cover
Contact Name
Mia Juliana
Contact Email
mia.juliana@unud.ac.id
Phone
+6287867565020
Journal Mail Official
mia.juliana@unud.ac.id
Editorial Address
Gedung DG Prodi Teknik Industri Kampus Jimbaran Jl Raya Kampus Unud, Jimbaran Kuta Selatan, Badung Telp: 0361703320
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Riset danAplikasi Teknik Industri (JRATI)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 30260310     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Riset dan Aplikasi Teknik Industri menerima penulisan artikel baik merupakan hasil penelitian, survey, dan literatur review yang membahas disiplin teknik industri meliputi: Logistic & Supply Chain Management Quality Engineering Production Planning & Inventory Control Ergonomics, Human Factor, and Work Study Sustainability Optimization and Mathematical Modelling Human Resources Development Product Design and Development Manufacturing Facility Design Business and Organization Design Business Intelligence Maintenance System Production System Information System Multi Criteria Decision Making Environmental Management
Articles 28 Documents
PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PEMILIHAN SUPPLIER DI PERUSAHAAN XYZ I Komang Jara Sanda, Anak Agung Istri Agung Sri Komaladewi, Ni Made Cyntia Utami, I Gusti Agung Kade
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 2 Desember (2023)
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Company XYZ is a company in the field of chicken breeders. So far, the company has never applied a method in selecting suppliers. The company is not satisfied with the current suppliers. The company owner wants to evaluate the selection of animal feed suppliers to find out the right supplier to be chosen by the company according to the company's criteria. The company uses price, service, quality, and delivery criteria as elements in choosing animal feed suppliers. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method is used to solve this problem. The Analytical Hierarchy Process (AHP) method starts from identifying problems or goals. After that, a paired comparison of each element of comparison is carried out to obtain the priority level of each element, then consistency testing is carried out to ensure that the comparison is consistent. Alternatives that become animal feed suppliers in accordance with the criteria of Company XYZ are Supplier C (0.4465) being alternative I, Supplier B (0.2798) being alternative II, and Supplier A (0.2737) being alternative III. These results can be input for the company to choose the supplier to be used
Analisa Kinerja Di Perusahaan UD ABC Dengan Pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR) Putu Khesa Dananta
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 2 Desember (2023)
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supply Chain Management (SCM) adalah salah satu kunci keberhasilan dari perusahaan dalam menghadapi persaingan di dunia bisnis. Salah satu cara untuk mengetahui apakah rantai pasok berjalan sesuai harapan adalah dengan mengukur kinerja rantai pasok perusahaan. Metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) adalah salah satu model pengukuran kinerja manajemen rantai pasok yang paling umum digunakan. Perusahaan pernah menghadapi masalah dengan pengadaan, produksi, dan pengiriman yang tidak tepat waktu selama operasional rantai pasoknya. Salah satu masalahnya adalah perusahaan memiliki unit kendaraan pengiriman yang minim, yaitu perusahaan hanya memiliki 1 kendaraan untuk melakukan pengiriman produk mereka. Tujuan penelitian ini adalah Menentukan kinerja rantai pasok dalam meningkatkan kualitas perusahaan dengan memenuhi kebutuhan pelanggan melalui penerapan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) di UD ABC serta membuat usulan perbaikan kinerja rantai pasok dalam memenuhi kebutuhan pada perusahaan UD ABC. Hasil dari nilai akhir kinerja supply chain perusahaan UD ABC pada atribut responsiveness adalah 69,49 dengan hasil pembobotan indikator paling besar adalah 0,1923 dan yang terkecil adalah 0,1538.
SISTEM PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN FIFO, HUERISTIC POUR, DAN METODE NEH Juliana, Mia
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 1 No. 01 (2023): Volume 2 Desember (2023)
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penjadwalan dapat dianggap sebagai prosedur yang mengambil contoh model penjadwalan sebagai input dan menghasilkan setidaknya sebuah jadwal sebagai output. Strategi penjadwalan yang baik dapat mendorong perkiraan untuk memprediksi tanggal penyelesaian untuk setiap bagian yang dirilis dan memberikan data untuk memutuskan apa yang akan dikerjakan selanjutnya. Artikel ini mengusulkan berbagai teknik masalah penjadwalan untuk mendapatkan urutan yang optimal atau mendekati optimal. Metode FIFO, NEH, dan Pour diaplikasikan untuk tiga model pekerjaan dan lima mesin dalam masalah penjadwalan di line transmisi. Tujuan utama dari teknik penjadwalan yang diusulkan adalah untuk menemukan urutan optimal atau hampir optimal untuk mengoptimalkan fungsi objektif di berbagai lingkungan penjadwalan. Metode NEH menghasilkan waktu terpendek dengan mengurutkan 4G15 CJM - 4D34 TD - 4D56 SLD atau 4G15 CJM - 4D56 SLD - 4D34 TD, yang membutuhkan waktu 20,94 menit. Perbandingan FIFO dan NEH berdasarkan parameter RE, mengungkapkan perbedaan waktu yang signifikan, yaitu sekitar 34,79%, dan HP ke NEH adalah 32,25%.
Perencanaan Tenaga Kerja Unit Operasi & Pemeliharaan Bagian Keselamatan & Keamanan IT (Studi Kasus Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta) I Gede Indra Aryasa; Juliana, Mia; Sitanggang, Bryan Estavan Imanuel
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Issue 01, Agustus 2025
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRATI.2025.v03.i01.p04

Abstract

Manpower planning is one of the keys to the success of a company in facing competition in business. One way to plan the company's workforce needs is to find out the workload currently being experienced by officers. The full-time equivalent (FTE) method is a method used to calculate the overall workload that can be used to perform workforce planning. The IT Safety & Security Division (SSIT) is currently experiencing high task completion time problems in the job description of checking all camera functions and preventive maintenance cameras. One of the causes of high task completion time is that the number of assets is too much compared to the number of workers. From the calculation using the full-time equivalent method, it is known that the FTE value for checking and preventive maintenance is 1.96 (Overload) if based on the calculation of shift assumptions / week and the FTE value for checking and preventive maintenance is 3.02 (Overload) if based on the calculation of the assumption of the needs of alternative solution officers with the addition of 8 shifts/week or 7 officer additions.
Perancangan Tata Letak Fasilitas Bengkel di Autocare Body Repair Menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP) Immanuel, Valleryo Victorious; Ariyani, Ni Wayan Sri; Utami, Ni Made Cyntia; Penindra, I Made Dwi Budiana; Juliana, Mia; Sitanggang, Bryan Estavan Imanuel
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Issue 01, Agustus 2025
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRATI.2025.v03.i01.p03

Abstract

Efektivitas layanan bengkel tidak dapat dipisahkan dari tata letaknya. Tata letak bengkel yang tertata rapi memainkan peran penting dalam mengoptimalkan produktivitas operasional dan memastikan layanan yang efisien. Salah satu bengkel yang ada di Bali adalah Autocare Body Repair, bengkel ini menyediakan jasa perbaikan dan pemeliharaan pada kendaraan roda empat. Selama 7 tahun terakhir, perusahaan tersebut terus-menerus menghadapi tantangan dalam memenuhi tenggat waktu servis karena tidak adanya tata letak bengkel yang terstruktur. Hal ini menyebabkan, tingginya gerakan dan perpindahan yang tidak diperlukan, tenggat waktu untuk menyelesaikan layanan servis lebih panjang, dan kesulitan pelanggan dalam memarkirkan mobil. Penelitian ini berfokus pada penerapan metode Systematic Layout Planning (SLP) untuk meningkatkan produktivitas bengkel melalui perancangan desain tata letak fasilitas yang optimal. Tata letak alternatif yang dihasilkan akan menyesuaikan alur perpindahan sesuai dengan alur produksi dan meminimalkan jarak perpindahan, cross-movement, dan back-tracking. Penelitian ini menghasilkan 3 alternatif tata letak bengkel, alternatif 1 memiliki jarak perpindahan yang paling pendek yakni total jarak pada layanan service getok – bongkar pasang 77,66 m pada skema 1 dan 77,82 m pada skema 2. Sementara itu pada layanan service dempul – bongkar pasang 71,05 m pada skema 1 dan 71,21 m pada skema 2.
Desain Ulang Troli Pengering Mie dengan Metode Antropometri Joy Christian; I Gusti Ngurah Priambadi; Desak Ayu Sista Dewi; I Wayan Bandem Adnyana; I Gusti Agung Kade Suriadi; Ni Luh Putu Lilis Sinta Setiawati
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Issue 01, Agustus 2025
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRATI.2025.v03.i01.p02

Abstract

Comfortable work can make it easier for employees to work. Good working processes can improve company performance and employees will work comfortably in their jobs. The noodle dryer currently used in industry X has employees complaining of pain in their body parts. Based on data collection in the Nordic Body Map form, this complaint arose due to the inappropriate height of the noodle hangers on the trolley. This research aims to reduce the level of complaints from workers by redesigning the noodle drying trolley in Industry X. This research uses an anthropometric approach to redesign and obtain an ergonomic trolley height. The trolley redesign is based on calculating percentile data to obtain a more ergonomic trolley height. After calculating the proper height of the trolley using the worker’s body height, the result of the ergonomic trolley height is 163.4 cm. These results are then applied to the new trolley height, until the height of the trolley adjusts to the body height of the workers, thereby reducing the level of worker complaints. The results obtained in this study were a reduction in complaints from 26 to 4 complaints (reduction by 84.61%).
Pengendalian Kualitas Produk Strawberry Powder Pada PT Z Menggunakan Metode Seven Tools Permata Putri, Putu Sri Ratu; Penindra, I Made Dwi Budiana; Utami, Ni Made Cyntia; Komaladewi, A. A. Istri Agung Sri; Juliana, Mia; Imanuel Sitanggang, Bryan Estavan
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Issue 01, Agustus 2025
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRATI.2025.v03.i01.p05

Abstract

The development of time and technology significantly impacts business competition. Companies strive to produce high-quality products to remain competitive. It is crucial to control the products they produce to achieve this goal. This is something that PT Z, as a company that consistently maintains the quality of its products and prioritizes customer satisfaction, should already be doing. However, in 2022, it was noted that one of their products, strawberry powder, experienced a decline in quality. This was evidenced by records from the quality control department and complaints from consumers, citing damaged labels, leaking packaging, and differences in color and taste compared to expectations. In light of these issues, this research aims to further analyze the root causes of defects using the seven tools method and provide recommendations for improvement in the form of the 5W + 1H to PT Z, to prevent similar defects from occurring in the future. Based on the analysis, it was found that the causes of defects are attributed to human factors, machinery, materials, environment, and methods used.
Pengendalian Kualitas Produk Beras Menggunakan Metode Seven Tools di Perumda Dharma Shantika Tabanan Kamarujaman, Rafli; Priambadi, I Gusti Ngurah; Setiawati, Ni Luh Putu Lilis Sinta; Adyana, I Wayan Bandem; Suriadi, I Gusti Agung Kade; Dewi, Desak Ayu Sista
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Issue 01, Agustus 2025
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRATI.2025.v03.i01.p06

Abstract

Konsumen sangat mempertimbangkan kualitas saat memilih banyak produk. Peningkatan kualitas dalam dilakukan dengan menggunakan metode seven tools. Industri beras menjalankan berbagai proses untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak memiliki kecacatan. Salah satu proses ini adalah pengendalian kualitas. Control chart menunjukkan bahwa meskipun proses produksi masih dalam batas kendali, ada peluang untuk menurunkan standar kecacatan lebih lanjut. Hasil diagram pareto jenis kecacatan yang sering terjadi adalah kotoran pada beras diikuti bulir beras remuk dan kemasan rusak. Fishbone diagram bertujuan untuk menganalisis faktor utama kecacatan produk. Terdapat empat faktor utama yaitu manusia, mesin, metode, dan material. Rekomendasi solusi yang diberikan berdasarkan hasil dari analiasis diagram fishbone meliputi peningkatan pelatihan dan pengawasan untuk karyawan, pemeliharaan preventif dan perbaikan rutin untuk peralatan, standarisasi prosedur pengemasan dan pemilihan bahan baku, serta penyimpanan yang tepat dan pengujian kualitas bahan baku dan kemasan. Implementasi solusi ini diharapkan dapat mengurangi tingkat cacat produk, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Analisis Material Requirement Planning dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT X Widyastari, Ni Luh Putu Winni; I Made Dwi Budiana Penindra; Bryan Estavan Imanuel Sitanggang; Anak Agung Istri Agung Sri Komaladewi; Mia Juliana; Ni Made Cyntia Utami
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Issue 01, Agustus 2025
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRATI.2025.v03.i01.p07

Abstract

PT X adalah perusahaan manufaktur yang berfokus pada pembuatan komponen otomotif berbahan dasar karet sintetis. Produk yang dihasilkan oleh PT X antara lain Oil Seal, Valve Steam Seal, O-Ring, dan Rubber Part. Pengendalian persediaan pada PT X dianggap kurang optimal karena karena masih adanya bahan baku yang mengalami overstock. Overstock pada PT X menyebabkan terjadinya pemborosan modal kerja yang tertanam dalam persediaan bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peramalan permintaan bahan baku KS-25 di PT X dan mengetahui penerapan metode Lot Sizing yang optimal dalam pengendalian persediaan bahan baku KS-25 di PT X. Penelitian ini dilakukan dengan peramalan permintaan serta analisis lot sizing dengan metode Economic Order Quantity, Periodic Order Quantity, Lot for Lot dan Min-max. Metode lot sizing yang memberikan total inventory cost terendah yaitu metode POQ dengan biaya sebesar Rp 837.982.027. Hasil peramalan pada penelitian ini menggunakan tiga metode penelitian yaitu metode moving average, weighted moving averages, dan exponential smoothing. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa metode exponential smoothing (α=0,8) merupakan hasil terbaik dengan jumlah error terkecil.
Analisis Pengadaan Kebutuhan Chemical Water Detector (CWD) pada Kegiatan Penyaluran dengan Menggunakan Metode Forecasting di DPPU Ngurah Rai Pramadanthi, Gusti Ayu Made Indah Sandyani; A.A. I. A. Sri Komaladewi; Ni Made Cyntia Utami
JURNAL RISET DAN APLIKASI TEKNIK INDUSTRI Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Issue 01, Agustus 2025
Publisher : Study Program of Industrial Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRATI.2025.v03.i01.p08

Abstract

Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai merupakan bagian operasional PT Pertamina Patra Niaga dengan tanggung jawab untuk menyalurkan Bahan Bakar Minyak Penerbangan (BBMP) demi menunjang kebutuhan pesawat udara di Bandara Internasional Ngurah Rai. Kualitas BBMP menjadi faktor krusial dalam keselamatan penerbangan sehingga dilakukan pengujian mutu secara konsisten, salah satunya deteksi air tersuspensi menggunakan Chemical Water Detector (CWD). Permasalahan yang dihadapi adalah persediaan CWD yang kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh proses pengadaan CWD yang belum dilakukan secara tepat dan sistematis sehingga terjadi kelebihan ataupun kekurangan persediaan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas proses pengadaan CWD melalui penerapan metode forecasting atau peramalan. Peramalan adalah sebuah metode yang diterapkan guna memprediksi permintaan di masa depan, untuk jangka waktu yang panjang dan pendek dengan memanfaatkan data historis sebagai dasar perhitungan. Dalam rangka memperoleh hasil analisis kebutuhan CWD yang terbaik, penelitian ini membandingkan dua metode peramalan, yaitu Double Exponential Smoothing Holt’s serta Trend Analysis. Berlandaskan pada peramalan yang dihasilkan, metode peramalan yang terbaik adalah Trend Analysis karena menunjukkan tingkat error prediksi yang lebih rendah dibandingkan Double Exponential Smoothing Holt’s. Hal ini dibuktikan oleh nilai MAD sebesar 375, nilai MSE sebesar 178.843, dan MAPE sebesar 12%. Selanjutnya adalah melakukan perhitungan safety stock atau persediaan pengaman untuk mengurangi risiko terjadinya stock out. Perusahaan dapat menetapkan batas minimum stok CWD sebanyak 13 kotak. Hasil peramalan kebutuhan CWD memberikan gambaran mengenai potensi kejadian di masa yang akan datang dan menjadi acuan dalam perencanaan pengadaan perusahaan.

Page 2 of 3 | Total Record : 28