cover
Contact Name
Pius A. L. Berek
Contact Email
francisdomin2018@gmail.com
Phone
+6282236339527
Journal Mail Official
francisdomin2018@gmail.com
Editorial Address
Prodi Keperawatan Fakultas Pertanian Sains dan Kesehatan Jalan Km 09 Kelurahan Sasi, Kefamenanu NTT
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Sahabat Keperawatan
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 26561115     DOI : https://doi.org/10.32938/jsk.v6i01
Core Subject : Health,
Jurnal Sahabat Keperawatan Universitas Timor adalah jurnal akses bebas yang mengulas tentang Keperawatan dan Kesehatan secara umum. Semua artikel yang diterbitkan melalui proses peer review. Diterbitkan dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Setiap kali diterbitkan paling sedikit terdiri dari lima artikel.
Articles 146 Documents
PEMBERIAN PIJAT MARMET UNTUK MENGATASI MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF Septy Widiana; Rieh Firdausi
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i2.10873

Abstract

Ibu post partum mengalami perubahan pada tubuh diantaranya payudara yang mengalami penurunan kadar progesteron dengan peningkatan hormon prolaktin setelah persalinan sebagai tanda mulainya proses laktasi. Akan tetapi, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan menyatakan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 16.733 bayi (60,7%). Sehingga, bedasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak semua ibu post partum mampu segera memberikan ASI kepada bayinya dan salah satu permasalahan yang paling sering terjadi adalah pengeluaran ASI yang tidak optimal. Pengeluaran ASI yang tidak optimal dapat dilakukan intervensi pijat marmet. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil pemberian intervensi pijat marmet untuk mengatasi menyusui tidak efektif. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada satu ibu post partum dengan ASI tidak menetes dan diberikan intervensi pijat marmet 3 kali sehari selama 2 hari. Hasil menunjukkan tidak terjadi peningkatan tetesan ASI pada Ny.N setelah diberikan intervensi pijat marmet selama 2 hari. Adapun faktor yang dapat memengaruhi untuk pengeluaran ASI pada Ny.N seperti jenis persalinan, paritas, nyeri, keadaan psikologis ibu, dan lama pemberian pijat marmet. Dengan demikian, meskipun dalam kasus ini pijat marmet tidak terbukti efektif dalam melancarkan pengeluaran ASI, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan variabel lain seperti durasi dan frekuensi pijatan, kondisi psikologis, dan nutrisi ibu menyusui, serta waktu pemberian intervensi yang lebih lama atau melakukan kombinasi dengan jenis pijat payudara lainnya.
PENERAPAN PIJAT WOOLWICH DALAM PENINGKATAN PRODUKSI ASI Rasyidatul Ilma; Rieh Firdausi
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i2.10882

Abstract

Jika ibu dan bayi tidak senang atau menghadapi masalah saat menyusui, ini disebut menyusui tidak efektif. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) 2023 cakupan pemberian ASI eksklusif di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2022 adalah 39.598 bayi atau sebesar 77,2 % dan pada tahun 2023 menurun menjadi 16.733 bayi atau sebesar 60,7%. Massage Woolwich bertujuan untuk merangsang sel-sel mioepitel di sekitar kelenjar payudara. Rangsangan ini kemudian menuju ke hipotalamus dan dapat mendorong hipofisis anterior untuk menghasilkan hormon prolactin dan lebih banyak memproduksi ASI. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian teknik pijat woolwich pada diagnosis menyusui tidak efektif. Metode yang digunakan pada penelitian adalah rancangan penelitian studi kasus menggunakan teknik pijat woolwich sebanyak 2x sehari selama 3 hari dalam 15 menit di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Berdasarkan. Hasil evaluasi terjadi peningkatan suplai ASI pada hari ketiga sebanyak 2-3cc setelah dilakukan pijat woolwich. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran mengenai terapi pijat woolwich.
KUALITAS HIDUP PENYITAS LONG COVID PADA TENAGA KESEHATAN YANG BEKERJA DI RUANG ISOLASI Mei Rianita Elfrida Sinaga; Dian Puranti
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i2.10992

Abstract

Penyebaran kasus COVID-19 yang sangat cepat memberikan dampak bagi beberapa aspek fisik, psikologis, sosial dan lingkungan bagi tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan terpapar virus dan dampaknya masih terus dirasakan setelah tiga bulan dinyatakan negatif. Dampak long COVID seperti batuk, sesak nafas, takikardi setelah melakukan aktivitas yang berat dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan dan kualitas hidup tenaga kesehatan terutama yang bekerja di ruang isolasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup penyitas long COVID pada tenaga kesehatan yang bekerja di ruang isolasi COVID Rumah Sakit Bethesda. Desain penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 47 tenaga kesehatan yang bekerja di ruang isolasi RS Bethesda Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner baku Short Form-36 (SF-36). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan kualitas hidup responden berdasarkan delapan domain SF-36. baku SF-36 yang berisi 36 pertanyaan dengan delapan domain dengan nilai setiap item uji validitas ≥ 0,4 dan uji reabilitas dengan Cronbanch’s Alpha untuk domain fungsi fisik 0,769; peran fisik 0,833; rasa nyeri 0.874; kesehatan umum 0,760; fungsi sosial 0,812; kesehatan mental 0,760; peranan emosi 0,850; vitalitas 0,759. Hasil penelitian ini menggambarkan kualitas hidup tenaga kesehatan dilihat dari rata-rata skor delapan domain yaitu fungsi fisik (20,43 ±1,315); peranan fisik (7,15 ±0,807); rasa nyeri (4,09 ±0,503); kesehatan umum (14,74 ±1,461); fungsi sosial (7,77 ±1,146); kesehatan mental (16,74 ±1,421); peranan emosi (5,62 ±0,739); vitalitas (16,28 ±1,556). Kualitas hidup penyitas long COVID tergambar melalui delapan domain SF-366 dengan domain fungsi fisik memiliki skor rata-rata tertinggi.
IMPLEMENTASI SENAM KAKI DIABETIK UNTUK MENURUNKAN RISIKO NEUROPATI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Mahesa Hena Hardianti; Ade Fitriani; Dadi Hamdani
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i2.11013

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan neuropati perifer. Studi kasus ini menggambarkan implementasi senam kaki diabetik untuk menurunkan risiko neuropati. Desain yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada Ny. O, perempuan berusia 70 tahun, di Ruang Dahlia BLUD RSU Kota Banjar. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan glukosa darah, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan satu kali sehari selama tiga hari, masing-masing 15 menit, dan dievaluasi menggunakan SOAPIER. Keluhan kebas dan mati rasa menurun; sensasi tumpul mulai dirasakan; akral menjadi hangat; nadi dorsalis pedis teraba kuat; warna pucat menurun; dan turgor membaik. Kadar glukosa berubah dari GDS 185 mg/dL menjadi GDP 99 dan 95 mg/dL, tetapi perubahan ini tidak dapat diatribusikan hanya pada senam kaki karena jenis pemeriksaan berbeda dan terapi medis tetap diberikan. Senam kaki diabetik dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan mandiri untuk mendukung fungsi neurovaskuler perifer pada pasien diabetes mellitus.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU NIFAS POST SECTIO CAESAREA DENGAN MASALAH NYERI AKUT Idha Soares; Elfrida Dana; Yusfina Rua
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i2.11181

Abstract

Latar Belakang: Tindakan Sectio Caesarea (SC) merupakan prosedur persalinan yang dilakukan melalui sayatan pada dinding perut dan rahim untuk mengeluarkan janin. Proses pembedahan ini menyebabkan terputusnya kontinuitas jaringan sehingga menimbulkan nyeri akut. Berdasarkan pengamatan awal di Ruang Anggrek RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua, banyak ibu nifas pasca SC mengalami nyeri yang mengganggu pergerakan, menyusui, dan pemulihan. Masih terbatasnya penerapan asuhan keperawatan terpadu membuat penanganan nyeri belum optimal. Tujuan: Menerapkan dan mengevaluasi efektivitas asuhan keperawatan pada ibu nifas pasca operasi SC dengan masalah nyeri akut. Metode:   Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada dua pasien ibu nifas pasca Sectio Caesarea yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran skala nyeri Numerik Rating Scale (NRS), serta telaah dokumentasi rekam medis.. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan skala nyeri dan respons pasien terhadap intervensi.Hasil: Setelah diberikan intervensi gabungan terapi farmakologis dan non-farmakologis, skala nyeri menurun dari 6–7 menjadi 2–3. Saran: Asuhan keperawatan sistematis efektif menurunkan nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP SISWA YANG MENGALAMI BULLYING DI SMA NEGERI 3 ATAMBUA Maria Gradiana Siki; Djulianus Tes Mau; Rufina Nenitriana S. Bete
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i2.11242

Abstract

Latar Belakang: Bullying merupakan salah satu perilaku penyimpangan sosial yang marak dilakukan oleh anak usia sekolah yang memiliki dampak serius bagi korban bullying baik secara fisik maupun psikologis. Dukungan keluarga memiliki peran yang penting sebagai bentuk sikap positif yang mencerminkan perhatian, kepedulian, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan anak, sehingga mampu memberikan informasi dan arahan terkait perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Penanganan korban bullying dapat dilakukan melalui dukungan keluarga yang komprehensif, meliputi dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosiona, ukungan serta penilaian  penguatan positif guna meningkatkan kepercayaan diri. Tujuan : untuk mengidentifikasi dukungan informasional, dukungan instrumental, dukungan penilaian dan dukungan emosional. Metode : kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 150 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden yang ditentukan menggunakan rumus tabel Krejcie dan Morgan. Hasil : menunjukkan bahwa distribusi dukungan keluarga sebagian besar berada pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 64,1%, kategori sedang sebanyak 32,6%, dan kategori rendah sebanyak 3,3%. Berdasarkan aspek dukungan, dukungan informasional sebagian besar kategori sedang sebanyak 51,1%, dukungan instrumental pada kategori tinggi sebanyak 57,6%, dukungan penilaian kategori sedang sebanyak 53,3%, serta dukungan emosional  pada kategori tinggi sebanyak 53,3%. Kesimpulan : penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih tinggi pada aspek instrumental dan emosional, sedangkan pada aspek informasional dan penilaian berada pada tingkat sedang.