cover
Contact Name
Adnan Faris Naufal
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6289698282401
Journal Mail Official
afn778@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhamadiyah Surakarta Telpon: +62 271 717417 ext. 0000 Email: fisioterapi@ums.ac.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
FISIO MU: Physiotherapy Evidences
ISSN : 27229629     EISSN : 27229610     DOI : https://doi.org/10.23917/fisiomu.v4i3.5044
Core Subject : Health,
Aim: This journal aims to publish articles with special interest in the development of physiotherapy and health sciences. Not only limited to discussing musculoskeletal, but this journal covers broader health sciences seen from the development of motion and activity. Scope: - Physiotherapy Musculoskeletal - Physiotherapy Neurology - Physiotherapy Cardio Pulmonal - Physiotherapy Pediatric - Physiotherapy Integumen - Physiotherapy Reproduction Health - Physiotherapy Geriatric - Physiotherapy Sport - Physiotherapy Wellness
Articles 140 Documents
Penambahan Lower Extremity Strengthening Exercise Pada Core Stability Exercise Dalam Mengurangi Risiko Jatuh Pada Lansia Melani, Yohana; Munawwarah, Muthiah; Maratis, Jerry
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.2, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i2.4973

Abstract

Tujuan Penelitian ini bertujuan untukmengetahui perbedaan penambahan lower extremity strengthening exercise pada core stability exercise dalam mengurangi risiko jatuh pada lansia. Metode Penelitian ini bersifat quasi experiment dengan pre test post test design group dimana peningkatan keseimbangan diukur menggunakan Time Up and Go (TUG) test dan modified Sit to Stand (STS) test. Sampel dikelompokkan menjadi 2 kelompok kelompok I terdiri dari 12 sampel dengan core stability exercise dan kelompok II terdiri dari 12 sampel dengan penambahan lower extremity strengthening exercise pada core stability exercise.Hasil Uji normalitas dengan Shapiro Wilk test didapatkan data berdistribusi normal sedangkan uji homogenitas dengan Levenes test didapatkan data memiliki varian homogen. Hasil uji hipotesisI dan II dengan paired sample t test didapatkan nilai p kurang dari 0.001 dan hasil uji hipotesis III dengan independent t test menunjukan nilai p kurang dari 0.001 untuk TUG test dan p sama dengan 0.007 untuk modified STS test. Kesimpulan Ada perbedaan yang signifikan penambahan lower extremity strengthening exercise pada core stability exercise dalam mengurangi risiko jatuh pada lansia. Kata Kunci Risiko jatuh pada lansia lower extremity strengthening exercise core stability exercise
Pengaruh Kombinasi Ischemic Compression Dan Stretching Pada Myofascial Pain Syndrome Otot Upper Trapezius Aktifah, Nurul; Sabita, Rifqi; Sunyiwara, Arum Sekar
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i1.4974

Abstract

Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh kombinasi ischemic compression dan stretching pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment dan metode two group pre test dan post test. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok 1 (ischemic compression dan stretching) dan kelompok 2 (stretching). Penelitian dilakukan selama 4 minggu dengan dosis 2 kali dalam seminggu. Pengukuran nyeri menggunakan VAS. Teknik analisa data menggunakan uji wilcoxon dan uji mann whitney. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil statistik untuk uji beda diperoleh p value 0.000 artinya ada pengaruh dari ischemic compression dan strecthing pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Sedangkan pada uji beda pengaruh di peroleh p value 0.01 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada beda pengaruh antara pemberian ischemic compression dan stretching pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Kesimpulan Pemberian ischemic compression dan stretching terbukti dapat menurunkan nyeri sindroma miofasial upper trapezius. Ischemic compression yang diikuti dengan stretching lebih efektif dalam menurunankan nyeri sindroma miofasial upper trapezius dibandingkan pemberian stretching saja.
Program Fisioterapi Komprehensif Pada Penyakit Paru Obstuksi Kronis (PPOK) Eksaserbasi Akut Bintari, Rizky Putri; Rahman, Farid
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol.1, No.2, Juli 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v1i2.4976

Abstract

PPOK merupakan penyakit umum yang dapat dicegah dan diobati, ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh saluran napas dan / atau kelainan alveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan yang signifikan terhadap partikel atau gas berbahaya yang menyebabkan berbagai gangguan diantaranya sesak napas, perubahan pola pernapasan, spasme otot, dan penurunan ekspansi thoraks. Untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam mengurangi derajat sesak napas, normalisasi pola pernapasan, rileksasi otot, dan meningkatkan ekspansi thoraks dengan modalitas infra red, sustained maximal inspiration, chest physiotherapy, dan latihan batuk efektif. Setelah dilakukan terapi selama tiga kali diperoleh hasil penilai derajat sesak napas T0; 6 menjadi T3; 4, penurunan nyeri pada nyeri tekan T0; 4 menjadi T3; 2, nyeri gerak T0; 2 menjadi T3; 1, perubahan pola pernapasan T0; prolonged expiration menjadi T3; prolonged expiration, peningkatan ekspansi thoraks pada ICS T0; 1 cm menjadi T3; 1,5 cm, pada processus xiphoideus T0; 1 cm menjadi T3: 1,5 cm dan peningkatan aktivitas T0; 70 menjadi T3; 80. Infra red, sustained maximal inspiration, chest physiotherapy, dan latihan batuk efektif dapat mengatasi gangguan yang ada pada kasus penyakit paru obstruktif kronik eksaserbasi akut.
Activity Prone Position Untuk Respirasi Pada Anak Guillain Barre Syndrome Luthfiyani, Lisa; Widodo, Agus
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.1, Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i1.4979

Abstract

Latar Belakang Guillain Barre Syndrome (GBS) meupakan suatu gangguan autoimun yang secara progresif menyerang sistem saraf perifer sehingga terjadi kerusakan pada selubung myelin pada motor neuron. Syndrome ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Jika menyerang anak-anak mereka akan mengalami gangguan perkembangan motorik secara progresif. Gejala yang muncul pada kasus GBS adalah Progressif Flaccid Weakness dan diikuti oleh gejala penyerta seperti nyeri gangguan keseimbangan serta respiratory distress akibat weakness pada respiratory muscle. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh pemberian prone exercise pada anak Guillain Barre Syndrome dengan respiratory problem. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan sistematika review dengan menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) yang dilakukan secara sistematis. Hasil Penelitian Pada beberapa literatur tedapat beberapa manfaat dari prone position yaitu untuk peningkatan oksigenasi dan penguatan otot diafragma untuk kondisi GBS dengan respiratory problem. Kesimpulan Aktivitas dengan Prone Position efektif untuk anak penderita Guillaine Barre Syndrome dengan respiratory problem.
Pengaruh Pemberian Workplace Exercise terhadap Neck Pain pada Perajin Batik Tulis Putri, Gabriella Anindita; Ayu, Warih Anjari Dyah Kusumaning; Awanis, Almas
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4981

Abstract

Latar Belakang: Perajin batik tulis merupakan salah satu pekerjaan yang rentan mengalami gangguan muskuloskeletal, salah satu gangguan yang paling umum adalah neck pain, dikarenakan posisi yang salah saat bekerja, posisi yang dimaksud adalah membungkuk, menunduk, dan duduk dalam waktu yang lama. Neck pain memiliki beberapa tingkatan yang dilihat dari keterbatasan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, nyeri yang dirasakan oleh perajin dapat dikurangi dengan melakukan exercise. Untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian workplace exercise terhadap neck pain pada perajin batik tulis di Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Metode Penelitian: Quasi eksperimen dengan one groups pretest-posttest. Pengambilan sampel dari 24 populasi perajin dilakukan dengan purposive random sampling didapatkan 19 perajin. Instrumen yang digunakan untuk mengkategorikan neck pain adalah Neck Pain Disability Index Questionnaire (NDI) yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan, untuk mengurangi neck pain dapat melakukan gerakan workplace exercise. Hasil Penelitian: Berdasarkan uji statistik diperoleh hasil p value =0,000 dimana <0,05 berarti terdapat pengaruh pemberian workplace exercise terhadap penurunan tingkat neck pain yang dipengaruhi oleh jenis kelamin dan usia. Kesimpulan: Adapun kesimpulan yang didapat berdasarkan hasil analisa data bahwa terdapat pengaruh pemberian workplace exercise terhadap neck pain pada perajin batik tulis.
Pengaruh Terapi Mandiri Oleh Orang Tua Terhadap Kelurusan Tengah Tubuh Anak CP Spastic Quadriplegia Abdullah, Khabib; Khasanah, Al Um Aniswatun; Darajatun, Anik Muwarni; Firdaus, Mutiara; Swandari, Atik; Putri, Fadma
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4982

Abstract

Latar Belakang: program fisioterapi pada anak CP spastic quadriplegia harus rutin dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Orang tua menjadi tumpuan utama untuk melakukan program fisioterapi di rumah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi mandiri oleh orang tua terhadap kelurusan tengah tubuh pada anak CP spastic quadriplegia. Metode Penelitian:  one group pre and posttest desain pada 10 anak CP spastic quadriplegia yang mengalami kesulitan dalam orientasi kelurusan tengah tubuh pada posisi terlentang di komunitas Happy CP family Surabaya. Orang tua diajarkan cara memijat punggung dan pengaturan posisi yang sesuai dengan kelurusan tengah tubuh anak. Pemijatan punggung dilakukan 15 menit, 2x perhari selama 14 hari dengan bukti perlakuan berupa video call. Alat ukur dengan GMFM dimensi A (terlentang dan berguling) dalam persen. Hasil Penelitian: 10 anak CP spastic quadriplegia dengan rerata usia 2,9±1,1 tahun, rerata nilai GMFM pra perlakuan 0.38±0,8 % dan paska perlakuan 4.2±1,2 %, dengan uji Wilcoxon signifikan 0,003. Kesimpulan: terapi mandiri oleh orang tua berupa pemijatan otot punggung dan pengaturan posisi berpengaruh pada kelurusan tengah tubuh anak CP Spastic Quadriplegia.
Gambaran Faktor Penyebab Penyakit Tidak Menular pada Lansia Masyarakat Urban Nazhira, Fidyatul; Dhari, Ika Fitri Wulan; Mailani, Rena; Bachtiar, Farahdina; Husna, Anwiena Nimatul; Anjani, Fadhira Citra Surya
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4983

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi dan kurangnya aktivitas fisik adalah masalah kesehatan yang sering ditemukan di masyarakat perkotaan. Berbagai faktor seperti perubahan gaya hidup dan perubahan demografi menyebabkan angka kejadian hipertensi dan kurangnya aktivitas fisik pada lansia semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran dari aktivitas fisik dan tekanan darah sebagai faktor penyebab penyakit tidak menular pada lansia di Kelurahan X, Jakarta Selatan. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptive study yang dilakukan pada bulan Juni 2022. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner IPAQ untuk mengukur aktivitas fisik, dan untuk mengukur tekanan darah menggunakan stetoskop dan sfigmomanometer atau tensimeter. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan gambaran aktivitas fisik didapatkan bahwa dari 178 masyarakat didapatkan bahwa 33% lansia termasuk kategori aktivitas fisik rendah, 58% termasuk kategori sedang dan 9%  termasuk kategori berat. Sedangkan untuk hipertensi, didapatkan hipertensi ringan sebanyak 13%, hipertensi sedang sebanyak 78% hipertensi berat sebanyak 9%. Kesimpulan: aktivitas fisik lansia masih sedikit yang kategori tinggi dan lansia keluarahan tersebut cenderung memiliku hipertensi. Masyarakat harap lebih aktif berolahraga dan layanan kesehatan sekitar kelurahan tersebut dapat lebih di giatkan agar dapat menurunkan angka hipertensi di masyarakat.
Pengaruh Constraint Induced Movement Therapy terhadap Fungsional Ekstremitas Atas pada Kasus Stroke: Critical Review Salam, Muhamad Elfitra; Pristianto, Arif
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4985

Abstract

Latar Belakang: Stroke menjadi penyebab utama disabilitas secara global. Sekitar dua pertiga dari semua pasien stroke mengalami kelemahan ekstremitas atas pada fase awal stroke. Metode neurorehabilitasi, seperti Constraint Induced Movement Therapy (CIMT), dipercaya dapat memperbaiki fungsional ekstremitas atas setelah stroke dengan pembatasan ekstremitas sehat dan pemberian specific-task training pada ekstremitas lesi. Metode Penelitian: Desain studi penelitian ini adalah critical review pada artikel jenis Randomized Controlled Trial, yang bertujuan untuk menelaah serta memberikan analisis dan sintesis data. Selanjutnya dilakukan appraisal menggunakan Skala PEDro untuk menilai kualitas artikel. Hasil Penelitian: Skala PEDro menunjukkan bahwa 5 artikel mempunyai total skor 6/10 (risiko bias sedang), 5 artikel dengan total skor 7/10 (risiko bias sedang), 1 artikel dengan total skor 8/10 (risiko bias sedang) dan 1 artikel dengan total skor 9/10 (risiko bias rendah). Adapun berdasarkan kajian dari 12 artikel didapatkan bahwa intervensi CIMT berpengaruh (p<0,05) terhadap perbaikan fungsional ekstremitas atas pada kasus stroke. Kesimpulan: Intervensi CIMT berbentuk tunggal atau dengan kombinasi intervensi lain berpengaruh terhadap fungsional ekstremitas atas pada pasien stroke high function, severe hemiparese dalam fase akut, subakut dan kronis. Namun, CIMT versi modifikasi (mCIMT) dengan dosis latihan lengan lesi selama 30 menit sampai 3 jam lebih terlihat beda pengaruh yang signifikan dengan kelompok kontrol dibandingkan dosis CIMT asli pada pasien high function.
Perbandingan Dominasi Kaki Pada Saat Drop Landing Berdasarkan Gender Pada Pemain Basket Di Sma Kota Malang Nugraha, Cevin Risky Ditia; Irawan, Dimas Sondang; Wardojo, Sri Sunaringsih Ika
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4986

Abstract

Latar Belakang: Dalam olahraga basket terdapat teknik dengan cara jump, saat jump pemain juga harus memperhatikan posisi landing karena memungkinkan terjadinya cedera yang terjadi secara non-contact dan yang sering terjadi adalah Anterior Cruciate Ligament (ACL). Mekanisme terjadi karena posisi kaki knee valgus yang membuat abduksi lutut berlebihan. Faktor gender salah satu faktor yang berpengaruh terhadap resiko cedera karena beban tumpuan yang berbeda saat melakukan landing dengan tumpuan secara dominasi kaki yang berbeda. Metode Penelitian: Desain penelitian berupa observasional cross-sectional study dengan jumlah sampel 22 pemain basket Sekolah Menengah Atas di Kota Malang yang sudah tersaring kriteria inklusi. Alat ukur menggunakan kuisioner untuk menentukan dominasi kaki dan Frontal Plane Projection Angle (FPPA) untuk melihat derajat knee valgus saat melakukan drop landing. Analisa data menggunakan uji Shapiro-wilk, uji Paired T-test dan uji Independent T-test. Hasil penelitian:  menunjukkan karakterisitik responden lebih banyak laki-laki, dominasi kaki dominan kanan, perbandingan kaki dominan dan non dominan lebih besar laki-laki daripada perempuan. Kesimpulan: penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan antara kaki dominan dan non-dominan setiap gender saat melakukan drop landing dan tidak ada perbandingan knee valgus yang signifikan pada kaki dominan dan non-dominan antara laki-laki dan perempuan saat melakukan drop landing pada pemain basket tingkat SMA di Kota Malang.
Pengaruh Self-Efficacy Pada Treatment Fisioterapi Terhadap Kesembuhan Pasien Pasca Stroke Wahyuni, Wahyuni; Hafidz, Muhammad Farkhan Al
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4987

Abstract

Latar belakang: Salah satu penyebab kematian terbesar di dunia adalah penyakit tidak menular seperti penyakit degenerative, seperti stroke. Menurut World Health Organization (WHO), risiko meninggal yang disebabkan oleh stroke yaitu lebih dari dua pertiga (70%) penduduk dunia. Stroke merupakan penyakit degeneratif yang sering timbul di kalangan masyarakat yang menjadi masalah serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan single subject research dengan metode case study, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap treatment fisioterapi atau intervensi yang telah diberikan. Desain penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test A-B-A design dengan diberikannya treatment berupa home based exercise sebanyak 3 kali seminggu selama 4 minggu. Kesembuhan pasien diukur dengan kemampuan fungsional menggunakan Barthel index. Hasil Penelitian: pengukuran kemampuan fungsional pasien mendapatkan skor 65 poin, yaitu ketergantungan moderate (60-90), pada hasil pemeriksaan post-test menunjukkan bahwa kemampuan fungsional responden mengalami peningkatan dengan perolehan skor indeks Barthel dari 65 berubah 95 yang meningkat secara signifikan menjadi ketergantungan ringan (91-95). Kesimpulan: Treatment fisioterapi diiringi self-efficacy berpengaruh bagi kesembuhan pasien, dan mampu meningkatkan tingkat kepercayaan diri pasien serta menyebabkan kemampuan fungsionalnya meningkat pada penderita post stroke.

Page 6 of 14 | Total Record : 140