cover
Contact Name
Frainskoy Rio Naibaho
Contact Email
frainskoy.rio.naibaho@gmail.com
Phone
+6281263676722
Journal Mail Official
talitakumpkaud@gmail.com
Editorial Address
Kampus II IAKN Tarutung: Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11, Silangkitang, Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Talitakum : Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 29857457     DOI : 10.69929
Jurnal TALITAKUM: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini. Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Jurnal ini berfokus pada bidang Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, Pengembangan dan Inovasi Perangkat Pembelajaran (Metode, Pendekatan, Model, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran), Isu-isu Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, Kesehatan, Keselamatan Anak Usia Dini, Pendidikan Anak Sekolah Minggu, Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini, Parenting. Nama Jurnal : TALITAKUM: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Frekuansi : diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember Publisher : Prodi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, IAKN Tarutung Ruang lingkup jurnal ini meliputi dua bidang, yaitu sebagai berikut : 1. Pengembangan dan Inovasi Perangkat Pembelajaran 2. Metode, Pendekatan, Model, Media Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran 3. Isu-isu Pendidikan Kristen Anak Usia Dini 4. Kesehatan, Keselamatan Anak Usia Dini 5. Pendidikan Anak Sekolah Minggu 6. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini 7. Parenting
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Persepsi Guru terhadap Pengajaran Bahasa Inggris di Taman Kanak-Kanak Gumilar, Yogi
JURNAL TALITAKUM: JURNAL PENDIDIKAN KRISTEN ANAK USIA DINI Vol 4 No 1 (2025): Talitakum: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : PRODI PKAUD, IAKN TARUTUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69929/talitakum.v4i1.5

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi persepsi guru prasekolah terhadap pengajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini di Indonesia menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendahuluan menekankan pentingnya pengajaran bahasa Inggris sejak dini akibat globalisasi dan perannya sebagai lingua franca. Guru sebagai fasilitator utama memiliki pengaruh besar terhadap hasil belajar, namun kesiapan, kepercayaan diri, dan dukungan mereka bervariasi. Sebagian besar guru berpengalaman lebih dari enam tahun dan berpendidikan SMA, tetapi hanya sepertiga pernah menerima pelatihan formal. Tingkat kepercayaan diri dalam mengajar juga berbeda, dengan banyak guru mengeluhkan kesulitan kosakata dan pengucapan. Tantangan utama meliputi keterbatasan kosakata anak, kesulitan menjaga fokus, dan minimnya paparan bahasa Inggris di luar kelas. Metode yang umum digunakan antara lain lagu, alat bantu visual, permainan, dan mendongeng, meskipun integrasi bahasa Inggris dalam rutinitas harian belum konsisten. Guru menyatakan kebutuhan kuat akan pengembangan profesional, terutama dalam kurikulum, pelatihan kosakata dan pengucapan, serta bahan ajar mudah diakses. Pendekatan informal berbasis permainan dianggap lebih efektif daripada metode formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan bahasa Inggris usia dini memerlukan pelatihan komprehensif, dukungan kurikulum, dan intervensi kebijakan untuk mengatasi berbagai tantangan guru.
Inovasi Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Era Digital Lawolo, Agus Niada
JURNAL TALITAKUM: JURNAL PENDIDIKAN KRISTEN ANAK USIA DINI Vol 4 No 2 (2025): Talitakum: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : PRODI PKAUD, IAKN TARUTUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69929/talitakum.v4i2.1

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to education, including early childhood education (ECE). Today’s generation of children grows up surrounded by rapid technological advances, requiring learning processes to adapt through relevant and engaging innovations. This article aims to describe various forms of early childhood learning innovations in the digital era, their benefits for children’s development, as well as the challenges and strategies for their implementation. This study employs a descriptive qualitative approach using library research based on national and international literature. The findings show that innovations such as interactive learning media, digital storytelling, blended learning, and Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) technologies are effective in enhancing children’s motivation, creativity, and digital literacy. However, implementation still faces challenges such as low digital literacy among teachers and parents, unequal access to technology, and the risk of gadget addiction. Therefore, training, guidance, and the application of digital balance principles are needed to ensure that learning innovations are implemented effectively while remaining grounded in children’s character and spiritual values.
Tantangan atau Ancaman: Persepsi Guru PAUD Tentang Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi di PAUD Setyawati, Esa Dewi; Setiorin, Diyah; Prastika, Ike Julianti; Umami, Yuniarta Syarifatul
JURNAL TALITAKUM: JURNAL PENDIDIKAN KRISTEN ANAK USIA DINI Vol 4 No 2 (2025): Talitakum: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : PRODI PKAUD, IAKN TARUTUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69929/talitakum.v4i2.2

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar individu peserta didik, dengan memperhatikan karakteristik unik seperti tingkat kesiapan, minat, dan gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru PAUD terhadap penerapan pembelajaran berdiferensiasi serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Teknik survei dilakukan dengan penyebaran kuesioner terhadap guru PAUD yang tersebar di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 33 orang Guru PAUD dipilih sebagai sampel dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,8% responden memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi, 12,1% sangat paham, 6,1% kurang paham, dan 3% tidak paham sama sekali. Meskipun sebagian besar guru telah mengikuti pelatihan, implementasi di lapangan masih menemui kendala, seperti kesulitan dalam merancang aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan beragam siswa. Simpulan penelitian mengindikasikan bahwa pemahaman guru PAUD tentang pembelajaran berdiferensiasi berada pada tingkat kategori 3 “Cukup Paham”, sehingga diperlukan pelatihan lebih intensif dan pendampingan berkelanjutan untuk mendorong penerapan yang optimal. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi diharapkan dapat terimplementasi secara efektif guna mendukung perkembangan holistik anak usia dini.
Penguatan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui Gerakan Nasional Satu Generasi Peduli Sihaloho, Tami Agustina
JURNAL TALITAKUM: JURNAL PENDIDIKAN KRISTEN ANAK USIA DINI Vol 4 No 2 (2025): Talitakum: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : PRODI PKAUD, IAKN TARUTUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69929/talitakum.v4i2.3

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang berakhlak, peduli, dan bertanggung jawab. Anak-anak pada masa golden age memiliki kapasitas optimal untuk menyerap nilai-nilai positif melalui interaksi sosial, lingkungan belajar, dan keteladanan orang dewasa. Dalam konteks pembangunan nasional, Gerakan Nasional Satu Generasi Peduli hadir sebagai inisiatif kolektif yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, empati, dan kepedulian sosial sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi gerakan tersebut dalam memperkuat pendidikan karakter anak usia dini melalui pendekatan kolaboratif antara keluarga, lembaga PAUD, masyarakat, dan pemerintah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi dari berbagai pelaku pendidikan anak usia dini di beberapa wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan ini mampu mendorong integrasi nilai-nilai karakter dalam kurikulum PAUD, memperkuat peran guru sebagai fasilitator karakter, serta meningkatkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam proses pendidikan. Selain itu, gerakan ini juga menjadi wadah sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada pembentukan karakter anak. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan karakter yang diperkuat melalui gerakan nasional mampu menjadi investasi strategis dalam membentuk generasi emas Indonesia yang peduli, berintegritas, dan cinta tanah air.
Ekoliterasi Emosional: Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Sosial Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Berbasis Alam Syifaurrohmah, Syilfi
JURNAL TALITAKUM: JURNAL PENDIDIKAN KRISTEN ANAK USIA DINI Vol 4 No 2 (2025): Talitakum: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : PRODI PKAUD, IAKN TARUTUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69929/talitakum.v4i2.4

Abstract

Di tengah era digital yang semakin masif, fenomena krisis empati pada anak usia dini menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana pembelajaran berbasis alam dapat menumbuhkan empati dan kepedulian sosial melalui konsep ekoliterasi emosional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka yang diperkaya dengan pengamatan penulis terhadap fenomena alam. . Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku teks, dan literatur akademik tentang ekoliterasi, kecerdasan emosional, dan perkembangan sosial anak. Analisis data dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran berbasis alam mampu mengembangkan dimensi emosional anak, meliputi kesadaran diri (Self-awareness), empati (empathy), dan kepedulian sosial (social concern). Aktivitas seperti menanam, merawat tanaman, dan berinteraksi dengan makhluk hidup lain membentuk kesadaran empatik anak terhadap kehidupan di sekitarnya. Ekoliterasi emosional sebagai kemampuan memahami hubungan emosional antara diri,, sesama, dan alam semesta. Menjadi landasan penting dalam membangun generasi berkarakter empatik dan peduli lingkungan sejak dini. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pendidik PAUD untuk mengintegrasikan pendekatan Nature-Based Emotional Learning (NBEL) dalam kurikulum pembelajaran.

Page 4 of 4 | Total Record : 35