cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddinazka15@gmail.com
Phone
+6282286180987
Journal Mail Official
arjisstaisar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Subulussalam-Singkil Lipat Kajang Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh
Location
Kab. aceh singkil,
Aceh
INDONESIA
Abdurrauf Journal of Islamic Studies
ISSN : 28283597     EISSN : 28284879     DOI : https://doi.org/10.58824/arjis.v3i1
Abdurrauf Journal of Islamic Studies (ARJIS) with P-ISSN 2828-3597 (Print), E-ISSN 2828-4879 (Online) is a double-blind peer-reviewed journal published by Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Indonesia. ARJIS Journal is published in three editions every year, in February, June, and October, with a peer review process. This journal focuses on Islamic studies such as Islamic Religious Education, Islamic Law, Islamic Dakwah and Communication, Islamic Economics, Sharia Economic Law, Quran and Hadith Studies, Islamic Philosophy, Islamic Theology, Islamic Thought, Islam and Gender, Islam and Politics, Islam and Peace, Islam in the local/nation, History and Civilization in Islam and Sufism. This journal is expected to make a constructive and comprehensive contribution to the enlightenment of Islamic science. Scientific publications reviewed by experts in their fields. In the Peer Review process, all manuscripts entered into this journal must follow the focus and scope, as well as the guidelines of the authors of this journal. The submitted manuscript must discuss scientific achievements or novelties in accordance with its focus and scope. All texts should be free of plagiarism content. All authors are advised to use plagiarism detection software to check 25 percent similarities. Please note that this journal only publishes manuscripts in Indonesian English and Arabic.
Articles 69 Documents
Muslim Role Model from Khabib Nurmagomedov as A Muslim Athlete in The UFC World Yazid, Abdul; Muvid, Muhamad Basyrul
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i2.117

Abstract

This research explores Khabib Nurmagomedov's role as a Muslim athlete in the UFC and its impact on the image of Islam among UFC fans and the global community. Using explanatory qualitative research methods, this research analyzes interview content, career journey case studies, participant observation, and document analysis related to Khabib. The findings show that Khabib has succeeded in creating a positive image of Muslim athletes, providing inspiration and empowerment for the Muslim community, and having a positive influence on the perception of Islam. Its presence also supports the promotion of diversity and acceptance in the world of sport. The media plays an important role in disseminating a positive image of Islam through coverage that highlights Islamic values ??and Khabib's success. This research confirms that Khabib's role not only created a legacy in sports history, but also had a profound impact in changing society's view of Islam in the global sports arena. [Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi peran Khabib Nurmagomedov sebagai atlet Muslim di UFC dan dampaknya terhadap citra Islam di kalangan penggemar UFC dan masyarakat global. Melalui metode penelitian kualitatif eksplanatori, penelitian ini menganalisis konten wawancara, studi kasus perjalanan karier, pengamatan partisipatif, dan analisis dokumen terkait Khabib. Temuan menunjukkan bahwa Khabib berhasil menciptakan pencitraan positif atlet Muslim, memberikan inspirasi dan pemberdayaan bagi komunitas Muslim, serta memberikan pengaruh positif pada persepsi Islam. Kehadirannya juga mendukung promosi kebhinekaan dan penerimaan dalam dunia olahraga. Media memainkan peran penting dalam menyosialisasikan gambaran positif tentang Islam melalui liputan yang menyoroti nilai-nilai keislaman dan keberhasilan Khabib. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa peran Khabib tidak hanya menciptakan warisan dalam sejarah olahraga, tetapi juga memiliki dampak mendalam dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap Islam di ranah olahraga global.]
Lessons Learned, Resilience Built, and Multipolarism Imagined: The Muslim Experience of the 2019-2022 Pandemic Crisis Halim, Fachrizal A.
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i2.119

Abstract

This article examines Muslims' responses to the COVID-19 pandemic from 2019 to 2022, including their efforts to overcome the crisis and envision a post-pandemic global society. This study aims to outline three main categories of Muslim efforts: (1) rejection of biopolitical action, (2) resistance to ongoing crises, and (3) promotion of the common good and imagination of a multipolar world. The method used in this study is qualitative analysis through literature review and case studies describing various responses of Muslim communities to the pandemic. The results show that despite the challenges, the pandemic has provided a unique opportunity for Muslim individuals and communities to reflect and rethink a more just and equal world. Many Muslims recognize the need for greater international cooperation and equitable distribution of resources, leading to a movement towards multipolarity. The author argues that the concepts, ideas, and strategies offered by Muslims can be an alternative to the dominant Western concepts and categories. This allows individuals to interact, enrich each other's points of view, and commit to achieving the common good without getting caught up in ideological or nationalistic excitement. [Abstrak Artikel ini mengkaji respons Muslim terhadap pandemi COVID-19 dari tahun 2019 hingga 2022, termasuk upaya mereka dalam mengatasi krisis dan membayangkan masyarakat global pasca-pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tiga kategori utama upaya Muslim: (1) penolakan terhadap tindakan biopolitik, (2) perlawanan terhadap krisis yang berkelanjutan, dan (3) promosi kebaikan bersama serta imajinasi dunia multipolar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif melalui tinjauan literatur dan studi kasus yang menggambarkan berbagai respons komunitas Muslim terhadap pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, pandemi telah memberikan kesempatan unik bagi individu dan komunitas Muslim untuk merefleksikan dan memikirkan kembali dunia yang lebih adil dan setara. Banyak Muslim mengakui perlunya kerja sama internasional yang lebih besar dan distribusi sumber daya yang adil, yang mengarah pada gerakan menuju multipolaritas. Penulis berpendapat bahwa konsep, gagasan, dan strategi yang ditawarkan oleh Muslim dapat menjadi alternatif terhadap konsep dan kategori dominan Barat. Hal ini memungkinkan individu untuk berinteraksi, memperkaya sudut pandang satu sama lain, dan berkomitmen untuk mencapai kebaikan bersama tanpa terjebak dalam kegembiraan ideologis atau nasionalistik.]
The Influence of STAD Learning Model, Think Pair Share and Conventional Learning Yuliani, Yuliani; Susilawati, Wati; Malik, Adam
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i2.130

Abstract

This study aims to describe the effect of the application of STAD, TPS and Conventional learning models on students' Critical Thinking Skills, the effect of the application of STAD, TPS and Conventional learning models on students' Critical Thinking Skills based on students' school origin, find out whether there is an interaction between the Learning Model and School Origin in determining the Critical Thinking Skills Score Students in PAI subjects. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and technical data analysis using a two-track ANOVA analysis using the SPSS application. The sample taken was 61 students from SMK Pertiwi Sukamandi class X TBSM. The results of this study show that there are differences in students' Critical Thinking Skills in PAI subjects based on learning models (STAD, TPS and Konv), there are no differences in students' Critical Thinking Skills in PAI subjects based on school origin (SMP and MTS); there is no interaction between Learning Models and School Origin in determining Critical Thinking Skills students in PAI subjects. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerpan model pembelajaran STAD, TPS dan Konvensional terhadap Critical Thinking Skills siswa, pengaruh penerpan model pembelajaran STAD, TPS dan Konvensional terhadap Critical Thinking Skills siswa berdasarkan asal sekolah siswa, mengetahui apakah terdapat interaksi antara Model Pembelajaran dan Asal Sekolah dalam menentukan Skor Critical Thinking Skills Siswa Pada Mata Pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan teknis analisis data menggunakan analisis ANOVA dua jalur dengan menggunakan aplikasi SPSS. Sampel yang diambil sebanyak 61 siswa dari sekolah SMK Pertiwi Sukamandi kelas X TBSM. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan Critical Thinking Skills siswa pada mata Pelajaran PAI berdasarkan model pembelajaran (STAD, TPS dan Konv), tidak terdapat perbedaan Critical Thinking Skills siswa pada mata Pelajaran PAI berdasarkan Asal sekolah (SMP dan MTS); tidak terdapat interaksi antara Model Pembelajaran dan Asal Sekolah dalam menentukan Critical Thinking Skills siswa pada mata Pelajaran PAI
Semiotics of Corruption in The Qur'an Ferdinand De Saussure's Perspective Hakim, Mirza Abdul
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i2.133

Abstract

The meaning of corruption is often underestimated for corrupt actors who abuse authority or power. Efforts to eradicate this behavior often run very slowly until corruption cases grow, even becoming a kind of cultural power. The purpose of this article is to represent signs in the form of Quranic text, which in this case focuses on Qs. Al-Baqarah so that the reader can read the reality through the activity of interpretation in the form of signs or symbols, which in this case is focused on the term corruption. Through descriptive analysis method and based on library research, the author tries to explain Ferdinand De Saussure's semiotics applied to the interpretation of the Quran. The result of this study is that corruption is an unjustified act because it harms people and the behavior is not only limited to how to obtain but also how to use and what is corrupted (Material and Non-Material). Pemaknaan terhadap korupsi seringkali dianggap remeh bagi para pelaku korup yang menyalahgunakan wewenang atau kekuasaan. Upaya pemberantasan perilaku ini seringkali berjalan sangat lamban hingga kasus-kasus korupsi semakin berkembang, bahkan menjadi semacam kultural kekuasaan. Tujuan artikel ini untuk merepresentasikan tanda kedalam bentuk teks Al-Quran yang dalam hal ini berfokus pada Qs. Al-Baqarah hingga membuat pembaca dapat melakukan pembacaan terhadap realitas melaui aktivitas penafsiran yang berupa tanda atau simbol yang dalam hal ini difokuskan pada term korupsi. Melalui metode deskriptif analisis dan berdasarkan library research penulis mencoba memaparkan tentang semiotika Ferdinand De Saussure yang diaplikasikan ke dalam penafsiran Al-Quran. hasil dari penelitian ini adalah bahwa korupsi merupakan sebuah tindakan bathil yang tidak dibenarkan karena merugikan orang dan perilakunya tidak saja hanya terbatas pada cara memperoleh tetapi juga cara menggunakan dan hal yang dikorupsi (Materi dan Non-Materi).
Analysis of Horror Film Content as Digital Media for Islamic Dakwah Zikri, Afdal; Handayani, Fitri; Mirdad, Jamal
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i2.134

Abstract

In the midst of today's increasingly sophisticated conditions, people's awareness of religious knowledge is increasingly decreasing. For this reason, there is a need for media that can be used as a medium for conveying da'wah messages. The rise in popularity of horror films nowadays can be used as a medium for preaching. However, debates often occur regarding the permissibility of watching horror films, which also leads to people's doubts about doing this. This research aims to find out horror films as an alternative medium for preaching and the law of watching horror films in Islam. This study uses a qualitative method. Qualitative methods are methods for interpreting a meaning. This research uses this analysis approach or content analysis with the type of library study research. The results of this research found that horror films can be used as a medium for Islamic da'wah because they are able to convey religious moral values. The law of watching horror films itself is actually not recommended because it can affect many things. However, it is permissible if the matter can have more positive impacts than negative impacts. [Abstrak: Di tengah kondisi zaman saat ini yang semakin canggih kesadaran umat tentang pengetahuan beragama pun semakin menurun. Untuk itu perlu adanya media-media yang dapat digunakan sebagai media penyampaian pesan dakwah. Naik daunnya film horror saat ini bisa dimanfaatkan sebagai salah satu media dakwah. Namun seringkali terjadi perdebatan mengenai kebolehan dalam menonton film horror juga menjadi keraguan umat dalam mengerjakan perkara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui film horror sebagai alternatif media dakwah dan hukum menonton film horror dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah metode untuk menginterprestasi suatu makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis ini atau analisis konten dengan jenis penelitian studi pustaka. Hasil penelitian ini menemukan bahwa film horror dapat dijadikan sebagai media dakwah Islam karena mampu mengantarkan nilai-nilai moral agama. Hukum menonton film horror sendiri sebenarnya adalah tidak disanrankan karena dapat mempengaruhi pada banyak hal. Namun di perbolehkan apabila perkara tersebut dapat memberikan lebih banyak dampak positif daripada dampak negatifnya.]
Negative Impact of Digital Communication Sarkawi, Sarkawi; Zulkarnaen, Iskandar; Fadhli, Ahmad; Mansyah, Ali
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i2.136

Abstract

The development of science in the field of technology and information continues to increase, both related to information and communication called the digital era. As a result of the development of technology and communication, it certainly has a positive and negative impact, the focus of this research, is the Negative Impact of Digital Communication. The research method used with the analytical study approach on the negative impact of digital communication, by looking for relevant sources both from books, journals and observations in the field, from the research and analysis carried out, at least it can be concluded that there are at least six Dakmapk from Digital communication, namely Privacy Discomfort, Mental Pressure. Low morale, Hoax Information, Social Impact and changes in community character, while the steps that must be taken to minimize this are at least three, namely, increasing digital literacy, regulation and policy, cooperation between government, industry and society. [Abstrak: Era Digital merupakan era perkembangan zaman baik dalam bidang teknologi informasi yang menuntut secara digital tumbuh dan berkembang secara pesat, setiap perubahan yang terjadi tentu memiliki Dampak terhadap masyarakat, baik dampak positif dan negatrif, fokus penelitian ini, adalah Dampak Negatif dari Komunikasi Digital, fenomena yang terjadi ditengah perkembangan arus informasi diera digital tidak dapat dipungkiri menimbulkan banyak pro dan kontra. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan studi analisis tentang dampak Negatif dari Komunikasi digital tersebut, dengan mencari sumber yang relevan baik dari Buku, jurnal dan pengamatan dilapangan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat dari komunikasi di era digital ini. Dari penelitian dan analisis yang dilakukan, setidaknya dapat disimpulkan bahwa Dakmapk dari komunikasi Digital setidaknya ada enam yaitu Ketidaknyamanan Privasi, Tekanan Mental. Moral rendah, Informasi Hoaks, Dampak Sosial dan perubahan karakter masyarakat, sementara langkah yang harus dilakukan untuk meminimalisir hal tersebut setidaknya ada tiga yakni, peningkatan literasi digital, Pengaturan dan kebijakan, Kerjasama antara pemerintah, industri dan masyarakat.]
Muhammad Quthub's Thought and Its Relevance to Contemporary Islamic Education Lidinilah , Izul Haq; Siregar, Maragustam
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i3.141

Abstract

The abstract should be clear, concise, and descriptive. This Muhammad Quthub is an educational figure in the Islamic world, through his ideas and views he has made a major contribution to the science of Islamic education. He said that education is an effort to make a complete human being, namely education that is able to combine mind and heart, spiritual and physical.  This article then wants to explain in more depth the views of Muhammad Qutub and their relevance to contemporary Islamic education today. It will be interesting to see whether Islamic education today is in line with his thoughts or whether it really needs to be evaluated. Furthermore, this research uses a qualitative type of library research, namely by taking sources from published books and journals.  The results of this research show that Islamic education is currently relevant to Muhammad Quthub's views, including the meaning of education, educational goals, educators and educational curriculum [Muhammad Quthub merupakan tokoh pendidikan dunia Islam, lewat gagasan dan pandangannya memberikan kontribsi besar dalam keilmuan pendidikan Islam, ia mengatakan bahwa pendidikan adalah upaya untuk menjadikan manusia seutuhnya, yaitu pendidikan yang mampu memadukan antara akal dan hati, rohani dan jasmani.  Tulisan ini kemudian ingin menjelaskan lebih dalam tentang pandangan-pandangan Muhammad Qutub dan relevansinya terhadap pendidikan Islam Kontemporer saat ini, akan menjadi menarik ketika apakah pendidikan Islam dewasa ini sejalan dengan pemikirannya atau memang perlu dievaluasi. Selanjutnya, penelitian ini menggunakan jenis kualitatif yang bersifat kepustakaan (library research) yaitu dengan mengambil sumber-sumber buku maupun jurnal yang sudah terbit. Analisis Data yang digunakan adalah adalah analisis isi (content analysis) yaitu penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis. Adapun hasil penelitian ini bahwa pendidikan Islam sekarang ini relavan dengan pandangan Muhammad Quthub diantaranya makna Pendidikan, tujuan pendidikan, Pendidik, dan  Kuikulum Pendidikan]
Contribution Independent Curriculum on Improving Morals and Understanding of Islamic Religious Education for Madrasah Aliyah Students Wahyuni, Sri; Giantara, Febri; Nasution, Baktiar; Rahman, Abdul; Rafiqah, Lailan
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i3.181

Abstract

This study discusses the Implementation of the Independent Curriculum to Improve Moral Understanding in Islamic Religious Education at Madrasah Aliyah Diniyah Puteri Pekanbaru. Frequent changes in the curriculum usually occur due to the change of the Minister of Education which has an impact on the unclear quality of education. The problems of the world of education that occur in Indonesia do not only occur in the quality of students due to frequent curriculum changes. So as to see the effectiveness of the implications of this Independent curriculum in forming students who are of high value with good morals. As the goal of education is to create faithful and pious humans who have good morals and ethics. This study aims to see the process of the Independent Curriculum at MA Diniyah Puteri Pekanbaru in implementing the Independent Curriculum to improve the quality of Indonesian Education. The research method used is a mixed method with Sequential Exploratory Design, a mixed approach with qualitative and quantitative research, with an Exploratory design. Data were collected from 58 out of 60 grade X and XI students who used the Independent Curriculum at MA Diniyah Puteri Pekanbaru. This study successfully formulated that the Independent Curriculum, morals and Islamic religious education are running as they should. In addition, it is supported by the results of interviews with Akidah Akhlak teachers. The results were evaluated with an authentic approach. This finding shows that the implementation of the Independent Curriculum is 55.9% of the influence of the Independent Curriculum on moral understanding of students. Supported by a superior program, namely a program for habituating polite attitudes that are instilled in students through spiritual activities, such as Tahsin, Tahfiz, and Sunnah Worship and reading al-Quran for two hours at the beginning of the learning process. [Penelitian ini membahas mengenai Implementasi Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Pemahaman Moral Dalam Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Diniyah Puteri Pekanbaru. Seringnya terjadi perubahan kurikulum biasanya terjadi karena pergantian Menteri Pendidikan yang berdampak pada mutu Pendidikan yang tidak jelas. Permasalahan dunia pendidikan yang terjadi di Indonesia bukan hanya terjadi pada kualitas peserta didik akibat perubahan kurikulum yang sering terjadi. Sehingga untuk melihat keefektivan dalam implikasi kurikulum Merdeka ini dalam membentuk peserta didik yang bernilai tinggi dengan moral yang baik. Sebagaimana tujuan Pendidikan adalah menjadikan manusia yang beriman dan bertakwa yang memiliki moral dan akhlak yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses Kurikulum Merdeka di MA Diniyah Puteri Pekanbaru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan metode campuran dengan Sequential Exploratory Design, pendekatan campuran dengan penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan desain Eksploratory. Data dikumpulkan 58 dari 60 siswa kelas X dan XI yang menggunakan Kurikulum Merdeka di MA Diniyah Puteri Pekanbaru. Penelitian ini berhasil merumuskan bahwa Kurikulum Merdeka, moral dan Pendidikan agama islam berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu didukung oleh hasil wawancara terhadap guru Akidah Akhlak. Hasilnya dievaluasi dengan pendekatan otentik. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka sebesar 55,9% adanya pengaruh Kurikulum Merdeka dalam pemahaman moral terhadap peserta didik. Didukung dengan program unggulan yaitu program pembiasaan sikap sopan santun yang ditanamkan kepada siswa melalui kegiatan kerohanian, seperti Tahsin, Tahfiz dan Ibadah Sunnah serta membaca al-Quran dua jam di awal proses memulai pembelajaran].
Consumerism in the Modern Era: A Study of the Extravagant Verses in the Qur'an Awadin, Adi Pratama; Yunus, Badruzzaman M.; Rusmana, Dadan; Ikhsan, Muhammad Jusuf Nur
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i3.164

Abstract

In the Qur'an, the act of using property incorrectly is known as extravagant. This research aims to explain the causes that give birth to consumerism in the modern era, including the impact of industrialization, environmental factors, and the Qur'an's view of extravagant attitudes that affect consumerism. The researcher carried out this research by using a type of literature-based qualitative research through descriptive-analytical analysis. Research data comes from primary data and secondary data, where primary data is sourced from verses of the Qur'an about wastefulness, while secondary data is sourced from books, scientific articles, and research results. Researchers conduct data analysis by selecting data, collecting data, and making conclusions. The results of the study show that consumerism has been rampant in the modern era marked by the development of the industrial and technological world, technology has had a huge impact on the growth of people's lifestyles. Lifestyle takes place due to the influence of the environment and the self that desires happiness and pleasure. In the Qur'an, surah al-Isra' verses 26-27 explain that consumptive living or consumerism originates from living extravagantly, extravagant causes humans to be neglected from giving importance to desires rather than needs. Extravagant behavior is reflected in liking to squandering wealth on something that is not useful. Islam does not give freedom to its people in life without rules, regarding the consumption of Islam does not justify extravagant behavior. The waste committed by a person reflects that he is unable to control himself and has low faith. This study recommends conducting further research on case studies of consumerism that occurs in humanity that has an influence on environmental sustainability. [Di dalam al-Qur’an perbuatan yang menggunakan harta secara tidak benar dikenal dengan istilah boros. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan sebab-sebab yang melahirkan konsumerisme di era modern, termasuk dampak industrialisasi, faktor lingkungan, dan pandangan al-Qur’an mengenai sikap boros yang berpengaruh terhadap konsumerisme. Peneliti melaksanakan penelitian ini dengan mempergunakan jenis penelitian kualitatif berbasis kepustakaan melalui analisis secara deskriptif-analitis. Data penelitian berasal dari data primer dan data sekunder, di mana data primer bersumber dari ayat al-Qur’an tentang boros, adapun data sekunder bersumber dari buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian. Peneliti melakukan analisis data dengan memilih data, mengumpulkan data, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumerisme telah merajalela di era modern yang ditandai semenjak perkembangan dunia industri dan teknologi, teknologi telah membawa dampak yang sangat besar bagi pertumbuhan gaya hidup masyarakat. Gaya hidup berlangsung disebabkan pengaruh lingkungan dan diri yang menginginkan kebahagian dan kesenangan. Pada al-Qur’an surat al-Isra’ ayat 26-27 dijelaskan bahwa hidup secara konsumtif atau konsumerisme berpangkal dari hidup secara boros, boros menyebabkan manusia terlalaikan dari mementingkan keinginan daripada kebutuhan. Perilaku boros tercermin dari kesukaan kepada menghambur-hamburkan harta kepada sesuatu yang tidak bermanfaat. Islam tidak memberikan keleluasaan kepada umatnya dalam kehidupan tanpa adanya aturan, perihal konsumsi Islam tidak membenarkan perilaku boros. Pemborosan yang dilakukan oleh seseorang mencerminkan bahwa dirinya sedang tidak mampu mengontrol diri dan rendahnya keimanan. Penelitian ini merekomendasikan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai studi kasus konsumerisme yang terjadi pada umat manusia yang memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan lingkungan hidup].
Research Trends in Halal Certification and Labeling: Bibliometric Analysis and Systematic Literature Review Azis, Saipul; Hulwati, Hulwati; Duhriah, Duhriah; Novia, Aidil
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 3 (2024): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v3i3.169

Abstract

Indonesia as a country with a Muslim majority makes halal not only a religious principle, but also a significant economic driver. Halal products are no longer just a preference, but a necessity for the majority of consumers in Indonesia. This study aims to see the research trend on halal certification and labeling with bibliometric analysis and systematic literature review. This type of research uses a combined qualitative and quantitative approach in the form of bibliometric analysis, as well as a systematic literature review (SLR) related to halal certification and labeling. Quantitative and qualitative approaches are used using Google Scholar data with a time span of 2015-2023 with the keywords "sertifikasi dan labelisasi halal ". From the bibliometric analysis, there is a publication trend from year to year where the publication trend of research on halal certification and labeling during the period 2018-2023 illustrates a significant increase in terms of the number of publications where in 2023 it was the year with the highest number of publications with 67 article publications, then the Indonesian Journal of Hala became the top journal that published a lot of halal certification and labeling. then the emergence of keywords that appear in several publications, namely "Halal Certification" and "Halal Label". Then from the Vosviewr data processing, 4 clusters were produced which produced several sub-themes including the importance of halal labeling, the importance of halal certification, the role of BPJPH in halal certification and labeling and the importance of awareness of halal products. [Indonesia sebagai negara dengan mayoritas beragama islam menjadikan halal bukan hanya sekadar prinsip agama, tetapi juga telah menjadi pendorong ekonomi yang signifikan. Produk halal bukan lagi sekadar preferensi, tetapi keharusan bagi mayoritas konsumen di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tren penelitian tentang sertifikasi dan labelisasi halal dengan analisis bibliometrik dan systematic literature review. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif berupa analisis bibliometrik, serta systematic literature review (SLR) terkait seertifikasi dan labelisasi halal. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif digunakan menggunakan data Google Scholar dengan rentang waktu 2015-2023 dengan kata kunci”sertifikasi dan labelisasi halal”. Dari analisis bibliometrik terdapat tren publikasi dari tahun ketahun dimana pada tren publikasi penelitian mengenai sertifikasi dan labelisasi halal selama periode 2018-2023 menggambarkan sebuah peningkatan yang signifikan dari segi jumlah publikasi dimana ditahun 2023 menjadi tahun dengan jumlah publikasi tertinggi dengan 67 publikasi artikel, selanjut jurnal Indonesia Journal of Hala menjadi top jurnal yang banyak mempublikasi sertifikasi dan labelisasi halal. kemudian kemunculan kata kunci yang muncul dibeberapa publikasi yakni "Halal Certification" dan "Halal Label”. Kemudian dari olah data Vosviewr menghasilkan 4 kluster yang menghasilkan beberapa subtema diantaranya pentingnya labelisasi halal, pentingnya sertifikasi halal, peran BPJPH dalam sertifikasi dan Labelisasi halal dan pentingnya Kesadaran pada produk halal].