cover
Contact Name
Adnan Faris Naufal
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6289698282401
Journal Mail Official
afn778@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surakarta Telpon: +62 271 717417 ext. 0000 Email: fisioterapi@ums.ac.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
FISIO MU: Physiotherapy Evidences
ISSN : 27229629     EISSN : 27229610     DOI : https://doi.org/10.23917/fisiomu.v4i3.5044
Core Subject : Health,
Aim: This journal aims to publish articles with special interest in the development of physiotherapy and health sciences. Not only limited to discussing musculoskeletal, but this journal covers broader health sciences seen from the development of motion and activity. Scope: - Physiotherapy Musculoskeletal - Physiotherapy Neurology - Physiotherapy Cardio Pulmonal - Physiotherapy Pediatric - Physiotherapy Integumen - Physiotherapy Reproduction Health - Physiotherapy Geriatric - Physiotherapy Sport - Physiotherapy Wellness
Articles 148 Documents
Perbandingan Efektivitas Pemberian Kinesio Tape Lutut Terhadap Knee Valgus pada Gerak Cutting Atlet Basket Tingkat SMA di Kota Malang Darmawan, Aditya Arma; Tohiroh, Afifah; Ditia, Cevin Risky; Prabowo, Nugroho Ageng; Irawan, Dimas Sondang; Rahim, nita Faradilla
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5035

Abstract

Latar Belakang: Anterior cruciate ligament (ACL) bertugas sebagai stabilisator persendian lutut, penyebab terbesar cedera ACL disebabkan oleh COD dan cutting manuver karena adanya perubahan kecepatan dan arah yang mendadak saat melakukanya. Selama cutting, wanita menunjukan penurunan sudut fleksi hip, sudut knee valgus lebih besar daripada dengan pria. Hal ini menunjukan bahwa wanita lebih beresiko cedera ACL dibandingkan pria. Kinesio tape memiliki fungsi lain disamping stabilisasi otot dan sendi, yaitu untuk mengurangi nyeri. Tetapi pada saat ini banyak ditemui penggunaan taping pada atlet yang tidak mengalami cedera sehingga hanya menimbulkan efek placebo saja. Tuuan dari penelitian ini mengetahui perbandingan efektivitas kinesio tape terhadap knee valgus pada gerak cutting atlet basket tingkat SMA. Metode Penelitian: Desain penelitian Quasi-Eksperimental menggunakan purposive sampling dengan populasi atlet basket tingkat SMA di Kota Malang.  Parameter yang digunakan dalam penelitian ini Frontal Plane Projection Angle (FPPA) dengan pengukuran 2D menggunakan aplikasi Kinovea untuk menilai derajat knee valgus. Sampel yang diambil sebanyak 22 responden. Uji Analisa data menggunakan uji independent T-test. Hasil Penelitian: berdasarkan uji independent T-test hasil perbandingan derajat knee valgus pada gerak cutting atlet mendapatkan nilai signifikan (2-tailed) > 0,05 pada setiap kelompok. Kesimpulan: tidak ada pengaruh kinesio tape terhadap knee valgus atlet saat melakukan cutting manuver atlet.
Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Terhadap Gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Naufal, Adnan Faris; Safitri, Eri Fersiana; Nurulinsani, Atikah; Darojati, Hafizhah Putri Ilma; Pristianto, Arif; Susilo, Taufik Eko; Awanis, Almas
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5036

Abstract

Latar Belakang: Durasi penggunaan gadget yang disarankan untuk anak usia 4-6 tahun oleh American Academy of Pediatrics adalah tidak lebih dari 1 jam per hari. Menggunakan gadget dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan masalah bagi anak, seperti meningkatkan risiko gejala ADHD. Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) didefinisikan sebagai gangguan perkembangan yang ditandai dengan kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan gadget dengan gejala ADHD pada anak usia 4-6 tahun. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 73 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah ADHD RS-5 dan kuesioner durasi penggunaan gadget. Pengolahan data menggunakan analisis bivariat dan univariat. Hasil Penelitian: Hasil korelasi menggunakan uji Spearman rho diperoleh nilai r sebesar 0,427 dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan antara lama penggunaan gadget dengan gejala ADHD pada anak usia 4-6 tahun dan memiliki hubungan yang sedang karena koefisien korelasinya sebesar 0,427.
Spatiotemporal Gait Changes During Pregnancy: A Literature Review Fatmarizka, Tiara; Carissa, Vivian Jennie Diva; Susilo, Taufik Eko
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5037

Abstract

Background: Pregnant women experience several changes that can be seen from a spatiotemporal perspective and the parameters are stride length, stride width, walking speed, walking cadence, cycle time, step time. The importance of knowing changes in gait patterns in pregnant women in order to reduce the risk of falling and improve the quality of life of pregnant women. Purpose: The purposes of the study were to know the measurement or instrument used as a spatiotemporal parameter, the results of the changes and the factors that influence changes in gait patterns in pregnant women from a spatiotemporal point of view. Method: The study using the literature review method by assessing articles with critical appraisal on six articles using JBI's Critical Appraisal. The databases were Google Scholar, National Center for Biotechnology Information (NCBI), PubMed, Science Direct, Garuda Portal, InaBJ with keywords, “pregnancy” OR “pregnant women” OR “pregnant” AND “gait” OR “biomechanics” OR “spatiotemporal”. All articles would be organized, remove duplicate articles using EndNote, appraisal, and quality assessment for the risk of bias. Results: based on the finding the result from databases, there were 6 articles used for assessment and appraisal. Conclusion: increased lumbar lordosis, decreased stride length, decreased walking rhythm, decreased duration of single support, increased duration of double support, increased COP/COG angle were the determinant factors of the spatiotemporal gait changes during pregnancy.
Efektifitas Kombinasi Breathing Exercise dan Oxygen Water Tehadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Nafi’ah, Nafi’ah; Isnani, Nazhipah; Wulandari, Dewi
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5038

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 telah mengubah aktivitas belajar mengajar mahasiswa yang kini dilakukan secara online maupun offline. Semua kegiatan belajar mengajar mahasiswa tetap berjalan dengan berbagai penyesuaian. Keberlangsungan kegiatan belajar mengajar ini tetap menuai pro dan kontra hingga terdapat beragam dampak positif dan negatif seperti tingginya rasa jenuh yang mengakibatkan stress hingga kehilangan konsentrasi belajar mahasiswa. Penurunan konsentrasi ini harus ditangani dengan benar agar tidak menimbulkan efek negatif berkepanjangan. Studi yang telah dilakukan terdahulu menunjukkan bahwa breathing exercise dan oxygen water efektif digunakan untuk memperbaiki gangguan konsentrasi belajar. Namun tidak ditemukan penelitian yang mengkombinasikan kedua intervensi tersebut. Tujuan: Peneliti ingin mengidentifikasi tingkat konsentrasi belajar mahasiswa setelah diberikan kombinasi breathing exercise dan oxygen water. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain pre and post with control group design. Jumlah sampel adalah 20 Responden yang dipilih berdasarkan nilai Concentration Grid Test > 15, kemudian sampel dibagi secara acak menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Uji Normalitas menggunakan shapiro wilk test dan uji signifikansi menggunakan paired sample T-Test. Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil nilai signifikansi P=0,000 (P>0,05) Kesimpulan: Adanya pengaruh Breathing Exerise dan Oxygen water untuk memperbaiki gangguan konsentrasi belajar mahasiswa.
Hubungan Tingkat Kecemasan dan Tekanan Darah Pada Karyawan Universitas Panca Bhakti Khasanah, Dini Afriani; Junaedi, Myranti Puspitaningtsya; ‘Amaliyah, Miftahul Nur; Triandari, Listya; Nelissa, Deni; Wagner, Ivan
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5039

Abstract

Pasca pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Permasalahan kesehatan menjadi hal utama yang diperhatikan oleh seluruh masyarakat. Berbagai jenis gangguan muncul bukan hanya gangguan fungsi tubuh manusia saja, tetapi juga gangguan mental. Salah satu gangguan mental yang paling dijumpai adalah gangguan kecemasan seperti cemas akan kesehatan diri sendiri, kesehatan keluarga, bahkan kesehatan di lingkungan kerja. Gangguan kecemasan ini bisa mempengaruhi perubahan tekanan darah. Tingkat kecemasan dan perubahan tekanan darah seseorang sangat dipengaruhi oleh beban kerja yang tinggi dan kurangnya aktifitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan tekanan darah pada karyawan di Universitas Panca Bhakti. Metode penelitian menggunakan korelasi analitik dengan desain penelitian cross sectional design. Responden penelitian berjumlah 30 orang. Hasil dari penelitian mendapatkan nilai p dari tekanan darah sistolik sebesar 0,000 dan nilai r = 0,672 yang bermakna hubungan positif dan kekuatan korelasi yang tinggi. Nilai p dari tekanan darah diastolik sebesar 0,001 dan nilai r = 0,571 yang bermakna hubungan positif dan kekuatan korelasi yang tinggi. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan tekanan darah pada karyawan Universitas Panca Bhakti. Karena saat cemas, sistem kerja kardiovaskuler mengalami peningkatan yang berdampak pada perubahan tekanan darah
Efektivitas Penambahan Mobilization with Movement dalam Menurunkan Nyeri dan Meningkatkan Kemampuan Fungsional Lutut pada Patellofemoral Pain Syndrome Winaya, I Made Niko; Nugraha, Made Hendra Satria; Adhitya, I Putu Gde Surya; Kinandana, Gede Parta
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5040

Abstract

Latar Belakang: Patellofemoral pain syndrome (PFPS) merupakan sumber umum nyeri lutut bagian depan yang menyumbang 25-40 persen dari semua masalah lutut yang dilaporkan di pusat kedokteran olahraga. Tujuan: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas kombinasi MWM, UST, dan ET dibandingkan kombinasi UST dan ET dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional lutut pada PFPS. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental. Sebanyak (n=24) peserta dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol (n=12) diberikan intervensi UST dan ET, sedangkan kelompok perlakuan diberikan intervensi UST, ET, dan MWM. Intervensi diberikan sebanyak 12 sesi (3 kali seminggu selama 4 minggu). Alat ukur evaluasi yang dilakukan yaitu nyeri dengan Visual Analogue Scale dan kemampuan fungsional lutut dengan The Knee Injury and Osteoarthritis Outcome Score (KOOS) versi Indonesia. Hasil: Pemberian kombinasi UST, ET, dan MWM lebih signifikan menurunkan nyeri (p=0,000) dan meningkatkan kemampuan fungsional lutut (p=0,000) dibandingkan kombinasi UST dan ET saja. Kesimpulan: Pemberian kombinasi UST, ET, dan MWM lebih signifikan menurunkan nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional lutut pada individu dengan patellofemoral pain syndrome. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diterapkan di ranah klinis dengan menambahkan pemberian MWM pada intervensi yang selama ini diberikan seperti kombinasi UST dan ET.
Perbedaan Diabetic Peripheral Neurophaty dan Kekuatan Otot terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Tipe 2 Berdasarkan Durasi Diabetes Mellitus Komalasari, Dwi Rosella; Pratiwi, Rossy Eka; Rahman, Farid; Ningrum, Tyas Sari Ratna Ningrum
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5041

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 adalah jenis DM dengan angka kejadian paling tinggi dari pada jenis lainnya. DPN merupakan komplikasi yang banyak terjadi pada DM tipe2 yang berkontribusi terhadap penurunan kekuatan otot ekstremitas bawah. Kondisi hiperglikemi dan durasi yanng lama diduga menjadi faktor pemicu terjadinya DPN yang akan mengganggu kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian DPN, kekuatan otot ekstremitas bawah dan kualitas hidup serta untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup pasien antara penderita DM tipe 2 durasi 5-10 tahun dan >10 tahun. Metode: Terdapat 2 kelompok dengan masing-masing terdiri dari 121 responden yang dilakukan di Grha Diabetika Surakarta. DPN diperiksa dengan menggunakan tes MNSI, kekuatan otot ekstremitas bawah dengan tes FTSTS dan kuisioner WHOQoL digunakan untuk mengevaluasi kualitas hidup. Hasil: Pada kelompok DM tipe 2 durasi >10 tahun menunjukkan kejadian DPN lebih banyak dan penurunan kekuatan otot ekstremitas bawah dan kualitas hidup disbanding kelompok DM tipe 2 durasi 5-10 tahun (p<0.05). Faktor kekuatan otot ekstremitas bawah menjadi faktor utama yang mempengaruhi kualitas hidup pasien DMT2 durasi >10 tahun. Kesimpulan: DM tipe 2 dengan durasi lebih dari 10 tahun akan memberikan komplikasi signifikan terhadap kejadian DPN, penurunan kekuatan otot dan kualitas hidup. Kekuatan otot ekstremitas bawah menjadi faktor dominan yang mempengaruhi kualitas hidup pasien DM tipe 2 dengan durasi >10 tahun.
Physiotherapy management of Triangular Fibrocartilage Complex (TFCC) : Case Study Faizah, Zulfa Nur; Fatmarizka, Tiara; Abdurrasyid, Abdurrasyid
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5044

Abstract

Martial arts is a sport that is enjoyed by many people, both men and women. According to the researchers' initial observations, these martial arts groups began to emerge. . Muay Thai is a martial art that uses kicks, punches and slams, and is more dominant in the form of free combat martial arts that first came from Thailand. Observations made by researchers at Medan Muay Thai Gajah Mada found that they experienced shortness of breath and fatigue, 30% had ankle injuries, another 20%. Minor injuries to TFCC can be classified as sprains of the wrist. As the name implies, the soft tissue of the wrist is complex. Disturbance to the area from injury or degeneration can result in more serious impairment of a wrist sprain, such as disability. pain occurs throughout the wrist area. The pain is aggravated by any activity or position that requires rotation of the forearm and movement toward the ulna. These movements are simple activities such as turning a doorknob or a lock. This study used physiotherapy interventions in the form of ice packs to reduce swelling and pain, then exercise therapy to improve wrist stability, ultrasound and also TENS to stimulate the surrounding muscles. Evaluation of the results aims to assess the reduction in swelling and pain and how much the stability of the wrist has increased postoperatively.
Physiotherapy Management in Spina Bifida Cases Riantini, Ni Putu; Rahayu, Umi Budi; Waspada, Edy
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5046

Abstract

Spina bifida or neural tube defect (NTD) is a spinal disorder that does not close completely, resulting in disability or developmental failure of the spinal cord. The cause of spina bifida has no definite reason, but there are several factors that are considered to increase the risk, namely folic acid deficiency, family history of spina bifida, and history of taking drugs. Patients with spina bifida will experience weakness in the lower extremity muscles, decreased ability to control urination, and decreased ability to carry out daily activities. The study used a case report study conducted at YPAC Surakarta for boys aged 15 years with spina bifida disorder. Physiotherapy plays a role in optimizing muscle strength, active movement of children, and improving functional abilities by using interventional stretching exercises, myofacial release, strengthening exercises, and a combination of Kegel Exercises and bridging exercises. After being treated for 6 times T1-T6 there was an increase in muscle strength as measured by manual muscle testing (MMT), changes in the range of motion of the joints (LGS) as measured by the goniometer, an increase in functional ability as measured by the Barthel Index.
Physiotherapy Management in Cases of Cerebral Palsy Flaccid Ec Microcephaly Jeara, Orlens Rambu; Naufal, Adnan Faris; Wardani, Rina Kusuma
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5047

Abstract

Cerebral Palsy is a disorder of the development of body movement and posture, resulting in movement limitations that can occur starting from the fetus or baby accompanied by disorders of the musculoskeletal system, sensation, perception, awareness, communication, and behavior. the study used a case report study conducted at the Oemah Physiotherapy Clinic in Solo. The cause of cerebral palsy begins during the prenatal period which is caused by infection, anoxia, toxic, genetics, congenital malformations of the brain, the neonatal period occurs due to anoxia, traumatic, and postnatally caused by trauma, infection and toxic. Physiotherapy helps in optimizing children's active movements by using interventions in the form of myofacial release, patterning, and exercise. After being treated for 4 times T1-T4 there was no increase or change in muscle strength by measuring XOTR muscle strength and motor function in children using gross motor function measure (GMFM) and gross motor function classification system (GMFCS) measurements.

Page 10 of 15 | Total Record : 148