cover
Contact Name
Gusti muhammad Hidayatullah
Contact Email
stiappm@gmail.com
Phone
+6282251444434
Journal Mail Official
stiapppm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bihman Villa No.123, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : -     EISSN : 26858541     DOI : https://doi.org/10.36658/aliidarabalad
Core Subject : Social,
Governance, Leadership, Public organizations, Public policy, Public service, Management, Law ethics, Bureaucratic administration and government. Human resources.
Articles 220 Documents
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA KANTOR KECAMATAN JUAI KABUPATEN BALANGAN Barkatullah , Barkatullah
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 1 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.1.266

Abstract

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat Pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan meliputi kepastian waktu penyelesaian pelayanan yang kurang baik, keahlian atau kemampuan Pegawai belum sesuai dengan tugas dan fungsinya dan masih banyaknya masyarakat tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan dan besar pengaruhnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data angket, observasi dan dokumentasi, dan menggunakan teknik sampling insidental untuk penentuan sampel, metode analisis data meliputi kegiatan Membuat hipotesis dalam bentuk kalimat, menentukan taraf signifikan, pengujian hipotesis, Uji Serempak (F), Uji Determinasi dan uji regresi yang kemudian dibantu dengan aplikasi pengolah data statistik yakni IBM SPSS 26.0 Statistik For Windows. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin kerja terhadap Kepuasan Masyarakat pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan. Hal ini dibuktikan dengan hasil Fhitung = 37,652, nilai Thitung akan dibandingkan dengan TTabel. Nilai FTabel dengan dfreg= 1 dan dfres = 59 adalah 4,00 pada taraf 5%, selanjutnya Nilai koefisien regresi untuk variabel Kualitas Pelayanan adalah 0.492 dan signifikan 0,000 < 0,05, ini berarti bahwa variabel Kualitas Pelayanan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kepuasan Masyarakat. Besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan ditunjukkan dari nilai R2 (R Square) atau koefisien determinasi sebesar 0,390 atau 39%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel Kualitas Pelayanan terhadap variable Kepuasan Masyarakat pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan sebesar 39% sedangkan sisanya sebesar 61% dipengaruhi dan dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, saran yang dapat digali adalah sebagai berikut Camat Juai Kabupaten Balangan hendaknya lebih aktif dalam memberikan pengawasan kerja, Pegawai hendaknya meningkatkan disiplin kerja dan Peneliti Selanjutnya menambahkan variabel selain Kualitas Pelayanan yang diduga mempengaruhi Kepuasan Masyarakat.
KUALITAS PELAYANAN POLI UMUM PADA PUSKESMAS LAMPIHONG KABUPATEN BALANGAN Gunade, Djayeng Turano
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 1 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.1.267

Abstract

Kualitas pelayanan poli umum pada Puskesmas Lampihong Kabupaten Balangan penting untuk dilakukan, karena untuk mengetahui bagaimanakah kualitas pelayanan poli umum pada Puskesmas Lampihong Kabupaten Balangan. Dari observasi penelitian ditemukan beberapa permasalahan dalam pelayanan khususnya pada pelayanan poli umum seperti standar operasional prosedur (SOP) yang tidak ditempel pada papan informasi, waktu pelayanan yang lamban, faktor sarana dan prasarana, keadilan dalam pelayanan dan kenyamanan dan keamanan dalam pelayanan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sampel secara Purposive sampling berjumlah 9 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian dara, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Data kemudian dilakukan uji kredibilitas data utuk menilai kebenaran dari temuan penelitian kualitatif Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan poli umum pada Puskesmas Lampihong Kabupaten Balangan dilihat dari variabel tangibles (bukti terukur) yang terdiri dari tampilan personalia dan komunikasi, reliability (keandalan) yang terdiri dari kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan pelayanan yang memuaskan, responsiveness (daya tanggap) yang terdiri dari keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan layanan dengan tanggap, assurance (jaminan) yang terdiri dari pengetahuan, kompetensi dan kesopanan, dan empathy (empati) yang terdiri dari komunikasi yang baik dan perhatian pribadi sudah terlaksana dengan baik. Sementara pada variabel tangibles (bukti terukur) khususnya pada fasilitas masih belum baik, dimana respon tangapan narasumber mengarah ke hal negatif Kepada Kepala Puskesmas Lampihong Kabupaten Balangan dapat sesegera mungkin mengajukan proposal kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan untuk mengajukan permintaan rehab bangunan untuk ruang tunggu pasien poli umum, peralatan medis seperti tensi dan timbangan, serta fasilitas ruang tunggu seperti kursi tunggu pasien dan Kepada Kepala Puskesmas Lampihong Kabupaten Balangan sebaiknya menyediakan nomor antrian khusus pada pasien anak-anak, ibu hamil, dan lansia, karena jika digabung dengan pasien umum lainnya akan membawa dampak buruk bagi kesehatan mereka
EFEKTIVITAS BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI DESA SUNGAI DALAM KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Hasbiyah, Saidah
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 1 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.1.268

Abstract

Penelitian terhadap BUMDes ini mempunyai fenomena yaitu, keterlambatan datangnya dana, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap BUMDes, kurang tercapainya tujuan program BUMDes, kurang efektifnya sumber daya manusia dalam mengelola BUMDes yang ada, sarana dan prasarana rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas, faktor dan upaya yang mempengaruhi efektivitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Desa Sungai Dalam Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik Snowball Sampling sehingga informan berjumlah 12 orang dan teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi, observasi, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas BUMDes cukup efektif. Hal ini terlihat dari Pertama, kejelasan tujuan yang ingin dicapai, yaitu tujuan program efektif dan tujuan dapat dicapai secara efektif. Kedua, kejelasan strategi pencapaian tujuan, yaitu strategi yang digunakan efektif dan tujuan dicapai dengan strategi yang tidak efektif. Ketiga, proses analisa dan perumusan kebijakan yang solid yaitu pemahaman masyarakat yang belum efektif dan perumusan kebijakan yang solid efektif. Keempat, perencanaan yang matang, yaitu bentuk perencanaan yang efektif dan efektifitas perencanaan yang efektif. Kelima, penyiapan program yang tepat, yaitu program yang dilaksanakan secara efektif dan pedoman pelaksanaannya tidak efektif. Keenam, ketersediaan sarana dan prasarana kerja yaitu ketersediaan sarana dan prasarana yang efektif dan kualitas sarana dan prasarana yang belum efektif. Ketujuh, implementasi yang efektif dan efisien, yaitu efektivitas implementasi yang kurang efektif dan efisiensi implementasi yang tidak efektif. Kedelapan, sistem pengawasan dan pengendalian, yaitu pengawasan yang tidak efektif dan pengendalian yang cukup efektif. Faktor penghambatnya adalah: kurangnya pengelolaan BUMDes, kurangnya pemahaman masyarakat, pelaksanaan yang tidak sesuai dengan pedoman pelaksanaan BUMDes, kurangnya pemeliharaan sarana dan prasarana, kurangnya sumber daya manusia, kurangnya efektivitas dan efisiensi pelaksanaan serta kurangnya pengawasan dan pengendalian BUMDes. . Upaya yang dapat dilakukan adalah: perbaikan pengelolaan program BUMDes, peningkatan pemahaman masyarakat, perbaikan sistem pengawasan dan pengendalian, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, serta peningkatan koordinasi antar pengelola, kepala desa, dan pengawas desa. Penulis memberikan saran kepada kepala desa untuk memilih pengurus BUMDes dengan memilih usaha BUMDes yang sesuai dengan potensi, pedoman dan kebutuhan masyarakat desa.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ARSIP PADA KANTOR BADAN PUSAT STATISTIK BALANGAN Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 1 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.1.269

Abstract

Efektivitas pengelolaan merupakan suatu proses, cara dan perbuatan mengelola fenomena masalah yaitu kurangnya sumber daya manusia, lemahnya sistem kearsipan dan kurangnya sarana. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengelolaan arsip pada Kantor Badan Pusat Statistik Balangan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan efektivitas pengelolaan arsip pada BPS Balangan cukup efektif dilihat dari: Pertama, Sumber Daya Manusia yang mempunyai indikator Keterampilan, petugas arsip pada Kantor BPS Balangan dapat di katakan kurang efektif, karena belum memiliki pengelolaan kearsipan khusus. Indikator Pendidikan, Tenaga kearsipan pada Kantor Badan Pusat Statistik Balangan dapat di katakan kurang efektif karena tidak memiliki latar belakang Pendidikan tenaga ahli khusus kearsipan sehingga para pengelolaan kearsipan pada Kantor BPS Balangan masih kurang efektif dalam bidang kearsipan. Indikator Pelatihan, pada Kantor BPS Balangan dapat di katakan kurang efektif karena hanya dilakukan satu kali pelatihan untuk pengelola kearsipan sehingga pengelola kearsipan belum menguasai penuh tentang mengelola arsip dangan efektif dan baik. Kedua, Sistem Kearsipan yang mempunyai indikator Penyimpanan, pada Kantor BPS Balangan dapat di katakan sudah efektif karena menggunakan sistem penyimpanan manual dan digital lebih mudah dalam mengelola dan mencari arsip itu kembali. Indikator pelayanan, sudah efektif karena semua karyawan mendapatkan pelayanan yang baik oleh petugas kearsipan. Indikator peminjaman arsip, Peminjaman Arsip pada Kantor BPS Balangan sudah efektif. Indikator Pemeliharaan Arsip, pada Kantor BPS Balangan sudah efektif karena sudah dilakukan sesuai standar. Indikator pemusnahan arsip, Kantor BPS Balangan sudah efektif karena sudah sesuai standar mengikuti aturan dari pusat. Ketiga, sarana dan prasarana dengan indikator Sarana dan prasarana Perkantoran, masih kurang efektif karena masih kurangnya lemari dan rak untuk penyimpanan arsip. Peningkatan efektivitas pengelolaan arsip pada Kantor BPS Balangan diharapkan kepada Kepala Kantor BPS Balangan agar dapat memberikan pengelola khusus kearsipan agar terciptannya pengelola kearsipan dengan efektif serta menambah sarana untuk memaksimalkan pengelolaan arsip.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN JUAI KABUPATEN BALANGAN Berkatillah, Akhmad
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 1 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.1.270

Abstract

Budaya organisasi merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai. Pada kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan ada beberapa fenomena masalah yang ditemukan kurangnya tingkat kesadaran beberapa pegawai akan nilai- nilai budaya organisasi, adanya pegawai pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan yang masih memiliki sikap ketergantungan antar pegawai lainnya, adanya dari pegawai terkadang belum dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, adanya pegawai pada Kantor kecamatan Juai Kabupaten Balangan kurang teliti dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh pimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dan faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai pada kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan. Penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif dengan Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, kuesioner. Dengan jumlah populasi 68 orang, Teknik pengambilan sampel menggunkan total sampling. Dengan variabel independen yaitu Budaya Organiasi dan variabel dependen Kinerja Pegawai. Data dianalisis dengan menggunakan program IMB SPSS versi 26. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki nilai rata-rata sebesar 82,4%. Sedangkan kinerja pegawai memiliki nilai rata- rata sebesar 84,5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel budaya organisasi (X) memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pegawai (Y). Hal tersebut dapat diketahui dengan melihat hasil perhitungan nilai t hitung = 4,400 lebih besar dari t tabel = 1,668 atau signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari < 0,05 sehingga berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dan koefisien determinasi variabel X memiliki pengaruh sebesar 23% terhadap variabel Y. Sedangkan sisanya 77% dipengaruhi faktor lain seperti Kepemimpinan, Pelatihan Keterampilan, Lingkungan Kerja, Sarana Prasarana. Saran Pimpinan atau Kepala Kantor lebih memperhatikan penerapan budaya organisasi yang ada pada lingkungan Kantor Kecamatan Juai, dan Pimpinan harus lebih banyak mengirim pegawainya untuk melakukan pelatihan-pelatihan. Para Pegawai yang lebih berpengalaman atau Pejabatnya untuk memberikan arahan kepada para pegawai lainnya terkhusus kepada pegawai baru mengenai budaya yang ada. Para pegawai terkhusus pegawai baru agar mengetahui apasaja budaya yang ada pada Kantor Kecamatan Juai dan lebih meningkatkan kemampuan atau skil dalam bekerja, agar menjadi pegawai yang berkompeten.
INDEKS KEPUASAN PELAYANAN BPJS DI PUSKESMAS AMUNTAI SELATAN Arsyad, M.
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 1 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.1.271

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah berdasarkan observasi yang ditemukan beberapa permasalahan di puskesmas berkaitan dengan pelayanan puskesmas kurang menangani peserta BPJS Kesehatan, sehingga banyak pasien harus di rujuk kerumah sakit.Dan terkadang terjadi antrian panjang pasien di puskesmas karna petugas yang kurang disiplin waktu.Sedangkan ruangan-ruangan yang ada di dalam puskesmas ukurannya kecil-kecil dan sempit, baik ruangan pemberian pelayanan kepada pasien seperti ruang tunggu, ruang pemeriksaan, ruang tindakan dan ruang farmasi(obat) maupun ruang kerja pegawai lainnya.Selain sempit, dalam ruangan juga terasa panas.Berdasarkan hal tersebut,maka penelitian ini memiliki rumusan masalah yaitu apakah ada pengaruh BPJS terhadap pelayanan di Puskesmas Amuntai Selatan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh BPJS terhadap pelayanan di puskesmas Amuntai Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan Undang-Undang pelayanan public menurut Hardiansyah, (2012:28).karena cukup realistis untuk menjadi muatan standar pelayanan public.Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif deskriptif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel suharsimi arikunto yang di temukan hasil 280 populasi dalam bulan terakhir yang kemudian di ambil sampel menjadi 70 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa indeks kepuasan pelayanan BPJS di puskesmas tergolong baik hal ini dapat dilihat dari nilai 64,3% yang termasuk kategori baik.Kepuasan pasien BPJS tergolong baik sebesar 57,1% dengan kategori baik. Kepuasan pasien BPJS dibuktikan dengan nilai tersebtu pasien mendapatkan kepuasan yang baik. Indeks kepuasan pelayanan BPJS di puskesmas Amuntai Selatan perlu dipertahankan dan terus ditingkatkan dalam hal fasilitas fisik, kelengkapan peralatan medis dan keramahan serta keterampilan petugas harus di tingkatkan demi kenyamanan pasien.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ZAKAT DALAM PROGRAM HULU SUNGAI UTARA MAKMUR BERUPA BANTUAN MODAL USAHA PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 1 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.1.272

Abstract

Fenomena yang terjadi diantaranya sulitnya penerima manfaat dalam pembinaan program, penyebaran bantuan belum merata di setiap Kecamatan, dana bantuan yang diterima masih kurang atau minim, serta terbatasnya sarana operasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Pengelolaan Zakat Dalam Program Hulu Sungai Utara Makmur Berupa Bantuan Modal Usaha Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor apa saja yang mempengaruhinya. Metode pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif dengan . Sumber data teknik penarikan informan Purposive Sampling sebanyak 15 orang informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Di analisis dengan teknik data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dikaji dengan uji kredibilitas data yakni perpanjang pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, dan mengadakan member check. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Pengelolaan Zakat Dalam Program Hulu Sungai Utara Makmur Berupa Bantuan Modal Usaha Pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Hulu Sungai Utara kurang efektif. Indikator yang kurang efektif meliputi mekanisme kegiatan, tingkat output terhadap pencapaian tujuan, realisasi, memenuhi kebutuhan penerima, ketersediaan dana, dampak, pencapaian target program dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Indikator yang sudah efektif meliputi kemampuan melaksanakan program, kualitas jasa dan pelaksanaan tugas organisasi dalam pencapaian tujuan. Faktor-faktor penghambat meliputi sebagian mustahik tidak mempunyai nomor telepon aktif sehingga sulit dihubungi, tidak adanya batasan dari BAZNAS mengenai jumlah pendaftar perkecamatan, keterbatasan sosialisasi, kurangnya dukungan dari pemerintah daerah dan belum adanya mustahik yang keluar dari garis kemiskinan. Adapun faktor pendorong meliputi pelayanan mudah didapatkan, tingkat pendidikan dan pelatihan koordinator pendamping program serta pembinaan dan pendampingan yang bersifat ramah. Kepada mustahik yang tidak memiliki nomor telepon aktif untuk memberi nomor telepon yang baru, kepada BAZNAS untuk melakukan pembatasan kouta maksimal penerima program perkecamatan, kepada BAZNAS agar sosialisasi lebih dilakukan kepada masyarakat, kepada pemerintah daerah agar memberikan dukungan untuk operasional dan kepada penerima manfaat agar mengelola bantuan dengan baik sehingga usaha menjadi lebih berkembang dan meningkat.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA(BUMDES) PADAKECAMATAN BANJANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (Study Kasus Desa Lok Bangkai dan Desa Kalintamui) Hasbiyah, Saidah
Al Iidara Balad Vol. 4 No. 2 (2022): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.4.2.273

Abstract

Disamping itu, keberadaan BUMDes juga memberikan sumbangan bagi peningkatan sumber Pendapatan Asli Desa yang memungkinkan desa melaksanakan pembangunan dan peningkatan ekonomi rakyat secara optimal, diharapkan Pemerintah Desa dapat memahami tentang pembentukan dan pengelolaan BUMDes, sehingga dapat dijadikan sebagai penggerak perekonomian masyarakat desa dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya desa tertinggal atau desa yang tingkat perekonomiannya rendah. Fenomena yang terjadi desa Lok Bangkai kurangnya sosialisasi, kurang aktif dalam kegiatan, kurang mengerti dengan pelaporan keuagan BUMDes. Dan untuk Desa Kalintamui Pengelola kurang koordinasi, pengelola kebanyakan orang tua, para pengelola kurang disipin waktu. Rumusan masalah adalah untuk mengertahui bagaimana efektivitas dan faktor apa saja yang mempengaruhi BUMDes, dan Tujuan penelitian ini untuk mengertahui Efektivita Pengelolaan BUMDes dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tenik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian Teknik penarikan informan purposive sampling dengan jumlah informan 10 orang. Dianalisis dengan Teknik data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dikaji dengan uji kredibilitas data yakni perpanjangan pengamatan, pemingkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, dan menggunakan bahan referensi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Efektivita Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa(BUMDes) Pada Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara(studi kasus Desa Lok Bangkai dan Desa Kalintamui) belum efektif. Sub variable keberhasilan program dengan indikator kemampuan melaksanakan program belum efektif untuk desa lok bangkai dan Sub variable keberhasilan sasaran dengan indikator tingkat output terhadap pencapaian tujuan sudah efektif untuk desa lok bangkai dan indikator tingkat output terhadap pencapaian tujuan di desa kalintamui belum optimal, indikator target di desa lok bangkai dan kalintamui belum optimal, sub variable kepuasan dalam program dengan indikator kualitas yang diberikan di desa lok bangkai dan kalintamui sudah efektif, indikator memenuhi kebutuhan pengguna di desa lok bangkai dan kalintamui sudah efektif, tingkat input dan output dengan indikator dampak di desa lok bangkai belum optimal, indikator dampak di desa kalintamui sudah efektif, sub variable pencapaian tugas menyeluruh dengan indikator meningkatkan tugas organisasi dalam pencapaian tujuan di desal ok bangkai dan kalintamui belum efektif, dan indikator keuntungan di desa lok bangkai sudah efektif dan indikator keuntungan di desa kalintamui belum efektif Saran untuk pemerintah desa Lok Bangkai dan Kalintamui, pengelolanya agar berpartisipasi dan selalu terbuka dalam pendapatan, perlunya pelatihan untuk pengelola agar mengertahui caranya mendata keuangan, dan untuk pengelola agar selalu berpartisipasi dalam kegiatan setiap unit usaha
KINERJA PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Hasbiyah, Saidah
Al Iidara Balad Vol. 4 No. 1 (2022): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.4.1.274

Abstract

BUMDes bertujuan untuk mendorong seluruh kegiatan peningkatan pendapatan masyarakat, maupun kegiatan perekonomian yang diserahkan untuk dikelola oleh masyarakat. Pada kecamatan Amuntai Utara 20 desa telah memiliki pengelolaan BUMDes, namun pengelolaan BUMDes yang masih minim dan sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pengelolaan BUMDes pada Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara dengan locus Desa Kuangan, Sungai Turak, dan Tayur) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data melalui penarikan secara purposive berjumlah 12 orang. Setelah data terkumpul dianalisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data pada penelitian ini perpanjangan pengamatan, ketekunan, tringulasi, analisis kasus negative, dan membercheck. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kinerja pengelolaan BUMDes pada Kecamatan Amuntai Utara tidak baik. Pertama, pada aspek produktivitas, indikator efektivitas belum baik Desa kuangan dan Desa Tayur yang mana tidak tepat dengan sasaran kebutuhan masyarakatnya, Desa Sungai Turak penjualan menurun. Pada indikator efisiensi ketiga Desa tersebut hanya Desa Sungai Turak yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sedangkan Desa Kuangan dan Desa Tayur tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kedua, Pada aspek kualitas layanan indikator penyelesaian pekerjaan masih belum baik, Desa Kuangan, Desa Tayur dan Desa Sungai Turak belum berjalan secara optimal. Indikator kesesuaian dengan rencana kurang baik yang mana BUMDes Desa Kuangan, Desa Tayur dan Desa Sungai turak tidak sesuai dengan rencana. Ketiga, pada Responsivitas indikator pelaksanaan tugas belum baik yang mana BUMDes kurang respon kepada masyarakat. Pada indikator tanggung jawab, Ketegia Desa Kuangan, Tayur dan Sungai Turak belum bertanggung jawab dan tidak bekerja sesuai tupoksinya Keempat, pada aspek Responsibilitas, indikator terpenuhi masih banyak kekurangan yang harus di penuhi. Pada indikator pencapaian hasil belum baik, pengelolaan BUMDes Desa Kuangan dan Desa Tayur yang masih minim. Kelima, pada aspek akuntabilitas pada indikator kerjasama sudah baik pada Desa Kuangan, Tayur, dan Sungai Turak aparat bekerja sama dengan pengelola BUMDes dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat. Indikator konsisten sudah baik ketiga Desa melakukan laporan pertanggung jawabannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi terbagi dua yaitu faktor penghambat tidak tepatnya sasaran BUMDes pada desa, tidak sesuainya dengan kebutuhan masyarakat, minimnya kemampuan pelaksana, kurangnya respon pelaksana BUMDes. Untuk meningkatkan kinerja pengelolaan BUMDespada Kecamatan Amuntai Utara disarankan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar meningkatkan kinerja pelaksana BUMDes dan pengawasan BUMDes. Kepada pengelola BUMDes Desa Sungai Turakagar meningkatkan kemampuan dan pengetahuan serta lebih mengenal teknologi dengan lebih baik. Kepada pengelola BUMDes Desa Kuangan agar mengikuti pelatihan bagi para pelaksana operasional BUMDes.
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN (PATEN) DI KANTOR CAMAT PARINGIN SELATAN KABUPATEN BALANGAN Mukarramah, Mukarramah; Affrian, Reno; Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 1 (2024): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.1.276

Abstract

Pelaksanaan program PATEN adalah pelayanan yang diberikan sejak awal permohonan hingga terbitnya dokumen dilakukan dalam satu tempat. Namun dalam penyelenggaraannya masih ditemukan beberapa masalah seperti sarana prasarana kerja mudah rusak, waktu penyelesaian pelayanan tidak jelas dan rendahnya kompetensi pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan PATEN pada kantor Camat Paringin Selatan Kabupaten Balangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan secara Purposive Sampling, teknik analisis yang digunakan adalah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas pelayanan PATEN pada kantor Camat Paringin Selatan Kabupaten Balangan kurang baik yaitu: 1) pada aspek bukti fisik dengan indikator kemampuan fisik alat sudah baik, peralatan kurang baik, ketersediaan personil sudah baik dan indikator komunitas material sudah baik 2) pada aspek handal dengan indikator ketepatan waktu kurang baik, konsistensi pelayanan sudah baik, 3) pada aspek tanggapan dengan indikator tanggung jawab sudah baik, 4) aspek jaminan dengan indikator pengetahuan sudah baik, perilaku sudah baik, kemampuan pegawai kurang baik, 5) aspek empati dengan indikator kepedulian sudah baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi 1) faktor penghambat yaitu kurangnya anggaran dan faktor rendahnya gaji honorer, kurangnya pelatihan, 2) faktor pendukung yaitu faktor kebijakan pimpinan, faktor lingkungan kerja dan faktor pengalaman kerja, faktor kebiasaan sosial.

Page 7 of 22 | Total Record : 220