cover
Contact Name
Gusti muhammad Hidayatullah
Contact Email
stiappm@gmail.com
Phone
+6282251444434
Journal Mail Official
stiapppm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bihman Villa No.123, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : -     EISSN : 26858541     DOI : https://doi.org/10.36658/aliidarabalad
Core Subject : Social,
Governance, Leadership, Public organizations, Public policy, Public service, Management, Law ethics, Bureaucratic administration and government. Human resources.
Articles 220 Documents
EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) PADA DESA PURI KECAMATAN RAREN BATUAH KABUPATEN BARITO TIMUR Maulana, Erwin; Oktavianty, Puteri Anggarini
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas program keluarga harapan (pkh) pada desa puri kecamatan raren batuah kabupaten barito timur kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) Pada Desa Puri Kecamatan Raren Batuah Kabupaten Barito Timur belum efektif, dapat dilihat dari indikator-indikator : Keberhasilan program, Keberhasilan sasaran, Kepuasan terhadap program, Tingkat input dan output, Pencapaian tujuan menyeluruh. Sedangkan kendala yang dihadapi yaitu : Data Belum Diperbaharui, Tingkat Sasaran Belum Terpenuhi
KINERJA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DALAM MENGATASI ANAK PUTUS SEKOLAH DI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Afriaji, Muhammad; Rahmayanti, Anita
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.57

Abstract

UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa: “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Hal tersebut menunjukkan seluruh warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkecuali, sehingga pemerintah harus mampu mengelola dan menyelenggarakan pendidikan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja Dinas Pendidikan dan dan Kebudayaan dalam mengatasi anak putus sekolah di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara serta faktor-faktor yang menghambat kinerja tersebut dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian dilaksanakan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kecamatan Amuntai Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik deskriptif. Data menggunakan data primer dan data sekunder. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Menganalisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Model kinerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kinerja menurut Agus Dwiyanto yang terdiri dari produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengatasi anak putus sekolah di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup optimal, hal ini dapat dilihat dari adanya adanya pengelolaan dana BOS dan penyelenggaraan Program Indonesia Pintar (PIP) disetiap sekolah sebagai upaya dalam mencegah anak putus sekolah, selain itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) agar dapat menyelenggarakan Pendidikan untuk anak yang sudah terlanjur putus sekolah. Faktor yang menjadi penghambat kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diantaranya kurangnya tenaga kerja yang mumpuni dalam mengatasi dan mencegah anak putus sekolah, ditambah penyelenggaraan program pencegahan anak putus sekolah yang belum tepat sasaran.
PENGARUH KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN JUAI KABUPATEN BALANGAN Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 3 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.3.257

Abstract

Permasalahan yang terjadi dalam kaitannya dengan pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan adala Pengaruh Kinerja Aparatur Sipil Negara Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan adalah Kepastian waktu penyelesaian pelayanan yang kurang baik, Keandalan Aparatur Sipil Negara belum sesuai dengan tugas dan fungsinya, Masih banyaknya masyarakat tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Kinerja Aparatur Sipil Negara Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan dan besar pengaruhnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data angket, observasi, wawancara dan dokumentasi, dan menggunakan teknik sampling insidental untuk penentuan sampel yang berjumlah 61 responden, metode analisis data meliputi Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik dan Uji Hipotesis yang kemudian dibantu dengan aplikasi pengolah data statistik yakni IBM SPSS 26.0 Statistik For Windows. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Thitung sebesar 6,136 > Ttabel 2,001 maka Ha diterima (menolak H0) sehingga dapat disimpulkan bahwa variable Kinerja Pegawai (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kualitas Pelayanan (Y). Besar pengaruh kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan ditunjukkan dari nilai R2 (R Square) atau koefisien determinasi sebesar 0,390 atau 39%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel kinerja pegawai terhadap variable kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan sebesar 39% sedangkan sisanya sebesar 61% dipengaruhi dan dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, saran yang dapat digaliadalah Camat Juai Kabupaten Balangan hendaknya lebih aktif dalam memberikan pengawasan kerja seperti tugas kantor dalam hal pelayanan agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan mencapai kualitas pelayanan yang terbaik. Pegawai hendaknya meningkatkan disiplin kerja khususnya dalam hal penyelesaian pelayanan agar tidak tertunda-tunda dan cepat terselesaikan. Peneliti Selanjutnya menambahkan variabel selain kinerja pegawai yang diduga mempengaruhi kualitas pelayanan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM WAJIB BELAJAR 9 TAHUN KECAMATAN SUNGAI PANDAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Arsyad, M.
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 3 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.3.258

Abstract

Program Wajib Belajar 9 Tahun adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh Warga Negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan tujuan agar layanan pendidikan dasar berjalan dengan baik, meningkatkan prestasi siswa secara bertahap. Partisipasi Masayarakat Dalam Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki permasalahan seperti rendahnya minat atau kemauan anak untuk sekolah, kurangnya kemampuan masyarakat untuk dapat menyelesaikan pendidikan sampai akhir, kurangnya kemampuan dalam mendorong diri sendiri untuk melawan rasa malas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi/pengamatan, studi kepustakaan dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui informan dengan cara snowball sampling yang berjumlah 13 orang. Setelah data terkumpul dianalisis dengan teknik pengumpulan data mentah, transkrip data, membuat koding, kategorisasi data, penyimpulan sementara, triangulasi, penyimpulan akhir. Untuk pengujian kredibilitas data menggunakan teknik triangulasi dan mengadakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara kurang baik hal tersebut dilihat dari Pertama, aspek kesempatan untuk berpartisipasi dalam hal ini sudah baik akan tetapi masih terdapat masyarakat yang kurang mengetahui mengenai program wajib belajar 9 tahun. Kedua, kemauan untuk berpartisipasi bahwa tidak semua masyarakat dikatakan baik dan mau untuk berpartisipasi. Ketiga, kemampuan untuk berpartisipasi bahwa tidak semua masyarakat dikatakan baik dan mampu untuk berpartisipasi. Adapun faktor yang mempengaruhi terbagi dua yaitu faktor pendukung terdiri dari dorongan dan motivasi dari orang tua dan sosialisasi langsung mengenai program. Sedangkan, faktor penghambatnya yaitu rasa malas, tingkat ekonomi, tidak adanya kemauan. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara disarankan kepada Pemerintah Pusat agar dapat memperhatikan penyaluran bantuan beasiswa apakah sudah tepat sasaran atas belum. Serta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar lebih melakukan pendekatan kepada anak-anak dengan sosialisasi atau penyebaran brosur mengenai pencegahan anak putus sekolah. Orang tua diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap anak-anaknya dan anak-anak diharapkan dapat terus belajar, selalu memotivasi diri, menjaga lingkungan petemanan dan tidak mudah putus asa.
EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA CANGKERING KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 3 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.3.259

Abstract

Efektivitas merupakan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun fenomena masalahnya yaitu penerima program bantuan langsung tunai belum tepat sasaran, masyarakat tidak memahami tentang program BLT, pelaksanaan program BLT belum tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program BLT-DD, dan faktor-faktor yang mempengaruhi Efektivitas Program BLT-DD di Desa Cangkering Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan informan secara purposive sampling berjumlah 13 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis meliputi teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya yaitu efektivitas program BLT belum efektif. Indikator yang belum efektif yaitu pengetahuan masyarakat terhadap program, sumber informasi tentang program, ketepatan penerima manfaat, kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat, kesesuaian waktu pelaksanaan dengan rencana yang ditetapkan, perubahan kondisi sosial masyarakat, dan perubahan kondisi ekonomi masyarakat. Sedangkan yang sudah efektif yaitu kesesuaian program dengan harapan masyarakat, keberlanjutan program, kecapaian tujuan, dan kebermanfaatan program. Adapun faktor yang mempengaruhinya yaitu, pengetahuan masyarakat terhadap program kurang, sumber informasi yang diberikan kurang, penentuan penerima BLT belum tepat sasaran, tidak sesuainya program BLT dengan kebutuhan, waktu pembagian dana BLT tidak jelas, perubahan kondisi sosial masyarakat tidak signifikan, dan perubahan kondisi ekonomi masyarakat tidak signifikan Untuk mengoptimalkan efektivitas program diharapkan kepada pemerintah desa agar mensosialisasikan program BLT, Kemudian waktu pelaksanaan disesuaikan. Kepada penerima BLT diharapkan lebih memahami mekanisme, manfaat, tujuan dari BLT. dan yang tidak menerima BLT agar menanyakan langsung kepada aparat supaya tidak ada kesalahpahaman
IMPLEMENTASI PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA PUSKESMAS RAWAT INAP ALABIO KECAMATAN SUNGAI PANDAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Barkatullah , Barkatullah
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 3 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.3.260

Abstract

Fenomena masalah yaitu kurangnya kesadaran, kurangnya sosialisasi/penyuluhan, faktor tradisi serta kurangnya motivasi. Tujuannya mengetahui implementasi program imunisasi dasar lengkap pada puskesmas rawat inap Alabio kecamatan Sungai Pandan kabupaten Hulu Sungai Utara, beserta faktor dan upayanya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 10 orang. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Implementasi program imunisasi dasar lengkap pada puskesmas rawat inap Alabio belum terimplementasi dengan baik. Pertama ukuran kebijakan masih belum mencapai target dan tujuan dari kebijakan ini sudah ada dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017. Kedua, sumber daya terdiri dari sumber daya manusia yang terkendala kurang sosialiasi, sarana dan prasarana ada yang rusak, anggaran dan ketersediaan vaksin sudah mencukupi. Ketiga, karakteristik agen pelaksana terdiri dari organisasi formal yang berperan yaitu pihak Puskesmas Rawat Inap Sungai Pandan, Dinas Kesehatan dan Pemerintah Desa serta organisasi informal yang tidak berperan. Keempat, sikap/kecenderungan para pelaksana terdiri dari sikap penerimaan terhadap kebijakan sangat baik dan tidak terjadi penolakan, Kelima, komunikasi dan koordinasi antar instansi terkendala oleh kurangnya sosialisasi. Keenam, lingkungan ekonomi, sosial dan politik yang terdiri dari lingkungan ekonomi, lingkungan sosial dan lingkungan politik yang cukup berperan. Faktor yang mempengaruhi terdiri dari faktor Pendukung yaitu keahlian para pelaksana, kerjasama organisasi, sikap penerimaan terhadap kebijakan dan lingkungan politik, sedangkan faktor penghambat terdiri dari kurangnya kesadaran/pengetahuan dari orang tua, kurangnya sosialisasi/penyuluhan, faktor tradisi serta kurangnya motivasi dari keluarga. Upaya dengan cara peningkatan kesadaran dan edukasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran ornag tua bayi dan balita, meningkatkan pelayanan kesehatan dalam imunisasi dasar lengkap, memonitoring secara berkala kepada anak bayi dan balita yang masih dalam masa imunisasi. Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas Rawat Inap Alabio dengan meningkatan kesadaran para orang tua, memberikan bantuan kepada orang tua dengan lebih meningkatkan sosialisasi. Selanjutnya kepada orang tua diharapkan ikut mensukseskan program imunisasi dasar lengkap dengan cara memberikan imunisasi dasar lengkap kepada anak mereka.
EFEKTIVITAS SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) PILAR PERTAMA DAN KEDUA DI DESA TAMBAK SARI PANJI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Hasbiyah, Saidah
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 3 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.3.261

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higieni dan sanitasi melalui pemerdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Pada Desa Tambak Sari Panji Kecamatan Haur Gading sudah menerapkan STBM pilar pertama dan pilar kedua namun dalam penerapannya masih terdapat permasalahan seperti masih banyak masyarakat yang menggunakan jamban terapung terutama di RT 1 yang paling banyak menggunakan jamban terapung, kurangnya pengetahuan masyarakat dengan tempat buang air besar yang layak dan sehat, tempat cuci tangan yang kurang memadai atau cepat rusak, membuat masyarakat sulit untuk bisa mencuci tangan dengan baik dan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektif atau tidaknya program STBM pada Desa Tambak Sari Panji serta faktor yang mempengaruhi program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang diambil melalui penarikan Purposive Sampling berjumlah 13 orang, teknik analisis data adalah proses mencatat, mengumpulkan, memilah-milah, mengklarifikasi, menyitesiskan, membuat ikhtisar, dan membuat indeks dan berfikir. Uji Kredibilitas data yaitu perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, trianggulasi, analisis kasus negatif dan membercheck. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Efektivitas Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama dan Kedua di Desa Tambak Sari Panji Kabupaten Hulu Sungai Utara belum efektif dilihat dari indikator yang belum efektif yaitu Tingkat Pencapaian, Sarana dan Prasarana, Kemampuan, Pelaksanaan Program, Evaluasi Pengawasan dan Komitmen. Dan Indikator yang efektif yaitu Perencanaan Program, Tujuan Program dan Ketetapan sasaran. Faktor yang mempengaruhi Efektivitas Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama dan Kedua di Desa Tambak Sari Panji Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara yaitu, Rendahnya pemamhaman masyarakat, faktor kebiasaan masyarakat yang sulit di ubah, rendahnya sanksi pemerintah terkait larangan jamban terapung, kurangnya sumber dana, adanya musyawarah desa. Untuk meningkatkan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar Pertama dan Kedua di Desa Tambak Sari diharapkan kepada Kepala Desa dan Pemerintah Desa bisa lebih tegas dengan adanya larangan penggunaan jamban terapung, serta bisa memberikan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan sungai, selain itu hendaknya kepala desa bisa meminta tambahan dana agar dapat membangunkan jamban pribadi serta hendaknya ada pemberian sabun cuci tangan kepada masyarakat pertiap bulan.
EFEKTIVITAS PROGRAM KAMPUNG KB DI DESA PAKAN DALAM KECAMATAN DAHA UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 3 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.3.262

Abstract

Program Kampung KB merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar bisa membentuk keluarga sejahtera. Efektivitas Program kampung KB di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan dilihat dari kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan MKJP, kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih rendah, dan masih ada bayi lahir stunting akibat kekurangan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program kampung KB di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta faktor-faktor yang mempengaruhi Efektivitas Program Kampung Dalam Membentuk Keluarga Sejahtera di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 13 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Program kampung KB di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan belum efektif. Dapat dilihat pada indikator perencanaan, pengawasan, Langkah program, Realisasi, pelaksanaan kegiatan, kepuasan terhadap program, standar operasional prosedur, tujuan program dan dampak positif. Adapun indikator yang masih belum efektif yaitu pelaksanaan, pencapaian target program, dan pencapaian tujuan. Faktor yang mempengaruhi Efektivitas Program Kampung KB di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan diantaranya faktor pendukung yaitu adanya petugas lini lapangan, adanya tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan adanya sosialisasi kepada masyarakat mengenai program KB, sedangkan faktor penghambatnya yaitu pendapatan perkapita masih rendah, penggunaan MKJP masih rendah, dan masih ada angka stunting. Untuk meningkatkan Efektivitas Program kampung KB di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan, disarankan kepada Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Hulu Sungai Selatan hendaknya mengkoordinasikan kembali dengan Kepala Desa dan Petugas Lini Lapangan KB tentang jadwal kegiatan dan sosialisasi, serta program-program Kampung KB yang masih belum berjalan. Kepada Kepala Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara diharapkan untuk terus melaksanakan program dan kegiatan yang menjadi dasar Kampung KB sebagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Desa Pakan Dalam. Kepada masyarakat Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara diharapkan untuk selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan program Kampung KB yang ada di Desa Pakan Dalam
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR CAMAT AMUNTAI SELATAN Berkatillah, Akhmad
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 3 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.3.264

Abstract

Motivasi kerja yang baik dapat mempengaruhi hasil dan kualitas pelayanan yang baik, begitupun sebaliknya jika motivasi kerja tidak baik maka hasil kerja terhadap proses pelayanan publik juga kurang baik. Permasalahan yang terjadi terkait Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Amuntai Selatan adalah dalam motivasi kerja terdapat kendala dalam perubahan aturan yakni SK. Perencanaan awal yang sudah matang tiba – tiba berubah. Berkurangnya para pegawai karena pindah atau sudah pensiun. Sedangkan, masalah Pelayanan perlunya alur penyesuaian antara petugas dan penerima pelayan. Tetapi dalam pelayanan tidak terlalu banyak yang ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Amuntai Selatan dan seberapa besar Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Amuntai Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yakni dengan angket, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah populasi yang berjumlah 104 orang dan sampel pengunjung Kantor Camat Amuntai Selatan yakni berjumlah 51 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dan juga memakai rumus slovin. Perhitungan regresi sederhana yakni untuk mendapatkan hasil yang signifikan antara dua variable yang berhubungan yaitu Motivasi Kerja dan Pelayanan Publik. Kemudian, peneliti melakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh motivasi kerja (X) terhadap pelayanan publik (Y). Perhitungan koefisien sederhana didapat persamaan regresinya adalah Y = 4,001 + 3,109 X . Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh antara variable X dan Y. Sedangkan hasil perhitungan Uji T yaitu t hitung sebesar 4,001 dibandingkan dengan t tabel (df=N-2) untuk yaitu 0,275 dengan taraf signifikan 5 %, ini artinya t hitung > t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Nilai korelasinya adalah 0,496 sehingga koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,246 atau 24,6%. Camat Amuntai Selatan akan mempertahankan kualitas pelayanan, tegas dalam menegur dan memberikan sanksi apabila ada pegawai yang melakukan pelanggaran. Serta halnya sarana prasarana teruslah lebih memperhatikan agar bisa menunjang proses pelayanan dengan baik sehingga masyarakat merasa puas akan kerja pegawai. Untuk meningkatkan Motivasi Kerja Pegawai di Kantor Camat Amuntai Selatan para pegawai harus mengedepankan Pelayanan Publik agar lebih efektif dan efesien dalam melakukan pekerjaan.
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN (PATEN) PADA KANTOR KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 1 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.1.265

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan suatu keadaan yang berhubungan dengan kemampuan memenuhi keinginan pelanggan sehingga terjadi kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang terjadi. Berdasarkan observasi awal penulis terdapat beberapa permasalahan mengenai kualitas Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan yaitu kurangnya jumlah pegawai, sarana pelayanan PATEN yang masih belum memadai, dan ketidaktepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas PATEN, faktor yang mempengaruhi dan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas PATEN di Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data secara purposive (bertujuan) berjumlah 13 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kualitas PATEN di Kecamatan Paminggir sudah berkualitas cukup baik, hal ini ditunjukan dari 25 indikator yang diukur dari dimensi kualitas pelayanan terdapat 18 indikator yang menyatakan berkualitas yaitu penampilan petugas dalam melayani pelanggan, kemudahan dalam proses pelayanan, kedisiplinan petugas dalam melakukan pelayanan, kemudahan akses pelanggan dalam memohon pelayanan, kecermatan petugas dalam memberikan pelayanan, memiliki standar pelayanan yang jelas, kemampuan petugas menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan, merespon setiap pelanggan yang ingin mendapat pelayanan, petugas tepat dalam memberikan pelayanan, petugas cermat dalam memberikan pelayanan, semua keluhan pengguna layanan direspon oleh petugas, petugas memberikan jaminan biaya dalam pelayanan, petugas memberikan jaminan legalitas dalam pelayanan, petugas memberikan kepastian biaya dalam pelayanan, petugas melayani dengan sikap ramah, petugas melayani dengan sikap sopan santun, petugas memberikan pelayanan tidak diskriminatif, dan petugas melayani dan menghargai setiap pelanggan. 7 indikator yang menyatakan tidak berkualitas, yaitu kenyamanan tempat melakukan pelayanan, penggunaan alat bantu dalam pelayanan, keahlian petugas dalam menggunakan alat bantu dalam proses pelayanan, petugas cepat dalam memberikan pelayanan, petugas tepat waktu dalam memberikan pelayanan, petugas memberikan jaminan tepat waktu dalam pelayanan, dan petugas mendahulukan kepentingan pelanggan. Faktor yang mempengaruhi ada faktor penghambatnya yaitu kurangnya sarana pada kenyamanan tempat dan alat bantu pelayanan, kurangnya jumlah petugas PATEN, ketidaktepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan, belum meratanya tingkat pendidikan petugas, petugas lambat dalam memberikan pelayanan, dan petugas belum mendahulukan kepentingan pengguna layanan. Faktor pendukungnya yaitu petugas memberikan kemudahan pada proses pelayanan, petugas mampu dalam menggunakan alat bantu proses pelayanan, standar pelayanan yang jelas, petugas cermat dan tepat dalam memberikan pelayanan, petugas memberikan pelayanan dengan sikap ramah dan sopan santun, dan petugas melayani dengan tidak diskriminatif. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengajukan penambahan pegawai dan pengaanggaran sarana prasarana yang diperlukan, membuat laporan realisasi dan progrees report PATEN. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan maka disarankan kepada Camat Paminggir agar mengurangi kegiatan diluar kantor kalau memang tidak ada tugas yang bersifat kedinasan, kepada Sekretaris Desa agar perlu meningkatkan kualitas pegawai yaitu dengan mengikutkan pelatihan-pelatihan dan kepada pegawai PATEN agar lebih optimal lagi memberikan pelayanan.

Page 6 of 22 | Total Record : 220