cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddinazka15@gmail.com
Phone
+6282286180987
Journal Mail Official
arjisstaisar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Subulussalam-Singkil Lipat Kajang Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh
Location
Kab. aceh singkil,
Aceh
INDONESIA
Abdurrauf Journal of Islamic Studies
ISSN : 28283597     EISSN : 28284879     DOI : https://doi.org/10.58824/arjis.v3i1
Abdurrauf Journal of Islamic Studies (ARJIS) with P-ISSN 2828-3597 (Print), E-ISSN 2828-4879 (Online) is a double-blind peer-reviewed journal published by Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia. ARJIS Journal is published in three editions every year, in February, June, and October, with a peer review process. This journal focuses on Islamic studies such as Islamic Religious Education, Islamic Law, Islamic Dakwah and Communication, Islamic Economics, Sharia Economic Law, Quran and Hadith Studies, Islamic Philosophy, Islamic Theology, Islamic Thought, Islam and Gender, Islam and Politics, Islam and Peace, Islam in the local/nation, History and Civilization in Islam and Sufism. This journal is expected to make a constructive and comprehensive contribution to the enlightenment of Islamic science. Scientific publications reviewed by experts in their fields. In the Peer Review process, all manuscripts entered into this journal must follow the focus and scope, as well as the guidelines of the authors of this journal. The submitted manuscript must discuss scientific achievements or novelties in accordance with its focus and scope. All texts should be free of plagiarism content. All authors are advised to use plagiarism detection software to check 25 percent similarities. Please note that this journal only publishes manuscripts in Indonesian English and Arabic.
Articles 69 Documents
Problematika Inflasi dalam Tinjauan Historis: Studi Pemikiran Ekonomi Imam Al-Maqrizi Azharuddin, Azharuddin; Firdawati , Firdawati
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 3 (2023): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v2i3.84

Abstract

Permasalahan inflasi harta bukan hanya terjadi di era sekarang ini, beberapa abad yang lalu permasalahan inflasi juga sering terjadi hal ini bisa dilihat dari pemikiran salah satu tokoh dalam Islam yaitu Imam al-Maqrizi. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara detail terkait tinjauan histori tentang inflasi di dalam ekonomi Islam dan juga mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya inflasi di dalam Islam khususnya dalam pemikiran Imam al-Maqrizi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan, karena data yang digunakan sudah siap adanya, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah dengan tujuan untuk mengungkapkan semua aspek inflasi yang ada dalam pemikiran Imam al-Maqrizi terkhusus dalam kitabnya Ighathah al-Ummah Bi Kashf al-Ghummah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan inflasi keuangan tidak hanya terjadi di zaman sekarang ini, akan tetapi juga terjadi pada zaman dahulu, karena secara histori Imam al-Maqrizi yang lahir pada abad ke 14 M telah menceritakan tentang inflasi keuangan di dalam banyak karyanya. Imam al-Marizi menyimpulkan setidaknya ada dua alasan utama kenapa terjadi inflasi keuangan, yang pertama disebabkan karena faktor alam atau dia sebut dengan faktor alamiah, di mana karena kondisi tertentu apakah bencana alam atau yang lainnya membuat suatu produk bisa menjadi langka dan membuat harganya menjadi meningkat secara drastis. Kedua karena faktor pemerintahan atau dia sebut dengan faktor dari manusia, faktor ini bisa diakibatkan karena terjadinya korupsi yang merajalela, atau kesalahan dalam pengelolaan administrasi dalam sebuah negara, dan bisa juga karena faktor pajak yang begitu tinggi, bahkan imam al-Maqrizi juga menyinggung salah faktor utama terjadinya inflasi karena meningkatnya sirkulasi keuangan dalam suatu negara yang memang sering terjadi dewasa ini di negara Indonesia
Iddah for Men: A Comparative Study of Wahbah Zuhaili and Faqihudin Abdul Kodir Khairuddin, Khairuddin
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i1.85

Abstract

The waiting period or better known as iddah applies to women after divorce. Iddah divorce lives three months and ten days, divorce dies four months and ten days, conceives until childbirth, divorce during menstruation three quru'. This study aims to analyze the opinions of Wahbah Zuhaili and Faqihuddin Abdul Kodir on the implementation of iddah for men. In this qualitative research, analytical descriptive-comparative studies were conducted. The results revealed that Wahbah Zuhaili said for men it applies to iddah like a woman's iddah if married to his ex-wife's mahram. Meanwhile, Faqihuddin Abdul Kodir said that men have iddah like women's iddah after divorce because, iddah not only aims to see the emptiness of the uterus, but also looks at social, psychological, and gender equality aspects. Masa menanti atau lebih dikenal dengan sebutan iddah berlaku kaum wanita pasca perceraian. Iddah cerai hidup tiga bulan sepuluh hari, cerai mati empat bulan sepuluh hari, mengandung sampai melahirkan, cerai pada masa haid tiga quru’. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapat Wahbah Zuhaili dan Faqihuddin Abdul Kodir tentang pemberlakuan iddah bagi laki-laki. Dalam penelitian kualitatif ini dilakukan studi deskriptif-komparatif analitis. Hasil penelitian mengungkap bahwa Wahbah Zuhaili mengatakan bagi laki-laki berlaku bagi iddah seperti iddah perempuan jika menikah dengan mahram mantan istrinya. Sedangkan Faqihuddin Abdul Kodir mengatakan bahwa laki-laki memiliki iddah seperti iddah perempuan pasca perceraian karena, iddah bukan saja bertujuan untuk melihat kosongnya rahim saja, akan tetapi juga memandang segi sosial, psikologis, dan kesetaraan gender
Hadith Among Ahlussunnah and Shia Diyarti , Sisi; Alkhendra, Alkhendra; Efendi, Efendi; Khalida, Azhariah
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i1.86

Abstract

Differences always occur in understanding, interpreting and accepting history. This is due to differences in the knowledge they experience and different interpretations of what they know. This study aims to focus on Hadith on the views of Ahlussunnah and Shia, how are the differences between the two views and also the criteria for the validity of hadith in the Shia viewpoint, which so far the portion of discussion on the validity of hadith has mostly examined Sunni views. library research (library research) is a study that obtains information data from libraries, such as books, journals, and writings related to research. The results of this study of hadith in the perspective of Sunni and Shia experience very large differences. Furthermore, in classifying hadiths, the Sunni perspective divides hadiths based on their quality into shoheh hadiths, hasan hadiths, and da'if hadiths. Meanwhile, in the Shia perspective, the hadiths are divided into shoheh hadiths, hasan hadiths, muwwassaq hadiths, and da'if hadiths Perbedaan selalu terjadi dalam memahami, menafsirkan, dan menerima sejarah. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pengetahuan yang mereka alami dan perbedaan interpretasi dari apa yang mereka ketahui. Salah satu yang menjadi perbedaan sunni dan syiah terdapat didalam kitab-kitab hadis kaum sunni.  Kajian ini bertujuan untuk memfokuskan Hadis pada pandangan Ahlussunnah dan Syiah, bagaimana perbedaan antara kedua pandangan tersebut dan juga kriteria sahih hadis dalam pandangan Syiah yang selama ini porsi pembahasannya tentang sahih hadis. sebagian besar memeriksa pandangan Sunni. Penelitian ini menggunkan penelitian kepustakaan (library research) adalah penelitian yang memperoleh data informasi dari perpustakaan, seperti buku, jurnal, dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan penelitian. Hasil kajian hadits ini dalam perspektif sunni dan syiah mengalami perbedaan yang sangat besar. Selanjutnya, dalam mengklasifikasikan hadits, perspektif Sunni membagi hadits berdasarkan kualitasnya menjadi hadits shoheh, hadits hasan, dan hadits dha'if. Sedangkan dalam perspektif Syiah, hadits terbagi menjadi hadits shoheh, hadits hasan, hadits muwwassaq, dan hadits da'if
The Relationship Between Intellectual and Spiritual Intelligence in Fostering National Character Fadhli, Ahmad
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i1.87

Abstract

Al-Qur'an dan hadis telah memberikan petunjuk dan tuntutan kepada umat manusia untuk bertindak sesuai garis yang telah ditentukan. Artikel ini membahas tentang bagaimana membimbing manusia melalui peningkatan pembinaan antara kecerdasan intelektual dan spiritual, sehingga akan dipahami bagaimana hubungan dan keutamaan dalam menerapkan dan mengutamakan antara keduanya. Fokus penelitian penulis adalah tentang bimbingan umat dalam Islam antara kecerdasan intelektual dan spiritual, dimana penulis ingin mengetahui antara kecerdasan intelektual dan spiritual baik dalam kaitannya dengan kadar dan keutamaan diantara keduanya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Yang disebut penelitian kepustakaan atau sering juga disebut studi kepustakaan, adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan metode pengumpulan data kepustakaan, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Dari perubahan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual saling berkaitan, karena perintah untuk belajar dan berbuat baik serta menjaga hati jiwa merupakan perintah yang saling berhubungan, namun dapat dipahami bahwa kecerdasan intelektual tidak dapat serta merta mempengaruhi kecerdasan spiritual. kecerdasan spiritual akan mampu mempengaruhi kecerdasan intelektual Al-Qur'an dan hadist telah memberikan tutunan serta tuntutan kepada umat manusia untuk berbuat sesuai dengan garis yang telah ditentukan. Artikel ini membahas bagaimana upaya membimbing umat melalui peningkatan pelatihan antara kecerdasan intelektual dan spiritual, sehingga akan dapat dipahami bagaimana hubungan dan keutamaan dalam menerapkan serta mengedepankan antar keduanya. Fokus penelitian penulis yang membimbing umat dalam Islam antara kecerdasan Intelektual dan spiritual, dimana penulis ingin mengetahui antara kecerdasan intelektual dan spiritual baik dalam penerapannya begitu pula tingkatan dan keutamaan diantara keduanya.   Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (penelitian perpustakaan). Apa yang disebut dengan penelitian kepustakaan atau sering juga disebut studi pustaka, adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan-bahan penelitian. Dari pembahan yang dilakukan ditemukan kesimpulan bahwa antara kecerdasan intelektual dan spiritual saling keterkaitan, kerena perintah belajar dan berbuat baik dan menjaga hati jiwa merupakan perintah yang saling berhubungan, namun dapat dipahami bahwa kecerdasan intelektual tidak dapat dipastikan dapat mempengaruhi kecerdasan spiritual sementara kecerdasan spiritual akan mampu mempengaruhi kecerdasan intelektual.
JUAL BELI SALAM PADA ZAMAN MODERN DITINJAU DARI HUKUM ISLAM Hasan, Abi
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2022): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v1i1.89

Abstract

Dalam akad jual beli as-salam di zaman modern memiliki perbedaan dengan akad jual beli as-salam pada masa klasik. Dalam akad jual beli as-salam di zaman modern ini konsep khiyar tetap diberlakukan tetapi hanya dengan syarat khiyar dan khiyar 'cacat, karena khiyar majelis tidak memungkinkan, melibatkan jarak jauh dan jangka waktu pendek dengan sistem modern. Sedangkan dalam transaksi jual beli salam dalam khiyar klasik ketiga tetap sah, karena dalam melakukan transaksi pembeli dan penjual langsung bertemu di tempat akad. Penelitian ini juga membahas tentang penjaminan dalam akad jual beli as-salam di zaman modern ditinjau menurut hukum Islam yang hukumnya wajib. Mayoritas ulama kontemporer membolehkan penjaminan dalam akad jual beli as-salam, guna membantu meringankan beban orang yang berhutang dan bertujuan untuk menghindari permusuhan, perkelahian, dan penipuan antara kedua belah pihak.
FAKTOR KETIDAKPATUHAN MASYARAKAT SUKA MAKMUR DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN Dinata, Muhd.Farabi
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2022): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v1i1.90

Abstract

Pencapaian target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Suka Makmur tidak dapat dijadikan acuan atau ukuran untuk menentukan tingkat kepatuhan karena kurangnya kesadaran diri wajib pajak dalam membayar pajak. Sehingga perlu adanya penyuluhan langsung dari petugas desa atau petugas kecamatan setempat untuk dapat mengajak masyarakat dan memberikan sosialisasi pentingnya membayar pajak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apa yang menjadi Faktor ketidakpatuhan masyarakat dalam membayar pajak bumi dan bangunan di Desa Suka Makmur? Tujuan penelitian ini untuk membahas faktor apa saja yang membuat tidak membayar pajak bumi dan bangunan. Jenis penelitian yang sesuai adalah penelitian lapangan (field Research). Teknik pengumpulan data penelitian adalah Wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan : Faktor ketidakpatuhan masyarakat terhadap pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Suka Makmur disebabkan ketidaktahuan dan ketidaksadaran masyarakat terhadap peraturan atau kewajiban untuk membayar pajak Bumi dan Bangunan karena rendahnya pengetahuan masyarakat yang ada di Desa Suka Makmur tentang pajak
TRADISI PESEUJUK PADA SAAT PINDAH RUMAH BARU DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Khairuddin, Khairuddin
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2022): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v1i1.91

Abstract

Arikel ini untuk membahas bagaimana praktik tradisi peusejuk pada saat pindah rumah baru di Desa Cibubukan Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil. penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan masyarakat desa Cibubukan melakukan peseujuk pada saat memiliki rumah baru. praktik ini merupakan salah satu tradisi peninggalan para raja-raja terdahulu. Peseujuk merupakan upacara adat dan juga bentuk persembahan syukur atas terkabulnya suatu keinginan atau usaha masyarakat, upacara ini dilakukan pada dua ketentuan, baik pada manusia maupun pada benda. Peseujuk bagi masyarakat desa Cibubukan, merupakan simbol budaya dan akan tetap terpelihara dan akan tetap terjaga. Dengan demikian juga akan melanggengkan keberadaan peseujuk ini ke dalam kehidupan masyarakat desa Cibubukan. Pandangan hukum Islam terhadap tradisi peseujuk di Desa Cibubukan merupakan tradisi yang baik, dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT, atas terkabulnya sebuah permintaan yakni memiliki rumah baru
EKSISTENSI KOMPILASI HUKUM ISLAM PROBLEMATIKAN PENERAPANNYA DI INDONESIA Mustafa, Mustafa
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2022): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v1i1.92

Abstract

Payung hukum keberadaan Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia adalah In-struksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (Inpres No. 1/1991) tertanggal 10 Juni 1991 yang dikeluarkan oleh Presiden Republik Indone-sia Soeharto, dengan menginstruksikan Menteri Agama untuk menyebarluaskan Kompilasi Hukum Islam tersebut serta melaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh tanggung jawab. Empat puluh dua hari berselang Menteri Agama ketika itu langsung merespon dengan mengeluarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 1991 Tentang Pelaksanaan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 Tanggal 10 Juni1991 yang ditetapkan tanggal 22 Juli 1991
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI PARFUM BERALKOHOL Z, Wahidah
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2022): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v1i1.93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap jual beli parfum beralkohol ? dan hukum akad jual beli parfum beralkohol?. Jika mengacu kepada hukum Islam maka syarat dan rukun jual beli, jual beli parfum beralkohol ini boleh dilaksanakan. Karena jual beli parfum beralkohol masuk pada kategori Istihsan bi al-ma?lahah adalah menetapkan hukum berdasarkan kemaslahatan. Jual beli parfum beralkohol sebagai obyek jual beli, tidak ditemukan adanya unsur merugikan salah satu pihak, pemaksaan, maupun penipuan, akan tetapi lebih menekankan prinsip yang adil, saling menguntungkan, sehingga kerelaan atau akad suka rela pihak yang bertransaksi terpenuhi.Akad yang digunakan dalam proses jual beli parfum beralkohol, menurut pandangan penyusun telah memenuhi rukun dan syarat sah akad jual beli, sehingga hukumnya sah menurut hukum Islam. Meski awalnya diragukan atas pemenuhan rukun dan syarat sah akadnya terkait unsur zat yang menjadi campurannya dan kemaslahatan, akan tetapi berdasarkan hasil analisa dinyatakan bahwa kedua aspek tersebut telah terpenuhi, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua rukun dan syarat sahnya telah terpenuhi.
History and Patterns of Islamic Law Taqnin in Indonesia Fauziati, Fauziati; Abbas, Syahrizal
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i1.103

Abstract

The applicable law in Indonesia consists of three major legal systems, namely Islamic law, customary law and ex-Dutch colonial law. Islamic law as a legal system that still exists and is in force in Indonesia certainly has its own dynamics from the historical perspective of its implementation. Moreover, it is located between two large legal systems, namely customary law and ex-colonial law. This study attempts to analyze the history of Islamic law and the existence of Islamic law in Indonesia. The research method used is a normative legal research method with a historical approach. The use of a historical approach is because the main focus of the study is analyzing the history of Islamic law and the existence of Islamic law in Indonesia. The data used are primary legal materials and secondary legal materials. Primary legal materials are the Marriage Law, KHI, Sharia Banking Law, Religious Courts Law. The secondary legal materials used are books, journals and relevant research results. The research results show that historically Islamic law has been left behind and marginalized as a result of VOC policies which tended to elevate customary law and colonial law and emphasized Islamic law. The existence of Islamic law developed again after independence, marked by the many regulations governing Islamic law, Islamic law was even used as raw material in formulating national law in Indonesia. What's more interesting is that the majority of the raw materials used come from books written by Imam Syafi'i, such as during the formulation of the KHI. Hukum yang berlaku yang berlaku di Indonesia terdiri dari tiga sistem hukum besar, yaitu hukum Islam, hukum adat dan hukum eks kolonial Belanda. Hukum Islam sebagai salah satu sistem hukum yang masih eksis dan berlaku Indonesia tentu memiliki dinamika tersendiri dalam perspektif historis permbelakuannya. Apalagi berada di antara dua sistem hukum yang besar yakni hukum adat dan hukum eks kolonial. Kajian ini berusaha menganalisis sejarah taqnin hukum Islam dan eksistensi hukum Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan historis. Penggunaan pendekatan historis karena fokus utama kajian menganalisis sejarah taqnin hukum Islam dan eksistensi hukum Islam di Indonesia. Data yang digunakan yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu UU Perkawinan, KHI, UU Perbankan Syariah, UU Peradilan Agama. Bahan hukum sekunder yang digunakan yaitu buku, jurnal dan hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis hukum Islam memang mengalami ketertinggalan dan terpinggirkan akibat dari kebijakan VOC yang cenderung mengangkat hukum adat dan hukum kolonial serta menekankan hukum Islam. Eksistensi hukum Islam kembali berkembang pasca kemerdekaan yang ditandai dengan banyaknya regulasi yang mengatur tentang hukum Islam, bahkan hukum Islam dijadikan sebagai bahan baku dalam memformulasikan hukum Nasional di Indonesia. Hal menariknya lagi, mayoritas bahan baku yang digunakan berasal dari kitab karangan Imam Syafi’i seperti pada saat perumusan KHI.