cover
Contact Name
Gusti muhammad Hidayatullah
Contact Email
stiappm@gmail.com
Phone
+6282251444434
Journal Mail Official
stiapppm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bihman Villa No.123, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : -     EISSN : 26858541     DOI : https://doi.org/10.36658/aliidarabalad
Core Subject : Social,
Governance, Leadership, Public organizations, Public policy, Public service, Management, Law ethics, Bureaucratic administration and government. Human resources.
Articles 220 Documents
PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA MADRASAH ALIYAH NORMAL ISLAM PUTERI RAKHA AMUNTAI KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Mawarti, Mawarti; Maryati, Anna; Salmiyati , Salmiyati
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam sistem pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Madrasah Aliyah Normal Islam Puteri Rakha Amuntai yang berada di wilayah Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Latar belakang studi ini muncul dari temuan awal yang menunjukkan adanya pemanfaatan dana BOS yang belum sepenuhnya mengikuti pedoman teknis yang berlaku, serta berbagai hambatan dalam pelaporan melalui aplikasi EDM E-RKAM. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Sepuluh informan ditentukan menggunakan teknik kuota sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengelolaan dana BOS di madrasah tersebut telah berjalan cukup baik, terlihat dari perencanaan yang tertata, ketersediaan tenaga kerja yang memadai, dan adanya pengawasan dari pihak terkait. Meski demikian, masih dijumpai beberapa persoalan seperti penggunaan dana yang belum sesuai dengan ketentuan teknis, beban kerja operator yang tinggi, kendala teknis dalam aplikasi pelaporan, serta kurangnya partisipasi guru dalam kegiatan KKG atau MGMP. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi ulang terkait distribusi tanggung jawab, peningkatan pemahaman terhadap petunjuk teknis, serta penguatan kapasitas madrasah dalam mengelola dana BOS secara transparan, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
KINERJA DINAS KETAHANAN PANGAN, PERTANIAN DAN PERIKANAN (DKPPP) DALAM PENGENDALIAN SUMBERDAYA PERIKANAN DI KABUPATEN BALANGAN Sugianor , Sugianor; Hidayatullah, Gusti Muhammad; Nafisah, Umi
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Balangan dalam mengendalikan sumber daya perikanan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator kinerja DKPPP sudah berjalan cukup baik, terutama dalam hal kepastian kerja, kepuasan masyarakat, kompetensi pegawai, prioritas layanan, pelaksanaan SOP, tanggapan terhadap tugas, serta koordinasi pengawasan dengan kelompok masyarakat. Namun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, minimnya sarana pendukung, dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian perikanan. Upaya yang dilakukan mencakup peningkatan SDM, penguatan sarana prasarana, serta intensifikasi sosialisasi dan pembinaan. Disarankan agar DKPPP memperketat pengawasan dan meningkatkan kesadaran pegawai dan masyarakat dalam menjaga ekosistem perikanan secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI PERSURATAN ELEKTRONIK (SIAPe) PADA KANTOR KECAMATAN BATUMANDI KABUPATEN BALANGAN Nufus, Hayati; Arlan, Agus Sya’bani; Gunade, Djayeng Turano
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1350

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tantangan dalam implementasi Sistem Informasi Administrasi Persuratan Elektronik (SIAPe) di Kantor Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan. Meskipun sistem ini telah digunakan agar mempermudah pengelolaan surat masuk, keluar, dan disposisi, pelaksanaannya masih menemui berbagai hambatan, seperti keterbatasan infrastruktur jaringan, gangguan server, serta permasalahan dalam ditribusi disposisi surat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam terhadap duabelas informan terpilih, serta dokumentasi, dan dianalisis melalui model interaktif Miles & Huberman. Hasilnya menunjukkan bahwa secara umum SIAPe telah berjalan efektif, ditunjukkan oleh dukungan (support) dari pimpinan dan pegawai, serta sosialisasi yang cukup maksimal. Pada aspek capacity, tersedianya sumber daya manusia dan anggaran sudah memadai, walau masih diperlukan peningkatan infrastruktur teknologi. Dari sisi value, SIAPe memberikan manfaat yang signifikan seperti efisiensi kerja dan kemudahan pencarian data. Faktor pendukung mencakup kompetensi SDM, sedangkan hambatan seperti distribusi disposisi yang belum tepat dan jaringan tidak stabil sebagian besar berasal dari faktor eksternal. Oleh karena itu, penguatan SOP serta juga peningkatan infrastruktur sangat diperlukan agar sistem bisa berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PASIEN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) PADA PUSKESMAS PASUNGKAN KECAMATAN DAHA UTARA Armanda, Armanda; Barkatullah , Barkatullah; Gunade, Djayeng Turano
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1351

Abstract

Melihat kondisi kesehatan saat ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang sangat mempengaruhi. Dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan, masih banyak terdapat kelemahan sehingga pemberian pelayanan yang prima dan optimal belum terlaksana dengan baik. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan terhadap pasien BPJS pada Puskesmas dan faktor yang mempengaruhi dan faktor pendukung kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas serta upaya apa saja yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan terhadap pasien BPJS pada Puskesmas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan yang dgunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang dambil melalui penarikan sampel secara purposve sampling berjumlah 13 orang. Setelah data terkumpul kemudan dianalsis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian data, dan verfikasi/penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Pada Puskesmas Pasungkan Kecamatan Daha Utara dalam pelaksanaan bisa dismpulkan belum baik. Pertama, ketampakan fisik yaitu kuantitas SDM pegawai, penampilan faslitas fisik ruangan, sarana dan prasarana yang mash kurang memada. Kedua, keandalan yatu kepastan waktu nfomas pelayanan Kesehatan dan kedisplinan pegawai pada Puskesmas dan kaulitas SDM belum baik dikarenakan dokter umum hanya satu orang dan jadwal belau juga sering digantikan sama bidan atau perawat sehingga pelayanan belum maksimal. Ketiga, daya tanggap yatu kemampuan petugas dalam menengani pasein, lamanya waktu pemeriksaan pasein juga belum bak karena dokter yang serng dgantikan dan adanya kendala jarngan lelet / eror. Keempat untuk jamnan (asurance), ketersedan obat dalam memenuhi pelayanan untuk kebutuhan pasien baik. Kelima, jaminan yaitu keramahan dan kesopanan tuturkata pemberi layanan serta jujur dalam member layanan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan pada Puskesmas yaitu : Pertama, tidak adanya pengangkatan tenaga asn dari pusat yang mengakibatkan kekurangan dokter umum. Kedua, serta sarana dan prasarana, ruangan yang kurang memadai, alat bantu kesehatan yang masih kurang lengkap dan serta masih kurang memadainya teknologi pedukung seperti jaringan internet. Ketiga, lokasi Puskesmas yang sulit dijangkau oleh masyarakat luas. Faktor pendukung kualitas pelayanan pada Puskesmas yatu : Meningkatkan pelayanan yang ada di Puskesmas dengan mengikuti pelatihan-pelatihan sesua dengan profesi dan keahliannya. Untuk meningkatkan kualtas pelayanan dlakukan Upaya untuk meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Pada Puskesmas Pasungkan Kecamatan Daha Utara. Meningkatkan sarana prasarana dengan menambah atau mengganti sarana yang sudah rusak. Merelokasi tata letak puskesmas agar mudah di jangkau masyarakat untuk berobat. Melakukan rekrutmen tenaga kontrak. Saran kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan diharapkan agar dapat membantu menambah jumlah tenaga asn dokter umum maupun penambahan kelengkapan alat bantu kesehatan dan teknolog yang menunjang pelayanan kesehatan. Kepada Kepala Puskesmas ada baiknya melakukan tinjauan atas kualitas kerja pegawai Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kepada pegawai Puskesmas dharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas yaitu dengan cara selalu melakukan peningkatan kinerja.
PEMBERDAYAAN PETANI PADA GABUNGAN KELOMPOK TANI DESA KASAI KECAMATAN BATU MANDI KABUPATEN BALANGAN Ariodi , Tafan; Arpandi, Arpandi; Berkatillah, Akhmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1352

Abstract

Pentingnya pemberdayaan bagi kelompok tani dilakukan agar kelompok tersebut dapat berkembang lebih baik namun pemberdayaan gapoktan pada desa Kasai masih terkendala beberapa hal sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui tentang pemberdayaan petani pada gabungan kelompok tani desa Kasai Kecamatan Batu Mandi Kabupaten Balangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan cukup baik hal tersebut dapat diihat pada aspek : Pertama, dari sub variabel. Pemungkinan terdiri dari indikator suasana atau keadaan saat ini belum baik karena harga tidak stabil, dan indikator potensi cukup baik karena pertanian yang dilakukan masyarakat desa Kasai telah berpuluh-puluh tahun dilakukan. Sub variabel penguatan terdiri dari indikator pengetahuan cukup baik karena, tersedianya media pembelajaran bagi gapoktan, dan indikator kemampuan mengatasi masalah cukup baik. Sub Variabel Perlindungan dilihat pada indikator pencegahan intimidasi cukup baik, dan indikator pencegahan diskriminasi cukup baik. Sub Variabel Penyokongan dilihat pada indikator bimbingan penyuluh belum baik karena Kurangnya sosialisasi dan indikator dukungan pihak terkait cukup baik, Sub Variabel Pemeliharaan dilihat pada indikator keseimbangan distribusi kekuasaan belum baik dan indikator keseimbangan antara kelompok dan masyarakat cukup baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi terdiri dari faktor pendukung adanya berbagai bantuan. Adapun faktor penghambatnya kurangnya kesadaran anggota tani untuk berpartisipasi dalam berbagai dan perubahan cuaca atau iklim yang tidak menentu.
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) BAGIAN KEPEGAWAIAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Shufiatie, Erna; Raudah, Siti; Herlinda, Sri Agusmila Anetha
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1353

Abstract

Efektivitas merujuk pada sejauh mana tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai. Semakin dekat hasil pelaksanaan terhadap target yang ditetapkan, maka efektivitas sistem atau kegiatan tersebut dapat dikatakan semakin tinggi. SIMPEG merupakan aplikasi berbasis teknologi informasi yang dibuat untuk mengelola data kepegawaian secara terpadu dan sistematis. SIMPEG digunakan untuk mendukung pengelolaan sumber daya manusia, terutama dalam lingkup organisasi pemerintahan, dengan tujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam administrasi kepegawaian. Tipe dalam penelitian yaitu mengunakan Tipe deskriptif kualitatif. Penelitian kualiatif bertujuan untuk menggambarkan bagaimana keadaan yang ada di lapangan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi langsung, wawancara mendalam, serta analisis dokumen pendukung. Sumber datanya diambil melalui pengambilan sampel secara purposive sampling berjumlah 13 orang. Data yang telah diperoleh dianalisis melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan akhir kemudian dilakukan uji melalui kredibilitas data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, trigulasi, analisi kasus negatif, menggunakan referensi dan melalui membercheck. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Bagian Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup efektif menurut teori yang dikemukakan oleh Richard M. Steers dalam tangkilisan (2015:22). terlihat dari indikator: Pertama, kecepatan pemrosesan informasi. Kedua, kemudahan dalam pembuatan laporan kepegawaian. Ketiga, Efektivitas Komunikasi Dan Koordinasi Melalui Sistem. Keempat, Kemampuan Sistem Menyesuaikan Dengan Perubahan Kebijakan. Kelima. Kemudahan Pembaruan Dan Pengembangan Sistem. Indikator yang kurang efektif yakni: Pertama, ketepatan dan kelengkapan data. Kedua, Aksesibilitas Sistem Bagi Unit Kerja Terkait. Ketiga, Sinkronisasi Data Antar Unit Kerja. Keempat, Tingkat Kesiapan dan Pemahaman Pengguna Terhadap Sistem. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Bagian Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara. Faktor Pendukung yakni: Pertama, data yang terintegrasi. Kedua, Dukungan Kebijakan Pemerintah. Faktor Penghambat yakni: Pertama, Ketidakmutakhiran Data Pegawai. Kedua, Kurangnya Pemahaman dan Keterampilan Pegawai. Disarankan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara agar dapat memfasilitasi program pelatihan berkala untuk pegawai pengelola SIMPEG. Kepada Pegawai Pengguna dan Pengelola SIMPEG, memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran mandiri, menjalin komunikasi dan koordinasi dengan rekan kerja.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 9 TAHUN 2018 TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MASYARAKAT (STUDI KASUS WARUNG REMANG-REMANG DI DESA PELANJUNGAN SARI) KECAMATAN BANJANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Herlinda, Sri Agusmila Aneta; Munawarah, Munawarah; Hayati, Annisa
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1354

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya aktivitas warung remang-remang di Desa Pelanjungan Sari yang dinilai mengganggu kesejahteraan masyarakat. Fenomena masalah yang ditemukan yaitu rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap peraturan, keterbatasan sumber daya dari pihak berwenang, dan kuatnya pengaruh lingkungan sosial yang menyebabkan lemahnya upaya penertiban. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Nomor 9 Tahun 2018 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, khususnya terkait penanganan warung remang-remang pada Desa Pelanjungan Sari, Kecamatan Banjang, beserta faktor apa saja yang memengaruhi implementasi tersebut. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu melalui pendekatan kualitatif. Teori yang diambil yaitu teori Implementasi Kebijakan menurut G. Shabbir Chema dan Denis A. Rondinelli dalam Subarsono (2020: 101-102) yang meliputi empat dimensi yaitu : kondisi lingkungan, hubungan antar organisasi, sumberdaya organisasi serta karakteristik dan kemampuan agen pelaksana. Data dikumpulkan melalui cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dipilih secara purposive sampling melalui informan sebanyak 12 orang. Data yang sudah terkumpul, kemudian dianalisis melalui tahapan berupa kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi. Adapun uji kredibilitas data meliputi perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi dan mengadakan membercheck. Penelitian ini menunjukkan hasil berupa belum terimplementasinya Peraturan Daerah dengan baik. Hal tersebut ditinjau dari sebagian indikator yang cukup berjalan sesuai teori, seperti adanya kerjasama antar pihak, koordinasi yang cukup baik, kesiagaan organisasi formal, serta pemahaman pelaksana terhadap isi kebijakan. Namun, masih terdapat indikator yang belum terimplementasi dengan baik seperti, keterbatasan sumberdaya manusia, keterbatasan anggaran, tidak adanya peran organisasi informal, serta kondisi lingkungan ekonomi dan sosial yang kurang mendukung. Faktor yang menghambat pelaksanaan kebijakan ini adalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, kondisi ekonomi yang masih lemah serta minimnya ketersediaan sumberdaya organisasi pelaksana. Disisi lain, faktor pendorong yang dapat memperkuat implementasi kebijakan ini adalah adanya kesiagaan pemerintah dalam menegakkan peraturan daerah.
IMPLEMENTASI PENDISTRIBUSIAN LPG TABUNG 3 KG BERSUBSIDI DI DESA TELUK DAUN KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Oktavianty, Puteri Anggraini; Norhalisah, Siti
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1355

Abstract

Implementasi kebijakan secara sederhana dapat dimaknai sebagai proses mengubah peraturan menjadi tindakan nyata. Dalam pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2021 mengenai pengendalian dan pengawasan distribusi tertutup LPG 3 Kg bersubsidi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, ditemukan sejumlah permasalahan. Di antaranya adalah distribusi LPG bersubsidi yang tidak tepat sasaran, keberadaan pengecer tidak resmi di Desa Teluk Daun, harga jual LPG 3 Kg di tingkat eceran yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah, minimnya edukasi kepada masyarakat maupun agen terkait regulasi LPG bersubsidi, serta lemahnya pemahaman tentang isi peraturan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan tersebut berjalan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan ditentukan menggunakan metode snowball sampling, dengan total 12 orang narasumber. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi distribusi LPG 3 Kg bersubsidi di Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara masih belum optimal. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator seperti ukuran kebijakan, kejelasan tujuan, struktur birokrasi, pemahaman pelaksana, dan dukungan dari organisasi terkait yang belum terpenuhi secara menyeluruh. Beberapa aspek yang menjadi kendala antara lain sumber daya manusia dan finansial yang terbatas, peran organisasi informal yang kurang aktif, lemahnya respon dari pelaksana, kurangnya kerja sama antar lembaga, serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang turut memengaruhi efektivitas pelaksanaan. Faktor-faktor penghambat lainnya mencakup kurangnya proses verifikasi dan validasi penerima LPG 3 Kg, kecenderungan masyarakat memilih harga murah tanpa memahami hak dan regulasi (literasi subsidi yang rendah), serta lemahnya pengawasan di lapangan. Di sisi lain, faktor pendukung implementasi adalah keberadaan peraturan tertulis dari pemerintah, seperti Peraturan Bupati No. 24 Tahun 2021, yang menjadi acuan penting bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proses distribusi LPG subsidi tersebut
PENGELOLAAN PASAR IKAN BANUA LIMA KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fahmi, Yusran; Raudah, Siti; Jannah, Miftahul
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1356

Abstract

Pengelolaan pasar adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengatur dan mengawasi pasar agar dapat berfungsi dengan baik dan efektif. Fenomena masalah yang terjadi yaitu terdapat pedagang yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan, ditemukannya pedagang lain selain menjual ikan ikut berjualan didalam pasar dan kurang memadainya fasilitas pendukung di pasar. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui pengelolaan pasar dan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melewati berbagai cara, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penarikan sampel untuk memperoleh sumber data dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 13 orang. Data yang telah terkumpul, selanjutnya dianalisis melalui teknik analisis sebelum lapangan, reduksi data, penyajian data (Display) dan verification. Dengan uji kredibilitas data berupa perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi dan mengadakan membercheck. Hasil menunjukan bahwa pengelolaan pasar kurang optimal. Hal ini dilihat dari indikator pertama, rencana pengelolaan cukup optimal, karena adanya penyusunan rencana pengelolaan yang terstruktur dengan jelas. Kedua, strategi untuk mencapai tujuan cukup optimal, karena ditemukannya perencanaan yang terkonsep secara sistematis mengenai langkah-langkah yang akan diambil. Ketiga, pembagian tugas cukup optimal, karena ditemukannya pembagian tugas yang spesifik pada sistem kerja pengelolaan pasar. Keempat, pelimpahan wewenang cukup optimal, karena adanya pengambilan tanggung jawab oleh individu dalam menjalankan perannya masing-masing. Kelima, menempatkan sumber daya manusia sesuai dengan fungsinya masing-masing cukup optimal, karena terdapatnya kesesuaian antar kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh individu. Keenam, menilai pelaksanaan kurang optimal, karena masih banyaknya kekurangan pada sistem kerja yang diterapkan petugas dalam pengelolaan pasar. Ketujuh, pemberian arahan kurang optimal, karena kurangnya inisiatif dari pihak pemerintah dalam memberikan pembinaan secara rutin ke masyarakat. Kedelapan, indikator komunikasi yang tepat kurang optimal, karena proses penyampaian informasi yang belum dapat diterima secara akurat oleh objek sasaran. Kesembilan, indikator pengawasan kurang optimal, karena proses pemantauan kegiatan masih kurang maksimal. Kesepuluh, indikator tindakan perbaikan kurang optimal, karena minimnya langkah pihak UPTD Pasar dalam mengatasi beberapa hal. Faktor pendukung pengelolaan yaitu adanya kerjasama dengan instansi terkait dan pihak instansi siap menerima keluhan dari masyarakat. Adapun faktor penghambat yaitu keterbatasan anggaran dan kurangnya pengawasan
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) TERHADAP PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA PADA SEKOLAH DASAR NEGERI MERAH KECAMATAN AWAYAN KABUPATEN BALANGAN Jumadi, Jumadi; Misliani, Lily; Ramadhani, Muhammad Nazib
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1359

Abstract

Permasalahan berkaitan dengan efektivitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah terhadap Peningkatan Sarana dan Prasarana meliputi Kurangnya pemeliharaan dan perawatan terhadap sarana dan prasarana, Pergerakan yang kurang optimal dilihat, Alokasi Anggaran Dana BOS yang tidak Proporsional, Pengawasan Kepala Sekolah yang kurang optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah terhadap Peningkatan sarana dan prasarana pada Sekolah Dasar Negeri Merah Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan dan faktor yang mempengaruhi. Metode penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan secara Purposive Sampling, teknik analisis adalah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan efektivitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah terhadap Peningkatan Sarana dan Prasarana pada Sekolah Dasar Negeri Merah Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan kurang efektif dilihat dari beberapa aspek yakni: Pertama, Perencanaan meliputi tujuan pengelolaan Dana BOS berjalan cukup efektif, Prosedur Pengelolaan Program efektif, Kedua, Pengorganisasian meliputi struktur organisasi pengelola Dana BOS cukup efektif, pembagian tugas kurang efektif, Ketiga, Penggerakan meliputi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab belum efektif, komunikasi kurang efektif, Keempat, Pengawasan meliputi pelaksanaan pengawasan kurang efektif, evaluasi kurang efektif. Faktor yang mempengaruhi meliputi faktor penghambat: Pertama, alokasi anggaran Dana BOS tidak proporsional terhadap perlengkapan olahraga, Kedua, Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kurang efektif dikarenakan minimnya koordinasi antara guru, komite, dan orang tua siswa, Ketiga, Pembagian Tugas kurang efektif dikarenakan beban kerja yang tidak merata, kemudian faktor pendukung meliputi pertama, tujuan yang jelas dalam Program Dana BOS, ketersediaan SOP dan Panduan Pengelolaan Dana BOS.