cover
Contact Name
La Ifa
Contact Email
la.ifa@umi.ac.id
Phone
+6285242203009
Journal Mail Official
jcpe@umi.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumohardjo km. 05 Kampus 2 UMI Makassar, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Of Chemical Process Engineering
ISSN : 25274457     EISSN : 26552957     DOI : https://doi.org/10.33536/jcpe.v8i2.644
The Scope and focus of the journal are : Chemical and Process Technology Energy, Water, Environment and Sustainability Coal, oil and Gas Technology Bioreseurce and Biomass Technology Particle Technology Separation and Purification Technology Food Technology Catalyst & Kinetics Technology Essensial Oil Technology Sugar Technology Material and Biomaterial Technology Biomedical Engineering Mineral Processing Powder Technology
Articles 161 Documents
Pemodelan Empirik Desulfurisasi Batubara Secara Flotasi Dengan Metode Rayleigh Andi Aladin
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v5i1.859

Abstract

Model empirik penting untuk diciptakan berdasarkan data empirik berupa data penelitian atau pengamatan yang diperoleh guna mengungkapkan dalam bahasa matematik terhadap fenomena riil (empirik) yang diamati. Model empirik bermanfaat untuk mengeneralisasi suatu fenomena, sehingga dengan model empirik tersebut bisa dilakukan prediksi baik secara ekstrapolasi maupun intrapolasi hingga pada batas tingkat toleransi tertentu. Dalam artikel ini disajikan langkah-langkah menyusun model empirik berdasar data empirik hasil penelitian dengan contoh kasus fenomena desulfurisasi batubara dengan cara flotasi menggunakan surfaktan crud palm oil (CPO). Pemodelan empirik dilakukan berbasis analisis dimensi menggunakan metode Rayleigh. Diperoleh model empirik desulfurisasi batubara R = 0,0153 {20,049 (v.t/V ) − 1,5272(v.t/V )2 } {91084 (dp/D) − 3E7 (dp/D)2} dimana R : Recovery Sulfur (%); v: Laju alir udara , t : Waktu flotasi, V: volume; dan dp : Diameter batubara rata-rata. Tingkat validasi persamaan empirik ini cukup baik dengan ralat 2,78%.
Pemanfaatan Sabut Kelapa Sebagai Bioadsorben Logam Berat Pb(II) Pada Air Limbah Industri La Ifa; Frans Rante Pakala; Rani Wahyuni Burhan; Fitra Jaya; Rafdi Abdul Majid
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v5i1.862

Abstract

Penelitian ini menguji serat kelapa sebagai bioadsorbent Pb (II) dalam air limbah industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek pH dan waktu kontak pada penyerapan bioadsorbent dari sabut kelapa tanpa aktivasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan merapikan sabut kelapa terlebih dahulu menggunakan saringan, kemudian dikeringkan menggunakan oven pada suhu 105oC. Tes pendahuluan kemudian dilakukan pada pewarna biru metilen. Ini diikuti oleh penyaringan bioadsorbent dan air limbah yang diserap. Analisis air limbah termasuk mengukur konsentrasi Pb (II) menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) dengan konsentrasi Pb 0,17 ppm. Hasil penelitian menunjukkan daya serap terbaik menggunakan bioadsorbent sabut kelapa adalah pada pH 7, dengan persentase 96,25%. Selanjutnya,waktu kontak 4 jam dengan menerapkan bioadsorbent sekam kelapa untuk sampel air limbah dengan Pb (II) adalah 94,66%.
Pengaruh Penambahan Gas Nitrogen Terhadap Kualitas Charcoal Yang Diproduksi Secara Pirolisis Dari Limbah Biomassa Serbuk Gergaji Kayu Ulin (Euxideroxylon Zwageri) Safrudin Hasan; Andi Aladin; Takdir Syarif; Muh Arman
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v5i1.863

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gas nitrogen ke dalam reaktor pirolisis secara batch terhadap kualitas charcoal dari bahan baku limbah biomassa serbuk gergaji kayu ulin dan untuk mengetahui pengaruh penambahan gas nitrogen ke dalam reaktor pirolisis secara kontinyu terhadap kualitas charcoal dari bahan baku limbah biomassa serbuk gergaji kayu ulin. Metode Penelitian dengan cara preparasi sampel limbah biomassa serbuk gergaji kayu ulin dengan berat 1000 gram, kemudian dilanjutkan dengan tahapan proses pirolisis yaitu tanpa dialirkan gas nitrogen, ditambahkan gas nitrogen secara batch kedalam reaktor dengan rasio perbandingan volume reaktor yaitu sebanyak 10, 20 dan 30 liter serta dialirkan gas nitrogen secara kontinyu 0,5 liter/menit dan 1 liter/menit dengan waktu pirolisis 120 menit dan temperatur pirolisis yaitu 400oC, hasil pirolisis diperoleh tiga produk yaitu arang, asap cair dan sedikit tar, arang hasil pirolisis didiamkan untuk proses pendinginan selama 1 jam kemudian ditimbang dan selanjutnya arang disiapkan untuk dianalisa komposisi kimia, analisa nilai kalor, dan kadar karbon terikat dengan metode analisa proximate. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik charcoal yang memilki nilai fixed carbon tertinggi yaitu pada penambahan gas nitrogen secara kontinyu kedalam reaktor 1 liter/menit dengan presentase fixed carcbon 66,16%, dan menghasilkan nilai kalor 6986 cal/gr dan yang memilki presentase fixed carbon terendah yaitu tanpa penmabahan gas nitrogen kedalam reaktor dengan presentase fixed carcon 58,03% dan nilai kalor 6628 cal/gr. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi pirolisis yang terbaik yaitu pada penambahan gas nitrogen kedalam reaktor secara kontinyu 1 liter/menit menghasilkan presentase fixed carbon dan nilai kalor tertinggi.
Pengaruh Kadar Air Terhadap Proses Pencairan Dan Produk Minyak Batubara Talla, Harli; Tjoleng Taba, Herman
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v2i1.864

Abstract

Pencairan batubara merupakan teknologi pemanfaatan batubara yang dapat menggantikan peran minyak bumi di masa depan. Proses pencairan batubara dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti karakteristik batubara, kondisi operasional, pelarut dan katalis. Komposisi kimia batubara, komposisi mineral, zat terbang dan kadar air merupakan komponen karakteristik batubara yang berpengaruh terhadap peningkatan konversi dan perolehan minyak. Fokus penelitian ini adalah pengaruh kadar air terhadap proses dan hasil pencairan yang dilakukan pada otoklaf berkapasitas 5 liter dengan suhu 400ºC. Pengamatan proses pencairan menunjukkan peningkatan tekanan dengan cepat pada pencairan batubara lignit, sebaliknya tekanan reaksi pada pencairan batubara subbituminus dan bituminus cenderung stabil. Data hasil pencairan memperlihatkan bahwa batubara Papua dengan kadar air tinggi menghasilkan konversi tinggi mencapai 88,97 % dan perolehan minyak sebesar 63,34 %, sedangkan batubara Kutai 1 & 2 yang memiliki kadar air rendah menghasilkan konversi rendah masing-masing sebesar 84,79 % dan 78,67 % serta perolehan minyak masing-masing sebesar 60,98 % dan 62,83 %.
Pembuatan Adsorben Dari Koran Bekas Untuk Mengurangi Kadar Fe Dan Cu Dalam Air Limbah Herlenasari; Agustina; Sari, Mita Puspita; Mardiah
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v2i1.865

Abstract

Seiring dengan berkembangnya industri kimia, tingkat pencemaran lingkungan semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif untuk mengurangi tingkat pencemaran tersebut. Kertas koran bekas berpotensi untuk dijadikan sebagai adsorben logam berat. Kandungan selulosa yang terdapat dalam kertas koran bekas dapat menyerap kandungan logam berat yang terdapat pada limbah. Pada penelitian ini, kertas koran bekas yang banyak ditemui dapat digunakan untuk mengadsorpsi logam berat tembaga (Cu) dan besi (Fe). Koran bekas dilarutkan dalam NaOH terlebih dahulu, kemudian dikeringkan. Variabel yang digunakan selama proses adsorpsi yaitu konsentrasi larutan, dosis adsorben dan jenis larutan artifisial. Setelah proses adsorbsi selesai, sampel diuji dengan menggunakan AAS (Atomics Adsorption Spectrophotometer). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh rata-rata persen removal adsorben logam Cu (II) dan Fe (II) berdasarkan pengaruh konsentrasi mula-mula dengan dosis 20 – 200 mL yaitu 98,38% dan 98,90%. Sedangkan berdasarkan pengaruh dosis adsorben diperoleh rata-rata persen removal Cu (II) dan Fe (II) yaitu 97,50% dan 92,87%. Sehingga pada penelitian ini, kertas koran bekas dapat digunakan sebagai adsorben logam berat.
Identifikasi Asam Oksalat Dari Kelobot (Kulit Jagung) Retnawati, Rika Kemuning; Retnawati; Iis Sarliana; Putri, Novy Pralisa
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v2i1.866

Abstract

Kulit jagung merupakan limbah padat yang memiliki kandungan selulosa tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh waktu terhadap yield asam oksalat dari kulit jagung dengan ekstraksi dengan menggunakan pelarut HNO3 pada berbagai suhu dan mengatahui kateristik asam oksalat yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah preparasi kulit jagung sehingga siap untuk digunakan. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan yang meliputi proses peleburan, dan kristalisasi. Analisis terhadap asam oksalat yang dihasilkan meliputi analisis kuantitatif berupa dengan metode permanagometri dan analisis kualitatif menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR) . Dari hasil penelitian diperoleh yield maksimum asam oksalat waktu peleburan 70 menit sebesar 0,4086 gram.
Pembuatan Kitosan Dari Cangkang Kepitin Menggunakan Mikroba Andi Artiningsih
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v2i1.867

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang biokonversi kitosan dari cangkang kepiting dengan menggunakan mikroba Thermofilik. Hasil yang diperoleh bahwa Isolat M-l menghasilkan enzim kitin deasetilase dan kitinase pada hari ke-4 dengan kondisi 55°C dan pH 7. Kitin dari gkang cankepiting dapat dikonversi menjadi kitosan oleh enzim kitin deasetilasi yang berasal dari isolat M-l dan telah difraksinasi dengan amonium sulfat 40% b/v.
Pemanfaatan Asap Cair Dari Blending Limbah Biomassa Cangkang Sawit Dan Tempurung Kelapa Dalam Secara Pirolisis Menjadi Insektisida Organik Mustafiah; Nurliah Jafar
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v2i1.868

Abstract

Pengolahan blending limbah biomassa cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam secara pirolisis menghasilkan produk asap cair sebagai produk utama dan chart, arang sebagai produk samping. Dimana asap cair imi yang memiliki kandungan utama yaitu senyawa fenol, karbonil dan asam. tujuan untuk Mengetahui presentase rendemen asap cair yang dihasilkan setiap gram limbah biomassa cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam, karakteristik senyawa yang terdapat dalam asap cair pada limbah biomassa cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam, Mengetahui efektifitas asap cair sebagai intektisida organik. Preparasi sampel cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam kemudian diblending dengan variable dan rasio terstentu. Selanjutnya metode pirolisis dengan variable suhu pirolisis. Asap cair dan chart kemudian asap cair diuji kimia dan fisik selanjutnya diaplikasikan untuk pembasmian serangga. Asap cair dari sampel blending limbah biomassa cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam bahwa persen rendemen pada asap cair dengan 1000 gram sampel hasilnya terus meningkat secara signifikan di mana semakin banyak komposisi tempurung kelapa maka semakin besar persen rendemennya. Asap cair ini digolongkan asap cair grade C, yang berwarna coklat pekat dan berbau asap cukup keras. Karakteristik produk asap cair (viskositas, pH, massa jenis dan kadar asam asetat) yang dihasilkan dari blending limbah biomassa cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam dengan rasio massa 0 : 100, 25:75, 50:50, 75:25, dan 100:0 dimana sampel tersebut telah memenuhi standar mutu asap cair spesifikasi jepang. Produk pada sampel cangkang sawit dan tempurung kelapa dalam memiliki efektifitas asap cair sebagai intektisida organik sangat baik dapat mematikan serangga/hama dengan waktu yang singkat.
Pengaruh Penggunaan Microwave Sebagai Pretreatment Daging Buah Pala Pada Penyulingan Minyak Atsiri Dengan Metode Distilasi Uap Air Taharuddin; M. Yusuf; Kiki Fatmala Dewi
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v5i1.876

Abstract

Buah pala merupakan salah satu sumber minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju alir uap dan waktu pretreatment serta besar daya microwave yang menghasilkan minyak atsiri dari daging buah pala dengan yield terbanyak dan memiliki mutu sesuai SNI. Minyak atsiri daging buah pala diproduksi melalui dua tahap, yaitu tahap pretreatment bahan dan tahap penyulingan. Pada proses pretreatment variabel yang divariasikan adalah lamanya bahan diradiasi mikrowave (2,5; 5; 7,5 menit) dan besar daya radiasi microwave (100, 300, 450 watt) yang digunakan dan pada proses penyulingan variabel yang divariasikan adalah besar laju alir uap (200, 250, 333 ml/jam). Daging buah pala digunakan sebanyak 1000 gram. Perolehan rendemen minyak atsiri dianalisa indeks bias, densitas dan GC-MS guna mengetahui kandungan kimianya. Hasil terbaik dari penelitian ini diperoleh rendemen minyak atsiri sebanyak 0,11% dengan berat jenis 0,884– 0,900 (gr/ml) dan warna kuning jernih, kandungan miristisin yang ada sebanyak 13%.
Kajian Kualitas Limbah Cair Secara Anaerobik Melalui COD, BOD5, Dan TDS : Studi Kasus Pada PT JKLMN Sari, Dessy Agustina; Sukanta
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 2 No. 2 (2017): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v2i2.884

Abstract

Limbah yang dihasilkan perusahaan JKLMN berupa limbah padat dan cair. Penanganan limbah cair diserahkan kepada Unit Pengolahan Limbah Air dan pihak ketiga membantu pemrosesan limbah padat. Fokus penelitian ini adalah pengolahan limbah secara anaerobik dengan menggunakan 3 (tiga) uji berupa BOD5, COD, dan TDS. Penerapan metode tersebut ditujukan untuk mengetahui potensi teknologi terhadap limbah cair yang dihasilkan perusahaan. Data pengamatan menunjukkan bahwa nilai parameter TDS mendekati nilai standar baku mutu pada hasil ulangan ketiga selama 6 (enam) hari. Peningkatan waktu tinggal limbah bukan merupakan solusi. Beban proses disebabkan limbah cair (segi jenis dan jumlah) yang menghasilkan ketidakseragaman produk dalam setiap waktu proses.

Page 10 of 17 | Total Record : 161