cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 167 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026)" : 167 Documents clear
Peran Caring Transkultural pada Pasien Gangguan Neurologis Epilepsi Melalui Teori Madeleine Leininger Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Briggita Melanie Putri; Ariza Anasaparoni; Gisa Nurul Liyah; Najla Salsabilla; Nazwa Nurul Fadilah; Nia Ramadhani; Rahma Setiasih; Siwi Erliyani; Syahla Yusriyah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/k91d1521

Abstract

Tingkat kecemasan pada pasien diabetes melitus cukup tinggi dan dapat memengaruhi kepatuhan serta hasil pengelolaan penyakit. Perilaku caring perawat, menurut Teori Human Caring Jean Watson, diyakini dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien melalui penerapan prinsip empati, komunikasi terapeutik, edukasi kesehatan, dan dukungan psikososial. Tujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku caring perawat berdasarkan Teori Human Caring Jean Watson dengan tingkat kecemasan yang dialami pasien diabetes melitus. Metodologi kegiatan ini menggunakan  pendekatan narrative review.  Hasil Analisis menunjukkan bahwa perilaku caring perawat berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus. Penerapan prinsip human caring meningkatkan kenyamanan emosional, kepatuhan pasien terhadap pengelolaan penyakit, serta memperkuat hubungan perawatpasien. Kesimpulan praktik keperawatan yang menekankan nilainilai kemanusiaan tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga keseimbangan emosional dan spiritual pasien. Oleh karena itu, penerapan teori Human Caring Jean Watson perlu terus diperkuat dalam pendidikan dan praktik keperawatan guna meningkatkan kualitas asuhan pada pasien dengan diabetes melitus.
Penerapan Teori Caring Jean Watson Dalam Peningkatan Kepuasan Pasien dengan Diagnosa Thypoid di Rumah Sakit Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Wal Ikram Nova Nur Syawal; Anisa Putri; Wardah Khoerunnisa Maulia; Auliya Nurul Fauzyah; Agnia Zulfandini; Nadia Pratiwi; Aulya Khaerunnisa Fadhilah; Bunga Wastiashy; Natasya Siti Nur Al- Adawiyyah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sa1djh20

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang tinggi dan risiko penularan yang besar akibat rendahnya kebersihan pribadi dan lingkungan. Penyakit ini terutama disebabkan oleh Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi, dengan prevalensi dilaporkan berkisar antara 350–810 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Tujuan penulisan ini adalah untuk melaporkan dan menggambarkan kasus demam tifoid pada anak serta menekankan pentingnya diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat. Metode yang digunakan adalah survey kasus terhadap seorang anak laki-laki berusia 18 bulan yang datang ke unit gawat darurat dengan keluhan demam selama 11 hari, disertai evaluasi klinis, pemeriksaan fisik, dan penunjang medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa berdasarkan gejala klinis, temuan pemeriksaan fisik, serta respons terhadap terapi, pasien didiagnosis sebagai demam tifoid. Kasus ini mencerminkan masih tingginya beban penyakit demam tifoid, yang dilaporkan mencapai 4.444 kasus setiap tahunnya. Kesimpulannya, diagnosis dini dan pengobatan yang optimal sangat penting untuk mencegah komplikasi. Disarankan peningkatan kewaspadaan klinis, edukasi masyarakat terkait higiene, serta penguatan sistem surveilans penyakit tifoid.
Implementasi Teori Caring Jean Watson Pada Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi: Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Kajian Literatur Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Enjang Nugraha; Ayuni Sukmawati; Aida Kurnia; Samira Deswanti; Siti Nurhalimah; Siti Afwa Agnia Aziz; Nadia Zaimatunnisa; Kafka Nafisa Kuntoro
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/vn2dsq71

Abstract

Sejak dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada tahun 2020, angka kasus dan kematian meningkat tajam, menempatkan perawat di garis depan dalam menghadapi situasi berisiko tinggi yang menimbulkan tekanan fisik, emosional, dan psikologis (Karo1 et al., 2023). Pandemi COVID-19 menyebabkan krisis kesehatan global yang sangat memengaruhi sistem kesehatan di seluruh dunia, terutama perawat yang bertugas di garis terdepan dalam memberikan perawatan kepada pasien di ruang isolasi. Situasi isolasi berdampak pada tekanan psikologis, stres, dan kecemasan bagi pasien maupun perawat. Kegiatan ini bertujuan menerapkan implementasi teori caring Jean Watson pada pasien COVID-19 di ruang isolasi. Hasil menunjukkan bahwa implementasi ten caritas processes dari Jean Watson meningkatkan kualitas hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Nilai humanistik, empati, komunikasi terapeutik, dan dukungan spiritual terbukti mengurangi stres serta kecemasan pasien, meningkatkan rasa aman, dan memperkuat kepercayaan serta kepuasan terhadap pelayanan. Selain itu, teori ini membantu perawat menjaga keseimbangan emosional, mengurangi depresi moral, dan memperkuat ketahanan mental. Secara keseluruhan, implementasi teori caring Jean Watson memperkuat praktik keperawatan holistik yang menekankan keseimbangan aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.
Pendekatan Caring Jean Watson untuk Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Hipertensi Hadiansyah Hadiansyah; Theophylia Melisa Manumara; Septian Gilang Pamungkas; Salsa Safitri; Halifa Nur Rohman; Kalista Amanda; Salma Prayudia; Fatwa Prima Irmanto; Sahara Ahiri; Rika Elia; Naaiyla Aqiillaah Khairunissa
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/g36yvm33

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berpotensi menimbulkan komplikasi berat seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Kepatuhan pasien dalam menjalani terapi antihipertensi menjadi faktor penentu dalam mencegah risiko tersebut. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendekatan perawat yang berlandaskan teori caring, khususnya teori Jean Watson dan model Swanson, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan pasien. Teori Watson menekankan hubungan empatik, kasih, perhatian tulus, serta rasa saling percaya antara perawat dan pasien. Sementara itu, model Swanson menguraikan lima tahap caring, yaitu understanding, presence, doing for (task), enabling (support), dan maintaining belief (sustaining). Kedua pendekatan ini tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga kebutuhan emosional dan sosial pasien sehingga proses perawatan menjadi lebih holistik dan bermakna. Dalam praktiknya, perawat berperan sebagai companion, motivator, dan educator yang membantu pasien meningkatkan self-awareness serta memotivasi mereka untuk mematuhi pengobatan. Hasil penerapan teori caring dapat meningkatkan kepatuhan minum obat, mengoptimalkan kontrol tekanan darah, dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang pada pasien hipertensi.
Edukasi Kesehatan Mata Untuk Pencegahan Miopia Pada Remaja di SMA Kartika XIX-2 Theophylia Melisa Manumara; Muhammad Deri Ramadhan; Wizyanti Salma Azizah; Selpiyanti Selpiyanti; Dinna Alifia; Hernina Hernina; Tika Aliyah; Zenina Noer Fadilah; Windi Ispiyani; Pitriyani Pitriyani; Carla Youlanda
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rghej756

Abstract

Myopia is a refractive disorder in which the parallel rays that come to the eye in an unaccommodating state are refracted at a single point in front of the retina. Risk factors for myopia are genetics, behavioral factors for reading books, watching TV, and using gadgets. Myopia is often experienced by students at the secondary school level compared to other age groups. The purpose of this activity is to increase knowledge and awareness about Myopia through health education at Kartika XIX-2 High School by involving 30 students in this health education activity. The method used is an educational method by providing Health Education on Eye Health among adolescents. The results of the implementation of this activity in the form of increasing knowledge about eye health are evidenced by the results of the post test on students who can answer well. This shows the effectiveness of health education with educational methods that can increase students' knowledge of Myopia. Increasing knowledge, it is hoped that students can play a more active role in maintaining eye health. This activity emphasizes the importance of education about myopia among adolescents, to reduce the progressivity of Myopia and increase awareness of Myopia prevention.
Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Kelompok Tani dan Karang Taruna Desa Sementara Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Sabrini Mentari Rezeki; Rina Mirza; Nurvica Sari Perangi- angin; Dede Ansyari Guci; Andry Admaja Tarigan
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4pjpbj98

Abstract

Kesejahteraan psikologis (psychological well-being) merupakan aspek penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat, terutama bagi kelompok yang terlibat dalam aktivitas sosial dan ekonomi seperti kelompok tani dan karang taruna. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas psikologis, serta keterampilan regulasi emosi anggota Kelompok Tani Cempaka II dan Karang Taruna Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Metode kegiatan meliputi psikoedukasi, ceramah, diskusi, pendampingan konseling, asesmen psikologis, dan intervensi psikososial. Materi yang diberikan mencakup psychological well-being, kemandirian, pengambilan keputusan, serta teknik regulasi emosi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep PWB, kemampuan mengelola emosi, serta peningkatan hubungan sosial melalui aktivitas psikososial. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam proses diskusi dan pendampingan. Dengan demikian, program PKM ini terbukti efektif dalam memperkuat kesejahteraan psikologis, kapasitas personal, dan ketahanan sosial masyarakat desa.
Enhancing Fish Processing Skills through STEAM-Based Smart Technology: A Capacity-Building Model for Small-Scale Tongkol (Euthynnus affinis) Processors in Rural Indonesia Muhammad Nurtanto; Rouf Muhammad; Hana Nurdina; Hamid Ramadhan Nur; Mulyono Mulyono; Rina Febriana Hendrawan; Farid Mutohhari; Muhammad Fajar; Hanung Difa Safitri; Galas Dimas Aryo Prayudo
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e1ht1w85

Abstract

Small-scale fish processing in Indonesia’s coastal regions continues to face major challenges, including inconsistent product quality, limited technical skills, and minimal utilization of appropriate processing technologies. These conditions contribute to the low added value and weak competitiveness of micro-scale tuna processing enterprises. This program aims to enhance technical capacity, product quality, and overall productivity of MSMEs through the implementation of Smart Fish Processing technology grounded in STEAM principles and facilitated using a Participatory Action Research (PAR) approach. A total of 25 MSME members participated in awareness sessions, technology diffusion activities, hands-on training, demonstrations, and intensive mentoring over a two-month period. The results indicate a significant improvement in participants’ knowledge of hygiene, sanitation, and modern processing techniques based on pre–post test scores. Technical skill enhancement was reflected in their ability to operate the smart steaming unit, standardize processing parameters, and produce three value-added products: steamed tuna, tuna floss, and tuna broth concentrate. During the program, production capacity increased to a cumulative total of 1,498 kg of steamed fish, 419 kg of tuna floss, and 548 kg of shredded tuna, yielding total sales of IDR 153.44 million and a net profit of IDR 45.9 million. Qualitative findings from interviews and FGDs show increased participant confidence, more structured production collaboration, and emerging digital marketing initiatives through WhatsApp and Facebook. Overall, the integration of controlled processing technology with participatory learning effectively improved product quality, productivity, and business capacity among coastal fish processors. The Smart Fish Processing model demonstrates strong potential for replication among fisheries-based MSMEs in other regions with similar characteristics.
Model Intervensi Tiga Pilar Sebagai Upaya Menurunkan Prevalensi Stunting di Tanggul Kulon Aji Seto Arifianto; Aqshal Nur Ikhsan; Syahmi Naufal Saputra; Nandita Putri Hanifa Jannah; Muhammad Rayasya Dziqi Cahyana; Rusdiarti Rusdiarti; Stephani Nesya Renamastika; Hendra Yufit Riskiawan; Syamsul Arifin; Ely Mulyadi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n6txa130

Abstract

Stunting in Tanggul Kulon Village, Jember, is a critical issue that negatively affects children’s health and cognitive development. Survey and interview results indicate that 2.71% of toddlers are identified as stunted. This condition is influenced by several factors, including limited knowledge about the importance of exclusive breastfeeding as a preventive measure, the lack of easy-to-use, automatic, and accurate anthropometric monitoring tools, and the need for alternative complementary foods that can address nutritional deficiencies in toddlers. This community service program implements a holistic three-pillar intervention. The methods used include: (1) Educational Intervention, through counseling on the importance of exclusive breastfeeding; (2) Technological Intervention, through the development and implementation of an Internet of Things-based anthropometric measurement device integrated with a mobile application for real-time monitoring; and (3) Nutritional Intervention, through hands-on training in producing healthy and nutritious cookies, which have undergone laboratory proximate analysis as supplementary food for toddlers.The results show that the implementation of the IoT system and the cookie-making training was successful, accompanied by capacity building for 18 Posyandu cadres and nutrition education for 90 families. These efforts provided direct benefits to around 200 toddlers and their parents, who now have access to more accurate growth monitoring. The interventions contributed to a reduction in stunting cases during the program, achieving a decrease of 29.63%. In conclusion, the integrated synergy between nutrition education, technological innovation, and food-based interventions has produced a comprehensive, measurable, and sustainable stunting-reduction model that can serve as a replicable reference for addressing similar issues in other communities
Pendampingan Guru Bahasa Indonesia SMP dalam Membangun Literasi Informasi untuk Mendukung Kesejahteraan Psikologis Siswa Melalui Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka Reni Kusmiarti; Eli Rustinar; Mahdijaya Mahdijaya
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cbb3kq30

Abstract

Penguatan literasi informasi bagi guru Bahasa Indonesia SMP menjadi kebutuhan mendesak dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menekankan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan memahami teks. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk mendukung guru dalam mengintegrasikan literasi informasi ke dalam pembelajaran melalui proses pendampingan yang sistematis. Sasaran kegiatan ini adalah guru-guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMP yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka, dan berlangsung terpusat di SMPN 6 Kota Bengkulu sebagai lokasi kegiatan MGMP. Metode yang digunakan meliputi workshop, pendampingan di kelas, implementasi mandiri, dan refleksi. Workshop dirancang untuk memperkuat pemahaman guru tentang konsep literasi informasi serta strategi pembelajaran yang mudah diterapkan, sementara pendampingan kelas memberikan umpan balik langsung terhadap pelaksanaan pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nyata dalam kemampuan guru menyusun modul ajar, menerapkan strategi literasi informasi, serta membimbing siswa dalam mencari, menyeleksi, dan mengolah informasi. Siswa juga menunjukkan perkembangan dalam membuat pertanyaan, membedakan fakta dan opini, menulis ringkasan, berdiskusi, dan bekerja sama. Program ini turut menghasilkan praktik baik yang dapat dimanfaatkan guru lain dan memberikan dampak berkelanjutan bagi sekolah mitra. Temuan tersebut menegaskan bahwa pendampingan dengan pendekatan partisipatif merupakan strategi yang efektif untuk memperkuat literasi informasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Implementasi Community Mobilization oleh Kader untukPromosi TB dan Stunting OD Sariningsih; Gurdani Yogisutanti; Roselina Tambunan; Srihesty Manan; Yuliati Widiastuti; Monika Ginting; Mutiara Sani; Puri Rahayu; Sinta Pitriah; Sandra Sentiaji; Witri Bagea; Asril Faisal; Juan Abisha Wicaksono
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qwp7y592

Abstract

Tuberkulosis (TB) dan stunting merupakan dua permasalahan kesehatan prioritas nasional yang masih memiliki prevalensi tinggi, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan. Upaya promotif berbasis masyarakat menjadi strategi penting dalam memperkuat pencegahan keduanya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan pendekatan community mobilization untuk memperkuat peran kader sebagai penggerak edukasi TB dan stunting di komunitas. Metode kegiatan meliputi pelatihan partisipatif bagi lima kader, pendampingan lapangan, serta pelaksanaan penjaringan sasaran pada ibu hamil dan keluarga balita. Data dikumpulkan melalui pretest–posttest, formulir penjaringan, serta lembar observasi aktivitas kader. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan kader dalam memberikan edukasi, bertambahnya cakupan sasaran yang dijangkau, dan meningkatnya partisipasi keluarga dalam kegiatan promosi kesehatan. Kader juga mampu membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat dan mendorong komitmen keluarga untuk melakukan pencegahan dini TB dan stunting. Temuan ini menunjukkan bahwa community mobilization efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan memperkuat peran kader sebagai ujung tombak promosi kesehatan di tingkat desa. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap percepatan eliminasi TB dan penurunan stunting melalui pendekatan pemberdayaan komunitas.

Page 5 of 17 | Total Record : 167