cover
Contact Name
Hendri Rasminto
Contact Email
jinu@kampusakademik.co.id
Phone
+6289669609417
Journal Mail Official
office@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Nusantara
ISSN : 30479673     EISSN : 30477603     DOI : https://doi.org/10.61722/jinu.v1i4.1570
JURNAL ILMIAH NUSANTARA (JINU), adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising .Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Psikologi, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,128 Documents
PEMBIASAAN MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KARAKTER ISLAMI PESERTA DIDIK SMP ISLAM DARUL QURAN Nabila Aulia Fitri; Rosdialena Rosdialena
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10383

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya karakter Islami peserta didik di era digital yang ditandai dengan rendahnya kedisiplinan, kurangnya sopan santun, serta perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembiasaan membaca Al-Qur’an dan pengaruhnya terhadap penguatan karakter Islami peserta didik di SMP Islam Darul Qur’an Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan membaca Al-Qur’an dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa sampai Kamis melalui kegiatan tadarus bersama sebelum pembelajaran dimulai. Program tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter religius peserta didik, seperti meningkatnya kedisiplinan, kesadaran beribadah, dan ketenangan spiritual. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih belum optimal karena masih terdapat peserta didik yang belum lancar membaca Al-Qur’an, kurang memahami tajwid, serta menunjukkan perilaku yang belum mencerminkan karakter Islami, seperti membolos, merokok, dan kurang sopan santun terhadap guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan membaca Al-Qur’an memiliki peran penting dalam penguatan karakter Islami peserta didik, namun keberhasilannya memerlukan dukungan guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial secara berkelanjutan
Sosiologi Budaya Literasi Keagamaan di Perpustakaan SMA Ma’arif NU Karanganyar Studi Tentang Buku Populer Islam, Minat Baca, dan Imajinasi Kesalehan Remaja Intan Nur Rohmah; Muh. Hanif
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10384

Abstract

Literasi keagamaan merupakan bagian penting dalam pendidikan karena berperan dalam membentuk karakter, meningkatkan pemahaman nilai-nilai keislaman, serta menumbuhkan budaya membaca peserta didik di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi perpustakaan dan pelaksanaan literasi keagamaan di SMA Ma’arif NU Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan sekolah belum berfungsi optimal dalam mendukung literasi keagamaan. Ruang perpustakaan yang masih menyatu dengan kelas membuat fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar belum berjalan maksimal. Selain itu, belum terdapat program literasi keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan sehingga kegiatan literasi belum terlaksana secara aktif. Budaya membaca siswa juga masih bersifat akademik karena membaca lebih didorong oleh kebutuhan pembelajaran daripada kesadaran mandiri. Keterbatasan fasilitas dan koleksi bacaan turut memengaruhi rendahnya pemanfaatan perpustakaan. Penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan fasilitas, penambahan bahan bacaan keagamaan, serta program literasi yang terencana untuk meningkatkan budaya literasi dan pemahaman keagamaan peserta didik.
Konsep dan Implementasi Instrumen Non-Test dalam Sistem Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam : Analisis Dokumenter dan Sosiometrik M. Rifki Rahman; Dina Hermina
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi instrumen non-test dalam sistem evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya melalui pendekatan dokumenter dan sosiometrik. Evaluasi non-test memiliki peran penting dalam mengukur aspek afektif, sosial, dan perilaku peserta didik yang tidak dapat dinilai secara optimal melalui instrumen tes. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai literatur, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan dengan evaluasi pembelajaran PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen dokumenter digunakan untuk memperoleh data melalui arsip, catatan kegiatan, laporan perkembangan, dan dokumen pembelajaran yang mampu menggambarkan perkembangan sikap dan karakter peserta didik secara berkelanjutan. Sementara itu, instrumen sosiometrik digunakan untuk mengidentifikasi hubungan sosial, interaksi kelompok, tingkat penerimaan, dan pola komunikasi antar peserta didik dalam lingkungan pembelajaran. Implementasi kedua instrumen tersebut dalam pembelajaran PAI memberikan kontribusi terhadap terciptanya evaluasi yang lebih komprehensif, objektif, dan humanis. Selain itu, penggunaan instrumen non-test juga membantu pendidik dalam memahami perkembangan spiritual, sosial, dan emosional peserta didik secara lebih mendalam. Dengan demikian, instrumen dokumenter dan sosiometrik menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas sistem evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Penerapan Aplikasi Fun Easy Learning dalam Menghafal Kosakata Bahasa Arab di Kelas III Madrasah Ibtidaiyah Babussalam Mekar Jaya Annisaul Latifah; Muhammad Syaifullah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan aplikasi Fun Easy Learn dalam menghafal kosakata bahasa Arab pada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Babussalam Mekar Jaya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya dalam menghafal mufradat karena metode pembelajaran yang monoton dan kurang interaktif. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta kajian literatur yang relevan. Subjek penelitian adalah siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Babussalam Mekar Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aplikasi Fun Easy Learn mampu meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kemampuan siswa dalam menghafal kosakata bahasa Arab. Selain itu, penggunaan aplikasi juga menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital. Dengan demikian, aplikasi Fun Easy Learn dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan penguasaan mufradat bahasa Arab pada siswa Madrasah Ibtidaiyah.
Smart Learning Environment Era Society 5.0: Integrasi Laboratorium Alam dan Laboratorium Buatan dalam Pembelajaran Bahasa Arab Hanim Maziyah; Ikrimah Manjilah Auliya; M Yunus Abu Bakar
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10389

Abstract

Abstract. Education in the Society 5.0 era is undergoing major changes. We are called upon to create a learning ecosystem that does not merely rely on technological sophistication, but also upholds human values and the real-life context. In Arabic language learning, the issue is this: if we rely too heavily on digital technology, authentic and deep interactions diminish. Sociocultural understanding becomes superficial, and the development of students’ spiritual character is also disrupted. This study aims to design a Smart Learning Environment (SLE) model that combines two types of laboratories: natural and artificial. The goal is to significantly improve Arabic language skills—including listening (istimā’), speaking (kalām), reading (qirā’ah), and writing (kitābah). The method used is qualitative with library research. We collected and synthesized various key references on innovations in Arabic language learning, cognitive theory, behaviorism, and the philosophy of Islamic education. The research results indicate that natural laboratories have the advantage of providing authentic language input, vibrant socio-cultural interactions, context-appropriate communication, and character development through direct experiences in Islamic boarding schools, mosques, markets, or other social environments. Meanwhile, artificial laboratories—which utilize AI, gamification, VR, and adaptive applications—reinforce learning through digital scaffolding, structured repetition, immediate feedback, as well as flexibility in terms of time and location. When these two elements are combined, a balanced learning ecosystem is formed. The result is not only strong linguistic competence, but also improved communicative performance and spiritual awareness. This model is fully aligned with the vision of Society 5.0, which positions technology as a human-centered tool for holistic education. Keywords: Smart Learning Environment, Society 5.0, Natural Laboratory, Artificial Laboratory, Arabic language skills Abstrak. Pendidikan di era Society 5.0 sedang mengalami perubahan besar. Kita dituntut menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga tetap memegang nilai-nilai kemanusiaan dan konteks nyata kehidupan. Dalam pembelajaran bahasa Arab, masalahnya begini: kalau terlalu bergantung pada teknologi digital, interaksi yang asli dan mendalam jadi berkurang. Pemahaman sosial-budaya menjadi dangkal, dan pembentukan karakter spiritual siswa ikut terganggu. Penelitian ini ingin merancang model Smart Learning Environment (SLE) yang menggabungkan dua jenis laboratorium: alam dan buatan. Tujuannya supaya keterampilan berbahasa Arab—baik mendengar (istimā’), berbicara (kalām), membaca (qirā’ah), maupun menulis (kitābah)—bisa meningkat secara signifikan. Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan studi pustaka (library research). Kami mengumpulkan dan menyintesis berbagai referensi utama tentang inovasi pembelajaran bahasa Arab, teori kognitif, behaviorisme, serta filsafat pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium alam punya kelebihan dalam menyediakan input bahasa yang otentik, interaksi sosial-budaya yang hidup, komunikasi yang sesuai konteks, dan pembentukan karakter lewat pengalaman langsung di pesantren, masjid, pasar, atau lingkungan sosial lainnya. Sementara itu, laboratorium buatan—yang memanfaatkan AI, gamifikasi, VR, dan aplikasi adaptif—memperkuat pembelajaran melalui scaffolding digital, pengulangan yang terstruktur, umpan balik seketika, serta fleksibilitas waktu dan tempat. Ketika keduanya disatukan, terbentuklah ekosistem belajar yang seimbang. Hasilnya bukan hanya kompetensi linguistik yang kuat, tetapi juga performansi komunikatif dan kesadaran spiritual yang meningkat. Model ini sangat sejalan dengan visi Society 5.0 yang menempatkan teknologi sebagai alat yang berpusat pada manusia demi pendidikan yang holistik. Kata kunci: Smart Learning Environment, Society 5.0, Laboratorium Alam, Laboratorium Buatan, Keterampilan Bahasa Arab.
PENERAPAN TEORI PEMBELAJARAN BEHAVIORIS DALAM MENGATASI MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA Restia Salviah; M Mamduh Winangun
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10391

Abstract

Education in Indonesia continues to grapple with persistent challenges, including low student learning discipline manifested in frequent tardiness, unfinished assignments, and classroom disruptions and an overreliance on rote memorization methods that prioritize superficial recall over meaningful comprehension and skill development. This library-based research, drawing on an extensive review of national and international journals alongside key texts on educational psychology, examines behaviorist learning theory as a viable strategy to address these issues by fostering structured habits and positive behavioral patterns. Rooted in principles such as stimulus-response association pioneered by Pavlov and refined through Skinner’s operant conditioning, which argues that learning occurs through observable responses shaped by reinforcement—positive (praise, tokens, or privileges for timely task completion) gradually instilling discipline, or negative (removing distractions upon compliance) curbing avoidance behaviors—this approach proves highly relevant in diverse Indonesian school settings where external motivators often outperform intrinsic motivation amid resource constraints. The findings reveal that targeted applications—such as reward schedules within daily routines or immediate feedback loops during lessons—significantly improve student compliance and shift away from rote-heavy practices toward habitual engagement. However, to avoid overemphasizing mechanical repetition at the expense of cognitive processing or emotional growth, educators should adapt behaviorist techniques by layering them with cognitive elements like reflective prompts or affective components such as peer recognition, ensuring a holistic approach that sustains long-term learning outcomes in Indonesian classrooms.
ANALISIS MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BELAJAR PJOK MELALUI PERMAINAN KIDS ATLETIK (FORMULA ONE) DITINJAU DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI OLAHRAGA PADA SISWA KELAS VI DI MI ASSALAM CEPU M. Riski Aulia Rachman
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10395

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan permainan kids atletik (formula one) terhadap motivasi belajar dan partisipasi siswa dalam pembelajaran PJOK dari perspektif Psikologi Olahraga. Penelitian dilaksanakan di MI Assalam Cepu pada 5 Mei 2026 dengan subjek 32 siswa kelas VI yang dipilih menggunakan purposive sampling. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan kids atletik (formula one) mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa yang ditandai dengan rasa senang, antusias, dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran, serta meningkatkan partisipasi fisik, sosial, dan emosional siswa, seperti meningkatnya kepercayaan diri, keberanian mencoba gerakan baru, dan kerja sama kelompok. Siswa dan guru juga menilai pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, hidup, dan mudah dikelola, sehingga pendekatan berbasis permainan ini dinilai efektif sebagai strategi pembelajaran PJOK yang sesuai dengan karakteristik siswa kelas VI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.
Marginalized Voices: Homeless Media as an Agent of Social Transformation Nur Azizah; Bambang Mudjiyanto; Hayu Lusianawati; Launa
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10414

Abstract

Today the shifting media platform usage from conventional media accounts to homeless media (HM) is an undeniable fact. Through qualitative research using a phenomenological and virtual ethnographic approach, as well as utility and satisfaction theory, this study found that HM accounts have been widely operating on various official social media platforms, filling the information gap that conventional media cannot reach, especially at the level of marginalized and local communities. Despite internal challenges still surrounding HM, it holds significant potential as an alternative information provider, especially for local and marginalized communities. HM is a crucial phenomenon in the social transformation of Indonesia's digital society landscape today. With its speed of distribution, content innovation, and social mobilization capabilities, HM opens new avenues for information democratization, public participation, and social change dynamics. Synergy between HM, conventional media, and the public, along with news content accuracy, ethics, and journalistic responsibility, will be key to achieving inclusive and meaningful social transformation in the future.
ANALISIS RENDAHNYA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA INDONESIA BERDASARKAN PERSPEKTIF TEORI BELAJAR KOGNITIF DALAM SISTEM PEMBELAJARAN MODERN Natasha Aditya Putri; M. Mamduh Winangun; Sri Usodoningtyas
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10416

Abstract

This article discusses the problem of low critical thinking skills among students in Indonesia in a modern learning context. This can be seen from global data and field reports which show that many students tend to rely on rote memorization rather than systematically analyzing and evaluating information. The aim of this article is to examine this problem through a cognitivism theory approach and formulate alternative solutions that are appropriate to the educational context in Indonesia. The method used is a literature review using secondary data, including reports on education, PISA data, and a national scientific journal as the main reference. The learning theory chosen is cognitivism, with an emphasis on cognitive development according to Piaget, the zone of proximal development by Vygotsky, as well as the principles of learning based on discovery and information processing. The results of the analysis show that low critical thinking skills are closely related to the mismatch between students' cognitive stages, the dominance of passive learning by rote memorization, and an assessment system that still focuses on results. This article recommends the application of a problem-based learning model, collaboration in discussion, and assessment that pays attention to the process as the main solution to improve students' critical thinking skills using a cognitivism theory approach.
ANALISIS KOGNITIVISME DAN KONSTRUKTIVISME TERHADAP KRISIS LITERASI DAN KESENJANGAN DIGITAL Intan Tri Ratna Sari; M.Mamduh Winangun
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10417

Abstract

Education in Indonesia faces the dual challenge of low cognitive literacy levels and significant disparities in digital access. According to PISA 2022 data, Indonesian students' literacy scores remain below the OECD average, indicating barriers to cognitive information processing. This article aims to analyze this problem through the perspectives of cognitive and constructivist learning theories. The method used is a case study based on secondary data with a qualitative descriptive approach, drawing on sources from national media, government reports, and scientific journals. The analysis indicates that low literacy is caused by cognitive workloads that are inappropriate for students' developmental stages, while the digital divide hinders the scaffolding process in learning. This article recommends simplifying the curriculum based on cognitive abilities and equalizing access to technology as an effort to create meaningful and inclusive learning.