cover
Contact Name
La Ode Liaumin Azim
Contact Email
alymelhamed09@uho.ac.id
Phone
+6282394631001
Journal Mail Official
itkavicennalppm@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Published by ITK Avicenna
ISSN : -     EISSN : 28295536     DOI : https://doi.org/10.69677/avicenna.v3i1
Core Subject : Health,
Jurnal ini memuat hasil-hasil peneltian dibidang sains dan kesehatan terutama pada fokus kesehatan masyarakat, epidemiologi, kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, gizi, administrasi kesehatan, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, keperawatan, farmasi
Articles 177 Documents
Deteksi Bakteri Patogen ISPA melalui Kultur Sputum di Wilayah Kerja Puskesmas Ternate Erpi Nurdin; mukhtasyam zuchrullah; Nadia Sabrina; D. Hi Rauf
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.354

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi akut pada saluran pernapasan atas atau bawah yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang berlangsung 14 hari. Seringkali gejala ISPA diawali dengan panas disertai salah satu atau lebih dari gejala, tenggorokan sakit atau nyeri telan, pilek, batuk kering atau batuk berdahak. ISPA memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan komplikasi serius bila tidak ditangani secara tepat. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri penyebab ISPA melalui kultur sputum pada pasien dewasa di beberapa Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Ternate. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksperimen laboratorium dengan 30 sampel sputum pasien dewasa yang menunjukkan gejala ISPA, termasuk batuk, sesak, dan tenggorokan gatal, selama periode Januari hingga Februari 2026. Identifikasi bakteri dilakukan melalui kombinasi metode kultur pada media selektif, uji biokimia, dan pewarnaan Gram untuk menentukan jenis bakteri dan dominansi Gram positif atau negatif. Hasil: Penelitian menunjukkan dominasi bakteri Gram positif, yakni Staphylococcus aureus (55%), Staphylococcus epidermidis (29%), Streptococcus pyogenes (13%), dan bakteri Gram negatif Proteus mirabilis (3%). Kesimpulan: ISPA lebih sering terjadi pada laki-laki, ditandai batuk, sesak, dan tenggorokan gatal, dengan dominasi bakteri Gram positif terutama Staphylococcus aureus.
Hubungan Chronotype Berbasis Skor Morningness-Eveningness Questionnaire dengan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Zahara Nurfatihah Z; Nurul ‘Afifah Hijami; Ghea Farmaning Thias Putri
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.357

Abstract

Latar Belakang: Gangguan ritme sirkadian banyak terjadi pada mahasiswa akibat pola tidur tidak teratur, paparan cahaya biru, dan gaya hidup malam yang mendorong pergeseran chronotype ke tipe malam (eveningness). Pergeseran chronotype ini berdampak pada regulasi metabolisme lipid, sekresi leptin-ghrelin, dan jalur insulin-signaling. Individu dengan chronotype malam diketahui memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan metabolisme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara chronotype berbasis skor Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ) dengan parameter risiko metabolik Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 57 mahasiswa aktif berusia 17–25 tahun yang dipilih menggunakan convenience sampling. Chronotype dinilai menggunakan MEQ dan IMT dihitung berdasarkan data berat badan dan tinggi badan yang dilaporkan secara mandiri. Analisis statistik meliputi uji Shapiro-Wilk, korelasi Spearman, dan one-way ANOVA dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden termasuk chronotype intermediate (68,4%) dengan rerata skor MEQ 54,35 ± 6,58 dan rerata IMT 21,51 ± 4,34 kg/m². Korelasi Spearman antara skor MEQ dan IMT menunjukkan hubungan negatif lemah yang tidak signifikan (p = 0,305). Tidak terdapat perbedaan IMT yang bermakna antar kelompok chronotype (p = 0,962). Kesimpulan: Hubungan antara chronotype dan IMT pada mahasiswa tidak signifikan secara statistik. Penelitian lanjutan dengan ukuran sampel lebih besar, pengukuran antropometri objektif, dan penambahan biomarker metabolik seperti kadar leptin dan profil lipid diperlukan untuk mengevaluasi hubungan ini secara lebih komprehensif.
Analisis Faktor Risiko Ergonomi Terhadap Keluhan Muskulokletal Disorder (MSDS) pada Pekerja Sektor Informal (Pekerja Binatu) di Kota Kendari Tahun 2025 yusuf sabilu; Muh. Fajrinshadiq Rusli; Mubarak
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.374

Abstract

Keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak dialami oleh pekerja sektor informal, termasuk pekerja binatu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko ergonomi yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada pekerja binatu di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja binatu pada 14 usaha binatu dengan jumlah sampel sebanyak 111 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM), pengukuran indeks massa tubuh (IMT), serta observasi postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square/Fisher Exact, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami keluhan MSDs kategori tinggi (79,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, indeks massa tubuh, masa kerja, postur kerja, durasi kerja, dan repetisi gerakan dengan keluhan MSDs (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa masa kerja merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap keluhan MSDs. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor ergonomi dan karakteristik individu berperan penting dalam terjadinya MSDs pada pekerja binatu. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan ergonomi kerja, pengaturan waktu kerja, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap kesehatan kerja untuk menurunkan risiko MSDs.
Profil Pola Peresepan Antibiotik dan Edukasi Pasien ISPA Usia 5–9 Tahun di Puskesmas Petarukan Periode Januari–Oktober 2025 Rifaviana Shadifah; Siska Rusmalina; Yeni Arini
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.377

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia 5–9 tahun dengan angka kejadian tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi dan efek samping, serta edukasi pasien yang belum optimal dapat memengaruhi kepatuhan terapi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pola peresepan antibiotik dan pelaksanaan edukasi pasien ISPA usia 5–9 tahun di Puskesmas Petarukan periode Januari–Oktober 2025. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari resep pasien dan lembar ceklis KIE. Sampel diambil menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi sebanyak 197 resep. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase. Hasil: Penggunaan antibiotik sebesar 66,5% lebih tinggi dibandingkan non-antibiotik 33,5%. Antibiotik terbanyak adalah amoksisilin (66,5%) golongan penisilin dengan frekuensi 3×1 (67,0%) dan dosis 500 mg (63,4%). Pelaksanaan edukasi pasien belum optimal: penyimpanan obat 21,10%, dan efek samping 17,43%. Kesimpulan: Penggunaan antibiotik pada pasien ISPA masih cukup tinggi dan edukasi pasien belum optimal, sehingga perlu peningkatan penggunaan antibiotik yang rasional serta kualitas edukasi pasien.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pencegahan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi Affifah Khairani; Helmi Suryani Nasution; Adelina Fitri; Marta Butar Butar
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.382

Abstract

Latar Belakang: TB masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. Rendahnya perilaku pencegahan masyarakat meningkatkan risiko penularan, sehingga edukasi dan akses informasi kesehatan diperlukan untuk mendukung pengendalian TB. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan TB pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kenali Besar Kota Jambi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 120 responden yang dipilih menggunakan multistage sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan Prevalence Ratio (PR) dan CI 95%. Hasil: Sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan TB yang buruk (80,8%), belum pernah terpapar informasi TB (57,5%), berpengetahuan rendah (65,8%), dan bersikap positif (57,5%). Hanya keterpaparan informasi yang berhubungan signifikan dengan perilaku pencegahan TB (p=0,001), sedangkan usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sikap tidak berhubungan signifikan (p>0,05).  Kesimpulan: Keterpaparan informasi merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan TB. Peningkatan edukasi, komunikasi, informasi, dan promosi kesehatan perlu diperkuat untuk meningkatkan perilaku pencegahan TB di masyarakat.
The Relationship Between Family Support and Hypertension Diet Adherence with the Degree of Hypertension in Adult Patients at the Puskesmas Cilodong, Depok, West Java: Hubungan Antara Dukungan Keluarga & Kepatuhan Diet Hipertensi Dengan Derajat Hipertensi Pada Pasien Dewasa Di Puskesmas Cilodong Depok Jawa Barat Tommy Jemmy Fransiscus Wowor; Retno Widowati; Firohmatin; Niken Rima Fadilla
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.384

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia. Prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun meningkat dari 25,8% pada tahun 2013 menjadi 34,1% pada tahun 2018. Pengendalian hipertensi memerlukan kepatuhan dalam menjalankan diet hipertensi, namun dalam praktiknya tingkat kepatuhan tersebut masih rendah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet hipertensi dengan derajat hipertensi pada pasien dewasa di wilayah kerja Puskesmas Cilodong, Depok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cilodong dengan jumlah responden sebanyak 91 pasien dewasa yang menderita hipertensi. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner Family Support Scale (FSS), kuesioner kepatuhan diet hipertensi, serta sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet hipertensi pada pasien dewasa penderita hipertensi (p < 0,05), dengan nilai OR sebesar 23,131. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet hipertensi dengan derajat hipertensi pada pasien dewasa di wilayah kerja Puskesmas Cilodong.
Analisis Perencanaan Pengembangan Kebutuhan Tenaga Kesehatan pada Rumah Sakit Bhayangkara TK III Kendari Andika Mayansara; Rahmatia; Nani Yuniar; La Ode Muhamad Sety
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.385

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit Bhayangkara menghadapi tantangan dalam perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan. Hingga saat ini, proses perencanaan masih dilakukan dengan metode sederhana melalui seleksi dan rekrutmen tanpa memperhitungkan analisis beban kerja. Akibatnya, alokasi tenaga kesehatan sering kali tidak proporsional dengan kebutuhan operasional rumah sakit. Tujuan: Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis perencanaan pengembangan kebutuhan tenaga kesehatan pada Rumah Sakit Bhayangkara TK III Kendari. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan case study research. Informan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 kriteria yakni informan kunci dan informan biasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu triangulasi data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Kendari masih berorientasi pada pendekatan administratif dan regulatif. Hambatan utama dalam perencanaan tenaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Kesimpulan: metode perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan masih dilakukan secara konvensional dan belum menerapkan metode berbasis beban kerja seperti Workload Indicators of Staffing Need (WISN)