cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
pietasjurnal@gmail.com
Phone
+6281266209657
Journal Mail Official
pietasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Kavling Pancur Pelabuhan Blok A No.189 Tanjung Piayu, Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau. 29400
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya
ISSN : -     EISSN : 30314836     DOI : https://doi.org/10.62282/pj.v1i2
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya (e-ISSN: 3031-4836) adalah jurnal peer-review yang didedikasikan untuk promosi dan diseminasi penelitian ilmiah tentang studi agama dan sosial budaya. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas dan bekerja sama dengan ASAI: Asosiasi Studi Agama Indonesia. PIETAS menerbitkan artikel secara online dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam setahun, yakni terbit di bulan Mei dan November. Proses review dalam jurnal ini menggunakan double-blind review, yang berarti identitas reviewer dan penulis disembunyikan dari reviewer, begitu pula sebaliknya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 39 Documents
Kurikulum Merdeka Belajar: Efektivitas dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Duha, Asni Darmayanti
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i1.67-81

Abstract

Berlakunya kurikulum merdeka belajar yang diterapkan di dalam proses belajar mengajar mengalami persoalan yang secara tidak langsung mempengaruhi keefektivitas pembelajaran pendidikan agama Kristen, yakni kurang siap sumber daya manusia, minimnya sarana prasarana, sangat kurang kegiatan bimbingan teknis untuk membekali para tenaga pendidik dan terjadinya ketimpangan penerapan di daerah pelosok, seperti siswa tidak memiliki kemampuan mengikuti alur penerapan kurikulum merdeka belajar. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan keefektivitas penerapan kurikulum merdeka belajar di dalam mata pelajaran pendidikan agama Kristen dan memberikan pengertian kepada tenaga pendidik agar penerapan kurikulum berdeka belajar dapat dimaksimalkan sesuai dengan kearifan lokal. Untuk menghasilkan suatu hasil penelitian, peneliti menggunakan metode penelitian pustaka. Dari hasil analisis tersebut, maka kurikulum merdeka belajar pada dasarnya dapat meningkatkan keefektivitas pembelajaran namun karena kurangnya sumber daya manusia dan sarana prasarana yang tidak memadai, maka kurikulum merdeka belajar menjadi tidak efektif dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen. Penerapan kurikulum berdeka belajar dalam mata pelajaran pendidikan agama Kristen pada saat ini masih kurang efektif mengingat belum siap secara maksimal sumber daya manusia (tenaga pendidik) dan sarana prasarana untuk mendukung penerapannya dalam kegiatan pembelajaran.
Meretas Kebekuan Hati: Kiprah Penyuluh Kristen di Balik Jeruji Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kupang Kurniawati Aseleo; Adriana I S Sole; Maya Katarina Manu
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i2.99-110

Abstract

Eksistensi Penyuluh Kristen dalam Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIA Kota Kupang sangat penting sebagai pemberi kesejukan bagi warga binaan. Rentannya gangguan dan masalah mental yang terjadi karena disebabkan perasaan bersalah dan terhakimi sehingga dibutuhkan kehadiran tokoh-tokoh yang mampu menyejukkan dan memberikan ketenangan batin, salah satunya dengan kehadiran Penyuluh Kristen bagi WBP yang menganut agama Kristen. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri sejauh mana kiprah Penyuluh Kristen dalam pelayanan terhadap WBP pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini diketahui sebanyak 5 (lima) kegiatan yang dilakukan Penyuluh Kristen yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang yaitu membangun kerjasama dengan Instansi terkait, melaksanakan program pastoral konseling, melaksanakan program pemahaman Alkitab, melaksanakan kegiatan ibadah mingguan dan melaksanakan pemutaran film dan game. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa peran Penyuluh Kristen sebagai pembina rohani telah melaksanakan fungsi sebagai Penyuluh Kristen. Namun, terdapat juga hambatan dalam pelaksanaan tugas tersebut, hambatan tersebut antara lain keterbatasan kewenangan, kurangnya ketegasan petugas LAPAS dan kurangnya kesadaran warga binaan.
Studi Tingkat Pemahaman Anggota Persekutuan Doa Alfa Omega Kota Kupang tentang Konsep Gereja dan Misi Jeni Isak Lele; Daud Alfons Pandie; Herlin Sunni; Lidia Nubatonis
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i2.111-121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tingkat pemahaman anggota Persekutuan Doa Alfa Omega Kota Kupang terhadap konsep gereja dan misi. Di mana banyak jemaat yang kurang memahami konsep gereja dan misi akibat rutinitas mengakses dunia digital. Persekutuan doa sering dianggap terpisah dari gereja, menyebabkan ketidakharmonisan dalam pelayanan misi gereja. Metode survei digunakan dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemahaman anggota mencapai 84,4 persen menandakan pemahaman yang baik tentang konsep gereja dan misi. Para peneliti disarankan untuk menggunakan metode yang sama dalam penelitian mereka untuk tema yang berbeda guna mengukur tingkat pemahaman anggota jemaat tentang topik tertentu yang dapat mendorong mereka dalam pelayanan Tuhan.
Eskatologi dalam Agama Tradisional Parmalim: Implikasi bagi Keilmuan Alkitab dan Teologi di Sumatera Utara Gultom, Mangarimbun; Meliusu Gea; Otniel Harefa
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i2.122-136

Abstract

Kepercayaan Parmalim pertama kali dikembangkan oleh kelompok Batak di Indonesia, sebagian besar di Sumatera Utara. Parmalim adalah agama budaya dengan kepercayaan dan ritual yang khas. Eskatologi memainkan peran penting dalam perspektif kehidupan dan kematian dalam agama tradisional Parmalim suku Batak di Indonesia. Pertanyaan utama penelitian adalah bagaimana gagasan eskatologi dalam kepercayaan Parmalim bersinggungan dengan nilai-nilai dan perspektif kontemporer. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi eskatologi dalam agama tradisional Parmalim dan menganalisis implikasinya bagi keilmuan Alkitab dan teologi di Sumatera Utara. Pendekatan penelitian ini adalah metode kualitatif dimana peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan dan analisis data. Keterlibatan peneliti secara langsung dalam proses pengumpulan data memungkinkan pengembangan pemahaman yang mendalam. Hasil studi ini mengungkapkan kompleksitas dan kekhasan eskatologi dalam agama Parmalim, yang mencakup konsep tentang kematian, kehidupan setelah kematian, dan kehidupan sehari-hari yang tercermin dalam ritual dan praktik keagamaan. Implikasi dari temuan ini memperkaya pemahaman tentang pluralitas agama di Sumatera Utara dan menawarkan kontribusi yang berharga bagi keilmuan Alkitab dan teologi dalam konteks multikultural.
Intermediate State: Mengungkap Rahasia Alam Baka Antara Surga dan Neraka Nehe, Evarisman; Simbolon, Imelda Marcos; Harefa, Otniel Otieli
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i2.137-154

Abstract

Posisi jiwa manusia setelah kematian yang disebut intermediate state bukan saja terbesik sebagai pertanyaan bahkan tengah menjadi polemik dalam konteks eskatology di kalangan teolog dan gereja secara interdenominasi, diantaranya purgatory, persoalan sheol dan hades, dan sebagainya. Berbeda konsep yang tampak pada prinsip yang dinyatakan Yesus bahwa “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus, demikian kesaksian” Lukas 22:43. Oleh karenannya masalah yang dirumuskan adalah pertama bagaimana konsep Alkitab mengungkap konsep intermediate state? Kemudian Bagaimana gereja masa kini memaknai, menyikapi konsep intermediate state? Dan tujuan penelitian khusus berhaluan pada konsep firman yang komprehensif dan memaknainya untuk menjawab pro dan kontra bahkan multi tafsir yang selama ini terjadi, secara khusus dalam konteks eskatology. Penulis melakukan penelitian pustaka menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Selain itu, penulis melakukan penelitian terhadap berbagai sumber literatur, termasuk buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan eskatologi secara khusus bahasan intermedate state dan semua aspek dogmatikkannya. Hasil kajian penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang akurat tentang Intermediate State menolak konsep tradisional seperti purgatori dan pandangan sheol serta hades sebagai tempat netral atau sementara bagi jiwa, sebab sejatinya manusia setelah mati secara fisik jiwa yang selamat langsung masuk ke surga (firdaus) sambil menunggu hari penghakiman terakhir secara umum dipersatukan oleh Allah dengan tubuh kebangkitannya dan kemudian berlangsungnya kehidupan kekal memuji Allah selamanya di surga, sebaliknya demikian juga dengan jiwa yang tidak selamat langsung masuk neraka menunggu dipersatukan tubuh kebangkitan dan menanggung hukuman kekal selama-lamanya.
Memahami Potensi Manusia yang Diciptakan Allah Segambar dan Serupa Dengan-Nya dalam Mengelola Bumi di Era Modern sebagai Upaya Mengurangi Angka Pengangguran Jhoni
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i2.155-169

Abstract

Allah menciptakan manusia sebagai gambar dan rupa Allah sendiri. Manusia yang diciptakan oleh Allah diberikan potensi dan mengembangkannya dalam mengusahakan, mengelola bumi sebagaimana manusia dijadikan oleh sebagai wakil-Nya. Namun, pada kenyataannya banyak dari populasi manusia yang saat ini belum memahami potensi yang ada pada dirinya. Hal ini tergambarkan dari betapa banyaknya pengangguran yang terjadi baik di Indonesia maupun di luar negeri. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian bagaimana potensi yang Allah berikan kepada manusia tidak hanya diterima dan terhenti saat manusia berada di Taman Eden, namun sampai di era modern saat ini potensi tersebut terus dikembangkan oleh manusia dan menciptakan peradaban baru bagi kehidupan manusia dan terus menerus dikembangkan serta melalui pemahaman yang baik akan potensi yang dimiliki dan didukung dengan teknologi mampu mengurangi angka pengangguran. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menjangkau berbagai sumber referensi kepustakaan sebagai sumber yang mendukung penelitian dan didukung dengan eksegesa kata pada ayat pembahasan tertentu. Peneliti menemukan bahwa manusia mampu menciptakan hal-hal baru, mampu memberikan kebaruan yang ada dan mampu mengembangkan apa yang sudah ada dengan potensi yang dimiliki oleh manusia sebagai gambar dan rupa Allah yang multitalen.
Kontribusi Orang Tua dalam Mengimplementasikan Nilai-Nilai Kristiani dalam Keluarga di Jemaat Moria Nitus Klasis Kuanfau Kecamatan Kuanfatu Kabupaten Timor Tengah Selatan Nofriana Baun; Maya Djawa; Dwi Kristinningati; Owendi Lili Afi
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v1i2.170-178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi orang tua dalam mengimplementasikan nilai-nilai kristiani dalam keluarga di jemaat Moria Nitus klasis Kuanfatu kecamatan kuanfatu kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan teknis analisis data. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontribusi orang tua dalam menerapkan nilai-nilai kristiani dalam keluarga di jemaat moria nitus sudah dilakukan oleh orang tua, namun tidak dilakukan secara terus menerus karena orang tua lebih menghabiskan waktu di kebun dan anak lebih menghabiskan waktu untuk bermain serta kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya nilai-nilai kristiani dalam keluarga dan akan berpengaruh bagi pertumbuhan kerohanian anak. Untuk itu orang tua harus lebih meluangkan waktu bersama anak agar orang tua dapat berkontribusi dalam mengimplementasikan nilai-nilai kristian dalam keluarga pada anak.
Dari Galilea ke Google: Perumpamaan Pukat sebagai Paradigma Misi Digital Berdasarkan Matius 13:47-50 Jhoni; Wimprit Prayogi; Andrean Hangga Pratama; Mikael
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember (Article in Progress)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.15-36

Abstract

Perkembangan teknologi digital secara signifikan telah merombak pola gereja dalam melaksanakan tugas misi, dari metode konvensional menuju interaksi di dunia maya yang tak terbatas dan kompleks. Tulisan ini mengkaji bagaimana perumpamaan pukat dalam Matius 13:47–50 dapat dijadikan sebagai model konseptual untuk pelayanan misi digital masa kini. Dengan memakai pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini menggabungkan metode penafsiran kontekstual serta studi praktik misi guna menggali pesan teologis dari ajaran Yesus dan menerapkannya dalam situasi digital saat ini. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa unsur-unsur dalam perumpamaan seperti laut, pukat, ikan, dan proses pemisahan bisa ditafsirkan ulang dalam konteks era digital: laut melambangkan dunia maya, pukat merepresentasikan strategi konten digital, ikan melukiskan keberagaman pengguna internet, dan proses pemisahan menggambarkan penyaringan spiritual dalam menghadapi arus informasi. Artikel ini menekankan bahwa pelayanan digital harus berlandaskan nilai-nilai kekristenan, menggunakan pendekatan yang kontekstual, kreatif, dan etis tanpa kehilangan pesan Injil yang sejati. Dengan demikian, perumpamaan pukat menjadi dasar biblika yang kuat untuk membentuk pelayanan digital yang bermakna dan membangun.
Multitafsir Eskatologis dalam Era Postmodern: Tantangan terhadap Integritas Doktrin Gereja Kontemporer Sitinjak, Johan Natanael; Otieli Harefa
Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): Desember (Article in Progress)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/pj.v3i1.37-50

Abstract

Era postmodern membawa perubahan besar terhadap cara manusia memahami kebenaran, termasuk dalam teologi Kristen. Pandangan postmodern yang menolak klaim kebenaran absolut mendorong munculnya multitafsir terhadap ajaran eskatologis gereja. Kondisi ini menghadirkan dinamika baru bagi gereja kontemporer, baik sebagai peluang untuk memperkaya refleksi iman maupun sebagai tantangan terhadap integritas doktrin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh multitafsir eskatologis di era postmodern terhadap integritas doktrin gereja serta menawarkan pendekatan teologis yang relevan bagi konteks masa kini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis teologis dan hermeneutika kontekstual terhadap literatur teologi sistematika dan filsafat postmodern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multitafsir eskatologis dapat memperluas pemahaman iman dan membuka ruang dialog teologis, namun juga berpotensi melemahkan otoritas Alkitab jika tidak berakar pada kerangka hermeneutik yang berpusat pada Kristus. Gereja perlu meneguhkan kembali dasar teologinya agar tetap kontekstual tanpa kehilangan kemurnian doktrin. Dengan demikian, pluralitas tafsir eskatologis dapat menjadi sarana pembaruan iman yang tetap berpijak pada kebenaran Alkitab.

Page 4 of 4 | Total Record : 39