cover
Contact Name
Yunardi Kristian Zega
Contact Email
yunardichristian@gmail.com
Phone
+6281266209657
Journal Mail Official
educatumjurnal@gmail.com
Editorial Address
Kavling Pancur Pelabuhan Blok A No.189 Tanjung Piayu, Sungai Beduk, Batam, Kepulauan Riau. 29400
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 30311209     DOI : https://doi.org/10.62282/je.v1i2
Core Subject : Education,
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan memiliki nomor registrasi e-ISSN: 3031-1209 (online) yang merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas, Indonesia yang membahas tentang bidang diskusi pengajaran. EJDP bertujuan menyebarluaskan pemikiran dan gagasan konseptual atau hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pendidikan. Dalam satu tahun, EJDP terbit dalam dua kali, yakni di bulan Desember dan Juni. Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan berfokus menerbitkan artikel berkualitas tinggi yang didedikasikan untuk semua aspek penelitian dan pengembangan terkini di bidang Pendidikan. Ruang lingkup jurnal Educatum meliputi kajian Kurikulum, Teknologi, Media, dan Inovasi dalam Pembelajaran, Rancangan Instruksional, Manajemen Pendidikan, dan Psikologi Pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Hubungan Emosional Orang Tua dan Anak di Sekolah Dasar Hikari Tangerang Selatan Berdasarkan pemikiran Letty Mandeville Russell tentang Partnership Arlin Sepriyanti Ziliwu; Gideon Sutrisno; Youke L Singal
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v1i2.84-101

Abstract

Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam meningkatkan hubungan emosional antara orangtua dan anak di SD Hikari Tangerang Selatan Berdasarkan pemikiran Letty M. Russell tentang Partnership. Anak adalah karunia Tuhan bagi orang tua. Orangtua perlu memberi perhatian serius terhadap anak. Realitanya masih banyak anak yang mengalami gangguan emosional. Di sekolah dasar Hikari Tangerang Selatan, anak mengalami gangguan emosional yang disebabkan karena hubungan emosional dengan orang tua yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru PAK dalam meningkatkan hubungan emosional orang tua dan anak berdasarkan pemikiran seorang teolog dan pendidik kristen yaitu Letty M. Russell. Hasil penelitian menunjukkan hubungan emosional orang tua dan anak kurang baik dikarenakan guru PAK sebagai partner belajar orang tua dan anak belum memaksimalkan perannya dengan baik dan benar. Kata kunci: Peran, Guru PAK, Hubungan Emosional Orangtua dan Anak.
Mematahkan Kebohongan: Pentingnya Pendidikan Agama Kristen dalam Menanggulangi Penyebaran Berita Hoaks di Media Sosial Miranda Christina Putri; Elieser R Marampa; Vera SM Simanjuntak; Amoli Ndraha
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v1i2.102-117

Abstract

Salah satu permasalahan yang masih terjadi di Indonesia adalah penyebaran berita hoaks. Penyebaran berita hoaks ini dilakukan oleh seseorang baik secara lisan maupun melalui media sosial, biasanya berita hoaks yang disebarkan terkait dengan isu politik, agama, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendidikan agama Kristen dalam mencegah penyebaran berita hoaks. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Adapun hasil kajian penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen dapat mencegah penyebaran berita hoaks dengan menjadikan Alkitab sebagai landasan dalam bertindak, berpikir, dan berbicara. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan agama Kristen untuk mencegah penyebaran berita hoaks yaitu: 1) ketaatan kepada hukum, 2) membela kebenaran, 3) menjunjung tinggi kejujuran, 4) berpikir kritis, dan 5) memiliki kasih. Melalui pendekatan ini orang Kristen diharapkan turut serta berkontribusi dalam mencegah penyebaran berita hoaks.
Menghadapi Ancaman LGBT: Kekuatan Pendidikan Agama Kristen dalam Menyelamatkan Identitas Remaja di Sekolah Aritonang, Titin; Zega, Yunardi Kristian
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v1i2.118-128

Abstract

Dalam era yang terus berkembang ini, isu LGBT menjadi perhatian utama, terutama di kalangan remaja yang rentan terpengaruh. Identitas gender dan orientasi seksual yang berbeda dari norma-norma sosial menjadi fokus perdebatan yang semakin meningkat. Tulisan ini mengeksplorasi peran pendidikan agama Kristen di sekolah dalam mencegah perilaku LGBT di kalangan remaja. Dengan menekankan nilai-nilai moral, kasih, pengampunan, dan kesetiaan yang terkandung dalam ajaran agama Kristen, pendidikan agama di sekolah dapat membantu remaja memahami dan menginternalisasi prinsip-prinsip yang mencegah mereka terjerumus ke dalam perilaku LGBT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis literatur terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen di sekolah dapat berperan dalam membentuk identitas dan nilai-nilai remaja serta memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep gender dan seksualitas yang sehat. Dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual, pendidikan agama Kristen di sekolah dapat memberikan solusi yang komprehensif dalam membantu remaja mengatasi tekanan dan dorongan menuju perilaku LGBT.
Pengaruh Minat Belajar dalam Pembelajaran Matematika terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Kelas IV di SD 02 Karang Bener Nasywa Azka Amelia; Zumna Afifatun Nisa; Miftahul Aulia; Nur Kusuma Astuti; Ayunda Choirun Nisa; Sekar Dwi Ardianti; Erik Aditia Ismaya
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v1i2.129-138

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menguji pengaruh minat belajar terhadap konsentrasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika kelas IV di SD 02 Karang Bener. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas IV SD 02 Karang Bener dengan jumlah populasinya sebanyak 13 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil semua populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket dengan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik uji dengan analisis regresi. Analisis regresi digunakan untuk mencari pengaruh variabel independen sebagai variabel penyebab terhadap variabel dependen sebagai variabel akibat. Variabel independen dalam penelitian ini adalah minat belajar siswa sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah konsentrasi belajar siswa. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini H0 menyatakan tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kedua variabel dan H1 menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Sedangkan hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa H0 diterima sehingga tidak terdapat pengaruh minat belajar siswa terhadap konsentrasi belajar siswa pada pembelajaran matematika di kelas IV di SD 02 Karang Bener. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Guru sebagai Garda Terdepan: Membentuk Generasi Moderat dalam Pendidikan Agama Kristen Folind Zega, David; Talizaro Tafonao; Agiana Her Visnhu Ditakristi; Rita Evimalinda; Daniel Agustin
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v1i2.139-156

Abstract

Indonesia menjadi suatu bangsa yang terdiri dari ribuan pulau, berbagai macam ras, etnis, bahasa, suku, dan budaya yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman. Ancaman akan terjadinya konflik menjadi lebih besar. Terdapat tindakan-tindakan yang mengarah pada radikalisme, ekstremisme, kebencian terhadap pihak tertentu, kekerasan, dan vandalisme dapat menjadi faktor penghancur persatuan. Kurangnya kesadaran menghargai keberagaman akan mengarah pada sikap yang menganggap kelompoknya paling benar, sehingga berpotensi terjadinya gejolak serta fenomena-fenomena yang memunculkan kurangnya keharmonisan dalam bermasyarakat. Uraian dalam penelitian ini tentu memperlihatkan bahwa peranan guru Pendidikan Agama Kristen sangat menentukan terciptanya peserta didik yang dewasa dalam bermasyarakat. Guru Pendidikan Agama Kristen harus menanamkan niali-nilai moderasi berdasarkan dari kisah-kisah Alkitab yang seperti Yesus ajarkan. Guru pendidikan agama Kristen merupakan agen keteladanan harus mampu memberikan contoh melalui sikap perbuatan maupun tutur katanya. Selain itu guru Pendidikan Agama Kristen melaksanakan inovasi atau mengembangkam kurikulum pembelajaran dengan mencantumkan nilai-nilai moderasi. Artikel ini akan membahas mengenai peran guru sebagai Garda terdepan dalam upaya membentuk moderasi beragama di sekolah.
Problematika Pengajaran Pendidikan Agama Kristen di Indonesia: Perspektif Regulasi, Kurikulum, dan Sarana Prasarana Sianipar, Ronald; Hendrik Bernadus Tetelepta; Talizaro Tafonao; Otieli Harefa; Jan Lukas Lombok
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v1i2.157-170

Abstract

Pengajaran Pendidikan Agama Kristen di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang kompleks dan multidimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis problematika utama yang dihadapi dalam pengajaran Pendidikan Agama Kristen dari tiga perspektif utama: regulasi, kurikulum, dan sarana prasarana. Dari perspektif regulasi, ditemukan bahwa terdapat kekurangan sinkronisasi antara peraturan pemerintah pusat dan implementasinya di daerah, serta adanya diskriminasi terhadap sekolah-sekolah Kristen di beberapa daerah. Dalam hal kurikulum, terdapat ketidaksesuaian antara kebutuhan lokal dan kurikulum nasional yang bersifat homogen, serta kurangnya pengembangan materi ajar yang kontekstual dan relevan dengan kondisi sosial budaya setempat. Dari aspek sarana prasarana, banyak sekolah Kristen yang masih kekurangan fasilitas pendukung, termasuk ruang kelas yang memadai, perpustakaan, dan teknologi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa sekolah Kristen di Indonesia, melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan pembuat kebijakan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas Kristen untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Rekomendasi yang diusulkan mencakup revisi regulasi yang lebih inklusif, pengembangan kurikulum yang adaptif dan kontekstual, serta peningkatan investasi dalam sarana prasarana pendidikan. Dengan demikian, diharapkan pengajaran Pendidikan Agama Kristen di Indonesia dapat lebih efektif dan relevan, sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter peserta didik yang beriman, berilmu, dan berintegritas.
Peran Pendidikan Pancasila dalam Penguatan Ketahanan Nasional di Tengah Tantangan Global Mauta, Arjuna; Unmehopa, Marthen; Djara Leba, Davidson; Binsasi, Irenius Fransiskus; Zega, Yunardi Kristian
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i1.1-12

Abstract

Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks, seperti globalisasi, disrupsi digital, radikalisme, dan krisis sosial multidimensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Pancasila dalam penguatan ketahanan nasional Indonesia dengan menekankan pada pembentukan kesadaran ideologis, karakter kebangsaan, dan kohesi sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pendidikan Pancasila dan dimensi ketahanan nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Pancasila berperan sebagai fondasi ideologis yang memperkuat ketahanan ideologi, mendorong partisipasi politik yang beretika, memperkokoh kohesi sosial dalam masyarakat multikultural, serta meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman global dan non-tradisional, termasuk disinformasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Pancasila bukan sekadar mata pelajaran normatif, melainkan instrumen strategis dalam membangun ketahanan nasional yang holistik dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan Pancasila yang kontekstual dan adaptif menjadi kebutuhan penting dalam menjaga keberlanjutan ketahanan nasional Indonesia di era global.
Polemik Pendidikan di Indonesia antara Hak Rakyat dan Tanggungjawab Negara Mahrowi, Ahmad Fadlil
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i1.13-32

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hak dasar setiap warga negara sebagaimana dijamin dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi “mencerdaskan kehidupan bangsa” dan dalam UUD 1945 pasal 31 ayat (1), yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat Pendidikan, dan dicantumkan dalam sila kedua serta kelima Pancasila, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun dalam praktiknya, akses dan kualitas Pendidikan di Indonesia masih menhadapi persoalan serius, diantaranya angka putus sekolah yang tinggi, fasilitas yang belum memadai, biaya yang memberatkan masyarakat dan lain sebagainya. Pemerintah negara di era presiden Prabowo Subianto sekarang ini membuat program antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan yang terbaru presiden menurunkan dana untuk memberikan Smart TV di setiap kelas sebagai upaya pemerintah menutup berbagai kesenjangan tersebut. Artikel ini bertujuan mengkaji hubungan antara konsep Pendidikan dalam perspektif Pancasila serta yang dicita-citakan UUD 1945 dengan kebiajakan aktual yang sedang dilakukan pemerintah, sekaligus mengkritisi pertanyaan fundamental: Pendidikan sejatinya tanggung jawab pemerintah atau rakyat? Dengan pendekatan normatif dan menggunakan analis kebijakan.
Mengajar dengan Hikmat: Tantangan Menjadi Guru Kristen yang Relevan di Era Teknologi Digital Simanullang, Liberti Sutomo
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i1.33-44

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mengubah paradigma pendidikan global dan menantang peran guru Kristen dalam mengintegrasikan iman dan teknologi secara bijaksana. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep mengajar dengan hikmat sebagai panggilan spiritual yang menuntut guru Kristen untuk tetap relevan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review, dengan menganalisis berbagai sumber akademik, termasuk jurnal teologi pendidikan, buku pendidikan Kristen, dan penelitian terkait pedagogi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa mengajar dengan hikmat berarti mengintegrasikan dimensi teologis, etis, dan pedagogis dalam praktik pendidikan berbasis teknologi. Guru Kristen berhikmat tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mentor rohani yang menuntun peserta didik menggunakan teknologi dengan kasih Kristus. Artikel ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi guru Kristen, seperti disrupsi digital terhadap relasi personal dan bahaya ketergantungan teknologi tanpa refleksi spiritual. Ditekankan bahwa hikmat menjadi fondasi yang memampukan guru Kristen berperan sebagai teladan iman dan inovator pedagogis yang berpusat pada Kristus.
Pendidikan Karakter di Era Digital: Tantangan dan Strategi Mengatasi Kritis Empati, Disiplin, dan Nilai Moral Peserta Didik Siti Sumarni; Widiasari, Fenti; Azizah, Nurul Fikriyah; Yogi Firmansyah
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v3i1.45-55

Abstract

Pendidikan karakter memiliki peran yang penting dalam membentuk peserta didik yang memiliki akhlak mulia, berempati, serta mampu menghadapi tantangan di era digital. Perkembangan teknologi ini dapat mengubah pola interaksi dan perilaku anak sehingga berdampak pada proses internalisasi nilai moral dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk krisis karakter yang muncul pada peserta didik, seperti menurunnya empati, lemahnya disiplin dan tanggung jawab, rendahnya regulasi emosi, serta memudarnya nilai moral dan adab. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terbitan 2015-2024 yang relevan dengan pendidikan karakter dan pengaruh media digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media digital tanpa ada pendampingan menjadi faktor utama melemahnya karakter peserta didik. Paparan konten negatif dan budaya instan berpotensi pada menurunnya empati peserta didik dan menumbuhkan prilaku konsumtif. Pendidikan karakter perlu diperkuat melalui keteladanan, pembiasaan nilai, literasi digital, serta kolaborasi sekolah dan keluarga.