cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 252 Documents
Search results for , issue "in progres" : 252 Documents clear
Pelatihan Caregiver Keluarga dalam Merawat Lansia dengan Penyakit Degeneratif Shinta Dwi Kurnia; Arina Lis Sa'adah; Yunita Rusidah; Anisa Sholikhati; Nindy Tanaya; Navira Septiana Ulfa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5be01c69

Abstract

The decline in physiological functions in the elderly due to the aging process can be accompanied by degenerative diseases that can limit the independence of the elderly in activities of daily living (ADL). The task of families who act as primary caregiver s is very crucial, but is often hampered by limited knowledge and technical skills. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of family caregiver s in caring for the elderly with degenerative diseases independently at home. The location of this community service was carried out in Singocandi Village, Kudus Regency on April 20, 2026 with a total of 34 participants. The training methods used included interactive lectures (mini lectures), focus group discussions (FGDs), simulations and direct practice (hands-on practice), empathetic communication roleplays, educational video screenings and reflections. Evaluation of this training was carried out through pre-test and post-test instruments. The results of this training showed a significant increase in participant understanding, from an average score (mean) of 52% in the pre-test to 88% in the post-test. The results of the paired T-test statistical test showed a significant difference between the pre-test and post-test results of the training participants (p < 0.05). The conclusion based on these results is that this care training is effective in increasing the capacity of family caregiver s in optimizing care for the elderly with degenerative diseases. For more optimal results, longer-term training and mentoring by caregiver s is required.
PKM Upaya Deteksi Dini Dampak Penggunaan Gadget pada Remaja terhadap Masalah Psikologis Dea Muspratiwi; Mawar Eka Putri; Syamilatul Khariroh; Komala Sari; Linda Widiastuti; Yusnaini Siagian; Utari Yunie Atrie
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/70csc630

Abstract

The use of gadgets among school adolescents has increased significantly and has the potential to cause various psychological problems such as anxiety, sleep disturbances, decreased social interaction, and impaired learning concentration. This community service activity aimed to conduct early detection of adolescent mental health problems and improve students’ knowledge regarding healthy and wise gadget use. The implementation methods included health education, interactive discussions, question-and-answer sessions, mental health screening using questionnaires, and pre-test and post-test evaluations. The activity was conducted among school students in the community health center working area. The screening results showed that most students had relatively good mental health conditions, where 80% of students did not frequently feel anxious or worried, 76% did not experience overthinking, and 87% did not feel sad or depressed. In addition, there was an improvement in students’ knowledge after receiving mental health education and healthy gadget use education. The percentage of students with high scores increased from 76.5% in the pre-test to 90% in the post-test. Mental health screening and educational activities proved effective as promotive and preventive efforts in increasing adolescents’ awareness of the impact of gadget use on mental health.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengajian Rutin untuk Penguatan Kesehatan Mental Berbasis Spiritual di Dusun Lobang, Kab. Batang Ahmad Minan Zuhri; Zuhrotul Laili
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/tmhzhe33

Abstract

Mental health in rural communities is not always clinically evident, but often manifests as anxiety, irritability, a lack of inner peace, and limited social space for sharing problems. This community service activity aims to strengthen spiritually-based mental health through religious guidance during regular religious studies in Lobang Hamlet, Sangubanyu Village, Bawang District, Batang Regency. The implementation method uses an Asset-Based Community Development (ABCD) approach, which includes strengths tracking, asset mapping, asset correlation, activity implementation, and evaluation and improvement. The main assets developed are regular religious studies, congregations, religious leaders, community leaders, mosques, prayer rooms, and community religious traditions. Activities are carried out through lectures, dialogues, questions and answers, reflections on experiences, and religious advice on the themes of patience, gratitude, trust in God, emotional control, peace of mind, and social support. The results of the activity indicate that regular religious studies function as a space for non-formal religious education, strengthening religious awareness, and providing psycho-spiritual support for the community. The congregation experiences benefits in the form of increased religious understanding, a calmer heart, the ability to control emotions, an attitude of patience and trust in God, and increased togetherness among residents. This activity demonstrates that regular religious study groups can be developed as a model for community-based spiritual empowerment to support the mental health of rural communities.
Pemberian Edukasi Tentang Mobilisasi Dini untuk Mempersingkat Rawat Inap Pasien Pasca Spinal Anestesi di UPTD RSUD dr. M. Thomsen Nias Indah Leadersheep Halawa; Made Suandika; Tophan Heri Wibowo
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dydr2e96

Abstract

Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi penting pada pasien pasca operasi dengan spinal anestesi untuk mempercepat proses pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi akibat imobilisasi berkepanjangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien mengenai mobilisasi dini pasca spinal anestesi melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet di UPTD RSUD dr. M. Thomsen Nias. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah, diskusi, pembagian leaflet, dan edukasi langsung kepada pasien serta keluarga pasien. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2026 sampai 10 Februari 2026 dengan jumlah responden sebanyak 30 pasien pasca spinal anestesi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pasien setelah diberikan edukasi. Pada pre-test, responden dengan kategori pengetahuan kurang sebanyak 47%, cukup 40%, dan baik 13%. Setelah edukasi diberikan, hasil post-test menunjukkan peningkatan kategori baik menjadi 70%, kategori cukup 20%, dan kategori kurang menurun menjadi 10%. Hasil menunjukkan bahwa edukasi menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan pasien mengenai mobilisasi dini pasca spinal anestesi. Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi kesehatan mengenai mobilisasi dini mampu meningkatkan pengetahuan pasien pasca spinal anestesi sehingga diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan mendukung pengurangan lama rawat inap pasien.
Penerapan Ilmu Biologi Melalui Pembuatan Insektarium padaSiswa Raudhatul Ulum Ogan Ilir Mustafa Kamal; Syafrina Lamin; Salni Salni; Enggar Patriono; Marieska Verawaty; Doni Setiawan; Ayu Safitri; Kamila Alawiyah; Sarno Sarno
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/95wmja68

Abstract

Ilmu biologi sebagai cabang ilmu pengetahuan alam menuntut tidak hanya penguasaan konsep teoritis, tetapi juga penerapan praktik untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap fenomena biologis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan praktik ilmu biologi melalui pembuatan insektarium sebagai media pembelajaran bagi siswa SMA di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Kabupaten Ogan Ilir. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan sosialisasi, pemaparan materi, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi interaktif. Kegiatan ini juga didukung dengan penggunaan media berbasis komputer dan alat praktikum sederhana. Evaluasi pemahaman siswa dilakukan melalui kuesioner pra dan pasca sosialisasi dengan lima indikator utama, yaitu pengetahuan tentang jenis serangga, istilah insektarium, tujuan dan manfaat, alat dan bahan, serta tahapan pembuatan insektarium. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah pelaksanaan sosialisasi, yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan dalam memahami konsep, fungsi, serta proses pembuatan insektarium secara sistematis. Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan praktikum, ketelitian, serta sikap ilmiah siswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Dengan demikian, penerapan praktik ilmu biologi melalui pembuatan insektarium terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa, sehingga dapat dijadikan alternatif media pembelajaran biologi yang aplikatif dan kontekstual di tingkat sekolah menengah.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak Sekolah Dasar Mdtu Miftahul Jannah Aqilah Raissa Ramadhiya; Ratih Kurniasari; Rini Harianti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/87x1pm28

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan upaya meningkatkan derajat kesehatan melalui pembiasaan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari. Anak usia sekolah perlu mendapatkan edukasi PHBS karena rentan mengalami penyakit infeksi akibat kurangnya kebersihan diri dan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya PHBS di MDTU Miftahul Jannah Desa Sekarwangi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Juli 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik cuci tangan, dan permainan edukatif menggunakan media PowerPoint, gambar ilustratif, dan video musik. Materi yang diberikan meliputi mencuci tangan menggunakan sabun, membuang sampah pada tempatnya, olahraga teratur, penggunaan jamban bersih, dan penerapan pola makan seimbang. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berupa lembar bergambar. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pre-test sebesar 76,66 dan meningkat menjadi 96 pada post-test, dengan peningkatan pengetahuan sebesar 25,32%. Kegiatan edukasi PHBS perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar perilaku hidup bersih dan sehat dapat diterapkan secara konsisten oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Pengolahan Puding Daun Salam untuk Diabetes Melitus di Sungai Tandipah Rt. 02 Yasmin Nabilla; Nasya Angraini Retanti; Melviani Melviani; Nisrina Deanita Ananda; Fitriyadi Fitriyadi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gzpjd055

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di masyarakat Desa Sungai Tandipah RT 02, Kabupaten Banjar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 15 orang masyarakat Desa Sungai Tandipah dan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 16%, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata pretest dari 69,33% menjadi 85,33% pada posttest. Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman herbal yang tepat menyebabkan masih tingginya ketergantungan terhadap obat kimia. Oleh karena itu, kegiatan ini memanfaatkan daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai alternatif terapi pendukung diabetes melitus. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui survei, wawancara, serta intervensi edukasi menggunakan media leaflet dan demonstrasi pembuatan puding daun salam. Evaluasi dilakukan dengan metode pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait manfaat, cara pengolahan, serta penggunaan tanaman herbal secara tepat dan aman. Demonstrasi pembuatan puding daun salam juga meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah tanaman herbal menjadi produk yang lebih mudah dikonsumsi. Kesimpulannya daun salam terbukti sebagai tumbuhan yang membantu mengobati diabetes melitus dengan peningkatan pengetahuan pasien sebesar 16%.
Penyuluhan Interaktif Mengenai Diabetes Mellitus Tipe 1 diSMK Budi Raksa Lembang
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4th9c096

Abstract

Type 1 Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease caused by an autoimmune process that damages pancreatic β cells, leading to an insulin deficiency in the body. This disease is predominantly found in children and adolescents; however, knowledge regarding Type 1 DM among adolescents remains relatively low, particularly concerning risk factors, symptoms, complications, and efforts to prevent these complications. This condition underscores the importance of providing early health education within the school environment. This Community Service (PKM) activity aimed to increase adolescents' knowledge about Type 1 Diabetes Mellitus through interactive health education at SMK Budi Raksa Lembang. The activity was conducted in May 2026, targeting 28 students from grades X and XI. The methods utilized included interactive lectures, discussions, the use of PowerPoint presentations, leaflets, ice-breaking sessions, and evaluations via Quizizz-based quizzes. The results demonstrated an increase in participants' understanding, marked by an accuracy growth rising from 38% to 76% with a completion rate of 85%. Participants also showed high enthusiasm during the discussion and Q&A sessions. In conclusion, health education through interactive counseling is effective in improving adolescents' knowledge of Type 1 Diabetes Mellitus and can serve as a promotive and preventive step in shaping healthy living behaviors from school age.
Deteksi Menuju Aksi: Penguatan Literasi Informasi Kesehatan tentang Artritis Gout melalui Skrining dan Konseling Terintegrasi Santy Irene Putri; Aris Widiyanto; Isnaini Qoriatul Fadhilah; Rizki Aqsyari D; Arie Jefry Ka&#039;arayeno
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mykr4w34

Abstract

Hyperuricemia is a condition of increased uric acid levels in the blood which plays an important role as an etiological factor in the occurrence of gout. Currently, gout is a public health problem that is increasing due to changes in lifestyle, consumption patterns, and low public knowledge about risk factors and their prevention. Misconceptions, such as the assumption that all joint pain is caused by gout and restricting the consumption of certain vegetables without scientific basis, are still widely found in society. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness about gout through uric acid levels checks and the provision of health counseling. The activity was held in Mojorejo, Sragen, Central Java. The method used includes checking uric acid levels using a simple test tool followed by individual and group counseling. Counseling materials include the definition of gout, etiology, clinical manifestations, disease impact, prevention efforts, gout management, and traditional medicine. Evaluation was carried out through observation of active community participation and questions and answers during the counseling process. The results of the activity show high public enthusiasm, increased understanding of gout, and increased awareness to conduct routine health check-ups at health care facilities. This activity is expected to contribute to the promotive and preventive efforts of gout at the community level.
Edukasi Konsumsi Tisane untuk Mengurangi Nyeri Haid Remaja Putri Evi Susiyanti; Desi Andri Anita
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ma57wv91

Abstract

Dismenore merupakan keluhan kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar, kenyamanan fisik, serta kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja putri tentang penatalaksanaan nyeri haid secara nonfarmakologis melalui edukasi dan pendampingan konsumsi tisane kombinasi jeruk nipis, kunyit, jahe dan serai. Kegiatan dilaksanakan pada 37 remaja putri usia 10-18 tahun di kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan. Metode kegiatan meliputi pendidikan kesehatan, demonstrasi penggunaan tisane, pendampingan konsumsi selama tiga hari sejak hari pertama menstruasi, serta evaluasi intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pergeseran intensitas nyeri ke kategori lebih ringan. Sebelum pendampingan, responden mengalami nyeri sedang sebanyak 26 orang(70,3%) dan nyeri berat sebanyak 11 orang (29,7%). Setelah pendampingan terdapat 6 orang (16,2%) dengan nyeri ringan, 29 orang (78,4%) nyeri sedang dan 2 orang (5,4%) nyeri berat. Hasil evaluasi Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5,684 dan p = 0,000. yang mengindikasikan penurunan nyeri secara bermakna. Edukasi dan pendampingan konsumsi tisane dapat menjadi strategi promotif-preventif berbasis komunitas untuk membantu remaja putri mengelola dismenore secara aman, alami dan mudah diterapkan.