 famili dan 14 spesies bentos. Hasil pengukuran indeks keanekaragaman (H’) yaitu 1,37-2,12 termasuk dalam kategori sedang, memiliki kemerataan yang tinggi (2,12-2,28), dan dominansi rendah (0,13-0,30). Kesimpulan dari penelitian ini adalah keanekaragaman bentos di Sungai Keyang termasuk dalam kategori sedang, zonasi dan overlay persebaran bentos pada bagian tepi dan tengah didominasi oleh Melanoides dan Tarebia, sedangkan pada bagian tergenang didominasi oleh Melanoides dan Cordulegaster.Kata kunci: bentos, keanekaragaman, Sungai Keyang, overlay persebaran, zonasi
Status mutu air dan kandungan logam berat pada air dan sedimen di muara Krueng Aceh, Kota Banda Aceh Iqbalul Hadi; Suhendrayatna Suhendrayatna; Zainal Abidin Muchlisin
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.8606

Abstract

The aim of this research was to examine the status of water qaility of the Krueng Aceh estuary and heavy metal content in water and sediment. Data were taken by direct measurement in the field (in situ) and in the laboratory (ex situ). Three sampling stations were determined by purposive sampling, namely; in the left bank (nearest location with TPA), right bank (nearest location to market) and middle river (middle river area often passed by fisherman boat). Heavy metal analysis was conducted using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) method and water quality status determined by STORET method. Based on the research result showed that that water quality parameters that have passed the standard of PP RI No. 82 Year 2001 Group III is TDS with an average value of 3332.78 mg / L, Pb with an average value of 0.052 mg / L, and Cd with an average value of 0.015 mg / L. The quality status of Krueng Aceh estuary water is classified into a moderate polluted or class C with a score of -23. The highest heavy metal content found in water sample is Pb with concentration of 0.106 mg / L. While, the average value of Pb was 0.052 mg / L and Cd was 0.015 mg /L, its have passed the quality standard specified in PP RI no. No. 82 of 2001. In addition, the highest heavy metal content found in sediment was Zn with the concentration of 29.633 mg /kg and its average value was still below the standard set by ANZECC ISQG-Low.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status mutu kualitas air muara Krueng Aceh dan kandungan logam berat yang terdapat pada air dan sedimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data parameter yang diambil melalui pengukuran langsung di lapangan (in situ) dan di laboratorium (ex situ). Penentuan stasiun sampling secara purposive, yaitu pada muara Krueng Aceh dengan menetapkan tiga titik sampling yaitu pada tepi kiri (lokasi terdekat dengan TPA), tepi kanan (lokasi terdekat dengan pasar) dan tengah sungai (daerah tengah aliran sungai yang sering dilalui boat nelayan). Analisis logam berat dilakukan dengan metode SSA (Spektrofometri Serapan Atom) dan status mutu air ditentukan dengan metode STORET. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui parameter kualitas air yang telah melewati baku mutu PP RI No 82 Tahun 2001 Golongan III adalah TDS dengan dengan nilai rata-rata 3332,78 mg/L, Pb dengan nilai rata-rata 0,052 mg/L, dan Cd dengan nilai rata-rata 0,015 mg/L. Status mutu air muara Krueng Aceh diklasifikasikan ke dalam tercemar sedang atau kelas C dengan skor -23. Kandungan logam berat tertinggi yang ditemukan pada sampel air di muara Krueng Aceh adalah Pb dengan konsentrasi 0,106 mg/L. Nilai rata-rata Pb 0,052 mg/L dan Cd 0,015 mg/L telah melewati baku mutu yang ditetapkan dalam PP RI No. 82 Tahun 2001. Kandungan logam berat tertinggi yang ditemukan pada sampel sedimen di muara Krueng Aceh adalah Zn dengan konsentrasi 29,633 mg/Kg dan nilai rata-ratanya masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan oleh ANZECC ISQG-Low. 
Keanekaragaman dan Pengelompokan Jenis Ikan di Waduk Mulur Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia Rahma Faradiana; Agung Budiharjo; Sugiyarto Sugiyarto
Depik Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.10004

Abstract

ABSTRAKWaduk Mulur mempunyai luas 151 hektar. Waduk ini memiliki satu  inlet dan dua outlet. Pada kawasan inlet dan outlet mempunyai faktor biotik dan faktor abiotik yang berbeda yang dapat mempengaruhi keanekaragaman jenis ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan pengelompokan jenis ikan yang ada di Waduk Mulur. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-November 2017 dan proses identifikasi ikan di Universitas Sebelas Maret. Pengambilan sampel ikan menggunakan metode purposive sampling dengan menentukan empat stasiun yang mewakili yakni pada kawasan inlet, tengah waduk dan dua lokasi outlet. Sampling dilakukan pukul 06.00-18.00 WIB dengan membuat plot ukuran sekitar 10x20 meter3. Sampling dilakukan sebanyak tiga kali ulangan pada masing- masing stasiun. Alat yang digunakan untuk menangkap ikan adalah jaring biasa, jala, serok ikan, anco, dan pancing. Identifikasi ikan dengan buku Kottelat et al (1993). Parameter lingkungan perairan yang diukur mencakup suhu, kecepatan arus, penetrasi cahaya, DO, BOD, dan plankton. Perhitungan indeks keanekaragaman dengan menggunakan indeks keragaman Shannon Wiener. Hubungan antara faktor abiotik dan keanekaragaman jenis ikan dianalisis dengan uji korelasi regresi menggunakan SPSS versi 23.0. Ikan yang berhasil ditangkap dan diidentifikasi selama penelitian berjumlah 512 ekor dikelompokkan kedalam 11 familia, 16 genus dan 24 species. Berdasarkan perhitungan indeks diversitas ikan menunjukkan di kawasan inlet dan tengah mempunyai indeks diversitas lebih tinggi yaitu 1,003 dan 1,026 sedangkan pada stasiun outlet I dan II secara berturut-turut yaitu 0,784 dan 0,895. Faktor abiotik yang secara signifikan mempengaruhi keanekaragaman ikan adalah penetrasi cahaya dan kecepatan arus. Habitat yang berbeda menyebabkan perbedaan karakter morfologi pada ikan.Kata Kunci : Keanekaragaman, Ikan, Waduk Mulur

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2018 2018