cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalpembangunanagribisnis01@gmail.com
Phone
+6285299057470
Journal Mail Official
jurnalpembangunanagribisnis01@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta KM. 9, Palu 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development)
Published by Universitas Tadulako
Jurnal pembangunan agribisnis dalam ilmu pertanian diterbitkan oleh Universitas Tadulako Fakultas Pertanian yang ternit tiga kali dalam setahun (Maret, Juli, dan November), dimana dalam jurnal pembangunan agribisnis penulis dapat mempresentasikan hasil penelitian atau kajian yang telah penulis lakukan pada aspek pertanian secara luas yang meliputi tanaman pangan dan hortikultura, peternakan dan perikanan, perkebunan dan kehutanan secara profesional. Jurnal pembangunan agribisnis meliputi bidang ekonomi pertanian, agribisnis, penyuluhan, perencanaan wilayah dan pedesaan, kelembagaan pertanian, pemasaran pertanian, dan kebijakan pertanian. Hanya manuskrip yang sesuai dengan fokus dan ruang lingkup agribisnis yang akan dipilih untuk ditinjau lebih lanjut. Semua manuskrip yang dipilih kemudian diverifikasi oleh editor jurnal untuk format penulisan berdasarkan pedoman jurnal. Jurnal ini menyediakan akses terbuka bagi siapa saja dengan memberikan akses langsung ke isinya dengan prinsip bahwa pertukaran pengetahuan mengenai penelitian tersedia secara bebas untuk umum.
Articles 180 Documents
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEMPE PADA CV. CAHAYA TEMPE DI KECAMATAN PEDONGGA KABUPATEN PASANGKAYU SULAWESI BARAT Silfana, Silfana; Hadayani, Hadayani; Nurdin, Muh Fahruddin
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i1.2158

Abstract

Tujuan penelitian pada CV. Cahaya Tempe yang pertama untuk mengetahui jumlah pembelian optimal bahan baku tempe, kedua untuk mengetahui total biaya persediaan optimal bahan baku tempe, ketiga untuk mengetahui jumlah persediaan pengaman bahan baku tempe, dan yang keempat yaitu untuk mengetahui titik pemesanan kembali bahan baku tempe Industri CV. Cahaya Tempe. Penelitian ini dilaksanakan di Industri CV. Cahaya Tempe yang terletak di Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat pada bulan Januari sampai Desember 2022. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive), dengan jumlah responden sebanyak 4 (empat) orang yakni, satu orang pimpinan industri, satu orang karyawan bagian produksi, dan dua orang dibagian pengemasan Industri CV. Cahaya Tempe. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah Economic Order Quantity (EOQ), Total Biaya Persediaan, Persediaan Pengaman, dan Titik Pemesanan Kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pembelian optimal bahan baku tempe yang sebaiknya dilakukan oleh Industri CV. Cahaya Tempe pada bulan Januari sampai Desember 2022 dengan ratarata 70.165,12 Kg. Persediaan pengaman (safety stock) yang harus selalu tersedia di gudang pada Industri CV. Cahaya Tempe sebesar 239 Kg. Titik pemesanan kembali yang harus dilakukan Industri CV. Cahaya Tempe pada bulan Januari sampai Desember 2022 dengan rata-rata sebesar 24.450,59 Kg. Total biaya persediaan optimal yang dikeluarkan oleh Industri CV. Cahaya Tempe pada bulan Januari sampai Desember 2022 dengan rata sebesar Rp. 53.454.589,96.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA KOPRA DI DESA SIWALEMPU KECAMATAN SOJOL KABUPATEN DONGGALA Wilda, Wilda; Muis, Abdul; Laurencia Manurung, Dewi Sartika
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i1.2159

Abstract

Produk kopra adalah salah satu komoditi andalan Indonesia yang di pasarkan ke manca negara, sebagai bahan pembuatan berbagai produk seperti minyak goreng, margarin, deterjen hingga bahan bakar bio diesel. Saat ini sebagian besar kopra yang di ekspor Indonesia masih dalam bentuk CCO. Namun pengembangan lebih lanjut menjadi produk lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi akan dapat menaikkan nilai ekspor dan membantu pengembangan industri pengolahan kopra dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha kopra di Desa Siwalempu Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Siwalempu Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala pada bulan Januari sampai dengan Maret 2022. Jumlah responden sebanyak 31 orang dari 108 orang yang melakukan usaha kopra. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (Purposive). Data primer dalam penelitian diperoleh dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan responden yang terpilih yang dibantu dengan daftar pertanyaan (kuisioner), sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur-literatur dan instansiinstansi yang terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh produsen kopra di Desa Siwalempu Kecamatan Sojol Kabupaten donggala menggunakan alat analisis pendapatan sebesar Rp.178.249.269 selama satu kali produksi, diperoleh dari pengurangan antara penerimaan sebesar Rp.279.760.000 dengan total biaya usaha kopra sebesar Rp.101.510.731 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp.5.749.976,42 selama satu kali produksi (3 bulan).
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA LAMBARA KECAMATAN TANAMBULAVA KABUPATEN SIGI Siska, Siska; Antara, Made; Alamsyar, Al
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i1.2160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani jagung hibrida di Desa Lambara Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksankan pada Bulan Januari sampai Juli 2023. Responden dalam penelitian ini ialah petani jagung hibrida di Desa Lambara Kecamatan tanambulava Kabupaten Sigi. Penentuan Responden ini menggunakan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) dimana dari 110 populasi petani jagung hibrida tersebut diambil 31 orang responden yang dijadikan sampel. Data yang digunakan dalam penelitian berasal dari data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan. Analisis pendapatan adalah suatu hasil yang di dapatkan oleh seseorang setelah melakukan pekerjaan walaupun hasil yang dicapainya masih rendah ataupun sudah cukup tinggi yang nantinya digunakan untuk mencukupi suatu kebutuhan ataupun mengkonsumsi suatu barang dan jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan yang diperoleh petani responden di Desa Lambara sebesar Rp. 5.042.701/1Ha/MT dari hasil selisih rata-rata total penerimaan sebesar Rp.11.179.522/1Ha/MT dengan rata-rata total biaya Rp.6.136.821/1Ha/MT.
ANALISIS NILAI TAMBAH IKAN JULUNG –JULUNG (Hemirhampus sp) MENJADI IKAN ASAP PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA BUNTO DI DESA TOWALE KECAMATAN BANAWA TENGAH KABUPATEN DONGGALA Saputra, Andika; Howara, Dafina; Erny, Erny
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i1.2161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan ikan julung-julung (Hemirhampus sp) (bahasa daerah ikan roa) menjadi ikan asap pada Industri Rumah Tangga Bunto. Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive), yakni Industri Rumah Tangga Bunto. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Responden dalam penelitian ini yaitu pimpinan dan 2 orang karyawan. Analisis yang digunakan adalah nilai tambah metode tarigan. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengolahan ikan Julung-julung menjadi ikan asap pada Industri Rumah Tangga Bunto memperoleh pendapatan sebesar Rp 3.633.668,4 dan memberikan nilai tambah bruto yaitu total dari pendapatan, penyusutan, dan pajak tak langsung sebesar Rp 6.250.000 Nilai tambah netto yaitu selisih antara nilai tambah bruto dan penyusutan sebesar Rp 6.111.334,4 dan nilai tambah per bahan baku yang digunakan yaitu pembagian antara nilai tambah netto dan jumlah bahan baku sebesar Rp 17.460,95 /kg, sehingga nilai tersebut merupakan besarnya rupiah yang didapatkan dalam 1 kg penggunan bahan baku ikan Julung-julung.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI SELADA HIDROPONIK SISTEM DFT KE SISTEM NFT DI PT. NINA AGRO JAYA DESA POMBEWE KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Fahrurazi, Andre Ahmad; Sulaeman, Suleman; Syamdi BS, Puput Puspita
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i1.2162

Abstract

Hidroponik adalah budidaya menanam tanpa menggunakan media tanah melainkan dengan cara memanfaatkan air, dan pada prinsip dasar hidroponik dibagi menjadi dua yaitu DFT (Deep Flow Technique) dan NFT (Nutrient Film Technique). Peningkatan produksi dengan sistem dan peluang yang kurang menguntungkan berpengaruh pada ketidakmasimalan keuntungan pendapatan usahatani hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan sistem hidroponik DFT ke sistem NFT berdasarkan kondisi faktor internal dan eksternal pada usahatani PT. Nina Agro Jaya. Penentuan responden ditentukan secara purposive sampling, jumlah responden sebanyak 13 orang, yaitu pimpinan dan staff PT. Nina Agro Jaya, serta mitra PT. Nina Agro Jaya dan konsumen tetap PT. Nina Agro Jaya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengembangan di PT. Nina Agro Jaya berada pada strategi SO yaitu kuadran I, artinya pada posisi ini perusahaan dapat memanfaatkan peluang dengan cara menggunakan kekuatan yang dimiliki. Alternatif strategi yaitu: (a) Memanfaatkan penggunaan alat dan bahan hidroponik yang sudah memenuhi kualifikasi standar nasional, penggunaan varietas benih unggul, dan pengendalian secara. Tempat usaha yang cukup luas agar dapat memaksimalkan potensi pengembangan usahatani hidroponik. (b) Memanfaatkan media sosial dan website dalam penjualan dalam lajunya perkembangan penggunaan teknologi dan informasi dalam pemasaran, sehingga memudahkan perusahaan dalam melakukan promosi kepada konsumen. (c) Banyaknya penyelenggaraan event atau pameran tanaman pangan yang diadakan dapat dimanfaatkan sehingga berpotensi nilai tambah selada.
TITIK IMPAS DAN HARGA POKOK PRODUKSI ABON IKAN PADA IKM RAJA BAWANG DI KOTA PALU Zaenal, Ali; Sisfahyuni, Sisfahyuni; Erny, Erny
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i2.2253

Abstract

IKM Raja Bawang merupakan salah satu industri yang memproduksi abon ikan di Kota Palu dengan produksi berfluktuasi dengan rata-rata produksi abon ikan tuna sebesar 87 Kg/pertahun. Permasalahan yang dihadapi industri tersebut yakni terbatasnya bahan baku yang secara tidak langsung berdampak produksi, penjualan dan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pendapatan, berapa besar titik impas yang dicapai IKM Raja Bawang, dan berapa besar harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan variabel costing pada IKM Raja Bawang di Kota Palu. Analisis data yang digunakan adalah analisis break event point (BEP), metode full costing dan variable costing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan rata-rata usaha pengolahan abon ikan yang diperoleh IKM Raja Bawang untuk kemasan 100 gram adalah sebesar Rp.3.252.635 per bulan, untuk kemasan 200 gram sebsesar Rp. 3.192.885/bulan. Titik impas terjadi pada bulan April untuk kemasan 100 gram yaitu pada saat penerimaan sebesar Rp. 1.566.091, sedangkan untuk kemasan 200 gram yaitu pada saat penerimaan sebesar Rp. 1.741.426. Harga Pokok Produksi yang dilakukan IKM Raja Bawang relatif rendah dibandingkan metode full costing dan variable costing, yakni sebesar Rp.102.312/Kg, sedangkan harga pokok produksi dengan metode full costing sebesar Rp.210.039/Kg dan berdasarkan metode variabel costing sebesar Rp.172.843/Kg.
ANALISIS NILAI TAMBAH KERIPIK TALAS PADA RUMAH PRODUKSI LECKER JAYA WALUYO DI KOTA PALU Ernawati, Ernawati; Kalaba, Yulianti; Khatima, Husnul
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i2.2256

Abstract

Talas merupakan jenis umbi-umbian yang banyak memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Selain itu talas sudah banyak dikenal masyarakat, namun tidak sepopuler dengan jenis umbi-umbian yang lain. Salah satu rumah produksi yang mengolah talas menjadi keripik ialah Lecker Jaya Waluyo yang berada di Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai tambah talas setelah diolah menjadi keripik talas. Analisis yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah analisis nilai tambah dengan metode hayami serta responden yang diambil secara sengaja (purposive), responden yang diambil dalam penelitian ini terdiri dari 1 orang pimpinan dan 2 orang karyawan produksi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa produksi keripik talas selama bulan April menggunakan 300 Kg talas dan menghasilkan sebanyak 140 kg keripik talas mendapatkan nilai tambah Rp30.941/Kg, dengan keuntungan sebesar Rp29.888,25/Kg atau sebesar 96,59% yang berarti tingkat keuntungan yang didapatkan pada rumah produksi Lecker Jaya Waluyo dari produk keripik talas meningkatkan pertumbuhan ekonomi rumah produksi sehingga dapat disimpulkan pada produksi talas menjadi keripik talas terdapat adanya nilai tambah.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN PANCING ULUR DAN PANCING TONDA DI DESA SONI KECAMATAN DAMPAL SELATAN KABUPATEN TOLI-TOLI Firmansyah, Firmansyah; Laapo, Alimudin; Erny, Erny
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i2.2257

Abstract

Masyarakat nelayan di Desa Soni menggunakan dua alat pancing dengan sasaran jenis ikan yang berbeda. Perbedaan jenis ikan dan pengoprasian dua alat pancing menyebabkan perbedaan suatu pendapatan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pendapatan nelayan Pancing Ulur dan Pancing Tonda di Desa Soni. Penentuan responden dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Sampel random sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan dan analiasis paired sampel t-test. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa pendapatan nelayan Pancing Ulur rata-rata sebesar Rp. 310.239, sedangkan rata-rata pendapatan nelayan Pancing Tonda sebesar Rp.382.784, berdasarkan nilai tersebut, maka Pendapatan pancing Tonda lebih besar dari pada Pancing Ulur. Hasil uji paired sampel t-test, menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan nelayan Pancing Ulur dan nelayan Pancing Tonda.
ANALISIS NILAI TAMBAH KELAPA MENJADI KOPRA DI DESA ALINDAU KECAMATAN SINDUE TOBATA KABUPATEN DONGGALA Febrianti, Debi; Rauf, Rustam Abd; A. Laihi, Moh Alfit
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i2.2258

Abstract

Buah kelapa merupakan bagian yang paling bernilai ekonomis, karena buah kelapa dapat menambah produk kelapa pada berbagai macam produk olahan seperti minyak kelapa, gula kelapa, dan daging buah kelapa yang berwarna putih dan keras dapat diambil dan dikeringkan hingga menjadi produk yang mempunyai nilai jual yang cukup tinggi dan menjadi komoditi dagang yang bernama kopra, namun permasalahan yang sering dihadapi para petani kelapa adalah kelebihan stok kopra dipasaran yang menjadi penyebab turunnya harga kopra karena produksi kopra di kalangan petani meningkat, dimana produksi yang melimpah berdampak pada kopra. terhadap penurunan harga kopra sehingga menyebabkan fluktuasi harga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai tambah yang diperoleh petani dari pengolahan kelapa menjadi kopra di Desa Alindau Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala. Analisis data yang digunakan adalah analisis nilai tambah metode hayami yang merupakan metode yang baik dan dapat digunakan untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang diperoleh pelaku rantai pasok untuk menentukan nilai output dan produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan keuntungan yang diterima petani kelapa Desa Alindau dalam satu kali panen/triwulan sebesar Rp469,16/kg, koefisien tenaga kerja sebesar 0,002 dan rasio nilai tambah sebesar 0,39%. Pengolahan kelapa menjadi kopra di Desa Alindau memberikan nilai tambah sebesar Rp 657,16 dan tingkat keuntungan yang diberikan sebesar 0,71%.
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU RONO KRIUK PADA IKM RAJA BAWANG DI KOTA PALU Saputra, Anton Nugroho; Hadayani, Hadayani; Hatmi, Wira
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i2.2259

Abstract

IKM Raja Bawang merupakan salah satu produsen rono kriuk, industri ini terletak di jalan Abd Rahman Saleh Kelurahan Birobuli Utara Kecamatan Palu Selatan Kota Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa banyak pembelian bahan baku ekonomis (EOQ) untuk persediaan bahan baku rono kriuk, mengetahui berapa biaya besar persediaan pengamanan (Safety Stock) bahan baku rono kriuk, mengetahui kapan waktu yang tepat bagi industri, untuk melakukan pemesanan kembali (ROP) terhadap persediaan bahan baku rono kriuk, dan mengetahui berapa total biaya persediaan bahan baku rono kriuk pada industri “Raja Bawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemesanan ekonomis (EOQ) bahan baku rono pada periode bulan Januari-Desember 2022 dengan rata-rata sebesar 31,89 kg/produksi. persediaan pengaman (Safety Stock) yang harus selalu tersedia pada IKM Raja Bawang sebesar 7 kg/produksi, pemesanan kembali/ROP IKM Raja Bawang harus melakukan pemesanan kembali pada periode bulan Januari-Desember 2022 saat jumlah persediaan bahan baku tersisa sebesar 38,89 kg, dan total biaya persediaan bahan baku ikan rono yang dilakukan IKM Raja Bawang rata-rata sebesar Rp.94.749,52.

Page 11 of 18 | Total Record : 180