cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,975 Documents
LANDASAN PEDAGOGIK DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI: IMPLIKASI TERHADAP PENCAPAIAN SDGS 4 PADA PENDIDIKAN DI KABUPATEN CIANJUR Nurjanah, Lilim; Nurdin Nurdin; Supriadi, Budi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif, pendidikan sangat penting untuk pembangunan bangsa. Namun, fenomena globalisasi, yang ditandai dengan peningkatan kemajuan teknologi, kebutuhan untuk bersaing, dan tingkat pertukaran budaya yang meningkat di abad ke-21, telah menimbulkan tantangan baru bagi sistem pendidikan, terutama di tingkat lokal. Artikel ini bertujuan untuk mempelajari peran penting pendidikan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan bagaimana hal itu berdampak pada pencapaian SDG ke-4, yang menekankan pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas. Fokus penelitian ini adalah pendidikan di Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melihat literatur dan menganalisis dokumen kebijakan pendidikan, laporan Badan Pusat Statistik, dan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dari tahun 2018 hingga 2024. Penelitian menunjukkan bahwa globalisasi melalui digitalisasi pembelajaran dan kolaborasi dengan sektor bisnis dan industry memberikan peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran. Namun, globalisasi juga membawa tantangan, seperti kesenjangan digital, perbedaan kualitas pendidikan antar daerah, dan ancaman terhadap nilai-nilai budaya lokal. Melalui pendekatan pembelajaran berfokus pada peserta didik, penguatan pendidikan karakter, dan penerapan Kurikulum Merdeka, dasar pedagogik berfungsi sebagai fondasi konseptual dan penyaring nilai untuk menghubungkan tuntutan global dengan konteks lokal. Untuk mendukung pencapaian SDGs 4 secara berkelanjutan di tingkat lokal, pendekatan utama adalah meningkatkan dasar pedagogic.  
Praktik Kepemimpinan Berbasis Nilai (Value-Based Leadership) di SMP Negeri 1 Lembang  dan  SMP Darul Hikam Internasional Maria Vatmawaty Bety; Nurdin Nurdin; Asep Sopian; Dinar Samsunizar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Value-based leadership is effective school principal leadership that can bring about positive moral changes for teachers, staff, and students. Similarly, the leadership practices implemented by school principals at SMP Negeri 1 Lembang and SMP Darul Hikam Internasional, both A-accredited excellent schools, with the application of moral values-based education thru school programs and habituation activities. This study aims to determine the practice of value-based leadership in both schools, as well as the challenges and obstacles faced by the two school principals and their implications for the field of education. The research method is descriptive qualitative, processing data from data collection techniques such as observation, document study, questionnaire distribution, and open interviews with school principals and teacher representatives. The research results indicate that the leadership practices at SMP Negeri 1 Lembang and SMP Darul Hikam International are: moral values orientation as the foundation of leadership, character formation process as participatory leadership practice, communication and example as the core of value-based leadership, ethical decision-making and handling moral dilemmas, transparency, integrity, and a culture of mutual respect, consistency, and value-based innovation. And the practical and policy implications of values-based leadership for its implementation in schools.
Analisis Pengaruh Transformasi Digital Bank Syariah Indonesia Dalam Meningkatkan Efisiensi Operasional Dan Kepatuhan Syariah Di Era Fintech Amanda Julianti; Askari zakariah; Novita Novita
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital merupakan elemen strategis yang menentukan arah perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia, terutama pada era teknologi finansial yang menuntut peningkatan efisiensi, transparansi, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Bank Syariah Indonesia sebagai lembaga perbankan syariah milik negara memiliki tanggung jawab kelembagaan untuk mengintegrasikan teknologi digital guna memperkuat kualitas layanan, memastikan ketepatan pengelolaan akad, serta meningkatkan efektivitas operasional secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah beragam sumber ilmiah, termasuk jurnal, laporan resmi Otoritas Jasa Keuangan, publikasi Bank Syariah Indonesia, serta dokumen akademik yang relevan dengan transformasi digital dan kepatuhan syariah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa inovasi digital pada Bank Syariah Indonesia melalui layanan perbankan berbasis aplikasi, otomatisasi sistem manajemen risiko, integrasi analisis data berskala besar, serta penggunaan audit syariah digital mampu meningkatkan kecepatan layanan, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat akurasi proses verifikasi akad. Selain itu, teknologi digital berperan penting dalam meminimalkan risiko kesalahan manusia, memperluas transparansi transaksi, dan mendukung pengawasan syariah secara real time. Di sisi lain, transformasi digital juga menghadirkan tantangan baru, seperti risiko keamanan siber, keterbatasan literasi digital, serta kebutuhan penyelarasan regulasi dengan inovasi teknologi. Dengan demikian, penguatan transformasi digital yang selaras dengan prinsip-prinsip syariah menjadi fondasi utama bagi Bank Syariah Indonesia dalam mempertahankan daya saing dan memastikan keberlanjutan operasional di era perkembangan teknologi finansial
The Leadership Role of the Head of Study Program in Improving Student Learning Motivation: A Systematic Literature Review Muhammad Difa Izzati; Siti Zahra Maulida; Selnistia Hidayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the crucial role of the Head of Study Program (Kaprodi) leadership in influencing and enhancing student learning motivation, particularly in the context of Islamic higher education. This study uses a systematic literature review (SLR) method with a qualitative-descriptive approach. Primary and secondary data sources come from 42 reputable scientific journal articles published between 2020 and 2025. The data analysis techniques used are content analysis and narrative synthesis, based on transformational leadership theory and expectancy theory. The results show that the Head of Study Program's leadership plays a role through three dimensions: the Instructional Dimension (curriculum optimization and lecturer quality), the Managerial Dimension (creating a collaborative and supportive academic climate), and the Transformative Dimension (providing role models, inspiration, and intellectual stimulation). This role significantly increases students' intrinsic and extrinsic motivation. The practical contribution of this study is to formulate a Head of Study Program leadership model that is adaptive to the demands of the digital era in Islamic Religious Higher Education
Analisis Perilaku Disiplin Kerja Guru di SDN 15 Lubuak Tarok Windi Lestari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku disiplin kerja guru di SDN 15 Lubuak Tarok dengan mencakup aspek ketaatan terhadap peraturan sekolah, ketepatan waktu, dan penyelesaian administrasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui penyebaran angket kepada enam orang guru. Instrumen penelitian terdiri atas sepuluh pernyataan yang disusun berdasarkan indikator kedisiplinan kerja guru. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase untuk memberikan gambaran objektif mengenai tingkat kedisiplinan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku disiplin kerja guru berada pada kategori Baik dengan rata-rata skor 3,90. Aspek ketaatan terhadap peraturan sekolah dan ketepatan waktu berada pada kategori Sangat Baik, mencerminkan komitmen guru dalam mematuhi aturan dan melaksanakan tugas tepat waktu. Namun, aspek penyelesaian administrasi berada pada kategori Cukup, sehingga perlu adanya peningkatan kompetensi dan pendampingan dalam pengelolaan administrasi pembelajaran. Penelitian ini menegaskan pentingnya kedisiplinan guru dalam menunjang kualitas proses pembelajaran dan perlunya penguatan kompetensi administrasi guna meningkatkan profesionalitas guru.
Analisis Kecakapan Bekerja Guru di SD Angkasa Lanud Sultan Syahrir Padang Yolly Humayra Nanda; Jasrial Jasrial
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru memiliki peran strategis dalam menentukan mutu proses dan hasil pembelajaran di sekolah dasar. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kualitas pembelajaran adalah kecakapan bekerja guru, yang mencerminkan kemampuan profesional, personal, sosial, dan manajerial dalam melaksanakan tugas secara efektif dan konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecakapan bekerja guru di SD Angkasa 1 Lanud Padang berdasarkan beberapa aspek, meliputi manajemen waktu, motivasi kerja, pemahaman visi dan misi sekolah, pengambilan keputusan, penggunaan metode pembelajaran, kemampuan kolaborasi, kedisiplinan, pengelolaan kelas, keseimbangan kerja–kehidupan pribadi, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui angket yang diisi oleh guru. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran tingkat kecakapan bekerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecakapan bekerja guru berada pada kategori baik hingga sangat baik pada sebagian besar aspek yang dinilai. Guru memiliki kecakapan personal yang kuat, kecakapan profesional yang memadai, serta kemampuan manajerial dan kepemimpinan diri yang baik. Namun demikian, masih ditemukan beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam hal kerja kolaboratif, konsistensi penyelesaian tugas, dan pemanfaatan teknologi pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa pemetaan kecakapan bekerja guru penting sebagai dasar perencanaan program peningkatan profesionalisme guru dan peningkatan mutu pembelajaran di sekolah
TELAAH PEMIKIRAN QASIM AMIN TENTANG KESETARAAN PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN Us’an Us’an; Inayah Rohmaniyah; Jenjang Waldiono; Suroto Suroto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum perempuan sering mengalami ketimpangan dalam menempuh pendidikan, banyak yang menganggap mereka lebih relevan berkutat dengan persoalan bagaimana mengatur rumah tangga. Anggapan seperti ini sangat keliru, sebab ada tanggung jawab yang diemban perempuan selain persoalan rumah tangga yaitu memberikan pendidikan dasar kepada anak mereka sebagai generasi bangsa. Selain ketimpangan soal pendidikan, kaum perempuan juga kerap menjadi korban diskriminasi dan kekerasan. Perempuan sering mengalami diskriminasi dan kekerasan seperti kekerasan fisik, seksual, psikologis, marginalisasi bahkan diskriminasi gender. Ketika para perempuan diposisikan seperti demikian, muncullah berbagai pergerakan feminisme yang mendukung agar perempuan tidak memiliki nasib yang parah. Salah satunya bernama Qasim Amin, ia adalah tokoh reformis dari Mesir yang menggelorakan semangat pembebasan kaum perempuan. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan mengambil beberapa referensi yang bersumber dari beberapa jurnal, buku, dan berbagai literatur yang mendukung topik penelitian ini. Data yang telah terkumpul kemudian diinterpretasi melalui diskusi di antara para penulis hingga sampai pada tujuan-tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa Pendidikan yang layak bagi perempuan dituangkan oleh Qasim Amin dalam karyanya Tahrir al Mar’ah (Emansipasi Perempuan). Qasim Amin berpendapat pendidikan perempuan merupakan satu-satunya untuk membebaskan praktik pemarginalan dan subordinasi yang menyiksa mereka. Untuk itu Qasim Amin menyatakan pendidikan bagi perempuan sangat peting, sebab kecerdasan perempuan merupakan aset strategis bagi kemajuan bangsa.
JEJAK ORIENTALISME DALAM SEJARAH PENJAJAH Muhamad Miftahudin; Safiin Mansur
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji jejak orientalisme dalam sejarah penjajahan dengan menyoroti peran produksi pengetahuan tentang Timur dalam mendukung kekuasaan kolonial. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana wacana orientalisme digunakan untuk melegitimasi dan mempertahankan praktik penjajahan. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana orientalisme membentuk persepsi, kebijakan, dan representasi kolonial terhadap masyarakat Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dan analisis wacana kritis terhadap sumber primer dan sekunder, seperti teks kolonial, catatan perjalanan, dan karya ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientalisme tidak hanya berfungsi sebagai tradisi akademik, tetapi juga sebagai kerangka ideologis yang mengonstruksi Timur sebagai inferior, statis, dan eksotis, sehingga membenarkan dominasi politik dan eksploitasi ekonomi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa narasi orientalis tertanam kuat dalam institusi kolonial dan berkontribusi pada penghapusan pengetahuan lokal. Kesimpulannya, orientalisme merupakan bentuk kekuasaan epistemik yang berperan penting dalam membentuk sejarah penjajahan serta meninggalkan dampak jangka panjang terhadap cara pandang dan relasi kekuasaan pascakolonial
The Impact of Artificial Intelligence on Students' Learning Motivation in the Digital Era Nur ‘Azizah; Insan Roudloh; Selnistia Hidayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of artificial intelligence (AI) in higher education has increased with the advancement of digital technology. Students utilize various AI applications, including ChatGPT, Google Gemini, and Grammarly, to master course material, complete academic assignments, and improve the quality of academic writing. This study aims to evaluate how students use AI and its impact on learning motivation in the digital era. The research approach uses a qualitative descriptive method through a literature review, examining journal articles, research reports, and related scientific materials published over the past five years. Data processing techniques include data simplification, data presentation, and inference. The study findings indicate that the use of AI produces positive effects, such as increased learning efficiency, material understanding, autonomy, and student learning motivation. However, uncontrolled application of AI can also trigger negative impacts, such as excessive addiction, decreased internal motivation, and the risk of violating academic ethics. Therefore, this study emphasizes the need for digital literacy, ethical awareness, and pedagogical integration of AI so that the technology can maintain student learning motivation optimally and sustainably.
Implementasi K-Means untuk Mengelompokkan Mahasiswa Berdasarkan Risiko Dropout dan Prestasi Akademik Erza Rifa Nihayah; Hasbi Firmansyah; Wahyu Asriyani; Ria Indah Fitria
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil risiko akademik mahasiswa guna mencegah tingkat dropout melalui pendekatan Educational Data Mining (EDM). Masalah utama yang dihadapi institusi pendidikan adalah sulitnya memetakan mahasiswa yang membutuhkan intervensi segera di tengah besarnya volume data akademik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah algoritma K-Means Clustering dengan kerangka kerja Knowledge Discovery in Databases (KDD). Dataset terdiri dari 4.424 observasi mahasiswa dengan atribut utama meliputi Rata-rata Nilai, Unit Gagal, dan Status Debitur. Optimasi jumlah klaster dilakukan menggunakan metode Elbow dan metrik Davies-Bouldin Index (DBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa K=3 merupakan jumlah klaster paling optimal secara semantik untuk kebijakan institusi dengan nilai DBI -0,962. Klaster 1 (40,0%) dikategorikan sebagai Risiko Rendah (mahasiswa berprestasi), Klaster 2 (35,0%) sebagai Risiko Sedang (kelompok borderline), dan Klaster 3 (25,0%) sebagai Risiko Tinggi (potensi dropout). Temuan signifikan menunjukkan adanya korelasi kuat antara kendala finansial (status debitur tinggi) dengan kegagalan akademik pada Klaster 3. Hasil ini berimplikasi pada perlunya kebijakan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) yang mengintegrasikan bantuan finansial dan remedi akademik secara simultan