cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281266209657
Journal Mail Official
educatumjurnal@gmail.com
Editorial Address
Kavling Pancur Pelabuhan Blok A No.189 Tanjung Piayu, Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau. 29400
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 30311209     DOI : https://doi.org/10.62282/je.v1i2
Core Subject : Education,
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan memiliki nomor registrasi e-ISSN: 3031-1209 (online) yang merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas, Indonesia yang membahas tentang bidang diskusi pengajaran. EJDP bertujuan menyebarluaskan pemikiran dan gagasan konseptual atau hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pendidikan. Dalam satu tahun, EJDP terbit dalam dua kali, yakni di bulan Desember dan Juni. Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan berfokus menerbitkan artikel berkualitas tinggi yang didedikasikan untuk semua aspek penelitian dan pengembangan terkini di bidang Pendidikan. Ruang lingkup jurnal Educatum meliputi kajian Kurikulum, Teknologi, Media, dan Inovasi dalam Pembelajaran, Rancangan Instruksional, Manajemen Pendidikan, dan Psikologi Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Analisis Pendekatan Deep Learning dalam meningkatkan Kualitas Manajemen Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 3 Rote Barat Lao, Hendrik A E; Umar Ali; Yakob Pai Tiba
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i1.56-73

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kontribusi pendekatan deep learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan Adalah metode penelitian kuantitatiif, responden dalam penelitian ini Adalah 40 orang guru dengan teknik pengumpulan data yaitu angket atau kusioner serta dianalisis dengan statistic inferensia berbantuan SPSS 27 untuk mengetahui pengaruh dari implementasi pendekatan deep learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Hasil temuan bahwa penerapan pendekatan deep learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 3 Rote Barat memiliki pengaruh yang cukup siginifikan dari pendekatan deep learning terhadap kualitas manajemen pembelajaran sebesar 40,3 persen yang artinya kontribusi pendekatan deep learning terhadap kualitas manajemen pembelajaran memiliki pengaruh yang cukup siginifikan, hal ini disebabkan oleh faktor lain seperti kesiapan guru dalam mengajar, penggunaan media, strategi pembelajaran yang digunakan serta metode pembelajaran yang kurang tepat. Maka guru perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran sehingga kualitas manajemen pembelajaran di kelas mencapai tujuan yang telah ditetapakan yaitu mutu pembelajaran yang baik.
Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Membentuk Kesadaran Multikultural Generasi Muda Indonesia Yunardi Kristian Zega; Tirza Jessica Tarapanajang; Yulia Febriany Langobelen; Diana Tiro; Okyan Imanuel Io
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i1.74-92

Abstract

Penelitian ini membahas penguatan nilai-nilai Pancasila dalam membentuk kesadaran multikultural generasi muda Indonesia di tengah tantangan era digital dan globalisasi. Keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia menuntut adanya kesadaran multikultural yang kuat agar persatuan bangsa tetap terjaga. Namun, perkembangan teknologi digital juga memunculkan berbagai tantangan seperti intoleransi, ujaran kebencian, radikalisme, dan menurunnya kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penguatan nilai-nilai Pancasila dalam membangun kesadaran multikultural generasi muda Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang toleran, inklusif, dan mampu menghargai keberagaman. Pendidikan Pancasila juga berfungsi sebagai sarana pembentukan kesadaran multikultural melalui penanaman nilai toleransi, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan demikian, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi langkah strategis dalam menjaga persatuan bangsa di tengah masyarakat multikultural Indonesia.
Kesulitan Guru dalam Menggunakan Buku Teks Sejarah pada Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Kasus di SMAN Taruna Nala Malang Annora Pratama Putri; Joko Sayono
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i2.124-139

Abstract

Guru seringkali mengeluhkan ketidaksesuaian antara buku teks yang digunakan dengan kurikulum yang diterapkan di sekolah. Hal ini menjadi salah satu tantangan besar dalam proses pembelajaran, terutama ketika kurikulum yang digunakan mengalami perubahan, seperti dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang lebih fleksibel dan berbasis pada kebutuhan siswa. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam menggunakan buku teks sejarah di SMAN Taruna Nala, dalam konteks kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap beberapa guru sejarah di sekolah tersebut. Hasil wawancara mengungkapkan beberapa kesulitan utama, termasuk ketidakmampuan buku teks untuk mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa, keterbatasan materi yang disajikan yang tidak selalu sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, dan kurangnya dukungan visual serta pembaruan informasi yang relevan. Selain itu, guru juga merasa terbatas dalam kebebasan untuk menyajikan berbagai perspektif dalam materi ajar dan sering kali harus mencari sumber tambahan untuk memperkaya pembelajaran. Meskipun buku teks memberikan kerangka dasar dalam pengajaran, buku teks tersebut dirasa kurang mendukung tujuan pembelajaran yang lebih fleksibel dan inklusif. Studi ini menyarankan perlunya evaluasi kritis terhadap buku teks yang digunakan dan pentingnya pengembangan sumber daya pengajaran yang lebih beragam untuk mendukung pendidikan sejarah yang lebih komprehensif dan berpusat pada siswa.
Upaya Peningkatan Mutu Sekolah Melalui Evaluasi Kegiatan di UPT SPF SMPN 33 Makassar Nurul Annisa R
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i2.159-171

Abstract

Evaluasi dalam pendidikan merupakan proses sistematis yang dilakukan untuk menilai sejauh mana tujuan program dan pelaksanaan pembelajaran telah tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi dan tindak lanjutnya di SMPN 33 Makassar, dengan fokus pada evaluasi komprehensif, evaluasi program kerja, serta evaluasi bidang kesiswaan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMPN 33 Makassar menerapkan evaluasi secara terstruktur dan berkelanjutan, mencakup kinerja guru, program sekolah, administrasi, serta layanan kesiswaan seperti penerimaan siswa, orientasi, kehadiran, dan pengelompokan kelas. Evaluasi program kerja dilakukan satu hingga dua kali setahun, disesuaikan dengan kebutuhan dan agenda sekolah. Tindak lanjut hasil evaluasi dilakukan melalui rapat manajemen, penyusunan rencana perbaikan, pelaksanaan program peningkatan kompetensi, serta monitoring rutin. Faktor pendukung meliputi komitmen warga sekolah, dukungan komite dan orang tua, serta komunikasi yang terbuka, sementara hambatan yang ditemui antara lain keterbatasan waktu dan variasi pemahaman guru mengenai pentingnya evaluasi. Secara keseluruhan, evaluasi di SMPN 33 Makassar memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran, kinerja guru, serta kedisiplinan dan hasil belajar siswa.
Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar: A Systematic Literature Review Syifa Muhtarom; Firda Dwi Luthfiyyah; Syahidan Ulil Albab
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i2.93-104

Abstract

Kesulitan belajar matematika pada siswa sekolah dasar merupakan masalah kompleks yang berdampak negatif pada hasil belajar dan motivasi mereka. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya secara komprehensif, penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 artikel dari jurnal nasional terpilih (2020-2025) yang diperoleh dari berbagai basis data ilmiah dan diseleksi mengacu pada prosedur PRISMA. Hasil analisis tematik mengidentifikasi empat kelompok faktor utama yang saling terkait: kognitif (paling dominan), yang meliputi kesalahan operasi hitung dan pemahaman konsep dasar yang lemah; afektif, yang mencakup rendahnya minat, kecemasan matematika, serta kurangnya kepercayaan diri; pedagogis, yang terkait dengan dominasi metode pembelajaran tradisional dan minimnya penggunaan media konkret; serta lingkungan, yang berkaitan dengan terbatasnya dukungan orang tua dan kondisi belajar yang tidak mendukung. Simpulan kajian menegaskan sifat multidimensional dari kesulitan ini, sehingga diperlukan pendekatan penanganan yang holistik melalui penguatan pemahaman konsep, penerapan pembelajaran berpusat pada siswa, pengembangan aspek afektif, dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif. Sintesis ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif di sekolah dasar.
Evaluasi Autentik dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai Sarana Pembentukan Iman: Sebuah Kajian Literatur Desetina Harefa; Iwanti Hia; Nuniati Gulo; Men Frius Laoli; Vicky Marulitua Lubis; Basilius Berkat Ulang Tahun Gulo
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i2.140-158

Abstract

Evaluasi autentik dalam Pendidikan Agama Kristen menjadi pendekatan yang relevan karena tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga pada pembentukan iman. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran evaluasi autentik sebagai sarana pembentukan iman dalam konteks Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode kajian literatur dengan memanfaatkan berbagai sumber ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahapan identifikasi literatur, pengodean, pengelompokan tema, dan sintesis konseptual. Hasil kajian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu evaluasi autentik sebagai sarana refleksi dan pertumbuhan iman, implementasinya melalui aktivitas pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif, serta tantangan dalam menilai perkembangan spiritual peserta didik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa evaluasi autentik tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penilaian hasil belajar, tetapi juga sebagai pendekatan pedagogis yang membantu peserta didik menginternalisasi nilai-nilai Kristiani dan merefleksikan pengalaman iman dalam kehidupan sehari-hari. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan pemahaman bahwa evaluasi autentik merupakan bagian integral dari proses pembentukan iman dalam Pendidikan Agama Kristen, bukan sekadar alat ukur pencapaian akademik.
Pendidikan Kristen di Era Modern: Tantangan, Peluang Strategis, dan Transformasi Pedagogis Edison; Herbin Simanjuntak; Radius Simanjuntak; Pidel Kastro; Rusdi Parsaulian
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i2.105-123

Abstract

Pendidikan Kristen menghadapi berbagai tantangan pada era modern yang ditandai oleh perkembangan teknologi digital, perubahan sosial budaya, pluralitas masyarakat, dan fenomena sekularisasi. Kondisi ini menuntut adanya pembaruan pendekatan pendidikan agar tetap relevan dalam membentuk peserta didik yang beriman, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan pendidikan Kristen di era modern, mengidentifikasi peluang strategis yang muncul, serta merumuskan model transformasi pedagogis yang dapat menjadi acuan bagi pengembangan pendidikan Kristen. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan melalui tahapan identifikasi literatur, seleksi sumber, kategorisasi tema, analisis teologis, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Kristen menghadapi lima tantangan utama, yaitu transformasi digital, krisis karakter dan spiritualitas, tuntutan peningkatan kompetensi guru dan kepemimpinan, pluralitas sosial, serta sekularisasi. Di sisi lain, tantangan tersebut membuka peluang bagi pengembangan inovasi pembelajaran, pendidikan karakter, kepemimpinan transformasional, dan teologi kontekstual. Sebagai kontribusi utama, penelitian ini merumuskan Model Transformasi Pendidikan Kristen Era Modern yang dibangun atas lima pilar, yaitu integrasi iman dan ilmu, literasi digital berbasis nilai Kristiani, pembentukan karakter dan spiritualitas, kepemimpinan transformasional, serta teologi kontekstual. Model ini menawarkan kerangka konseptual bagi pengembangan pendidikan Kristen yang relevan, adaptif, holistik, dan transformatif di tengah perubahan zaman.
Integrasi Iman dan Ilmu dalam Pedagogi Biblika: Respons terhadap Ketegangan antara Otoritas Alkitab dan Relativisme Postmodern Edison; Herbin Simanjuntak; Radius Simanjuntak; Rusdi Parsaulian
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i2.172-186

Abstract

Perkembangan pemikiran postmodern telah menghadirkan tantangan epistemologis yang signifikan bagi pedagogi Biblika, khususnya melalui relativisme kebenaran yang mempertanyakan otoritas Alkitab sebagai sumber kebenaran normatif. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan pedagogis yang mampu mempertahankan kesetiaan terhadap wahyu Alkitab sekaligus membuka ruang dialog dengan ilmu pengetahuan dan realitas kontemporer. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi iman dan ilmu dalam pedagogi Biblika sebagai respons terhadap ketegangan antara otoritas Alkitab dan relativisme postmodern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan dengan tema otoritas Alkitab, epistemologi Kristen, postmodernisme, hermeneutika, serta integrasi iman dan ilmu. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi literatur, seleksi sumber, kategorisasi tema, analisis hermeneutik dan analisis isi, serta sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan apologetis-dogmatis maupun pendekatan kontekstual-relativistik masih memiliki keterbatasan dalam merespons tantangan epistemologis masyarakat postmodern. Sebagai alternatif, penelitian ini menghasilkan model integrasi iman dan ilmu yang dibangun atas tiga komponen utama, yaitu Alkitab sebagai pusat normatif, ilmu pengetahuan sebagai mitra dialogis, dan pengalaman peserta didik sebagai ruang hermeneutik yang diintegrasikan melalui kerangka multiperspektival. Model ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pedagogi Biblika yang dialogis, reflektif, kontekstual, dan tetap berlandaskan pada otoritas Alkitab.