cover
Contact Name
Adnan Faris Naufal
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6289698282401
Journal Mail Official
afn778@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surakarta Telpon: +62 271 717417 ext. 0000 Email: fisioterapi@ums.ac.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
FISIO MU: Physiotherapy Evidences
ISSN : 27229629     EISSN : 27229610     DOI : https://doi.org/10.23917/fisiomu.v4i3.5044
Core Subject : Health,
Aim: This journal aims to publish articles with special interest in the development of physiotherapy and health sciences. Not only limited to discussing musculoskeletal, but this journal covers broader health sciences seen from the development of motion and activity. Scope: - Physiotherapy Musculoskeletal - Physiotherapy Neurology - Physiotherapy Cardio Pulmonal - Physiotherapy Pediatric - Physiotherapy Integumen - Physiotherapy Reproduction Health - Physiotherapy Geriatric - Physiotherapy Sport - Physiotherapy Wellness
Articles 140 Documents
Program Preventif Primer Kelainan Postural Pada AnakUsia 10-12 Tahun Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SDIT Muhammadiyah AlKautsar Gumpang Nugroho, Rizki Dwi; Dharmawan, Taufik Megy; Kusumaningrum, Ayu Tri
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.3,No.1 Januari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v3i2.5005

Abstract

ABSTRACT: Gangguan muskuloskeletal merupakan penyebab kecacatan paling umumnomor dua di dunia yang diukur dengan years lived with disability (YDLs). Kecacatanakibat gangguan muskuloskeletal meningkat selama satu dekade terakhir Salah satugangguan yang paling banyak ditemukan adalah scoliosis, Skoliosis didefinisikansebagai kelengkungan tulang belakang lateral dengan sudut Cobb 10° atau lebih.Skoliosis biasanya berkembang sebelum pubertas dan menyebabkan kelainan tigadimensi tulang belakang. Kelainan postur tubuh pada anak-anak paling banyakdisebabkan oleh karena aktifitas mereka di sekolah salah satunya akibat posisi dudukyang salah saat belajar. Terapi Latihan merupakan salah satu modalitas yang digunakanfisioterapis untuk memperbaiki kondisi muskuloskeletal tersebut.Latihan didefinisakansebagai aktifitas fisik yang terencana, terstruktur, berulang dan dilakukan denganintensitas untuk meningkatkan atau menjaga beberapa komponen dari kebugaran fisik,Metode pelaksanaan program kreativitas mahasiswa bidang pengabdian masyarakat inidengan bentuk edukasi dan aplikasi langsung ke siswa-siswi dengan penerapan teknikcore exercise ke siswa-siswi usia 10-12 tahun di SDIT Muhammadiyah Al-KautsarGumpang, . Berdasarkan hasil pre dan post test yang dilakukan peserta mendapatkannilai cukup bagus meskipun terdapat Penurunan nilai dari beberapa peserta pada saatpost test hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang ditemui di lapangan sepertipeserta yang sudah merasa jenuh mendengarkan penjelasan materi, saran daripengabian masyarakat ini tidak di rekomendasikan untuk publikasi ilmiah karena perluperlu kontrol lebih lanjut dan waktu utuk mengetahui ke efektifan program ini
Kompetensi Motorik Anak Usia Dini dengan Prestasi Belajar Di Taman Kanak-Kanak (Tk) Aisyiyah 5 Semanggi Awanis, Almas; Amarseto, Binuko; Diyono, Diyono
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.3,No.2 Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v3i2.5012

Abstract

Pendahuluan: Pendidikan awal anak usia dini merupakan bagian terpenting sebagai pondasi pembangun bangsa. Dianggap sebagai pendidikan usia dini karena mereka berada pada usia dimana individu mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Usia ini juga disebut dengan usia emas. Masa pra sekolah apabila diberikan stimulasi seluruh aspek perkembangan, maka berperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya, dimana 80 % perkembangan kognitif anak telah tercapai pada usia prasekolah. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan dari kompetensi motorik anak usia dini dengan prestasi belajar di taman kanak-kanak (TK) aisyiyah 5 semanggi. Metode: Penelitian ini akan dilakukan pada Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah 5 Semanggi pada bulan juli 2020. Data hasil penelitian akan dianalisis dengan uji univariable dan bivariable untuk mengetahui bagaimana hubungan dari kompetensi motorik anak usia dini dengan prestasi belajar di taman kanak-kanak (TK) aisyiyah 5 Semanggi. Hasil: Terdapat peningkatan dari proses pembelajaran yang telah diberikan oleh pihak TK. Peningkatan dari aspek motorik anak berpengaruh terhadap aspek kognitif, peningkatan ini mengarah ke positif. Sehingga semakin baik perkembangan motorik kasar anak maka semakin baik pula perkembangan motorik halusnya. Kesimpulan: Terdapat hubungan dari kompetensi motorik anak usia dini dengan prestasi belajar di taman kanak-kanak (TK) aisyiyah 5 semanggi.
Pengaruh Faktor Biopsikososial terhadap Kualitas Hidup pada Individu dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah: a Literature Review Pristianto, Arif; Ilyas, Muhammad Taufik; Herawati, Isnaini
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.3,No.2 Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v3i2.5013

Abstract

Nyeri punggung bawah tidak hanya terjadi karena adanya patofisiologi dari struktur anatomi pada tubuh khususnya punggung (back) tetapi juga bisa dikarenakan oleh sikap, kepercayan, dan perilaku. Keluhan pada individu terkait nyeri punggung bawah dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti biologi, psikologi dan sosial dari individu tersebut. Faktor biopsikososial pada individu dengan keluhan nyeri punggung bawah dapat dipengaruhi oleh intervensi yang berkaitan dengan rehabilitasi biopsikososial dimana dapat meningkatkan kualitas hidup individu. Kualitas hidup merujuk suatu keadaan fisik, emosional dan sosial individu serta kemampuan aktivitas pada kehidupanya sehari-hari. Kualitas hidup dapat dinilai secara kondisi fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkunganya. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui adanya pengaruh intervensi biopsikososial terhadap kualitas hidup pada individu dengan keluhan nyeri punggung bawah. Metode yang digunakan pada studi ini yaitu literature review dimana jurnal yang akan diteliti menggunakan jenis penelitian randomized controlled trial. Artikel yang digunakan berdasarkan pencarian dari search engine dengan mempertimbangkan kriteria tertentu. Proses appraisal menggunakan PICO yang selanjutnya dilakukan appraisal dengan skala PEDro. Berdasarkan hasil review terdapat empat artikel dengan bias rendah dan dua artikel dengan moderate. Hasil review dari artikel dengan bias rendah menghasilkan simpulan bahwa faktor biopsikosial terbukti mempengaruhi kualitas hidup individu dengan keluhan nyeri punggung bawah.
Program Fisioterapi pada Cerebral Palsy: Sebuah Studi Kasus Muna, Naliatul; Naufal, Adnan Faris; Rahman, Farid
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5014

Abstract

Cerebral Palsy (CP) merupakan suatu kelainan yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Kelainan ini disebabkan oleh kerusakan pada sistem saraf pusat pada saat prenatal, perinatal, maupun postnatal. Penatalaksanan pada Cerebral Palsy dibagi menjadi medikamentosa dan non medikamentosa. Penatalaksanaan yang diberikan melibatkan berbagai disiplin ilmu dan bertujuan untuk membantu anak agar dapat aktif dan mandiri. Modalitas fisioterapi yang diberikan kepada anak dengan cerebral palsy dapat berupa Myofascial Release dan Neuro Developmental Therapy. Hasil yang diperoleh setelah melakukan terapi sebayak 4 kali terdapat penurunan spastisitas T1: 1 menjadi T4: 0, refleks primitif yang terintegrasi dan belum ada peningkatan kemampuan fungsional anak T1: 11,784% dan T4: 11,784%.
Pengaruh Penggunaan Standing Frame( SF) Terhadap Tekanan Darah (TD) Dan Respiratory Rate (RR) Pada Anak Cerebral Palsy Paska Latihan Widodo, Agus; Ardhiana, Dhevilia
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5015

Abstract

Latar Belakang: Cerebral Palsy (CP) merupakan penyakit bawaan yang menyebabkan kerusakan pada otak dan biasa terjadi pada perkembangan tumbuh kembang anak. Baik dalam perkembangan motorik dan postur tubuh sehingga menyebabkan keterbatasan dalam beraktivitas. Komplikasi respirasi dan kardiovaskular menjadi kasus kematian tertinggi pada anak CP. Salah satu intervensi fisioterapi dalam meningkatkan frekuensi pernafasan dan sirkulasi darah adalah Standing Frame (SF). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh SF terhadap tekanan darah (TD) dan Respiratory Rate (RR) pada anak CP paska latihan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experiment dengan desain one grup pre and posttest. Metode pengambilan sampel menggunakan non-probability sampel (Accidental Sample). Uji normalitas data menggunakan Saphiro wilk dan uji pengaruh menggunakan Paired sample t-test dan Wilcoxon Test. Hasil Penelitian: Uji statistik Wilcoxon Test pada TD sistole diperoleh p = 0,068, sedangkan pada TD diastole p = 0,329, artinya tidak terdapat pengaruh antara penggunaan SF terhadap TD pada anak CP. Pada RR Uji statistic Paired sample t-test diperoleh nilai p = 0,907 artinya tidak terdapat pengaruh antara penggunaan SF terhadap RR pada anak CP. Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh antara penggunaan SF terhadap TD dan RR pada anak CP paska latihan. Kata Kunci: Standing Frame, Tekanan Darah, Respiratory Rate, Cerebral Palsy
The Effectiveness of Mulligan Mobilization With Movement (MWM) in Lateral Epicondylitis: a Critical Review Zami, Muhammad Dimas Zam; Pristianto, Arif; Nasrullah, Nasrullah
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5016

Abstract

Background: Lateral epicondylitis is a common injury in tennis and badminton players. This lateral epicondylitis condition generally appears in any individual or an activity that requires a circular motion of the forearm. These movements when performed repeatedly accompanied by loading when gripping or wrist extension can increase the risk of lateral epicondylitis. Complaints that arise in the condition of lateral epicondylitis include experiencing pain in the lateral elbow and weakness of the wrist or wrist. Mulligan mobilization with movement is a modern technique developed by Mulligan to treat musculoskeletal complaints such as lateral epicondylitis. Objective: This study aims to determine the effectiveness of giving mulligan mobilization with movement in lateral epicondylitis conditions. Method: The research method used is critical review. This method is used to analyze, summarize or evaluate an action. Critical review is done by evaluating the selected articles using the PEDro Scale. Results: The results of the review of the five articles that have been screened including the inclusion criteria found that various modalities were used, either singly or in combination. This Mulligan mobilization with movement can reduce pain and improve functional ability in the elbow. Conclusion: Mulligan mobilization with movement is effective and can be used as an alternative choice in the treatment of lateral epicondylitis. Mobilization with movement techniques, can be combined with several therapeutic measures such as conventional treatments and exercise to get optimal results. Keywords: Mulligan Technique, mobilization with movement, MWM, lateral epicondylitis, tennis elbow
The Effect of Aaerobic Exercise on Functional Capacity Increase in Coronary Heart Disease Patients: A Narrative Review Khairullah, Rahmad Rizaldy; Norlinta, Siti Nadhir Ollin
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5017

Abstract

The heart condition known as coronary heart disease (CHD) is brought on by the narrowing of the coronary arteries as a result of atherosclerosis, spasm, or a combination of both. This results in a disruption in the supply of oxygen and nutrients to the myocardial tissue due to a decrease in coronary blood flow and a reduction in functional capacity. Objective: The study aims to determine the effect of aerobic exercise on functional capacity increase in coronary heart disease patients. Method: The research employed a narrative review method with the PICO framework (Population/Patient/Problem, Intervention, Comparation, and Outcome). The journals were searched from 2 databases, namely Google Scholar with 15,700 articles and Pubmed 639 articles. The inclusion criteria in this study were national or international articles and full text about the effect of aerobic exercise on functional capacity decline in coronary heart patients published in 2012- 2022. Result: After reviewing the title, relevancy of the abstract, and full text of 16,334 papers from 2 databases, 10 journals demonstrated that aerobic exercise was effective to increase the functional capacity in coronary heart disease patients. Conclusion: There is an effect of aerobic exercise on functional capacity increase in coronary heart disease patients. Keywords: Aerobic Exercise, Coronary Heart Disease, Functional Capacity
Pengaruh Pemberian Dynamic Neuromuscular Stabilization untuk Meningkatkan Keseimbangan pada Lansia; Narrative Review Wardhani, Riska Risty; Nisa, Salsabila Khairun
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5018

Abstract

Latar Belakang : Lansia mengalami penurunan fisiologis tubuh yang disebabkan oleh faktor usia, sehingga salah satu gangguan yang dialami lansia mempengaruhi peningkatan risiko jatuh. Keseimbangan merupakan interaksi yang kompleks dari interaksi system sensorik, vestibular, dan somatosensory. Intervensi untuk peningkatan keseimbangan Lansia salah satu DNS yang memungkinkan respon motorik yang efektif, efisien dan tepat waktu akibat adanya gangguan dari sistem sensoris (propioseptif dan vestibular) dalam mempertahanakan keseimbangan pada tugas dinamis. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian dynamic neuromuscular stabilization untuk meningkatkan keseimbangan pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan metode narrative review. Metode : Pencarian jurnal melalui portal jurnal online seperti Google Scholar, Pubmed,,NCBI, Research gate sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil : penelitian ini berdasarkan review terhadap 10 jurnal dari negara iran dan korea, semua mengidentifikasi menjelaskan tentang lansia dengan gangguan keseimbangan dan tentang lansia dengan gangguan keseimbangan akibat dari suatu penyakit. Kesimpulan : Penelitian membuktikan adanya peningkatkan keseimbangan pada lansia dan alat ukur yang paling rekomendasi untuk mengukur keseimbangan pada lansia yaitu Berg Balance Scale. Kata kunci: Keseimbangan,Dynamic Neuromuscular Stabilization, Lansia, Berg Balance Scale.
Pengaruh NMES dan Treadmill Exercise Terhadap Lower Extremity Functional pada Kondisi Post Operasi Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament Bustam, Ika Guslanda
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5019

Abstract

Post operasi rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament (ACL) mempengaruhi kemampuan fungsional lutut hingga menyebabkan gangguan kemampuan berjalan. Kondisi ini dapat terjadi akibat aktivitas yang berat dan overuse saat berolahraga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NMES dan treadmill exercise terhadap lower extremity functional pada kondisi post operasi rekonstruksi anterior cruciate ligament. Metode: Tiga belas responden dengan kondisi post operasi rekonstruksi ACL, usia 15 – 40 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Seluruh responden diberikan intervensi berupa NMES dengan arus 200 – 400 µs dan frekuensi 30 – 50 Hz. Sedangkan treadmill exercise dilakukan selama 15 menit dengan kecepatan 4 – 8 mph yang dinaikkan secara perlahan dan disesuaikan dengan toleransi responden. Hasil: Terdapat peningkatan nilai rata-rata LEFS sebelum perlakuan adalah 70.629 menjadi 82.163 setelah perlakuan. Sedangkan uji statistik dengan Paired Sample t-Test signifikan p<0.000. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan nilai lower extremity functional pre dan post treatment pada responden dengan kondisi post operasi rekonstruksi ACL. Kata Kunci: Anterior Cruciate Ligament, Lower Extremity Functional, Neuromuscular Electrical Stimulation dan Treadmill Exercise.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kondisi Gangguan Gerak dan Fungsi Sendi Metacarpophalangeal I Akibat De Quervein Syndrome Dextra : Case Report Juliastuti, Juliastuti
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5020

Abstract

e quervain syndrome merupakan peradangan pada tendon metacarpophalangeal I, yang menyebabkan ruang gerak dari tendon menjadi sempit dan menimbulkan nyeri pada pangkal ibu jari dan meluas sampai ke lengan bagian bawah. Pada kasus ini pasien mengalami nyeri gerak dan nyeri tekan, keterbatasan luas gerak sendi serta adanya gangguan fungsional pada sendi metacarpophalangeal (MCP) I. Penatalaksanaan fisioterapi yang diberikan yaitu modalitas Ultrasound (US) Therapy, Kinesiotaping dan Eccentric Exercise dengan Resistance Band. Setelah dilakukan terapi sebanyak 3 kali, diperoleh hasil nyeri gerak aktif T1 nilai 8 menjadi T3 nilai 5, nyeri tekan T1 nilai 7 menjadi T3 nilai 4, luas gerak sendi aktif aktif ekstensi-fleksi dari T1 : (S) 150-00-550 menjadi T3 : (S) 350-00-550, dan peningkatan luas gerak sendi pada gerak aktif abduksi-adduksi dari T1 : (F) 200-00-00 menjadi T3 : (F) 300-00-00, kemampuan aktivitas fungsional dengan DASH T1 dan T2 hasil skor 70 pada T3 terjadi penurunan yaitu hasil skor 50. Ultrasound (US) Therapy, Kinesiotaping dan Eccentric Exercise dengan Resistance Band dapat mengatasi problematika fisioterapi pada kondisi De Quervein Syndrome. Kata kunci : De Quervein Syndrome, Ultrasound Therapy, Kinesiotaping, Eccentric Exercise

Page 8 of 14 | Total Record : 140