cover
Contact Name
La Ifa
Contact Email
la.ifa@umi.ac.id
Phone
+6285242203009
Journal Mail Official
jcpe@umi.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Muslim Indonesia Jl. Urip Sumohardjo km. 05 Kampus 2 UMI Makassar, 90231
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Of Chemical Process Engineering
ISSN : 25274457     EISSN : 26552957     DOI : https://doi.org/10.33536/jcpe.v8i2.644
The Scope and focus of the journal are : Chemical and Process Technology Energy, Water, Environment and Sustainability Coal, oil and Gas Technology Bioreseurce and Biomass Technology Particle Technology Separation and Purification Technology Food Technology Catalyst & Kinetics Technology Essensial Oil Technology Sugar Technology Material and Biomaterial Technology Biomedical Engineering Mineral Processing Powder Technology
Articles 161 Documents
Kesetimbangan Cair-Cair Sistem Polipropilena Dan Maleated Natural Rubber Martani, Russita; Bahruddin, Bahruddin; Amri, Amun
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.844

Abstract

Pada campuran polipropilena (PP)-maleated natural rubber (MNR), MNR berfungsi sebagai compatibilizer yang melakukan modifikasi terhadap permukaan matrik PP untuk memudahkan masuknya filler sehingga dihasilkan campuran yang lebih kompatibel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemampuan campur maleated natural rubber (MNR) dalam polipropilena (PP) pada berbagai variasi suhu. Penelitian diawali dengan prediksi kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR dengan menggunakan metode UNIFAC dilanjutkan dengan validasi model kesetimbangan. Validasi model kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR diawali dengan mencampurkan karet alam dan maleic anhydride (MAH) dalam internal mixer untuk penyiapan MNR. MNR yang telah disiapkan lalu dicampurkan dengan PP dalam internal mixer dengan kadar MNR dan temperatur proses divariasi berdasarkan prediksi kesetimbangan cair-cair UNIFAC. Kemudian campuran PP-MNR dianalisa dengan uji difference scanning calorimetry (DSC). Hasil uji DSC digunakan untuk melakukan validasi hasil perhitungan kesetimbangan cair-cair UNIFAC. Hasil perhitungan UNIFAC merupakan kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR berupa kadar MNR dan temperatur proses pencampuran. Pada campuran ini MNR berfungsi sebagai compatibilizer. Kadar MNR pada campuran adalah 4,4%–11,16% dan temperatur proses adalah 170oC–210oC. Semakin besar kadar MNR dalam campuran, semakin rendah suhu proses pencampuran. Hasil validasi uji DSC sesuai dengan prediksi kesetimbangan cair-cair sistem PP-MNR menggunakan metode UNIFAC
Produksi Bahan Bakar Slurry Tempurung Kelapa Sawit Sebagai Alternatif Minyak Diesel Umar, Almukmin; Yani, Setyawati; Abdul Majid, Rafdi; Arman, Muh
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.845

Abstract

Keterbatasan serta meningginya harga bahan bakar minyak menjadi aspek utama permasalahan energi didunia sehingga mendorong pengembangan bahan bakar minyak terbarukan. Slurry fuel merupakan salah satu energi terbarukan yang berasal dari biomassa. Penelitian ini bertujuan Untuk menghitung nilai kalor dari arang tempurung kelapa sawit dan stabilitasnya (settling index) melalui proses pencampuran dan beberapa variable. Hasil kualitas analisis proximasi (sifat thermal) slurry fuel memiliki nilai kalor 19,6 Mg/Kj , kadar air 5,9 %, kadar zat terbang 4,4%, kadar abu 17,8% dan kadar karbon 77,8%. sedangkan stabilitas (settling index) biomassa dan aquades pada rasio 39:60 samadengan 1,00 nilai kalor 1196 Mg/Kj . selain itu juga stabilitas secara visual terhadap biomassa dan aquades yang memiliki pengendapannya paling lama yaitu pada rasio 49:50 selama 4 jam dengan memiliki nilai kalor 1000 Mg/Kj.
Peningkatan Kadar Tantalum & Niobium Oksida dari Terak Timah Bangka Menggunakan Pelarut NaOH dilanjutkan dengan HNO3 dan H3PO4 Abdul Majid, Rafdi; Pemanana, S.; Soedarsono, J W; Rachel, Debby; Kartika, Wahyu; Darnengsih; Munira; Mustafiah
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.846

Abstract

Terak Timah merupakan produk samping dari proses peleburan timah yang mengandung unsur logam tantalum dan niobium. Beberapa sumber unsur tantalum dan niobium yaitu columbite, tantalite, tantalo-columbite, dll. Tantalum & niobium memiliki banyak aplikasi seperti industri pesawat terbang, elektronik dan super alloy. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kadar unsur logam tantalum dan niobium dari terak timah melalui proses pelindian asam maupun basa. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemanggangan yang dilakukan tidak mengalami dekomposisi thermal, selanjutnya proses pelindian basa dengan NaOH mengakibatkan penurunan yang sangat kecil terhadap niobium yaitu dari 0,75 menjadi 0,73%, sedangkan proses pelindian dengan HNO3 dan H3PO4 memberikan peningkatan terhadap tantalum dan niobium yaitu dengan HNO3 2M menghasilkan Ta dan Nb berturut-turut 0,17 menjadi 0,85 dan 0,73 menjadi 1,49. Hal ini juga terlihat pada pelindian menggunakan campuran HNO3: H3PO4 menghasilkan peningkatan Ta dan Nb berturut-turut menjadi 0,88-0,9% dan 1,46-1,54% di setiap peningkatan variasi konsentrasi H3PO4.
Analisis Unsur Endapan Bauksit Menggunakan X-RAY Fluorescence (XRF) PT. ANTAM TBK Unit Geomin Daerah Kenco Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat Nurliah Jafar
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v2i1.848

Abstract

Bauksit terbentuk dari batuan yang mempunyai kadar aluminium (Al) nisbi tinggi, kadar besi (Fe) rendah dan tidak atau sedikit mengandung kuarsa (SiO2). Bentuknya menyerupai tanah liat/cellular dan kadang-kadang berstruktur pisolitik. Secara makroskopis bauksit berbentuk amorf, kekerasan bauksit berkisar antara 1-3 Skala Mohs dan berat jenis berkisar antara 2,5-2,6. Bauksit merupakan bahan heterogen yang mempunyai mineral dengan susunan terutama dari oksida aluminium, yaitu berupa mineral gibbsite (Al2O3.3H2O), mineral boehmit (Al2O.3H2O), mineral diaspor (Al2O3.3H2O). Secara umum bauksit layak tambang mengandung Al2O3 sebanyak 45-65%, SiO2 1-12%, Fe2O3 2-25%, TiO2 >3%, dan H2O 14-36%. Persentase unsur bauksit akan menentukan langkah selanjutnya seperti perhitungan cadangan dan perancangan metode penambangan. Kandungan bauksit pada daerah penelitian adalah aluminium (Al2O3), besi (Fe2O3), silika (SiO2) dan titanium (TiO2).
Pembuatan Pupuk Organik Padat Dengan Cara Aerob Nurjannah; Afdatullah, Lukmanul; Abdullah, Dwi Nurhudaeni; Jaya, Fitra; Ifa, La
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.849

Abstract

Sabut kelapa merupakan salah satu limbah organik yang dapat diolah menjadi pupuk organic karena mengandung sumber hara makro yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh komposisi terbaik dari campuran limbah organik (sabut kelapa, kulit kopi dan kotoran ayam) terhadap pupuk padat yang sesuai SNI. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap. Tahap pertama dilakukan preparasi limbah organic (sabut kelapa, kulit kopi dan kotoran ayam) yaitu dengan memperkecil ukurannya. Tahap kedua dilakukan pengujian unsur C, N, P dan K dari campuran limbah organik dengan variasi bakteri EM-4 (100, 200 dan 300 mL). Tahap ketiga dilakukan pengujian dengan variasi campuran limbah organik dengan penambahan bakteri EM-4 terbaik. Tahap keempat dilakukan pengukuran pH dan temperatur tiap hari selama sebulan pada tahap kedua dan ketiga. Dari hasil penelitian didapatkan penambahan bakteri EM-4 terbaik yaitu 100 mL. Kandungan unsur karbon masing-masing sampel A, B, C, D dan E yaitu 17,559%, 13,611%, 13,182%, 12,970% dan 15,821%. Kandungan unsur nitrogen masing-masing yaitu 5,112%, 2,601%, 2,198%, 3,459% dan 4,409%. Kandungan unsur posfor masing-masing yaitu 4,279%, 2,227%, 2,648%, 3,068% dan 3,205%. Kandungan unsur kalium masing-masing yaitu 6,798%, 3,231%, 3,410%, 3,490% dan 5,257%. Dapat disimpulkan kandungan C, N, P dan K yang telah memenuhi SNI pupuk padat yaitu terdapat pada sampel A dengan campuran limbah organik sabut kelapa, kulit kopi, kotoran ayam dan bakteri EM-4.
Produksi Akrolein Dengan Proses Degradasi Menggunakan Gelombang Suara Lantara, Dirgahayu; Kalla, Ruslan; snawi, Izran A
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.850

Abstract

Degradasi gliserol menjadi produk akrolein, menjadi salah satu topik penelitian yang menarik untuk dibahas mengingat kebutuhan dan permintaan akrolein yang cukup tinggi di Indonesia. Gliserol adalah bahan kimia penting yang murah dan mudah didapatkan di Indonesia, sementara akrolein merupakan salah satu senyawa kimia yang dapat dihasilkan dari proses pengolahan gliserol. Indonesia saat ini masih tergantung dari Impor akrolein, pada tahun 2008 akrolein yang masuk ke Indonesia sekitar 6.500 ton (BPS). Kebutuhan akrolein pada tahun 2020 disinyalir akan mencapai 10.800 ton. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa akrolein masih dibutuhkan dalam jumlah yang besar. Berbagai macam proses yang selama ini digunakan untuk mendegradasi gliserol menjadi menjadi senyawa kimia yang lain masih dikategorikan sebagai proses yang membutuhkan waktu yang lama serta suhu dan tekanan yang tinggi, sehingga diperlukan metode alternatif guna mengantisipasi kekurangan dari berbagai macam proses tersebut (hidrogenolisis, hidrotermal dan lain-lain). Metode yang dimaksud adalah penggunaan gelombang suara atau yang lebih dikenal dengan nama metode sonifikasi. Proses sonifikasi dilakukan dengan viriabel suhu 30 – 60 oC, dengan waktu sonikasi 20 – 40 menit, dimana katalis yang digunakan adalah asam sulfat konsentrasi rendah (1%) dengan rasio massa gliserol : air adalah 1 bagian gliserol berbanding 8 bagian air. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah konversi tertinggi sebesar 48,98 % yang dihasilkan pada waktu reaksi 40 menit dengan suhu reaksi 60 oC. Pada kondisi tersebut juga dihasilkan yield akrolein tertinggi sebesar 11,45 %.
Analisis Kualitas Bio-Briket Dari Campuran Batubara Dan Sekam Padi Mandasini; Andi Pawennari; Darnengsih; Mustafiah
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 2 No. 1 (2017): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v2i1.852

Abstract

Bio-briket dari campuran batubara dengan sekam padi dengan menggunakan bahan perekat tepung kanji serta bahan imbuhan berupa kapur dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu menunjukkan bahwa kualitas bio-briket yang dihasilkan masih rendah yaitu emisi gas hasil pembakaran, daya rekat, kandungan abu masih tinggi dan sulit penyalaan pada awal pembakaran. Untuk mengatasi problem ini, maka perlu dilakukan dengan jalan mengoptimasi rasio campuran bahan perekat, kapur dengan batubara-sekam padi. Pada penelitian ini dipelajari beberapa variable pembriketan guna untuk peningkatan kualitas bio-briket yaitu rasio bahan perekat dan rasio bahan imbuhan berupa kapur, dan masing-masing variable tersbut ditentukan nilai optimum yang memberikan daya rekat maksimum dan emisi gas buang yang minimum pembuatan bio-briket yaitu batubara, sekam padi dan perekat dicampur secara merata kemudian dimasukkan pada sebuah alat pengempah (hidrolic press) yang dilengkapi dengan alat cetakan. Dari penelitian ini diperoleh variabel pembriketan yang optimum yaitu: rasio bahan perekat kanji/tapioka dan parafin masing-masing memberikan kekuatan daya rekat terbaik dengan beban tekan 1,59 kg/cm2 dan 1,16 kg/cm2 pada rasio campuran 3 : 20 dan 4 : 20, sedangkan pada pemberian bahan imbuhan (kapur) dengan menggunakan perekat kanji menunjukkan bahwa konsentrasi emisi gas buang masing-masimg SO2 173 ppm, NOx 84 ppm, CO 0,049 % serta nilai kalori 5332 kkal/kg pada rasio kapur 2 : 100, sedangkan emisi gas buang dan nilai kalor untuk perekat paraffin masing-masing SO2 91 ppm, 79 ppm, 39 ppm dan 6341 kkal/kg pada rasio kapur 2 : 100.
Pengaruh Temperatur Operasi Terhadap Penurunan Kadar Biuret Dalam Urea Prill dari Evaporator Tingkat II di PT. Pupuk Kaltim Mimin Septian; Dhasvianty Dhasvianty; Muhammad Miftakhul Z; Ratna wati
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v5i1.853

Abstract

Biuret merupakan hasil samping dalam sintesa pembentukan urea. Kandungan biuret yang tinggi dalam produk urea dapat menjadi racun bagi tanaman sehingga keberadaan biuret harus ditekan. Salah satu faktor terbentuknya biuret adalah temperatur yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan temperatur operasi optimum terhadap penurunan kadar biuret dalam urea prill. Analisa dilakukan terhadap enam variabel temperatur operasi 137 oC, 138 oC, 139oC, 140oC, 141oC, dan 142oC. Sampel dari Evaporator berupa produk urea prill diambil dari belt conveyor, kemudian dilakukan uji kandungan biuret menggunakan spektrofotometer dan kadar air urea prill dengan metode aquatitrator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur operasi optimum pada evaporator adalah 138oC, karena mampu menghasilkan kadar biuret yang rendah sebesar 0,798% dengan kadar air yang juga rendah sebesar 0,44%, dan tingkat efisiensi penggunaan steam sebesar 211,541 kg/jam.
Pengaruh Perbedaan Pelarut Asam Pada Ekstraksi Antosianin Bunga Dadap Merah (Erythrina Crista-Galli) Dengan Metode Microwave Assisted Extraction Astrilia Damayanti; Megawati; Nur Kholifah Chandra Mulyani; Eva Amalia Alvionita
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v5i1.856

Abstract

Penggunaan pewarna alami pada berbagai bidang teknologi sekarang ini dapat menggunakan tanaman karena dapat diperbaharui, bunga dadap merah menjadi salah satu sumber pigmen antosianin yang banyak ditemukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pelarut asam terbaik dalam proses ekstraksi ditinjau dari kadar totalantosianinnya. Proses ekstraksi dadap merah dilakukan dengan metode gelombang mikro menggunakan microwave. Daya microwave yang digunakan sebesar 600 W. Ekstraksi antosianin dilakukan dengan perbedaan pelarut yaitu etanol yang diasamkan menggunakan 4% asam sitrat, 4% asam tartarat dan 1% HCl. Rasio pelarut yang digunakan sebesar 1:25 dan waktu selama 3, 6, 9, 12 dan 15 menit. Kadar antosianin tertinggi yang diperoleh masing-masing pelarut dilakukan uji karakteristik intensitas warnanya. Hasil ekstraksi antosianin tertinggi menggunakan 4% asam sitrat diperoleh sebesar 3,673754647mg/L pada waktu 12 menit. Antosianin tertinggi menggunakan 4% asam tartarat diperoleh sebesar 8,098959108 mg/L pada waktu 3 menit. Antosianin tertinggi yang diperoleh menggunakan 1% HCl sebesar 28,52169517 mg/L pada waktu ekstraksi 12 menit. Intensitas warna antosianin tertinggi diperoleh pada pelarut etanol yang diasamkan menggunakan 1% HCl. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstraksi antosianin terbaik adalah ekstraksi menggunakan pelarut etanol yang diasamkan dengan 1% HCl.
Preparasi Katalis Dari Cangkang Telur Dengan Metode Impregnasi Untuk Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa A. Suryanto; Ardiansah. A; Zakir Sabara; Nurjannah Nurjannah; Andi Syarifuddin
Journal of Chemical Process Engineering Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Chemical Process Engineering
Publisher : Fakultas Teknologi Industri - Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jcpe.v5i1.857

Abstract

Komsumsi telur di indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun rata-rata hingga 3.57% yang tentunya akan menghasilkan limbah cangkang telur. Limbah cangkang telur selama ini hanya dianggap sebagai sampah dan belum banyak diolah, oleh karena itu perlu alternatif pengolahan limbah cangkang telur agar dapat dimanfaatkan kembali. salah satunya dengan cara dimanfaatkan sebagai katalis pembuatan biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karasteristik fisik katalis dari cangkang telur yang akan digunakan sebagai katalis. Metode yang digunakan adalah metode impregnasi dengan menggunanakan larutan KOH dan cangkang telur sebagai support. Hasil modifikasi katalis dengan metode impregnasi menghasilkan padatan kering berwarna abu-abu gelap dengan sedikit proses penggerusan menggunakan mortar.

Page 9 of 17 | Total Record : 161